TUJUAN IHT SPMI
Tujuandilaksanakannya pelatihan SPMI
antara lain:
Sekolah memahami SNP dan
penjaminan mutu pendidikan
Sekolah memiliki komitmen untuk
menjalankan penjaminan mutu dan
meningkatkan mutu
Sekolah dapat melakukan tahapan
penjaminan mutu Pendidikan dengan
tepat
3.
DEFINISI MUTU
• derajatkeunggulan sesuatu atau seseorang
• atribut pembeda atau karakteristik yang dimiliki
oleh sesuatu atau seseorang
• semua karakteristik produk dan pelayanan yang
memenuhi persyaratan dan harapan
• sesuai dengan ‘standar’
• sesuai dengan harapan ‘pelanggan’
• sesuai dengan harapan ‘pihak-pihak terkait’
• sesuai dengan yang ‘dijanjikan’
4.
Apakah Pendidikan diIndonesia
sudah Bermutu?
2 4 6 8 10
School Score Pure National Exam Score
Indonesian Language
0
.2
.4
.6
.8
D
e
n
s
ity
0 2 4 6 8 10
School Score Pure National Exam Score
Mathematics
Kesenjangan besar antara hasil UN dan Ujian Sekolah
Karakter ke-Indonesia-an yang
semakin memudar
5.
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
Penjaminanmutu pendidikan:
Suatu mekanisme yang sistematis, terintegrasi dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa
seluruh proses pendidikan sesuai dengan standar mutu (Permendikbud No. 28/2016)
UU no.20/2003 tentang Sisdiknas
menyataka SNP adalah kriteria
minimal sekolah di Indonesia.
Perencanaan
Peningkatan
Mutu
Implementasi
Peningkatan
Mutu
Monitoring
& Evaluasi
Penetapan
Standar Mutu
Pemetaan
Mutu
6.
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
Upayapeningkatan mutu harus
memiliki “makna” dan “sesuai
dengan kebutuhan” sekolah dalam
menuju sekolah dengan kualitas
layanan minimal SNP
6
SNP
standar
Lulusan yang
berkarakter baik
Lulusan yang kreatif
dan pembelajar
Sekolah yang
menyenangkan
SEKOLAH
EDS
Evalua
si
Peren-
canaa
n
Pelak-
sanaan
STANDAR
BARU
SEKOLAH
BERBUDAYA
MUTU
7.
7
PRINSIP PELAKSANAAN SPMI
MANDIRIDAN PARTISIPATIF
TERSTANDAR
INTEGRITAS
SISTEMATIS DAN BERKELANJUTAN
HOLISTIK
TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
7
8.
PMP, SNP, AKREDITASI,DAN NILAI UN
Mandiri
III
II
I
SNP
Menuju
SNP 3
Menuju
SNP 2
Menuju
SNP 1
A
B
C
TT
>80
SPMI SNP Akreditasi UN
Pemerintah,Pemda, Sekolah, Masyarakat BAN BSNP
Pada saat seluruh proses dilakukan dengan baik dan
benar seharusnya akan menunjukan hasil yg konsisten
9.
Tujuan dan HasilPengembangan
• Tujuan
– Sekolah menerapkan penjaminan mutu pendidikan secara
mandiri;
– Sekolah meningkatkan mutu sesuai Standar Nasional
Pendidikan;
– Sekolah berbudaya mutu;
• Hasil:
– Adanya Percontohan sekolah berbasis SNP melalui
penerapan penjaminan mutu pendidikan secara mandiri.
– Adanya pengimbasan penerapan penjaminan mutu
pendidikan kepada sekolah lain
10.
OUTPUT
• Satuan
pendidikan
mampu
menjalankan
seluruh siklus
penjaminan
mutu
•Berfungsinya
organisasi
penjaminan
mutu pendidikan
di satuan
pendidikan
OUTCOM
E
• Proses
pembelajaran
berjalan sesuai
standar
• Pengelolaan
satuan
pendidikan
berjalan sesuai
standar
DAMPAK
• Budaya mutu di
satuan
pendidikan
terbangun
• Mutu hasil
belajar
meningkat
Indikator Keberhasilan
14.
14
Pelibatan
Unsur
Visi-Misi,
Kebijakan sekolah
Laporan hasil
evaluasi:
•Pemenuhan 8 SNP
• Implementasi dari
rencana aksi
Dokumen
perencanaan,
pengembangan
sekolah dan
rencana aksi
Kebijakan Pemerintah
(Kurikulum, SNP,
lainnya)
Output:
Capaian Kualitas
sekolah sesuai 8
SNP
Dokumen
Evaluasi Diri
Sekolah
Sek
olah
Kepala
Sekola
h
Gur
u
Tenaga
Kepen
didikan
Komite
sekola
h
POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP
Tahapan
15.
15
Satuan Pendidikan TimPenjaminan Mutu Sekolah
merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan
mengembangkan sistem penjaminan mutu pendidikan;
menyusun dokumen penjaminan mutu yang terdiri atas
dokumen kebijakan, dokumen standar; dan dokumen
formulir;
membuat perencanaan peningkatan mutu yang dituangkan
dalam rencana kerja satuan pendidikan;
melaksanakan pemenuhan mutu baik dalam pengelolaan
satuan pendidikan maupun proses pembelajaran;
membentuk tim penjaminan mutu pada satuan pendidikan;
dan
mengelola data mutu pendidikan di tingkat satuan
pendidikan.
mengkoordinasikan pelaksanaan penjaminan mutu di
tingkat satuan pendidikan;
melakukan pembinaan, pembimbingan, pendampingan,
dan supervisi terhadap pelaku pendidikan di satuan
pendidikan dalam pengembangan dan penjaminan mutu
pendidikan;
melaksanakan pemetaan mutu pendidikan berdasarkan
data mutu pendidikan di satuan pendidikan;
melakukan monitoring dan evaluasi proses pelaksanaan
pemenuhan mutu yang telah dilakukan; dan
memberikan rekomendasi strategi pemenuhan mutu
berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi kepada kepala
satuan pendidikan.
