ATMO-
SPHERE
DISAMPAIKAN PADA PERTEMUAN ... SMT 2
PENGERTIAN
Atmosfer adalah lapisan udara yang
mengelilingi bumi. Udara untuk
kehidupan sehari-hari terdapat di
atmosfer. Atmosfer juga merupakan
penghambat bagi benda-benda angkasa
yang bergerak melaluinya sehingga
sebagian meteor yang melalui atmosfer
akan menjadi panas dan hancur sebelum
mencapai permukaan bumi.
LAPISAN ATMOSFER MERUPAKAN
CAMPURAN DARI GAS YANG TIDAK TAMPAK
DAN TIDAK BERWARNA.
TIDAK BERBAU NAMUN DAPAT DIRASAKAN
(ANGIN).
EMPAT GAS UTAMA
DALAM UDARA KERING :
Macam gas Volume %
Nitrogen(N2)
Oksigen (O2)
Argon (Ar)
Karbon dioksida (CO2)
78,088
20,049
0,930
0,030
Total keseluruhan 99,097
0,903% lainnya: neon, helium, ozon, hidrogen, dll
B. STRUKTUR FISIK
ATMOSFER
Pengertian dari masing-masing lapisan atmosfer, (troposfer,
Stratosfer, Mesosfer, Thermosfer, Eksosfer)
Ketebalan, suhu, dan fenomena
LENGKAPI BAGAN KOSONG
BERIKUT:
FENOMENA GEJALA
OPTIK DI ATMOSFER
B. IKLIM DAN CUACA
1. Pengertian
Iklim : Kondisi rata rata wilayah dalam kurun waktu yang
lama, dan meliputi wilayah yang luas, butuh data curah hujan
30 tahun
Cuaca: Kondisi atmosfer pada waktu tertentu, di daerah yang
sempit, dan berubah-ubah
2. UNSUR CUACA DAN
IKLIM
a. Penyinaran matahari
a. Alat: Campbell stroke
b. Jenis: Konveksi, adveksi, konduksi
b. Suhu udara
a. Gradien suhu: setiap naik 100 m suhu turun 0,6o
C, setiap
turun 100 m suhu naik 0,6o
C
b. Alat: Termometer
c. Tekanan udara
a. Isobar: garis yang menghubungkan tempat tempat
dengan tekanan yang sama
b. Alat: Barometer
d. Angin
1. Jenis: darat, laut,
muson, fohn
2. Alat: Handcup
anemometer
e. Kelembaban udara
1. Jenis: mutlak dan nisbi
2. Alat: Hygrometer
f. Hujan
1. Jenis: Orografis,
Konveksi, Frontal
2. Alat: Ombrometer
g. Awan
1. Tinggi: Cirrostratus,
cirrrocumulus
2. Menengah: Altostratus,
Altocumulus
3. Rendah: stratus,
cumulus
4. Hujan: Nimbostratus,
Cumulonimbus
Hujan Frontal
Hujan Orografis
Hujan Konveksi/Naik
Tropis/Ekuatorial/
Zenithal
ALTO CUMULUS
Cirrus
CIRRO CUMULUS cumulus
Cirro stratus stratus
cirrus
OMBROMETER
HAND CUP
ANEMOMETER
HYGROMETER DAN
THERMOMETER
BAROMETER
C. KLASIFIKASI TIPE IKLIM
DAN POLA IKLIM GLOBAL
1. Iklim matahari
IKLIM FISIS
1. Laut
2. Darat
3. Gunung
4. Musim
IKLIM KOPPEN
Koppen membagi iklim dalam 5 daerah iklim,
dinyatakan dengan simbol huruf.
1. Iklim A (Iklim Hujan Tropis)
2. Iklim B (Iklim Kering/Gurun)
3. Iklim C (Iklim Sedang)
4. Iklim D (Iklim Salju atau Mikrothermal)
5. Iklim E atau iklim Kutub
Huruf kedua menunjukkan tingkat
kelembapan, tingkat kekeringan, atau
kebekuan wilayah. Untuk tipe iklim A, C, dan
D huruf keduanya antara lain:
6. Huruf f menunjukkan lembap, ditandai
dengan curah hujan cukup setiap bulan dan
tidak terdapat musim kering;
7. Huruf w menandai periode musim kering
jatuh pada musim dingin (winter);
8. Huruf s menandai periode musim kering
jatuh pada musim panas (summer);
9. Huruf m menunjukkan muson, ditandai
dengan adanya musim kering yang jelas
walaupun periodenya pendek.
Khusus untuk tipe iklim B, huruf keduanya
adalah:
• Huruf s (steppa atau semi arid), ditandai
dengan rata-rata curah hujan tahunan
berkisar antara 380 mm - 760 mm, dan
• Huruf w (gurun atau arid), ditandai
dengan rata-rata curah hujan tahunan
kurang dari 250 mm.
