By Denny E. Pratama
BERPIDATO TANPA TEKS DENGAN
LAFAL, INTONASI,
NADA, DAN SIKAP YANG TEPAT
1. Pengertian Pidato
Pidato adalah kegiatan berbicara di depan
umum dengan tujuan untuk menyampaikan
gagasan kepada orang lain dalam situasi
tertentu.
Bagaimana berpidato tanpa teks
dengan lafal, intonasi,
nada, dan sikap yang tepat?
Materi
1. Hal-hal yang harus Diperhatikan dalam
Berpidato
 lafal
 intonasi
 nada
 sikap
Materi
Lafal
Lafal adalah ucapan yang harus diperhatikan seseorang
dalam berpidato, baik pengucapan vokal maupun
konsonan.
lafal harus jelas
dapat didengar audien
Intonasi
Intonasi adalah lagu kalimat ataukecepatan
penyajian tinggi rendahnya nada kalimat.
 Orator harus tepat menempatkan
intonasi dalam menyampaikan pidato.
 Ada kalanya pernyataan menggunakan
intonasi yang cepat, ada kalanya sedikit
lambat.
Nada
Nada adalah bunyi yang tentu tinggi rendahnya
Orator yang baik harus mampu
menempatkan letak tinggi rendah nada
dalam berpidato.
Adakalanya menggunakan nada tinggi
atau menggunakan nada rendah.
Sikap
Sikap berkaitan dengan gerakan tubuh, atau cara berdiri
seseorang dalam berpidato.
sikap berdiri tegap dan
rileks
ekspresi tenang
pandangan menyeluruh
bersemangat
2. Tujuan pidato
memberi informasi
mempengaruhi
meyakinkan
menghibur
3. Jenis (Macam/Sifat) Pidato
Pidato
Pembukaan Sambutan
Pengarahan Peresmian
Pertanggung
jawaban
Laporan
Materi
4. Metode –Metode Pidato
menghafal
impromtu
ekstemporan
naskah
Metode Berpidato
1) Metode naskah, yaitu berpidato yang mengandalkan pada
naskah. Metode ini dipakai biasanya dalam pidato-pidato resmi,
pidato di televisi atau di radio.
2) Metode menghafal, yaitu metode berpidato yang
direncanakan jauh hari sebelumnya. Metode ini biasanya
akan membosankan bagi pendengarnya.
3) Metode impromtu/ mendadak, yaitu metode berpidato
berdasarkan kebutuhan sesaat. Oleh karena itu, metode ini
tanpa ada persiapan sebelumnya, sehingga hasilnya akan
kurang maksimal.
4) Metode ekstemporan (catatan kecil), yaitu metode
berpidato yang direncanakan dengan menggunakan catatan
kecil sebagai inti dan rangkaian pembicaraan yang akan
disampaikan kepada pendengarnya.
Bagaimana berpidato tanpa teks?
Berpidato tanpa teks,
wah capek
menghapal!!!!!
Kita harus hafal,
kemudian mempelajari
komponen-komponen
itu
Betul, komponen-
komponen
berpidato tanpa
teks. Paham?
Teknik Penyajian Berpidato yang Baik
1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
2. Menggunakan contoh dan ilustrasi yang mempermudah
pendengar dalam memahami konsep.
3. Memberi penekanan dengan cara mengadakan variasi
dalam gaya penyajian.
4.Mengorganisasikan materi sajian dengan urut dari hal
mudah ke hal yang sulit dan lengkap.
5. Menghindari penggunaan kata-kata berlebihan.
6.Menggunakan lafal yang jelas, intonasi, nada, dan sikap yang
tepat agar pendengar tidak bosan atau terkesan monoton.
7. Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi
Anda dengan pendengar..
masmardi: menyusun teks pidato 16
Struktur dalam berpidato
Bagian Uraian
Judul “Kekuatan dan Kelemahan Saya dalam Berpidato”
Sapaan Yang terhormat Bapak Lili Asmili, selaku pembimbing
kegiatan berpidato di sekolah kita, dan juga rekan-rekan
tercinta.
Salam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pembukaan Nama saya Auliani Satya Ibrahim. Saya akan bercerita
bagaimana saya mengatasi ketakutan saya di panggung saat
berpidato.
