1KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Tim
Penyusun
TIM PENGARAH :
M. Basuki Hadimuljono,
Dadang Rukmana, Firman Mulia Hutapea,
Budi Situmorang, Dedy Permadi, Lina Marlia,
Bahal Edison Naiborhu
TIM PELAKSANA :
Firsta Ismet, Endra S. Atmawidjaja, Marcia,
Zikky Ardiansyah, Mula Pralampita,
Deciana Napitupulu, Dwi Yudho Sasongko.
TIM PENDAMPING :
Alinda Zain
Nirwono Joga
Iwan Ismaun
Bayu Whardana
Bintang A. Nugroho
Niken Prawestiti
TIM PENYUSUN :
Santi Indra Astuti, Tito Budiarto, Rita Gani
Ilustrasi  Tata Letak :
Yoga Iman G  Friend
yoga@ayokemon.com
Foto :
Dokumentasi
Direktorat Jenderal Penataan Ruang
dan dari berbagai sumber
Dicetak di Indonesia
Penerbit :
Direktorat Jenderal Penataan
RuangKementerian Pekerjaan Umum
Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
Dipersilahkan mengutip atau memperbanyak
sebagian buku ini dengan seizin tertulis
dari penulis dan/atau penerbit.
Indeks:
ISBN 978-602-1365-07-6
Copyright © 2013
DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
Gedung Ditjen SDA  Ditjen
Penataan Ruang Lt.4
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Tel/Fax : 021-7231611 - 021-7243431
www.penataanruang.net
Untuk membangun Kota Hijau, mari kita buang
jauh-jauh pikiran untuk mewujudkan impian ini
sendirian. Kota adalah milik bersama, maka Kota
Hijauharusmenjadicita-citabersama.Iniberarti,
kita harus menggandeng sebanyak-banyaknya
kawan, keluarga, kerabat, siapapun, agar dapat
bersama-sama terlibat dalam membangun Kota
Hijau. Buku ini memberi panduan praktis untuk
keperluan tersebut. Yaitu, menginformasikan,
mengajak, dan bergerak bersama warga,
keluarga, atau siapapun di lingkungan Anda
guna melakukan aksi nyata membangun Kota
Hijau.
Modul ini khusus diperuntukkan bagi sahabat-
sahabat komunitas, karena kami meyakini pada
komunitaslah terletak energi, semangat, dan
potensi dinamika perubahan yang luarbiasa.
Maka, siapapun Anda, dan apapun komunitas
Anda, bacalah modul ini. Resapilah gagasan-
gagasannya. Dan sambutlah ajakan kami untuk
bersama-sama Anda membangun komunitas,
mengembangkan komunitas yang sudah ada,
atau melibatkan komunitas Anda dalam Aksi
Hijau secara global.
2 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersamai
Salam Hijau.
Buku ini dirancang dengan satu tujuan: menggerakkan kita semua untuk mengupayakan
terwujudnya Kota Hijau. Untuk itu, buku ini berisi pemahaman mengenai Kota Hijau, atribut-
atribut Kota Hijau, dan petunjuk-petunjuk untuk mengawali langkah kita dalam mewujudkan Kota
Hijau. Inilah yang akan Anda temukan pada buku ini:
Sekilas Kota Hijau
Menjelaskan konsep Kota Hijau, Program
Pengembangan Kota Hijau (P2KH), dan
payung hukum berupa Undang-Undang yang
berhubungan dengan Kota Hijau.
Atribut Kota Hijau
Menjelaskan makna dan aksi setiap atribut Kota
Hijau. Penjelasan atribut selalu dimulai dengan
kalimat “Apakah (atribut) itu?”. Misalnya, “Apakah
Green Open Space itu?”
Aksi Hijau Komunitas
Ingin tahu apa yang bisa Anda lakukan untuk
mewujudkan Kota Hijau sesuai dengan
atributnya? Informasinya ada di bagian ini!
Tips
Petunjuk-petunjuk praktis atau keterangan
tambahan untuk memudahkan aksi lapangan
atau tugas yang akan dikerjakan.
Lembar Komitmen
Lembar Komitmen ada di setiap akhir bab. Isinya
adalah lembar yang sengaja dikosongkan untuk
diisi oleh pembaca buku mengenai gagasan-
gagasan yang muncul sesudah mendapatkan
informasi Kota Hijau.
Rencana Kerja Anda (RKA)
RKA terdapat pada Bab 9 berjudul “Membaca
Lingkungan, Merencanakan Program”. RKA
adalah lembar kosong berisi instruksi atau data
untuk diisikan. RKA memberi panduan langkah
demi langkah bagi komunitas atau warga yang
ingin membentuk komunitas, guna berpartisipasi
secara aktif dalam mewujudkan Kota Hijau. Jadi,
tidak perlu bingung untuk beraksi secara nyata.
Ikutilah panduan dalam Bab 9 ini.
Panduan Membaca
Buku Komunitas
3KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama ii
Kata Pengantar
Bicara soal Kota Hijau, kita semua berangkat dari pemikiran yang sama. Yaitu, bagaimana
mewujudkan impian Kota Hijau menjadi kenyataan. Pertanyaannya, mungkinkah itu dilakukan?
Tidak ada jawaban lain kecuali YA. Kota Hijau dapat diwujudkan. Syaratnya hanya satu: ada
harapan yang dipupuk bersama, terus-menerus, secara konsisten. Ibarat benih, jika dirawat
dengan baik, maka pohon harapan yang tumbuh akan memberikan manfaat kepada siapa saja.
Demikian pula dengan Kota Hijau. Siapa sih yang tidak ingin hidup di tengah kota yang sejuk,
nyaman,bebasdarikrisislingkungan,danmemberiruangtumbuhkembangyangmaksimal?Inilah
cita-cita kita bersama. Satu hal sangat jelas, mewujudkan Kota Hijau tidak hanya bermanfaat
buat kita yang sekarang ini menghuni bumi. Tetapi juga menciptakan ruang hunian yang nyaman
sebagai warisan bagi anak cucu kita kelak.
Untuk membangun Kota Hijau, mari kita buang jauh-jauh pikiran untuk mewujudkan impian ini
sendirian. Kota itu milik bersama, maka harus menjadi cita-cita bersama. Ini berarti, kita harus
menggandeng sebanyak-banyaknya kawan, keluarga, kerabat, siapapun, agar dapat bersama-
sama terlibat dalam membangun Kota Hijau. Buku ini memberi panduan praktis untuk keperluan
tersebut. Yaitu, menginformasikan, mengajak, dan bergerak bersama warga, keluarga, atau
siapapun di lingkungan Anda guna melakukan aksi nyata membangun Kota Hijau.
Perlu disampaikan, format buku ini agak berbeda dari buku-buku kami pada umumnya. Modul
ini memang khusus diperuntukkan bagi sahabat-sahabat komunitas, karena kami meyakini pada
komunitaslah terletak energi, semangat, dan potensi dinamika perubahan yang luarbiasa. Maka,
siapapun Anda, dan apapun komunitas Anda, bacalah modul ini. Resapilah gagasan-gagasannya.
Dansambutlahajakankamiuntukbersama-samaAndamembangunkomunitas,mengembangkan
komunitas yang sudah ada, atau melibatkan komunitas Anda dalam Aksi Hijau secara global.
4 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersamaiii
M. Basuki Hadimuljono
Direktur Jenderal Penataan Ruang
Kembali soal Kota Hijau, seluruh dunia sedang bergerak mewujudkannya. Inilah kesempatan
Anda untuk menjadi bagian dari sebuah gerakan perubahan yang akan mewariskan bumi indah
ini pada anak cucu kita. Mari melakukannya sekarang. Bersama-sama. Untuk Kota Hijau, kota kita
semua.
Jakarta, September 2013
M. Basuki Hadimuljono
Direktur Jenderal Penataan Ruang
5KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama iv
DaftarIsiSekilas tentang kota hijau 1
Green waste 65
Green Planning and Design 16
Green open space 27
Green Building 49
Kota Hijau apakah itu?
Atribut Kota Hijau ?
P2KH apakah itu?
PAYUNG HUKUM P2KH
SKENARIO P2KH
2
3
5
6
7
Apakah Green Waste itu?
Aksi Hijau Komunitas untuk Green waste
Bank Sampah
Bisnis Daur Ulang Sampah
Event Kreatif Berbasis Sampah
66
69
71
72
72
Apakah Green Planning and Design itu?
Aksi Hijau Komunitas untuk Green planning  design
Menyusun Peta Hijau
18
20
23
Apakah Green Open Space itu?
Wujud Green Open Space
Aksi Hijau Komunitas untuk Green Open Space
Taman kota
Hutan kota
Jalur hijau
Tempat pemakaman umum
Pertanian perkotaan
28
30
31
32
35
38
40
42
Apakah Green Building itu?
Mewujudkan Green Building
Aksi Hijau Komunitas untuk Green Building
Memanfaatkan Material Daur Ulang
Mengembangkan Sumber Energi Lokal Secara Mandiri
Green Building sebagai Gaya Hidup Komunitas
50
54
56
58
59
59
Tim Penyusun
Panduan Membaca Buku Komunitas
Kata Pengantar
Daftar Isi
i
ii
iv
v
6 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersamav
Green Transportation77
Green water99
Green energy115
Green community132
Apakah Green Transportation itu?
Mengatasi Kemacetan
Aksi Hijau Komunitas untuk Green Transportation
Jalan Kaki, Yuk!
(Menyelamatkan dan Memiliki) Kawasan Pejalan Kaki
Ayo Bersepeda!
Ride Sharing!
Bijak Berkendaraan
79
81
83
83
87
88
90
93
Apakah Green Water itu?
Green Water di Perumahan
Green Water di Perkotaan
Green Water untuk Industri
Green Water untuk Pertanian
Aksi Hijau Komunitas untuk Green water
100
102
103
104
104
109
Apakah Green Energy itu?
Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Pembangkit Listrik Tenaga Matahari
Pembangkit Listrik Tenaga Air
Energi Tumbuhan
Pembangkit Listrik Panas Bumi
Energi Sampah
Aksi Hijau Komunitas untuk Green Energy
116
118
119
120
123
124
125
127
Apakah Green Community itu?
Manfaat Green Community
Membentuk Green Community
foto kegiatan forum komunitas hijau
MembacaLingkungan, Merencanakan Program
Menandai Persoalan yang Ada
Merencanakan Aksi
Berbagi Tugas
Dana  Anggaran
Buka Jaringan
bergabunglah dengan fkh kota
Daftar forum komunitas hijau (FKH)
135
136
138
142
149
150
152
154
156
158
163
164
7KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama vi
8 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Merupakan kota yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan secara efektif
dan efisien sumberdaya air dan energi, mengurangi limbah, menerapkan
sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan lingkungan, mensinergikan
lingkungan alami dan buatan, berdasarkan perencanaan dan perancangan kota
yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
kota hijau
Pendahuluan
Marilah kita cermati kondisi di sekitar
lingkungan kita. Pagi hari pukul enam tiga
puluh, beberapa menit setelah putera-puteri
kita mencium tangan orangtuanya untuk
berpamitan ke sekolah masing-masing,
jalanan sudah penuh dipadati kendaraan.
Motor, mobil, angkutan kota, ojek, sesekali
becak dan sepeda, semua tumpah ruah
memenuhi jalanan. Udara sesak dengan
polusi knalpot. Pejalan kaki kerepotan mencari
jalan. Trotoarpun, kalau ada, dijajah motor
tanpa ampun.
Tak heran, begitu sampai di tempat
tujuan, murid-murid sekolah sudah kehabisan
energi untuk menyerap pelajaran. Para
karyawan sudah loyo kelelahan terserap
tenaganya untuk bersaing merebut celah
jalanan agar sampai tepat waktu—itupun
tetap terlambat. Para bos sudah terkuras
emosinya. Biarpun naik mobil nyaman yang
dikemudikan supir, beliau tetap tak bisa
menghindar dari kemacetan yang parah.
Situasi seperti ini terjadi kembali di sore hari.
Dan besoknya. Dan besoknya lagi. Berminggu-
minggu, bertahun-tahun... kota yang
seharusnya jadi tempat kehidupan, lama-lama
berubah jadi ruang tempat kematian, penyakit,
dan bahaya yang mengancam.
Semua kota sesungguhnya menghadapi
persoalan yang sama: tekanan urbanisasi,
polusi yang parah, lingkungan hidup yang
tergradasi, lahan hijau yang menghilang
diganti hutan beton. Bertubi-tubi bencana tiba-
tiba menyerang. Banjir, tanah longsor, sinkhole,
belum lagi pemanasan global. Udara bersih
semakin sulit didapat. Air semakin langka.
Pemadaman listrik kian sering terjadi—sebuah
tanda persoalan energi yang serius. Dan tahu-
tahu, harga bawang putih, bawang merah, cabe
merah, dan sembako lainnya melonjak tinggi.
Sebuah sinyal rapuhnya ketahanan pangan.
Semua permasalahan ini saling kait-mengait
dengan kompleks menjadi masalah kota-kota
di seluruh Indonesia. 	
Menyedihkan, kita adalah bagian dari
permasalahan itu. Karena, kita tidak sadar
sedang berhadapan dengan kota yang sekarat
akibat bencana ekologis. Tentu saja, ketika
kota menjadi sakit, maka setiap orang yang
ada di dalamnya pun terancam sakit. Ketika
kota menjadi sekarat, kita juga demikian.
Tak seorang pun mau terus-terusan terjebak
dalam situasi dan ancaman seperti ini.
Maka, tugas kita sekarang menghidupkan
dan menyehatkan kota. Mengubah warna
kota yang abu-abu kusam menjadi hijau
cemerlang. Mengubah kota yang sakit
menjadi KOTA HIJAU.
tentang Kota Hijau
Sekilas
11KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kota Hijau apakah itu?
Kota hijau adalah kota ramah lingkungan yang dibangun
berdasarkan keseimbangan antara dimensi sosial, ekonomi dan
lingkungan, serta dimensi tata kelolanya, termasuk kepemimpinan
dan kelembagaan kota yang mantap.
Kota Hijau adalah sebuah metafora
yang dipilih untuk melambangkan Kota
Berkelanjutan atau Kota Ekologis. Kota
Hijau, dengan demikian, adalah kota yang
mengandung pengertian sbb.
Kota yang ramah lingkungan dengan
memanfaatkan secara efektif dan efisien
sumberdaya air dan energi, mengurangi
limbah, menerapkan sistem transportasi
terpadu, menjamin kesehatan lingkungan,
mensinergikan lingkungan alami dan
buatan, berdasarkan perencanaan dan
perancangan kota yang berpihak pada
prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.
Kota yang didesain dengan
mempertimbangkan dampak terhadap
lingkungan, dihuni oleh orang-orang yang
memiliki kesadaran untuk meminimalisir
(penghematan) penggunaan energi, air dan
makanan, serta meminimalisir buangan
limbah,percemaranudaradanpencemaranair.
Kotayangmengutamakankeseimbangan
ekosistem hayati, dengan lingkungan
terbangun sehingga tercipta kenyamanan
bagi penduduk kota yang tinggal didalamnya
maupun bagi para pengunjung kota.
Kota yang dibangun dengan menjaga
danmemupukaset-asetkota-wilayah,seperti
aset manusia dan warga yang terorganisasi,
lingkungan terbangun, keunikan, dan
kehidupanbudaya,kreativitasdanintelektual,
karunia sumber daya alam, serta lingkungan
dan kualitas prasarana kota.
2 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green Planning
and Design
Perencanaan dan perancangan yang
ramah lingkungan sesuai dengan
RTRW dan rencana rinci lainnya
Green Open Space
Peningkatan kuantitas dan kualitas
RTH sesuai karakteristik kota/kab
dengan target RTH Publik 30%
Green Waste
Usaha untuk zero waste dengan
melaksanakan prinsip 3R yaitu
mengurangi sampah/limbah,
mengembangkan proses
daur ulang dan meningkatkan
nilai tambah
Green Transportation
Pengembangan sistem transportasi
yang berkelanjutan, misal :
transportasi publik, jalur sepeda
dan pedestrian
Green Water
Efisiensi pemanfaatan
sumberdaya air,
pencegahan pencemaran
dan pengendalian risiko
bencana terkait air
Green Energy
Pemanfaatan sumber energi yang
efisien dan ramah lingkungan
Green Building
Bangunan hemat energi,
diawali dengan Perda
Bangunan Gedung
Green Community
Kepekaan, kepedulian dan peran
serta aktif masyarakat dalam
pengembangan atribut-atribut kota
hijau
Atribut Kota Hijau
Kota Hijau memiliki ciri-ciri atau karakteristik tersendiri.
Kami menyebutnya sebagai ‘Atribut Kota Hijau’. Inilah atribut-atribut tersebut.
3KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setiap atribut memiliki makna dan cara penerapan yang berbeda-beda. Anda bisa
menyimaknya pada bab-bab lanjutan dari buku ini. Yang jelas, atribut-atribut ini saling berkaitan
satu sama lain. Keterkaitannya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
DELAPAN ATRIBUT KOTA HIJAU DAN KETERKAITAN SATU SAMA LAINNYA
Water
Green
Green
Open Space
Building
Green
Waste
GreenTransportation
Green
Energy
Green
Planing
 Design
Green
Community
Green
4 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
P2KH apakah itu?
DiIndonesia,gagasanKotaHijaudisambut
baik oleh pemerintah dari berbagai wilayah
Nusantara. Di bawah Kementerian Pekerjaan
Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang,
dibentuk Program Pengembangan Kota
Hijau (P2KH) sebagai wujud langkah nyata
Pemerintah di tingkat Pusat, Provinsi, hingga
Kota/Kabupaten, sebagai bentuk respon
terhadap perubahan iklim di Indonesia. Bentuk
kegiatan P2KH sendiri berbeda-beda di setiap
kawasan, disesuaikan dengan kondisi, potensi,
dan kesiapan masing-masing kota/kabupaten.
	 Pada tahun 2011, P2KH diawali
dengan penyusunan Rencana Aksi Kota
Hijau (RAKH) dan penandatanganan Piagam
Kota Hijau untuk 60 Kota/Kabupaten.
Tahun 2012, 60 Kota/Kabupaten telah
menyelesaikan penyusunan Rencana Induk
RTH, implementasi fisik penambahan RTH
baru (54 Kota/Kabupaten), dan pembentukan
Forum Komunitas Hijau (FKH) berikut
pembuatan Peta Komunitas Hijau (PKH).
	 Di samping itu, ada 25 Kota/
Kabupatenjugatelahmenyusulmenyelesaikan
penyusunan RAKH, Rencana Induk RTH
dan pembentukan FKH berikut pembuatan
PKH. Selanjutnya, ada 29 Kota/Kabupaten
peserta baru yang telah menyusun RAKH
dan menandatangani Piagam Kota Hijau, siap
untuk bergabung dalam pelaksanaan kegiatan
P2KH 2013.
5KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
PAYUNG HUKUM P2KH ANTARA LAIN :
UU NO. 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG (PASAL 29)
30% dari wilayah kota berwujud RTH, RTH Publik 20% dan RTH Privat 10%.
UU NO. 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA
Mewujudkan Kota Tanggap Bencana, RTH sebagai tulang punggung evakuasi bencana.
UU NO. 28 TAHUN 2002 TENTANG BANGUNAN GEDUNG (PASAL 14 AYAT 4)
Persyaratan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya
harus mempertimbangkan terciptanya ruang luar bangunan gedung, ruang terbuka hijau yang
seimbang, serasi, dan selaras dengan lingkungannya.
PP NO. 15 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG (PASAL 36)
Rencana penyediaan dan pemanfaatan wilayah kota terbuka hijau publik kota min. 20% dari luas
wilayah kota, sedangkan privat min 10% dari luas wilayah kota. Apabila sudah lebih besar dari 30%
(tiga puluh persen), harus tetap dipertahankan.
PERPRES NO. 61 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL GAS RUMAH KACA
Target penurunan emisi GRK sebesar 26% dengan usaha sendiri atau mencapai 41% dengan
bantuan internasional pada tahun 2020
Penurunan emisi GRK pada 5 sektor utama: pertanian; kehutanan dan lahan gambut; energi dan
transportasi; industri; dan pengelolaan limbah.
Undang-undang sektor lain diantaranya adalah :
UU NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
UU NO. 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN
UU NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
UU NO. 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH
UU NO. 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA
UU NO. 34 TAHUN 2004 TENTANG JALAN
UU NO. 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH
UU NO. 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR
6 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Mewujudkan Kota Hijau melalui P2KH membutuhkan perencanaan sistematis dan terpadu.
Skenarionya adalah sbb.
Skenario perkembangan P2KH, dari tahun ke tahun, memang mengesankan. Tetapi, pekerjaan utama
kita sebenarnya bukan di sana. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat adalah memfasilitasi
dan merintis P2KH di berbagai wilayah. Selanjutnya, menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama
untuk mengelolanya.
SKENARIO PELAKSANAAN P2KH
2011
TAHAPAN
FOKUS (WAJIB)
RAKH
+
Piagam
Komitmen
65 Kab/Kota 65 Kab/Kota 112 Kab/Kota Seluruh Indonesia
Kab/Kota
2012 2013 2014
RAKH
+
Piagam
Komitmen
RAKH
+
Piagam
Komitmen
INISIASI IMPLEMENTASI REPLIKASI INSTITUSIONALISASI
LINTAS SEKTOR
GPD GOS GC GPD GOS GC
GPD GOS GCGPD GOS GC
20112011 20142014
Bimbingan Teknis:
Kampanye Publik
Replikasi Green
Open Space
Perluasan Spektrum
Kota Hijau
(Best Practices)
Bimbingan Teknis:
Sosialisasi
Bantuan Teknis:
Fasilitasi Penyusunan
RAKH
Pernyataan Komitmen
terhadap RAKH
20122012 20132013
Bimbingan Teknis:
Kampanye Publik
Pelatihan/Capacity Building
Bantuan Teknis:
Fasilitasi penyusunan RAKH
Fasilitasi penyusunan Green Map
Fasilitasi penyusunan
masterplan RTH
Fasilitasi Kegiatan
Green Community
Percontohan Green
Open Space / Pilot project
Perluasan Spektrum Kota Hijau
Bimbingan Teknis:
Kampanye Publik
Pelatihan/Capacity Building
Bantuan Teknis:
Fasilitasi penyusunan RAKH
Fasilitasi penyusunan
Green Map
Fasilitasi penyusunan
masterplan RTH
Fasilitasi Kegiatan
Green Community
Percontohan Green
Open Space / Pilot project
Green Planning and Design,
Green Open Space, Green Community
Green Transportation, Green Waste
Green Water, Green Building, Green Energy
2010 2014 2019 2024
Perluasan Spektrum Kota Hijau
Perluasan Spektrum Kota Hijau
SKENARIO P2KH
7KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Mengelola P2KH di
lingkungan komunitas
berarti memanfaatkan,
meningkatkan, dan
mewujudkan agenda-agenda
P2KH sesuai dengan potensi
wilayah dan prioritas masing-
masing kawasan.
Pada titik ini, kita tidak bisa lagi
hanya menunggu-nunggu uluran
proyek. Secara mandiri, kita harus
bergerak mengelola P2KH menjadi
program kita sendiri, baik di level
pemerintah daerah, maupun
komunitas.
Sudah semestinya demikian,
karena kitalah yang seterusnya
menjadi pemangku kepentingan
utama dari program ini.
Anda adalah
bagian dari
PERUBAHAN.....
8 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Jangan biarkan ketertarikan Anda pada Aksi Hijau P2KH dihalangi oleh pertimbangan-
pertimbangan seperti biaya, sumberdaya manusia, lokasi, dan sebagainya. Aksi Hijau adalah
inisiatif yang sangat fleksibel, bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Lakukanlah
Aksi Hijau sesuai dengan porsi kemampuan masing-masing. Kaitkan dengan situasi dan
permasalahan lingkungan.
Bersama Anda, komunitas bisa mewujudkan P2KH dengan cara:
1.	 Memprakarsai salah satu Aksi Hijau P2KH, dan mewujudkannya di tengah masyarakat.
2.	 Mengidentifikasi permasalahan lingkungan dan solusi dalam konteks atribut-atribut
P2KH.
3.	 Mendukung Aksi Hijau P2KH yang diprakarsai pemerintah, atau pihak lain dengan cara
melibatkan diri.
4.	 Turut menyosialisasikan Kota Hijau dan P2KH.
5.	 Menjadi kelompok advokasi, misalnya mengawasi proses penentuan kebijakan khususnya
terkait tata kota di tingkat pemerintah kota/kabupaten masing-masing agar tidak
melanggar prinsip-prinsip P2KH dan RAKH.
6.	 Turut berpartisipasi dalam menjaga dan mengelola hasil-hasil P2KH selama ini. Misalnya,
memelihara Taman Kota, jalur sepeda, jogging track. Menjaga trotoar dari invasi pesepeda
motor. Mengelola sampah sesuai aturan. Menjaga kebersihan sungai. Berinisiatif mengisi
ruang terbuka dan memanfaatkan lahan kosong. Mengelola Bank Sampah. Dan lain-lain.
Apa yang bisa dilakukan
oleh Anda sebagai bagian dari komunitas?
9KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ini adalah cerita tentang sekelompok orang yang ‘gerah’ melihat lahan kosong yang telantar.
Lewat Google Earth, Ridwan Kamil—warga Bandung pegiat komunitas kreatif—melihat banyak
lahan semacam ini. Berbekal 19.600 follower yang aktif bertwitter-ria, Ridwan Kamil membangun
komunitas Indonesia Berkebun tanpa modal. Setiap follower menyumbang, entah tanah kosong,
kompos, bibit, pengetahuan cara bertani organik dan waktu serta tenaga. Para followers tersebut
bergabung dengan komunitas berkebun di kotanya masing-masing seperti Jakarta Berkebun,
Bandung Berkebun, Banten Berkebun, Makasar Berkebun, dan seterusnya... Dalam waktu setahun,
telah terbentuk 20 komunitas berkebun di 20 kota besar Indonesia. Bahkan, pada acara puncak
Konferensi Tunza 2011 di Bandung, ratusan peserta mendeklarasikan komitmennya untuk
mengimplementasikan urban farming di negaranya masing-masing. Luarbiasa bukan?
Maria Hardayanto, 4 Desember 2011, Kompasiana.com
Rahasia di Balik Kesuksesan Indonesia Berkebun
Mereka yang telah mewujudkan sebagian impiannya...
Komunitas Indonesia Berkebun
Foto | dari berbagai sumber
10 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Tidak banyak guru yang sadar dan peduli akan lingkungan di sekolahnya. Namun, bagi Ibu Guru Nia
Kurniati, memilah dan mengurangi sampah telah menjadi hal yang sangat dinikmatinya. Komitmen
ini membawa sekolah tempat ia mengajar memperoleh penghargaan pelestarian lingkungan
tingkat sekolah dari Pemerintah Kota Bandung. Awalnya, Nia kebingungan melihat tumpukan
sampah di sekolahnya. Dari situlah awal cita-citanya menciptakan sekolah yang ramah lingkungan.
Setelah mendapatkan pelatihan dari Yayasan Biosains dan Bioteknologi (YBPP) dan Ashoka,
Nia mulai mewujudkan impiannya dengan membentuk tim beranggotakan lima anak SMP Negeri
11 Bandung, tempat Nia mengajar. The Dream Team ini bergerak dengan misi pertama: Challenge
to Stop the Styrofoam yang mengampanyekan bahaya kemasan styrofoam dan himbauan
mengurangi konsumsi styrofoam. Dengan dukungan sekolah, yaitu ultimatum kepala sekolah
berupa pemecatan bagi kantin yang masih menggunakan styrofoam, kampanye ini berhasil. Misi
kedua pun diluncurkan: Go to Zero Waste School, yaitu mencapai sekolah yang bisa mengelola
sampah secara mandiri. Waktunya tiga tahun. Untuk itu, Nia dan timnya mengembangkan Rumah
Kompos berupa sebuah ruangan yang penuh berisi keranjang Takakura. Misi ini pun berlangsung
sukses, apalagi kini didukung oleh guru-guru lain yang mulai tergerak untuk mengintegrasikan
isu-isu lingkungan ke dalam mata pelajarannya. Nia berniat melanjutkan programnya membimbing
anak didiknya agar mampu membuat alat pencacah sederhana atau menciptakan kemasan yang
ramah lingkungan. Selain itu, ia berniat merealisasikan Kantin Sehat dan Jujur di sekolahnya.
Penghormatan terhadap lingkungan terbukti mampu membuka penghargaan pada nilai-nilai luhur
lainnya..
Syaiful Rochman, Greeners Volume 4 Edisi 3, November 2009.
Nia Kurniati: Komitmen Seorang Guru Terhadap Sampah
Nia Kurniati
Sekolah Berwawasan Lingkungan
Foto|dariberbagaisumber
11KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Menerangi sebanyak mungkin desa dengan pembangkit listrik mini tenaga air. Itulah salah satu mimpi Tri
Mumpuni. Bagi perempuan yang satu ini, mimpi itu bisa diwujudkan dengan kemauan dan kerja keras. Melalui
lembaga Institus Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan yang dipimpin dan dikelola bersama suaminya, Tri Mumpuni
memfokuskan upaya untuk membantu masyarakat di pedesaan terpencil yang belum menikmati listrik.
Pilihannya jatuh pada sumberdaya alam berupa air sebagai energi alternatif, karena di Indonesia, sumber
air mikrohidro itu relatif melimpah dan murah. Ia memanfaatkan aliran sungai untuk membangkitkan listrik
berkekuatan kecil. Dibanding generator listrik PLN yang berbahan bakar bensin, pembangkit listrik tenaga
mikrohidro jelas ramah lingkungan. Salah satu buah keberhasilan Tri MumPuni di awal proyek swadaya
masyarakatnya adalah memanfaatkan Sungai Ciasem untuk pembangkit listrik mikrohidro bagi warga Desa
Curuagung, Subang, Jawa Barat, di tahun 90an. Energi listrik yang dihasilkan berkekuatan 13 kilowatt, cukup
untuk menerangi 121 rumah. Modal awalnya ‘hanya’ 44 juta rupiah—jelas bukan berasal dari kantong penduduk
desa yang taraf kehidupannya pas-pasan. Tri Mumpunilah yang pontang-panting meminjam dana ke bank,
atau mencari bantuan dari sejumlah negara melalui kantor perwakilannya di Jakarta. Kini, masyarakat yang
dibantunya sudah mandiri dan mampu ber-swadaya energi. Sepuluh tahun berkecimpung di dunia mikrohidro
dan pemberdayaan masyarakat, Tri Mumpuni dan timnya telah membangun 60 pembangkit listrik mikrohidro di
seluruh Indonesia. Tidak salah jika ia digelari “Srikandi Penerang Desa” yang dihormati oleh sosok sekaliber
Presiden AS Barack Obama...
Heyder Affan, BBC Indonesia, 25 Mei 2010.
“Sosok Wanita Penerang Desa”
Mikrohidro, Penerang Desa-Desa Terpencil
Foto|dariberbagaisumber
12 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kami yakin, Anda punya potensi hebat
seperti mereka!
Kota Hijau, Cita-Cita Bersama
Kota Hijau bukan sekadar mimpi. Lebih tepatnya, ini sebuah cita-cita yang mesti diwujudkan
bersama. Bagaimana mewujudkannya? Kita tidak mungkin bekerja sendirian. Mimpi bersama
harus diwujudkan dengan cara mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menciptakan
dan memelihara Kota Hijau.
	 Sebagai bagian dari warga kota, Anda adalah aktor-aktor yang akan mewujudkan
impian kita bersama tentang sebuah kota yang berkelanjutan. Anda memiliki potensi untuk
mewujudkan Kota Hijau. Marilah kita mengawalinya dari buku kecil ini.
	 Buku ini kami rancang bagi siapapun yang tertarik untuk mewujudkan Kota Hijau.
Buku yang Anda pegang BUKAN buku tentang Kota Hijau. Tetapi, buku tentang bagaimana
mewujudkan Kota Hijau secara mandiri atau pun bersama dengan komunitas. Siapapun Anda,
apapun komunitas Anda, buku ini akan memberikan petunjuk-petunjuk dan gagasan-gagasan
mewujudkan Kota Hijau sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing. Kami berharap
Anda membaca dan mempraktikkan isi buku ini, langkah demi langkah. Dengan demikian,
upaya kita bersama untuk menumbuhkan noktah-noktah hijau yang menghubungkan seluruh
Nusantara, dapat segera terwujud. Selamat membaca. Selamat menghijau.
Selamat membaca.... Selamat menghijau....
13KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
14 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
15KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
Planning
and Design
Kota Hijau merupakan buah dari perencanaan wilayah yang memperhatikan
berbagai aspek: kapasitas daya dukung lingkungan, efisiensi dalam alokasi
sumberdaya dan ruang, keseimbangan lingkungan alami dan lingkungan yang
dibangun. Semua aspek diperhitungkan dalam rangka mewujudkan kota atau
kawasan yang aman dan nyaman, produktif dan berkelanjutan.
16 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Mimpi Itu...
Berawal Dari Sini...
17KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Segala sesuatu bermula dari perencanaan. Kota Hijau merupakan buah dari perencanaan
wilayah yang memperhatikan berbagai aspek: kapasitas daya dukung lingkungan, efisiensi
dalam alokasi sumberdaya dan ruang, keseimbangan lingkungan alami dan lingkungan yang
dibangun. Semua aspek diperhitungkan dalam rangka mewujudkan kota atau kawasan yang
aman dan nyaman, produktif dan berkelanjutan.
	 Green Planning and Design adalah awal dari Kota Hijau. Seperti kita ketahui bersama,
Kota Hijau memiliki 8 (delapan) atribut, atau ciri-ciri. Selain atribut Green Planning and Design,
atribut lainnya adalah Green Open Space (Ruang Terbuka Hijau), Green Waste (Pengelolaan
limbah/sampah berprinsip Kota Hijau), Green Transportation (transportasi ramah lingkungan),
Green Water (efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air), Green Energy (efisiensi
dan pemanfaatan sumber-sumber energi), Green Building (bangunan ‘hijau’, ramah lingkungan)
dan Green Community (komunitas ‘hijau’, penggerak lingkungan untuk Kota Hijau). Di tingkat
nasional, upaya mewujudkan Kota Hijau telah diawali oleh Program Pengembangan Kota Hijau
(P2KH) yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sejak tahun 2010. Harapannya,
gaung P2KH di tingkat nasional ini bisa menyebar hingga ke pelosok Indonesia, dan melibatkan
seluruh warga serta komunitas dalam mewujudkan Kota Hijau.
Perencanaan kota merupakan urusan pemerintah. Namun, masyarakat dan komunitas
dapat memberikan masukan terkait dengan penataan ruang melalui konsultasi publik terkait
dengan penyusunan rencana tata ruang. Di sini, komunitas dapat melibatkan diri dalam dialog
bersama pihak berwenang untuk mengetahui konsep tata ruang dan peruntukkan wilayah.
Komunitas dapat mencermati apakah konsep tata ruang yang dikembangkan pemerintah
setempat telah menyeimbangkan aspek-aspek Kota Hijau atau Sustainable City.
	 Selain itu, komunitas dapat membantu menyosialisasikan kebijakan tata ruang
kota/wilayah dengan menginformasikan kepada warga masyarakat atau anggota komunitas
mengenai wilayah pengembangan kota dan peruntukkannya. Dengan demikian, komunitas
dapat mengantisipasi faktor-faktor lingkungan yang perlu disiapkan. Atau, membantu
mengawasi apakah konsep tata ruang kota/kawasan yang sudah ideal di atas kertas, memang
benar-benar dipatuhi dalam prakteknya.
Apakah
Green Planning and Design itu?
Mengapa Komunitas dan Seluruh Warga Masyarakat
Perlu Dilibatkan?
18 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Jangan hanya berfokus pada peta besar tata ruang. Cermatilah hal-hal detail. Cobalah,
misalnya, melihat apakah di setiap kawasan yang direncanakan sebagai pemukiman, telah
terdapat perencanaan tata ruang untuk perkantoran, ruang terbuka, pasar, sekolah, dan
fasilitas umum lainnya. Dalam aspek transportasi, misalnya, apakah jalur transportasi
yang direncanakan sudah memadai? Apakah kawasan pejalan kaki dimasukkan ke dalam
perencanaan? Kalau tidak jelas, tanyakan, dan minta hal-hal semacam ini dipertimbangkan.	
	 Fungsi komunitas dalam Green Planning and Design yang tak kalah penting adalah
pengawasan. Rencana tata ruang yang bagus, sering kehilangan makna ketika dilanggar
dalam prakteknya. Pelanggaran ini bisa bersumber dari kebijakan pemerintah sendiri dalam
