METODOLOGI PENGAJARAN
BAHASA
Drs. Darwis Sasmedi, M.Pd.
2006
Metodologi dan Metode Pengajaran
Bahasa
 Teori pembelajaran (mengajar dan belajar) bahasa pada
umumnya didasarkan kepada empat konsep kunci: bahasa,
belajar, mengajar bahasa, dan konteks;
1. Pembelajaran bahasa membutuhkan suatu konsep tentang
hakikat bahasa.
2. Pembelajaran bahasa membutuhkan pandangan dan wawasan
tentang pelajar dan hakikat belajar bahasa.
3. Pembelajaran bahasa mengimplikasikan pandangan tentang
pengajar bahasa dan pengajaran bahasa.
4. Pembelajaran bahasa terjadi pada konteks tertentu. Penafsiran
konteks amat penting dalam teori ini. Bahasa, belajar, dan
mengajar pasti selalu dipandang dari satu konteks, latar, dan
latar belakang.
Metodologi:
 Metodologi secara ringkas dapat diartikan sebagai
“ilmu mengenai metode”. Pengkajian metodologi
pengajaran bahasa bersumber dari;
(a) pemerian bahasa yang dihasilkan oleh linguistik
umum;
(b) (b) teori pembelajaran yang dikaji oleh psikologi;
(c) (c) teori pembelajaran bahasa yang disumbangkan
oleh psikolinguistik; dan
(d) (d) teori pemakaian bahasa dalam masyarakat yang
diambil dari sosiolinguistik.
Anthony (1963):
 Anthony (1963) yang melahirkan istilah approach (pendekatan),
method (metode) dan technique (teknik):
 Approach adalah “seperangkat asumsi yang berhubungan
dengan hakikat bahasa, belajar, dan mengajar.”
 Method ialah “suatu rencana menyeluruh mengenai panyajian
bahasa yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu.
 ” Technique ialah “kegiatan-kegiatan khusus yang diwujudkan
di dalam kelas yang konsisten dengan metode, dan olehnya itu
juga sejalan dengan pendekatan.
Richards, dkk. (1985:177):
 Memberikan batasan mengenai metodologi pengajaran bahasa
sebagai kajian praktik dan prosedur yang digunakan dalam
pengajaran, dan prinsip-prinsip dan keyakinan yang
melandasinya. Metodologi meliputi:
 Kajian tentang hakikat keterampilan berbahasa (yaitu listening,
speaking, reading dan writing) dan prosedur pengajarannya
 Kajian tentang penyiapan rencana pembelajaran, materi ajar,
buku teks untuk pengajaran keterampilan berbahasa;
 Evaluasi dan perbandingan metode pengajaran bahasa
(misalnya Audiolingual method);
Richards, dkk. (1985:177):
 Metode dalam pengajaran bahasa menurut Richards, dkk.
(1985:176) adalah cara mengajarkan suatu bahasa yang
didasarkan kepada prinsip dan prosedur yang sistematis, yakni
penerapan pandangan tentang cara bahasa diajarkan dan
dipelajari.
 Metode pengajaran bahasa yang berbeda seperti Direct
method, audio-lingual method, grammar translation method, the
silent way dan communicative approach merupakan hasil dari
pandangan yang berbeda tentang; (a) hakikat bahasa; (b)
hakikat belajar bahasa; (c) tujuan pengajaran; (d) jenis silabus
yang digunakan; (e) peran guru, pelajar, dan materi
pembelajaran; dan (f) teknik dan prosedur yang digunakan.
Richards & Rodgers (1982, 1986):
 Mengajukan hasil kajian mereka yang merumuskan kembali
konsep metode. Istilah Anthony approach, method dan
technique dilabel menjadi approach, design dan procedure
secara berturut-turut dengan payung istilah method yang
menjelaskan proses tiga-langkah ini.
 Menurut Richards & Rodgers (1982:154), metode adalah
“istilah yang memayungi spesifikasi dan hubungan antara teori
dan praktik.” Approach adalah asumsi, keyakinan, dan teori
mengenai hakikat bahasa dan belajar bahasa.
 Procedures merupakan teknik dan praktik yang diturunkan dari
approach dan design.
Hakikat Bahasa
 Hakikat bahasa dalam kaitannya dengan pengajaran
bahasa menurut aliran linguistik strukturalisme
adalah:
1. language is speech, not writing¸
2. a language is what its native speakers say, not what
someone thinks they ought to say;
3. languages are different;
4. a language is a set of habit; dan
5. teach the language, not about the language.
Aliran linguistik transformational
mengemukakan bahwa:
1. A living language is characterized by rule-giverned
creativity.
2. the rules of grammar are psychologically real.
3. Man is specially equipped to learn languages.
Secara biologis manusia lahir dengan suatu
kemampuan belajar bahasa sehingga bahasa dapat
dipelajari kapan saja sepanjang hidup manusia
dalam situasi pemakaian yang bermakna.
4. A living language is a language in which we can
think. Bahasa mengikat makna dan pikiran.
Beberapa pandangan tentang hakikat
bahasa :
 Bahasa bersifat lisan yang telah tertata dalam
sistem simbol pandang dan dengar.
 Anak belajar menggunakan simbol ini secara
kumulatif, pertama dalam mendengar (menyimak)
dan berbicara, kemudian membaca dan menulis.
 Oleh karena itu, program pembelajaran bahasa
mulai dengan kegiatan komunikasi lisan.