Khusus untuk tipe iklim E, huruf keduanya
adalah:
a. huruf t artinya tundra;
b. huruf f artinya salju abadi (senantiasa
tertutup es);
c. huruf h artinya iklim salju
pegunungan tinggi.
Kombinasi dari kedua kelompok huruf dalam
sistem penggolongan iklim Koppen adalah
sebagai berikut.
Af : iklim hutan hujan tropis. (Sumatera,
Kalimantan, Papua, Jawa bagian barat)
Aw : iklim savana tropis (nusa tenggara
timur).
Am : pertengahan antara iklim hutan hujan
tropis dan savana. (Hutan musim: jawa
bagian timur, bali, nusa tenggara barat)
BS : iklim steppa.
BW : iklim gurun.
IKLIM
SCHMIDT -
FERGUSON
Iklim Schmidt-Ferguson
sering disebut Q model
karena didasarkan atas
nilai indeks nilai Q yang
dihitung berdasarkan
rumus sebagai berikut:
Klasifikasi
Bulan kering: < 30 mm
Bulan lembab: 30-60 mm
Bulan basah: > 60 mm
IKLIM OLDEMAN
Oldeman membagi 5 daerah agroklimat utama, yaitu:
A : Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan.
B : Jika terdapat 7 – 9 bulan basah berurutan.
C : Jika terdapat 5 – 6 bulan basah berurutan.
D : Jika terdapat 3 – 4 bulan basah berurutan.
E : Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan.
Bulan basah 200mm
IKLIM F. JUNGHUHN
Junghuhn mengklasifikasi daerah iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai dengan
kehidupan tumbuh-tumbuhan.
Pembagian daerah iklim tersebut adalah:
1. Daerah panas/tropis, Tinggi tempat : 0 - 600 m dari permukaan laut, Suhu : 26,3o
C - 22o C, Tanaman : padi, jagung, kelapa, tebu.
2. Daerah sedang, Tinggi tempat : 600 m - 1500 m dari permukaan laut, Suhu : 22o
C - 17,1o C, Tanaman : tembakau, kopi, coklat.
3. Daerah sejuk, Tinggi tempat : 1500 - 2500 m dari permukaan laut, Suhu : 17,1o C
- 11,1o C, Tanaman :teh, kina, sayur-sayuran
4. Daerah dingin, Tinggi tempat : lebih dari 2500 m dari permukaan laut, Suhu :
11,1o C - 6,2o C, Tanaman : Tidak ada tanaman budidaya.
1. IKLIM DI INDONESIA
a. Indonesia dipengaruhi iklim musim, iklim laut, dan iklim
panas
b. Ketiganya berpengaruh terhadap tingginya curah ujan,
sesuai untuk kegiatan pertanian
c. Indonesia diapit dua benua, menyebabkan Indonesia
dipengaruhi oleh angin muson
2. Hubungan tipe iklim dan bentang alam
d. Hutan tropis
e. Hutan musim
f. Sabana
g. Stepa
3. PENGARUH CUACA
DAN IKLIM
a. Sosial dan budaya
b. Pertanian
c. Telekomunikasi
d. Industri
e. Transportasi
f. Pariwisata
E. PENGARUH PERUBAHAN IKLIM
GLOBAL TERHADAP KEHIDUPAN
1. Pemanasan global
2. El Nino dan La Nina
3. Dampak perubahan iklim terhadap kehidupan
a. Permukaan air laut naik
b. Terjadinya bencana alam ekstrem
c. Infiltrasi air laut
d. Kebakaran hutan
e. Perubahan unsur-unsur cuaca dan iklim
f. Terganggunya keseimbangan ekosistem
F. LEMBAGA YANG MENYEDIAKAN
DAN MEMANFAATKAN DATA
ATMOSFER
1. BMKG
2. Lapan
D. KARAKTERISTIK
IKLIM DI INDONESIA
DAN PENGARUHNYA
TERHADAP AKTIVITAS
MANUSIA
Cirrus 1, 20, 21
Cirro stratus 2,19, 22
Cirro cumulus 3,18, 23
Alto cumulus 4,17, 24
Alto stratus 5, 16, 25
Strato cumulus 6, 15, 26
Stratus 7, 14, 27
Nimbo stratus 8,13 , 28, 33
Cummulus 9, 12, 29, 32
Cumulo nimbus 10, 11, 30, 31
MINGGU DEPAN
Cari: Pola Iklim Global
PETA POTENSI CURAH HUJAN
Unsur cuaca yang ditampilkan: curah hujan
Faktor penyebab: penguapan dari perairan
Akibat pada manusia: curah hujan yang sangat tinggi dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor
Lokasi: pantai barat Sumatera, ujung utara Sumatera, pantai selatan dan utara Papua
PETA TINGGI DAN ARAH GELOMBANG
PETA ANALISIS CURAH HUJAN
CITRA SATELIT PEMUSATAN AWAN
PETA PRAKIRAAN ANGIN

Metklim.pptxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

  • 1.