pengembangan kota yang tidak merujuk pada rencana tata ruang—entah tidak tahu, atau
karena dikuasai oleh kepentingan tertentu sehingga ‘mengkhianati’ rencana tata ruang. Nah,
komunitas dapat mengajukan protes hingga menggalang aksi untuk mempertanyakan kebijakan
tersebut. Lagi-lagi, modalnya adalah Peta Hijau.
UU Penataan Ruang No. 26 Th. 2007 pasal 65
“Peran Serta Masyarakat”
1. Partisipasi dalam penyusunan rencana tata ruang.
2. Partisipasi dalam pemanfaatan ruang
3. Partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang
19KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sahabat-sahabat Komunitas, apa yang bisa
kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green
Planning and Design?
Forum Warga untuk Kota Hijau
Unsur penting dalam mewujudkan Kota
Hijau adalah warga atau penduduk yang
menempati ‘ruang’ atau kawasan masing-
masing. Mari kita sejenak melihat fungsi atau
peran warga dalam penataan ruang, karena
atribut pertama ini sangat terkait dengan
masalah disain atau Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW). Dalam kebijakan penataan
ruang, telah ditetapkan bahwa masyarakat
adalah pelaku yang sangat menentukan
dalam proses pemanfaatan ruang. Karena itu,
masyarakat harus diberi kesempatan seluas-
luasnya untuk berpartisipasi dalam penataan
ruang. Terkait dengan hal tersebut, komunitas
dapat membantu meningkatkan keterlibatan
masyarakat dengan menyelenggarakan
semacam ‘forum warga’ untuk mendiskusikan
persoalan-persoalan tata ruang yang nantinya
akan menunjang terciptanya Kota Hijau. 	
	 Sahabat Komunitas, yang namanya
‘forum warga’ itu ada di mana-mana, walaupun
sebutannya tidak selalu resmi atau formal.
Forum warga banyak juga yang tidak resmi
sifatnya, seperti kumpul-kumpul warga di pos
ronda, arisan dan pengajian/majelis taklim
ibu-ibu, warung kopi, pendopo kelurahan,
atau di pinggir lapangan bulutangkis. Pada
situasi seperti ini, jadilah pendengar yang
baik untuk mengetahui aspirasi warga, atau
menyelami ketidaktahuan mereka mengenai
aspek penataan ruang. Pancing keterlibatan
warga dengan mengangkat permasalahan tata
ruang mulai dari hal-hal kecil dan sederhana,
misalnya lingkungan yang jadi tidak tertata
gara-gara kehadiran PKL.
	 Di beberapa tempat, forum warga
sering menjadi sarana ampuh untuk
menggalang inisiatif warga untuk menjaga
dan memberdayakan penataan ruang. Atau,
untuk menyebarluaskan berbagai informasi
Green City. Intinya, banyak hal bisa dicapai
melalui mobilisasi warga dalam forum-forum
semacam ini. Namun, dalam menggalang
keterlibatan warga, ingatlah bahwa
Sahabat Komunitas harus membawa dan
memperjuangkan aspirasi warga. Maka, suara
serta identitas warga-lah yang harus diangkat,
bukan organisasi atau kelompok-kelompok
yang ndompleng nama di belakang mereka!
Aksi Hijau
Komunitas
untuk Green
planning
 design
20 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sebaik apapun rencana tata ruangnya, dan sehebat apapun fasilitas yang telah disediakan,
semua itu tidak ada gunanya bila masyarakat tidak berpartisipasi untuk memanfaatkannya.
Dalam aspek Green Planning  Design, peran masyarakat adalah memberdayakan dan menjaga
ruang sesuai RTRW. Seringkali, peran masyarakat tersebut tidak terlihat. Penyebabnya bukan
karena masyarakat malas, atau menolak pembangunan fasilitas dan penataan ruang. Melainkan,
sederhana saja, karena tidak tahu harus berbuat apa dalam menjaga dan memberdayakan ruang
sebagai wujud RTRW sesuai dengan atribut Kota Hijau. Nah, komunitas dalam hal ini dapat
membantu warga untuk memberdayakan dan menjaga ruang yang ada sehingga menunjang
tujuan-tujuan Green City.
	 Memberdayakan berarti menggunakan ruang semaksimal mungkin demi kepentingan
warga. Misalnya, memanfaatkan taman sebagai ruang terbuka tempat warga beraktivitas.
Atau menanami Jalur Hijau yang disediakan sebagai tempat bercocok tanam. Menjaga berarti
mengawasi dan turut mengendalikan pemanfaatan ruang sesuai dengan RTRW-nya, sekaligus
mengawasi wujud atribut Kota Hijau di wilayah masing-masing . Hal ini dapat dilakukan mulai
dari halaman sekitar rumah hingga ke kawasan ketetanggaan atau lingkungan yang lebih luas.
Inti dari melibatkan warga dalam menjaga dan memberdayakan ruang adalah menumbuhkan
kepedulian dan tanggungjawab dalam mewujudkan Kota Hijau. Komunitas dapat membantu
masyarakat untuk mewujudkan kepedulian dan tanggungjawab mereka!
Menjaga dan Memberdayakan Ruang
sesuai Atribut Kota Hijau
21KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Agar semua orang dapat berpartisipasi dalam merencanakan, memberdayakan, dan menjaga
ruang serta atribut-atribut Kota Hijau, maka, pertama-tama, warga perlu diberi pemahaman
terlebih dahulu mengenai hal-hal yang terkait dengan Kota Hijau dan pemanfaatan ruang untuk
atribut-atribut Kota Hijau. Caranya, dengan memberikan informasi mengenai Kota Hijau, atribut
Kota Hijau, RTRW, dan lain-lain yang menunjang pencapaian Kota Hijau. Komunitas dalam hal ini
dapat bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyebarluaskan pemahaman ini. Logikanya,
apabila pemahaman bersama mengenai Kota Hijau telah dicapai, masyarakat akan terlibat untuk
membantu mewujudkannya.
Mendidik Publik,
Menyebarluaskan Informasi Kota Hijau
22 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Komunitas dapat membantu perencanaan
dan pengawasan tata ruang kota dengan
membuat Peta Hijau (Green Map). Peta Hijau
bukan sembarang peta. Peta Hijau adalah peta
tematik yang menampilkan keterkaitan antara
masyarakat dengan lingkungan. Dengan kata
lain, Peta Hijau adalah peta yang menunjukkan
pada publik tempat-tempat untuk berperilaku
sosialyang bertanggungjawab,kegiatan harian
yang sifatnya berkelanjutan, kawasan yang
kaya secara budaya, sadar ekologi, dan wilayah
komunitas yang terlibat dalam aktivitas ‘hijau’.
Peta ini dibuat secara mandiri oleh komunitas
dengan melibatkan warga masyarakat.
Kegiatan membuat Peta Hijau punya manfaat
ganda. Pertama, masyarakat memiliki Peta
Hijau. Kedua, karena dalam penyusunannya
melibatkan warga masyarakat, maka secara
tidak langsung masyarakat pun memahami
konsep-konsep Kota Hijau dan dapat menandai
wilayah-wilayah yang perlu dilestarikan, atau
yang‘kuranghijau’.JikaPetaHijautelahdibuat,
publikasikan ke mana-mana. Bermodal Peta
Hijau, ajak setiap warga kota atau anggota
masyarakat untuk merumuskan kegiatan dan
melibatkan diri dalam aksi hijau. Jangan lupa,
pemerintah juga perlu memahami Peta Hijau
dan menyesuaikan aspek tata ruang wilayah
dengan peta tersebut.
Menyusun Peta Hijau
23KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca Bab 1, apa saja yang akan di lakukan oleh komunitasmu untuk
mewujudkan green planning and design di lingkunganmu? Siapa saja pihak-pihak
yang akan dilibatkan untuk mendukung aksi komunitasmu?
24 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
25KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
26 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
open space
Green Open Space atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area atau jalur
dalam kota/ wilayah yang penggunaannya bersifat terbuka. Disebut ‘hijau’
karena RTH menjadi tempat tumbuh tanaman—baik secara alamiah ataupun
yang sengaja ditanami. RTH punya banyak fungsi.
Ada Taman Di Kotaku
27KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Apakah Green Open Space itu?
Green Open Space atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area atau jalur dalam kota/
wilayah yang penggunaannya bersifat terbuka. Disebut ‘hijau’ karena RTH menjadi
tempat tumbuh tanaman—baik secara alamiah ataupun yang sengaja ditanami. RTH
punya banyak fungsi.
Pertama,
RTH memiliki fungsi ekologi. Dalam hal ini, RTH
dapat menjadi ‘paru-paru’ kota atau wilayah.
Tetumbuhan hijau dapat menyerap kadar CO2,
menambah oksigen, menurunkan suhu dengan
keteduhan dan kesejukan tanaman, menjadi
area resapan air, serta meredam kebisingan.
Kedua,
RTH menjadi ruang tempat warga dapat
bersilaturahmi dan berekreasi. Anak-anak
mendapatkan ruang untuk bermain, sehingga
tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di
depan televisi atau video game. Warga dapat
berjalan kaki, berolahraga, dan melakukan
aktivitas lain.
28 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ketiga,
RTH memiliki fungsi estetis. Kehadiran
RTH memperindah pemukiman, komplek
perumahan, perkantoran, sekolah, mall, dan
lain-lain. Bayangkan suasana kantor yang
‘kering’, sekolah yang panas, perumahan yang
gersang, mall yang hanya dipenuhi tembok dan
tanaman artifisial. Bandingkan dengan kantor,
sekolah, perumahan, dan mall yang menghijau.
Bukan saja hati dan perasaan jadi adem.
Kepala pun bisa diajak berpikir lebih jernih dan
kreatif!
Keempat,
RTH dalam tata kota memiliki fungsi planologi.
RTH bisa menjadi pembatas antara satu
ruang dengan ruang lain yang peruntukannya
berbeda-beda.
Kelima,
RTH memenuhi fungsi pendidikan. RTH
menjadi ruang tempat satwa dan tanaman
yang bisa dijadikan sarana belajar. Kalau anak-
anak juga dilibatkan dalam pengelolaan RTH,
mereka juga akan mendapat pelajaran soft skill
yang penting dan mungkin tak bisa didapatkan
di bangku sekolah: belajar berorganisasi
dan menghayati nilai-nilai luhur dari upaya
menjaga kelestarian lingkungan. Ini bekal yang
penting bagi mereka sebagai generasi penerus
di masa depan, jadi mengapa tidak dimulai dari
sekarang?
Keenam,
RTH juga punya fungsi ekonomis! Jenis-jenis
tanaman tertentu punya nilai jual dan nilai
konsumsi yang lumayan. Bunga, buah-buahan,
kayu-kayuan. Apabila ditata dengan baik, RTH
bukansajamenjadilokasiwisatayangstrategis,
tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi
pengelolanya. Jadi, keberadaan RTH dapat
menyejahterakan warga di sekitarnya.
	 Dengan sekian banyak manfaatnya, bisa
kitapahamimengapakeberadaanRTHmenjadi
sangat penting dalam perencanaan wilayah.
Tanpa RTH, sebuah kawasan akan mengalami
banyak kerugian. Pertanyaan selanjutnya, di
mana dan seperti apakah wujud RTH?
29KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Hirarki Kawasan Fungsi Pelayanan Fasilitas Umum dan sosial Ruang Terbuka Hijau
Pusat Kota •	 Melayani fungsi-fungsi
regional
kawasan
•	 Pemenuhan kebutuhan
insidentil seperti RS besar,
pendidikan tinggi, jasa
perbankan dan koneksi
terhadap
jaringan transportasi
regioanal/ antar kota
•	 Pusat perdagangan dan
bisnis
•	 Perkantoran
•	 Perdagangan dan jasa skala
besar
•	 Rumah sakit pusat, saran
pendidikan lanjutan
•	 Sarana hiburan dan rekreasi
kota
•	 Taman kota, green belt,
hutan kota,
taman botani dll.
•	 Fasilitas olahraga: stadion
sepakbola skala regional/
nasional.
•	 Jalur-jalur hijau pada
koridor jalan utama
•	 Danau dan area retensi
pengendali banjir
Sub Pusat
( Kecamatan)
•	 Melayani kegiatan ekonomi
–sosial di tingkat kecamatan
•	 Pemenuhan
kebutuhan bulanan
(Pusat perbelanjaan, pasar tra-
disional dan jasa perbankan)
•	 SMA, Sekolah Tinggi, perusta-
kaan wilayah,.
•	 Pasar Kecamatan
•	 Fasilitas perbankan. Pos dan
giro
•	 Saran rekreasi
(bioskop arena hiburan dan
lain-lain)
•	 Taman kecamatan, jogging
track.
•	 Fasilitas olahraga, stadion
mini kolam renang.
•	 Sempadan sungai, situ,
dan kolam-kolam retensi
•	 Urban farming, kebon bibit,
taman bunga dll.
Lokal
( Kelurahan)
•	 Pusat kegiatan lokal
•	 Pemenuhan kebutuhan ming-
guan
(belanja, bank, rekreasi)
•	 Pendidikan menengah SMP,
Sekolah kejuruan, kursus
keterampilan
•	 Sarana ibadah : Mesjid besar,
Gereja.
•	 Taman Kelurahan, taman
bunga.
•	 Sarana olahraga lapangan
bola,
lapangan basket dll
•	 TPU
Sub Lokal
( RT / RW )
•	 Kawasan hunian
(domitory area)
•	 Pemenuhan
kebutuhan sehari-
hari (Pendidikan dasar, ibadah,
interaksi sosial, belanja harian
dll.)
•	 Taman kanak-kanak, sekolah
dasar
•	 Sarana Ibadah
•	 Pertokoan kecil, warung
serba ada
•	 Sarana transportasi ojek,
Becak dll)
•	 Taman bermain (play
ground)
•	 Lapangan olahraga (volley,
tennis,
badminton dll)
•	 Taman taman
privat, roof garden dll.
Wujud Green Open Space
Adalah wajar kalau kita membayangkan wujud RTH sebagai area terbuka yang luas.
Masalahnya, tidak setiap kawasan memiliki ‘kemewahan’ mempunyai area terbuka yang luas
dan bisa dimanfaatkan sebagai RTH. Seringnya, kita berada dalam situasi di mana kota atau
kawasan sudah telanjur dipenuhi oleh penduduk atau ditempati sebagai ruang usaha.
	 Kalauhalinidialamiolehsahabat-sahabatkomunitas,tidakperlurisau.Sepadat-padatnya
kota, atau tempat kita bermukim, sesungguhnya, selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan di
sekitar ruang hidup kita. Di kawasan padat, RTH tetap bisa diupayakan dengan menyiasati
bentuk-bentuk tertentu. Inilah beberapa wujud RTH yang mungkin bisa menginspirasi
sahabat-sahabat komunitas!
30 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Mari berperan dalam mengelola lahan hijau pekarangan.
Banyak caranya, misalnya, menanam pohon rindang,
menumbuhkan ‘karpet hijau’ tanaman, serta membuat lubang
biopori. Selain itu, pemerintah daerah dapat mulai mendata
dan menetapkan RTH dengan memanfaatkan pekarangan
rumah, sekolah, atau perkantoran. Pemerintah daerah juga
dapat bekerjasama dengan pengembang untuk mewujudkan
RTH di kawasan terpadu, pusat perbelanjaan, hotel, dan
apartemen. Bagi warga yang bersedia mengikhlaskan
sebagian lahannya untuk RTH, ada ‘bonus’ atau ‘reward’
(imbalan) berupa keringanan pajak PBB, pajak air tanah,
pembayaran tagihan listrik, maupun telepon.
Sahabat-sahabat Komunitas, apa yang
bisa kita lakukan untuk mewujudkan
atribut Ruang Terbuka Hijau (RTH)?
Partisipasi Warga dalam RTH
Aksi Hijau
Komunitas
untuk Green
Open Space
31KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kehadiran taman sangat diperlukan di
perkotaan. Selain untuk menunjang keindahan
kota, fungsi taman lainnya adalah menjadi
ruang terbuka tempat warga beraktivitas,
sekaligus sebagai paru-paru kota. Bayangkan
saja sebuah kota tanpa taman. Tentu terasa
gersang dan tidak menyenangkan. Anak-
anak tidak punya ruang bermain. Warga tidak
punya tempat berekreasi yang murah dan
menyenangkan. Taman ibarat oase dalam
sebuah kota atau wilayah. Di tengah kepadatan
populasi dan tekanan pekerjaan, kehadiran
Taman Kota dapat mengurangi stres.
	 Taman Kota dapat dibuat dalam
berbagai ukuran. Mulai dari yang kecil (Taman
Lingkungan), hingga Taman Kota untuk
480.000 penduduk. Semua ada hitungannya,
mencakup ‘jatah’ orang per meter persegi
dalam taman itu. Semakin besar tamannya,
semakinbanyakfasilitasyangharusdisediakan
karena disesuaikan dengan fungsinya. Taman
paling sederhana paling tidak harus dilengkapi
bangku-bangkutaman.TamanKotayangbesar
dilengkapi dengan jogging track sampai arena
olahraga mini. Satu hal yang pasti, berapapun
ukuran tamannya, RTH menempati persentase
terbesar antara 30 % hingga 70%.
Tahukah Anda?
Taman Lingkungan terkecil berukuran 250 m2 untuk
melayani 250 penduduk Letaknya paling jauh 300
meter dari rumah penduduk 40% area berupa RTH,
ditanami min. 3 pohon pelindung Harus dilengkapi
bangku taman dan fasilitas permainan anak!
Taman kota
32 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Taman yang tertutup dan sepi pengunjung
sama saja dengan taman yang kotor dan
terbengkalai. Semua itu akan membuat kita
semua merana. Taman yang dibiarkan begini
sungguh tak ada gunanya bagi warga dan
sekadar menjadi pajangan yang tidak punya
makna. Yuk, buat taman sebanyak-banyaknya
supaya kota menjadi asri. Selanjutnya, cintai,
kunjungi, dan rawatlah taman-taman di sekitar
kita.
Sahabat komunitas, taman jenis apapun atau
tamanseukuranapapunterbukabagiwarganya.
Taman pada hakekatnya merupakan wujud
nyata ruang publik. Oleh sebab itu, menjadi
tanggungjawab bersama untuk memelihara
kebersihan dan keindahan taman. Sahabat-
sahabat komunitas dapat melakukan aksi hijau
dengan membentuk Komunitas Cinta Taman,
misalnya. Kegiatannya mencakup memelihara
dan mengawasi penggunaan taman sehingga
tetap sesuai dengan fungsinya. Atau, sahabat-
sahabat komunitas juga dapat beraktivitas
di taman, berpartisipasi mengelola taman,
sehingga taman menjadi ramai dikunjungi dan
digunakan untuk berkegiatan.
Faktanyasetiap 1 hektar tanah yang ditumbuhi
pepohonan, perdu, semak, rerumputan
dengan luas permukaan daun sebesar 5
hektar, dapat menyerap 900 kg CO2 dan
melepaskan 600 kg O2 dalamwaktu 12 jam!Suhu udara di keteduhan pohon juga
terbukti berkurang sekitar2-4 derajat Celsius
(Purnomohadi, 1994)
33KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
34 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Hutan Kota adalah kumpulan vegetasi berupa
pohon dan semak sejenisnya, yang tumbuh di
lahan kota atau sekitar kota, berbentuk jalur,
menyebar, atau bergerombol (menumpuk)
denganstrukturmenyerupaihutanalam.Hutan
Kota menjadi habitat atau hunian kehidupan
satwa. Hutan Kota membuat lingkungan jadi
sehat, nyaman, dan estetis.
	 Hutan kota menempati area setidaknya
10% dari luas kota, atau disesuaikan dengan
kondisi fisik kota. Dalam arsitektur kota, hutan
kota dapat menyeimbangkan pembagian
area perkotaan yang didominasi peruntukan
tertentu, menyelaraskan kompleks tapak
bangunan dengan lingkungannya, atau
menyatukan lingkungan yang tadinya tampak
tidak beraturan.
	 Sebagai paru-paru kota, Hutan Kota
menyegarkan udara dengan cara menyerap
CO2 dan melepaskan O2. Selain itu, dapat
mengendalikan polusi, banjir, erosi, dan
tanah longsor. Hutan Kota dapat meredam
kebisingan dan aneka polusi suara lainnya.
Sebagai habitat satwa, mulai dari berbagai
jenis burung dan unggas-unggasan hingga
kumbang dan kupu-kupu, Hutan Kota dapat
menjadi ‘laboratorium alam’ dan pusat
pembelajaran bagi masyarakat, khususnya
anak-anak sekolah.
	 Hutan Kota dapat berbentuk menyebar
tak merata, bergerombol atau berbentuk jalur
hutan
kota
mengikuti struktur tertentu (misalnya, hutan
kota di tepi sungai). Hutan Kota terbagi dua:
Hutan Kota berstrata satu hanya terdiri dari
pohon dan rumput; sementara Hutan Kota
berstrata banyak bukan hanya terdiri dari
pohon dan rumput, tetapi juga aneka semak,
terna, liana, dan epifit anakan penutup tanah.
Pengadaan Hutan Kota merupakan bagian
dari kebijakan pemerintah. Kendati demikian,
diperlukan peran masyarakat untuk merawat,
mengelola, dan memanfaatkan Hutan Kota.
Sahabat-sahabat komunitas dapat membantu
melestarikan Hutan Kota sambil menjaga
kebersihan. Adakan berbagai aktivitas di Hutan
Kota secara reguler—apakah itu sebatas untuk
anggota komunitas saja, atau bagi siapapun
yang tertarik untuk bergabung. Dengan cara
ini, sahabat komunitas dapat berperanserta
dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat
kepada Hutan Kota.
Faktanya
Hutan Kota menurunkan kadar debu
sebesar 43 % hingga 53 %, Hutan Kota
yang bentuknya menyebar sangat
efektif meredam kebisingan kota
Hutan Kota yang terdiri dari pepohonan,
semak, perdu, dan epifit anakan
penutup tanah yang tumbuh dengan
jarak tak beraturan, juga ternyata paling
ampuh menanggulangi permasalahan
lingkungan.
Hutan Kota ada untuk kita semua.
Maka, memelihara Hutan Kota juga merupakan kewajiban kita bersama.
35KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
36 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Menciptakan keseimbangan
dan keserasian lingkungan
dengan “Hutan Kota”
37KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
jalur
hijau
Jalur Hijau merupakan RTH berbentuk
memanjang mengikuti jalan, sungai, atau
jaringan utilitas, yaitu jaringan yang memenuhi
fungsi tertentu di sebuah kawasan. Misalnya,
rel kereta api, saluran pipa minyak mentah dan
gas alam, dan lain-lain. Jalur Hijau berfungsi
membatasi jalan, sungai, dan jaringan utilitas
dari gangguan berbagai aktivitas perkotaan.
Selain itu, Jalur Hijau berfungsi sebagai
pengaman dan pembatas bagi masyarakat
agar tidak terkena dampak negatif sungai,
jalan, atau jaringan utilitas tersebut.
	 Jalur Hijau lazimnya merupakan kawasan
yang terlarang bagi warga untuk dijadikan
ruang beraktivitas sehari-hari, karena vitalnya
fungsiyangharusdilindungi.Namun,darisudut
fungsi Tata Ruang yang berkaitan dengan Kota
Hijau, Jalur Hijau sesungguhnya menyimpan
potensi untuk dikembangkan sebagai bagian
dari RTH. Dengan berkoordinasi bersama
aparat terkait, sahabat-sahabat komunitas
dapat memanfaatkan Jalur Hijau sebagai
Taman Lingkungan atau tempat bercocok
tanam.
Sahabat-sahabat komunitas dapat
berpartisipasi dalam merawat dan mengelola
Jalur Hijau di sekitar lingkungan masing-
masing. Sekaligus membantu pemerintah
mengawasi agar Jalur Hijau tidak ditempati
oleh pihak lain seperti PKL dan pemukim
liar. Warga di Kelurahan Podosugih Kota
Pekalongan, yang mencakup 3 RW, menyulap
pinggiran sungai Kali Asem yang semula
terkesan kumuh dan tak beraturan menjadi
kawasan yang hijau tertata rapi. Jalur Hijau
yang tertata rapi ini dinamai Binatur Riverwalk.
Binatur Riverwalk meningkatkan kualitas hidup
warga di sekitarnya. Bukan hanya itu, ada
bonus yang diperoleh warga setempat. Kini,
Kali Asem jadi bersih, sampah pun menghilang.
Setelah merasakan kenyamanan tinggal di
lingkungan yang bersih tertata, tak seorang
pun rela sungainya dicemari lagi oleh sampah.
38 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Binatur Riverwalk di Kota Pekalongan adalah contoh sukses penataan RTH dalam bentuk Jalur
Hijau. Awalnya dicemari limbah industri batik setempat, Binatur Riverwalk kini menjadi salah satu
tujuan wisata di Pekalongan, yang menjadi penggerak perekonomian lokal
Foto Atas Kali Binatur sebelum di laksanakan Program P2KH
Foto Bawah Kali Binatur setelah di laksanakan Program P2KH
Binatur Riverwalk
1 2 3
Jenis jalur Hijau diPerkotaan• Jalur Hijau Jalan• Jalur Hijau jalan bebas hambatan ( TOL )
• Jalur Hijau jalan Kereta Api• Jalur Hijau sempadan sungai/ badan air• Jalur hijau sempadan Jaringan Listrik
tegangan tinggi (SUTT/SUTET).• Jalur hijau batas kota• Jalur hijau fungsi khusus, misalnya
pembatas industri, pertambangan,sumber air.
39KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Standar kebutuhan TPU: 1.2 m2 /orang.
Saat ini, nyaris seluruh kota di Indonesia kesulitan
membuka lahan pemakaman baru, sementara
yang sudah ada kapasitasnya terbatas.
Tempat
pemakaman
umum
Dulu, kita beranggapan bahwa kuburan
adalah tempat yang harus dijauhi, tidak boleh
diganggu, dan hanya dikunjungi pada waktu-
waktu tertentu. Anggapan kedua dan ketiga
itu benar. TPU memiliki nilai kultural dan
religius yang harus dihormati kesakralannya,
sehingga tidak boleh diganggu. Tetapi, TPU
sesungguhnya punya potensi RTH yang—
apabila dioptimalkan—akan menopang
kehidupan kota/wilayah, TANPA mengganggu
fungsi ritual pemakaman sebagai tempat
peristirahatan terakhir yang harus dihormati.
	 Sejumlah pemakaman di kota-kota besar
kini menjalankan program “Rumputisasi”.
Melalui program ini, makam yang tadinya
berupa gundukan beton/semen/bata, kini
diseragamkan bentuknya menjadi gundukan
hijau berumput, yang punya fungsi ekologi
menjaga keseimbangan resapan air. Selain
itu, rumputisasi membuat pemakaman
menjadi hijau, tidak lagi gersang dipenuhi oleh
nisan-nisan marmer semata. Rumputisasi
merupakan optimalisasi pemakaman sebagai
fungsi RTH. Sahabat-sahabat komunitas dapat
membantu program ini dengan mendorong
masyarakat agar mendukung pelaksanaan
program Rumputisasi di berbagai pemakaman.
40 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Faktanyarumputisasi pemakaman dapat
meningkatkan daya tampungmakam di TPU MusliminKota Bandungsebanyak 41.87%.Selain itu, menurunkan BCRmenjadi 24%
(Firmansam, 2012).
41KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
pertanian
perkotaan
urban farming
Siapa bilang tinggal di kota itu susah
berkebun? Dengan Urban Farming, atau
pertanian perkotaan, mimpi punya kebun
sendiri bisa terwujud! Pertanian Perkotaan
merupakan kegiatan bercocok tanam dengan
memanfaatkan celah-celah lahan di sekitar
pemukiman warga. Satu keuntungan dari
kegiatan ini adalah kesempatan berkebun
tanpa mempedulikan luas lahannya. Sepetak
kecil tanah sudah cukup untuk berkebun. Kalau
pun tak ada tanah sama sekali, Pertanian
Perkotaan tetap dapat diwujudkan dengan pot-
pot gantung dan tiang penyangga.
	 Jenis tanaman Pertanian Perkotaan
disesuaikan dengan kondisi ketersediaan
lahan. Lazimnya, tanaman yang dipilih
adalah sayur-mayur, buah-buahan, atau
tanaman herbal yang cepat panen. Pertanian
42 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Perkotaan di sejumlah wilayah terbukti mampu
memperindah wajah kota. Selain itu, memiliki
fungsi sosial yaitu meningkatkan silaturahmi
di antara warga melalui kegiatan bercocok
tanam, tukar-menukar benih, hingga panen
dan menikmati hasilnya bersama. Pertanian
Perkotaan juga dapat memberi nilai tambah
yang ekonomis kepada komunitas, seperti
yang dialami oleh warga di Kompleks Bumi
Asri kawasan Padasuka, Bandung. Sejak
menerapkan Pertanian Perkotaan beberapa
tahun lalu, kini mereka tak perlu lagi membeli
sayur-mayur. Untuk kebutuhan sehari-hari,
mereka tinggal memetiknya dan mengonsumsi
sendiri. Kelebihannya bahkan dapat dijual
ke tukang sayur yang biasanya menjadi
langganan mereka.
43KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Foto : Contoh kegiatan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) di berbagai daerah di Indonesia.
44 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sahabat-sahabat komunitas dapat
mengorganisir kegiatan Pertanian Perkotaan
di kawasan masing-masing. Jika ada tanah
kosong terbengkalai, gunakanlah untuk
Pertanian Perkotaan. Tanah kosong biasanya
hanya menjadi tempat pembuangan sampah,
atau dijadikan lahan pemukim liar. Pada
akhirnya, hal ini dapat menjadi masalah,
terutama jika sang pemilik tanah akan
mengambil alih atau memanfaatkan lahan
kosong tersebut. Nah, sebelum hal-hal seperti
ini terjadi, manfaatkanlah lahan terbengkalai
itu untuk Pertanian Perkotaan. Bagi sahabat
komunitas yang tertarik dengan kegiatan ini,
namun tidak punya lahan kosong yang bisa
dimanfaatkan di sekitar lingkungannya, jangan
biarkan hal seperti ini menghalangi niat yang
mulia. Gunakan kreativitas Anda, manfaatkan
bahan-bahan bekas untuk menjadi pot
penampung. Dalam waktu beberapa bulan,
ketika benih sayuran dan buah--buahan telah
tumbuh menghijau siap dipanen, Anda bisa
merasakan bahwa jerih payah Anda sungguh
tidak sia-sia!
Inilah sekilas berita Panen Raya dari berbagai kota:
• Di Surabaya, Ibu Walikota bersama warga setempat
ramai-ramai panen cabe dan panen ikan di Karamba Waduk
Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep. Kegiatan ini
adalah puncak dari gowes bareng (funbike) Ibu Walikota
bersama warga Surabaya (2011)• Di Makasar, para pemuda aktivis Makasar Berkebun
panen sawi, kangkung, dan selada, yang dibagikan gratis
pada siapa saja. Mereka berkebun di lahan kosong yang
disediakan oleh Bosowa Group di daerah Tanjung Bunga
(2012)
• Di Medan, ibu-ibu Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani)
Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor,
ramai-ramai panen timun dan ubi. Hasilnya diborong oleh
Bapak/Ibu Pejabat Gubernur Sumatera Utara! (Januari
2013)
Kapan kebun Anda akan panen? Kabari kita semua ya
melalui media sosial!
45KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 2, apa saja aksi komunitasmu untuk menjaga fasilitas umum
dan sosial yang ada di sekitarmu? Siapa saja sahabat komunitas yang akan kamu
libatkan dalam mewujudkannya?. Bagaimana tahapan yang akan komunitasmu
lakukan mweujudkan dan menjaga hutan hijau yang ada di lingkunganmu.
46 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
47KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
48 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
Building
Green Building bukan semata-mata bangunan bercat hijau, lho! Lebih tepatnya,
Green Building adalah sebuah konsep yang digagas untuk memperkenalkan
sistem pengelolaan rumah atau bangunan yang ramah lingkungan
Rumah Hijau Idamanku
49KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Tahukah Anda? Rumah, dengan segala
aktivitasnya, ternyata merupakan penyumbang
terbesar emisi gas karbondioksida. Tingkat
emisi CO2 rumahtangga mengalahkan emisi
gas karbon dari aktivitas transportasi yang
ada di posisi kedua, dan aktivitas industri di
posisi ketiga (Suryandari, 2011). Di sisi lain,
coba amati bagaimana perilaku rumah tangga
dalammemanfaatkanair.Bisadikatakanboros,
bahkan sangat boros! Hitung saja berapa kali
dalam sehari kita membilas, mencuci piring,
mencuci tangan, mandi, mencuci kendaraan,
menyiram tanaman, sampai menyiram jalanan
yang berdebu. Semua dilakukan berkali-kali.
Keran air bolak-balik dibuka, pompa air terus-
menerus diperbesar kapasitasnya, tak peduli
bahwa pemakainya sebenarnya hanya sedikit.
Kita belum lagi bicara soal penggunaan energi,
yang ternyata sama saja borosnya. Pemakaian
AC, lampu, segala macam perlengkapan rumah
tanggasepertikompor,microwave,pemanasair
dan lain-lain, semua ini menyedot listrik yang
tidak sedikit. Semua ini menjadikan rumah dan
aktivitas rumah tangga menjadi salah satu titik
yang mengganggu keseimbangan lingkungan.
	 Untuk mewujudkan Kota Hijau, bukan tata
kotanya saja yang harus diurus. Bangunan-
bangunan lain, apakah itu pemukiman ataupun
perkantoran dan fasilitas sosial lainnya juga
harus diurus agar tidak menimbulkan dampak
lingkungan yang serius dikemudian hari. Solusi
yang ditawarkan untuk menunjang Kota Hijau
dari segi bangunan adalah Green Building.
Apakah
Green Building itu?
	 Green Building bukan semata-mata
bangunan bercat hijau, lho! Lebih tepatnya,
Green Building adalah sebuah konsep yang
digagas untuk memperkenalkan sistem
pengelolaanrumahataubangunanyangramah
lingkungan. Guna mewujudkan Green Building,
ada tiga aspek yang harus diperhitungkan
dan direncanakan sejak awal membangun
atau merombak rumah/bangunan. Pertama,
konstruksi bangunan. Kedua, desain. Ketiga,
sistem pengoperasian atau pengaturan
rumah tangga/bangunan yang serba ramah
lingkungan.
50 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
51KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
52 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
bertujuan melestarikan sumber daya alam,
meningkatkanefisiensienergidalambangunan,
dan meningkatkan kualitas udara dalam
ruangan. Apabila diterapkan secara optimal,
Green Building dapat meningkatkan kualitas
konstruksi, membuat bangunan lebih awet,
mengurangi kerumitan jaringan utilitas, secara
signifikan memotong anggaran pemeliharaan,
dan meningkatkan kenyamanan. Green
Building sangat dianjurkan untuk diterapkan
dalam pembangunan perkantoran maupun
pemukiman. Selain ramah lingkungan, Green
Building juga menyehatkan penghuninya dan
dalam jangka panjang menghemat biaya
ekonomi perawatan rumah dan pengelolaan
rumah tangga.
Green Building
53KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sebelum membicarakan langkah-langkah untuk mewujudkan Green Building, Anda perlu
mengetahui prinsip-prinsip Green Building dan skema penerapannya. Perhatikan skema berikut
ini.
Mewujudkan
Green Building
KETENTUAN PENERAPAN
GREEN BUILDING
LEMBAGA /INSTANSI
BERWENANG
SERTIFIKASI
GREEN BUILDING
• PEMBANGUNAN TAPAK SECARA TEPAT
• EFISIENSI DAN KONSERVASI ENERGI
• KONSERVASI AIR
• PENGGUNAAN METERIAL DAN
DAUR ULANG
• KESEHATAN UDARA DALAM RUANG
DAN KEANYAMANAN
• PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKITAR
BANGUNAN
KOMPONEN PENERAPAN :
PRINSIP DASAR GREEN BUILDING :
• PENGELOlLAAN TAPAK
• PENGELOLAAN AIR
• ENERGI DAN ATMOSFIR
• SUMBER DAYA
• KESEHATAN UDARA DALAM RUANG
DAN KENYAMANAN
STANDAR YANG SESUAI
BERDASARKAN KONDISI
SETEMPAT
54 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Berdasarkan skema tadi, maka terdapat enam tahapan dalam
membangun Green Building. Perhatikan skema berikutnya.
Tidak juga. Panduan Green
Building ada di mana-mana,
dan bisa didapatkan di Dinas
PU setempat untuk membantu
Anda. Mari berpikir ke masa
depan. Manfaat Green
Building yang difungsikan
secara optimal, tak ternilai
harganya jika ditukar dengan
rupiah. Inilah rincian manfaat
yang bisa Anda peroleh jika
menerapkan strategi Green
Building untuk membangun
rumah baru Anda, atau
merombak rumah yang
sudah ada menjadi ramah
lingkungan.