 Setelah anak menguasai keterampilan dalam
aspek mendengar dan berbicara, barulah instruktur
memulai kegiatan komunikasi tertulis.
 Bahasa mencerminkan lingkungan sosial tempat
yang ditinggali anak, baik dari segi linguistik maupun
tingkatan budaya serta pengaruh berbagai macam
dialek dan geografis.
 Oleh karena itu, pembelajaran disesuaikan dengan
kebutuhan pribadi, sosial, dan komunikasi siswa,
serta mempertimbangkan pengaruh regional
terhadap wicara, kosakata, dan penggunaan.
 Bahasa mengalami proses perubahan yang tetap,
seperti pembentukan kata baru untuk memenuhi
tuntutan komunikasi, tekanan sosial yang
mengakibatkan perubahan terhadap keberterimaan
item pemakaian khusus dan konstruksi bahasa.
 Oleh karena itu, bahasa diajarkan untuk
mencerminkan penggunaan dan struktur
kontemporer; alfabet, tulisan, kata dan ejaannya
digunakan untuk merangsang minat siswa terhadap
bahasa.
 Setiap bahasa memiliki struktur sendiri.
 Hubungan antara kata, urutan kata, pola kalimat
dipelajari melalui pengalaman praktis dan kajian
khusus.
 Oleh karena itu, program pembelajaran harus
mencakup pembelajaran penggunaan bahasa dan
struktur bahasa baku melalui pengalaman dalam
percakapan, diskusi, laporan, wawancara, dan
karangan.
 Pembelajaran itu meliputi konstruksi kalimat dan
paragraf, dan secara bertahap memperkenalkan
prinsip dan terminologi tata bahasa.
Penggunaan Bahasa:
 Bahasa merupakan suatu bentuk perilaku, perlambang
konsep diri dan sikap sosial seseorang yang
menyimbolkan pikiran, keinginan, dan kepercayaannya.
 Kemampuan mempelajari bahasa sangat erat kaitannya
dengan pertumbuhan pribadi dan perkembangan
pemahaman dasar manusia.
 Oleh karena itu, program pembelajaran bahasa
menekankan penciptaan iklim yang hangat dan
bersahabat yang mendorong setiap siswa berpartisipasi
dalam kegiatan berbahasa lisan dan tulisan.
 Bahasa merupakan alat berpikir yang
membantu siswa berasionalisasi dan
tumbuh melalui pengalaman mereka.
 Oleh karena itu, kegiatan berbahasa
dikembangkan untuk membantu setiap
siswa melihat hubungan, membuat
klasifikasi, menarik kesimpulan,
menanggung resiko penebakan,
memprakirakan hasil, merumuskan
kesimpulan, dan membuat generalisasi.
Bahasa merupakan media pengembangan dan
pertukaran gagasan.
 Pengalaman itu harus mendorong interaksi antara
siswa dan orang lain, yang tentunya menekankan
tujuan komunikasi, penataan gagasan yang logis,
dan kesensitifan terhadap reaksi pendengar atau
pembaca.
Bahasa merupakan alat kekuasaan dan kekuatan
sosial yang mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan
tingkah laku.
Bahasa merupakan alat kekuasaan dan
kekuatan sosial yang mempengaruhi
kepercayaan, sikap, dan tingkah laku.
Oleh karena itu, siswa diajarkan pentingnya
tanggung jawab sosial dan integritas pribadi
dalam penggunaan bahasa.
Bahasa dalam bentuk tertulis merupakan catatan
pikiran manusia sepanjang zaman yang dapat
memperkenalkan setiap anak kepada karya-karya
sastra sehingga dapat menumbuhkan apresiasi
keindahan bahasa sebagai media komunikasi.
Oleh karena itu, program pengajaran bahasa
melengkapi siswa dengan pengalaman dalam
prosa dan puisi untuk menumbuhkembangkan
pemahamannya terhadap masalah manusia dan
seperangkat nilai pribadi.
Prinsip Pembelajaran (Belajar &
Mengajar) Bahasa
 Prinsip Kognitif
Otomatisitas
 Pembelajaran bahasa kedua melibatkan
pemindahan kendali beberapa bentuk pada saat
yang tepat ke dalam pemrosesan otomatis
sejumlah bentuk bahasa yang relatif tidak terbatas.
Menganalisis bahasa secara berlebihan, terlalu
memikirkan bentuk-bentuk bahasa, dan secara
sadar berlama-lama pada kaidah dan aturan-aturan
bahasa cenderung menghambat peningkatan ke
arah otomatisitas.
Pembelajaran Bermakna
 Pembelajaran bermakna akan menuntun kepada retensi
jangka panjang yang lebih baik dibandingkan dengan rote
learning
 Beberapa kemungkinan penerapan prinsip di atas di dalam
kelas sebagai berikut ini.
1. Gunakan kekuatan pembelajaran bermakna dengan menarik
minat pelajar, tujuan akademik, dan tujuan karir pelajar;
2. Apabila topik atau konsep baru diperkenalkan, upayakan
untuk menanamkannya dengan mempertimbangkan
pengetahuan dan latar belakang pelajar sehingga topik baru
itu dapat dikaitkan dengan apa yang diketahuinya;
3. Hindari kelemahan pembelajaran menghafal;
Antisipasi Penghargaan
 Manusia secara umum terdorong untuk
bertindak atau bertingkah-laku dengan
mengharapkan semacam penghargaan
nyata atau tidak nyata, jangka pendek atau
jangka panjang yang akan terjadi sebagai
akibat perilaku itu.