  • 8.
    PENGERTIAN Atmosfer adalah lapisanudara yang mengelilingi bumi. Udara untuk kehidupan sehari-hari terdapat di atmosfer. Atmosfer juga merupakan penghambat bagi benda-benda angkasa yang bergerak melaluinya sehingga sebagian meteor yang melalui atmosfer akan menjadi panas dan hancur sebelum mencapai permukaan bumi.
  • 9.
    LAPISAN ATMOSFER MERUPAKAN CAMPURANDARI GAS YANG TIDAK TAMPAK DAN TIDAK BERWARNA. TIDAK BERBAU NAMUN DAPAT DIRASAKAN (ANGIN).
  • 10.
    EMPAT GAS UTAMA DALAMUDARA KERING : Macam gas Volume % Nitrogen(N2) Oksigen (O2) Argon (Ar) Karbon dioksida (CO2) 78,088 20,049 0,930 0,030 Total keseluruhan 99,097 0,903% lainnya: neon, helium, ozon, hidrogen, dll
  • 11.
    B. STRUKTUR FISIK ATMOSFER Pengertiandari masing-masing lapisan atmosfer, (troposfer, Stratosfer, Mesosfer, Thermosfer, Eksosfer) Ketebalan, suhu, dan fenomena
  • 12.
  • 13.
  • 14.
    B. IKLIM DANCUACA 1. Pengertian Iklim : Kondisi rata rata wilayah dalam kurun waktu yang lama, dan meliputi wilayah yang luas, butuh data curah hujan 30 tahun Cuaca: Kondisi atmosfer pada waktu tertentu, di daerah yang sempit, dan berubah-ubah
  • 15.
    2. UNSUR CUACADAN IKLIM a. Penyinaran matahari a. Alat: Campbell stroke b. Jenis: Konveksi, adveksi, konduksi b. Suhu udara a. Gradien suhu: setiap naik 100 m suhu turun 0,6o C, setiap turun 100 m suhu naik 0,6o C b. Alat: Termometer c. Tekanan udara a. Isobar: garis yang menghubungkan tempat tempat dengan tekanan yang sama b. Alat: Barometer
  • 17.
    d. Angin 1. Jenis:darat, laut, muson, fohn 2. Alat: Handcup anemometer e. Kelembaban udara 1. Jenis: mutlak dan nisbi 2. Alat: Hygrometer f. Hujan 1. Jenis: Orografis, Konveksi, Frontal 2. Alat: Ombrometer g. Awan 1. Tinggi: Cirrostratus, cirrrocumulus 2. Menengah: Altostratus, Altocumulus 3. Rendah: stratus, cumulus 4. Hujan: Nimbostratus, Cumulonimbus
  • 18.
    Hujan Frontal Hujan Orografis HujanKonveksi/Naik Tropis/Ekuatorial/ Zenithal
  • 19.
  • 20.
    CIRRO CUMULUS cumulus Cirrostratus stratus cirrus
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    C. KLASIFIKASI TIPEIKLIM DAN POLA IKLIM GLOBAL 1. Iklim matahari
  • 27.
    IKLIM FISIS 1. Laut 2.Darat 3. Gunung 4. Musim
  • 28.
    IKLIM KOPPEN Koppen membagiiklim dalam 5 daerah iklim, dinyatakan dengan simbol huruf. 1. Iklim A (Iklim Hujan Tropis) 2. Iklim B (Iklim Kering/Gurun) 3. Iklim C (Iklim Sedang) 4. Iklim D (Iklim Salju atau Mikrothermal) 5. Iklim E atau iklim Kutub Huruf kedua menunjukkan tingkat kelembapan, tingkat kekeringan, atau kebekuan wilayah. Untuk tipe iklim A, C, dan D huruf keduanya antara lain: 6. Huruf f menunjukkan lembap, ditandai dengan curah hujan cukup setiap bulan dan tidak terdapat musim kering; 7. Huruf w menandai periode musim kering jatuh pada musim dingin (winter); 8. Huruf s menandai periode musim kering jatuh pada musim panas (summer); 9. Huruf m menunjukkan muson, ditandai dengan adanya musim kering yang jelas walaupun periodenya pendek. Khusus untuk tipe iklim B, huruf keduanya adalah: • Huruf s (steppa atau semi arid), ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan berkisar antara 380 mm - 760 mm, dan • Huruf w (gurun atau arid), ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan kurang dari 250 mm. Khusus untuk tipe iklim E, huruf keduanya adalah: a. huruf t artinya tundra; b. huruf f artinya salju abadi (senantiasa tertutup es); c. huruf h artinya iklim salju pegunungan tinggi.
