‫مرحبا‬
Tujuan, Materi
Dan Metode
Pendidikan Bahasa
Arab
‫مرحبا‬
Ferihana
Contents of this template
Bahasa Arab memiliki keistimewaan di banding bahasa lain. Bahasa Arab merupakan
bahasa internasional setelah bahasa Inggris. Bahasa ini banyak digunakan di negara-
negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yaman, Oman, Mesir, dan lain sebagainya.
Di Indonesia, bahasa Arab termasuk dalam kategori bahasa asing karena digunakan
oleh orang-orang asing yang berkewarganegaraan selain Indonesiadan bukan
Bahasa Ibu ataupun bahsa sehari-hari warga pribumi
Untuk mempelajari bahasa Arab per memahami secara teoritis hirarkis terhadap
empat kemampuan berbahasa ‫اللغوية‬ ‫كفاءة‬
.) istima’ (mendengar)
○ kalam (berbicara)
○ qira’ah (membaca)
○ kitabah (menulis)
Mengajar Bahasa Arab…
Pada dasarnya sama dengan mengajarkan bahasa-bahasa lainnya
dimana seorang guru harus menguasai metodologi pengajaran
bahasa tersebut. Akan tetapi karena bahasa Arab memiliki
karakteristik yang khas tersebut di atas. maka seorang guru harus
mencari metode mana yang sesuai dan mempermudah siswa dalam
menyerap materi pelajaran yang diajarkan.
Metode pembelajaran ‫التدريس‬ ‫طريقة‬
Metode-metode yang mengkaji atau membahas mengenai bermacam-macam
metode mengajar, tentang keunggulannya dan kelemahannya, lebih sesuai dengan
penyajian pelajaran yang seperi apa, bagaimana penerapannya dan sebagainya.
Metode merupakan rencana program yang bersifat menyeluruh (holistik-
komprehensif) yang berhubungan erat dengan teknik penyajian materi pelajaran
secara teratur dan tidak saling bertentangan dan didasarkan atas pendekatan
tertentu
Table of contents
Metode Membaca
Metode Gramatika-
Terjemah
01.
03.
‫المباشرة‬ ‫الطريقة‬
Metode Langsung
02.
( ‫السمعية‬ ‫الطريقة‬
‫الشفوية‬
)
04.
‫القواعد‬ ‫طريقة‬
‫الترجمة‬ ‫و‬
( ‫القراءة‬ ‫الطريقة‬
)
05. ( ‫االتصالية‬ ‫الطريقة‬
)
Metode Komunikatif
Metode Audio-lingual
Metode Gramatika-Terjemah (‫القواعد‬ ‫طريقة‬
‫الترجمة‬ ‫و‬
● Asumsi : “logika semesta” yang merupakan dasar semua bahasa di
dunia ini, dan bahwa tata bahasa merupakan bagian dari filsafat
dan logika. Belajar bahasa dengan demikian dapat memperkuat
kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah dan menghafal
● Bahasa pada dasarnya merupakan sistem tata bahasa, oleh karena
itu menguasai tata bahasa menjadi syarat untuk dapat berbahasa.
● Bahasa ibu atau bahasa pertama merupakan sistem yang menjadi
referensi untuk memperoleh kemahiran kedua
● Tujuan agar mampu membaca karya sastra dalam bahasa target, atau kitab
keagamaan dalam kasus belajar bahasa Arab di Indonesia.
● Materi pelajaran terdiri atas: buku nahwu, kamus atau daftar kata, dan teks bacaan.
● Tata bahasa disajikan secara deduktif, yakni dimulai dengan penyajian kaidah diikuti
dengan contoh-contoh, dan dijelaskan secara rinci dan panjang lebar.
● Kosa kata, kalimat, dan struktur diberikan berdasarkan keperluan untuk menjelaskan
kaidah nahwu
● Teks bacaan berupa karya sastra klasik atau kitab keagamaan lama.
● Basis pembelajaran adalah penghafalan kaidah tata bahasa dan kosa kata, kemudian
penerjemahan harfiah dari bahasa target ke bahasa pelajar dan sebaliknya
● Bahasa ibu pelajar digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar-
mengajar
● Peran guru aktif sebagai penyaji materi. Peran pelajar pasif sebagai penerima materi
Karakteristik
● Pelajar menguasai dalam arti hafal di luar kepala kaidah-kaidah tata bahasa dari
bahasa asing yang dipelajari.
● Pelajar memahami isi detail bahan bacaan yang dipelajarinya dan mampu
menerjemahkannya secara harfiah.
● Pelajar memahami karakteristik bahasa target dan banyak hal lainnya yang
bersifat teoritis, kemudian dapat membandingkannya dengan karakteristik
bahasa ibu.
● Metode ini memperkuat kemampuan pembelajar dalam mengingat dan
menghafal
● Bisa dilaksanakan dalam kelas besar dan tidak menuntut kemampuan guru yang
ideal, dalam arti memiliki keterampilan bahasa target yang dalam hal ini adalah
bahasa Arab.