Prinsip Motivasi Intrinsik
 Penghargaan yang paling kuat adalah penghargaan
yang secara intrinsik termotivasi dalam diri pelajar.
 Karena perilaku ini bersumber dari kebutuhan,
keinginan, dan hasrat dalam diri seseorang.
 Perilaku itu sendiri dapat memberikan penghargaan
terhadap diri sendiri; karena itu, tidak perlu sama
sekali adanya penghargaan yang diberikan secara
eksternal.
Investasi Strategis
 Penguasaan bahasa kedua yang sukses
sebagian besar disebabkan oleh investasi
perorangan pelajar sendiri dari aspek waktu,
upaya, dan perhatian kepada bahasa kedua
dalam bentuk deretan strategi perorangan
guna memahami dan memproduksi bahasa.
Prinsip Afektif
 Ego Bahasa
 Sementara manusia belajar menggunakan bahasa
kedua, mereka juga mengembangkan suatu modus
baru berpikir, berperasaan dan bertindak—identitas
kedua.
 Ego bahasa kedua yang bergandeng dengan
bahasa kedua dengan mudah dapat menciptakan
dalam diri pelajar suatu perasaan kerapuhan,
kedefensivan, dan peningkatan hambatan.
Kepercayaan Diri
 Keberhasilan yang dicapai pelajar dalam
suatu tugas sebahagiannya merupakan
faktor keyakinannya bahwa mereka benar-
benar mampu menyelesaikan tugas itu.
Pengambilan Resiko
 Pelajar bahasa yang sukses saat menilai
diri mereka sendiri secara realistik
merupakan orang yang rentan namun
mampu menyelesaikan tugas harus sudi
menjadi “penjudi” dalam permainan bahasa,
mencoba menghasilkan dan menafsirkan
bahasa sedikit di luar batas keyakinan
mutlak mereka.
Hubungan Bahasa-budaya
 Kapanpun mengajarkan suatu bahasa, anda juga
mengajarkan sistem budaya yang rumit, tata
krama, nilai, dan cara berpikir, merasa, dan
bertindak.
 Khusus dalam konteks pembelajaran bahasa
kedua, keberhasilan yang pelajar biasakan
terhadap lingkungan budaya yang baru akan
mempengaruhi keberhasilan pemerolehan
bahasanya, begitu pula sebaliknya.
Prinsip Linguistik
 Efek Bahasa Ibu
 Antarbahasa
 Kompetensi Komunikatif
Beberapa Metode Pengajaran Bahasa:
Ciri dan Prinsipnya
 Grammar Translation method (Metode
Terjemahan Tata bahasa)
 Direct Method (Metode Langsung)
 Reading Method (Metode Membaca)
 Audiolingual method (Medote
audiolingual)
 Community Language Learning (CLL)
 Cognitive Approach (Pendekatan
Kognitif)
 Total Physical Response (Respons Fisik
Total)
 The Silent Way (Metode Diam)
 Functional-Notional Approach
 Communicative Approach (Pendekatan
Komunikatif)
Communicative Approach (Pendekatan
Komunikatif)
 Berbagai teori mengenai Pendekatan
Komunikatif mengasumsikan bahwa bahasa
adalah alat komunikasi. Menurut Ellis &
Beattie (1986), penggunaan bahasa manusia
dapat dipahami dengan baik jika dipandang
dari konteks alaminya sebagai seperangkat
saluran yang tersedia bagi manusia untuk
mengirimkan dan menerima informasi
Canale (1987) memberikan karakteristik
komunikasi melalui bahasa berikut ini:
 Bahasa adalah suatu bentuk interaksi sosial dan oleh karena
itu secara normal diperoleh dan digunakan dalam interaksi
sosial;
 Bahasa melibatkan tingkat ketidak-teramalan dan kreativitas
yang tinggi dalam bentuk dan pesan;
 Bahasa berlangsung dalam diskors dan konteks sosial budaya
yang memberikan batasan tentang penggunaan bahasa yang
baik dan sesuai dan sebagai penanda untuk mengoreksi
interpretasi ungkapan;
 Bahasa selalu memiliki tujuan (misalnya untuk membangun
hubungan sosial, membujuk atau berjanji);
 Bahasa melibatkan bahasa otentik dan dipertentangkan
dengan bahasa yang dibuat seperti buku teks.
 Richards & Rodgers (1989) menemukan butir-butir
penting berikut yang merupakan teori yang
melandasi pengajaran bahasa.
 Bahasa adalah suatu sistem pengungkapan
gagasan;
 Fungsi utama bahasa adalah untuk interaksi dan
komunikasi;
 Unit utama bahasa bukanlah semata-mata butir-butir
tata bahasa dan strukturnya, melainkan kategori
makna fungsi dan makna komunikatif.