Banyak dari kita-kita yang perlu melaporkan sesuatu
secara lisan atau, yang paling sederhana, memperkenalkan
seorang teman baru. Saya akan menceritakan pengalaman
saya sendiri dalam berpidato. Secara khusus, saya akan
menceritakan kebiasaan positif dan negatif saat saya
berpidato serta bagaiamana saya mengubah kebiasaan
negatif tersebut.
masmardi: menyusun teks pidato 17
Struktur dalam berpidato
Bagian Uraian
Isi Saya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam berpidato.
Namun, terlebih dahulu saya akan membicarakan kelebihan
saya. Saya merasa memiliki suara yang tegas, seperti yang
hadirin dengar sekarang ini.
Saya juga suka mencari banyak contoh-contoh yang baik saat
menceritakan sesuatu. Yang menjadi kekurangan saya adalah
saya begitu takut menatap pendengar saya. Ketika ada di depan,
saya merasa begitu kaku, membeku, dan tidak bisa bergerak.
Saya harus melakukan sesuatu agar dapat mengubah apa yang
menjadi kekurangan saya itu. Saya akan mengubah kebiasaan
saya berpidato dengan (1)menatap pendengar yang sedikitnya
separuh waktu pidato; (2)memandang dengan cara melakukan
gerak yang wajar, sedikitnya sekali pada saat menyampaikan
pendahuluan. Jadi, seperti halnya keinginan kita semua, saya
mencoba terus berlatih memulai menghilangkan kelemahan-
kelemahan saya.
Struktur dalam berpidato
Bagian Uraian
Penutup Demikianlah langkah saya dalam upaya untuk
meningkatkan citra diri saya. Saya memahami
kelemahan dan kelebihan saya dalam berpidato.
Saya bersyukur dapat mengubah kelemahan yang
saya miliki. Saya harap kita semua menyadari
kekurangan kita sendiri dan mencoba meng-
hilangkan kebiasaan tersebut.
Bersama kita berharap dapat saling berbagi
pengalaman agar tugas berpidato menjadi lebih
menyenangkan dan tidak lagi menjadi tugas yang
“menakutkan”.
Ucapan Terima kasih Terima kasih banyak atas perhatian Bapak Lili
Asmili dan rekan-rekan tercinta.
Salam penutup Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh

Materi Pidato Kelas VIII

  • 1.
    By Denny E.Pratama
  • 2.
    BERPIDATO TANPA TEKSDENGAN LAFAL, INTONASI, NADA, DAN SIKAP YANG TEPAT
  • 3.
    1. Pengertian Pidato Pidatoadalah kegiatan berbicara di depan umum dengan tujuan untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain dalam situasi tertentu.
  • 4.
    Bagaimana berpidato tanpateks dengan lafal, intonasi, nada, dan sikap yang tepat? Materi
  • 5.
    1. Hal-hal yangharus Diperhatikan dalam Berpidato  lafal  intonasi  nada  sikap Materi
  • 6.
    Lafal Lafal adalah ucapanyang harus diperhatikan seseorang dalam berpidato, baik pengucapan vokal maupun konsonan. lafal harus jelas dapat didengar audien
  • 7.
    Intonasi Intonasi adalah lagukalimat ataukecepatan penyajian tinggi rendahnya nada kalimat.  Orator harus tepat menempatkan intonasi dalam menyampaikan pidato.  Ada kalanya pernyataan menggunakan intonasi yang cepat, ada kalanya sedikit lambat.
  • 8.
    Nada Nada adalah bunyiyang tentu tinggi rendahnya Orator yang baik harus mampu menempatkan letak tinggi rendah nada dalam berpidato. Adakalanya menggunakan nada tinggi atau menggunakan nada rendah.
  • 9.
    Sikap Sikap berkaitan dengangerakan tubuh, atau cara berdiri seseorang dalam berpidato. sikap berdiri tegap dan rileks ekspresi tenang pandangan menyeluruh bersemangat
  • 10.
    2. Tujuan pidato memberiinformasi mempengaruhi meyakinkan menghibur
  • 11.
    3. Jenis (Macam/Sifat)Pidato Pidato Pembukaan Sambutan Pengarahan Peresmian Pertanggung jawaban Laporan
  • 12.
    Materi 4. Metode –MetodePidato menghafal impromtu ekstemporan naskah
  • 13.