Terasa rumit?Perancangan
Pemelliharaan
dalam bangunan, dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Apabila diterapkan secara
optimal, Green Building dapat meningkatkan kualitas konstruksi, membuat bangunan lebih awet,
mengurangi kerumitan jaringan utilitas, secara signifikan memotong anggaran pemeliharaan, dan
meningkatkan kenyamanan. Green Building sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam
pembangunan perkantoran maupun pemukiman. Selain ramah lingkungan, Green Building juga
menyehatkan penghuninya dan dalam jangka panjang menghemat biaya ekonomi perawatan rumah
dan pengelolaan rumahtangga.
Mewujudkan Green Building
Sebelum membicarakan langkah-langkah untuk mewujudkan Green Building, Anda perlu
mengetahui prinsip-prinsip Green Building dan skema penerapannya. Perhatikan skema berikut ini.
Pak Yoga: Gambar 16. Skema Mewujudkan Green Building, halaman 63
Berdasarkan skema tadi, maka terdapat enam tahapan dalam membangun Green Building.
Perhatikan skema berikutnya.
Pak Yoga: Gambar 17. Langkah-Langkah Membangun Green Building, halaman 64.
Terasa rumit? Tidak juga. Panduan Green Building ada di mana-mana, dan bisa didapatkan di Dinas
PU setempat untuk membantu Anda. Mari berpikir ke masa depan. Manfaat Green Building yang
difungsikan secara optimal, tak ternilai harganya jika ditukar dengan rupiah. Inilah rincian manfaat
yang bisa Anda peroleh jika menerapkan strategi Green Building untuk membangun rumah baru
Anda, atau merombak rumah yang sudah ada menjadi ramah lingkungan.
Aspek Manfaat Uraian Manfaat
Kesehatan Mengurangi polusi dalam ruangan.
Mengusahakan kualitas lingkungan ruangan yang lebih baik.
Memberikan kesempatan perbaikan kesehatan masyarakat.
Tapak/Komunitas Melindungi tanah, air dan udara pada tapak dan sekitarnya dari polusi
Pencegahan Kerusakan
Lingkungan
Menggunakan infrastruktur kota dengan lebih efisien melalui pembangunan kembali
gedung atau tapak.
Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan bagi terwujudnya kenyamanan masyarakat.
Efisiensi Energi Mengurangi konsumsi energi dalam bangunan
Efisiensi Air Mengurai konsumsi air pada bangunan dan tapak
Efisiensi Material Menerapkan prinsip 3 R (reduce, reuse, recycle),
Mengurangi penggunaan material baik pada saat membangun maupun waktu
Mengoperasikan bangunan,
Menggunakan material / bahan bangunan yang tidak menyebabkan kerusakan
lingkungan.
Manajemen Pengelolaan Memperpanjang umur bangunan,
Mengurangi biaya opresional bangunan
Kepuasan Penghuni Menghemat biaya,
Meningkatkan kualitas hidup penghuninya
Sertifikasi Green Building Memperoleh pengakuan resmi sebagai green building.
Aksi Hijau Komunitas untuk Green Building
Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green
Building? Tidak usah jauh-jauh. Mari kita mulai dari rumah tangga kita, atau dari lingkungan kantor
kita.
55KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
AndabisamembantuterwujudnyaGreenBuildingdalamskalarumah
tangga dengan mempertimbangkan efisiensi energi mulai dari air,
listrik, hingga cahaya. Untuk itu, pilihlah perangkat-perangkat rumah
tangga yang hemat energi, seperti lampu LED, kulkas hemat listrik,
pemanas air tenaga surya, dan lain-lain. Hindari AC, manfaatkan
sistem ventilasi yang sehat dengan mempertimbangkan besaran
jendela, penyekatan, dan aliran udara di dalam rumah.
Hindari pemborosan air. Pilih keran, toilet flush, shower dan klep-klep
pipa yang membantu penghematan energi. Gantilah keran dan pipa
yang rusak sesegera mungkin, untuk menghindari pemborosan air
yang terbuang percuma gara-gara kebocoran pipa. Piket warga atau
anggota komunitas sangat diperlukan guna memeriksa kebocoran-
kebocoran di fasilitas-fasilitas publik.
Pertimbangkanlah input cahaya matahari ke dalam rumah, ketika
mendisain rumah dan ruangan-ruangannya. Aturlah cahaya
sedemikian rupa, sehingga tidak terlalu silau, atau malah terlalu
gelap di siang hari, sehingga membutuhkan lampu listrik.
Dalam skala komunitas, lakukan kampanye di lingkungan Anda
untuk menghemat semua sumberdaya. Undanglah ahli, atau
orang yang berpengalaman untuk berbagi strategi mengelola air
dan limbah rumah tangga, sehingga tidak mencemari lingkungan
sekaligus hemat energi.
Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita
lakukan untuk mewujudkan atribut Green Building? Tidak
usah jauh-jauh. Mari kita mulai dari rumah tangga kita,
atau dari lingkungan kantor kita.
Mengelola Rumah Tangga Hemat Energi
Aksi Hijau
Komunitas
untuk Green
BUILDING
56 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
57KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Dengan sedikit kejelian dan kreativitas, material sisa perombakan bangunan bisa dipakai untuk
menambah nilai artistik rumah, tanpa kehilangan fungsi utamanya. Batu bata bekas, potongan
keramik, keping-keping kaca, sampai tutup botol—semua bisa difungsikan menjadi dinding
pelapis, lantai, sampai tembok dengan hiasan yang unik! Demikian juga dengan kayu-kayu,
bahkan pecahan beton berbentuk brangkal untuk pondasi bangunan. Ada banyak contoh desain
interior maupun eksterior rumah ramah lingkungan di sekitar kita dengan material daur ulang
yang bisa menginspirasi. Atau, Anda juga bisa mencari inspirasi dari buku-buku desain rumah.
Cukup banyak kok buku-buku interior yang membahas topik daur ulang untuk interior dan eksterior
bangunan
Memanfaatkan
Material Daur Ulang
Faktanya,80% material hasil bongkaran
bangunan lama sesungguhnyamasih bisa dipakai untuk bahan
bangunan.
Kuncinya adalah kreativitas dan
pemahaman mengenai Green
Building!
58 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Mengapa tidak? Daripada menggantungkan
diri pada sumber energi terbatas yang
disediakan pemerintah, kita sesungguhnya
bisa mengembangkan sumber energi secara
mandiri untuk memenuhi kebutuhan warga
setempat.Pertimbangkanuntukmenggunakan
pembangkit listrik sel surya, turbin air mini,
atau kincir angin. Tidak tertutup kemungkinan
bagi komunitas untuk membangun, memiliki,
dan mengelola sendiri pembangkit listrik
tenaga mikrohidro (baca lebih lanjut mengenai
hal ini di bab Green Energy). Ketergantungan
terhadap PLN pun dapat dikurangi.
KembangkanGreenBuildingtidakhanyasebataspadalingkuprumahtangga
maupun lingkungan ketetanggaan. Perluas dalam skala yang lebih besar.
Bersama komunitas, Anda bisa menggagas Sekolah Hijau, Kampus Hijau,
Pondok Hijau, bahkan Kantor Hijau dan Kampung Hijau, yang bangunan-
bangunannya didesain menggunakan prinsip-prinsip Green Building.
Bersama komunitas, Anda juga bisa berkiprah memetakan bangunan-
bangunan yang telah memenuhi kriteria standar Green Building sebagai
bagian dari Peta Hijau Komunitas. Atau, Anda bisa sekaligus mengajak
komunitasuntukmengadakanlombaGreenBuildingdanmenganugerahkan
Green Building Award pada mereka yang berkomitmen mewujudkan Green
Building baik dalam skala rumah tangga, maupun lingkup sosial yang lebih
besar lagi. Semakin banyak bangunan yang menerapkan Green Building,
semakin sehat penghuninya, dan semakin nyaman warga setempat
karena tinggal di wilayah yang terhindar dari pencemaran lingkungan.
Mengembangkan
Sumber Energi Lokal
Secara Mandiri
Green Building
sebagai Gaya Hidup
Komunitas
59KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
60 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Beberapa Aplikasi Green Building pada rumah tinggal, salah satunya penempatan banyak jendela yang berfungsi
sebagai media sirkulasi udara dan pencahayaan ruangan, sehingga dapat mengurangi penggunaan pendingin ruangan
dan lampu penerangan sehingga dapat mengurangi penggunaan tenaga listrik dari PLN.
61KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 3, apa saja yang komunitas lakukan untuk mewujudkan
rumah atau bangunan yang ramah lingkungan? Tahapan apa saja yang akan
komunitasmu lakukan untuk mensosialisasikan kepada lingkungan sekitarmu
tentang konsep green building?
62 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
63KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
64 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
waste
Green Waste lebih tepatnya bermakna sebagai usaha yang dilakukan oleh semua
pihak untuk mencapai kondisi zero waste melalui prinsip-prinsip 3R: Reduce
(mengurang sampah), Recycle (mendaur-ulang sampah), dan Reuse (memberi
nilai tambah bagi sampah hasil proses daur ulang).
Limbah yang bermanfaat...
65KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Apakah Green Waste itu?
Kalau diterjemahkan secara langsung, Green Waste artinya Sampah Hijau. Ini
sebenarnyaistilahsaja,bukanmerujukpada‘sampahyangberwarnahijau’.Atributke-3
Kota Hijau berkenaan dengan cara kita memperlakukan sampah: apakah menunjang
tujuan mewujudkan Kota Hijau, atau tidak? Green Waste lebih tepatnya bermakna
sebagai usaha yang dilakukan oleh semua pihak untuk mencapai kondisi zero waste
melalui prinsip-prinsip 3R: Reduce (mengurang sampah), Recycle (mendaur-ulang
sampah), dan Reuse (memberi nilai tambah bagi sampah hasil proses daur ulang).
	 Memangnya, ada apa dengan sampah? Jelas, kita menghadapi masalah besar
dengan sampah. Tingkat konsumsi masyarakat kita sudah sedemikian luar biasa
sehingga menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Lebih parah lagi, sebagian
besar di antara kita tidak punya perilaku yang mengatasi masalah sampah. Alih-alih
mengurangi sampah, masyarakat kita justru berperilaku ceroboh: menumpuk sampah
dengan sembarangan, membuang sampah di sungai, atau area terbuka lainnya, bukan
di tempat sampah. Tidak memilah sampah sehingga menyulitkan pembuangannya.
Inilah contoh perilaku negatif berkaitan dengan sampah yang kita temukan dalam
kehidupan sehari-hari.
66 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setiap hari, pemerintah kota luar biasa
repot karena harus ‘bertempur’ dengan
buangan sampah. Masalahnya ada dua:
pengangkutan dan tempat pembuangan.
Saking banyaknya sampah, mengangkuti
sampah menjadi pekerjaan yang
high cost—besar ongkosnya. Selain
itu, harus mencari dan menyediakan
tempat pembuangan sampah (TPS).
TPS yang ada, cepat atau lambat, pasti
akan menjadi penuh. Mencari TPS baru
tambah lama tambah sulit karena selain
harga tanah melonjak mahal, resistensi
atau penentangan penduduk di sekitar
wilayah yang akan dijadikan sebagai TPS
juga kuat. Lha, coba, bayangkan saja
kalau kita adalah mereka. Siapa yang
mau lokasi tempat tinggalnya berdekatan
atau bersebelahan dengan TPS?
	 Sahabat komunitas, diperlukan
revolusi untuk mengatasi permasalahan
Faktanya,sampah rumah tangga di perkotaan
jumlahnya mencapai 51 % - 79 % dari
keseluruhan sampah!Sisanya berasal dari sampah pasar
dan jalan, area industri, kawasan
komersial dan lain-lain.Maka, kunci pengelolaan sampah
yang paling penting sebenarnya
terletak pada keluarga.
sampah. Inilah yang kita upayakan
bersama dengan Green Waste, yaitu
mengurangi sampah hingga titik nol
melalui perilaku 3R. Lebih bagus lagi,
kalau bisa sampah memberikan nilai
plus bagi sampah yang bisa di-recycle.
Selain bisa berhemat, sekaligus bisa
memberi nilai tambah bagi produsen
sampah daur ulang. Melalui usaha-usaha
daur ulang sampah, beberapa pihak
telah membuktikan bahwa sampah bisa
menghidupi mereka!
SampahituMAHAL!
Selamainikitacenderungberpikir
kalausampahitutidakpunyanilai.
Padahal,pengelolaansampahbutuh
ongkosmahal.
Membersihkansungaiatauwilayah
yangpenuhsampahitumahal.
Dan,kerugianakibatpengelolaan
sampahyangtidakberes,mulai
daribanjir,polusi,hinggaancaman
penyakit.
siapabilangsemuaitu
TIDAKMAHAL?
67KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
68 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Mari, ajak keluarga dan tetangga sekitar kita untuk mulai
menerapkan 3R dalam mengurus sampah. Awali dengan Reduce,
yaitu mengurangi penggunaan sampah rumah tangga sehari-hari.
Pilah sampah organik dan anorganik. Kurangi pemakaian plastik.
	 Kemudian, terapkan R yang kedua: Recycle. Mendaur ulang
barang-barang bekas yang masih bisa dipakai. Kaca, plastik, paku,
dan kertas adalah material yang masih bisa didaurulang dalam
kondisi tertentu. Simpanlah kaca dan paku di tempat terpisah.
Berikan kepada para pemulung sampah. Mereka tahu cara
memanfaatkannya.
	 Jangan gengsi menggunakan kertas bekas. Di bagian belakang
surat-surat biasanya masih terdapat lembaran kertas bersih yang
layak ditulisi. Beberapa kantor dan sekolah memiliki kebijakan
daurulang kertas yang patut ditiru. Kertas-kertas bekas dipotong
kecil-kecil seukuran memo, lalu dimanfaatkan untuk kepentingan
internal. Sejumlah kantor malah mengaku telah membuat
kesepakatan dengan seluruh staf dan pejabat untuk menggunakan
kertas bekas bagi keperluan sehari-hari, mulai dari menulis surat
undangan rapat, edaran memo, pengumuman, dan lain-lain. Ada
beberapa dosen yang meminta mahasiswanya menyerahkan paper
menggunakan kertas bekas tugas sebelumnya. “Toh baru bimbingan
skripsi, belum final. Jadi, masih dicorat-coret untuk direvisi.
Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita
lakukan untuk mewujudkan atribut Green Waste?
Terapkan 3R
Start dengan Reduce,
Lanjutkan dengan Recycle dan Reuse!
Aksi Hijau
Komunitas
untuk Green
waste
69KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ngapain juga pakai kertas baru setiap kali
bimbingan,” tutur sang dosen. Beberapa ibu
membawa pulang kertas bekas dari kantornya
untuk keperluan anak-anak menggambar. “Yah,
daripada corat-coret tembok,” tutur sang Ibu.
	 Jangan buang tas keresek bekas belanja.
Sebagian besar yang masih layak pakai,
simpan. Gunakan untuk pelapis tempat
sampah,ataubahkanuntukberbelanjakembali!
Jangan gengsi ke supermarket membawa tas
belanja. Apalagi, sekarang banyak tas belanja
praktis yang
bisa dilipat
b e r b e n t u k
dompet yang
imut dan
kreatif. Tidak
ada salahnya
k e m a n a -
m a n a
m e m b a w a
termos air.
Banyak kok
t u m b l e r
( w a d a h
minuman bertutup) yang lucu-lucu. Daripada
bolak-balik beli air mineral plastik, membawa
wadah minuman yang bisa diisi ulang jelas
lebihhematdanmengurangitimbunansampah
yang sulit diuraikan. Lebih baik lagi kalau
sahabat-sahabat komunitas bisa menggalang
gerakan bersama mengurangi sampah plastik,
misalnya, di lingkungan masing-masing. Pasti
seru kemana-mana membawa kantong buatan
sendiri—yang diberi identitas komunitas!
	 Masih banyak lagi contoh lain yang
mungkin sudah Anda terapkan. Berbagilah
dengan komunitas maupun lingkungan Anda
supaya yang lain juga terinspirasi.
Reduce juga merupakan prinsip yang bisa
diterapkan di lingkungan sekitar, tidak hanya
di rumah tangga. Coba lihat, apakah sampah
di tempat Anda langsung diangkut ke dalam
gerobak sampah begitu saja, atau sudah
dalam keadaan terbungkus rapi dan terpisah-
pisah antara sampah organik dan anorganik?
Kalau belum, budayakan kebiasaan memilah
sampah, paling tidak, memilah sampah organik
dan anorganik. Kemudian, sosialisasikan cara
membuangnya dalam keadaan terbungkus,
sehingga tidak
menyulitkan
p e t u g a s
s a m p a h
yang sudah
b e r s u s a h -
payah mau
m e n g u r u s
sampah kita.
Cara seperti ini
harus menjadi
g e r a k a n
b e r s a m a ,
s e h i n g g a
k e s a d a r a n
yang muncul bukan hanya kesadaran individu.
Rugi dong, kalau hanya sebatas kesadaran
individu.
	 Sampah anorganik bisa didaurulang.
Bagaimana dengan sampah organik yang
mudah busuk dan bau? Ada beberapa
teknik daurulang sampah organik yang bisa
menghasilkan produk-produk bermanfaat.
Mulai dari komposting, Keranjang Takakura,
hingga membuat lubang-lubang Biopori.
Carilah di internet, ada banyak informasi
mengenai cara-cara pengolahan sampah
menjadi kompos yang murah dan praktis.
70 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Bank Sampah
Bank Sampah adalah istilah bagi
pengelolaan sampah yang dilakukan oleh
komunitas mulai dari mengumpulkan,
mengolah, hingga memasarkan hasil
olahan sampah. Konsepnya memang
seperti bank. Ada nasabah, yaitu warga
atau komunitas yang menyetorkan
sampah kepada ‘bank sampah’. Hasil
setorannya dicatat sebagai ‘simpanan’
atau deposit. Kemudian, pengelola Bank
Sampah bertanggung jawab mengolah
dan memasarkan hasil olahan sampah
yang kini sudah bernilai jual. Hasil
penjualan kemudian dimasukkan ke
dalam buku simpanan nasabah. Nah,
menguntungkan bukan?
	 Bank Sampah memiliki banyak
manfaat. Pertama, mendidik warga agar
peduli dengan penanganan sampah
yang baik dan benar. Kedua, mengurangi
volume sampah tanpa harus menambah
tenaga kerja pengangkut atau pengolah
sampah. Ketiga, memberikan nilai
ekonomis pada nasabah. Lumayan
lho, menambah uang saku! Keempat,
membuka lapangan kerja baru. Yaitu,
sebagai tenaga pengrajin dan pengolah
sampah. Bank Sampah tidak perlu takut
kekurangan ‘nasabah’. Yang namanya
sampah rumah tangga itu banyak sekali.
Menurut penelitian, dalam sehari orang
menghasilkan sampah sebanyak 0.5
hingga 0.8 kg. Kapasitas Bank Sampah
untuk mengolah sampah mencapai 53
kg hingga 77 kg sampah. Maka, dalam
satu hari, Bank Sampah dapat menyerap
sampah yang dihasilkan oleh 220 hingga
1.100 orang.
“Sampai akhir Juni 2012,
tercatat sekitar 782 Bank Sampah
di seluruh Indonesia.
Dana bergulir untuk mengelola
Bank Sampah mencapai
31 milyar rupiah.
Pemerintah dan Industri Swasta,
melalui program CSR, sangat
mendorong inisiatif komunitas untuk
mengembangkan Bank Sampah“
Tertarik mencoba?
71KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kalau kita cukup jeli, sampah sesungguhnya
menyimpan potensi ekonomi yang lebih
dari lumayan. Sampah organik dapat diolah
menjadi pupuk kompos. Sampah kardus atau
karton bekas dapat diolah menjadi barang
kerajinan, seperti alas laptop, kotak pensil,
pigura, dan lain-lain. Sampah kertas dapat
dihancurkan dan diolah kembali menjadi
kertas daur ulang yang alami-artistik. Sampah
plastik bekas kemasan, oleh tangan-tangan
kreatif, bahkan menjadi barang-barang baru
yang nilainya bisa lebih mahal daripada
harga produk utuhnya. Enam puluh bungkus
bekas minuman kopi instan, di tangan Ibu
Iyos, seorang penggerak lingkungan yang
berfokus pada produksi daur ulang sampah di
kawasan Tamansari-Cikapundung Bandung,
dapat menjadi tas laptop yang terjual sekitar
Rp. 50.000,- Jika satu sachet minuman kopi
instan tersebut harganya Rp. 750,- maka 60
bungkus harganya menjadi Rp. 45.000.- Itu
kalau membeli utuh. Kalau hanya bungkusnya
saja, harganya paling mahal Rp. 25/bungkus.
Silakan dihitung sendiri,
berapa selisih
untungnya!
Sahabat-sahabat komunitas, Anda juga bisa
menggerakkan publik di sekitar Anda agar
teredukasi, terdidik, atau ‘melek’ soal sampah.
Selenggarakanlah pelatihan soal pengelolaan
dan pengolahan sampah. Banyak ahli yang
mau berbagi. Tidak usah memusingkan
biayanya, karena para ahli persampahan
biasanya adalah para aktivis yang giat
mengampanyekan penanggulangan sampah.
Materi yang diberikan bisa berkisar pada tips
pengelolaan limbah rumah tangga. Atau cara-
cara mengatasi limbah cair melalui proses
fitromediasi, membuat komposting dan biopori
kategori rumah tangga. Kalau komunitas Anda
tertarik dengan kerajinan daur ulang sampah,
mengapa tidak menyelenggarakan
workshop daur ulang sampah?
	 Mau seru-seruan sambil
mendidik publik supaya ‘melek
sampah’ juga banyak caranya. Di
SD Karangpawulang Bandung,
April 2013, sekolah bekerjasama
Bisnis Daur Ulang
Sampah
Event Kreatif
Berbasis Sampah
72 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
dengan produsen suplemen kesehatan
anak-anak menyelenggarakan Fashion Show
memanfaatkan kertas koran. Siapa sangka,
anak-anak SD pun dapat menghasilkan karya
yang sangat kreatif dengan kertas koran,
tak kalah dengan mahasiswa desain seni!
Beberapa perusahaan juga memiliki program
tetap menyelenggarakan lomba karya kreatif
daur ulang sampah. Anda bisa menggerakkan
komunitas untuk menjadi pelaksananya atau
menyelenggarakan event serupa. Entah itu
yang bersifat umum, atau berbahan baku
khusus, seperti Lomba Desain Pesawat Luar
Angkasa berbahan kardus dan kertas bekas
yang diselenggarakan sebuah penerbit. Event
Kreatif Berbasis Sampah ini hendaknya juga
menjadi salah satu ajang kontes Festival Hijau
yang akan diselenggarakan di kota Anda,
sebagai puncak pelaksanaan P2KH. Maka,
bersiaplah dari sekarang untuk menggagas
event apa yang kiranya bisa diselenggarakan
pada momen Festival Hijau kelak.
73KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 4, apa saja kegiatan yang dilakukan oleh komunitasmu untuk
mewujudkan green waste? Bagaimana langkah yang komunitasmu lakukan untuk
memanfaatkan sampah di sekitar ligkunganmu?. Apakah komunitasmu mempuyai
rekan kerja yang akan “memasarkan” produk green waste yang dihasilkan oleh
komunitasmu?
74 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
75KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
76 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
TRANSPORTATION
Green Transportation adalah pengembangan sistem transportasi yang berprinsip
pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, efisiensi penggunaan
bahan bakar, dan pelayanan yang berorientasi pada manusia. Faktor terakhir itu,
pelayanan berorientasi pada manusia, mencakup pengembangan jalur khusus
pejalan kaki dan sepeda, pengembangan angkutan umum massal berbahan
energi alternatif terbarukan yang bebas polusi dan ramah lingkunga
Langit Biru Bebas Polusi
77KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
78 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Apakah Green Transportation itu?
Kemacetan sudah menjadi pemandangan umum yang kita jumpai di kota-kota dewasa ini.
Kemacetan terjadi di mana saja, mulai dari pusat kota hingga merembet ke kawasan pinggiran.
Di hari-hari kerja, kemacetan paling parah terjadi pada jam sibuk pergi dan pulang kantor/
sekolah. Pada akhir pekan, kemacetan juga tetap terjadi karena padatnya kegiatan warga kota
di luar rumah. Ada yang mau kondangan, ada yang mau jalan-jalan, yah, pokoknya tetap banyak
juga yang keluar rumah untuk berekreasi. Pada masa-masa libur ‘kejepit’, wah, kemacetan bisa
semakin luarbiasa, terutama di kawasan-kawasan rekreasi.
	 Kemacetan terjadi akibat ketidakberesan penataan kota dan transportasi, baik sistem,
angkutan, jalan, maupun regulasinya. Biasanya, ketika kota berkembang semakin pesat,
kegiatan warga pun menjadi kian kompleks, dan kebutuhan hunian maupun fasilitas umum
jadi semakin meningkat. Sayang, tidak semua kota mampu beradaptasi, atau memiliki desain
penataan kota yang mampu mengantisipasi perkembangan kota. Akibatnya bukan saja tata
ruang kota menjadi kacau-balau. Sistem transportasi pun menjadi tidak karuan. Korbannya?
Siapa lagi kalau bukan kita semua.
	 Kemacetan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi panjang. Bahan bakar jadi boros.
Asap knalpot yang mengandung CO2 pun memenuhi jalanan. Udara menjadi semakin terpolusi.
Jangan tanya lagi soal hati dan kepala pengemudi dan penumpang di tengah kemacetan. Siapa
yang bisa berpikir jernih dan tidak emosi di tengah kemacetan?
79KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green Transportation berupaya mengatasi
semua permasalahan terkait dengan sistem
transportasiyangtidakmenunjangpencapaian
cita-cita Kota Hijau. Green Transportation
adalah pengembangan sistem transportasi
yang berprinsip pada pengurangan dampak
negatif terhadap lingkungan, efisiensi
penggunaan bahan bakar, dan pelayanan yang
berorientasi pada manusia. Faktor terakhir
itu, pelayanan berorientasi pada manusia,
mencakup pengembangan jalur khusus
pejalan kaki dan sepeda, pengembangan
angkutan umum massal berbahan energi
alternatif terbarukan yang bebas polusi dan
ramah lingkungan. Tetapi, Green Transportation
sesungguhnya bukan sekadar masalah
pembangunan. Melainkan, persoalan life style
atau gaya hidup. Karena itu, salah satu misi
Green Transportation adalah mempromosikan
gaya hidup sehat dalam bertransportasi.
80 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ada tiga langkah yang dapat dilakukan
untuk mengatasi kemacetan. Pertama,
menganalisis kondisi transportasi yang ada.
Transportasi adalah sebuah sistem yang
memindahkan warga dari satu tempat ke
tempat lain. Analisis perlu dilakukan untuk
melihat tumpang tindih trayek, alur lalu
lintas, volume jalan, dan kepadatan pelintas
jalan. Kedua, merumuskan langkah-
langkah untuk mengurangi kemacetan
dan emisi kendaraan bermotor.
Ketiga, membuat kombinasi yang
tepat untuk berbagai pilihan
transportasi.
	Guna menyusun
kombinasi pilihan
transportasi yang pas,
kita perlu mengetahui
apa saja jenis
Faktanya,
setiap kali digunakan, kendaraan bermotor
rata-rata mengeluarkan emisi sebesar
60% gas karbonmonoksida (CO) dan 30%
nitrogen oksida (NO).
Kedua zat tergolong unsur berbahaya
yang merusak kesehatan kita,
sekaligus mencemari langit.
Kemacetan juga punya dampak serius
terhadap perubahan iklim global.
Mengatasi
Kemacetan
transportasi dan skala prioritasnya. Untuk
Green Transportation, berdasarkan skala
prioritasnya, maka sistem transportasi harus
disusun berdasarkan piramida ini.
Prinsip Green Transportation bukanlah
meniadakan kendaraan bermotor yang
menjadi biang keladi polusi udara. Melainkan,
mengombinasikan moda kendaraan bermotor
dengan berbagai sarana transportasi lainnya—
dengan mengutamakan pengembangan
s a r a n a transportasi yang bebas
b a h a n bakar seperti jalur sepeda
d a n jalur pejalan kaki. Nah,
sahabat komunitas bisa
mengecek apakah hal-
hal semacam ini telah
difasilitasi oleh kota
Anda!
“Prinsip Green Transportation
bukanlah meniadakan kendaraan
bermotor yang menjadi biang
keladi polusi udara. “
Jalur Pejalan Kaki
Jalur Sepeda
Angkutan Umum Masal
Taksi
HOV
SOV
Angkutan Kota
(Paratransit)
81KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
82 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Adanya jalur pejalan kaki dapat membantu sistem transportasi
yang bebas bahan bakar. Jalur pejalan kaki dapat berbentuk trotoar,
tempat penyeberangan, jembatan penyeberangan, dan terowongan
penyeberangan. Karena pejalan kaki punya kontribusi penting dalam
mengurangi volume kendaraan bermotor sekaligus emisi kendaraan,
maka kita perlu mempromosikan berjalan kaki sebagai alternatif
transportasi. Jangan sedikit-sedikit naik kendaraan. Kalau masih
bisa dicapai dengan berjalan kaki, mengapa tidak? Tubuh sehat,
polusi pun berkurang.
	 Banyak orang bersedia kok untuk berjalan kaki. Masalahnya,
fasilitas pejalan kaki jauh dari memadai. Trotoar berlubang-lubang
compang-camping. Sudah begitu, dijajah pula oleh motor ketika
terjadi kemacetan. Trotoar juga sering dijadikan tempat usaha,
seperti kios eceran.
	 Di Yogyakarta, trotoar di kanan-kiri jalan malah ditutupi oleh
tikar pandan, atau karpet plastik, di malam hari. Tempat ini menjadi
lokasilesehanuntukmenikmati‘segokucing’yangsangatlegendaris
itu. Para konsumen duduk lesehan di trotoar sambil bersantai
melepas kepenatan sambil menyantap sego kucing. Sementara
di sisi jalan, motor dan mobil yang terhenti di tengah kemacetan
menyemburkan asap knalpot ke hidangan dan konsumen yang
duduk lesehan. Bagi sementara orang, kondisi ini dirasa tidak
mengganggu kenyamanan. Tapi, masalahnya, pejalan kaki yang
seharusnya berhak memanfaatkan trotoar, jadi tertutup aksesnya.
Mau turun ke jalan, selain berbahaya, juga sedang macet luarbiasa.
Hanya Tuhan yang tahu bagaimana kelanjutan nasib para pejalan
kaki yang malang ketika melintas di kawasan ini.
Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita
lakukan untuk mewujudkan atribut Green Transportation?
Jalan Kaki, Yuk!
Aksi Hijau
Komunitas
untuk Green
TRANsportation
83KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Penempatan trotoar, pemeliharaan
fasilitas dan jalur pejalan kaki, merupakan
bagian dari kebijakan pemerintah. Sahabat-
sahabat komunitas bisa mengontrol
kinerja pemerintah yang berkewajiban
mengutamakan pejalan kaki. Laporkan
segera kepada pemerintah, khususnya
Dinas Tata Kota, apabila ada jalur pejalan
kaki yang tidak berfungsi sebagaimana
mestinya. Jangan ragu-ragu untuk meminta
pemerintah memenuhi hak pejalan kaki. Tulis
di surat kabar, atau media online mengenai
kondisi trotoar dan suarakan keinginan Anda
agar hak pejalan kaki dipenuhi.
	 Selain itu, sahabat-sahabat komunitas
juga bisa menjadi bagian dari gerakan warga
yang berupaya melindungi kawasan pejalan
kaki agar tidak dijajah oleh kepentingan
bisnis maupun kendaraan bermotor
yang berusaha mencari celah di tengah
kemacetan. Gerakan merebut hak pejalan
kaki di pedestrian line atau jalur pejalan kaki
telah dimulai di beberapa kota. Mengapa
tidak menyelenggarakannya di kota Anda
sekalian?
Faktanya,
Jalur pejalan kaki merupakan amanat
Peraturan Presiden No. 43 Th. 1993,
tentang Prasarana Jalan, Bagian VII pasal
39. Peraturan ini mewajibkan pemerintah
menyediakan jalur pejalan kaki yang layak
sebagai bagian dari sistem transportasi
kota.
Layak, artinya, memenuhi unsur
keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki.
84 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Foto. Jalur Pejalan Kaki - Kawasan Kuningan, Jakarta
Foto | dari berbagai sumber
85KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Foto. Car Free Day - Kawasan Bunderan Hotel Indonesia , Jakarta
Foto | dari berbagai sumber
86 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ini merupakan area khusus bagi pejalan kaki.
Contohnya, trotoar. Atau, jalan kendaraan
bermotor yang ditutup pada akhir pekan atau
hari-hari tertentu untuk sarana rekreasi dan
olahraga publik. Car Free Day di berbagai kota
adalah contohnya. Di banyak kota, kawasan
pejalan kaki semakin langka. Bahkan, trotoar
pun kerap dijajah oleh kendaraan bermotor
sehingga tidak nyaman lagi bagi pejalan
kaki. Komunitas dapat melakukan gerakan
bersama untuk menyadarkan pentingnya
memiliki kawasan pejalan kaki, sekaligus
menjaga area pejalan kaki yang sudah ada
supaya tidak dimanfaatkan untuk fungsi-
fungsi lain.
	 Di kawasan Buahbatu, Bandung, pada
saatCarFreeDaydiberlakukan,adakomunitas
warga yang bertugas ‘piket’: mereka menjaga
agar pedagang tidak membanjiri area pejalan
kaki yang mengganggu kenyamanan warga
untuk beraktivitas. Komunitas tersebut juga
bertugas menyisir wilayah untuk menjaga
kebersihan dan mencegah penyusupan
kendaraan bermotor.
	 Di Bogor, Depok, dan Jakarta,
sekelompok mahasiswa bergabung untuk
mengadakan aksi merebut kembali trotoar
dari penjajahan yang dilakukan oleh
kendaraan bermotor, atau pedagang yang
membuka tenda di kawasan pejalan kaki. Ini
adalah wujud fungsi pengawasan yang bisa
dilakukan oleh komunitas. Anda juga bisa
mengorganisasikan kegiatan semacam ini!
Selamatkan kawasan pejalan kaki, dan beri
ruang yang nyaman bagi para pejalan kaki,
karena mereka adalah sahabat-sahabat
lingkungan yang tidak mencemari udara
dengan polusi kendaraan.
(Menyelamatkan dan Memiliki)
Kawasan Pejalan Kaki
87KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Beberapa tahun belakangan, bersepeda
menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat
di berbagai kota. Ini merupakan gejala
yang sangat positif. Bersepeda secara
signifikan mengurangi emisi kendaraan.
Selain itu, menyehatkan pengendaranya.
Kalau dulu, bersepeda dianggap sebagai
kegiatan rekreasi yang hanya dilakukan pada
waktu-waktu tertentu. Sekarang, semakin
sering kita temukan para eksekutif, pekerja
kantoran, mahasiswa, maupun anak sekolah,
bersepeda ke tempat aktivitasnya masing-
masing.
	 Kita perlu mendorong sebanyak-
banyaknya orang bersepeda. Di sisi lain,
kita juga perlu mengupayakan kenyamanan
dan keselamatan bersepeda bagi para
pengendaranya. Misalnya, menyediakan
jalur bersepeda, tempat parkir sepeda, dan
outlet sewa sepeda. Dalam disain tata kota,
mencakup sistem transportasi, pemerintah
perlu membuka jalur sepeda sebanyak-
banyaknya.
Sahabat Komunitas bisa menjadi bagian
dari gerakan bersepeda, apakah bergabung
dengan komunitas yang sudah ada, atau
membentukkomunitastersendiri.Komunitas
pesepeda menjamur di mana-mana, tak
terhitung banyaknya. Ada Bike to Work, Bike
to Campus, Bike to School dan lain-lain,
yang sangat ‘militan’ menjalankan ‘misi’nya.
Ada juga yang dengan kreatif mendirikan
komunitas pesepeda untuk bersenang-
senang sambil menjalin kebersamaan.