Nunan (1991:279) menawarkan 5 ciri khas utama
Pembelajaran Bahasa Komunikatif, yaitu:
 Penekanan pada pembelajaran untuk berkomunikasi
melalui interaksi dalam bahasa sasaran;
 Pengenalan teks otentik dalam situasi pembelajaran;
 Pemberian kesempatan bagi pelajar untuk berfokus
bukan saja pada bahasa tetapi juga pada proses
belajar itu sendiri;
 Peningkatan pengalaman pribadi pelajar sendiri
sebagai unsur yang memberikan sumbangan
terhadap hasil belajar di kelas; dan
 Upaya menghubungkan pembelajaran bahasa di
kelas dengan pengaktifan bahasa di luar kelas.
prinsip-prinsip yang dapat dipertimbangkan dalam
kegiatan pengajaran bahasa di kelas, antara lain:
 Kegiatan yang melibatkan komunikasi nyata mendorong hasil
belajar
 Kegiatan yang di dalamnya adalah penggunaan bahasa untuk
melakukan tugas-tugas yang bermakna meningkatkan hasil
belajar
 Bahasa yang bermakna bagi pelajar mendukung proses
pembelajaran (prinsip kebermaknaan);
 Penggunaan bahasa yang otentik menentukan tingkat
kecepatan terbaik terhadap keberhasilan pembelajaran bahasa
kedua/asing;
 Penggunaan kerja pasangan atau kerja kelompok dalam situasi
komunikatif interaktif;
 Eksplorasi berdasarkan task-based exploration, negosiasi dan
pemecahan masalah;
 Penekanan pada inisiatif dan interaksi pelajar, arahan petunjuk
bukan semata-mata memperhatikan utang.
Communicative Activities:
1. Using drawing to assess listening
comprehension:
 Memberikan instruksi secara lisan kepada
peserta untuk menggambar, misalnya:
rumah, pemandangan
 Kalau siswa mengerti instruksi yang
diberikan secara lisan tersebut, maka
menghasislkan gambar yang benar
2. Getting to know the partner
 Dilakukan secara berkelompok,berpasangan,
bertiga atau berempat dg berbahasa Inggris
 Masing-masing siswa bertanya kepada
temannya tentang sesuatu yang
berhubungan dengan keluarga, hobby, dll.
 Kemudian setiap siswa diminta melaporkan
di depan kelas apa perbedaan dan
persamaan antara ia dan temannya
3.Two vocabulary review
 Kegiatan berkelompok, dimana sebuah kata
diberikan kepada masing-masing kelompok,
misalnya: “BRIGHT”
 Peserta berikutnya harus menyebutkan pula
kata yang berakhiran dengan T, seperti
TENDENCY,
 Demikian seterusnya
4. Using Mime
 Setiap kelompok mencari suatu cerita.
 Cerita itu tidak boleh dideskripsikan secara
lisan, harus dengan gerakan seperti orang
berpantomin
 Kelompok lain memberi komentar dan
menebak cerita itu tentang apa yang
dipantominkan tadi
5. A trip to Fantasy Island
 Siswa diberikan sebuah peta buta
 Kemudian guru membacakan text descriptive
 Siswa berusaha menemukan tempat di peta
sesuai teks lisan yang didengar
6. How good is your memory
 Guru memberikan gambar, siswa diberikan
beberapa menit untuk mengamati gambar
tersebut
 Kemudian siswa harus menjawab
pertanyaan atau menjelaskan isi gambar
tersebut
7. Creating sentences from a word box
 Siswa diberikan abjad secara acak
 Kemudian siswa harus membuat kata
sebanyak-banyaknya dari huruf tersebut
8. Interview role play
 Seorang siswa berdiri, kemudian
menyebutkan profesinya yang akan
dipilihnya
 Siswa yang lain bertanya dengan beragam
pertanyaan
 kemudian menjelaskan mengapa ia
memilihnya dan lain sebagainya
10. What can you remember
 Mengingat apa saja yang dapat diingat dari
gambar yang sudah diberikan
 Kemudian mengungkapkan dalam bahasa
Inggris
10. Text completion
 Diberikan sebuah teks, siswa melengkapi
teks tersebut dengan menggunakan
imajinasinya
11. Expanding headlines
 Sama dengan kegiatan 10, siswa
mengembangkan sebuah headline yang
sudah diberikan
12. Writing haikus
 Menulis sajak ala jepang yang terdiri dari tiga
baris
 Baris pertama terdiri dari 5 suku kata, baris
kedua 7 suku kata, dan baris ke ke 3 juga
lima suku kata
13. Pictures based writing
 Diberikan sebuah gambar
 Berdasar gambar tersebut, peserta harus
membuat cerita secara tertulis
14. Writing E-mail or post card to
friends and family
 Latihan membuat berita singkat
 Menulis e-mail atau postcard
15. Co-operative narrative writing
 Sama dengan chain story, atau cerita
berantai
 Seseorang membuat kalimat, yang lain
melanjutkan dengan satu kalimat lagi dan
seterusnya hingga menjadi suatu cerita yang
berarti
16. Helping students to develop their
own narrative
 Ini merupakan kegiatan guided writing yang
dipandu secara lisan oleh guru
17. Jokes which use present
progressive
 Membuat cerita-cerita lucu dengan
menggunakan present progressive
18. Body language
 Bercerita dengan hanya menggunakan
bahasa tubuh, kemudian siswa lain mencoba
mendeskripsikan
19. Reading text to stimulate
discussion
 Siswa diberikan sebuah teks
 Berdasarka teks tersebut, siswa
mendiskusikan isi dari teks tersebut
20. The activities with text type recount
 Terdiri dari dua bagian, pertama guru
membacakan tiga buah teks secara acak
 Kemudian mencoba menyusun teks itu
sesuai dengan urutan yang benar
 Kemudian membuat teks dengan
berpedoman kepada teks yang sudah
diberikan
21. Running dictation
22. Jigsaw
23. Empty chair
24. Hot chair

Metodologi_pengajaran_bahasa.ppt

  • 1.
