Gerakan nasionalisme Turki muncul akibat kemerosotan yang dialami sejak pemerintahan Sultan Murad III hingga Sultan Hamid II, ditandai oleh krisis internal dan kekalahan dalam perang. Mustafa Kemal Pasha memimpin revolusi yang menolak Perjanjian Sevres dan menghasilkan Perjanjian Lausanne, yang mengembalikan sebagian wilayah Turki dan menciptakan Republik Turki pada tahun 1923. Pembaruan yang dilakukan termasuk penyesuaian konstitusi, pemisahan agama dari pemerintahan, dan modernisasi ekonomi.