Nur Hamid, S.Pd.
TEKNIK SEPEDA MOTOR
Kebocoran Arus
Adanya kebocoran arus listrik menyebabkan
baterai mengalami pengosongan, sehingga bila
kendaraan lama tidak digunakan maka energi
listrik yang tersimpan pada baterai dapat
berkurang cukup banyak sehingga mesin sulit
dihidupkan.
 Langkah untuk memeriksa kebocoran arus listrik
adalah sebagai berikut:
1) Matikan seluruh beban kelistrikan
2) Lepas kabel baterai negatif
3) Pasang amper meter dengan skala ukur 35 mA
4) Baca hasil pengukuran
5) Besar kebocoran arus tidak boleh melebihi 20 mA.
Besar arus tersebut disebabkan energi listrik
yang digunakan untuk jam maupun memori ECU
(Electronic Control Unit). Penyebab terjadi kebocoran
arus karena adanya karat, kotoran, air pada terminal
atau soket sehingga mampu mengalirkan listrik.
Pengukuran dapat pula dilakukan pada kabel positif.
 Atur selector pada voltage, hubungkan kabel
negatif multi meter ke negatip baterai dan positip
volt meter ke bodi bateri. Penunjukan yang baik
adalah 0 Volt, dan tegangan tidak boleh melebihi
0,5 V.
Pemeriksaan dengan test beban
baterai
 Pemeriksaan baterai
dengan beban dilakukan
Battery load tester.
Pemeriksaan dilakukan
dengan cara memberi
beban baterai sebesar 3
kali kapasitas baterai
selama 15 detik. Bila
tegangan baterai sama
dengan atau lebih dari 9,6
V berarti baterai masih
baik, bila tegangan baterai
6,5V – 9,6 V baterai perlu
diisi beberapa saat, bila
 Mengingat besarnya temperatur juga
mempengaruhi kapasitas baterai, maka suhu
elektrolit juga perlu menjadi pertimbangan.
Sebagai bahan pembanding, dapat digunakan
tabel berikut :

Menguji baterai

  • 1.
  • 2.
    Kebocoran Arus Adanya kebocoranarus listrik menyebabkan baterai mengalami pengosongan, sehingga bila kendaraan lama tidak digunakan maka energi listrik yang tersimpan pada baterai dapat berkurang cukup banyak sehingga mesin sulit dihidupkan.
  • 3.
     Langkah untukmemeriksa kebocoran arus listrik adalah sebagai berikut: 1) Matikan seluruh beban kelistrikan 2) Lepas kabel baterai negatif 3) Pasang amper meter dengan skala ukur 35 mA 4) Baca hasil pengukuran 5) Besar kebocoran arus tidak boleh melebihi 20 mA. Besar arus tersebut disebabkan energi listrik yang digunakan untuk jam maupun memori ECU (Electronic Control Unit). Penyebab terjadi kebocoran arus karena adanya karat, kotoran, air pada terminal atau soket sehingga mampu mengalirkan listrik. Pengukuran dapat pula dilakukan pada kabel positif.
  • 4.
     Atur selectorpada voltage, hubungkan kabel negatif multi meter ke negatip baterai dan positip volt meter ke bodi bateri. Penunjukan yang baik adalah 0 Volt, dan tegangan tidak boleh melebihi 0,5 V.
  • 5.
    Pemeriksaan dengan testbeban baterai  Pemeriksaan baterai dengan beban dilakukan Battery load tester. Pemeriksaan dilakukan dengan cara memberi beban baterai sebesar 3 kali kapasitas baterai selama 15 detik. Bila tegangan baterai sama dengan atau lebih dari 9,6 V berarti baterai masih baik, bila tegangan baterai 6,5V – 9,6 V baterai perlu diisi beberapa saat, bila
  • 6.
     Mengingat besarnyatemperatur juga mempengaruhi kapasitas baterai, maka suhu elektrolit juga perlu menjadi pertimbangan. Sebagai bahan pembanding, dapat digunakan tabel berikut :