Organisasi
• struktur
• kinerja
• dukungan
POTRET TERHADAP PELAKSANAAN PMP
17
sekolah: sekolah x
kabupaten:kabupaten 1.1
provinsi: provinsi 1
Standar Capaian
Standar Kompetensi Lulusan 6,0
Standar Isi 5,0
Standar Proses 6,0
Standar Penilaian Pendidikan 5,0
Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
5,0
Standar Sarana dan Prasarana
Pendidikan
5,0
Standar Pengelolaan
Pendidikan
4,0
Standar Pembiayaan 7,0
CAPAIAN SNP 5,4
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian Pendidikan
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Standar Pengelolaan Pendidikan
Standar Pembiayaan
1
6
Sekolah X
Kab 1.1
Prov 1
Nas
CONTOH RAPOR MUTU
18.
18
Indikator Nilai
1 StandarKompetensi Lulusan 5,2
1.1 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap 4,5
1.2 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
pengetahuan
6,0
1.3 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
keterampilan
5,0
2 Standar Isi 5,0
2.1 Muatan sesuai dengan rancangan Kurnas 6,0
2.2 Rancangan mata pelajaran dan beban belajar
memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
4,0
2.3 KTSP sesuai dengan Kurnas 5,0
3 Standar Proses 6,0
3.1 Proses pembelajaran sesuai dengan SNP 6,0
3.2 Perencanaan proses pembelajaran sesuai SNP 6,0
4 Standar Penilaian Pendidikan 5,0
4.1 Proses penilaian dilakukan dengan objektif dan
terpadu
4,0
4.2 Sekolah menerapkan penilaian yang akuntabel 5,0
4.3 Penilaian dilakukan dengan transparan 6,0
4.4 Edukatif-mendidik dan memotivasi siswa dan guru 4,0
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5,3
5.1 Jumlah & kualifikasi Guru sesuai SNP 5,0
5.2 Kualifikasi Kepala Sekolah sesuai SNP 5,0
5.3 Ketersediaan Kepala Tenaga Administrasi 5,0
5.4 Pelaksana Urusan Administrasi 5,0
5.5 Ketersediaan Kepala Perpustakaan Sekolah 5,0
5.6 Tenaga Perpustakaan Sekolah 6,0
5.7 Ketersediaan Kepala Laboratorium 6,0
5.8 Tenaga Teknisi Laboran 6,0
5.9 Tenaga Laboran 6,0
5.10 Kompetensi Guru sesuai SNP 6,0
5.11 Kompetensi Kepala Sekolah sesuai SNP 6,0
5.12 Kompetensi Kepala Tenaga Administrasi sesuai SNP 5,0
Indikator Nilai
5.13 Kompetensi Pelaksana Urusan Administrasi sesuai SNP 4,0
5.14 Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 6,0
5.15 Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 4,0
5.16 Kompetensi Kepala Laboratorium sesuai SNP 5,0
5.17 Kompetensi Teknisi Laboransesuai SNP 6,0
5.18 Kompetensi Laboran sesuai SNP 4,0
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,0
6.1 Kapasitas dan Daya tampung sekolah sesuai dengan SNP 6,0
6.2 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana
pembelajaran
5,0
6.3 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana pendukung 4,0
6.4 Kondisi sarana dan prasarana pembelajaran 4,0
6.5 Kondisi sarana dan prasarana pendukung 6,0
7 Standar Pengelolaan Pendidikan 4,8
7.1 Perencanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.2 Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.3 Sekolah melaksanakan pengawasan dan evaluasi
terhadap pelaksanaan program secara berkala
6,0
7.4 Kepala sekolah berkinerja baik 6,0
7.5 Sekolah mengelola system informasi sekolah 4,0
8 Standar Pembiayaan 4,3
8.1 Sekolah tidak memungut biaya dari peserta didik yang
tidak mampu secara ekonomi
5,0
8.2 Biaya operasional non personil minimal sesuai standar
(total anggaran sekolah dikurangi biaya investasi dan gaji
PTK dibagi total jumlah siswa)
4,0
8.3 Pengelolaan dana yang masuk ke sekolah dilakukan
secara transparan dan akuntabel (laporan, dapat
diakses,dapat diaudit)
4,0
CONTOH RAPOR MUTU SATUAN PENDIDIKAN
19.
Tujuan
Peserta memilikipemahaman yang sama tentang
standar mutu pendidikan di Indonesia
Indikator
Peserta dapat:
◦ Menguraikan komponen dan indikator standar
nasional pendidikan di Indonesia
◦ Menggambarkan hubungan standar, indikator, sub
indikator dan instrumen pemetaan mutu pendidikan
◦ Menguraikan masalah dalam pemenuhan mutu,
penyebab, dan solusi untuk mengatasinya
Metode
◦ Ceramah, diskusi dan tugas kelompok.
20.
POKOK MATERI
Komponendan indikator
standar nasional pendidikan di
Indonesia
Hubungan standar, indikator, sub
indikator mutu
Instrumen pemetaan dan mutu
pendidikan
22
KOMPETEN
SI LULUSAN
1. keterampilan
berpikirdan
bertindak kreatif
2. keterampilan
berpikir dan
bertindak produktif
3. keterampilan
berpikir dan
bertindak kritis
4. keterampilan
berpikir dan
bertindak mandiri
5. keterampilan
berpikir dan
bertindak kolaboratif
6. keterampilan
berpikir dan
bertindak
komunikatif
INDIKATOR MUTU - STANDAR KOMPETENSI LULUSAN 1. perilaku yang mencerminkan
sikap beriman dan bertakwa
kepada Tuhan YME
2. perilaku yang mencerminkan
sikap berkarakter
3. perilaku yang mencerminkan
sikap disiplin
4. perilaku yang mencerminkan
sikap santun
5. perilaku yang mencerminkan
sikap jujur
6. perilaku yang mencerminkan
sikap peduli
7. perilaku yang mencerminkan
sikap percaya diri
8. perilaku yang mencerminkan
sikap bertanggungjawab
9. perilaku pembelajar sejati
sepanjang hayat
10. perilaku sehat jasmani dan
rohani
pengetahuan faktual,
prosedural,
konseptual,
metakognitif
23.