Komunitas Sepeda Onthel dan Komunitas
Orenji adalah contoh komunitas bagi pemilik
tipe sepeda tertentu. Komunitas lain tak
kalah menarik. Jarambah adalah komunitas
pesepeda terdiri dari kakek-kakek pensiunan
usia 60 tahun ke atas yang konon masih
‘bandel’ menjelajah kampung dan kota. Ini
disaingi dengan komunitas ibu-ibu setengah
baya yang tidak mau kalah mengayuh sadel
ke sudut-sudut kota. Bagaimana dengan
Anda?
Ayo
Bersepeda!
88 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ada tiga tipe jalurbersepeda:Bike path, lajur sepeda khusus terpisah
dari lajur kendaraan bermotor.
Bike lane, lajur sepeda khusus menyatu
dengan lajur kendaraan bermotor.
Bike route, rute bersepeda yang
dirancang khusus sebagai atraksi
wisata atau olahraga
Bike lane
Bike routeBike path
89KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sahabat komunitas, coba perhatikan isi
kendaraan pribadi yang melintas di jalanan
atau yang terhenti di kemacetan. Banyak lho
kitajumpaimobil-mobilyanghanyaterisioleh
1-2 pengendara saja. Kontribusi mobil-mobil
pribadi sebagai penyumbang kemacetan dan
kepadatan jalan, cukup besar! Apa yang bisa
dilakukan untuk mengurangi hal ini?
	 Di beberapa kota besar, seperti Jakarta,
para pelaju harian atau daily commuter yang
pulang pergi Jakarta Bogor, Jakarta-Bekasi,
atau Jakarta-Tangerang, biasa melakukan
ride sharing. Konsepnya, seorang pemilik
mobil pribadi mengangkut beberapa teman
seperjalanan. Biaya bensin ditanggung
bersama. Lebih murah dan lebih efisien,
serta mengurangi beban kemacetan jalanan.
Pulangnya, mereka janjian lagi ketemu di
satu lokasi. Besoknya, giliran pengemudi
dengan mobil pribadi yang lain. Hubungan
yang tercipta lewat ride sharing ini bahkan
begitu erat hingga anggota-anggotanya
membentuk komunitas, di antaranya
Nebeng.com.
	 Di luar negeri, konsep ini dikembangkan
menjadi carpooling dan vanpooling. Kalau
mobilnya tidak punya, tinggal sewa untuk
dikemudikan sendiri. Biaya sewa dan bensin
cukup patungan saja. Irit, bukan? Bayangkan
kalau setiap hari kita memaksakan diri
mengendarai mobil pribadi melaju di tengah
kemacetan sendirian selama berjam-jam.
Ongkos bensin mahal, belum termasuk
tarif tol, energi pun terkuras. Coba kalau
ditanggung bersama, jatuhnya akan lebih
murah. Bonus lain adalah mendapatkan
teman seperjalanan yang asyik dan siap
menggantikan kalau kelelahan.
	 Sahabat komunitas, kalau kebetulan
Anda mengalami kondisi seperti ini, cobalah
mencari rekan ‘senasib sepenanggungan’
yang bisa diajak berbagi sarana transportasi.
Ride sharing bisa mengatasi masalah Anda!
Ride Sharing!
90 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
91KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
92 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green Transportation, seperti yang telah
diungkapkan tadi, pada prinsipnya bukan
menghilangkan atau memusuhi kendaraan-
kendaraan berbahan bakar. Melainkan,
membuat sistem yang memungkinkan
pemakaian kendaraan berbahan bakar
dapat dikurangi sehingga tidak mencemari
udara. Boleh-boleh saja kita bermobil atau
bersepeda motor. Atau, naik angkutan kota
(angkot). Hanya saja, kita perlu menimbang
pemakaiannya sebijak mungkin. Pakailah
kendaraan bermotor pribadi, kalau memang
perlu. Kalau masih ada cara lain, sebisa
mungkin, pilih yang ‘green’.
	 Ketika menggunakan mobil atau
motor, etika berlalulintas hendaknya
dikedepankan. Selain itu, hormatilah hak
pejalan kaki dan pesepeda. Sesungguhnya,
mereka adalah pahlawan jalanan, dan
kita harus berterimakasih kepada mereka.
Maka, lindungilah keselamatan mereka.
Beri jalan pada mereka. Jangan ‘menjajah’
kawasan yang diperuntukkan bagi mereka.
Jangan ragu untuk mengingatkan sesama
pengendara kendaraan bermotor apabila ada
yang tega ‘mendzhalimi’ para pejalan kaki
dan pesepeda, dengan merebut lahan yang
diperuntukkan bagi mereka.
	 Di sisi lain, kita juga bisa mengadakan
gerakan bersama untuk ‘memanusiakan’
angkot. Bukan rahasia lagi, di Indonesia,
angkot sering memperlakukan
penumpangnya dengan sembarangan.
Mungkin kita bisa bersama-sama ‘mendidik’
penumpang maupun supir angkot agar
membuat situasi berkendaraan umum
menjadi lebih nyaman. Sehingga, kita tidak
perlu enggan lagi mengutamakan kendaraan
umum, dibanding kendaraan pribadi.
Bijak
Berkendaraan
93KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green Transportation
94 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
95KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 5, bagaimana upaya komunitasmu untuk mewujudkan green
transportation? Apakah anggota komunitasmu lebih banyak mempergunakan
kendaraan bermotor atau tidak? Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh
komunitasmu untuk mendukung program green transportration?
96 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
97KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
98 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
water
Green Water dapat mengatasi masalah kelangkaan air, sekaligus menghemat
penggunaan air, yang berarti menghemat biaya rumah tangga! Dalam skala yang
lebih besar lagi, Green Water dapat menawarkan solusi lingkungan di tingkat kota,
industri pertanian, dan industri lain yang membutuhkan air dalam jumlah besar.
Air, Investasi Masa Depan Kita
99KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Saat ini, dunia menghadapi krisis air bersih
yang parah. Sumber air semakin langka,
kekeringan melanda, cuaca tak bisa
diramalkan. Yang lebih gawat lagi, sebagian
besar masyarakat dunia tidak punya
perilaku yang ideal dalam mengonsumsi dan
menyimpan air. Walaupun air adalah sumber
kehidupan, kenyataannya, masih banyak
warga yang mencemari sungai dengan
sampah, dan tidak menjaga sumber air yang
ada.
	 Adalah ironis, di satu sisi, banjir
sering terjadi—menandakan luapan atau
kelebihan air yang tak terkendali. Di sisi
lain, sumber air bersih semakin langka.
Orang harus berjalan kaki berjam-jam untuk
mendapatkan air bersih. Air bersih, di tengah
masyarakat menengah ke bawah terutama
di perkotaan, menjadi barang mahal. Jelas,
ini menyedihkan karena menutup akses
masyarakat terhadap air bersih.
	Konsep Green Water diperkenalkan
untuk menghemat dan mengelola air
yang ada sehingga menunjang upaya
mewujudkan Kota Hijau. Terdapat beberapa
pengertian mengenai Green Water. Green
Water bisa diartikan sebagai air hujan yang
langsung digunakan (oleh tanaman) dan
dievaporasikan (diuapkan ke udara) tanpa
melalui irigasi, ladang penggembalaan, dan
lahan hutan. Biasanya, air hujan tidak pernah
repot-repot diolah. Paling-paling ditampung.
Selebihnya dibiarkan mengalir. Di tengah
kelangkaan sumberdaya air seperti sekarang
ini, sayang sekali melihat air terbuang sia-
sia. Karena itu, berkembang pengertian
Green Water lainnya. Kini, Green Water
dimaknai sebagai sistem pengelolaan air
yang dijalankan sedemikian rupa, mencakup
akses kepada air bersih, konservasi
sumber daya air, dan pengurangan limbah
atau polusi sumberdaya air bersih. Guna
Apakah Green Water itu?
100 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
melaksanakan ini, Green Water mengandung
prinsip-prinsip sbb. (1) Memaksimalkan
penyerapan air. (2) Mengurangi limpasan air,
dan (3) Mengefisienkan pemakaian air.
	 Nah, apabila diterapkan secara optimal,
Green Water dapat mengatasi masalah
kelangkaan air, sekaligus menghemat
penggunaan air, yang berarti menghemat
biaya rumah tangga! Dalam skala yang lebih
besar lagi, Green Water dapat menawarkan
solusi lingkungan di tingkat kota,
industri pertanian, dan industri lain yang
membutuhkan air dalam jumlah besar.
Green Water sebagai sistem pengolahan
air hujan untuk efisiensi sumberdaya air
dapat dilakukan dalam berbagai tingkatan:
skala rumah tangga, skala perkotaan, skala
industri, dan skala pertanian.
Jangan keliru,Green Water BUKAN Blue Water.Blue Water adalah istilah untuk kumpulan air
yang tersimpan dalam lapisan aquifer, danau,
dan bendungan. Kendati berbeda, GreenWater dan Blue Water pada dasarnyasaling melengkapi.Dalam proses aliran air, Blue Water mengalir
ke sungai dan lapisan aquifer. Sementara,
Green Water yang praktis terletak dipermukaan air, akan diuapkankembali ke atmosfer.
101KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sahabat-sahabat Komunitas, persoalan
utama Green Water di Tingkat Perumahan
adalah bagaimana memanfaatkan air hujan
secara maksimal sehingga bisa melestarikan
lingkungan dan mengatasi kelangkaan
sumberdaya air di sekitar kita. Jawabannya
adalah dengan membuat Biopori sesuai
dengan kebutuhan. Biopori adalah lubang-
lubang kecil atau pori-pori di dalam tanah
yang terbentuk akibat berbagai aktivitas
organisme di dalamnya, seperti cacing, akar
tanaman, rayap, dan fauna tanah lainnya.
Pori-poriyangterbentukdapatmeningkatkan
kemampuan tanah menahan air dengan
cara menyirkulasikan air dan oksigen ke
dalam tanah. Biopori dapat dibuat di dasar
saluran pembuangan atau selokan air hujan,
di sekeliling batang pohon, atau di batas
taman. Semakin banyak biopori di dalam
tanah, semakin sehat tanah tersebut!
Model Model
Green Water
Green Water
di Perumahan
SEMEN
SAMPAH
ORGANIK RONGGA
BIOPORI
10 CM
80-100 CM
Faktanya,
Biopori mampu menambah bidang resapan
air setidaknya sebesar luas kolong
perbidang lubang.
Biopori berukuran 10 cm dengan kedalaman
100 cm akan memiliki bidang resapan air
seluas 3.140 cm2, atau nyaris sepertiga
meter persegi. Bandingkan dengan lubang
biasa. Walaupun ukuran diameternya sama,
tetapi kemampuan resapan airnya jauh
berbeda. Lubang biopori punya kemampuan
resapan air 40 kali dibandingkan lubang
biasa berukuran sama.
102 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Air hujan, kalau dibiarkan saja, akan
terbuang percuma. Padahal, seharusnya,
bisa menambah volume air tanah, sehingga
membantu mengatasi problem kelangkaan
air. Guna ‘menangkap’ peluang menyimpan
air tanah, maka kota dapat mengembangkan
konsep Low Impact Development (LID). Untuk
itu, setiap permukaan tanah—apakah yang
alami atau diperkeras—didesain sedemikian
rupa agar dapat menjalankan fungsi
hidrologi secara maksimal. Maksudnya,
bisa menyimpan, menampung, menahan,
sampai menyaring air hujan. Misalnya,
Green Water
di Perkotaan
dengan mengurangi material lantai yang
tidak rembes air, menambah jalur hijau atau
area vegetasi yang mampu menangkap air,
mengarahkan permukaan curahan hujan
ke area vegetasi, meniadakan lokasi-lokasi
genangan air yang menghalangi aliran
curah hujan ke area vegetasi, menata sistem
drainase, membuat atap tetumbuhan, atau
taman di atap bangunan, perbaikan sistem
pemipaan sehingga mengurangi kebocoran
untuk meningkatkan akses air bersih, dan
lain-lain.
Kita punya masalah besar terkait dengan akses air
minum!
Secara nasional, akses air minum baru mencapai
47.71 %. Masih cukup jauh dari target MIDGs yang
mematok angka 68.87% di tahun 2015. Sementara,
layanan pipa air minum bersih secara nasional baru
mencapai 25.56%. Layanan ini lebih banyak dinikmati
oleh masyarakat perkotaan (44%). Masyarakat
pedesaan yang menikmati layanan pipa air minum
bersih hanya mencapai 11.55%. Sungguh menyedihkan,
dan sungguh tidak adil.
Faktanya,
kebocoran pipa air bersih sering
menghambat atau mengurangi akses
terhadap air yang berkualitas.
Di Indonesia, tingkat kebocoran pipa air
bersih rata-rata mencapai 32.86% (2009).
Satu dua tahun kemudian, angka
kebocoran dapat diturunkan menjadi
sekitar 30%. Biarpun begitu, angka
kebocoran sebesar 30 % tetap
saja memprihatinkan.
103KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Industri menghabiskan air dalam jumlah
besar untuk menjalankan operasionalisasi
pabrik atau usahanya. Maka, industri juga
perlu terlibat dalam pengelolaan air hujan,
sehingga tidak menyedot persediaan air
tanah atau sumberdaya blue water lainnya.
Sistem Green Water industri dilengkapi
denganreservoir,pipatransmisi,daninstalasi
pengolah air. Industri yang berwawasan
lingkungan umumnya telah memikirkan hal
ini, sehingga dapat memanfaatkan Green
Water secara maksimal.
Pertanian jelas-jelas membutuhkan air untuk
memelihara tanaman, dan di banyak tempat,
krisis air yang diakibatkan oleh kekeringan
menghantam para petani sehingga
gagal panen. Konsep Green Water yang
sudah diujicobakan di beberapa wilayah
dapat mengatasi kegagalan panen yang
diakibatkan oleh kasus semacam ini. Green
Water menyediakan air yang dibutuhkan
petani, ketika sumber daya blue water sulit
dijangkau, atau bahkan tidak ada sama
sekali.
	 Prinsipnya begini. Green Water adalah
air yang terdapat dalam zona tidak jenuh
dalam tanah (unsaturated zone), yaitu yang
terdapat dalam perakaran tanaman hingga
zona air jenuh (saturated zone). Green
Water terkumpul setelah curah hujan jatuh
membasahi tanah dan menembus ke bawah
permukaan tanah. Setelahnya, Green Water
akan menguap kembali ke udara melalui
proses transpirasi tanaman dan penguapan
air tanah. Dalam proses ini, hakekatnya,
tidak akan air yang hilang. Air hanya berubah
bentuk. Apa yang harus dilakukan adalah
mengolahairdalamberbagaibentuktersebut
untuk dimanfaatkan kembali, terutama di
lahan-lahan yang kekurangan air.
	 Untuk lahan yang berdekatan dengan
sumber air, kehilangan air di zona tak jenuh,
tidak jadi masalah. Tetapi, untuk lahan yang
jauh dari sumber air blue water, kehilangan
air akibat transpirasi tanaman maupun
Green Water
untuk Industri
Green Water
untuk Pertanian
104 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
penguapan permukaan tanah bisa berabe.
Ketika lahan selesai dipanen, bisa-bisa tidak
produktiflagi,karenasudahkehilanganakses
terhadap air. Maka, hal ini harus dicegah
sebisanya.
	 Ada beberapa cara yang telah
dikembangkan oleh para petani untuk
‘menahan’ Green Water sehingga lahan
habis panen bisa tetap produktif dan siap
digunakan untuk musim tanam berikutnya.
Misalnya, mulching, yaitu membiarkan lahan
habis panen ditutupi oleh residu atau sisa
tanaman hasil panen berupa batang, akar,
daun. Sisa-sisa ini mampu menyerap air
sehingga lahan punya persediaan air untuk
musim tanam selanjutnya. Atau, membuang
tanaman-tanaman non produktif jika ada
tenaga ekstra, guna mengurangi transpirasi.
Precipitation
Surface
Flow
Percolation
Groundwater Flow
Condensation
Transpiration
Evaporation
SEA
RIVER
RESERVOAR
infiltration
	 Pada sistem pertanian yang canggih,
teknologi penginderaan digital digunakan
untuk menandai perbedaan kadar
penguapan air di berbagai wilayah. Dengan
menggabungkan data mengenai kadar
penguapan air di berbagai lahan dengan
peta geografis DAS (Daerah Aliran Sungai),
kita bisa memperoleh data mengenai
wilayah-wilayah yang berpotensi kelebihan
maupun kekurangan air, termasuk data
penting mengenai kelebihan volume maupun
kekurangan air akibat penguapan. Nah,
strategi penghematan air dapat dirancang
dan dilakukan berdasarkan data-data
tersebut.
	 Sahabat-sahabat Komunitas, apakah
Anda petani ataupun bukan, apakah Anda
terlibat dalam industri pertanian atau tidak,
105KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
hal-hal seperti ini perlu kita pahami. Pertanian adalah basis penyediaan pangan kita. Sudah
terbukti bahwa gagal panen di satu tempat dapat mengganggu persediaan pangan di wilayah
lain, dan menimbulkan krisis nasional gara-gara ketergantungan kita terhadap impor pangan.
Dengan memahami konsep ini, kita dapat bersama-sama mendukung upaya-upaya pertanian
mengembangkan produktivitasnya. Paling tidak, caranya dengan menyebarkan informasi
pengelolaan Green Water ketika krisis air terjadi di pertanian di sekitar Anda.
106 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
107KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
108 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sahabat Komunitas, Anda bisa membantu terwujudnya Green
Water di tingkat perumahan dengan mengajak warga sekitar
untuk membuat lubang-lubang biopori sesuai kebutuhan. Anda
bisa meminta bantuan pakar lingkungan atau komunitas yang
telah berpengalaman untuk mengajarkan cara membuat lubang
biopori dan mengelolanya. Lakukan workshop singkat untuk
menginformasikan prinsip-prinsip biopori dan pengelolaannya.
Kemudian praktikkan dengan konsisten. Dan, lihatlah hasilnya!
Bukan saja resiko banjir berkurang. Kompos yang dihasilkan lubang
biopori pun dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, atau
dipasarkan ke pihak lain.
Ada hitungan tersendiri
untuk membuat
lubang biopori.
Untuk daerah yang
sering turun hujan lebat,
dengan laju resapan air
3 liter/lubang atau 180
liter/jam, dibutuhkan
setidaknya 28 lubang
pada 100 m2 bidang
kedap air.
Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita
lakukan untuk mewujudkan atribut Green Water?
Membuat Lubang Biopori
Aksi Hijau
Komunitas
untuk Green
water
10-30CM
AIR
+100 CM
BIOPORI
PROSES
PENGOMPOSAN
SAMPAH
ORGANIK
Referensi Pembuatan Biopori : https://www.youtube.com/watch?v=gDhwS8F-iQE
109KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ternyata,airadalahsumberdayayangsangat
berharga. Kita juga telah membuktikan
betapa mahalnya ongkos yang harus
dikeluarkan untuk memompa air tanah.
Kenyataannya, krisis air masih saja terjadi.
Green Water memang konsep pengelolaan
airhujanyangmembutuhkanfasilitaskhusus
untuk memperoleh air bersih. Pada skala
rumah tangga, kecuali bak penampungan
biasa, belum ada teknologi Green Water
yang dipromosikan dapat mengolah air
hujan sehingga siap dikonsumsi. Kendati
Green Water
untuk Industri
demikian, kita bisa membantu mengatasi
krisis air dengan bijak dan hemat dalam
menggunakan air. Mengurangi volume
pemakaian air, dan secara jeli mendaur ulang
air bekas pakai yang masih layak digunakan
untuk keperluan-keperluan rumah tangga
lainnya, dapat membantu menghemat
air. Kita juga perlu mengajarkan kepada
anak-anak kita perilaku hemat air dan
penghormatan terhadap sumberdaya air. Di
masa depan, kelangkaan air akan menjadi
masalah yang kian serius. Pencegahannya
harus dilakukan sejak sekarang. Dengan
semaksimalmungkinmengelolaGreenWater,
penyedotan blue water dapat dikurangi.
Itulah cara kita menginvestasikan air untuk
masa depan anak-anak kita.
110 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Ternyata,airadalahsumberdayayangsangat
berharga. Kita juga telah membuktikan
betapa mahalnya ongkos yang harus
dikeluarkan untuk memompa air tanah.
Kenyataannya, krisis air masih saja terjadi.
Green Water memang konsep pengelolaan
airhujanyangmembutuhkanfasilitaskhusus
Konservasi (Sumber Daya) Air
untuk memperoleh air bersih. Pada skala
rumah tangga, kecuali bak penampungan
biasa, belum ada teknologi Green Water yang
dipromosikan
111KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 6, apakah anggota komunitasmu menyadari bahwa air adalah
investasi masa depan? Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh komunitasmu
untuk mendukung program green water tersebut? Bagaimana cara komunitasmu
untuk mensosialisasikan cara penggunaan air yang bijak?
112 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
113KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
114 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
energy
Green Energy merupakan energi yang dihasilkan dari sumber-sumber energi
yang ramah lingkungan. Green Energy dikembangkan sebagai upaya mengatasi
dampak lingkungan yang luarbiasa akibat penggunaan energi fosil, seperti
emisi karbon kendaraan bermotor, pencemaran lingkungan akibat operasi
pertambangan, kebocoran minyak yang merusak lautan, dan lain-lain.
Energi Ramah Lingkungan
115KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kebutuhan sumber energi baru
sebagai energi alternatif dapat
dipenuhi dengan dua cara.
Pertama, mendayagunakan
sumber energi tak terbarukan
yang belum diolah selama ini.
Misalnya, nuklir, hidrogen, batu
bara cair (liquified coal), batu
bara gas (gassified coal), gas
methana batu bara (coal bed
methane), dan lain-lain
Apakah Green Energy itu?
Belakangan ini, pemadaman listrik secara
bergiliran mulai sering terjadi. Sayangnya,
tidak banyak di antara kita yang menyadari
bahwa hal ini merupakan sinyal krisis
energi yang cukup serius. Sebagian besar
masyarakat kita biasanya langsung
mengomeli PLN yang dianggap sebagai
biang keladi kelangkaan listrik. Padahal,
masalah utamanya sesungguhnya berpulang
pada perilaku kita sendiri, dan minimnya
pemahaman kita semua mengenai peta
(kebutuhan) energi baik di masa sekarang
maupun di masa depan.
	 Sebelum membahas Green Energy
sebagai bagian dari Kota Hijau, mari kita
Pengembangan Green Energy
memiliki sejumlah manfaat:
Tersedianya energi alternatif yang mampu
memenuhi kebutuhan energi nasional
Terjaganya kelestarian lingkungan hidup
Terciptanya lapangan kerja baru
Munculnya kesadaran terhadap dampak
negatif energi fosil yang tak terbarukan
116 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
samakan dulu pemahaman kita mengenai
konsep-konsepenergi.Pertama,yangdisebut
energi adalah kemampuan untuk melakukan
kerja. Energi dapat berupa panas, cahaya,
mekanika, kimia dan elektromagnetika.
Kedua, sumber energi adalah sesuatu yang
dapatmenghasilkanenergi,baiklewatproses
konversi maupun transformasi. Ketiga,
sumber energi dibagi menjadi dua macam:
sumber energi yang tidak terbarukan dan
sumber energi terbarukan. Sumber energi
tidak terbarukan berasal dari bahan bakar
fosil—ya itulah, yang biasa kita pakai sehari-
hari selama ini seperti minyak bumi dan batu
bara (kan asalnya dari timbunan fosil yang
terkuburdibawahtanah),gas,gambut,serpih
bitumen. Sumber energi tidak terbarukan ini,
kalau sudah habis, ya sudahlah. Nol. Kita
tidak bisa mengadakannya lagi, apalagi
membuatnya sendiri.
	 Tapi,takperlurisau.Selainsumberenergi
tidak terbarukan, masih ada sumber energi
lain yang terbarukan. Artinya, sumber energi
yang bisa memproduksi energi berulangkali
tanpa takut kehabisan. Atau, dengan kata
lain, sumber energi yang berkelanjutan.
Misalnya, panas bumi, angin, bioenergi, sinar
matahari, aliran atau curahan air, gerakan
atau aliran air laut, dan beda suhu lapisan air
laut.
Di mana letak permasalahan kita? Anda tentu
bisa menebak sekarang. Betul, krisis energi
seluruh umat manusia di dunia terletak pada
ketergantungan kita yang luarbiasa pada
sumber energi tak terbarukan. Memang, di
mana-mana dikampanyekan Gerakan Hemat
Energi. Tetapi, jelas, perilaku hemat energi
saja belum cukup untuk mengatasi masalah
kelangkaan energi. Penghematan bisa
melambatkan laju habisnya sumberdaya
energi. Tapi, lama-kelamaan, sumberdaya
energi tak terbarukan akan habis juga. Kita
membutuhkan sumber energi baru: sumber
energi alternatif!
	 Kebutuhan sumber energi baru sebagai
energi alternatif dapat dipenuhi dengan dua
cara. Pertama, mendayagunakan sumber
energi tak terbarukan yang belum diolah
selama ini. Misalnya, nuklir, hidrogen, batu
bara cair (liquified coal), batu bara gas
(gassified coal), gas methana batu bara
(coal bed methane), dan lain-lain. Kedua,
mendapatkan sumber energi baru yang
prinsipnya berkelanjutan, sehingga kita tak
perlu kuatir kehabisan sumber daya energi.
Dengan cara ini, ancaman kelangkaan energi
dapat diatasi.
	 Nah, jawaban dari persoalan ini adalah
Green Energy atau Energi Hijau. Green
Energy merupakan energi yang dihasilkan
dari sumber-sumber energi yang ramah
lingkungan. Green Energy dikembangkan
sebagaiupayamengatasidampaklingkungan
yang luarbiasa akibat penggunaan energi
fosil, seperti emisi karbon kendaraan
bermotor, pencemaran lingkungan akibat
operasi pertambangan, kebocoran minyak
yang merusak lautan, dan lain-lain. Sumber
energi yang ramah lingkungan berasal dari
sumber energi terbarukan, seperti sinar
matahari, panas bumi, aliran air, pasang
surut laut, dan lain-lain. Jelas, sumber
energi seperti ini jumlahnya tak terhitung
di Indonesia. Nah, mengapa kita tidak
memanfaatkannya dari sekarang?
117KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Pembangkit listrik tenaga angin mengubah
(mengonversi) tenaga angin menjadi tenaga
listrik. Prinsip kerjanya cukup sederhana:
energianginmemutarturbinataukincirangin
yang diteruskan untuk memutar rotor pada
generator di bagian belakang turbin angin.
Muncullah energi listrik, yang akan disimpan
dalam baterai, sebelum dimanfaatkan. Dua
pertiga wilayah Indonesia adalah kepulauan
dengan garis pantai terpanjang di dunia.
Inilah wilayah-wilayah yang ‘kaya’ angin.
Artinya, Indonesia merupakan wilayah yang
potensial untuk pengembangan pembangkit
listrik tenaga angin.
Pembangkit Listrik
Tenaga Angin
118 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Pembangkit listrik tenaga matahari mengubah sinar
matahari menjadi listrik. Hasilnya digunakan untuk
memanaskan, mendinginkan, menyalakan, mencahayai,
yah... apapun yang biasanya difungsikan menggunakan
perangkat listrik. Cara kerjanya ada dua. Pertama,
mengubah energi matahari menjadi energi panas.
Tekanan panas uap yang tinggi lantas digunakan untuk
menggerakkan turbin-turbin penghasil listrik yang siap
dibagi ke rumah-rumah. Kedua, mengubah energi matahari
menjadi energi listrik melalui perantaraan elemen yang
disebut solar cell atau sel surya. Alat yang digunakan untuk
menangkap, mengubah, dan menghasilkan listrik disebut
photovoltaic. Ajaib! Dengan perantaraan photovoltaic, sinar
matahari bisa langsung diubah menjadi energi listrik!
	 Di sejumlah kota, energi listrik tenaga surya tidak
hanyadigunakanuntukkebutuhankantorsepertikalkulator,
atau alat-alat rumahtangga seperti pemanas air. Dengan
kreativitas tersendiri, sel surya dan teknologi photovoltaic
digunakan sebagai lampu jalanan. Cara kerjanya begini:
di siang hari, sel-sel surya menampung sinar matahari
sebanyak-banyaknya. Sementara pada malam hari, sel-
sel surya menghasilkan listrik yang menyalakan lampu-
lampu untuk menerangi jalanan dan ruang publik lainnya.
Kerjasama insinyur perlistrikan dan desainer menghasilkan
lampu-lampu jalanan yang artistik, seperti Son Umbra,
Light Tree, Solar Sunflower, Solar Malle Trees, dan lain-lain.
Lihatlah contoh-contoh indah berikut ini.
Di negara Kathulistiwa seperti Indonesia, panas matahari
merupakan sumber energi gratis alias cuma-cuma yang
tidak ada habisnya. Sahabat-sahabat Komunitas, mengapa
kita tidak mempromosikannya sebagai salah satu sumber
energi utama? Mari kita dorong pemerintah agar menaruh
kepedulian serius terhadap pengembangan energi matahari!
Pembangkit Listrik
Tenaga Matahari
119KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sudah lama pembangkit listrik tenaga air
digunakan sebagai sumber energi. Energi
tenaga air diperoleh dari aliran air dalam
bentuk gerakan. Ini disebut sebagai energi
kinetik. Tenaga air yang memanfaatkan
gerakan air biasanya didapat dari sungai
yang dibendung. Pada bagian bawah
bendungan, terdapat lubang-lubang saluran
air. Pada lubang, biasanya di bagian
bawah, terdapat turbin-turbin pengubah
energi kinetik menjadi energi mekanik yang
menggerakkan generator listrik. Energi listrik
yang berasal dari energi kinetik air ini disebut
sebagai ‘Hydroelectric’.
Pembangkit Listrik
Tenaga Air
Faktanya,
Hydroelectric menyumbang sekitar715.000 MW atau 19 % kebutuhan
listrik dunia.
Di Kanada 61 % dari kebutuhanlistrik negara berasal dari
Hydroelectric!
120 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Saat ini, guna mengatasi kelangkaan
sumberdaya listrik di wilayah pedesaan,
dikembangkan teknologi tepat guna
mikrohidro yang memanfaatkan sungai-
sungai kecil. Instalasi Pembangkit Listrik
Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dapat
menghasilkan daya listrik sebesar 5 hingga
100kW. Negara Indonesia memiliki banyak
potensi mikrohidro. Pengembangan
mikrohidro merupakan sumber energi
alternatif yang tepat untuk desa-desa
terpencil di Indonesia, mengingat
keterbatasan jaringan dan daya jangkau
PLN.
“Negara Indonesia
memiliki banyak potensi
mikrohidro”
Faktanya,
ada sekitar 30% desa di Indonesia
yang masih gelap gulita karena tak
terjamah listrik.
Walaupun memiliki potensi energi
yang besar, yakni sekitar 7.500 MW,
hingga saat ini baru 4% saja
potensi mikrohidro di Indonesia
yang telah dimanfaatkan
(Majalah Energi, 21 September 2010)
121KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
122 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Energi Tumbuhan
Selain menghasilkan pangan, tumbuh-
tumbuhan juga bisa menghasilkan energi.
Namanya bioethanol. Sebagai sumber
energi, kemampuan bioethanol (yang
dicampur dengan gasohol) tidak kalah
dibandingkan bensin. Yang lebih
menarik, pembakaran bioethanol
pada dasarnya tidak menghasilkan
CO2 karena toh CO2 tersebut akan
diperlukan atau ‘ditarik’ lagi oleh
tanaman yang akan diolah guna
menghasilkan bioethanol.
	 Bioethanol dikategorikan sebagai
energi terbarukan karena tidak akan habis
sepanjang tanaman penghasil bioethanol
tetap dapat dipanen. Mau tahu tanaman apa
saja yang bisa menghasilkan bioethanol?
Tidak jauh-jauh kok dari kebun kita:
tebu, jagung, singkong, ubi, dan sagu. Ini
tanaman sehari-hari yang biasa ditanam
oleh petani kita. Efisiensi bioethanol, yaitu
pemanfaatan bagian tanaman yang tidak
dipakai melalui serangkaian pengolahan,
masih bisa menghasilkan bahan bakar untuk
menghasilkan listrik.
	 Selain bioethanol, ada pula biodiesel
yang mampu menggantikan solar. Biodiesel
bersumber dari minyak tumbuhan seperti
sawit, jarak pagar, kapuk, dan sebagainya.
Dibandingkan solar, biodiesel lebih ramah
lingkungan karena rendahnya kadar sulfur,
daya lumas yang lebih baik, dan tingginya
angka setana (cetane rating).
Saat ini, ada sekitar 60 tanaman yang telah
diidenfitikasi berpotensi sebagai sumber
energi terbarukan. Tanaman-tanaman
tersebut terbagi dalam tiga jenis. Pertama,
jenis tanaman pangan penghasil bioethanol
seperti
umbi-umbian,
kacang-kacangan, serta
biji-bijian(jagung, tan, serealia, dan biji bunga
matahari). Jenis kedua adalah tanaman
perkebunan yang bisa diolah menjadi
bioethanol maupun biodiesel, yaitu jenis-
jenis palma seperti kelapa sawit, sagu, dan
tebu-tebuan. Jenis ketiga adalah tanaman
non pangan yang bisa menjadi biodiesel
seperti jarak pagar, jarak kepyar, dan kapuk
randu.
Cetane rating, atau angka setana,
adalah tolok ukur kemudahan menyala suatu bahan
bakar dalam mesin diesel. Semakin tinggi angka
setana-nya, semakin bagus bahan bakar tersebut,
karena itu berarti bahan bakar terbakar sempurna
dan tidak meninggalkan zat beracun seperti sulfur,
nitrogen, dan karbon.
Dengan kata lain, semakin aman emisi gas buangannya.
Solar memiliki angka setana 45. Biodiesel dari minyak
jarak pagar memiliki angka setana 51.
Nah, mana yang Anda pilih?
Kabar dari Menristek, jika satu jenis
tanaman bioenergi mampu men-substitusi
5% saja kebutuhan BBM nasional, kita bisa
menghemat 2 juta kiloliter atau setara
dengan 9 trilyun rupiah!
123KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Di Indonesia, eksploitasi sumber panas bumi
untuk keperluan energi sebenarnya sudah
dimulai sejak jaman Belanda. Pada tahun
1918, survei vulkanologi pertama dilakukan
di Kawah Kamojang. Walhasil, delapan tahun
kemudian, lima sumur dibor, dan tenaga uap
yang dihasilkan dipakai untuk memproduksi
listrik. Hebatnya, setelah puluhan tahun
dieksploitasi, satu di antara lima sumur bor
panas bumi pertama di Indonesia tersebut
masih beroperasi hingga kini! Ironisnya,
data menunjukkan, potensi panas bumi
di Indonesia sebagai sumber energi listrik
sejauh ini baru dimanfaatkan sebanyak 3%
saja. Bisa dibilang, sejak Kawah Kamojang
dibuka nyaris seabad silam, praktis tidak
ada kemajuan berarti dalam memanfaatkan
energi panas bumi sebagai sumber energi
baru di negara kita!
Pembangkit Listrik Panas Bumi
DRY STEAM
TURBINE
GENERATOR
CONDENSER
DRY STEAM
ELECTRICITY
WATER
EARTH
Courtesy of TXU
VOLCANO
EXHALATION
SEPARATOR POWER
GENERATOR
RETURN WELL
RAIN WATER
FLOW OF HOT WATER
FLOW OF COLD WATER
	 Tenaga panas bumi berasal dari aliran
magma di inti bumi. Sudah barang tentu,
suhunya mencapai ribuan derajat Celsius.
Panas bumi mengalir menembus berbagai
lapisan batuan di bawah tanah. Jika panas
bumi mencapai saluran-saluran reservoir air
bawah tanah, maka akan terbentuk air atau
uap panas bertekanan tinggi. Begitulah cara
panas bumi mencapai kita.
Panas bumi dimanfaatkan melalui dua cara.
Ada yang dimanfaatkan secara langsung
(tanpa mengubah bentuk energi), ada pula
yang harus mengalami perubahan bentuk
terlebihdahulusebelumdapatdimanfaatkan.
Tenaga uap bersuhu tinggi dimanfaatkan
untuk memutar turbin dan generator
penghasil listrik. Sedangkan yang suhunya
lebih rendah (di bawah 1000 derajat Celsius)
dimanfaatkan secara langsung untuk sektor
pariwisata, pertanian, industri, dan lain-lain.
Hasil penelitian Direktorat Vulkanologi menunjukkan,
terdapat 217 titik panas bumi yang punya prospek menjadi sumber energi baru. Titik-titik ini membentang di
sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat pulau Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan
membelok ke Utara melalui Sulawesi dan Kepulauan Maluku.
Sebagai bangsa Indonesia, kita sesungguhnya sangat kaya dengan sumber energi baru....
124 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sampah memang tidak termasuk kategori
energi terbarukan. Tetapi, dalam konsep
Green Energy, sampah termasuk didalamnya
karena punya potensi menggantikan bahan
bakar fosil sekaligus mengatasi dampak
pencemaran lingkungan akibat penumpukan
sampah dan polusi karbon.
	 Teorinya, jika kita bisa mengolah
satu ton sampah menjadi energi, maka
kita bisa mengurangi satu ton emisi CO2
yang terbuang di udara. Pasalnya, proses
pembakaran sampah menjadi bahan bakar
akan menghancurkan semua gas karbon
dan nitrogen oksida sehingga menghasilkan
energi yang bersih. Pembakaran juga
menghancurkan semua virus, bakteri,
makanan busuk, dan zat-zat lain yang dapat
merusak kesehatan kita.
Faktanya,
sampah adalah bahan campuran yang mengandung banyak bahan bakar.
Dari setiap 50 kg sampah, 80 % (40 kg) di antaranya bisa diolah menjadi bahan bakar untuk
menghasilkan tenaga listrik. Pengolahan sampah menjadi bahan bakar juga dapat mengurangi
volume tumpukan sampah sekitar 80 % hingga 90%!
Energi Sampah
1
2 3
5
6
7
8
9
1110
4
PROSES PRODUKSI ENERGI DARI SAMPAH
GAMBAR 38.
	 Instalasi pengolah sampah menjadi
energibisamenghasilkan525kWHlistrikdari
1 ton sampah. Jumlah energi listrik sebanyak
ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi
sebuah gedung perkantoran selama 1 hari.
Pada tahun 2008, Singapura yang memiliki
4 instalasi pembakar sampah berhasil
memproduksi lebih dari 1 juta Mwh, yang
memenuhi 3% kebutuhan listrik nasional. Di
negara maju lainnya seperti Amerika Serikat,
teknologi pengolahan sampahnya sudah
mampu menghasilkan daya listrik sebesar
5MWh per hari, yang menerangi 5.500 hingga
6.200 rumah. Bagaimana dengan Indonesia
yang dikenal sebagai negara penghasil
sampah yang luarbiasa banyaknya?
125KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
126 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sahabat komunitas, Anda bisa membantu terwujudnya Green
Energy dengan menginformasikan fakta-fakta seputar energi
dan kebijakannya di Indonesia kepada berbagai pihak. Dengan
bahasa yang lebih dipahami oleh lingkungan sekitar, Anda bisa
menyebarkan pengetahuan Anda kepada keluarga, maupun orang-
orang di sekeliling Anda.
	Mewujudkan Green Energy memang tidak mudah. Diperlukan
sistem dan teknologi yang mencukupi. Kalaupun kita bukan
merupakan bagian langsung dari sistem dan teknologi Green Energy
ini, paling tidak, mari kita posisikan diri sebagai pendukung program
Green Energy, dengan tidak mengganggu proses perubahan yang
tengah diupayakan.
	 Di banyak tempat, pembangunan instalasi Green Energy
terancam berhenti karena ditentang masyarakat yang tampaknya
mendapatkan pemahaman yang keliru, atau disesatkan
informasinya sehingga mudah dihasut oleh pihak-pihak yang tak
bertanggungjawab. Padahal, hal-hal semacam itu bisa menjadi
solusi penyediaan energi alternatif yang sangat kita butuhkan
di masa depan. Pihak-pihak yang memiliki kepedulian dengan
penyediaan energi alternatif perlu kita dukung. Gagasan mereka
mesti kita apresiasi dengan sepantasnya.
	 Sahabat Komunitas, dengan turut menyebarluaskan isu
mengenai kelangkaan energi dan gagasan solusinya pada sumber-
sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, kita dapat
membantu langkah-langkah mengatasi krisis kelangkaan energi di
Indonesia yang harus dimulai sejak sekarang.
Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita
lakukan untuk mewujudkan atribut Green Energy?
Sosialisasi!
Aksi Hijau
Komunitas
untuk Green
ENERGY
127KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Sahabat komunitas, perbincangan mengenai
Green Energy mau tidak mau membawa kita
pada isu kelangkaan energi, yang sebagian
besar disebabkan oleh perilaku kita yang
tidak bijak dalam menggunakan energi.
Terus-terang, masyarakat kita masih boros
menggunakan energi, dan enggan berhemat
energi. Sebagai contoh, masih banyak yang
menyalakan lampu di siang hari. Dengan
alasan mahal, banyak rumah tangga—
kelas menengah ke atas—yang tidak mau
berpindah pada sumber energi LED yang
lebih ramah lingkungan. Atau, menggunakan
kendaraan untuk transportasi jarak dekat
yang sebenarnya bisa ditempuh dengan
berjalan kaki.
	 Berkaca pada kehidupan kita sehari-
hari, banyak sesungguhnya perilaku kita
yang belum hemat energi. Jika kita hendak
mendukung upaya Green Energy, marilah kita
mulai dari sini: menghemat konsumsi energi
pada skala pribadi dan rumah tangga, sambil
menyiapkan diri menghadapi perubahan
menuju energi alternatif. Agar menjadi
gerakan bersama, bergabunglah dalam
komunitas yang bergerak dalam isu energi.
Atau, mengapa tidak membuat komunitas
Anda sendiri? Dengan demikian, Anda dan
anggota-anggota komunitas bisa saling
mengingatkan sambil membuat gerakan
hemat energi, atau menjadi sahabat Green
Energy pada skala yang lebih besar.
Bijak
Menggunakan
Energi
128 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
129KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 7, apa saja yang komunitasmu lakukan untuk menghemat
energi yang ada di sekitarmu? Energy alternatif apa saja yang sering
komunitasmu gunakan untuk menghemat energi? Bagaimana cara komunitasmu
dalam mensosialisasikan program hemat energi ini?
130 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
131KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
132 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
community
Green Community adalah sebutan yang dilekatkan pada kumpulan individu,
komunitas atau kelompok-kelompok warga yang peduli dengan masalah
lingkungan dan sosial budaya
Komunitas Hijau, Komunitas Kita
133KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
134 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Apakah Green Community itu?
Perjalanan kita sejauh ini sudah terbilang
panjang. Kita telah berbicara panjang
lebar mengenai hunian idaman kita, Kota
Hijau, dengan segala atributnya. Tugas
menantang terhampar di hadapan kita,
yaitu mewujudkan impian membangun Kota
Hijau. Tetapi, semua itu bakal sulit terwujud
kalau kita nekat melakukan segala sesuatu
sendirian.
	 Maka,diperlukangerakanbersamauntuk
mengembangkan atribut-atribut Kota Hijau.
Sebuah kota memang tidak untuk dinikmati
sendiri. Melainkan untuk dinikmati bersama-
sama seluruh warga kota. Ini berarti, dalam
membangun maupun mengelola Kota Hijau,
diperlukan kerjasama dengan seluruh warga
kota.
Sahabat Komunitas, jawaban untuk
pertanyaan di atas adalah Green Community,
atau Komunitas Hijau. Green Community
adalah sebutan yang dilekatkan pada
kumpulan individu, komunitas atau
kelompok-kelompok warga yang peduli
dengan masalah lingkungan dan sosial
budaya. Keterikatan anggota-anggota
Green Community (selanjutnya disebut
sebagai Komunitas Hijau) disebabkan oleh
meningkatnya kepedulian dan kesadaran
bahwa tanggungjawab untuk menjaga
lingkungandanalamsemestabukansemata-
mata berada di tangan pemerintah atau
lembaga-lembaga besar. Melainkan, berada
di tangan individu-individu selaku warga
masyarakat atau bagian dari komunitas.
	 Sebagai sebuah perkumpulan,
Komunitas Hijau bersifat cair dan terbuka.
Landasan aksinya adalah kerjasama dan
keyakinan bahwa setiap orang memiliki
peran untuk melestarikan lingkungan dan
menciptakan hunian yang nyaman serta
lestari. Karena itu, Komunitas Hijau tak
sekadar berwacana, namun menciptakan
ide dan melaksanakan aksi nyata demi
terwujudnya Kota Hijau nan ramah
lingkungan.
	 Komunitas Hijau ini bisa berbentuk apa
saja. Ada yang berawal dari inisiatif warga
sesama pemukim, atau dari solidaritas yang
terbentuk di ruang maya (lihat penggalan
kisah beberapa komunitas pada bab
Pendahuluan). Komunitas Hijau bisa berupa
komunitas peduli lingkungan yang sudah
lama terbentuk dan punya program aksi
rutin. Tidak tertutup kemungkinan berupa
komunitas baru yang dibentuk setelah warga
menyadari pentingnya berjejaring untuk
mewujudkan Kota Hijau.
135KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Manfaat
Green Community
Kuncipentingdaripengembangan KotaHijau
terletak pada faktor sumberdaya manusia,
yaitu masyarakat. Sebagai target sasaran
utama P2KH, masyarakat harus dilibatkan
seintens mungkin dalam setiap langkah
mewujudkan Kota Hijau. Untuk kepentingan
pelibatan dan pemberdayaan warga ini,
sahabat-sahabat komunitas memegang
peranan penting. Karena, komunitas dapat
menjadi pintu masuk sekaligus ujung tombak
pelibatan dan pemberdayaan masyarakat
dalam mewujudkan Kota Hijau.
	 Gerakan Kota Hijau yang dilaksanakan
dengan melibatkan unsur komunitas
memiliki sejumlah manfaat. Berbekal
kedekatan dengan warga, komunitas dapat
meningkatkan pemahaman masyarakat
tentang pentingnya pengembangan Kota
Hijau untuk mewujudkan fungsi kota yang
berkelanjutan. Selain itu, komunitas dapat
menjadi wadah untuk menampung dan
menyalurkan aspirasi masyarakat terkait
dengan pembangunan Kota Hijau. Melalui
aksi hijau yang sesuai dengan kebutuhan
lapangan, komunitas dapat menggerakkan
masyarakat agar berperan aktif dalam
meningkatkan kualitas dan kuantitas
ruang berwawasan lingkungan. Lebih dari
itu, berkumpulnya komunitas-komunitas
yang peduli dengan isu lingkungan hidup
diharapkan dapat beraliansi menjadi Forum
Komunitas Hijau (FKH) yang berperan
sebagai mitra pemerintah kota/kabupaten
dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas
ruang. FKH adalah forum komunikasi antar
komunitas/kelompok warga yang peduli
pada masalah lingkungan dan sosial budaya,
terutama membangun
136 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
137KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Membentuk
Green Community
Bagaimana membentuk Green Community
alias Komunitas Hijau?
138 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Pertama, pilihlah isu atau atribut mana
dari Kota Hijau yang menarik perhatian
Anda, atau yang menjadi permasalahan
paling utama di wilayah Anda. Misalnya,
Green Open Space atau Ruang Terbuka Hijau.
Kedua, ajaklah orang-orang di sekitar Anda
untuk membicarakan hal ini. Lontarkan
gagasan Anda, dan lihat bagaimana
tanggapan mereka. Dengan cara ini, minimal
Anda mengetahui siapa yang mendukung
gagasan Anda, siapa yang menentang
atau bersikap abstain. Langkah ketiga
adalah membentuk komunitas. Terhadap
mereka yang mendukung gagasan Anda,
ajaklah bergabung untuk membuat aksi
nyata. Keempat, jangan banyak berpikir
lagi, lakukan saja apa yang menurut Anda
memang harus dilakukan. Bersabarlah, beri
waktu untuk melihat hasilnya. Bisa berhari-
hari, tak jarang berbulan-bulan. Sementara
menunggu hasilnya, perluas jaringan Anda,
bicaralah dengan semakin banyak orang.
Carilah komunitas sejenis yang sudah ada,
dan bukalah komunikasi dengan mereka.
Anda pasti akan mendapatkan dukungan!
	 Komunitas Hijau tidak berdiri sendiri.
Melainkan menjadi bagian dari komunitas-
komunitas lain yang sama-sama bergerak
untuk memperbaiki lingkungan hidup, dan
meningkatkan kualitas kehidupan. Buatlah
catatan tentang siapa-siapa atau komunitas
macam apa yang berada dalam lingkaran
garapan yang sama. Ini akan menjadi
kekuatan Anda. Paling baik jika Komunitas
Hijau menjadi bagian dari komunitas
warga yang sudah ada. Misalnya, menjadi
bagian dari warga RT atau RW tempat
Anda bermukim. Atau, menjadi bagian dari
asosiasi atau kumpulan di tempat kerja Anda
yang sebelumnya sudah terbentuk.
	 Komunitas Hijau dibuat dengan tujuan
menciptakan wadah bagi warga untuk
terlibatdalamupayamenciptakanKotaHijau.
Aktifkan komunitas Anda, atau bergabunglah
dengan Komunitas yang sudah ada. Jadilah
bagiandaripembuatperubahan,perintisatau
pionir-pionir di wilayah masing-masing untuk
mewujudkan impian Kota Hijau! Beberapa
cara dapat dilakukan untuk mengawali
terbentuknya Komunitas Hijau.
	 Melalui gerakan bersama, Komunitas
Hijau memiliki kemampuan untuk membuat
perubahan. Dengan cara apa?
1.	Menjadi saluran penghubung antara
warga dengan pemerintah,
2.	Mengadopsi area hijau langsung di luar
pintu rumah
3.	 Menciptakan rasa hormat terhadap ruang
hijau publik
4.	Meningkatkan partisipsi warga dalam
berbagai aksi hijau
5.	 Melakukan transformasi ruang yang tidak
terpakai menjadi area hijau
	Komunitas sendiri merupakan
perkumpulan yang sifat keanggotaannya
biasanya terbuka, cair, dan berorientasi
sosial. Ada banyak contoh komunitas
yang sudah ada dalam lingkup Kota
Hijau. Misalnya, Komunitas Pondok Hijau,
Komunitas Hijau Bumi Alam Lestari,
Komunitas Hijau Belitung, Green Community
UI, dan lain-lain. Jangan lupa, komunitas juga
punya kekuatan untuk berjejaring. Indonesia
Berkebun dan Komunitas Bike to Work adalah
contohnya. Jadi, sahabat komunitas, kini
saatnya bergerak!
139KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
140 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
141KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Green
community
142 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Beberapa Kegiatan
Green Community di masyarakat,
Beberapa contoh kegiatan peduli
lingkungan yang digerakan oleh Forum
Komunitas Hijau si seluruh Indonesia
143KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
foto kegiatan forum komunitas hijau
144 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
145KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 8, apa saja kegiatan yang sudah komunitasmu lakukan
dalam mendukung aksi kota hijau? Apakah komunitasmu bekerja sama dengan
komunitas lainnya di daerahmu? Apakah komunitasmu melibatkan pihak
pemerintah dan swasta dalam melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kota
hijau? Bagaimana cara yang dilakukan oleh komunitasmu untuk menggalang
kebersamaan “membangun” kota hijau? Apakah komunitasmu memiliki program
khusus yang disampaikan untuk kalangan tertentu (nak-anak, remaja, orang tua,
ibu rumah tangga, penyandang cacat, dsb)
146 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
147KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
148 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Membaca
Lingkungan,
Merencanakan
Program
Ayo Beraksi....
149KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Menandai Persoalan yang Ada
Masalah lingkungan terjadi di mana-mana. Termasuk di lingkungan kita. Maka, pertama-tama,
cermatilah apa yang terjadi di sekitar Anda. Mulai sekarang, Anda harus berpikir dengan pola
P2KH. Artinya, cobalah memandang permasalahan lingkungan Anda berdasarkan 8 Atribut
Kota Hijau yang sudah diperkenalkan di bab sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan ‘pancingan’
ini mungkin bisa membantu.
•	 Adakah lahan kosong yang tidak dimanfaatkan di sekitar Anda?
•	 Bagaimana sistem pembuangan sampah di lingkungan Anda?
•	 Apakah perilaku warga dalam membuang sampah sudah benar?
•	 Apakah saluran air di sekitar Anda mengalir lancar?
•	 Di manakah anak-anak bermain? Di jalan, di halaman, atau tidak pernah keluar rumah?
•	 Apakah sungai di tempat Anda bersih dan lancar alirannya?
•	 Bagaimana perilaku hemat energi di lingkungan Anda?
Masih banyak contoh masalah lain. Silakan dirinci. Sebanyak-banyaknya, dan selengkap-
lengkapnya. Kemudian, cobalah menyusun skala prioritas. Mana yang paling mendesak untuk
diselesaikan? Mana yang bisa dikerjakan bersama? Dan, ini yang paling penting: mana yang
realistis untuk dimulai? Bacalah Lampiran 1. Agenda Aksi Komunitas Hijau, sebagai panduan.
Lalu, isilah kolom berikut sebagai awal perencanaan kegiatan komunitas.
CATATAN MASALAH LINGKUNGAN KOMUNITAS WARGA
....................................................................................................................
CONTOH
CONTOH
Prioritas
Masalah di Tempat Tinggal
Saya ....
Solusinya.... Yang bisa dilakukan
1 Lahan kosong di belakang
bengkel suka dijadikan tempat
sampah, suka ada preman
ngumpul, anak remaja kadang
gelut di situ, pernah ditemu-
kan kaleng bekas miras.
Pertanian Perkotaan Mengajak warga menanami lah-
an kosong biar nggak ada yang
buang sampah sembarangan,
dan tidak dipakai untuk maksiat
nantinya
2 Selokan mampet di beberapa
bagian
Membuang sampah
yang memenuhi
selokan
Kerja Bakti mingguan
3 Tepi sungai tidak terurus, suka
jadi tempat sampah
Jalur Hijau Menata jalur hijau
150 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Catatan Masalah Lingkungan Komunitas Warga
... kalau wilayah Anda sudah punya Green Map, atau Peta Hijau, manfaatkan saja!
RENCANA KERJA ANDA
Catatan :
Prioritas Masalah di Tempat Tinggal Saya .... Yang bisa dilakukanSolusinya...
151KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Apa yang akan dilakukan? Tujuan Hasilnya
Mengumpulkan warga Menginformasikan rencana menanami
lahan kosong kepada warga, mendata
siapa yang mau berpartisipasi.
Kesepakatan mengolah lahan
kosong.
Data warga yang mau
berpartisipasi.
Membuang sampah yang memenuhi
selokan
Kerja Bakti mingguan
Mengurus perijinan Mendapatkan ijin menanami lahan
kosong dari pihak berwenang
Ijin melaksanakan kegiatan
Membentuk tim dan membagi tugas Mendapatkan anggota tim dan berbagi
pekerjaan
Tim yang siap bekerja
Pembagian tugas dan
tanggungjawab, dll.
Mencari informasi Mendapatkan informasi sebanyak-
banyaknya mengenai urban farming
atau bertani di lahan kosong
Rencana kerja secara tertulis,
tanaman yang dipilih, alat-alat
yang harus disiapkan, dll.
Mengumpulkan biaya perlengkapan Mendapatkan alat kerja. Mengetahui
apa-apa yang masih kurang, dan
mengusahakannya.
Mengumpulkan dan mengelola
dana
Perlengkapan siap digunakan.
Simpanan dana untuk dikelola.
Belanja kebutuhan Mendapatkan alat-alat kerja dan benih
yang dibutuhkan
Alat kerja, benih, konsumsi.
Membersihkan lahan Lahan siap ditanami
Menyiapkan benih Benih siap ditanamkan
Menanam
Menyiram Memelihara tanaman
Menyiangi Memelihara tanaman
Piket Pengawasan dan pengontrolan Tim Piket warga
Menyiapkan konsumsi Botram aja!
Panen Memetik hasilnya Hasil panen untuk anggota, kalau
berlebih, dibagikan ke orang luar
Bagi hasil Idem
Dokumentasi Menginformasikan dan mengarsipkan Album Foto, upload foto dan
informasi ke jaringan dan media
sosial, dll.
Merencanakan Aksi
Berdasarkan skala prioritas, kini Anda sudah punya program Kota Hijau untuk dikerjakan di
lingkungan Anda. Kita sebut ini sebagai Aksi Hijau. Langkah selanjutnya adalah menentukan
faktor apa yang mau diubah, dibangun, atau dikembangkan dengan program Anda.
AKSI HIJAU KOMUNITAS WARGA :
Menanami Tanah Kosong di RW 04 (belakang bengkel) seluas 400 m2
CONTOH
152 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Aksi Hijau Komunitas Warga :
RENCANA KERJA ANDA
Apa yang akan dilakukan? Tujuan Hasilnya
153KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Berbagi Tugas
Sekarang, ajak tim Anda untuk berbagi tugas dan menetapkan jadwal kerja. Tabel berikut ini
bisa membantu.
AKSI HIJAU KOMUNITAS:
Menanami Tanah Kosong di RW 04 (belakang bengkel) seluas 400 m2
RENCANA KERJA
CONTOH
Kebutuhan Tim
Siapa yang akan
melakukan?
Jadwal Kerjanya...
Mengumpulkan warga
Mengurus perijinan
Membentuk tim dan membagi tugas
Mencari informasi
Mengumpulkan biaya perlengkapan
Belanja kebutuhan
Membersihkan lahan
Menyiapkan benih
Menanam
Menyiram
Menyiangi
Piket
Menyiapkan konsumsi
Panen
Bagi hasil
Dokumentasi
154 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Aksi Hijau Komunitas :
RENCANA KERJA ANDA
Kebutuhan Tim
Siapa yang akan
melakukan? Jadwal Kerjanya...
... kalau wilayah Anda sudah punya Komunitas, apalagi yang berhubungan dengan lingkungan,
kontaklah mereka! Bisa jadi mereka sudah menyiapkan ini. Kalau belum, mengapa Anda tidak
memulainya? Tawarkan gagasan Anda pada mereka. Kalau gagasan Anda ditolak karena mereka sudah
punya prioritas lain, mengapa tidak mengawalinya sebagai proyek Anda sendiri?
Buatlah komunitas sendiri untuk mewujudkan gagasan Anda! Pasti banyak pihak yang terpesona pada
ide-ide menarik Anda dalam Aksi Hijau...
155KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Dana  Anggaran
Walau tidak selalu merupakan hal yang utama, dana awal dibutuhkan untuk bergerak. Setiap
proyek komunitas harus memiliki perkiraan dan catatan tertulis mengenai kebutuhan dan
dana yang dimiliki. Dana awal biasanya bersumber dari donatur pribadi, atau iuran warga.
Jumlahnyatidakselalumencukupi.Namun,SahabatKomunitas,janganlahketerbatasandana
menghalangi niat mulia Anda. Bergeraklah dengan dana yang ada, kelola sebaik mungkin.
Proyek komunitas bermula dari inisiatif komunitas secara mandiri. Semangatnya gotong-
royong, baik dalam berbagi tugas, tanggungjawab, termasuk pembiayaan. Ingatlah selalu hal
ini. Walaupun kelak banyak pihak akan membantu, jagalah selalu kemandirian komunitas.
Perkara anggaran, jangan lupa mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, disertai
bukti-bukti seperlunya. Lakukan pertanggungjawaban keuangan secara terbuka.
Komunitas bertitiktolak dari keterbukaan dalam segala hal, termasuk dalam persoalan
keuangan dan pembiayaan. Ketidakterbukaan berpotensi menghadirkan konflik, yang
bisa berujung pada perpecahan komunitas. Jangan sampai ini terjadi.
Beberapa strategi bisa dilakukan komunitas untuk menggalang dana dan sumberdaya secara
kreatif, tanpa harus meminta-minta sana-sini.
•	 Membagi-bagi program menjadi satuan kecil, kemudian ‘memasarkan’ kepada warga atau
pihak lain yang tertarik untuk membantu. Misalnya, dalam Pertanian Perkotaan, catat
dan perhitungkan sebisanya apa saja yang dibutuhkan, kemudian tawarkan siapa yang
bersedia menanggung itu sendirian atau bersama-sama.
156 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
•	 Mengajak pihak lain menjadi mitra adopsi, dan memberikan reward tertentu. Misalnya,
dalam perawatan Hutan Kota, jelas dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk merawat
pepohonan. Tawarkan kepada warga atau komunitas, siapa yang mau mengadopsi pohon
tertentu sebagai ‘anak asuh’. Orangtua asuh akan menyediakan pembiayaan dan tenaga
yang diperlukan untuk anak asuhnya. Beberapa komunitas bahkan bisa bergerak lebih
jauh. Mereka juga menawarkan kepada sekolah-sekolah untuk bermitra dengan mencari
‘kakak asuh’, yaitu anak-anak sekolah, bagi pohon-pohon yang perlu dirawat. Orangtua
asuh lantas bermitra dengan anak-anak sekolah setempat sebagai ‘kakak asuh’. Dengan
cara ini, komunitas bisa menggaet jaringan kemitraan yang beragam. Sementara, di sisi
lain, setiap mitra mendapatkan manfaat yang luarbiasa. Pihak sekolah mendapatkan
laboratorium alam, sementara siswa sekolah mendapatkan kesempatan praktik. Cara ini
bisa ditempuh untuk berbagai program, mulai dari beternak hingga merawat taman-taman
kota.
•	 Membuat merchandise. Kaos, mug, payung, buku, apapun yang bernilai jual. Buka toko
komunitas. Anak-anak di luar negeri kerap membuat garage sale untuk mengumpulkan
dana. Atau menjual makanan. Ajak ngobrol anggota komunitas. Mereka bisa urun rembug
soal ini.
•	 Menyelenggarakan event untuk menggalang dana. Pilih event atau kegiatan yang
sesuai dengan misi komunitas Anda. Event ini, selain dapat mempublikasikan atau
mempromosikan kegiatan komunitas, juga sekaligus merupakan momen penggalangan
dana.
Nah, itulah beberapa contoh cara menggalang dana secara kreatif, sekali lagi, tanpa harus
meminta-minta atau menunggu uluran tangan pihak lain!
157KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Buka Jaringan
Mewujudkan Kota Hijau adalah pekerjaan besar yang membutuhkan semua sumber daya,
untuk bisa meraih mimpi yang kita cita-citakan bersama. Karena itu, setelah memiliki tim dan
rencana kerja yang jelas, kini saatnya Anda mengembangkan kemitraan dengan pihak lain.
	 Sahabat Komunitas, di sekitar kita, banyak sesungguhnya pihak-pihak yang dapat diajak
bekerjasama. Mereka bisa membantu kita dalam banyak hal: menyediakan informasi, melatih
atau berbagi keterampilan, berbagi lahan, hingga bergotong-royong membantu pembiayaan
yang dibutuhkan. Inilah beberapa mitra yang bisa Anda libatkan.
•	 Instansi/dinas pemerintah/aparat lokal
	 untuk mengurus perijinan, memetakan lokasi, membantu menghubungkan komunitas
dengan mitra lainnya, menyediakan fasilitas, informasi, termasuk saran dan konsultasi
P2KH.
•	 Industri
	 untuk membantu pembiayaan, menyiapkan materi yang dibutuhkan, menyediakan tenaga
ahli atau berbagi keterampilan. Perusahaan atau industri memiliki kewajiban untuk
menyisihkan sebagian keuntungan bagi program-program Corporate Social Responsibility
(CSR) yang ditujukan bagi pengabdian masyarakat atau meningkatkan kualitas kehidupan
warga di sekitar kawasan tempat industri beroperasi. Beberapa program lokal P2KH
dibiayai oleh industri melalui jalur CSR.
•	 Komunitas lain
	 untuk sharing informasi, saran dan konsultasi, menyediakan tenaga ahli, melaksanakan
agenda bersama (kalau kebetulan ada), memfasilitasi kebutuhan, menghubungkan
dengan pihak lain, dan sebagainya.
•	 Media Massa
	 membantu mempublikasikan dan mempromosikan kegiatan komunitas, secara tak
langsung membantu menghubungkan komunitas dengan pihak lain, membentuk opini
positif bagi komunitas dan aktivitasnya.
Cobalah membuat catatan mengenai pihak-pihak yang bisa Anda ajak bermitra. Tidak perlu
ragu-ragu untuk meminta bantuan. Namun demikian, pengalaman menunjukkan bahwa
hanya niat tulus membangun Kota Hijau sajalah yang akan dilapangkan dan dilancarkan
mendapatkan bantuan dari mana saja.
158 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
159KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
AKSI HIJAU KOMUNITAS:
Menanami Tanah Kosong di RW 04 (belakang bengkel) seluas 400 m2
DATA KEMITRAAN
Mitra
Alamat dan
Contact Person
Bantuan Kemitraan
Dinas Tata Kota Dinas Tata Kota	Tim P2KH
Kabupaten
pak Hasan Gani,
0823 6788 xxxx
Konsultasi P2KH, Data
CSR
Bengkel Mobil Haji Munif (pemilik) Membantu pembiayaan
RT/RW Pak Mardi (ketua RT)
Pak Frans (ketua RW)
Ijin dan partisipasi,
menggalang anggota lain
Dosen Pertanian Bu Lydia Cara menanam dan
membuat pupuk sendiri.
Mengajarkan bertanam
organik
Mahasiswa, wartawan Syifa (anak pak Haji) Publikasi media, publikasi
media sosial
Gapoktan (Gabungan
Kelompok Pertanian Perkotaan)
Bp dan Ibu Andy Chan,
022-8888xxxx
Mau bagi benih,
mengundang panen raya,
bagi pengalaman juga.
Bu Chan punya toko
online sayur organik.
CONTOH
160 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Aksi Hijau Komunitas Anda (Data Kemitraan)
RENCANA KERJA ANDA
Mitra Alamat dan
Contact Person Bantuan Kemitraan
Catatan :
161KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
162 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
ForumKotaHijau(FKH)adalahwadahtempatKomunitasHijaudisetiapwilayahdapatberkumpul
dan saling berbagi informasi, pengalaman, saran, dan praktik-praktik terbaik. FKH menjadi semacam
pusat informasi bagi setiap Aksi Hijau. Jika memungkinkan, FKH hendaknya memiliki sekretariat
tersendiri sehingga dapat mendirikan pusat dokumentasi dan informasi Aksi Hijau.
	 FKH yang sudah mapan bisa menjadi pusat sinergi Aksi Hijau bagi komunitas maupun mitra
yang terlibat. Jika di kota Anda belum terdapat FKH, Anda bisa menggalang inisiatif bersama untuk
membentuknya. Walaupun setiap komunitas kemungkinan memiliki isu yang berbeda-beda, namun
semua Aksi Hijau ditujukan untuk tujuan yang sama: mewujudkan impian Kota Hijau. Karena itu,
hubungan antar komunitas dalam FKH mesti didasarkan pada kesetaraan dan kebersamaan untuk
membuat perubahan yang lebih baik bagi kita semua.
		 Kamimenyediakanmateri-materisosialisasiyang‘fun’danedukatifuntukmenginformasikan
warga tentang Kota Hijau. Setiap komunitas akan dibekali satu Paket Hijau berisi dengan Buku
Panduan Kota Hijau, Modul Komunitas (yang sedang Anda pegang ini), Buku Kecil P2KH untuk
Masyarakat, juga alat bantu lainnya berbentuk permainan seperti Ular Tangga P2KH, Kuartet
P2KH, poster, leaflet/brosur, stiker dan flyer. Lihat lampiran di belakang untuk cara memainkannya:)
Materi-materi ini dapat diperoleh di Dinas Tata Kota setempat dan/atau FKH di kota Anda.
bergabunglah
dengan
fkh kota
163KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kota Banda Aceh - FKH Bustanulsalatin
Abdul Muthalib - 0813 6088 4266
Kota Medan - FKH Medan
Kota Bukit Tinggi - Bukittinggi Go Green
Nasrul M. Phietra - 08126713238
Kota Pariaman - FKH Pariaman
Kota Sawahlunto - Komunitas Hijau Sawahlunto
Ika Meliana - 082388615515	
komunitashijaukotasawahlunto@yahoo.co.id	
fb : komunitashijaukotasawahlunto@yahoo.co.id
Kabupaten Pesisir Selatan
FKH Kabupaten Pesisir Selatan
Kota Batam					
fb : Forum Komunitas Hijau Kota Batam
Kota Tanjung Pinang - Forum Kota Hijau TPI		
TPikotahijau@yahoo.com	
fb : Forumkotahijau TPi (people),
Forum Komunitas Kota Hijau Tanjungpinang (page)
Kota Pagar Alam - Komunitas Hijau Kota Pagar Alam
02730623500	
greencitycommunity.pagaralam@gmail.com
fb : Komunitas Hijau Kota Pagar Alam
web : kotahijaupagaralam.wordpress.com
Kota Bandar Lampung - Komunitas Hijau Bandar Lampung
Eman	- 0821 7679 0489
fb : Komunitashijau Kotabandarlampung
tw : @HijaunyaBandarL
Kota Metro - Komunitas Hijau Kota Metro
YB Beja - 0812 728 0836
petahijaukotametro@yahoo.co.id
fb : Komunitas Hijau Kota Metro
tw : @HijaunyaMetroku
Kota Bogor - FKH Kota Bogor
Fajar Erismoko - 0812 934 7548	
fkhkotabogor@yahoo.co.id
fb : komunitas hijau kota bogor tw : @bogorhejo
web : www.bojorhejo.com
Kabupaten Bandung - FKH Kabupaten Bandung
Kabupaten Bekasi - D’Green Community
Agung Setiawan
Kabupaten Ciamis - FKH Kab. Ciamis
Iwan Setiawan - 0813 2364 5470
cai_team08@yahoo.com - fb : cai_team_ciamis
Kabupaten Kuningan - FKH Kab.Kuningan	
Avo Juhartono - 0232-871607
FKH.kuningan@yahoo.com
Kabupaten Tasikmalaya - FKH Kabupaten Tasikmalaya
Kota Salatiga - Forum Salatiga Hijau
Titi Permata - 0856 2681 839/ 0818 0249 1177	
forumsalatigahijau@gmail.com	
fb : FORSH Forum Salatiga Hijau (grup)
Forsh Salatiga (people)
Kota Semarang - Komunitas Hijau Semarang
Winarso, Yuli, Ferry 0813 2552 9956/024-354 1529,
0857 4092 5601, 0816 4246 954
milis : komhijausemarang@yahoogroups.com
Kabupaten Blora - Komunitas Hijau Blora	
Rini Widiastuti - 0812 252 0636	
p2khkab.blora@gmail.com - fb : Kota hijau blora
Kabupaten Jepara - FKH Jepara	
Ashar Ekanto - 0813 2570 0900	
Kabupaten Kudus - Komunitas Hijau Kudus	
Muhammad Syaifuddin, Eni - 0878 3359 0270/0291-430080,
0856 4004 3363 - komunitashijaukudus@yahoo.co.id
Kabupaten Pati - FKH Kab.Pati
Mugiharjo 0857 4029 4700/0813 9026 3299
forumkomunitashijau_pati@yahoo.co.id
Kabupaten Brebes - FKH Kab. Brebes
Kustiyanto - 0813 9190 0290/ 0283-870021	
Kabupaten Pacitan	
Kabupaten Kendal - FKH Kab.Kendal
Fran S. Susena, Sukamto0858 7664 5566/0813 2576 9950,
0813 9055 0109 - email : bumihijaukendal@gmail.com
Daftar
forum komunitas hijau
164 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kabupaten Pekalongan - Greeneration Pekalongan	
fb : Greeneration Pekalongan
Kabupaten Rembang
Dwi Wiyono, M. Imam Tamimi
0813 2578 6870, 0812 2569 0219		
Kabupaten Pemalang - FKH Kab. Pemalang
Eko Prasetyo - 0857 1991 8970	
dhiemaz_prasetyo@yahoo.com	-
Kota Surakarta - Forum Solo Hijau
Sessario Bayu M - 0856 9135 2689/0271-796 3116
forumsolohijau@gmail.com
fb : Solo Kota Hijau (people  page) tw : @SoloKotaHijau
web : www.solokotahijau.com
Kabupaten Banyumas - Komunitas Hijau Banyumas
Henry Budi Nursetyo	0857 4718 6998/028 1769 3878
henrybudi25@yahoo.com
fb : Komunitas Hijau Banyumas (grup/page)
Kabupaten Purbalingga - FKH Purbalingga		
			
