Penelitian ini membahas perbanyakan in vitro tanaman jeruju (Hydrolea spinosa) yang berpotensi sebagai obat antimalaria, dengan fokus pada induksi dan proliferasi tunas menggunakan berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan media MS setengah kekuatan dan penambahan giberelin dapat meningkatkan pertumbuhan tunas dan perakaran, dengan suksesi aklimatisasi mencapai tingkat kelangsungan hidup 75%. Kedua jenis eksplan, yaitu pucuk dan buku, menunjukkan potensi yang sama dalam menghasilkan tunas yang vigor.