  • 2.
    Metodologi dan MetodePengajaran Bahasa  Teori pembelajaran (mengajar dan belajar) bahasa pada umumnya didasarkan kepada empat konsep kunci: bahasa, belajar, mengajar bahasa, dan konteks; 1. Pembelajaran bahasa membutuhkan suatu konsep tentang hakikat bahasa. 2. Pembelajaran bahasa membutuhkan pandangan dan wawasan tentang pelajar dan hakikat belajar bahasa. 3. Pembelajaran bahasa mengimplikasikan pandangan tentang pengajar bahasa dan pengajaran bahasa. 4. Pembelajaran bahasa terjadi pada konteks tertentu. Penafsiran konteks amat penting dalam teori ini. Bahasa, belajar, dan mengajar pasti selalu dipandang dari satu konteks, latar, dan latar belakang.
  • 3.
    Metodologi:  Metodologi secararingkas dapat diartikan sebagai “ilmu mengenai metode”. Pengkajian metodologi pengajaran bahasa bersumber dari; (a) pemerian bahasa yang dihasilkan oleh linguistik umum; (b) (b) teori pembelajaran yang dikaji oleh psikologi; (c) (c) teori pembelajaran bahasa yang disumbangkan oleh psikolinguistik; dan (d) (d) teori pemakaian bahasa dalam masyarakat yang diambil dari sosiolinguistik.
  • 4.
    Anthony (1963):  Anthony(1963) yang melahirkan istilah approach (pendekatan), method (metode) dan technique (teknik):  Approach adalah “seperangkat asumsi yang berhubungan dengan hakikat bahasa, belajar, dan mengajar.”  Method ialah “suatu rencana menyeluruh mengenai panyajian bahasa yang sistematis berdasarkan pendekatan tertentu.  ” Technique ialah “kegiatan-kegiatan khusus yang diwujudkan di dalam kelas yang konsisten dengan metode, dan olehnya itu juga sejalan dengan pendekatan.
  • 5.
    Richards, dkk. (1985:177): Memberikan batasan mengenai metodologi pengajaran bahasa sebagai kajian praktik dan prosedur yang digunakan dalam pengajaran, dan prinsip-prinsip dan keyakinan yang melandasinya. Metodologi meliputi:  Kajian tentang hakikat keterampilan berbahasa (yaitu listening, speaking, reading dan writing) dan prosedur pengajarannya  Kajian tentang penyiapan rencana pembelajaran, materi ajar, buku teks untuk pengajaran keterampilan berbahasa;  Evaluasi dan perbandingan metode pengajaran bahasa (misalnya Audiolingual method);
  • 6.
    Richards, dkk. (1985:177): Metode dalam pengajaran bahasa menurut Richards, dkk. (1985:176) adalah cara mengajarkan suatu bahasa yang didasarkan kepada prinsip dan prosedur yang sistematis, yakni penerapan pandangan tentang cara bahasa diajarkan dan dipelajari.  Metode pengajaran bahasa yang berbeda seperti Direct method, audio-lingual method, grammar translation method, the silent way dan communicative approach merupakan hasil dari pandangan yang berbeda tentang; (a) hakikat bahasa; (b) hakikat belajar bahasa; (c) tujuan pengajaran; (d) jenis silabus yang digunakan; (e) peran guru, pelajar, dan materi pembelajaran; dan (f) teknik dan prosedur yang digunakan.
  • 7.
    Richards & Rodgers(1982, 1986):  Mengajukan hasil kajian mereka yang merumuskan kembali konsep metode. Istilah Anthony approach, method dan technique dilabel menjadi approach, design dan procedure secara berturut-turut dengan payung istilah method yang menjelaskan proses tiga-langkah ini.  Menurut Richards & Rodgers (1982:154), metode adalah “istilah yang memayungi spesifikasi dan hubungan antara teori dan praktik.” Approach adalah asumsi, keyakinan, dan teori mengenai hakikat bahasa dan belajar bahasa.  Procedures merupakan teknik dan praktik yang diturunkan dari approach dan design.
  • 8.
    Hakikat Bahasa  Hakikatbahasa dalam kaitannya dengan pengajaran bahasa menurut aliran linguistik strukturalisme adalah: 1. language is speech, not writing¸ 2. a language is what its native speakers say, not what someone thinks they ought to say; 3. languages are different; 4. a language is a set of habit; dan 5. teach the language, not about the language.
  • 9.
    Aliran linguistik transformational mengemukakanbahwa: 1. A living language is characterized by rule-giverned creativity. 2. the rules of grammar are psychologically real. 3. Man is specially equipped to learn languages. Secara biologis manusia lahir dengan suatu kemampuan belajar bahasa sehingga bahasa dapat dipelajari kapan saja sepanjang hidup manusia dalam situasi pemakaian yang bermakna. 4. A living language is a language in which we can think. Bahasa mengikat makna dan pikiran.
  • 10.
    Beberapa pandangan tentanghakikat bahasa :  Bahasa bersifat lisan yang telah tertata dalam sistem simbol pandang dan dengar.  Anak belajar menggunakan simbol ini secara kumulatif, pertama dalam mendengar (menyimak) dan berbicara, kemudian membaca dan menulis.  Oleh karena itu, program pembelajaran bahasa mulai dengan kegiatan komunikasi lisan.  Setelah anak menguasai keterampilan dalam aspek mendengar dan berbicara, barulah instruktur memulai kegiatan komunikasi tertulis.
  • 11.
     Bahasa mencerminkanlingkungan sosial tempat yang ditinggali anak, baik dari segi linguistik maupun tingkatan budaya serta pengaruh berbagai macam dialek dan geografis.  Oleh karena itu, pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan pribadi, sosial, dan komunikasi siswa, serta mempertimbangkan pengaruh regional terhadap wicara, kosakata, dan penggunaan.
  • 12.
     Bahasa mengalamiproses perubahan yang tetap, seperti pembentukan kata baru untuk memenuhi tuntutan komunikasi, tekanan sosial yang mengakibatkan perubahan terhadap keberterimaan item pemakaian khusus dan konstruksi bahasa.  Oleh karena itu, bahasa diajarkan untuk mencerminkan penggunaan dan struktur kontemporer; alfabet, tulisan, kata dan ejaannya digunakan untuk merangsang minat siswa terhadap bahasa.
  • 13.
     Setiap bahasamemiliki struktur sendiri.  Hubungan antara kata, urutan kata, pola kalimat dipelajari melalui pengalaman praktis dan kajian khusus.  Oleh karena itu, program pembelajaran harus mencakup pembelajaran penggunaan bahasa dan struktur bahasa baku melalui pengalaman dalam percakapan, diskusi, laporan, wawancara, dan karangan.  Pembelajaran itu meliputi konstruksi kalimat dan paragraf, dan secara bertahap memperkenalkan prinsip dan terminologi tata bahasa.
  • 14.
    Penggunaan Bahasa:  Bahasamerupakan suatu bentuk perilaku, perlambang konsep diri dan sikap sosial seseorang yang menyimbolkan pikiran, keinginan, dan kepercayaannya.  Kemampuan mempelajari bahasa sangat erat kaitannya dengan pertumbuhan pribadi dan perkembangan pemahaman dasar manusia.  Oleh karena itu, program pembelajaran bahasa menekankan penciptaan iklim yang hangat dan bersahabat yang mendorong setiap siswa berpartisipasi dalam kegiatan berbahasa lisan dan tulisan.
  • 15.
     Bahasa merupakanalat berpikir yang membantu siswa berasionalisasi dan tumbuh melalui pengalaman mereka.  Oleh karena itu, kegiatan berbahasa dikembangkan untuk membantu setiap siswa melihat hubungan, membuat klasifikasi, menarik kesimpulan, menanggung resiko penebakan, memprakirakan hasil, merumuskan kesimpulan, dan membuat generalisasi.
  • 16.
    Bahasa merupakan mediapengembangan dan pertukaran gagasan.  Pengalaman itu harus mendorong interaksi antara siswa dan orang lain, yang tentunya menekankan tujuan komunikasi, penataan gagasan yang logis, dan kesensitifan terhadap reaksi pendengar atau pembaca. Bahasa merupakan alat kekuasaan dan kekuatan sosial yang mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan tingkah laku.
  • 17.
    Bahasa merupakan alatkekuasaan dan kekuatan sosial yang mempengaruhi kepercayaan, sikap, dan tingkah laku. Oleh karena itu, siswa diajarkan pentingnya tanggung jawab sosial dan integritas pribadi dalam penggunaan bahasa.
  • 18.
    Bahasa dalam bentuktertulis merupakan catatan pikiran manusia sepanjang zaman yang dapat memperkenalkan setiap anak kepada karya-karya sastra sehingga dapat menumbuhkan apresiasi keindahan bahasa sebagai media komunikasi. Oleh karena itu, program pengajaran bahasa melengkapi siswa dengan pengalaman dalam prosa dan puisi untuk menumbuhkembangkan pemahamannya terhadap masalah manusia dan seperangkat nilai pribadi.
  • 19.
    Prinsip Pembelajaran (Belajar& Mengajar) Bahasa  Prinsip Kognitif Otomatisitas  Pembelajaran bahasa kedua melibatkan pemindahan kendali beberapa bentuk pada saat yang tepat ke dalam pemrosesan otomatis sejumlah bentuk bahasa yang relatif tidak terbatas. Menganalisis bahasa secara berlebihan, terlalu memikirkan bentuk-bentuk bahasa, dan secara sadar berlama-lama pada kaidah dan aturan-aturan bahasa cenderung menghambat peningkatan ke arah otomatisitas.
  • 20.
    Pembelajaran Bermakna  Pembelajaranbermakna akan menuntun kepada retensi jangka panjang yang lebih baik dibandingkan dengan rote learning  Beberapa kemungkinan penerapan prinsip di atas di dalam kelas sebagai berikut ini. 1. Gunakan kekuatan pembelajaran bermakna dengan menarik minat pelajar, tujuan akademik, dan tujuan karir pelajar; 2. Apabila topik atau konsep baru diperkenalkan, upayakan untuk menanamkannya dengan mempertimbangkan pengetahuan dan latar belakang pelajar sehingga topik baru itu dapat dikaitkan dengan apa yang diketahuinya; 3. Hindari kelemahan pembelajaran menghafal;
  • 21.
    Antisipasi Penghargaan  Manusiasecara umum terdorong untuk bertindak atau bertingkah-laku dengan mengharapkan semacam penghargaan nyata atau tidak nyata, jangka pendek atau jangka panjang yang akan terjadi sebagai akibat perilaku itu.
