Dokumen tersebut membahas tentang pengertian nilai, sifat-sifat nilai, ciri-ciri nilai, macam-macam nilai, fungsi nilai, pengertian moral, jenis moral, fungsi moral, pengertian hukum, jenis hukum, fungsi hukum, dan tujuan hukum.
Pengertian Nilai
Nilai adalahsesuatu yang berharga, bermutu,
menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia.
Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau
berguna bagi kehidupan manusia.
4.
Sifat-sifat Nilai
1. Nilaiitu suatu relitas abstrak dan ada dalam kehidupan manusia
2. Nilai memiliki sifat normative
3. Niliai berfungsi sebagai daya dorong dan manusia adalah pendukung
nilai
Manusia sebagai makhluk yang bernilai akan memaknai nilai dalam dua
konteks, pertama akan memandang nilai sebagai sesuatu yang objektif,
apabila dia memandang nilai itu ada meskipun tanpa ada yang
menilainya,bahkan memandang nilai telah ada sebelum adanya manusia
sebagaipenilai.Baik dan buruk, benar dan salah bukan hadir karena hasil
persepsi dan penafsiran manusia, tetapi ada sebagai sesuatu yang ada
dan menuntun manusia dalam kehidupannya. Pandangan kedua
memandang nilai itu subjektif,artinya nilai sangat tergantung pada
subjek yang menilainya.Jadi nilai memang tidak akan ada dan tidak akan
hadir tanpa hadirnya penilai.Oleh karena itu nilai melekat dengan subjek
penilai.
5.
Ciri-ciri Nilai
Menurut BambangDaroeso (1986) adalah sebagai
berikut:
Nilai itu suatu realitas abstrak dan ada dalam
kehidupan manusia
Nilai memiliki sifat normative, artinya nilai
mengandung harapan, cita-cita, dan suatu keharusan
sehingga nilai memiliki sifat ideal (das sollen)
Nilai berfungsi sebagai daya dorong atau motivator
dan manusia adalah pendukung nilai.
6.
Macam-macam Nilai
Dalam filsafat,nilai dibedakan dalam tiga macam,yaitu:
Nilai logika adalah nilai benar salah
Nilai estetika
Nilai etika/moral
Fungsi Nilai
Sebagai faktor pendorong
Sebagai petunjuk arah
Nilai sebagai pengawas
Nilai sebagai alat solidaritas
Dapat mengarahkan masyarakat dalam berpikir dan bertingkah laku
Nilai sebagai benteng perlindungan
7.
Pengertian Moral
Kata moralini dalam bahasa Yunani sama dengan ethos yang menjadi
etika. Secara etimologis ,etika adalah ajaran tentang baik buruk,
yang diterima masyarakat umum tentang sikap, perbuatan, kewajiban
dan sebagainya.
Moral adalah tata aturan norma-norma yang bersifat
abstrak yang mengatur kehidupan manusia untuk
melakukan perbuatan tertentu dan sebagai pengendali
yang mengatur manusia untuk menjadi manusia yang baik.
8.
Jenis Moral
1. Moraldeskriptif
2. Moral normatif
Fungsi Moral
1. Mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan
sesama sebagai bagian masyarakat
2. Menarik perhatian pada permasalahan moral yang kurang di tanggapi
3. Dapat menjadi penarik perhatian manusia pada gejala pembiasaan
emosional
9.
Pengertian Hukum
Ada beberapapendapat para pakar mengenai pengertian hukum, yaitu:
1. Mayers menjelaskan bahwa hukum itu adalah semua aturan yang
menyangkut kesusilaan dan ditujukan terhadap tingkah laku manusia dalam
masyarakat serta sebagai pedoman bagi penguasa Negara dalam
melaksanakan tugasnya
2. Utrecht berpendapat bahwa hukum adalah himpunan perintah dan
larangan untuk mencapai ketertiban dalam masyarakat dan oleh karenanya
masyarakat harus mematuhinya
3. Simorangkir mengatakan bahwa hukum adalah peraturan yang bersifat
memaksa dan sebagai pedoman tingkah laku manusia dalam masyarakat
yang dibuat oleh lembaga berwenang serta bagi sapa saja yang
melanggarnya akan mendapat hukuman.
4. Sudikno Mertokusuro menyatakan bahwa hukum adalah sekumpulan
peraturan-peraturan atau kaidah-kaidah dalam suatu kehidupan bersama,
keseluruhan peraturan tentang tingkah laku yang berlaku dalam kehidupan
bersama yang dapat dipaksakan pelaksanaannya dengan suatu sanksi.
10.
Jenis Hukum
Jenis hukumberdasarkan sumber, yaitu:
Hukum adat
Hukum undang-undang
Hukum yurisprudensi
Hukum traktat
Hukum doktrin
Jenis hukum berdasarkan isinya, yaitu:
Hukum public
Hukum privat
Jenis hukum berdasarkan tempat berlakunya, yaitu:
Hukum Internasional
Hukum Lokal (Local Law)
11.
Fungsi hukum
• Sebagaialat pengatur tata tertib hubungan
masyarakat
• Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan
sosial lahir batin
• Hukum mempunyai ciri memerintah dan
melarang
• Sebagai penggerak pembangunan
12.
Tujuan Hukum
Tujuan hukummenurut hukum positif Indonesia termuat
dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi
“..untuk membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia
yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh
tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
perdamaian abadi dan keadilan sosial”.
13.
Tujuan Hukum
Tujuan hukummenurut hukum positif
Indonesia termuat dalam pembukaan UUD
1945 alinea keempat yang berbunyi “..untuk
membentuk suatu pemerintahan Negara
Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian
abadi dan keadilan sosial”.