    Metode Berpidato 1) Metodenaskah, yaitu berpidato yang mengandalkan pada naskah. Metode ini dipakai biasanya dalam pidato-pidato resmi, pidato di televisi atau di radio. 2) Metode menghafal, yaitu metode berpidato yang direncanakan jauh hari sebelumnya. Metode ini biasanya akan membosankan bagi pendengarnya. 3) Metode impromtu/ mendadak, yaitu metode berpidato berdasarkan kebutuhan sesaat. Oleh karena itu, metode ini tanpa ada persiapan sebelumnya, sehingga hasilnya akan kurang maksimal. 4) Metode ekstemporan (catatan kecil), yaitu metode berpidato yang direncanakan dengan menggunakan catatan kecil sebagai inti dan rangkaian pembicaraan yang akan disampaikan kepada pendengarnya.
  • 14.
    Bagaimana berpidato tanpateks? Berpidato tanpa teks, wah capek menghapal!!!!!
  • 15.
    Kita harus hafal, kemudianmempelajari komponen-komponen itu Betul, komponen- komponen berpidato tanpa teks. Paham?
  • 16.
    Teknik Penyajian Berpidatoyang Baik 1. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami 2. Menggunakan contoh dan ilustrasi yang mempermudah pendengar dalam memahami konsep. 3. Memberi penekanan dengan cara mengadakan variasi dalam gaya penyajian. 4.Mengorganisasikan materi sajian dengan urut dari hal mudah ke hal yang sulit dan lengkap. 5. Menghindari penggunaan kata-kata berlebihan. 6.Menggunakan lafal yang jelas, intonasi, nada, dan sikap yang tepat agar pendengar tidak bosan atau terkesan monoton. 7. Menggunakan bahasa tubuh yang mendukung komunikasi Anda dengan pendengar.. masmardi: menyusun teks pidato 16
  • 17.
    Struktur dalam berpidato BagianUraian Judul “Kekuatan dan Kelemahan Saya dalam Berpidato” Sapaan Yang terhormat Bapak Lili Asmili, selaku pembimbing kegiatan berpidato di sekolah kita, dan juga rekan-rekan tercinta. Salam Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pembukaan Nama saya Auliani Satya Ibrahim. Saya akan bercerita bagaimana saya mengatasi ketakutan saya di panggung saat berpidato. Banyak dari kita-kita yang perlu melaporkan sesuatu secara lisan atau, yang paling sederhana, memperkenalkan seorang teman baru. Saya akan menceritakan pengalaman saya sendiri dalam berpidato. Secara khusus, saya akan menceritakan kebiasaan positif dan negatif saat saya berpidato serta bagaiamana saya mengubah kebiasaan negatif tersebut. masmardi: menyusun teks pidato 17
  • 18.
    Struktur dalam berpidato BagianUraian Isi Saya memiliki kelebihan dan kekurangan dalam berpidato. Namun, terlebih dahulu saya akan membicarakan kelebihan saya. Saya merasa memiliki suara yang tegas, seperti yang hadirin dengar sekarang ini. Saya juga suka mencari banyak contoh-contoh yang baik saat menceritakan sesuatu. Yang menjadi kekurangan saya adalah saya begitu takut menatap pendengar saya. Ketika ada di depan, saya merasa begitu kaku, membeku, dan tidak bisa bergerak. Saya harus melakukan sesuatu agar dapat mengubah apa yang menjadi kekurangan saya itu. Saya akan mengubah kebiasaan saya berpidato dengan (1)menatap pendengar yang sedikitnya separuh waktu pidato; (2)memandang dengan cara melakukan gerak yang wajar, sedikitnya sekali pada saat menyampaikan pendahuluan. Jadi, seperti halnya keinginan kita semua, saya mencoba terus berlatih memulai menghilangkan kelemahan- kelemahan saya.
  • 19.
    Struktur dalam berpidato BagianUraian Penutup Demikianlah langkah saya dalam upaya untuk meningkatkan citra diri saya. Saya memahami kelemahan dan kelebihan saya dalam berpidato. Saya bersyukur dapat mengubah kelemahan yang saya miliki. Saya harap kita semua menyadari kekurangan kita sendiri dan mencoba meng- hilangkan kebiasaan tersebut. Bersama kita berharap dapat saling berbagi pengalaman agar tugas berpidato menjadi lebih menyenangkan dan tidak lagi menjadi tugas yang “menakutkan”. Ucapan Terima kasih Terima kasih banyak atas perhatian Bapak Lili Asmili dan rekan-rekan tercinta. Salam penutup Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh