MATEMATIKA
      KELAS VI SEMESTER 2



7.1 Mengenal lambang bilangan Romawi
7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya
INDIKATOR
 Memahami lambang bilangan Romawi
 Menjelaskan  bilangan cacah sebagai bilangan
  Romawi dan sebaliknya
 Menyebutkan lambang bilangan Romawi
TUJUAN
 Dalam proses pembelajaran, siswa mampu
  memahami lambang bilangan Romawi
 Dalam proses pembelajaran, siswa mampu
  menjelaskan bilangan cacah sebagai bilangan
  Romawi dan sebaliknya
 Dalam proses pembelajaran, siswa mampu
  menyebutkan minimal 3 lambang bilangan Romawi
Angka romawi atau bilangan romawi adalah sistem
penomoran yang berasal dari romawi kuno. Pada
sistem bilangan Romawi tidak dikenal bilangan 0 (nol)

Secara umum, bilangan Romawi terdiri dari 7 angka
(dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut:

               I                 1
               V                 5
               X                 10
                     Lambang
               L                 50
                       Dari
               C                100
               D                500
               M                1000
1. Aturan Penjumlahan Bilangan Romawi
Contoh:
 II = I + I                 VIII = V + I + I + I
    =1+1                         =5+1+1+1
    =2                           =8
                            Jadi, VIII dibaca 8
 Jadi, II dibaca 2
Coba kamu perhatikan lambang bilangan Romawi pada contoh-contoh
di atas. Semakin ke kanan, nilainya semakin kecil. Tidak ada lambang
bilangan dasar yang berjajar lebih dari tiga.
Dari contoh-contoh tersebut dapat kita tuliskan aturan pertama dalam
membaca lambang bilangan Romawi sebagai berikut:
a. Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di kanan,
   maka lambang-lambang Romawi tersebut dijumlahkan.
b. Penambahnya paling banyak tiga angka.
2. Aturan Pengurangan Bilangan Romawi
Contoh:
 IV = V – I          IX = X – I
    =5–1                = 10 – 1
    =4                  =9
 Jadi, IV dibaca 4   Jadi, IX dibaca 9

Dari contoh-contoh tersebut dapat kita tuliskan aturan
kedua dalam membaca lambang bilangan Romawi
sebagai berikut:
a. Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil
   terletak di kiri, maka lambang-lambang Romawi
   tersebut dikurangkan.
b. Pengurangan paling banyak satu angka.
3. Aturan Gabungan
Dari kedua aturan di atas (penjumlahan dan
pengurangan) dapat digabung sehingga bisa lebih
jelas dalam membaca lambang bilangan Romawi.
Contoh:
XIV = X + (V – I)
    = 10 + (5 – 1)
    = 10 + 4
    = 14
Jadi, XIV dibaca 14
MCMXCIX = M + (M – C) + (C – X) + (X – I)
      = 1.000 + (1.000 – 100) + (100 –10) + (10 – 1)
      = 1.000 + 900 + 90 + 9
      = 1.999
          Jadi, MCMXCIX dibaca 1.999
Aturan-aturan dalam menuliskan lambang bilangan
Romawi sama dengan aturan-aturan dalam
membaca bilangan romawi
Contoh:
24 = 20 + 4                48 = 40 + 8
   = (10 + 10) + (5 – 1)      = (50 – 10) + (5 + 3)
   = XX + IV                  = XL + VIII
   = XXIV                     = XLVIII
Jadi, lambang bilangan     Jadi, lambang bilangan
Romawi 24 adalah XXIV      Romawi 48 adalah XLVIII

Matematika

  • 1.
    MATEMATIKA KELAS VI SEMESTER 2 7.1 Mengenal lambang bilangan Romawi 7.2 Menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya
  • 2.
    INDIKATOR  Memahami lambangbilangan Romawi  Menjelaskan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya  Menyebutkan lambang bilangan Romawi TUJUAN  Dalam proses pembelajaran, siswa mampu memahami lambang bilangan Romawi  Dalam proses pembelajaran, siswa mampu menjelaskan bilangan cacah sebagai bilangan Romawi dan sebaliknya  Dalam proses pembelajaran, siswa mampu menyebutkan minimal 3 lambang bilangan Romawi
  • 3.
    Angka romawi ataubilangan romawi adalah sistem penomoran yang berasal dari romawi kuno. Pada sistem bilangan Romawi tidak dikenal bilangan 0 (nol) Secara umum, bilangan Romawi terdiri dari 7 angka (dilambangkan dengan huruf) sebagai berikut: I 1 V 5 X 10 Lambang L 50 Dari C 100 D 500 M 1000
  • 4.
    1. Aturan PenjumlahanBilangan Romawi Contoh: II = I + I VIII = V + I + I + I =1+1 =5+1+1+1 =2 =8 Jadi, VIII dibaca 8 Jadi, II dibaca 2 Coba kamu perhatikan lambang bilangan Romawi pada contoh-contoh di atas. Semakin ke kanan, nilainya semakin kecil. Tidak ada lambang bilangan dasar yang berjajar lebih dari tiga. Dari contoh-contoh tersebut dapat kita tuliskan aturan pertama dalam membaca lambang bilangan Romawi sebagai berikut: a. Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di kanan, maka lambang-lambang Romawi tersebut dijumlahkan. b. Penambahnya paling banyak tiga angka.
  • 5.
    2. Aturan PenguranganBilangan Romawi Contoh: IV = V – I IX = X – I =5–1 = 10 – 1 =4 =9 Jadi, IV dibaca 4 Jadi, IX dibaca 9 Dari contoh-contoh tersebut dapat kita tuliskan aturan kedua dalam membaca lambang bilangan Romawi sebagai berikut: a. Jika lambang yang menyatakan angka lebih kecil terletak di kiri, maka lambang-lambang Romawi tersebut dikurangkan. b. Pengurangan paling banyak satu angka.
  • 6.
    3. Aturan Gabungan Darikedua aturan di atas (penjumlahan dan pengurangan) dapat digabung sehingga bisa lebih jelas dalam membaca lambang bilangan Romawi. Contoh: XIV = X + (V – I) = 10 + (5 – 1) = 10 + 4 = 14 Jadi, XIV dibaca 14 MCMXCIX = M + (M – C) + (C – X) + (X – I) = 1.000 + (1.000 – 100) + (100 –10) + (10 – 1) = 1.000 + 900 + 90 + 9 = 1.999 Jadi, MCMXCIX dibaca 1.999
  • 7.
    Aturan-aturan dalam menuliskanlambang bilangan Romawi sama dengan aturan-aturan dalam membaca bilangan romawi Contoh: 24 = 20 + 4 48 = 40 + 8 = (10 + 10) + (5 – 1) = (50 – 10) + (5 + 3) = XX + IV = XL + VIII = XXIV = XLVIII Jadi, lambang bilangan Jadi, lambang bilangan Romawi 24 adalah XXIV Romawi 48 adalah XLVIII