Kabupaten Sukoharjo - FKH ‘Wijaya Kusuma’
Noor Eko Handriyanto - 0857 2919 8403		 -
Kota Yogyakarta - FKH Kota Yogyakarta
Totok, Endang Rohjiani, Endang (0815 7877 6076)	
totokpratopocode@yahoo.com
Kabupaten Kulonprogo - FKH Kulonprogo
Setyo Dharmodjo, Saptana Tandjung
0274-774 638, 0813 2855 6931	
setyodharmodjo@yahoo.co.id	
fb : P2KH Kulon Progo
				
Kabupaten Sampang - FKH Kab. Sampang	
Siswo Budi Utomo, Agus Sudradjad
0812 161 1375, 0812 3428 4388	
kotahijausampang@yahoo.com	fb : kota hijau sampang
Kabupaten Sidoarjo
Aisyah Baadillah - 0856 3368 065		
Kabupaten Bangkalan
Totok Purwianto - 0813 5713 3633		
Kota Blitar - FKH Blitar Kota Hijau
Didik Yuli - 0856 4891 9333
wanagardennursery@yahoo.com - fb : BlitarKotaHijau
Kota Malang - FKH Kota Malang	
Ferry Augusta 0858 5575 6999 - fb : malang_kotahijau
Kota Probolinggo - FKH Kota Probolinggo
Diah Sajekti			
Kabupaten Bondowoso
Go Green Kabupaten Bondowoso
Veni Sevia Febriyanti 08523663100
bondowosogogreen@yahoo.co.id fb : Go Green Bondowoso
Kabupaten Jombang - FKH Jombang
Jalaluddin Hambali - 0812 3590 5090
jalaljp@yahoo.com, jalaljepe@gmail.com	
Kabupaten Nganjuk				
	
Kabupaten Ngawi
Anang - 0868 5188 8418		
Kabupaten Probolinggo - FKH Kota Kraksaan
0852 3306 9336
fb : Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Kraksaan
Kabupaten Malang - Green Community Kab. Malang
Arif Rifai - 0856 4998 3183		
Kabupaten Badung - FKH BADUNG		 -	
		
Kota Mataram - FKH Kota Mataram
Sapta Arli Kasim - 0878 6160 7177
fb : greenmapkotamataram
Kabupaten Lombok Tengah - FKH Praya
Saiful	- 0817 3656 61
komunitashijaupraya@yahoo.com	
Kabupaten Sumbawa
Forum Komunitas Hijau Samawa Rea	
Siti Aminah - 0819 0906 3671/0819 0923 9757/0371 21350
- fhsr.sumbawa@yahoo.com - fb : Sumbawaku Hijau
Kota Gorontalo		 -		
	
Kabupaten Pohuwato		 -	
	
Kota Makassar		 -		
	
Kota Parepare - FKH Parepare
Amir Maisa Noor - 0852 1412 6222
fkh.pare@yahoo.com fb : Fkh Parepare,
web : fkhpare.wordpress.com
165KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Kabupaten Luwu Timur		 -	
	
Kota Bau-Bau
Muh. Filtar - 0823 4920 8711		
Kota Kendari - FKH Kota Kendari
0813 4170 0846
kendarippkh@yahoo.co.id, lihin76@yahoo.com	
Kota Palu - FKH Kota Palu
Muhammad Ruslan - 0813 4128 8168/0813 4118 4690
allan.gafur@gmail.com - fb : Ruang Terbuka Hijau Kita (RTH
Dia-LO-Gue)Grup, Komunitas Hijau Kota Palu (Palu Green
Community)Page - tw : @mrallanpeacock
Kota Ambon - Forum Kalesang Ambon Hijau
Elisabeth Radjawane	 - 0911-311190/0911-353546	
ambonkotahijau@yahoo.com - tw : @ambonhijau
Kota Padang		 -		
	
Kabupaten Bintan		 -		
	
Kota Pangkal Pinang
Komunitas Hijau Kota Pangkal Pinang
Fajar H - 0717-434047/0717-421 794	
komunitashijaukotapangkalpinang@yahoo.com
fb : Komunitas Hijau Kota Pangkalpinang (grup  page)
tw : @KomHijauPklpinang
Kabupaten Lampung Barat		 -		
	
Kabupaten Way Kanan		 -		
	
Kota Bandung		 -		
	
Kota Bekasi - FKH Kota Bekasi
Dhany Wahab - 0816 1658 993
dhanywahab@dakta.com	
Kota Tasikmalaya - FKH Kota Tasikmalaya	
Dadan Sukandar - 0813 2001 0211/026 534 6393	
resikgreen@gmail.com	-
Kabupaten Luwu	
Kota Pasuruan
fb : Fkh Kotapasuruan (people), Pasuruan hijau (people)
Kabupaten Gresik
Ramelan	085733147520
fb : P2KH Gresik
Kabupaten Lamongan			
	
Kabupaten Pasuruan - FKH Kab. Pasuruan
forumhijaupasuruan@yahoo.com
fb: FORUM HIJAU PASURUAN (group) - tw : @fh_pasuruan
web : forumhijaupasuruan.wordpress.com”
Kota Batu - FKH Kota Batu
Krisna - 0819 3777 7558 - batukotahijau@gmail.com	
fb: Batu Kota Hijau Bkh (people), Forum “”Batu Kota Hijau””
(page) tw : @batukotahijau - web : batukotahijau.org”
Kota Banjarmasin - FKH Kota Banjarmasin	
Muhammad Yusuf - 0815 2161 5101	
fkhbanjarmasin@gmail.com
Kabupaten Bima - FKH Woha
Firdaus Umar - 85338666515		
Kota Kupang		 -		
	
Kabupaten Sumba Tengah
FKH Waibakul Melkianus Umbu Ngailu
0813 3743 3735
FKH.waibakul@gmail.com - fb : Komunitas Hijau Waibakul
Kabupaten Sumba Barat - FKH Waikabubak
Dominikus Moda - 0821 4770 6373		
Kabupaten Bellu
Adi Adv - 0813 3729 4457		
Kabupaten Bolaang Mongondow - FKH Kota Lolak	
Yuldi Paputungan - 0857 5735 9029
yuldi_paputungan@yahoo.com, yuldi67@yahoo.com	
Kabupaten Polewali Mandar		 -		
		 -			
Kabupaten Tojo Una Una
Irwan	0821 9335 3561
		
Kabupaten Jayapura - Green Bhuyakha
0852 4418 2519 - greenbhuyakha@gmail.com	
Kabupaten Nabire - FKH Nabire	
komunitashijaunabire@gmail.com
fb : komunitashijaunabire
		
166 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Setelah membaca bab 8, apa langkah yang akan kamu lakukan untuk membentuk komunitas
di sekitarmu? Bagaimana caramu untuk memberdayakan komunitas yang sudah ada?
Apa saja kegiatan yang akan kamu lakukan untuk menggiatkan komunitas di sekitarmu?
167KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
168 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
169KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
170 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
171KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
172 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
Manual komunitas