Kelebihan dan Kekurangan
● Metode ini lebih banyak mengajarkan tentang bahasa bukan mengajarkan kemahiran
berbahasa.
● Hanya mengajarkan kemahiran membaca, sedikit kemahairan menulis, sedangkan
kemahiran menyimak dan berbicara diabaikan.
● Terjemahan harfiah sering mengacaukan makna kalimat dalam konteks yang luas, dan
hasil terjemahannya tidak lazim menurut citrarasa bahasa ibu siswa.
● Pelajar hanya mempelajari satu ragam bahasa, yaitu ragam bahasa tulis klasik,
sedangkan bahasa tulis modern dan bahasa percakapan tidak diperoleh oleh siswa.
● Kosakata, struktur, dan ungkapan yang dipelajari oleh siswa mungkin sudah tidak
dipakai lagi atau dipakai dalam arti yang berbeda dalam bahasa modern.
Kekurangan
“Metode Langsung ( ‫المباشرة‬ ‫الطريقة‬
)
Asumsi
Dikembangkan atas dasar asumsi bahwa proses belajar bahasa
kedua atau bahasa asing sama dengan belajar bahasa ibu. Juga
didasarkan atas asumsi yang bersumber dari hasil-hasil kajian
psikologi asosiatif
Pengajaran bahasa khususnya pengajaran kata dan kalimat harus
dihubungkan langsung dengan benda, sampel atau gambarnya, atau
melalui peragaan, permainan peran, dan lain sebagainya
Dalam metode ini, pembelajar harus dibiasakan berpikir dalam
bahasa target, oleh karena itu penggunaan bahasa ibu pembelajar
dihindari sama sekali
Karakteristik
● Tujuan utamanya ialah penguasaan bahasa target secara lisan agar pelajar
bisa berkomunikasi dalam bahasa target.
● Materi pelajaran berupa buku teks yang berisi daftar kosa kata dan
penggnaannya dalam kalimat. Kosa kata itu umumnya konkrit dan ada di
lingkungan siswa.
● Kaidah-kaidah bahasa diajarkan secara induktif, yaitu berangkat dari
contoh-contoh kemudian diambil kesimpulan.
● Kosa kata konkret diajarkan melalui deminstrasi, peragaan, benda
langsung, dan gambar, sedangkan kata-kata abstrak melalui asosiasi,
konteks, dan definisi.
● Kemampuan komunikasi lisan dilatihkan secara cepat melalui tanya
jawab yang terencana dalam pola interaksi yang bervariasi.
● Kemampuan berbicara dan meyimak kedua-duanya dilatihkan.
● Guru dan siswa sama-sama aktif, tapi guru berperan memberikan
stimulus berupa contoh ucapan peragaan dan pertanyaan, sedangkan
siswa harus merespon dalam bentuk menirukan, menjawab pertanyaan,
memeragakan, dsb.
● Ketepatan pelafalan dan tata bahasa ditekankan.
● Bahasa target digunakan sebagai bahasa penpgantar secara ketat, dan
penggunaan bahasa ibu pelajar dianggap sebagai pelanggaran.
● Kelas diciptakan sebagai lingkungan bahasa target buatan atau
menyerupai
● “kolam bahasa”, tempat siswa berlatih bahasa target secara langsung.
Kelebihan
● Pelajar terampil menyimak dan berbicara
● Pelajar menguasai pelafalan dengan baik seperti atau mendekati
penutur asli.
● Pelajar mengetahui banyak kosa kata dan pemakaiannya dalam kalimat.
● Pelajar memiliki keberanian dan spontanitas dalam berkomunikasi.
● Pelajar menguasai tata bahasa secara fungsional tidak sekedar teoritis.
Kekurangan
● Pelajar lemah dalam kemampuan membaca pemahaman karena materi dan latihan ditekankan
pada bahasa lisan.
● Memerlukan guru yang ideal dari segi keterampilan berbahasa dan kelincahan dalam penyajian
pelajaran.
● Tidak bisa dilaksanakan dalam kelas besar.
● Tidak diperbolehkannya pemakainan bahasa ibu menyebabkan terbuangnya waktu untuk
menjelaskan satu kata yang abstrak.
● Model latihan menirukan dan menghafalkan membosankan bagi siswa.
Metode
Membaca
( ‫الطريقة‬
‫القراءة‬
)
03
Metode ini dikembangkan berdasarkan asumsi
bahwa pengajaran bahasa tidak bisa bersifat multi-
tujuan, dan bahwa kemampuan membaca adalah
tujuan yang paling realistik ditinjau dari
kebutuhan pembelajar bahasa asing dan
kemudahan dalam pemerolehannya.
Kemahiran membaca merupakan bekal bagi
pembelajar untuk mengembangkan
pengetahuannya secara mandiri. Dengan demikian
asumsinya bersifat pragmatis, bukan filosofis
teoritis.
