Perspektif
Pertemuan 12
Irawan Setyabudi, ST.,MT
Prodi Arsitektur Lanskap - UNITRI
GAMBAR PERSPEKTIF
PENGANTAR
MANFAAT PERSPECTIVE
PEMBAGIAN PERSPECTIVE
UNSUR PERSPECTIVE
JENISNYA
TITIK PANDANG
BENDA YANG JAUH DARI MATA KITA AKAN
SEMAKIN MENGECIL
KATA PERSPEKTIF BERASAL DARI KATA ITALI
PROSPETTIVA YANG BERARTI GAMBAR
PANDANGAN
Dalam penglihatan kita sehari-hari, benda-benda yang
letaknya lebih dekat dengan mata terlihat lebih besar dan
benda-benda yang terletak lebih jauh dengan mata terlihat
lebih kecil. Semakin jauh letak benda dari mata kita, benda
itu akan terlihat semakin kecil hingga akhirnya hanya
tampak sebagai titik saja.
Demikian juga dua benda atau
lebih yang letaknya sejajar dan
membujur menjauhi kita,
semakin jauh dari mata,
keduanya akan terlihat semakin
berdekatan hingga akhirnya
saling berimpit dan akan menjadi
satu titik. Secara umum garis
perspektif bisa diartikan
penggambaran ruang 3 dimensi
dam bidang gambar 2 dimensi
dimana garis dalam gambar
menjelaskan keberadaan jauh
dekat , besar kecil sebuah benda
sebagai object dalam sebuah
penggambaran.
Coba kita lihat sebuah benda yang berukuran sama
tetapi letaknya masing-masing berbeda, Apa yang
tampak?.
Pastinya benda yang jauh dari mata kita akan terlihat
lebih kecil dengan benda yang lebih dekat dengan mata
kita. Sebagai ilustrasi perhatikan gambar berikut:
Jika di masing-masing titik a, b, c, dan d adalah letak sebuah
perahu, maka perahu manakah yang terlihat paling besar,
dan perahu manakah yang terlihat paling kecil?.
Dalam prinsip menggambar hendaknya selalu
memperhatikan posisi garis horizontal, di mana garis
horizontal (H) tersebut merupakan garis yang
membatasi antara alas (bisa lantai, laut, dsb) dengan
bagian atas (bisa langit, dinding, dsb)
Prinsipnya sebuah benda yang menjauhi garis
horizontal akan terlihat semakin besar, sebaliknya
benda yang letaknya mendekati garis horizontal akan
terlihat semakin kecil.
GAMBAR PERSPEKTIF
GAMBAR PERSPEKTIF ADALAH SEBUAH GAMBAR BENTUK YANG
STATIS, TERIKAT PADA WAKTU, DAN DILIHAT DARI TITIK
PANDANG TERTENTU.
BEGITU KITA MENETAPKAN TITIK PANDANG, MAKA BIDANG
PANDANGAN NORMAL MENGEMBANG MENJADI SEBUAH
KERUCUT YANG MEMANCAR DARI MATA.
KERUCUT PANDANGAN INI TERDIRI DARI BEBERAPA GARIS
PANDANG YANG MEMUSAT MENJADI SUMBU UTAMA.
KERUCUT PANDANGAN INI DIJADIKAN SEBAGAI PEDOMAN
PENENTU TITIK PANDANGAN SEBAGAI BATAS GAMBAR
PERSPEKTIF.
MANFAAT MEMPELAJARI
PERSPEKTIF
 AKAN SANGAT
MEMBANTU KITA DALAM
MEMBUAT FOTO
DENGAN BENAR SECARA
PROPORSI
Ditinjau dari jenisnya dapat dibagi menjadi:
PERSPEKTIF BERDASAR JENISNYA
 Perspektif bagan (persp. praktis)
Perspektif yang dibuat dalam bentuk sket, dalam hal ini
dilakukan dengan tanpa menggunakan alat-alat bantu.
 Perspektif garis (persp. terukur)
Perspektif yang dalam pengerjaannya selalu
menggunakan bantuan alat dan ukur
an-ukuran pasti
PERSPEKTIF BERDASAR TITIK PANDANG
ONE POINT PERPECTIVE
yaitu cara penggambaran obyek yang posisi obyeknya
lurus dengan pandangan mata. Sistem perespektif ini
digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang
terletak relatif dekat dengan mata.
 Karena letak obyek yang cukup
dekat, akibatnya mata memiliki
sudut pandang yang sempit,
sehingga garis-garis batas benda
akan menuju satu titik lenyap
saja, kecuali bila sejajar dengan
horizon dan tegak lurus
terhadapnya.