23
ISI
PEMBELAJAR
AN
INDIKATOR MUTU -STANDAR ISI PEMBELAJARAN
1. Menyediakan
alokasi waktu
pembelajaran
sesuai struktur
kurikulum yang
berlaku
2. Mengatur beban
belajar bedasarkan
bentuk pendalaman
materi
3. Menyelenggarakan
aspek kurikulum
pada muatan lokal
4. Melaksanakan
kegiatan
pengembangan diri
siswa
1. Melibatkan
pemangku
kepentingan dalam
pengembangan
kurikulum
2. Mengacu pada
kerangka dasar
penyusunan
3. Melewati tahapan
operasional
pengembangan
4. perangkat kurikulum
tingkat satuan
pendidikan yang
dikembangkan
1. Memuat karakteristik
kompetensi sikap
2. Memuat karakteristik
kompetensi pengetahuan
3. Memuat karakteristik
kompetensi keterampilan
4. Menyesuaikan tingkat
kompetensi siswa
5. Menyesuaikan ruang
lingkup materi
pembelajaran
24.
24
INDIKATOR MUTU -STANDAR PROSES PEMBELAJARAN
1. Membentuk rombongan belajar
dengan jumlah siswa sesuai
ketentuan
2. Mengelola kelas sebelum
memulai pembelajaran
3. Mendorong siswa mencari tahu
4. Mengarahkan pada penggunaan
pendekatan ilmiah
5. Melakukan pembelajaran
berbasis kompetensi
6. Memberikan pembelajaran
terpadu
7. Melaksanakan pembelajaran
dengan jawaban yang
kebenarannya multi dimensi;
8. Melaksanakan pembelajaran
menuju pada keterampilan
aplikatif
9. Mengutamakan pemberdayaan
siswa sebagai pembelajar
sepanjang hayat
10.Menerapkan prinsip bahwa
siapa saja adalah guru, siapa
saja adalah siswa, dan di mana
saja adalah kelas.
11.Mengakui atas perbedaan
individual dan latar belakang
budaya siswa.
12.Menerapkan metode
pembelajaran sesuai
karakteristik siswa
13.Memanfaatkan media
pembelajaran dalam
meningkatkan efisiensi dan
efektivitas pembelajaran
14.Menggunakan aneka sumber
belajar
15.Mengelola kelas saat menutup
pembelajaran
PROSES
PEMBELAJA
RAN
1. Melakukan penilaian
otentik secara
komprehensif
2. Memanfaatkan hasil
penilaian otentik
3. Melakukan pemantauan
proses pembelajaran
4. Melakukan supervisi
proses pembelajaran
kepada guru
5. Mengevaluasi proses
pembelajaran
6. Menindaklanjuti hasil
pengawasan proses
pembelajaran
1. Mengacu pada silabus
yang telah
dikembangkan
2. Mengarah pada
pencapaian
kompetensi
3. Menyusun dokumen
rencana dengan
lengkap dan sistematis
4. Mendapatkan evaluasi
dari kepala sekolah
dan pengawas sekolah
25.
25
INDIKATOR MUTU -STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN
1. Menggunakan
jenis teknik
penilaian yang
obyektif dan
akuntabel
2. perangkat teknik
penilaian
lengkap
1. Menggunakan
instrumen
penilaian aspek
sikap
2. Menggunakan
instrumen
penilaian aspek
pengetahuan
3. Menggunakan
instrumen
penilaian aspek
keterampilan
1. Melakukan penilaian berdasarkan
penyelenggara sesuai prosedur
2. Melakukan penilaian berdasarkan
ranah sesuai prosedur
3. Menentukan kelulusan siswa
berdasarkan pertimbangan yang
sesuai
1. Menindaklanjuti
hasil pelaporan
penilaian
2. Melakukan
pelaporan
penilaian secara
periodik
1. Mencakup ranah sikap,
pengetahuan dan
keterampilan
2. bentuk pelaporan
sesuai dengan ranah
PENILAIAN
PENDIDIKAn
26.
PENDIDIK
DAN TENAGA
KEPENDIDIKA
N
INDIKATOR MUTU- STANDAR PTK
1. Tersedia Kepala Tenaga Pustakawan
2. Kepala Tenaga Pustakawan berkualifikasi sesuai
3. Kepala Tenaga Pustakawan bersertifikat
4. Kepala Tenaga Pustakawan berpengalaman sesuai
5. Tersedia Tenaga Pustakawan
6. Tenaga Pustakawan berpendidikan sesuai ketentuan
7. Berkompetensi manajerial minimal baik
8. Berkompetensi pengelolaan informasi minimal baik
9. Berkompetensi kependidikan minimal baik
10. Berkompetensi kepribadian minimal baik
11. Berkompetensi sosial minimal baik
12. Berkompetensi pengembangan profesi minimal baik
1. Berkualifikasi minimal S1/D4
2. Rasio guru kelas terhadap rombongan
belajar seimbang
3. Tersedia untuk tiap mata pelajaran
4. Bersertifikat pendidik
5. Berkompetensi pedagogik minimal baik
6. Berkompetensi kepribadian minimal baik
7. Berkompetensi profesional minimal baik
8. Berkompetensi sosial minimal baik
1. Berkualifikasi minimal S1/D4
2. Berusia sesuai kriteria saat
pengangkatan
3. Berpengalaman mengajar
selama yang ditetapkan
4. Berpangkat minimal III/c atau
setara
5. Bersertifikat pendidik
6. Bersertifikat kepala sekolah
7. Berkompetensi kepribadian
minimal baik
8. Berkompetensi manajerial
minimal baik
9. Berkompetensi
kewirausahaan minimal baik
10.Berkompetensi supervisi
minimal baik
11.Berkompetensi sosial minimal
baik
1. Tersedia Kepala Tenaga Administrasi
2. Kepala Tenaga Administrasi berkualifikasi
minimal SMK/sederajat
3. Kepala Tenaga Administrasi bersertifikat
4. Tersedia Tenaga Pelaksana Urusan
Administrasi
5. Tenaga Pelaksana Urusan Administrasi
berpendidikan sesuai ketentuan
6. Berkompetensi kepribadian minimal baik
7. Berkompetensi sosial minimal baik
8. Berkompetensi teknis minimal baik
9. Berkompetensi manajerial minimal baik
1. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium
2. Kepala Tenaga Laboratorium berkualifikasi
sesuai
3. Kepala Tenaga Laboratorium bersertifikat
4. Tersedia Kepala Tenaga Laboratorium
berpengalaman sesuai
5. Tersedia Tenaga Teknisi Laboran
6. Tenaga Teknisi Laboran berpendidikan
sesuai ketentuan
7. Tersedia Tenaga Laboran
8. Tenaga Laboran berpendidikan sesuai
ketentuan
9. Berkompetensi kepribadian minimal baik
10. Berkompetensi sosial minimal baik
11. Berkompetensi manajerial minimal baik
12. Berkompetensi profesional minimal baik
27.
27
SARANA
DAN
PRASARANA
INDIKATOR MUTU -STANDAR SARANA DAN PRASARANA
1. ruang kelas sesuai
standar
2. laboratorium IPA sesuai
standar
3. ruang perpustakaan
sesuai standar
4. tempat
bermain/lapangan
sesuai standar
5. laboratorium biologi
sesuai standar
6. laboratorium fisika
sesuai standar
7. laboratorium kimia
sesuai standar
8. laboratorium komputer
sesuai standar
9. laboratorium bahasa
sesuai standar
1. ruang pimpinan sesuai
standar
2. ruang guru sesuai
standar
3. ruang UKS sesuai
standar
4. tempat ibadah sesuai
standar
5. jamban sesuai standar
6. gudang sesuai standar
7. ruang sirkulasi sesuai
standar
8. ruang tata usaha sesuai
standar
9. ruang konseling sesuai
standar
10. ruang organisasi
kesiswaan sesuai
standar
11. Menyediakan kantin
yang layak
12. Menyediakan tempat
parkir yang memadai
13. Menyediakan unit
kewirausahaan dan
bursa kerja
1. kapasitas rombongan belajar
yang sesuai dan memadai
2. Rasio luas lahan sesuai dengan
jumlah siswa
3. Kondisi lahan sekolah memenuhi
persyaratan
4. Rasio luas bangunan sesuai
dengan jumlah siswa
5. Kondisi bangunan sekolah
memenuhi persyaratan
6. ragam prasarana sesuai
ketentuan
28.
28
PEMBIAYAAN
PENDIDIKAN
INDIKATOR MUTU -STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
1. Membebaskan biaya bagi siswa
tidak mampu
2. daftar siswa dengan latar
belakang ekonomi yang jelas
3. Melaksanakan subsidi silang
untuk membantu siswa kurang
mampu
biaya operasional
non personil
sesuai ketentuan
1. Mengatur alokasi dana yang
berasal dari
APBD/APBN/Yayasan/sumb
er lainnya
2. laporan pengelolaan dana
3. laporan yang dapat diakses
oleh pemangku kepentingan
29.
29
INDIKATOR MUTU -STANDAR PEMBIAYAAN PENDIDIKAN
sistem informasi
manajemen
sesuai ketentuan
1. visi, misi, dan tujuan yang jelas sesuai
ketentuan
2. Mengembangkan rencana kerja sekolah
ruang lingkup sesuai ketentuan
3. Melibatkan pemangku kepentingan
sekolah dalam perencanaan
pengelolaan sekolah
1. pedoman
pengelolaan
sekolah lengkap
2. Menyelenggaraka
n kegiatan layanan
kesiswaan
3. Meningkatkan
dayaguna pendidik
dan tenaga
kependidikan
4. Melaksanakan
kegiatan evaluasi
diri
5. Membangun
kemitraan dan
melibatkan peran
serta masyarakat
serta lembaga lain
yang relevan
6. Melaksanakan
pengelolaan
bidang kurikulum
dan kegiatan
pembelajaran
1. Berkepribadian dan bersosialisasi
dengan baik
2. Berjiwa kepemimpinan
3. Mengembangkan sekolah dengan baik
4. Mengelola sumber daya dengan baik
5. Berjiwa kewirausahaan
6. Melakukan supervisi dengan baik
PENGELOLAAN
PENDIDIKAN
30.
HUBUNGAN STANDAR, INDIKATOR,
DANINSTRUMEN
1 Permasalahan sikap siswa yang terjadi di sekolah anda
Arti angka adalah 1 tidak pernah; 2 jarang; 3 sering; 4 selalu
No Permasalahan Sikap
1 Mencontek atau menyalin pekerjaan teman 1 2 3 4
2 Berbohong 1 2 3 4
3 Membolos 1 2 3 4
4 Tidak mengerjakan tugas yang diberikan 1 2 3 4
5 Terlibat perkelahian antar siswa dan atau antar sekolah dan atau antar kelompok 1 2 3 4
6 Terlibat tindak kriminal seperti narkoba, pornografi atau pornoaksi 1 2 3 4
7 Minum minuman keras 1 2 3 4
8 Merokok 1 2 3 4
9 Vandalisme (merusak barang tanpa seizin pemilik) 1 2 3 4
10 Menyalahkan orang lain 1 2 3 4
11 Tidak mau meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan 1 2 3 4
12 Terlambat masuk sekolah 1 2 3 4
13 Berlaku tidak sopan kepada orang yang lebih tua 1 2 3 4
14 Merendahkan pendapat orang lain 1 2 3 4
15 Malas menulis seperti buku, puisi, artikel dan lainnya 1 2 3 4
16 Malas membaca 1 2 3 4
17 Tidak berani mengemukakan pendapat 1 2 3 4
18 Tidak percaya diri tampil di depan umum 1 2 3 4
19 Mudah putus asa 1 2 3 4
20 Kesulitan dalam berbicara dengan orang lain 1 2 3 4
21 Tidak sportif 1 2 3 4
22 Mudah mengeluh 1 2 3 4
23 Tidak taat menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing 1 2 3 4
24 Tidak berdoa sebelum dan setelah melakukan aktivitas 1 2 3 4
25 Menggunakan kata-kata kotor saat berbicara 1 2 3 4
26 Berpakaian kurang sopan 1 2 3 4
27 Tidak mengucapkan salam saat masuk kelas 1 2 3 4
28 Menertawakan teman yang sedang kesusahan/terkena musibah 1 2 3 4
29 Menjauhi teman yang berbeda secara fisik, suku, ras atau agama 1 2 3 4
30 Menyerobot saat memakai fasilitas umum 1 2 3 4
31 Menghindari kerjabakti 1 2 3 4
32 Membuang sampah sembarangan 1 2 3 4
33 Menggunakan air dan listrik dengan boros 1 2 3 4
34 Merusak tanaman 1 2 3 4
Frekuensi
1 Standar Kompetensi
Lulusan
1.1. Lulusan kompetensi pada dimensi
sikap
1.1.1.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME
1.1.2.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
berkarakter
1.1.3.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap disiplin
1.1.4.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap santun
1.1.5.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap jujur
1.1.6.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap peduli
1.1.7.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
percaya diri
1.1.8.Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap
bertanggungjawab
1.1.9.Memiliki perilaku pembelajar sejati sepanjang
hayat
1.1.10.Memiliki perilaku sehat jasmani dan rohani
31.