  • 22.
    Prinsip Motivasi Intrinsik Penghargaan yang paling kuat adalah penghargaan yang secara intrinsik termotivasi dalam diri pelajar.  Karena perilaku ini bersumber dari kebutuhan, keinginan, dan hasrat dalam diri seseorang.  Perilaku itu sendiri dapat memberikan penghargaan terhadap diri sendiri; karena itu, tidak perlu sama sekali adanya penghargaan yang diberikan secara eksternal.
  • 23.
    Investasi Strategis  Penguasaanbahasa kedua yang sukses sebagian besar disebabkan oleh investasi perorangan pelajar sendiri dari aspek waktu, upaya, dan perhatian kepada bahasa kedua dalam bentuk deretan strategi perorangan guna memahami dan memproduksi bahasa.
  • 24.
    Prinsip Afektif  EgoBahasa  Sementara manusia belajar menggunakan bahasa kedua, mereka juga mengembangkan suatu modus baru berpikir, berperasaan dan bertindak—identitas kedua.  Ego bahasa kedua yang bergandeng dengan bahasa kedua dengan mudah dapat menciptakan dalam diri pelajar suatu perasaan kerapuhan, kedefensivan, dan peningkatan hambatan.
  • 25.
    Kepercayaan Diri  Keberhasilanyang dicapai pelajar dalam suatu tugas sebahagiannya merupakan faktor keyakinannya bahwa mereka benar- benar mampu menyelesaikan tugas itu.
  • 26.
    Pengambilan Resiko  Pelajarbahasa yang sukses saat menilai diri mereka sendiri secara realistik merupakan orang yang rentan namun mampu menyelesaikan tugas harus sudi menjadi “penjudi” dalam permainan bahasa, mencoba menghasilkan dan menafsirkan bahasa sedikit di luar batas keyakinan mutlak mereka.
  • 27.
    Hubungan Bahasa-budaya  Kapanpunmengajarkan suatu bahasa, anda juga mengajarkan sistem budaya yang rumit, tata krama, nilai, dan cara berpikir, merasa, dan bertindak.  Khusus dalam konteks pembelajaran bahasa kedua, keberhasilan yang pelajar biasakan terhadap lingkungan budaya yang baru akan mempengaruhi keberhasilan pemerolehan bahasanya, begitu pula sebaliknya.
  • 28.
    Prinsip Linguistik  EfekBahasa Ibu  Antarbahasa  Kompetensi Komunikatif
  • 29.
    Beberapa Metode PengajaranBahasa: Ciri dan Prinsipnya  Grammar Translation method (Metode Terjemahan Tata bahasa)  Direct Method (Metode Langsung)  Reading Method (Metode Membaca)  Audiolingual method (Medote audiolingual)  Community Language Learning (CLL)
  • 30.
     Cognitive Approach(Pendekatan Kognitif)  Total Physical Response (Respons Fisik Total)  The Silent Way (Metode Diam)  Functional-Notional Approach  Communicative Approach (Pendekatan Komunikatif)
  • 31.
    Communicative Approach (Pendekatan Komunikatif) Berbagai teori mengenai Pendekatan Komunikatif mengasumsikan bahwa bahasa adalah alat komunikasi. Menurut Ellis & Beattie (1986), penggunaan bahasa manusia dapat dipahami dengan baik jika dipandang dari konteks alaminya sebagai seperangkat saluran yang tersedia bagi manusia untuk mengirimkan dan menerima informasi
  • 32.
    Canale (1987) memberikankarakteristik komunikasi melalui bahasa berikut ini:  Bahasa adalah suatu bentuk interaksi sosial dan oleh karena itu secara normal diperoleh dan digunakan dalam interaksi sosial;  Bahasa melibatkan tingkat ketidak-teramalan dan kreativitas yang tinggi dalam bentuk dan pesan;  Bahasa berlangsung dalam diskors dan konteks sosial budaya yang memberikan batasan tentang penggunaan bahasa yang baik dan sesuai dan sebagai penanda untuk mengoreksi interpretasi ungkapan;  Bahasa selalu memiliki tujuan (misalnya untuk membangun hubungan sosial, membujuk atau berjanji);  Bahasa melibatkan bahasa otentik dan dipertentangkan dengan bahasa yang dibuat seperti buku teks.
  • 33.
     Richards &Rodgers (1989) menemukan butir-butir penting berikut yang merupakan teori yang melandasi pengajaran bahasa.  Bahasa adalah suatu sistem pengungkapan gagasan;  Fungsi utama bahasa adalah untuk interaksi dan komunikasi;  Unit utama bahasa bukanlah semata-mata butir-butir tata bahasa dan strukturnya, melainkan kategori makna fungsi dan makna komunikatif.
  • 34.
    Nunan (1991:279) menawarkan5 ciri khas utama Pembelajaran Bahasa Komunikatif, yaitu:  Penekanan pada pembelajaran untuk berkomunikasi melalui interaksi dalam bahasa sasaran;  Pengenalan teks otentik dalam situasi pembelajaran;  Pemberian kesempatan bagi pelajar untuk berfokus bukan saja pada bahasa tetapi juga pada proses belajar itu sendiri;  Peningkatan pengalaman pribadi pelajar sendiri sebagai unsur yang memberikan sumbangan terhadap hasil belajar di kelas; dan  Upaya menghubungkan pembelajaran bahasa di kelas dengan pengaktifan bahasa di luar kelas.
