Era disrupsi menandakan perubahan signifikan yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, sosial, dan budaya, seringkali membawa tantangan dan peluang baru. Perkembangan teknologi digital menghasilkan cara hidup yang lebih sederhana, murah, cepat, dan mudah diakses, namun juga memunculkan masalah moral dan budaya yang perlu diatasi. Dalam menghadapi disrupsi, ilmu pengetahuan dan agama dapat berperan sebagai solusi untuk membangun kembali nilai-nilai yang tergerus dan mempromosikan penggunaan teknologi yang positif.