Karakteristik
● Tujuan utamanya adalah kemahiran membaca
● Materi pelajaran berupa buku bacaan dengan daftar kosa kata
dan pertanyaan-pertanyaan isi bacaan, buku bacaan penunjang
untuk perluasan, buku latihan mengarang terbimbing dan
percakapan.
● Basis kegiatan pembelajaran adalah memahami isi bacaan,
didahului oleh pengenalan kosa kata pokok dan maknanya,
kemudian mendiskusikan isi bacaan dengan bantuan guru.
● Pemahaman isi bacaan melalui proses analisis, tidak dengan
penerjemahan harfiah, meskipun bahasa ibu boleh digunakan
dalam mendiskusikan teks.
● Membaca diam lebih diutamakan daripada membaca keras
( ‫جهرية‬ ‫قراءة‬
)
● Kaidah Bahasa diterangkan seperlunya tidak boleh
berkepanjangan.
Kelebihan
Metode
Membaca
‫سؤال‬
1) Pelajar terlatih memahami bacaan dengan analisis, tidak melalui
penerjemahan.
2) Pelajar menguasai kosa kata dengan baik.
3) Pelajar memahami penggunaan tata bahasa.
‫كلمة‬
Kekurangan
Definition of concepts
1
Pelajar lemah dalam
keterampilan membaca
nyaring.
3
Pelajar kurang terampil
dalam mengarang bebas.
2
Pelajar tidak terampil
menyimak dan berbicara,
karena yang menjadi perhatian
utama adalah keterampilan
membaca
4
Kosa kata yang dikenalkan
hanya yang terkait bacaan, maka
pelajar lemah dalam memahami
teks yang berbeda.
Ajarkan bahasa dan jangan
mengajarkan tentang bahasa juga
merupakan prinsip dasar dalam
metode ini. Oleh karena itu
pelajaran bahasa harus diisi
dengan kegiatan berbahasa bukan
kegiatan mempeljari kaidah-kaidah
bahasa.
Metode Audio-lingual
( ‫الشفوية‬ ‫السمعية‬ ‫الطريقة‬
)
Bahasa itu pertama-tama adalah ujaran. Oleh karena itu pengajaran bahasa
harus dimulai dengan memperdengarkan bunyi-bunyi bahasa dalam
bentuk kata atau kalimat kemudian mengucapkannya, sebelum pelajaran
membaca dan menulis.
Asumsi lain dari metode ini adalah bahwa bahasa adalah kebiasaan. Suatu
perilaku akan menjadi kebiasaan apabila diulang berkali-kali. Oleh karena
itu, pengajaran bahasa harus dilakukan dengan teknik pengualangan atau
repetisi.
ASUMSI
Bahasa-bahasa di dunia ini berbeda satu sama lain. Oleh karena itu,
pemilihan bahan ajar harus berbasis hasil analisis kontrastif, antara bahasa
ibu pelajar dan bahasa target yang sedang dipelajarinya
Metode ini didasarkan juga oleh teori tata bahasa struktural. Dalam teori
ini, struktur tata bahasa dianggap sama dengan pola-pola kalimat.
ASUMSI
‫كلمات‬
‫أعداد‬
‫ألعاب‬
write your answer here
write your answer here
write your answer here
✔
✘
?
Karakteristik
Metode Audiolingual
- Tujuan pengajarannya adalah penguasaan empat keterampilan berbahasa secara
seimbang
- Urutan penyajiannya adalah meyimak dan berbicara baru kemudian membaca
dan menulis
- Model kalimat bahasa asing diberikan dalam bentuk percakapan untuk dihafalkan.
- Penguasaan pola kalimat dilakukan dengan latihan-latihan pola. Latihan atau drill
mengikuti urutan stimulus – response – reinforcement.
- Kosa kata itu dibatasi secara ketat dan selalu dihubungkan dengan konteks
kalimat atau ungkapan, bukan sebagai kata-kata lepas ynag berdiri sendiri.
- Pengajaran system bunyi secara sistematis agar dapat dipraktekkan oelh pelajar,
dengan teknik demonstrasi , peniruan, komparasi, kontras, dan lain-lain.
- Pelajaran menulis merupakan representasi dari pelajaran berbicara. Jadi,
pelajaran menulis terdiri dari pola kalimat dan kosa kata yang sudah dipelajari
secara lisan.
Kekurangan
1) Respon pelajar cenderung
mekanistis, sering tidak mengetahui
atau tidak memikirkan makna ujaran
yang diucapkan.
2) Pelajar bisa berkomunikasi dengan
lancar hanya apabila kalimat yang
digunakan telah dilatihkan sebelumnya
di dalam kelas.
3) Makna kalimat yang diajarkan
biasanya terlepas dari konteks,
sehingga pelajar hanya memahami
satu makna, padahal satu kalimat atau
ungkapan bisa mempunyai beberapa
makna.
Kelebihan
1) Para pelajar memiliki keterampilan
pelafalan yang bagus.