  • 35.
    prinsip-prinsip yang dapatdipertimbangkan dalam kegiatan pengajaran bahasa di kelas, antara lain:  Kegiatan yang melibatkan komunikasi nyata mendorong hasil belajar  Kegiatan yang di dalamnya adalah penggunaan bahasa untuk melakukan tugas-tugas yang bermakna meningkatkan hasil belajar  Bahasa yang bermakna bagi pelajar mendukung proses pembelajaran (prinsip kebermaknaan);  Penggunaan bahasa yang otentik menentukan tingkat kecepatan terbaik terhadap keberhasilan pembelajaran bahasa kedua/asing;  Penggunaan kerja pasangan atau kerja kelompok dalam situasi komunikatif interaktif;  Eksplorasi berdasarkan task-based exploration, negosiasi dan pemecahan masalah;  Penekanan pada inisiatif dan interaksi pelajar, arahan petunjuk bukan semata-mata memperhatikan utang.
  • 36.
    Communicative Activities: 1. Usingdrawing to assess listening comprehension:  Memberikan instruksi secara lisan kepada peserta untuk menggambar, misalnya: rumah, pemandangan  Kalau siswa mengerti instruksi yang diberikan secara lisan tersebut, maka menghasislkan gambar yang benar
  • 37.
    2. Getting toknow the partner  Dilakukan secara berkelompok,berpasangan, bertiga atau berempat dg berbahasa Inggris  Masing-masing siswa bertanya kepada temannya tentang sesuatu yang berhubungan dengan keluarga, hobby, dll.  Kemudian setiap siswa diminta melaporkan di depan kelas apa perbedaan dan persamaan antara ia dan temannya
  • 38.
    3.Two vocabulary review Kegiatan berkelompok, dimana sebuah kata diberikan kepada masing-masing kelompok, misalnya: “BRIGHT”  Peserta berikutnya harus menyebutkan pula kata yang berakhiran dengan T, seperti TENDENCY,  Demikian seterusnya
  • 39.
    4. Using Mime Setiap kelompok mencari suatu cerita.  Cerita itu tidak boleh dideskripsikan secara lisan, harus dengan gerakan seperti orang berpantomin  Kelompok lain memberi komentar dan menebak cerita itu tentang apa yang dipantominkan tadi
  • 40.
    5. A tripto Fantasy Island  Siswa diberikan sebuah peta buta  Kemudian guru membacakan text descriptive  Siswa berusaha menemukan tempat di peta sesuai teks lisan yang didengar
  • 41.
    6. How goodis your memory  Guru memberikan gambar, siswa diberikan beberapa menit untuk mengamati gambar tersebut  Kemudian siswa harus menjawab pertanyaan atau menjelaskan isi gambar tersebut
  • 42.
    7. Creating sentencesfrom a word box  Siswa diberikan abjad secara acak  Kemudian siswa harus membuat kata sebanyak-banyaknya dari huruf tersebut
  • 43.
    8. Interview roleplay  Seorang siswa berdiri, kemudian menyebutkan profesinya yang akan dipilihnya  Siswa yang lain bertanya dengan beragam pertanyaan  kemudian menjelaskan mengapa ia memilihnya dan lain sebagainya
  • 44.
    10. What canyou remember  Mengingat apa saja yang dapat diingat dari gambar yang sudah diberikan  Kemudian mengungkapkan dalam bahasa Inggris
  • 45.
    10. Text completion Diberikan sebuah teks, siswa melengkapi teks tersebut dengan menggunakan imajinasinya
  • 46.
    11. Expanding headlines Sama dengan kegiatan 10, siswa mengembangkan sebuah headline yang sudah diberikan
  • 47.
    12. Writing haikus Menulis sajak ala jepang yang terdiri dari tiga baris  Baris pertama terdiri dari 5 suku kata, baris kedua 7 suku kata, dan baris ke ke 3 juga lima suku kata
  • 48.
    13. Pictures basedwriting  Diberikan sebuah gambar  Berdasar gambar tersebut, peserta harus membuat cerita secara tertulis
  • 49.
    14. Writing E-mailor post card to friends and family  Latihan membuat berita singkat  Menulis e-mail atau postcard
  • 50.
    15. Co-operative narrativewriting  Sama dengan chain story, atau cerita berantai  Seseorang membuat kalimat, yang lain melanjutkan dengan satu kalimat lagi dan seterusnya hingga menjadi suatu cerita yang berarti
  • 51.
    16. Helping studentsto develop their own narrative  Ini merupakan kegiatan guided writing yang dipandu secara lisan oleh guru
  • 52.
    17. Jokes whichuse present progressive  Membuat cerita-cerita lucu dengan menggunakan present progressive
  • 53.
    18. Body language Bercerita dengan hanya menggunakan bahasa tubuh, kemudian siswa lain mencoba mendeskripsikan
  • 54.
    19. Reading textto stimulate discussion  Siswa diberikan sebuah teks  Berdasarka teks tersebut, siswa mendiskusikan isi dari teks tersebut
  • 55.
    20. The activitieswith text type recount  Terdiri dari dua bagian, pertama guru membacakan tiga buah teks secara acak  Kemudian mencoba menyusun teks itu sesuai dengan urutan yang benar  Kemudian membuat teks dengan berpedoman kepada teks yang sudah diberikan
  • 56.
    21. Running dictation 22.Jigsaw 23. Empty chair 24. Hot chair