 Pada dasarnya, komputer baru bisa bekerja
kalau ada aliran listrik yang mengalir
didalamnya.
 Dalam hal ini, aliran listrik yang mengalir
ternyata memiliki dua kondisi, yaitu kondisi
ON yang berarti ada arus listrik, dan kondisi
OFF yang berarti tidak ada arus listrik.
 Berdasar hal tersebut kemudian dibuat
perjanjian, bahwa kondisi ON diberi lambang
1 (angka satu), dan kondisi OFF diberi
lambang 0 (angka nol).
 Seluruh data yang berupa angka, abjad
ataupun special character kemudian ditulis
dalam rangkaian kombinasi 0 dan 1, misal
angka 5 ditulis dalam bentuk 000101 dan
huruf D ditulis dalam 110100.
 Pabrik komputer membuat seluruh
terjemahan ini dalam bentuk rangkaian
elektronik yang tersimpan didalamnya.
 Ada beberapa sistem bilangan yang
digunakan dalam sistem digital. Yang paling
umum adalah sistem bilangan desimal, biner,
oktal dan heksadesimal
 Sistem bilangan desimal merupakan sistem
bilangan yang paling familier dengan kita
karena berbagai kemudahannya yang kita
pergunakan sehari – hari.
 basis/radix ,
 absolute digit dan
 positional value
 Bilangan dasar =
2(binary/biner),
8 (oktal) ,
10 (desimal) ,
16 (heksa desimal).
nilai mutlak dari masing-masing digit bilangan
Penimbang/bobot dari masing-masing digit
bilangan tergantung letak dan posisinya
Yaitu nilai basis di pangkatkan dengan urutan
posisinya.
 1. BINER (radiks / basis 2)
* Notasi : (n)2
* Simbol : angka 0 dan 1
2. OKTAL (radiks / basis 8)
* Notasi : (n)8
* Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7
3. DESIMAL (radiks / basis 10)
* Notasi : (n)10
* Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
4. HEKSADESIMAL (radiks / basis 16)
* Notasi : (n)16
* Simbol : angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B, C,D,E,F
 Penjumlahan untuk angka desimal :
1) digit dari bilangan desimal ditambahkan
satu per satu dari kanan kekiri
2) Bila Hasil penjumlahan antar kolom
melebihi 9 maka hasil penjumlahan dikurangi
nilai 10. dan carry of dijumlahkan dengan
digit pada kolom sebelah kiri.
 Penjumlahan biner :
Penjumlahan dengan biner sama dengan penjumlahan
desimal :
Sistem bilangan desimal kurang serasi digunakan pada
sistem digital karena sulit untuk mendesain rangkaian
elektronik sedemikian rupa sehingga dapat bekerja
dengan 10 level tegangan yang berbeda ( 0 – 9 ).
Sebaliknya akan lebih mudah mendesain rangkaian
elektronik yang beroperasi dengan hanya menggunakan 2
level tegangan saja. Untuk alasan ini hampir semua sistem
digital menggunakan sistem bilangan biner ( dasar 2 )
sebagai dasar operasinya. Pada sistem biner hanya
digunakan dua simbol / nilai digit yang mungkin yakni : 0
dan 1.
 Ikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Tuliskan bilangan biner dengan lengkap
2. Tulis deret bilangan : 1,2,4,8,16,32,64,
…..dst, di bawah bilangan biner
dimulai dari bit paling kanan (LSB )
3. Coret semua bilangan desimal yang
bertepatan dengan digit biner 0.
4. Jumlahkan seluruh bilangan desimal yang
masih tersisa .
 Dalam sistem digital selain bilangan biner
juga digunakan sistem bilangan octal, namun
sistem ini tidak dipakai dalam perhitungan
melainkan untuk memendekkan bilangan
biner saja. Bilangan octal dikenal dengan
sistem bilangan dasar delapan. Berikut
diberikan tabel yang memuat perbandingan
antara bilangan: Desimal,Biner dan Octal
 Konversi dilakukan dengan membagi delapan
bilangan desimal hingga bilangan desimal
habis dibagi dan sisanya dituliskan disebelah
kanannya ( seperti konversi desimal ke biner
).
 Proses perubahannya dilakukan dengan
mengelompokkan bilangan – bilangan biner
menjadi beberapa group , dimana setiap
group terdiri dari 3 bit biner dan dimulai dari
LSB.
Langkah berikutnya mengkonversi setiap
kelompok kedalam bentuk octal
 Sistem bilangan ini dikenal dengan basis
enam belas . Seperti halnya octal, hexa juga
dipergunakan untuk memendekkan
persamaan-persamaan bilangan biner.
Berikut tabel komparasi antara Biner , Octal
dan Hexa.
 Sistem operasi hexa desimal sama seperti
sistem bilangan yang lain.
Konversi Hexa ke Desimal
Konversi Hexa ke Desimal berlangsung sama
seperti bilangan yang lainnya,melainkan
menggunakan bilangan dasar 16.
 Konversi Desimal ke Hexa
Bilangan decimal dapat diubah kedalam
bentuk Hexa menggunakan pembagian
dengan factor pembagi 16. Hasilnya berupa
sisa yang diterjahkan kedalam bentuk hexa
yang dibaca dari bawah ke atas
Metnum 2013 sistem bilangan
Metnum 2013 sistem bilangan

Metnum 2013 sistem bilangan

  • 2.
     Pada dasarnya,komputer baru bisa bekerja kalau ada aliran listrik yang mengalir didalamnya.  Dalam hal ini, aliran listrik yang mengalir ternyata memiliki dua kondisi, yaitu kondisi ON yang berarti ada arus listrik, dan kondisi OFF yang berarti tidak ada arus listrik.  Berdasar hal tersebut kemudian dibuat perjanjian, bahwa kondisi ON diberi lambang 1 (angka satu), dan kondisi OFF diberi lambang 0 (angka nol).
  • 3.
     Seluruh datayang berupa angka, abjad ataupun special character kemudian ditulis dalam rangkaian kombinasi 0 dan 1, misal angka 5 ditulis dalam bentuk 000101 dan huruf D ditulis dalam 110100.  Pabrik komputer membuat seluruh terjemahan ini dalam bentuk rangkaian elektronik yang tersimpan didalamnya.
  • 4.
     Ada beberapasistem bilangan yang digunakan dalam sistem digital. Yang paling umum adalah sistem bilangan desimal, biner, oktal dan heksadesimal  Sistem bilangan desimal merupakan sistem bilangan yang paling familier dengan kita karena berbagai kemudahannya yang kita pergunakan sehari – hari.
  • 5.
     basis/radix , absolute digit dan  positional value
  • 7.
     Bilangan dasar= 2(binary/biner), 8 (oktal) , 10 (desimal) , 16 (heksa desimal).
  • 8.
    nilai mutlak darimasing-masing digit bilangan
  • 9.
    Penimbang/bobot dari masing-masingdigit bilangan tergantung letak dan posisinya Yaitu nilai basis di pangkatkan dengan urutan posisinya.
  • 11.
     1. BINER(radiks / basis 2) * Notasi : (n)2 * Simbol : angka 0 dan 1 2. OKTAL (radiks / basis 8) * Notasi : (n)8 * Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 3. DESIMAL (radiks / basis 10) * Notasi : (n)10 * Simbol : angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9 4. HEKSADESIMAL (radiks / basis 16) * Notasi : (n)16 * Simbol : angka 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B, C,D,E,F
  • 12.
     Penjumlahan untukangka desimal : 1) digit dari bilangan desimal ditambahkan satu per satu dari kanan kekiri 2) Bila Hasil penjumlahan antar kolom melebihi 9 maka hasil penjumlahan dikurangi nilai 10. dan carry of dijumlahkan dengan digit pada kolom sebelah kiri.
  • 14.
     Penjumlahan biner: Penjumlahan dengan biner sama dengan penjumlahan desimal : Sistem bilangan desimal kurang serasi digunakan pada sistem digital karena sulit untuk mendesain rangkaian elektronik sedemikian rupa sehingga dapat bekerja dengan 10 level tegangan yang berbeda ( 0 – 9 ). Sebaliknya akan lebih mudah mendesain rangkaian elektronik yang beroperasi dengan hanya menggunakan 2 level tegangan saja. Untuk alasan ini hampir semua sistem digital menggunakan sistem bilangan biner ( dasar 2 ) sebagai dasar operasinya. Pada sistem biner hanya digunakan dua simbol / nilai digit yang mungkin yakni : 0 dan 1.
  • 16.
     Ikuti langkah-langkahberikut ini : 1. Tuliskan bilangan biner dengan lengkap 2. Tulis deret bilangan : 1,2,4,8,16,32,64, …..dst, di bawah bilangan biner dimulai dari bit paling kanan (LSB ) 3. Coret semua bilangan desimal yang bertepatan dengan digit biner 0. 4. Jumlahkan seluruh bilangan desimal yang masih tersisa .
  • 18.
     Dalam sistemdigital selain bilangan biner juga digunakan sistem bilangan octal, namun sistem ini tidak dipakai dalam perhitungan melainkan untuk memendekkan bilangan biner saja. Bilangan octal dikenal dengan sistem bilangan dasar delapan. Berikut diberikan tabel yang memuat perbandingan antara bilangan: Desimal,Biner dan Octal
  • 20.
     Konversi dilakukandengan membagi delapan bilangan desimal hingga bilangan desimal habis dibagi dan sisanya dituliskan disebelah kanannya ( seperti konversi desimal ke biner ).
  • 21.
     Proses perubahannyadilakukan dengan mengelompokkan bilangan – bilangan biner menjadi beberapa group , dimana setiap group terdiri dari 3 bit biner dan dimulai dari LSB. Langkah berikutnya mengkonversi setiap kelompok kedalam bentuk octal
  • 23.
     Sistem bilanganini dikenal dengan basis enam belas . Seperti halnya octal, hexa juga dipergunakan untuk memendekkan persamaan-persamaan bilangan biner. Berikut tabel komparasi antara Biner , Octal dan Hexa.
  • 25.
     Sistem operasihexa desimal sama seperti sistem bilangan yang lain. Konversi Hexa ke Desimal Konversi Hexa ke Desimal berlangsung sama seperti bilangan yang lainnya,melainkan menggunakan bilangan dasar 16.
  • 27.
     Konversi Desimalke Hexa Bilangan decimal dapat diubah kedalam bentuk Hexa menggunakan pembagian dengan factor pembagi 16. Hasilnya berupa sisa yang diterjahkan kedalam bentuk hexa yang dibaca dari bawah ke atas