ONE POINT PERSPECTIVE
 Gambar yang demikian
sering disebut dengan
paralel perspective sebab
banyak menggunakan
garis-garis bantu yang
sejajar horizon dan
vertikal. Penerapan
gambar ini banyak
digunakan pada gambar
rancang bangun (desain)
interior.
Bantuan garis
horisontal untuk
menentukan titik
awal yang ditarik
ke titik lenyap
TWO POINT PERSPECTIVE
 Sistem gambar ini digunakan untuk menggambarkan
benda-benda yang letaknya relatif jauh dan letaknya
tidak sejajar (serong) terhadap mata pengamat.
• Karena posisi pengamat jauh
dengan obyek maka sudut
pandang mata melebar, akibatnya
garis-garis batas benda akan
menuju titik lenyap sebelah kiri
dan kanan. Gambar ini banyak
digunakan untuk desain eksterior.
THREE POINT PERSPECTIVE
 Gambar perspektif ini muncul akibat benda/obyek yang
diamati jauh di bawah atau ke atas horizon. Oleh karenanya
sudut pandang mata melebar ke segala arah. Perspektif ini
banyak digunakan untuk menggambar arsitektur
bangunan yang serba tinggi.
Pandangan
perspektif tiga
titik mata
Unsur-unsur perspective :
UNSUR-UNSUR PERSPECTIVE
 Bidang Gambar
Bidang datar yang nantinya gambar perspektif tersebut
dibuat
 Bidang Tanah
Bidang datar yang dibatasi oleh garis tanah dan garis
horison.
 Garis Horison/ Cakrawala/Kaki Langit
Garis yang menunjukkan tingginya mata pengamat
obyek atau garis yang menunjukkan batas pandangan
mata terjauh.
UNSUR-UNSUR PERSPECTIVE
 Titik Lenyap/ titik hilang
Titik persekutuan yang terdapat di horison atau mata
pengamat obyek yang terdapat di bidang gambar.
 Titik Pandang
Mata pengamat obyek yang terdapat di alam 3 dimensi
atau alam sebenarnya.
 Tafereel
Garis yang membatasi bidang gambar
 Garis Tanah
Garis yang menunjukkan batas pandangan mata terdekat
atau garis yang menunjukkan dimana pengamat obyek
berdiri memandang obyek.

P12. Perspektif.ppt

  • 1.
    Perspektif Pertemuan 12 Irawan Setyabudi,ST.,MT Prodi Arsitektur Lanskap - UNITRI
  • 2.
    GAMBAR PERSPEKTIF PENGANTAR MANFAAT PERSPECTIVE PEMBAGIANPERSPECTIVE UNSUR PERSPECTIVE JENISNYA TITIK PANDANG
  • 3.
    BENDA YANG JAUHDARI MATA KITA AKAN SEMAKIN MENGECIL KATA PERSPEKTIF BERASAL DARI KATA ITALI PROSPETTIVA YANG BERARTI GAMBAR PANDANGAN
  • 4.
    Dalam penglihatan kitasehari-hari, benda-benda yang letaknya lebih dekat dengan mata terlihat lebih besar dan benda-benda yang terletak lebih jauh dengan mata terlihat lebih kecil. Semakin jauh letak benda dari mata kita, benda itu akan terlihat semakin kecil hingga akhirnya hanya tampak sebagai titik saja.
  • 5.
    Demikian juga duabenda atau lebih yang letaknya sejajar dan membujur menjauhi kita, semakin jauh dari mata, keduanya akan terlihat semakin berdekatan hingga akhirnya saling berimpit dan akan menjadi satu titik. Secara umum garis perspektif bisa diartikan penggambaran ruang 3 dimensi dam bidang gambar 2 dimensi dimana garis dalam gambar menjelaskan keberadaan jauh dekat , besar kecil sebuah benda sebagai object dalam sebuah penggambaran.
  • 6.
    Coba kita lihatsebuah benda yang berukuran sama tetapi letaknya masing-masing berbeda, Apa yang tampak?. Pastinya benda yang jauh dari mata kita akan terlihat lebih kecil dengan benda yang lebih dekat dengan mata kita. Sebagai ilustrasi perhatikan gambar berikut:
  • 7.
    Jika di masing-masingtitik a, b, c, dan d adalah letak sebuah perahu, maka perahu manakah yang terlihat paling besar, dan perahu manakah yang terlihat paling kecil?. Dalam prinsip menggambar hendaknya selalu memperhatikan posisi garis horizontal, di mana garis horizontal (H) tersebut merupakan garis yang membatasi antara alas (bisa lantai, laut, dsb) dengan bagian atas (bisa langit, dinding, dsb) Prinsipnya sebuah benda yang menjauhi garis horizontal akan terlihat semakin besar, sebaliknya benda yang letaknya mendekati garis horizontal akan terlihat semakin kecil.
  • 8.
    GAMBAR PERSPEKTIF GAMBAR PERSPEKTIFADALAH SEBUAH GAMBAR BENTUK YANG STATIS, TERIKAT PADA WAKTU, DAN DILIHAT DARI TITIK PANDANG TERTENTU. BEGITU KITA MENETAPKAN TITIK PANDANG, MAKA BIDANG PANDANGAN NORMAL MENGEMBANG MENJADI SEBUAH KERUCUT YANG MEMANCAR DARI MATA. KERUCUT PANDANGAN INI TERDIRI DARI BEBERAPA GARIS PANDANG YANG MEMUSAT MENJADI SUMBU UTAMA. KERUCUT PANDANGAN INI DIJADIKAN SEBAGAI PEDOMAN PENENTU TITIK PANDANGAN SEBAGAI BATAS GAMBAR PERSPEKTIF.
  • 9.
    MANFAAT MEMPELAJARI PERSPEKTIF  AKANSANGAT MEMBANTU KITA DALAM MEMBUAT FOTO DENGAN BENAR SECARA PROPORSI
  • 10.
    Ditinjau dari jenisnyadapat dibagi menjadi: PERSPEKTIF BERDASAR JENISNYA  Perspektif bagan (persp. praktis) Perspektif yang dibuat dalam bentuk sket, dalam hal ini dilakukan dengan tanpa menggunakan alat-alat bantu.  Perspektif garis (persp. terukur) Perspektif yang dalam pengerjaannya selalu menggunakan bantuan alat dan ukur an-ukuran pasti
  • 11.
  • 13.
    ONE POINT PERPECTIVE yaitucara penggambaran obyek yang posisi obyeknya lurus dengan pandangan mata. Sistem perespektif ini digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relatif dekat dengan mata.  Karena letak obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki sudut pandang yang sempit, sehingga garis-garis batas benda akan menuju satu titik lenyap saja, kecuali bila sejajar dengan horizon dan tegak lurus terhadapnya.
  • 14.
    ONE POINT PERSPECTIVE Gambar yang demikian sering disebut dengan paralel perspective sebab banyak menggunakan garis-garis bantu yang sejajar horizon dan vertikal. Penerapan gambar ini banyak digunakan pada gambar rancang bangun (desain) interior.
  • 16.
    Bantuan garis horisontal untuk menentukantitik awal yang ditarik ke titik lenyap
  • 19.
    TWO POINT PERSPECTIVE Sistem gambar ini digunakan untuk menggambarkan benda-benda yang letaknya relatif jauh dan letaknya tidak sejajar (serong) terhadap mata pengamat. • Karena posisi pengamat jauh dengan obyek maka sudut pandang mata melebar, akibatnya garis-garis batas benda akan menuju titik lenyap sebelah kiri dan kanan. Gambar ini banyak digunakan untuk desain eksterior.
  • 23.
    THREE POINT PERSPECTIVE Gambar perspektif ini muncul akibat benda/obyek yang diamati jauh di bawah atau ke atas horizon. Oleh karenanya sudut pandang mata melebar ke segala arah. Perspektif ini banyak digunakan untuk menggambar arsitektur bangunan yang serba tinggi.
  • 26.
  • 27.
    Unsur-unsur perspective : UNSUR-UNSURPERSPECTIVE  Bidang Gambar Bidang datar yang nantinya gambar perspektif tersebut dibuat  Bidang Tanah Bidang datar yang dibatasi oleh garis tanah dan garis horison.  Garis Horison/ Cakrawala/Kaki Langit Garis yang menunjukkan tingginya mata pengamat obyek atau garis yang menunjukkan batas pandangan mata terjauh.
  • 28.
    UNSUR-UNSUR PERSPECTIVE  TitikLenyap/ titik hilang Titik persekutuan yang terdapat di horison atau mata pengamat obyek yang terdapat di bidang gambar.  Titik Pandang Mata pengamat obyek yang terdapat di alam 3 dimensi atau alam sebenarnya.  Tafereel Garis yang membatasi bidang gambar  Garis Tanah Garis yang menunjukkan batas pandangan mata terdekat atau garis yang menunjukkan dimana pengamat obyek berdiri memandang obyek.