INSTRUMEN PEMETAAN MUTU
CPROSES PEMBELAJ ARAN
1 Bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun guru di sekolah anda
Per Mata Pelajaran
Per Tema
Per Pertemuan
Per KD
2 Waktu pemeriksaan RPP di sekolah anda
No Pelaksana Tidak
pernah
Tiap
hari
efektif
Tiap
pekan
Tiap
bulan
Tiap
semester
Lainnya
1 Kepala Sekolah
2 Pengawas Sekolah
3 Komponen isi RPP yang disusun guru di sekolah anda
Identitas Sekolah/Madrasah
Identitas Mata Pelajaran
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Tujuan Pembelajaran
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Materi Pembelajaran
Metode Pembelajaran
Media Pembelajaran
Sumber Belajar
Langkah-langkah Pembelajaran
Penilaian Hasil Pembelajaran
Tidak Ada
4 Tahapan penyusunan RPP yang dilakukan di sekolah anda
Arti angka adalah 1 tidak ada; 2 kurang dari 50% ; 3 antara 51-85% ; 4 > 85%
No Tahapan
1 Pemetaan KI-KD dalam dan lintas mapel 1 2 3 4
2 Penyesuaian antara KI-KD dengan indikator 1 2 3 4
3 Penyesuaian antara indikator dengan materi 1 2 3 4
4 Penyesuaian antara indikator, materi dengan langkah pembelajaran 1 2 3 4
Jawaban
32.
Desain Rapor MutuSatuan Pendidikan
32
sekolah: sekolah x
kabupaten: kabupaten 1.1
provinsi: provinsi 1
Standar Capaian
Standar Kompetensi Lulusan 6,0
Standar Isi 5,0
Standar Proses 6,0
Standar Penilaian Pendidikan 5,0
Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
5,0
Standar Sarana dan
Prasarana Pendidikan
5,0
Standar Pengelolaan
Pendidikan
4,0
Standar Pembiayaan 7,0
CAPAIAN SNP 5,4
Standar Kompetensi Lulusan
Standar Isi
Standar Proses
Standar Penilaian Pendidikan
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan
Standar Pengelolaan Pendidikan
Standar Pembiayaan
1
6
Sekolah X
Kab 1.1
Prov 1
Nas
33.
Indikator Nilai
1 StandarKompetensi Lulusan 5,2
1.1 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi sikap 4,5
1.2 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
pengetahuan
6,0
1.3 Lulusan memiliki kompetensi pada dimensi
keterampilan
5,0
2 Standar Isi 5,0
2.1 Muatan sesuai dengan rancangan Kurnas 6,0
2.2 Rancangan mata pelajaran dan beban belajar
memberi waktu yang cukup leluasa untuk
mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan
keterampilan
4,0
2.3 KTSP sesuai dengan Kurnas 5,0
3 Standar Proses 6,0
3.1 Proses pembelajaran sesuai dengan SNP 6,0
3.2 Perencanaan proses pembelajaran sesuai SNP 6,0
4 Standar Penilaian Pendidikan 5,0
4.1 Proses penilaian dilakukan dengan objektif dan
terpadu
4,0
4.2 Sekolah menerapkan penilaian yang akuntabel 5,0
4.3 Penilaian dilakukan dengan transparan 6,0
4.4 Edukatif-mendidik dan memotivasi siswa dan guru 4,0
5 Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan 5,3
5.1 Jumlah & kualifikasi Guru sesuai SNP 5,0
5.2 Kualifikasi Kepala Sekolah sesuai SNP 5,0
5.3 Ketersediaan Kepala Tenaga Administrasi 5,0
5.4 Pelaksana Urusan Administrasi 5,0
5.5 Ketersediaan Kepala Perpustakaan Sekolah 5,0
5.6 Tenaga Perpustakaan Sekolah 6,0
5.7 Ketersediaan Kepala Laboratorium 6,0
5.8 Tenaga Teknisi Laboran 6,0
5.9 Tenaga Laboran 6,0
5.10 Kompetensi Guru sesuai SNP 6,0
5.11 Kompetensi Kepala Sekolah sesuai SNP 6,0
5.12 Kompetensi Kepala Tenaga Administrasi sesuai SNP 5,0
Indikator Nilai
5.13 Kompetensi Pelaksana Urusan Administrasi sesuai SNP 4,0
5.14 Kompetensi Kepala Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 6,0
5.15 Kompetensi Tenaga Perpustakaan Sekolah sesuai SNP 4,0
5.16 Kompetensi Kepala Laboratorium sesuai SNP 5,0
5.17 Kompetensi Teknisi Laboransesuai SNP 6,0
5.18 Kompetensi Laboran sesuai SNP 4,0
6 Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan 5,0
6.1 Kapasitas dan Daya tampung sekolah sesuai dengan SNP 6,0
6.2 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana
pembelajaran
5,0
6.3 Kelengkapan jumlah sarana dan prasarana pendukung 4,0
6.4 Kondisi sarana dan prasarana pembelajaran 4,0
6.5 Kondisi sarana dan prasarana pendukung 6,0
7 Standar Pengelolaan Pendidikan 4,8
7.1 Perencanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.2 Pelaksanaan program dilaksanakan sesuai dengan
standar dan melibatkan pamangku kepentingan
4,0
7.3 Sekolah melaksanakan pengawasan dan evaluasi
terhadap pelaksanaan program secara berkala
6,0
7.4 Kepala sekolah berkinerja baik 6,0
7.5 Sekolah mengelola system informasi sekolah 4,0
8 Standar Pembiayaan 4,3
8.1 Sekolah tidak memungut biaya dari peserta didik yang
tidak mampu secara ekonomi
5,0
8.2 Biaya operasional non personil minimal sesuai standar
(total anggaran sekolah dikurangi biaya investasi dan gaji
PTK dibagi total jumlah siswa)
4,0
8.3 Pengelolaan dana yang masuk ke sekolah dilakukan
secara transparan dan akuntabel (laporan, dapat
diakses,dapat diaudit)
4,0
Desain Rapor Mutu Satuan Pendidikan
33
34.
Materi Diskusi
• Seluruhpeserta dalam kelompok
mendiskusikan indikator, sub indikator,
pentingnya setiap sub indikator dalam upaya
peningkatan mutu, dampak jika tidak
terpenuhi, penyebab masalah, solusi
mengatasi masalah, dan unsur yang terlibat
dalam mengatasi masalah tersebut.
• Hasil diskusi dituangkan ke dalam lembar kerja
yang telah disediakan
35.
LEMBAR KERJA
STANDAR NASIONALPENDIDIKAN
Standar Indikator Mutu Deskripsi Resiko Jika Standar
Mutu Tidak
Tercapai
Penyebab Tidak
Tercapainya
Standar Mutu
Penyelesaian Pelibatan
1 2 3 4 5 6 7
Tabel disusun untuk memudahkan alur diskusi. Diskusi difokuskan pada 3 standar yaitu standar isi,
standar proses dan standar penilaian.
Standar: menyajikan standar mutu
Indikator Mutu: menyajikan indikator mutu yang merupakan komponen dari standar terkait.
Deskripsi: menjabarkan bagaimana kondisi ideal sesuai indikator mutu.
Resiko: menjelaskan resiko yang akan timbul jika standar mutu tersebut tidak dipenuhi.
Penyebab: menjabarkan hal-hal fundamental yang umumnya menyebabkan indikator mutu
sesuai deskripsi yang didiskusikan tidak bisa dicapai.
Penyelesaian: menjabarkan penyelesaian untuk seluruh permasalahan yang muncul dalam diskusi.
Penyelesain dapat berupa penyelesaian satu per satu atas permasalahan yang muncul
atau penyelesaian yang dapat menyelesaikan lebih dari satu permasalahan.
Penyelesaian sebaiknya bersifat praktikal yang bisa diterapkan oleh sekolah mandiri.
Pelibatan: menjelaskan pihak-pihak mana saja yang dapat melakukan penyelesaian tersebut
36.
CONTOH ISIAN LEMBARKERJA
STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN
Standar Indikator
Mutu
Deskripsi Resiko Jika Standar
Mutu Tidak Tercapai
Penyebab Tidak
Tercapainya Standar
Mutu
Penyelesaian Pelibatan
1 2 3 4 5 6 7
Isi Kesesuaian
KTSP yang
dikembangk
an dengan
pedoman
dan
peraturan
yang relevan
Sekolah membuat KTSP sendiri yang telah mengacu
kepada:
• UU 20 tahun 2003 ( sisdiknas)
• PP 13 tahun 2015 ttg perubahan kedua PP 19 thn
2005
• Permendikbud Nomor 20 tahun 2016 tentang SKL .
• Permendikbud Nomor 21 tahun 2016 tentang
Standar Isi
• Permendikbud Nomor 22 tahun 2016 tentang
Standar Proses
• Permendikbud Nomor 23 tahun 2016 tentang
Penilaian
• Permendikbud Nomor 24 tahun 2016 tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar
• Permendikbud Nomor 61 tahun 2014 ttg KTSP pada
pendidikan dasar dan menengah.
• Permendikbud Nomor 69 tahun 2013 tentang
Kerangka dasar dan struktur kurikulum SMA/MA
• Permenndikbud Nomor 70 tahun 2013 tentang
Kerangka dasar dan struktur kurikulum SMK/MAK
• Pandusan penyususnan kurikulum yang dibuat oleh
BSNP
• Pedoman Muatan Lokal
• Pedoman Kegiatan Ektrakurikuler
• Pedoman Pembelajaran
• Pedoman Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik
• Pedoman Sistem Kredit Semester
• Pedoman Bimbingan dan Konseling
• Pedoman Evaluasi Kurikulum
• Pedoman Pendampingan Pelaksanaan Kurikulum
• Pedoman Pendidikan Kepramukaan
• Sekolah tidak bisa
menegakkan
aturan .
• Acuan
pengembangan
visi, misi, dan
tujuan satuan
pendidikan, RPP,
silabus, penilaian,
RKS, RKAS tidak
sesuai
• Kebutuhan dan
karakteristik
satuan pendidikan,
potensi daerah dan
peserta didik tidak
termuat dalam
KTSP
• KTSP tidak bisa
dipakai sebagai
acuan operasional
di satuan
pendidikan.
• Guru tidak
memiiliki pedoman
yang tepat dalam
melaksankan
pembelajaran
• dan lainnya
• Sekolah kurang
update dengan
perubahan terkini.
• Keterbatasan akses
terhadap pedoman
dan peraturan
• Motivasi sekolah
rendah untuk
memahami
pedoman dan
peraturan.
• Ketergantungan
sekolah dengan
pihak lain dalam
penyusunan KTSP
• dan lainnya
• Sekolah memiliki
referensi pedoman
dan peraturan yang
relevan untuk
oemenuhan KTSP
• Sekolah
menyediakan akses
untuk mendapatkan
pedoman dan
peraturan yang
relevan
• Sekolah membentuk
tim yang menyusun
KTSP
• Proes penyusunan
KTSP dengan
melibatkan
pemangku
kepentingan
• Kepala Sekolah
• Wakil Kepala Sekolah
• Guru
• Tim Pengembang
Kurikulum
• Komite Sekolah
• Pengawas Sekolah
• Perwakilan Yayasan
• Tujuan
Peserta dapatmenjalankan seluruh proses penjaminan mutu
pendidikan di satuan pendidikan
• Indikator
Peserta terampil dalam :
– Melakukan analisis kondisi sekolah berdasarkan SNP
– Melakukan analisis akar masalah rendahnya mutu di
sekolah
– Menyusun rencana pemenuhan berbasis EDS
– Menyusun strategi pemenuhan mutu bedasarkan
perencanaan
– Menyusun rencana evaluasi pelaksanaan pemenuhan
mutu dan menyusun rancangan rekomendasi.
Penetapan Standar Mutu
SNPSEBAGAI
KRITERIA
MINIMAL
MEMENUHI
SNP?
STANDAR DI ATAS
SNP
TIDAK
YA
AUDIT/
EVALUASI
PEMETAAN
MUTU/EVALUASI
DIRI SEKOLAH
PERENCANAAN
PENINGKATAN
MUTU
41.
PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN
Upayapeningkatan mutu harus
memiliki “makna” dan “sesuai
dengan kebutuhan” sekolah dalam
menuju sekolah dengan kualitas
layanan minimal SNP
41
SNP
standar
Lulusan yang
berkarakter baik
Lulusan yang
kreatif dan
pembelajar
Sekolah yang
menyenangkan
SEKOLAH
EDS
Evaluas
i
Peren-
canaan
Pelak-
sanaan
STANDAR
BARU
SEKOLAH
BERBUDAYA
MUTU
42.
STANDAR INDIKATOR SNPSTANDAR DI ATAS SNP
Kompetensi Lulusan Contoh:
1. Menaikkan angka
target (Kualifikasi guru
S1/D4 S2
2. Menambahkan
indikator (Sekolah wajib
memiliki akses internet)
3. Menambahkan standar
baru (Standar
Pengabdian
Masyarakat)
Penilaian
Proses
Isi
Pendidik dan Tenaga
Kependidikan
Sarana & Prasarana
Pembiayaan
Pengelolaan
43.
Pemetaan Mutu SatuanPendidikan
KOMPETENSI
LULUSAN
PENILAIAN
PROSES
PEMBELAJARAN
ISI
PTK
SARANA &
PRASARANA
PEMBIAYAAN
PENGELOLAAN
Akar
Masalah
Prioritas
Analisis
Hasil
KOMU-
NITAS
INDIKATOR
INDIKATOR
INDIKATOR
INDIKATOR
INDIKATOR
INDIKATOR
INDIKATOR
INDIKATOR
INSTRUMEN
EVALUASI
DIRI
PENGUM-
PULAN DATA
ANALISIS
LINGKUNGAN
EKSTERNAL
Masalah
REKOMENDAS
I
SISWA
TENAGA
KEPENDIDIKAN
KOMITE
SEKOLA
H
DUNIA
USAHA
PENYELENG-
GARA SEKOLAH
STAKEHOLDER
LAINNYA
PERGURUAN
TINGGI
KEPALA
SEKOLA
H
GURU
44.
Lembar Kerja AnalisisData Mutu
Standar Indikator Kondisi Saat Ini
Analisis Lingkungan
Kekuatan Kelemahan
Kompetensi Lulusan 1. Nilai Sikap Baik
2. Nilai Pengetahuan Baik
3. Nilai Ketrampilan Baik
1.Nilai Sikap cukup (4)
2.Nilai Pengetahuan Baik
Sekali (6)
3.Nilai Ketrampilan Baik (5)
1.Nilai Pengetahuan
Baik Sekali (6)
2.Nilai Ketrampilan
Baik (5)
1. Nilai Sikap cukup
(4)
Isi 1. Muatan
2. Rancangan Beban Belajar
3. KTSP
1.Muatan sesuai (6)
2.Rancangan Beban Belajar
kurang sesuai (4)
3.KTSP sesuai (5)
1.Muatan sesuai (6)
2.KTSP sesuai (5)
1. Rancangan
Beban Belajar
kurang sesuai (4)
Proses
Penilaian
Pendidikan dan Tenaga
Kependidikan
Sarana dan Prasarana
Pembiayaan
Pengelolaan
Hasil rapor mutu dapat dimanfaatkan dalam
menyusun analisis kondisi sekolah
45.
CAPAIAN SIKAP
SISWA RENDAH
ISI
BIAYA
SARPRAS
PTK
PROSES
PENILAIAN
Beban
Belajar
Proses
Pembelajaran
Perencanaan
45
Obyektifitas
KTSP
Transparansi
Kepedulian
padasiswa
miskin
Kelengkapan
Sarpras
Pembelajaran
Kapasitas &
Daya
tampung
Akuntabilitas
PENGELOLAAN
Muatan
Alokasi waktu
Jam Pelajaran
per minggu Jam Pelajaran
per Semester
Perangkat
Keterilibatan
Pemangku
Kependitngan
Pembelajaran
Terpadu
Pendekatan
Saintifik
Transparansi
Keterlibatan
pemangku
kpentingan
Akses ke
dokumen
Mengacu ke
KI-KD
Kesesuain
indicator &
Instrumen
Jumlah &
Kualifikasi Guru
Kompetensi
Guru
Kualifikasi
Jumlah
Pedagogik
Kepribadian
Sosial
Pengawasan
Pelaksanaan
Program
Kondisi
Sarpras
Pembelajaran
Mencari Akar Permasalahan: di Sekolah x
46.
Lembar Kerja AnalisisData Mutu
Standar Indikator
Kondisi
Saat Ini
Analisis Lingkungan
Masalah Akar Masalah*
Kekuatan Kelema
han
Kompetensi Lulusan
Isi
Proses
Penilaian
Pendidikan dan
Tenaga Kependidikan
Sarana dan Prasarana
Pembiayaan
Pengelolaan
* Tidak harus diisi di semua standar
47.
Lembar Kerja AnalisisData Mutu
Standar Indikator Kondisi Saat Ini
Analisi Lingkungan
Masalah Akar Masalah Alternatif Solusi* Rekomendasi*
Kekuatan Kelemahan
Kompetensi
Lulusan
Isi
Proses
Penilaian
Pendidikan
dan Tenaga
Kependidikan
Sarana dan
Prasarana
Pembiayaan
Pengelolaan
* Tidak harus diisi di semua standar
48.
Rencana Peningkatan Mutu
Masalah
AkarMasalah
Rekomendasi
Program
Kegiatan
Sasaran
Anggaran
Sumber Daya
RKS
Visioning
(komitmen)
RKAS
EDS
RENCANA
PEMENUHAN
IMPLEMENTASI
49.
Lembar Kerja
Penyusunan RencanaPeningkatan Mutu
Masalah: Kepedulian terhadap kebersihan sekolah sangat rendah
Standar Rekomendasi Program Kegiatan Volume Kebutuhan
biaya
Sumber
daya
Isi Worshop model2 pbl
Proses
Penilaian
Pendidik dan
Tenaga
kependidikan
Sarana &
Prasarana
Pembiayaan
Pengelolaan
50.
Implementasi Pemenuhan Mutu
INSTRUMEN
PENGENDALIAN
KEGIATAN
PROGRAMA
PROGRAM D
PROGRAM
LAIN-LAIN
INDIKATOR
KINERJA
INDIKATOR
KINERJA
INDIKATOR
KINERJA
KEGIATAN A1
KEGIATAN A2
KEGIATAN A3
KEGIATAN D1
KEGIATAN D2
KEGIATAN D3
KEGIATAN
LAIN-LAIN
JADWAL
KEGIATAN
ORGANISASI
PELAKSANA
LAPORAN
OUTPUT
A1
OUTPUT
A2
OUTPUT
A3
OUTPUT
D1
OUTPUT
D2
OUTPUT
D3
OUTPUT
LAIN-LAIN
OUTCOME
BUKTI FISIK
LAINNYA
51.
Program Kegiatan Penanggung
jawab
Pemangkukepentingan
yang dilbatkan
Waktu
pelaksanaan Bukti Fisik
Perbaikan KTSP
dalam
pengembangan
kompetensi
sikap kepedulian
terhadap
lingkungan
Pelatihan
Penyusunan KTSP
dalam
Pengembangan
kompetensi sikap
kepedulian terhadap
lingkungan
Wakil Kepala
Sekolah
bidang
Kurikulum
• Pengawas Sekolah
• Narasumber
• Guru
• Kepala Sekolah
• Tenaga Kependidikan
• Tim Pengembang
Kurikulum
Mei • Panduan Pelatihan
• Daftar Absen
• Bahan dan Modul
Pelatihan
• Laporan Pelatihan
Workshop
Penyusunan KTSP
dalam
Pengembangan
kompetensi sikap
kepedulian terhadap
lingkungan
• Pengawas Sekolah
• Narasumber
• Guru
• Kepala Sekolah
• Tenaga Kependidikan
• Tim Pengembang
Kurikulum
• Penyelenggara Pendidikan
• Pemangku kepentingan
lainnya
Juni • Panduan Workshop
• Daftar Hadir
• Laporan Workshop
• Dokumen KTSP yang
disempurnakan
Contoh Lembar Kerja
Implementasi Peningkatan Mutu
Masalah: Kepedulian terhadap kebersihan sekolah sangat rendah
52.
Evaluasi Pemenuhan Mutu
PENGUMPULAN
DATA
TELAAH
DOKUMEN
PENGISIAN
INSTRUMENOLEH
RESPONDEN
WAWANCARA
PENGOLAHAN
DAN ANALISIS
DATA
INSTRUMEN
EVALUASI
PELAKSANAAN
PEMENUHAN
MUTU
PROGRAM A
PROGRAM B
PROGRAM
LAIN-LAIN
INDIKATOR
KINERJA
INDIKATOR
KINERJA
INDIKATOR
KINERJA LAPORAN &
REKOMENDASI
TINDAK LANJUT
OBSERVASI
OUTCOME
EVALUASI/AUDIT
OUTPUT
PROSES
INPUT
53.
53
Rekomendasi Hasil Evaluasi
PENETAPAN
STANDARBARU
EVALUASI DIRI
SEKOLAH
EVALUASI
PEMENUHAN
PEMENUHAN
TINDAKAN
PERBAIKAN
SESUAI
RENCANA?
STANDAR
TERPENUHI?
TIDAK
YA
TIDAK
YA
RENCANA
PEMENUHAN
Strategi Baru
Pemenuhan
Mutu
54.
Contoh Lembar Kerja
PenyusunanIndikator Evaluasi Pelaksanaan
Pemenuhan Mutu
Masalah: Indeks capaian sikap kepedulian siswa terhadap kebersihan sekolah rendah sangat rendah
Program Kegiatan
Capaian
Kesimpulan dan
Rekomendasi
Input Proses Output Outcome
Perbaikan KTSP
dalam
pengembangan
kompetensi
sikap kepedulian
terhadap
lingkungan
Pelatihan
Penyusunan
KTSP dalam
Pengembangan
kompetensi
sikap kepedulian
terhadap
lingkungan
% serapan
anggaran
• Progres
capaian
keterlaksanaan
pelatihan
• Kualitas
Pelatihan
Jumlah peserta
yang
berkompeten
dalam
menyusun KTSP
Meningkatnya
kepedulian
terhadap
kebersihan
sekolah yang
ditunjukkan
dengan:
Workshop
Penyusunan
KTSP dalam
Pengembangan
kompetensi
sikap kepedulian
terhadap
lingkungan
% serapan
anggaran
• Progres
capaian
keterlaksanaan
workshop
• Kualitas
workshop
KTSP yang
disempurnakan