  • 29.
    Kombinasi dari keduakelompok huruf dalam sistem penggolongan iklim Koppen adalah sebagai berikut. Af : iklim hutan hujan tropis. (Sumatera, Kalimantan, Papua, Jawa bagian barat) Aw : iklim savana tropis (nusa tenggara timur). Am : pertengahan antara iklim hutan hujan tropis dan savana. (Hutan musim: jawa bagian timur, bali, nusa tenggara barat) BS : iklim steppa. BW : iklim gurun.
  • 30.
    IKLIM SCHMIDT - FERGUSON Iklim Schmidt-Ferguson seringdisebut Q model karena didasarkan atas nilai indeks nilai Q yang dihitung berdasarkan rumus sebagai berikut: Klasifikasi Bulan kering: < 30 mm Bulan lembab: 30-60 mm Bulan basah: > 60 mm
  • 31.
    IKLIM OLDEMAN Oldeman membagi5 daerah agroklimat utama, yaitu: A : Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan. B : Jika terdapat 7 – 9 bulan basah berurutan. C : Jika terdapat 5 – 6 bulan basah berurutan. D : Jika terdapat 3 – 4 bulan basah berurutan. E : Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan. Bulan basah 200mm
  • 32.
    IKLIM F. JUNGHUHN Junghuhnmengklasifikasi daerah iklim di Pulau Jawa secara vertikal sesuai dengan kehidupan tumbuh-tumbuhan. Pembagian daerah iklim tersebut adalah: 1. Daerah panas/tropis, Tinggi tempat : 0 - 600 m dari permukaan laut, Suhu : 26,3o C - 22o C, Tanaman : padi, jagung, kelapa, tebu. 2. Daerah sedang, Tinggi tempat : 600 m - 1500 m dari permukaan laut, Suhu : 22o C - 17,1o C, Tanaman : tembakau, kopi, coklat. 3. Daerah sejuk, Tinggi tempat : 1500 - 2500 m dari permukaan laut, Suhu : 17,1o C - 11,1o C, Tanaman :teh, kina, sayur-sayuran 4. Daerah dingin, Tinggi tempat : lebih dari 2500 m dari permukaan laut, Suhu : 11,1o C - 6,2o C, Tanaman : Tidak ada tanaman budidaya.
  • 33.
    1. IKLIM DIINDONESIA a. Indonesia dipengaruhi iklim musim, iklim laut, dan iklim panas b. Ketiganya berpengaruh terhadap tingginya curah ujan, sesuai untuk kegiatan pertanian c. Indonesia diapit dua benua, menyebabkan Indonesia dipengaruhi oleh angin muson 2. Hubungan tipe iklim dan bentang alam d. Hutan tropis e. Hutan musim f. Sabana g. Stepa
  • 34.
    3. PENGARUH CUACA DANIKLIM a. Sosial dan budaya b. Pertanian c. Telekomunikasi d. Industri e. Transportasi f. Pariwisata
  • 35.
    E. PENGARUH PERUBAHANIKLIM GLOBAL TERHADAP KEHIDUPAN 1. Pemanasan global 2. El Nino dan La Nina 3. Dampak perubahan iklim terhadap kehidupan a. Permukaan air laut naik b. Terjadinya bencana alam ekstrem c. Infiltrasi air laut d. Kebakaran hutan e. Perubahan unsur-unsur cuaca dan iklim f. Terganggunya keseimbangan ekosistem
  • 36.
    F. LEMBAGA YANGMENYEDIAKAN DAN MEMANFAATKAN DATA ATMOSFER 1. BMKG 2. Lapan
  • 37.
    D. KARAKTERISTIK IKLIM DIINDONESIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP AKTIVITAS MANUSIA
  • 40.
    Cirrus 1, 20,21 Cirro stratus 2,19, 22 Cirro cumulus 3,18, 23 Alto cumulus 4,17, 24 Alto stratus 5, 16, 25 Strato cumulus 6, 15, 26 Stratus 7, 14, 27 Nimbo stratus 8,13 , 28, 33 Cummulus 9, 12, 29, 32 Cumulo nimbus 10, 11, 30, 31
  • 42.
  • 43.
    PETA POTENSI CURAHHUJAN Unsur cuaca yang ditampilkan: curah hujan Faktor penyebab: penguapan dari perairan Akibat pada manusia: curah hujan yang sangat tinggi dapat menimbulkan banjir dan tanah longsor Lokasi: pantai barat Sumatera, ujung utara Sumatera, pantai selatan dan utara Papua
  • 44.
    PETA TINGGI DANARAH GELOMBANG
  • 45.
  • 46.
  • 47.