2) Terampil membuat pola-pola
kalimat baku yang sudah dilatihkan.
3) Dapat melakukan komunikasi lisan
denagn struktur yang benar karena
latihan menyimak, latihan berbicara,
dna dril-dril pola kalimat yang
intensif.
4) Suasana kelas hidup karena para
pelajar tidak tinggal diam, harus terus
menerus merespon stimulus guru.
‫مشكلة‬ ‫المحلول‬
Metode Komunikatif ( ‫االتصالية‬ ‫الطريقة‬
)
Setiap manuisa memiliki kemmapuan bawaan yang disebut dengan “alat
pemerolehan bahasa”. Oleh karena itu kemampuan berbahasa bersifat kreatif
fan lebih ditentuakan oleh faktor internal
Asumsi berikutnya ialah bahwa penggunaan bahasa tidak hanya terdiri atas
empat keterampilan berbahasa, tapi mencakup beberapa kemampuan dalam
kerangka komunikatif yang luas, sesuai dengan peran dari partisipan, situasi,
dan tujuan interaksi.
Asumsi yang lain ialah bahwa belajar bahasa kedua dan bahasa asing sama
seperti belajar bahasa pertama, yaitu berangkat dari kebutuhan dan minat
pelajar. Oleh karena itu analisis kebutuhan dan minat pelajar merupakan
landasan dalam pengembangan materi pelajaran.
Asumsi
Desktop
Software Karakteristik
1) Tujuan pengajarannya ialah mengembangkan kompetensi. Pelajar
berkomunikasi dengan bahasa target dalam konteks komunikatif yang
sesungguhnya atau dalam situasi kehidupan yang nyata.
2) Salah satu konsep dasar dalam komunikatif adalah kebermaknaan
dari setiap bentuk bahasa yang dipelajari dan keterkaitan bentuk,
ragam, dan makna bahasa dengan situasi dan konteks berbahasa itu.
3) Dalam proses belajar mengajar, siswa bertindak sebagai
komunikator yang berperan aktif dalam aktivitas komunikatif yang
sesungguhnya. Sedangkan pengajar memprakarsai dan merancang
berbagai pola interaksi antar siswa, dan berperan sebagai fasilitator.
4) Aktivitas dalam kelas diwarnai secara nyata dan dominan oleh
kegiatan-kegiatan komunikatif, bukan dril-dril manipulatif dan
peniruan-peniruan tanpa makna.
5) Materi yang disajikan bervariasi, tidak hanya
mengandalkan buku teks, tapi ditekankan pada bahan-
bahan otentik.
6) Penggunaan bahasa ibu dalam kelas tidak dilarang, tapi
diminimalkan.
7) Dalam komunikatif, kesilapan siswa ditoleransi untuk
mendorong keberanian siswa berkomunikasi.
8) Evaluasi dalam komunikatif ditekankan pada
kemampuan menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata,
bukan pada penggunaan struktur bahasa .
Desktop
Software
1)Pelajar termotivasi dalam belajar karena pada hari
pertama pelajaran langsung dapat berkomunikasi
dengan bahasa target.
2)Pelajar lancar berkomunikasi, dalam arti menguasai
kompetensi gramatikal, sosiolinguistik, wacana, dan
strategis.
3)Suasana kelas menjadi hidup.
Kelebihan
Desktop
Software
1) Memerlukan guru yang menguasai keterampilan
komunikatif secara memadai dalam bahasa target.
2) Kemampuan membaca, dalam keterampilan tingkat
ambang tidak mendapatkan porsi yang cukup.
3) Loncatan langsung ke aktivitas komunikatif bisa
menyulitkan siswa pada tingkat permulaan.
Kekurangan
Metode Eklektik
( ‫االنتقائي‬ ‫الطريقة‬
‫ة‬
)
ASUMSI
Pengajaran bahasa tidak bisa bersifat multi-tujuan,
dan bahwa kemampuan membaca adalah tujuan
yang paling realistik ditinjau dari kebutuhan
pembelajar bahasa asing dan kemudahan dalam
pemerolehannya.
Kemahiran membaca merupakan bekal bagi
pembelajar untuk mengembangkan
pengetahuannya secara mandiri
Asumsi
1) tidak ada metode yang ideal karena masing-masing mempunyai segi-segi
kekuatan dan kelemahan
2) setiap metode mempunyai kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk
mengefektifkan pengajaran
3) lahirnya metode baru harus dilihat tidak sebagai penolakan kepada
metode lama, melainkan sebagai penyempurnaan
4) tidak ada satu metode yang cocok untuk semua tujuan, semua guru,
semua siswa, dan semua program pengajaran
5) yang terpenting dalam pengajaran adalah memenuhi kebutuhan pelajar,
bukan memenuhi kebutuhan suatu metode,
6) setiap guru memiliki kewenangan dan kebebasan untuk memilih metode
yang sesuai dengan kebutuhan pelajar.

METODE STRATEGI PENDIDIKAN BAHASA ARAB.pptx

  • 1.
    ‫مرحبا‬ Tujuan, Materi Dan Metode PendidikanBahasa Arab ‫مرحبا‬ Ferihana
  • 2.
    Contents of thistemplate Bahasa Arab memiliki keistimewaan di banding bahasa lain. Bahasa Arab merupakan bahasa internasional setelah bahasa Inggris. Bahasa ini banyak digunakan di negara- negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Yaman, Oman, Mesir, dan lain sebagainya. Di Indonesia, bahasa Arab termasuk dalam kategori bahasa asing karena digunakan oleh orang-orang asing yang berkewarganegaraan selain Indonesiadan bukan Bahasa Ibu ataupun bahsa sehari-hari warga pribumi Untuk mempelajari bahasa Arab per memahami secara teoritis hirarkis terhadap empat kemampuan berbahasa ‫اللغوية‬ ‫كفاءة‬ .) istima’ (mendengar) ○ kalam (berbicara) ○ qira’ah (membaca) ○ kitabah (menulis)
  • 3.
    Mengajar Bahasa Arab… Padadasarnya sama dengan mengajarkan bahasa-bahasa lainnya dimana seorang guru harus menguasai metodologi pengajaran bahasa tersebut. Akan tetapi karena bahasa Arab memiliki karakteristik yang khas tersebut di atas. maka seorang guru harus mencari metode mana yang sesuai dan mempermudah siswa dalam menyerap materi pelajaran yang diajarkan.
  • 4.
    Metode pembelajaran ‫التدريس‬‫طريقة‬ Metode-metode yang mengkaji atau membahas mengenai bermacam-macam metode mengajar, tentang keunggulannya dan kelemahannya, lebih sesuai dengan penyajian pelajaran yang seperi apa, bagaimana penerapannya dan sebagainya. Metode merupakan rencana program yang bersifat menyeluruh (holistik- komprehensif) yang berhubungan erat dengan teknik penyajian materi pelajaran secara teratur dan tidak saling bertentangan dan didasarkan atas pendekatan tertentu
  • 5.
    Table of contents MetodeMembaca Metode Gramatika- Terjemah 01. 03. ‫المباشرة‬ ‫الطريقة‬ Metode Langsung 02. ( ‫السمعية‬ ‫الطريقة‬ ‫الشفوية‬ ) 04. ‫القواعد‬ ‫طريقة‬ ‫الترجمة‬ ‫و‬ ( ‫القراءة‬ ‫الطريقة‬ ) 05. ( ‫االتصالية‬ ‫الطريقة‬ ) Metode Komunikatif Metode Audio-lingual
  • 6.
    Metode Gramatika-Terjemah (‫القواعد‬‫طريقة‬ ‫الترجمة‬ ‫و‬ ● Asumsi : “logika semesta” yang merupakan dasar semua bahasa di dunia ini, dan bahwa tata bahasa merupakan bagian dari filsafat dan logika. Belajar bahasa dengan demikian dapat memperkuat kemampuan berpikir logis, memecahkan masalah dan menghafal ● Bahasa pada dasarnya merupakan sistem tata bahasa, oleh karena itu menguasai tata bahasa menjadi syarat untuk dapat berbahasa. ● Bahasa ibu atau bahasa pertama merupakan sistem yang menjadi referensi untuk memperoleh kemahiran kedua
  • 7.
    ● Tujuan agarmampu membaca karya sastra dalam bahasa target, atau kitab keagamaan dalam kasus belajar bahasa Arab di Indonesia. ● Materi pelajaran terdiri atas: buku nahwu, kamus atau daftar kata, dan teks bacaan. ● Tata bahasa disajikan secara deduktif, yakni dimulai dengan penyajian kaidah diikuti dengan contoh-contoh, dan dijelaskan secara rinci dan panjang lebar. ● Kosa kata, kalimat, dan struktur diberikan berdasarkan keperluan untuk menjelaskan kaidah nahwu ● Teks bacaan berupa karya sastra klasik atau kitab keagamaan lama. ● Basis pembelajaran adalah penghafalan kaidah tata bahasa dan kosa kata, kemudian penerjemahan harfiah dari bahasa target ke bahasa pelajar dan sebaliknya ● Bahasa ibu pelajar digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar- mengajar ● Peran guru aktif sebagai penyaji materi. Peran pelajar pasif sebagai penerima materi Karakteristik
  • 8.
    ● Pelajar menguasaidalam arti hafal di luar kepala kaidah-kaidah tata bahasa dari bahasa asing yang dipelajari. ● Pelajar memahami isi detail bahan bacaan yang dipelajarinya dan mampu menerjemahkannya secara harfiah. ● Pelajar memahami karakteristik bahasa target dan banyak hal lainnya yang bersifat teoritis, kemudian dapat membandingkannya dengan karakteristik bahasa ibu. ● Metode ini memperkuat kemampuan pembelajar dalam mengingat dan menghafal ● Bisa dilaksanakan dalam kelas besar dan tidak menuntut kemampuan guru yang ideal, dalam arti memiliki keterampilan bahasa target yang dalam hal ini adalah bahasa Arab. Kelebihan dan Kekurangan
  • 9.
    ● Metode inilebih banyak mengajarkan tentang bahasa bukan mengajarkan kemahiran berbahasa. ● Hanya mengajarkan kemahiran membaca, sedikit kemahairan menulis, sedangkan kemahiran menyimak dan berbicara diabaikan. ● Terjemahan harfiah sering mengacaukan makna kalimat dalam konteks yang luas, dan hasil terjemahannya tidak lazim menurut citrarasa bahasa ibu siswa. ● Pelajar hanya mempelajari satu ragam bahasa, yaitu ragam bahasa tulis klasik, sedangkan bahasa tulis modern dan bahasa percakapan tidak diperoleh oleh siswa. ● Kosakata, struktur, dan ungkapan yang dipelajari oleh siswa mungkin sudah tidak dipakai lagi atau dipakai dalam arti yang berbeda dalam bahasa modern. Kekurangan
  • 10.
    “Metode Langsung (‫المباشرة‬ ‫الطريقة‬ )
  • 11.
    Asumsi Dikembangkan atas dasarasumsi bahwa proses belajar bahasa kedua atau bahasa asing sama dengan belajar bahasa ibu. Juga didasarkan atas asumsi yang bersumber dari hasil-hasil kajian psikologi asosiatif Pengajaran bahasa khususnya pengajaran kata dan kalimat harus dihubungkan langsung dengan benda, sampel atau gambarnya, atau melalui peragaan, permainan peran, dan lain sebagainya Dalam metode ini, pembelajar harus dibiasakan berpikir dalam bahasa target, oleh karena itu penggunaan bahasa ibu pembelajar dihindari sama sekali
  • 12.
    Karakteristik ● Tujuan utamanyaialah penguasaan bahasa target secara lisan agar pelajar bisa berkomunikasi dalam bahasa target. ● Materi pelajaran berupa buku teks yang berisi daftar kosa kata dan penggnaannya dalam kalimat. Kosa kata itu umumnya konkrit dan ada di lingkungan siswa. ● Kaidah-kaidah bahasa diajarkan secara induktif, yaitu berangkat dari contoh-contoh kemudian diambil kesimpulan. ● Kosa kata konkret diajarkan melalui deminstrasi, peragaan, benda langsung, dan gambar, sedangkan kata-kata abstrak melalui asosiasi, konteks, dan definisi.
  • 13.
    ● Kemampuan komunikasilisan dilatihkan secara cepat melalui tanya jawab yang terencana dalam pola interaksi yang bervariasi. ● Kemampuan berbicara dan meyimak kedua-duanya dilatihkan. ● Guru dan siswa sama-sama aktif, tapi guru berperan memberikan stimulus berupa contoh ucapan peragaan dan pertanyaan, sedangkan siswa harus merespon dalam bentuk menirukan, menjawab pertanyaan, memeragakan, dsb. ● Ketepatan pelafalan dan tata bahasa ditekankan. ● Bahasa target digunakan sebagai bahasa penpgantar secara ketat, dan penggunaan bahasa ibu pelajar dianggap sebagai pelanggaran. ● Kelas diciptakan sebagai lingkungan bahasa target buatan atau menyerupai ● “kolam bahasa”, tempat siswa berlatih bahasa target secara langsung.
  • 14.
    Kelebihan ● Pelajar terampilmenyimak dan berbicara ● Pelajar menguasai pelafalan dengan baik seperti atau mendekati penutur asli. ● Pelajar mengetahui banyak kosa kata dan pemakaiannya dalam kalimat. ● Pelajar memiliki keberanian dan spontanitas dalam berkomunikasi. ● Pelajar menguasai tata bahasa secara fungsional tidak sekedar teoritis.
  • 15.
    Kekurangan ● Pelajar lemahdalam kemampuan membaca pemahaman karena materi dan latihan ditekankan pada bahasa lisan. ● Memerlukan guru yang ideal dari segi keterampilan berbahasa dan kelincahan dalam penyajian pelajaran. ● Tidak bisa dilaksanakan dalam kelas besar. ● Tidak diperbolehkannya pemakainan bahasa ibu menyebabkan terbuangnya waktu untuk menjelaskan satu kata yang abstrak. ● Model latihan menirukan dan menghafalkan membosankan bagi siswa.
  • 16.
  • 17.
    Metode ini dikembangkanberdasarkan asumsi bahwa pengajaran bahasa tidak bisa bersifat multi- tujuan, dan bahwa kemampuan membaca adalah tujuan yang paling realistik ditinjau dari kebutuhan pembelajar bahasa asing dan kemudahan dalam pemerolehannya. Kemahiran membaca merupakan bekal bagi pembelajar untuk mengembangkan pengetahuannya secara mandiri. Dengan demikian asumsinya bersifat pragmatis, bukan filosofis teoritis.
  • 18.
    Karakteristik ● Tujuan utamanyaadalah kemahiran membaca ● Materi pelajaran berupa buku bacaan dengan daftar kosa kata dan pertanyaan-pertanyaan isi bacaan, buku bacaan penunjang untuk perluasan, buku latihan mengarang terbimbing dan percakapan. ● Basis kegiatan pembelajaran adalah memahami isi bacaan, didahului oleh pengenalan kosa kata pokok dan maknanya, kemudian mendiskusikan isi bacaan dengan bantuan guru. ● Pemahaman isi bacaan melalui proses analisis, tidak dengan penerjemahan harfiah, meskipun bahasa ibu boleh digunakan dalam mendiskusikan teks. ● Membaca diam lebih diutamakan daripada membaca keras ( ‫جهرية‬ ‫قراءة‬ ) ● Kaidah Bahasa diterangkan seperlunya tidak boleh berkepanjangan.
  • 19.
  • 20.
    ‫سؤال‬ 1) Pelajar terlatihmemahami bacaan dengan analisis, tidak melalui penerjemahan. 2) Pelajar menguasai kosa kata dengan baik. 3) Pelajar memahami penggunaan tata bahasa. ‫كلمة‬
  • 21.
  • 22.
    Definition of concepts 1 Pelajarlemah dalam keterampilan membaca nyaring. 3 Pelajar kurang terampil dalam mengarang bebas. 2 Pelajar tidak terampil menyimak dan berbicara, karena yang menjadi perhatian utama adalah keterampilan membaca 4 Kosa kata yang dikenalkan hanya yang terkait bacaan, maka pelajar lemah dalam memahami teks yang berbeda.
  • 23.
    Ajarkan bahasa danjangan mengajarkan tentang bahasa juga merupakan prinsip dasar dalam metode ini. Oleh karena itu pelajaran bahasa harus diisi dengan kegiatan berbahasa bukan kegiatan mempeljari kaidah-kaidah bahasa. Metode Audio-lingual ( ‫الشفوية‬ ‫السمعية‬ ‫الطريقة‬ )
  • 24.
    Bahasa itu pertama-tamaadalah ujaran. Oleh karena itu pengajaran bahasa harus dimulai dengan memperdengarkan bunyi-bunyi bahasa dalam bentuk kata atau kalimat kemudian mengucapkannya, sebelum pelajaran membaca dan menulis. Asumsi lain dari metode ini adalah bahwa bahasa adalah kebiasaan. Suatu perilaku akan menjadi kebiasaan apabila diulang berkali-kali. Oleh karena itu, pengajaran bahasa harus dilakukan dengan teknik pengualangan atau repetisi. ASUMSI
  • 25.
    Bahasa-bahasa di duniaini berbeda satu sama lain. Oleh karena itu, pemilihan bahan ajar harus berbasis hasil analisis kontrastif, antara bahasa ibu pelajar dan bahasa target yang sedang dipelajarinya Metode ini didasarkan juga oleh teori tata bahasa struktural. Dalam teori ini, struktur tata bahasa dianggap sama dengan pola-pola kalimat. ASUMSI
  • 26.
    ‫كلمات‬ ‫أعداد‬ ‫ألعاب‬ write your answerhere write your answer here write your answer here ✔ ✘ ? Karakteristik Metode Audiolingual
  • 27.
    - Tujuan pengajarannyaadalah penguasaan empat keterampilan berbahasa secara seimbang - Urutan penyajiannya adalah meyimak dan berbicara baru kemudian membaca dan menulis - Model kalimat bahasa asing diberikan dalam bentuk percakapan untuk dihafalkan. - Penguasaan pola kalimat dilakukan dengan latihan-latihan pola. Latihan atau drill mengikuti urutan stimulus – response – reinforcement. - Kosa kata itu dibatasi secara ketat dan selalu dihubungkan dengan konteks kalimat atau ungkapan, bukan sebagai kata-kata lepas ynag berdiri sendiri. - Pengajaran system bunyi secara sistematis agar dapat dipraktekkan oelh pelajar, dengan teknik demonstrasi , peniruan, komparasi, kontras, dan lain-lain. - Pelajaran menulis merupakan representasi dari pelajaran berbicara. Jadi, pelajaran menulis terdiri dari pola kalimat dan kosa kata yang sudah dipelajari secara lisan.
  • 28.
    Kekurangan 1) Respon pelajarcenderung mekanistis, sering tidak mengetahui atau tidak memikirkan makna ujaran yang diucapkan. 2) Pelajar bisa berkomunikasi dengan lancar hanya apabila kalimat yang digunakan telah dilatihkan sebelumnya di dalam kelas. 3) Makna kalimat yang diajarkan biasanya terlepas dari konteks, sehingga pelajar hanya memahami satu makna, padahal satu kalimat atau ungkapan bisa mempunyai beberapa makna. Kelebihan 1) Para pelajar memiliki keterampilan pelafalan yang bagus. 2) Terampil membuat pola-pola kalimat baku yang sudah dilatihkan. 3) Dapat melakukan komunikasi lisan denagn struktur yang benar karena latihan menyimak, latihan berbicara, dna dril-dril pola kalimat yang intensif. 4) Suasana kelas hidup karena para pelajar tidak tinggal diam, harus terus menerus merespon stimulus guru. ‫مشكلة‬ ‫المحلول‬
  • 29.
    Metode Komunikatif (‫االتصالية‬ ‫الطريقة‬ )
  • 30.
    Setiap manuisa memilikikemmapuan bawaan yang disebut dengan “alat pemerolehan bahasa”. Oleh karena itu kemampuan berbahasa bersifat kreatif fan lebih ditentuakan oleh faktor internal Asumsi berikutnya ialah bahwa penggunaan bahasa tidak hanya terdiri atas empat keterampilan berbahasa, tapi mencakup beberapa kemampuan dalam kerangka komunikatif yang luas, sesuai dengan peran dari partisipan, situasi, dan tujuan interaksi. Asumsi yang lain ialah bahwa belajar bahasa kedua dan bahasa asing sama seperti belajar bahasa pertama, yaitu berangkat dari kebutuhan dan minat pelajar. Oleh karena itu analisis kebutuhan dan minat pelajar merupakan landasan dalam pengembangan materi pelajaran. Asumsi
  • 31.
  • 32.
    1) Tujuan pengajarannyaialah mengembangkan kompetensi. Pelajar berkomunikasi dengan bahasa target dalam konteks komunikatif yang sesungguhnya atau dalam situasi kehidupan yang nyata. 2) Salah satu konsep dasar dalam komunikatif adalah kebermaknaan dari setiap bentuk bahasa yang dipelajari dan keterkaitan bentuk, ragam, dan makna bahasa dengan situasi dan konteks berbahasa itu. 3) Dalam proses belajar mengajar, siswa bertindak sebagai komunikator yang berperan aktif dalam aktivitas komunikatif yang sesungguhnya. Sedangkan pengajar memprakarsai dan merancang berbagai pola interaksi antar siswa, dan berperan sebagai fasilitator. 4) Aktivitas dalam kelas diwarnai secara nyata dan dominan oleh kegiatan-kegiatan komunikatif, bukan dril-dril manipulatif dan peniruan-peniruan tanpa makna.
  • 33.
    5) Materi yangdisajikan bervariasi, tidak hanya mengandalkan buku teks, tapi ditekankan pada bahan- bahan otentik. 6) Penggunaan bahasa ibu dalam kelas tidak dilarang, tapi diminimalkan. 7) Dalam komunikatif, kesilapan siswa ditoleransi untuk mendorong keberanian siswa berkomunikasi. 8) Evaluasi dalam komunikatif ditekankan pada kemampuan menggunakan bahasa dalam kehidupan nyata, bukan pada penggunaan struktur bahasa .
  • 34.
    Desktop Software 1)Pelajar termotivasi dalambelajar karena pada hari pertama pelajaran langsung dapat berkomunikasi dengan bahasa target. 2)Pelajar lancar berkomunikasi, dalam arti menguasai kompetensi gramatikal, sosiolinguistik, wacana, dan strategis. 3)Suasana kelas menjadi hidup. Kelebihan
  • 35.
    Desktop Software 1) Memerlukan guruyang menguasai keterampilan komunikatif secara memadai dalam bahasa target. 2) Kemampuan membaca, dalam keterampilan tingkat ambang tidak mendapatkan porsi yang cukup. 3) Loncatan langsung ke aktivitas komunikatif bisa menyulitkan siswa pada tingkat permulaan. Kekurangan
  • 36.
    Metode Eklektik ( ‫االنتقائي‬‫الطريقة‬ ‫ة‬ )
  • 37.
    ASUMSI Pengajaran bahasa tidakbisa bersifat multi-tujuan, dan bahwa kemampuan membaca adalah tujuan yang paling realistik ditinjau dari kebutuhan pembelajar bahasa asing dan kemudahan dalam pemerolehannya. Kemahiran membaca merupakan bekal bagi pembelajar untuk mengembangkan pengetahuannya secara mandiri
  • 38.
    Asumsi 1) tidak adametode yang ideal karena masing-masing mempunyai segi-segi kekuatan dan kelemahan 2) setiap metode mempunyai kekuatan yang bisa dimanfaatkan untuk mengefektifkan pengajaran 3) lahirnya metode baru harus dilihat tidak sebagai penolakan kepada metode lama, melainkan sebagai penyempurnaan 4) tidak ada satu metode yang cocok untuk semua tujuan, semua guru, semua siswa, dan semua program pengajaran 5) yang terpenting dalam pengajaran adalah memenuhi kebutuhan pelajar, bukan memenuhi kebutuhan suatu metode, 6) setiap guru memiliki kewenangan dan kebebasan untuk memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan pelajar.