Manual komunitas

  • 2.
    1KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 3.
    Tim Penyusun TIM PENGARAH : M.Basuki Hadimuljono, Dadang Rukmana, Firman Mulia Hutapea, Budi Situmorang, Dedy Permadi, Lina Marlia, Bahal Edison Naiborhu TIM PELAKSANA : Firsta Ismet, Endra S. Atmawidjaja, Marcia, Zikky Ardiansyah, Mula Pralampita, Deciana Napitupulu, Dwi Yudho Sasongko. TIM PENDAMPING : Alinda Zain Nirwono Joga Iwan Ismaun Bayu Whardana Bintang A. Nugroho Niken Prawestiti TIM PENYUSUN : Santi Indra Astuti, Tito Budiarto, Rita Gani Ilustrasi Tata Letak : Yoga Iman G Friend yoga@ayokemon.com Foto : Dokumentasi Direktorat Jenderal Penataan Ruang dan dari berbagai sumber Dicetak di Indonesia Penerbit : Direktorat Jenderal Penataan RuangKementerian Pekerjaan Umum Hak cipta dilindungi Undang-Undang. Dipersilahkan mengutip atau memperbanyak sebagian buku ini dengan seizin tertulis dari penulis dan/atau penerbit. Indeks: ISBN 978-602-1365-07-6 Copyright © 2013 DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM Gedung Ditjen SDA Ditjen Penataan Ruang Lt.4 Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110 Tel/Fax : 021-7231611 - 021-7243431 www.penataanruang.net Untuk membangun Kota Hijau, mari kita buang jauh-jauh pikiran untuk mewujudkan impian ini sendirian. Kota adalah milik bersama, maka Kota Hijauharusmenjadicita-citabersama.Iniberarti, kita harus menggandeng sebanyak-banyaknya kawan, keluarga, kerabat, siapapun, agar dapat bersama-sama terlibat dalam membangun Kota Hijau. Buku ini memberi panduan praktis untuk keperluan tersebut. Yaitu, menginformasikan, mengajak, dan bergerak bersama warga, keluarga, atau siapapun di lingkungan Anda guna melakukan aksi nyata membangun Kota Hijau. Modul ini khusus diperuntukkan bagi sahabat- sahabat komunitas, karena kami meyakini pada komunitaslah terletak energi, semangat, dan potensi dinamika perubahan yang luarbiasa. Maka, siapapun Anda, dan apapun komunitas Anda, bacalah modul ini. Resapilah gagasan- gagasannya. Dan sambutlah ajakan kami untuk bersama-sama Anda membangun komunitas, mengembangkan komunitas yang sudah ada, atau melibatkan komunitas Anda dalam Aksi Hijau secara global. 2 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersamai
  • 4.
    Salam Hijau. Buku inidirancang dengan satu tujuan: menggerakkan kita semua untuk mengupayakan terwujudnya Kota Hijau. Untuk itu, buku ini berisi pemahaman mengenai Kota Hijau, atribut- atribut Kota Hijau, dan petunjuk-petunjuk untuk mengawali langkah kita dalam mewujudkan Kota Hijau. Inilah yang akan Anda temukan pada buku ini: Sekilas Kota Hijau Menjelaskan konsep Kota Hijau, Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH), dan payung hukum berupa Undang-Undang yang berhubungan dengan Kota Hijau. Atribut Kota Hijau Menjelaskan makna dan aksi setiap atribut Kota Hijau. Penjelasan atribut selalu dimulai dengan kalimat “Apakah (atribut) itu?”. Misalnya, “Apakah Green Open Space itu?” Aksi Hijau Komunitas Ingin tahu apa yang bisa Anda lakukan untuk mewujudkan Kota Hijau sesuai dengan atributnya? Informasinya ada di bagian ini! Tips Petunjuk-petunjuk praktis atau keterangan tambahan untuk memudahkan aksi lapangan atau tugas yang akan dikerjakan. Lembar Komitmen Lembar Komitmen ada di setiap akhir bab. Isinya adalah lembar yang sengaja dikosongkan untuk diisi oleh pembaca buku mengenai gagasan- gagasan yang muncul sesudah mendapatkan informasi Kota Hijau. Rencana Kerja Anda (RKA) RKA terdapat pada Bab 9 berjudul “Membaca Lingkungan, Merencanakan Program”. RKA adalah lembar kosong berisi instruksi atau data untuk diisikan. RKA memberi panduan langkah demi langkah bagi komunitas atau warga yang ingin membentuk komunitas, guna berpartisipasi secara aktif dalam mewujudkan Kota Hijau. Jadi, tidak perlu bingung untuk beraksi secara nyata. Ikutilah panduan dalam Bab 9 ini. Panduan Membaca Buku Komunitas 3KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama ii
  • 5.
    Kata Pengantar Bicara soalKota Hijau, kita semua berangkat dari pemikiran yang sama. Yaitu, bagaimana mewujudkan impian Kota Hijau menjadi kenyataan. Pertanyaannya, mungkinkah itu dilakukan? Tidak ada jawaban lain kecuali YA. Kota Hijau dapat diwujudkan. Syaratnya hanya satu: ada harapan yang dipupuk bersama, terus-menerus, secara konsisten. Ibarat benih, jika dirawat dengan baik, maka pohon harapan yang tumbuh akan memberikan manfaat kepada siapa saja. Demikian pula dengan Kota Hijau. Siapa sih yang tidak ingin hidup di tengah kota yang sejuk, nyaman,bebasdarikrisislingkungan,danmemberiruangtumbuhkembangyangmaksimal?Inilah cita-cita kita bersama. Satu hal sangat jelas, mewujudkan Kota Hijau tidak hanya bermanfaat buat kita yang sekarang ini menghuni bumi. Tetapi juga menciptakan ruang hunian yang nyaman sebagai warisan bagi anak cucu kita kelak. Untuk membangun Kota Hijau, mari kita buang jauh-jauh pikiran untuk mewujudkan impian ini sendirian. Kota itu milik bersama, maka harus menjadi cita-cita bersama. Ini berarti, kita harus menggandeng sebanyak-banyaknya kawan, keluarga, kerabat, siapapun, agar dapat bersama- sama terlibat dalam membangun Kota Hijau. Buku ini memberi panduan praktis untuk keperluan tersebut. Yaitu, menginformasikan, mengajak, dan bergerak bersama warga, keluarga, atau siapapun di lingkungan Anda guna melakukan aksi nyata membangun Kota Hijau. Perlu disampaikan, format buku ini agak berbeda dari buku-buku kami pada umumnya. Modul ini memang khusus diperuntukkan bagi sahabat-sahabat komunitas, karena kami meyakini pada komunitaslah terletak energi, semangat, dan potensi dinamika perubahan yang luarbiasa. Maka, siapapun Anda, dan apapun komunitas Anda, bacalah modul ini. Resapilah gagasan-gagasannya. Dansambutlahajakankamiuntukbersama-samaAndamembangunkomunitas,mengembangkan komunitas yang sudah ada, atau melibatkan komunitas Anda dalam Aksi Hijau secara global. 4 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersamaiii
  • 6.
    M. Basuki Hadimuljono DirekturJenderal Penataan Ruang Kembali soal Kota Hijau, seluruh dunia sedang bergerak mewujudkannya. Inilah kesempatan Anda untuk menjadi bagian dari sebuah gerakan perubahan yang akan mewariskan bumi indah ini pada anak cucu kita. Mari melakukannya sekarang. Bersama-sama. Untuk Kota Hijau, kota kita semua. Jakarta, September 2013 M. Basuki Hadimuljono Direktur Jenderal Penataan Ruang 5KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama iv
  • 7.
    DaftarIsiSekilas tentang kotahijau 1 Green waste 65 Green Planning and Design 16 Green open space 27 Green Building 49 Kota Hijau apakah itu? Atribut Kota Hijau ? P2KH apakah itu? PAYUNG HUKUM P2KH SKENARIO P2KH 2 3 5 6 7 Apakah Green Waste itu? Aksi Hijau Komunitas untuk Green waste Bank Sampah Bisnis Daur Ulang Sampah Event Kreatif Berbasis Sampah 66 69 71 72 72 Apakah Green Planning and Design itu? Aksi Hijau Komunitas untuk Green planning design Menyusun Peta Hijau 18 20 23 Apakah Green Open Space itu? Wujud Green Open Space Aksi Hijau Komunitas untuk Green Open Space Taman kota Hutan kota Jalur hijau Tempat pemakaman umum Pertanian perkotaan 28 30 31 32 35 38 40 42 Apakah Green Building itu? Mewujudkan Green Building Aksi Hijau Komunitas untuk Green Building Memanfaatkan Material Daur Ulang Mengembangkan Sumber Energi Lokal Secara Mandiri Green Building sebagai Gaya Hidup Komunitas 50 54 56 58 59 59 Tim Penyusun Panduan Membaca Buku Komunitas Kata Pengantar Daftar Isi i ii iv v 6 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersamav
  • 8.
    Green Transportation77 Green water99 Greenenergy115 Green community132 Apakah Green Transportation itu? Mengatasi Kemacetan Aksi Hijau Komunitas untuk Green Transportation Jalan Kaki, Yuk! (Menyelamatkan dan Memiliki) Kawasan Pejalan Kaki Ayo Bersepeda! Ride Sharing! Bijak Berkendaraan 79 81 83 83 87 88 90 93 Apakah Green Water itu? Green Water di Perumahan Green Water di Perkotaan Green Water untuk Industri Green Water untuk Pertanian Aksi Hijau Komunitas untuk Green water 100 102 103 104 104 109 Apakah Green Energy itu? Pembangkit Listrik Tenaga Angin Pembangkit Listrik Tenaga Matahari Pembangkit Listrik Tenaga Air Energi Tumbuhan Pembangkit Listrik Panas Bumi Energi Sampah Aksi Hijau Komunitas untuk Green Energy 116 118 119 120 123 124 125 127 Apakah Green Community itu? Manfaat Green Community Membentuk Green Community foto kegiatan forum komunitas hijau MembacaLingkungan, Merencanakan Program Menandai Persoalan yang Ada Merencanakan Aksi Berbagi Tugas Dana Anggaran Buka Jaringan bergabunglah dengan fkh kota Daftar forum komunitas hijau (FKH) 135 136 138 142 149 150 152 154 156 158 163 164 7KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama vi
  • 9.
    8 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama Merupakan kota yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan secara efektif dan efisien sumberdaya air dan energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan lingkungan, mensinergikan lingkungan alami dan buatan, berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. kota hijau Pendahuluan
  • 10.
    Marilah kita cermatikondisi di sekitar lingkungan kita. Pagi hari pukul enam tiga puluh, beberapa menit setelah putera-puteri kita mencium tangan orangtuanya untuk berpamitan ke sekolah masing-masing, jalanan sudah penuh dipadati kendaraan. Motor, mobil, angkutan kota, ojek, sesekali becak dan sepeda, semua tumpah ruah memenuhi jalanan. Udara sesak dengan polusi knalpot. Pejalan kaki kerepotan mencari jalan. Trotoarpun, kalau ada, dijajah motor tanpa ampun. Tak heran, begitu sampai di tempat tujuan, murid-murid sekolah sudah kehabisan energi untuk menyerap pelajaran. Para karyawan sudah loyo kelelahan terserap tenaganya untuk bersaing merebut celah jalanan agar sampai tepat waktu—itupun tetap terlambat. Para bos sudah terkuras emosinya. Biarpun naik mobil nyaman yang dikemudikan supir, beliau tetap tak bisa menghindar dari kemacetan yang parah. Situasi seperti ini terjadi kembali di sore hari. Dan besoknya. Dan besoknya lagi. Berminggu- minggu, bertahun-tahun... kota yang seharusnya jadi tempat kehidupan, lama-lama berubah jadi ruang tempat kematian, penyakit, dan bahaya yang mengancam. Semua kota sesungguhnya menghadapi persoalan yang sama: tekanan urbanisasi, polusi yang parah, lingkungan hidup yang tergradasi, lahan hijau yang menghilang diganti hutan beton. Bertubi-tubi bencana tiba- tiba menyerang. Banjir, tanah longsor, sinkhole, belum lagi pemanasan global. Udara bersih semakin sulit didapat. Air semakin langka. Pemadaman listrik kian sering terjadi—sebuah tanda persoalan energi yang serius. Dan tahu- tahu, harga bawang putih, bawang merah, cabe merah, dan sembako lainnya melonjak tinggi. Sebuah sinyal rapuhnya ketahanan pangan. Semua permasalahan ini saling kait-mengait dengan kompleks menjadi masalah kota-kota di seluruh Indonesia. Menyedihkan, kita adalah bagian dari permasalahan itu. Karena, kita tidak sadar sedang berhadapan dengan kota yang sekarat akibat bencana ekologis. Tentu saja, ketika kota menjadi sakit, maka setiap orang yang ada di dalamnya pun terancam sakit. Ketika kota menjadi sekarat, kita juga demikian. Tak seorang pun mau terus-terusan terjebak dalam situasi dan ancaman seperti ini. Maka, tugas kita sekarang menghidupkan dan menyehatkan kota. Mengubah warna kota yang abu-abu kusam menjadi hijau cemerlang. Mengubah kota yang sakit menjadi KOTA HIJAU. tentang Kota Hijau Sekilas 11KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 11.
    Kota Hijau apakahitu? Kota hijau adalah kota ramah lingkungan yang dibangun berdasarkan keseimbangan antara dimensi sosial, ekonomi dan lingkungan, serta dimensi tata kelolanya, termasuk kepemimpinan dan kelembagaan kota yang mantap. Kota Hijau adalah sebuah metafora yang dipilih untuk melambangkan Kota Berkelanjutan atau Kota Ekologis. Kota Hijau, dengan demikian, adalah kota yang mengandung pengertian sbb. Kota yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan secara efektif dan efisien sumberdaya air dan energi, mengurangi limbah, menerapkan sistem transportasi terpadu, menjamin kesehatan lingkungan, mensinergikan lingkungan alami dan buatan, berdasarkan perencanaan dan perancangan kota yang berpihak pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Kota yang didesain dengan mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan, dihuni oleh orang-orang yang memiliki kesadaran untuk meminimalisir (penghematan) penggunaan energi, air dan makanan, serta meminimalisir buangan limbah,percemaranudaradanpencemaranair. Kotayangmengutamakankeseimbangan ekosistem hayati, dengan lingkungan terbangun sehingga tercipta kenyamanan bagi penduduk kota yang tinggal didalamnya maupun bagi para pengunjung kota. Kota yang dibangun dengan menjaga danmemupukaset-asetkota-wilayah,seperti aset manusia dan warga yang terorganisasi, lingkungan terbangun, keunikan, dan kehidupanbudaya,kreativitasdanintelektual, karunia sumber daya alam, serta lingkungan dan kualitas prasarana kota. 2 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 12.
    Green Planning and Design Perencanaandan perancangan yang ramah lingkungan sesuai dengan RTRW dan rencana rinci lainnya Green Open Space Peningkatan kuantitas dan kualitas RTH sesuai karakteristik kota/kab dengan target RTH Publik 30% Green Waste Usaha untuk zero waste dengan melaksanakan prinsip 3R yaitu mengurangi sampah/limbah, mengembangkan proses daur ulang dan meningkatkan nilai tambah Green Transportation Pengembangan sistem transportasi yang berkelanjutan, misal : transportasi publik, jalur sepeda dan pedestrian Green Water Efisiensi pemanfaatan sumberdaya air, pencegahan pencemaran dan pengendalian risiko bencana terkait air Green Energy Pemanfaatan sumber energi yang efisien dan ramah lingkungan Green Building Bangunan hemat energi, diawali dengan Perda Bangunan Gedung Green Community Kepekaan, kepedulian dan peran serta aktif masyarakat dalam pengembangan atribut-atribut kota hijau Atribut Kota Hijau Kota Hijau memiliki ciri-ciri atau karakteristik tersendiri. Kami menyebutnya sebagai ‘Atribut Kota Hijau’. Inilah atribut-atribut tersebut. 3KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 13.
    Setiap atribut memilikimakna dan cara penerapan yang berbeda-beda. Anda bisa menyimaknya pada bab-bab lanjutan dari buku ini. Yang jelas, atribut-atribut ini saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitannya dapat dilihat pada gambar berikut ini. DELAPAN ATRIBUT KOTA HIJAU DAN KETERKAITAN SATU SAMA LAINNYA Water Green Green Open Space Building Green Waste GreenTransportation Green Energy Green Planing Design Green Community Green 4 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 14.
    P2KH apakah itu? DiIndonesia,gagasanKotaHijaudisambut baikoleh pemerintah dari berbagai wilayah Nusantara. Di bawah Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang, dibentuk Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) sebagai wujud langkah nyata Pemerintah di tingkat Pusat, Provinsi, hingga Kota/Kabupaten, sebagai bentuk respon terhadap perubahan iklim di Indonesia. Bentuk kegiatan P2KH sendiri berbeda-beda di setiap kawasan, disesuaikan dengan kondisi, potensi, dan kesiapan masing-masing kota/kabupaten. Pada tahun 2011, P2KH diawali dengan penyusunan Rencana Aksi Kota Hijau (RAKH) dan penandatanganan Piagam Kota Hijau untuk 60 Kota/Kabupaten. Tahun 2012, 60 Kota/Kabupaten telah menyelesaikan penyusunan Rencana Induk RTH, implementasi fisik penambahan RTH baru (54 Kota/Kabupaten), dan pembentukan Forum Komunitas Hijau (FKH) berikut pembuatan Peta Komunitas Hijau (PKH). Di samping itu, ada 25 Kota/ Kabupatenjugatelahmenyusulmenyelesaikan penyusunan RAKH, Rencana Induk RTH dan pembentukan FKH berikut pembuatan PKH. Selanjutnya, ada 29 Kota/Kabupaten peserta baru yang telah menyusun RAKH dan menandatangani Piagam Kota Hijau, siap untuk bergabung dalam pelaksanaan kegiatan P2KH 2013. 5KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 15.
    PAYUNG HUKUM P2KHANTARA LAIN : UU NO. 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG (PASAL 29) 30% dari wilayah kota berwujud RTH, RTH Publik 20% dan RTH Privat 10%. UU NO. 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA Mewujudkan Kota Tanggap Bencana, RTH sebagai tulang punggung evakuasi bencana. UU NO. 28 TAHUN 2002 TENTANG BANGUNAN GEDUNG (PASAL 14 AYAT 4) Persyaratan keseimbangan, keserasian, dan keselarasan bangunan gedung dengan lingkungannya harus mempertimbangkan terciptanya ruang luar bangunan gedung, ruang terbuka hijau yang seimbang, serasi, dan selaras dengan lingkungannya. PP NO. 15 TAHUN 2010 TENTANG PENYELENGGARAAN PENATAAN RUANG (PASAL 36) Rencana penyediaan dan pemanfaatan wilayah kota terbuka hijau publik kota min. 20% dari luas wilayah kota, sedangkan privat min 10% dari luas wilayah kota. Apabila sudah lebih besar dari 30% (tiga puluh persen), harus tetap dipertahankan. PERPRES NO. 61 TAHUN 2011 TENTANG RENCANA AKSI NASIONAL GAS RUMAH KACA Target penurunan emisi GRK sebesar 26% dengan usaha sendiri atau mencapai 41% dengan bantuan internasional pada tahun 2020 Penurunan emisi GRK pada 5 sektor utama: pertanian; kehutanan dan lahan gambut; energi dan transportasi; industri; dan pengelolaan limbah. Undang-undang sektor lain diantaranya adalah : UU NO. 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP UU NO. 30 TAHUN 2009 TENTANG KETENAGALISTRIKAN UU NO. 22 TAHUN 2009 TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN UU NO. 18 TAHUN 2008 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH UU NO. 24 TAHUN 2007 TENTANG PENANGGULANGAN BENCANA UU NO. 34 TAHUN 2004 TENTANG JALAN UU NO. 32 TAHUN 2004 TENTANG PEMERINTAH DAERAH UU NO. 7 TAHUN 2004 TENTANG SUMBER DAYA AIR 6 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 16.
    Mewujudkan Kota Hijaumelalui P2KH membutuhkan perencanaan sistematis dan terpadu. Skenarionya adalah sbb. Skenario perkembangan P2KH, dari tahun ke tahun, memang mengesankan. Tetapi, pekerjaan utama kita sebenarnya bukan di sana. Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat adalah memfasilitasi dan merintis P2KH di berbagai wilayah. Selanjutnya, menjadi tugas dan tanggungjawab kita bersama untuk mengelolanya. SKENARIO PELAKSANAAN P2KH 2011 TAHAPAN FOKUS (WAJIB) RAKH + Piagam Komitmen 65 Kab/Kota 65 Kab/Kota 112 Kab/Kota Seluruh Indonesia Kab/Kota 2012 2013 2014 RAKH + Piagam Komitmen RAKH + Piagam Komitmen INISIASI IMPLEMENTASI REPLIKASI INSTITUSIONALISASI LINTAS SEKTOR GPD GOS GC GPD GOS GC GPD GOS GCGPD GOS GC 20112011 20142014 Bimbingan Teknis: Kampanye Publik Replikasi Green Open Space Perluasan Spektrum Kota Hijau (Best Practices) Bimbingan Teknis: Sosialisasi Bantuan Teknis: Fasilitasi Penyusunan RAKH Pernyataan Komitmen terhadap RAKH 20122012 20132013 Bimbingan Teknis: Kampanye Publik Pelatihan/Capacity Building Bantuan Teknis: Fasilitasi penyusunan RAKH Fasilitasi penyusunan Green Map Fasilitasi penyusunan masterplan RTH Fasilitasi Kegiatan Green Community Percontohan Green Open Space / Pilot project Perluasan Spektrum Kota Hijau Bimbingan Teknis: Kampanye Publik Pelatihan/Capacity Building Bantuan Teknis: Fasilitasi penyusunan RAKH Fasilitasi penyusunan Green Map Fasilitasi penyusunan masterplan RTH Fasilitasi Kegiatan Green Community Percontohan Green Open Space / Pilot project Green Planning and Design, Green Open Space, Green Community Green Transportation, Green Waste Green Water, Green Building, Green Energy 2010 2014 2019 2024 Perluasan Spektrum Kota Hijau Perluasan Spektrum Kota Hijau SKENARIO P2KH 7KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 17.
    Mengelola P2KH di lingkungankomunitas berarti memanfaatkan, meningkatkan, dan mewujudkan agenda-agenda P2KH sesuai dengan potensi wilayah dan prioritas masing- masing kawasan. Pada titik ini, kita tidak bisa lagi hanya menunggu-nunggu uluran proyek. Secara mandiri, kita harus bergerak mengelola P2KH menjadi program kita sendiri, baik di level pemerintah daerah, maupun komunitas. Sudah semestinya demikian, karena kitalah yang seterusnya menjadi pemangku kepentingan utama dari program ini. Anda adalah bagian dari PERUBAHAN..... 8 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 18.
    Jangan biarkan ketertarikanAnda pada Aksi Hijau P2KH dihalangi oleh pertimbangan- pertimbangan seperti biaya, sumberdaya manusia, lokasi, dan sebagainya. Aksi Hijau adalah inisiatif yang sangat fleksibel, bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Lakukanlah Aksi Hijau sesuai dengan porsi kemampuan masing-masing. Kaitkan dengan situasi dan permasalahan lingkungan. Bersama Anda, komunitas bisa mewujudkan P2KH dengan cara: 1. Memprakarsai salah satu Aksi Hijau P2KH, dan mewujudkannya di tengah masyarakat. 2. Mengidentifikasi permasalahan lingkungan dan solusi dalam konteks atribut-atribut P2KH. 3. Mendukung Aksi Hijau P2KH yang diprakarsai pemerintah, atau pihak lain dengan cara melibatkan diri. 4. Turut menyosialisasikan Kota Hijau dan P2KH. 5. Menjadi kelompok advokasi, misalnya mengawasi proses penentuan kebijakan khususnya terkait tata kota di tingkat pemerintah kota/kabupaten masing-masing agar tidak melanggar prinsip-prinsip P2KH dan RAKH. 6. Turut berpartisipasi dalam menjaga dan mengelola hasil-hasil P2KH selama ini. Misalnya, memelihara Taman Kota, jalur sepeda, jogging track. Menjaga trotoar dari invasi pesepeda motor. Mengelola sampah sesuai aturan. Menjaga kebersihan sungai. Berinisiatif mengisi ruang terbuka dan memanfaatkan lahan kosong. Mengelola Bank Sampah. Dan lain-lain. Apa yang bisa dilakukan oleh Anda sebagai bagian dari komunitas? 9KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 19.
    Ini adalah ceritatentang sekelompok orang yang ‘gerah’ melihat lahan kosong yang telantar. Lewat Google Earth, Ridwan Kamil—warga Bandung pegiat komunitas kreatif—melihat banyak lahan semacam ini. Berbekal 19.600 follower yang aktif bertwitter-ria, Ridwan Kamil membangun komunitas Indonesia Berkebun tanpa modal. Setiap follower menyumbang, entah tanah kosong, kompos, bibit, pengetahuan cara bertani organik dan waktu serta tenaga. Para followers tersebut bergabung dengan komunitas berkebun di kotanya masing-masing seperti Jakarta Berkebun, Bandung Berkebun, Banten Berkebun, Makasar Berkebun, dan seterusnya... Dalam waktu setahun, telah terbentuk 20 komunitas berkebun di 20 kota besar Indonesia. Bahkan, pada acara puncak Konferensi Tunza 2011 di Bandung, ratusan peserta mendeklarasikan komitmennya untuk mengimplementasikan urban farming di negaranya masing-masing. Luarbiasa bukan? Maria Hardayanto, 4 Desember 2011, Kompasiana.com Rahasia di Balik Kesuksesan Indonesia Berkebun Mereka yang telah mewujudkan sebagian impiannya... Komunitas Indonesia Berkebun Foto | dari berbagai sumber 10 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 20.
    Tidak banyak guruyang sadar dan peduli akan lingkungan di sekolahnya. Namun, bagi Ibu Guru Nia Kurniati, memilah dan mengurangi sampah telah menjadi hal yang sangat dinikmatinya. Komitmen ini membawa sekolah tempat ia mengajar memperoleh penghargaan pelestarian lingkungan tingkat sekolah dari Pemerintah Kota Bandung. Awalnya, Nia kebingungan melihat tumpukan sampah di sekolahnya. Dari situlah awal cita-citanya menciptakan sekolah yang ramah lingkungan. Setelah mendapatkan pelatihan dari Yayasan Biosains dan Bioteknologi (YBPP) dan Ashoka, Nia mulai mewujudkan impiannya dengan membentuk tim beranggotakan lima anak SMP Negeri 11 Bandung, tempat Nia mengajar. The Dream Team ini bergerak dengan misi pertama: Challenge to Stop the Styrofoam yang mengampanyekan bahaya kemasan styrofoam dan himbauan mengurangi konsumsi styrofoam. Dengan dukungan sekolah, yaitu ultimatum kepala sekolah berupa pemecatan bagi kantin yang masih menggunakan styrofoam, kampanye ini berhasil. Misi kedua pun diluncurkan: Go to Zero Waste School, yaitu mencapai sekolah yang bisa mengelola sampah secara mandiri. Waktunya tiga tahun. Untuk itu, Nia dan timnya mengembangkan Rumah Kompos berupa sebuah ruangan yang penuh berisi keranjang Takakura. Misi ini pun berlangsung sukses, apalagi kini didukung oleh guru-guru lain yang mulai tergerak untuk mengintegrasikan isu-isu lingkungan ke dalam mata pelajarannya. Nia berniat melanjutkan programnya membimbing anak didiknya agar mampu membuat alat pencacah sederhana atau menciptakan kemasan yang ramah lingkungan. Selain itu, ia berniat merealisasikan Kantin Sehat dan Jujur di sekolahnya. Penghormatan terhadap lingkungan terbukti mampu membuka penghargaan pada nilai-nilai luhur lainnya.. Syaiful Rochman, Greeners Volume 4 Edisi 3, November 2009. Nia Kurniati: Komitmen Seorang Guru Terhadap Sampah Nia Kurniati Sekolah Berwawasan Lingkungan Foto|dariberbagaisumber 11KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 21.
    Menerangi sebanyak mungkindesa dengan pembangkit listrik mini tenaga air. Itulah salah satu mimpi Tri Mumpuni. Bagi perempuan yang satu ini, mimpi itu bisa diwujudkan dengan kemauan dan kerja keras. Melalui lembaga Institus Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan yang dipimpin dan dikelola bersama suaminya, Tri Mumpuni memfokuskan upaya untuk membantu masyarakat di pedesaan terpencil yang belum menikmati listrik. Pilihannya jatuh pada sumberdaya alam berupa air sebagai energi alternatif, karena di Indonesia, sumber air mikrohidro itu relatif melimpah dan murah. Ia memanfaatkan aliran sungai untuk membangkitkan listrik berkekuatan kecil. Dibanding generator listrik PLN yang berbahan bakar bensin, pembangkit listrik tenaga mikrohidro jelas ramah lingkungan. Salah satu buah keberhasilan Tri MumPuni di awal proyek swadaya masyarakatnya adalah memanfaatkan Sungai Ciasem untuk pembangkit listrik mikrohidro bagi warga Desa Curuagung, Subang, Jawa Barat, di tahun 90an. Energi listrik yang dihasilkan berkekuatan 13 kilowatt, cukup untuk menerangi 121 rumah. Modal awalnya ‘hanya’ 44 juta rupiah—jelas bukan berasal dari kantong penduduk desa yang taraf kehidupannya pas-pasan. Tri Mumpunilah yang pontang-panting meminjam dana ke bank, atau mencari bantuan dari sejumlah negara melalui kantor perwakilannya di Jakarta. Kini, masyarakat yang dibantunya sudah mandiri dan mampu ber-swadaya energi. Sepuluh tahun berkecimpung di dunia mikrohidro dan pemberdayaan masyarakat, Tri Mumpuni dan timnya telah membangun 60 pembangkit listrik mikrohidro di seluruh Indonesia. Tidak salah jika ia digelari “Srikandi Penerang Desa” yang dihormati oleh sosok sekaliber Presiden AS Barack Obama... Heyder Affan, BBC Indonesia, 25 Mei 2010. “Sosok Wanita Penerang Desa” Mikrohidro, Penerang Desa-Desa Terpencil Foto|dariberbagaisumber 12 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 22.
    Kami yakin, Andapunya potensi hebat seperti mereka! Kota Hijau, Cita-Cita Bersama Kota Hijau bukan sekadar mimpi. Lebih tepatnya, ini sebuah cita-cita yang mesti diwujudkan bersama. Bagaimana mewujudkannya? Kita tidak mungkin bekerja sendirian. Mimpi bersama harus diwujudkan dengan cara mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menciptakan dan memelihara Kota Hijau. Sebagai bagian dari warga kota, Anda adalah aktor-aktor yang akan mewujudkan impian kita bersama tentang sebuah kota yang berkelanjutan. Anda memiliki potensi untuk mewujudkan Kota Hijau. Marilah kita mengawalinya dari buku kecil ini. Buku ini kami rancang bagi siapapun yang tertarik untuk mewujudkan Kota Hijau. Buku yang Anda pegang BUKAN buku tentang Kota Hijau. Tetapi, buku tentang bagaimana mewujudkan Kota Hijau secara mandiri atau pun bersama dengan komunitas. Siapapun Anda, apapun komunitas Anda, buku ini akan memberikan petunjuk-petunjuk dan gagasan-gagasan mewujudkan Kota Hijau sesuai dengan kemampuan dan minat masing-masing. Kami berharap Anda membaca dan mempraktikkan isi buku ini, langkah demi langkah. Dengan demikian, upaya kita bersama untuk menumbuhkan noktah-noktah hijau yang menghubungkan seluruh Nusantara, dapat segera terwujud. Selamat membaca. Selamat menghijau. Selamat membaca.... Selamat menghijau.... 13KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 23.
    14 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 24.
    15KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 25.
    Green Planning and Design Kota Hijaumerupakan buah dari perencanaan wilayah yang memperhatikan berbagai aspek: kapasitas daya dukung lingkungan, efisiensi dalam alokasi sumberdaya dan ruang, keseimbangan lingkungan alami dan lingkungan yang dibangun. Semua aspek diperhitungkan dalam rangka mewujudkan kota atau kawasan yang aman dan nyaman, produktif dan berkelanjutan. 16 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 26.
    Mimpi Itu... Berawal DariSini... 17KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 27.
    Segala sesuatu bermuladari perencanaan. Kota Hijau merupakan buah dari perencanaan wilayah yang memperhatikan berbagai aspek: kapasitas daya dukung lingkungan, efisiensi dalam alokasi sumberdaya dan ruang, keseimbangan lingkungan alami dan lingkungan yang dibangun. Semua aspek diperhitungkan dalam rangka mewujudkan kota atau kawasan yang aman dan nyaman, produktif dan berkelanjutan. Green Planning and Design adalah awal dari Kota Hijau. Seperti kita ketahui bersama, Kota Hijau memiliki 8 (delapan) atribut, atau ciri-ciri. Selain atribut Green Planning and Design, atribut lainnya adalah Green Open Space (Ruang Terbuka Hijau), Green Waste (Pengelolaan limbah/sampah berprinsip Kota Hijau), Green Transportation (transportasi ramah lingkungan), Green Water (efisiensi pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya air), Green Energy (efisiensi dan pemanfaatan sumber-sumber energi), Green Building (bangunan ‘hijau’, ramah lingkungan) dan Green Community (komunitas ‘hijau’, penggerak lingkungan untuk Kota Hijau). Di tingkat nasional, upaya mewujudkan Kota Hijau telah diawali oleh Program Pengembangan Kota Hijau (P2KH) yang digagas oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sejak tahun 2010. Harapannya, gaung P2KH di tingkat nasional ini bisa menyebar hingga ke pelosok Indonesia, dan melibatkan seluruh warga serta komunitas dalam mewujudkan Kota Hijau. Perencanaan kota merupakan urusan pemerintah. Namun, masyarakat dan komunitas dapat memberikan masukan terkait dengan penataan ruang melalui konsultasi publik terkait dengan penyusunan rencana tata ruang. Di sini, komunitas dapat melibatkan diri dalam dialog bersama pihak berwenang untuk mengetahui konsep tata ruang dan peruntukkan wilayah. Komunitas dapat mencermati apakah konsep tata ruang yang dikembangkan pemerintah setempat telah menyeimbangkan aspek-aspek Kota Hijau atau Sustainable City. Selain itu, komunitas dapat membantu menyosialisasikan kebijakan tata ruang kota/wilayah dengan menginformasikan kepada warga masyarakat atau anggota komunitas mengenai wilayah pengembangan kota dan peruntukkannya. Dengan demikian, komunitas dapat mengantisipasi faktor-faktor lingkungan yang perlu disiapkan. Atau, membantu mengawasi apakah konsep tata ruang kota/kawasan yang sudah ideal di atas kertas, memang benar-benar dipatuhi dalam prakteknya. Apakah Green Planning and Design itu? Mengapa Komunitas dan Seluruh Warga Masyarakat Perlu Dilibatkan? 18 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 28.
    Jangan hanya berfokuspada peta besar tata ruang. Cermatilah hal-hal detail. Cobalah, misalnya, melihat apakah di setiap kawasan yang direncanakan sebagai pemukiman, telah terdapat perencanaan tata ruang untuk perkantoran, ruang terbuka, pasar, sekolah, dan fasilitas umum lainnya. Dalam aspek transportasi, misalnya, apakah jalur transportasi yang direncanakan sudah memadai? Apakah kawasan pejalan kaki dimasukkan ke dalam perencanaan? Kalau tidak jelas, tanyakan, dan minta hal-hal semacam ini dipertimbangkan. Fungsi komunitas dalam Green Planning and Design yang tak kalah penting adalah pengawasan. Rencana tata ruang yang bagus, sering kehilangan makna ketika dilanggar dalam prakteknya. Pelanggaran ini bisa bersumber dari kebijakan pemerintah sendiri dalam pengembangan kota yang tidak merujuk pada rencana tata ruang—entah tidak tahu, atau karena dikuasai oleh kepentingan tertentu sehingga ‘mengkhianati’ rencana tata ruang. Nah, komunitas dapat mengajukan protes hingga menggalang aksi untuk mempertanyakan kebijakan tersebut. Lagi-lagi, modalnya adalah Peta Hijau. UU Penataan Ruang No. 26 Th. 2007 pasal 65 “Peran Serta Masyarakat” 1. Partisipasi dalam penyusunan rencana tata ruang. 2. Partisipasi dalam pemanfaatan ruang 3. Partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang 19KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 29.
    Sahabat-sahabat Komunitas, apayang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green Planning and Design? Forum Warga untuk Kota Hijau Unsur penting dalam mewujudkan Kota Hijau adalah warga atau penduduk yang menempati ‘ruang’ atau kawasan masing- masing. Mari kita sejenak melihat fungsi atau peran warga dalam penataan ruang, karena atribut pertama ini sangat terkait dengan masalah disain atau Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam kebijakan penataan ruang, telah ditetapkan bahwa masyarakat adalah pelaku yang sangat menentukan dalam proses pemanfaatan ruang. Karena itu, masyarakat harus diberi kesempatan seluas- luasnya untuk berpartisipasi dalam penataan ruang. Terkait dengan hal tersebut, komunitas dapat membantu meningkatkan keterlibatan masyarakat dengan menyelenggarakan semacam ‘forum warga’ untuk mendiskusikan persoalan-persoalan tata ruang yang nantinya akan menunjang terciptanya Kota Hijau. Sahabat Komunitas, yang namanya ‘forum warga’ itu ada di mana-mana, walaupun sebutannya tidak selalu resmi atau formal. Forum warga banyak juga yang tidak resmi sifatnya, seperti kumpul-kumpul warga di pos ronda, arisan dan pengajian/majelis taklim ibu-ibu, warung kopi, pendopo kelurahan, atau di pinggir lapangan bulutangkis. Pada situasi seperti ini, jadilah pendengar yang baik untuk mengetahui aspirasi warga, atau menyelami ketidaktahuan mereka mengenai aspek penataan ruang. Pancing keterlibatan warga dengan mengangkat permasalahan tata ruang mulai dari hal-hal kecil dan sederhana, misalnya lingkungan yang jadi tidak tertata gara-gara kehadiran PKL. Di beberapa tempat, forum warga sering menjadi sarana ampuh untuk menggalang inisiatif warga untuk menjaga dan memberdayakan penataan ruang. Atau, untuk menyebarluaskan berbagai informasi Green City. Intinya, banyak hal bisa dicapai melalui mobilisasi warga dalam forum-forum semacam ini. Namun, dalam menggalang keterlibatan warga, ingatlah bahwa Sahabat Komunitas harus membawa dan memperjuangkan aspirasi warga. Maka, suara serta identitas warga-lah yang harus diangkat, bukan organisasi atau kelompok-kelompok yang ndompleng nama di belakang mereka! Aksi Hijau Komunitas untuk Green planning design 20 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 30.
    Sebaik apapun rencanatata ruangnya, dan sehebat apapun fasilitas yang telah disediakan, semua itu tidak ada gunanya bila masyarakat tidak berpartisipasi untuk memanfaatkannya. Dalam aspek Green Planning Design, peran masyarakat adalah memberdayakan dan menjaga ruang sesuai RTRW. Seringkali, peran masyarakat tersebut tidak terlihat. Penyebabnya bukan karena masyarakat malas, atau menolak pembangunan fasilitas dan penataan ruang. Melainkan, sederhana saja, karena tidak tahu harus berbuat apa dalam menjaga dan memberdayakan ruang sebagai wujud RTRW sesuai dengan atribut Kota Hijau. Nah, komunitas dalam hal ini dapat membantu warga untuk memberdayakan dan menjaga ruang yang ada sehingga menunjang tujuan-tujuan Green City. Memberdayakan berarti menggunakan ruang semaksimal mungkin demi kepentingan warga. Misalnya, memanfaatkan taman sebagai ruang terbuka tempat warga beraktivitas. Atau menanami Jalur Hijau yang disediakan sebagai tempat bercocok tanam. Menjaga berarti mengawasi dan turut mengendalikan pemanfaatan ruang sesuai dengan RTRW-nya, sekaligus mengawasi wujud atribut Kota Hijau di wilayah masing-masing . Hal ini dapat dilakukan mulai dari halaman sekitar rumah hingga ke kawasan ketetanggaan atau lingkungan yang lebih luas. Inti dari melibatkan warga dalam menjaga dan memberdayakan ruang adalah menumbuhkan kepedulian dan tanggungjawab dalam mewujudkan Kota Hijau. Komunitas dapat membantu masyarakat untuk mewujudkan kepedulian dan tanggungjawab mereka! Menjaga dan Memberdayakan Ruang sesuai Atribut Kota Hijau 21KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 31.
    Agar semua orangdapat berpartisipasi dalam merencanakan, memberdayakan, dan menjaga ruang serta atribut-atribut Kota Hijau, maka, pertama-tama, warga perlu diberi pemahaman terlebih dahulu mengenai hal-hal yang terkait dengan Kota Hijau dan pemanfaatan ruang untuk atribut-atribut Kota Hijau. Caranya, dengan memberikan informasi mengenai Kota Hijau, atribut Kota Hijau, RTRW, dan lain-lain yang menunjang pencapaian Kota Hijau. Komunitas dalam hal ini dapat bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menyebarluaskan pemahaman ini. Logikanya, apabila pemahaman bersama mengenai Kota Hijau telah dicapai, masyarakat akan terlibat untuk membantu mewujudkannya. Mendidik Publik, Menyebarluaskan Informasi Kota Hijau 22 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 32.
    Komunitas dapat membantuperencanaan dan pengawasan tata ruang kota dengan membuat Peta Hijau (Green Map). Peta Hijau bukan sembarang peta. Peta Hijau adalah peta tematik yang menampilkan keterkaitan antara masyarakat dengan lingkungan. Dengan kata lain, Peta Hijau adalah peta yang menunjukkan pada publik tempat-tempat untuk berperilaku sosialyang bertanggungjawab,kegiatan harian yang sifatnya berkelanjutan, kawasan yang kaya secara budaya, sadar ekologi, dan wilayah komunitas yang terlibat dalam aktivitas ‘hijau’. Peta ini dibuat secara mandiri oleh komunitas dengan melibatkan warga masyarakat. Kegiatan membuat Peta Hijau punya manfaat ganda. Pertama, masyarakat memiliki Peta Hijau. Kedua, karena dalam penyusunannya melibatkan warga masyarakat, maka secara tidak langsung masyarakat pun memahami konsep-konsep Kota Hijau dan dapat menandai wilayah-wilayah yang perlu dilestarikan, atau yang‘kuranghijau’.JikaPetaHijautelahdibuat, publikasikan ke mana-mana. Bermodal Peta Hijau, ajak setiap warga kota atau anggota masyarakat untuk merumuskan kegiatan dan melibatkan diri dalam aksi hijau. Jangan lupa, pemerintah juga perlu memahami Peta Hijau dan menyesuaikan aspek tata ruang wilayah dengan peta tersebut. Menyusun Peta Hijau 23KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 33.
    Setelah membaca Bab1, apa saja yang akan di lakukan oleh komunitasmu untuk mewujudkan green planning and design di lingkunganmu? Siapa saja pihak-pihak yang akan dilibatkan untuk mendukung aksi komunitasmu? 24 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 34.
    25KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 35.
    26 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 36.
    Green open space Green OpenSpace atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area atau jalur dalam kota/ wilayah yang penggunaannya bersifat terbuka. Disebut ‘hijau’ karena RTH menjadi tempat tumbuh tanaman—baik secara alamiah ataupun yang sengaja ditanami. RTH punya banyak fungsi. Ada Taman Di Kotaku 27KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 37.
    Apakah Green OpenSpace itu? Green Open Space atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) adalah area atau jalur dalam kota/ wilayah yang penggunaannya bersifat terbuka. Disebut ‘hijau’ karena RTH menjadi tempat tumbuh tanaman—baik secara alamiah ataupun yang sengaja ditanami. RTH punya banyak fungsi. Pertama, RTH memiliki fungsi ekologi. Dalam hal ini, RTH dapat menjadi ‘paru-paru’ kota atau wilayah. Tetumbuhan hijau dapat menyerap kadar CO2, menambah oksigen, menurunkan suhu dengan keteduhan dan kesejukan tanaman, menjadi area resapan air, serta meredam kebisingan. Kedua, RTH menjadi ruang tempat warga dapat bersilaturahmi dan berekreasi. Anak-anak mendapatkan ruang untuk bermain, sehingga tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di depan televisi atau video game. Warga dapat berjalan kaki, berolahraga, dan melakukan aktivitas lain. 28 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 38.
    Ketiga, RTH memiliki fungsiestetis. Kehadiran RTH memperindah pemukiman, komplek perumahan, perkantoran, sekolah, mall, dan lain-lain. Bayangkan suasana kantor yang ‘kering’, sekolah yang panas, perumahan yang gersang, mall yang hanya dipenuhi tembok dan tanaman artifisial. Bandingkan dengan kantor, sekolah, perumahan, dan mall yang menghijau. Bukan saja hati dan perasaan jadi adem. Kepala pun bisa diajak berpikir lebih jernih dan kreatif! Keempat, RTH dalam tata kota memiliki fungsi planologi. RTH bisa menjadi pembatas antara satu ruang dengan ruang lain yang peruntukannya berbeda-beda. Kelima, RTH memenuhi fungsi pendidikan. RTH menjadi ruang tempat satwa dan tanaman yang bisa dijadikan sarana belajar. Kalau anak- anak juga dilibatkan dalam pengelolaan RTH, mereka juga akan mendapat pelajaran soft skill yang penting dan mungkin tak bisa didapatkan di bangku sekolah: belajar berorganisasi dan menghayati nilai-nilai luhur dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Ini bekal yang penting bagi mereka sebagai generasi penerus di masa depan, jadi mengapa tidak dimulai dari sekarang? Keenam, RTH juga punya fungsi ekonomis! Jenis-jenis tanaman tertentu punya nilai jual dan nilai konsumsi yang lumayan. Bunga, buah-buahan, kayu-kayuan. Apabila ditata dengan baik, RTH bukansajamenjadilokasiwisatayangstrategis, tetapi juga menghasilkan nilai ekonomi bagi pengelolanya. Jadi, keberadaan RTH dapat menyejahterakan warga di sekitarnya. Dengan sekian banyak manfaatnya, bisa kitapahamimengapakeberadaanRTHmenjadi sangat penting dalam perencanaan wilayah. Tanpa RTH, sebuah kawasan akan mengalami banyak kerugian. Pertanyaan selanjutnya, di mana dan seperti apakah wujud RTH? 29KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 39.
    Hirarki Kawasan FungsiPelayanan Fasilitas Umum dan sosial Ruang Terbuka Hijau Pusat Kota • Melayani fungsi-fungsi regional kawasan • Pemenuhan kebutuhan insidentil seperti RS besar, pendidikan tinggi, jasa perbankan dan koneksi terhadap jaringan transportasi regioanal/ antar kota • Pusat perdagangan dan bisnis • Perkantoran • Perdagangan dan jasa skala besar • Rumah sakit pusat, saran pendidikan lanjutan • Sarana hiburan dan rekreasi kota • Taman kota, green belt, hutan kota, taman botani dll. • Fasilitas olahraga: stadion sepakbola skala regional/ nasional. • Jalur-jalur hijau pada koridor jalan utama • Danau dan area retensi pengendali banjir Sub Pusat ( Kecamatan) • Melayani kegiatan ekonomi –sosial di tingkat kecamatan • Pemenuhan kebutuhan bulanan (Pusat perbelanjaan, pasar tra- disional dan jasa perbankan) • SMA, Sekolah Tinggi, perusta- kaan wilayah,. • Pasar Kecamatan • Fasilitas perbankan. Pos dan giro • Saran rekreasi (bioskop arena hiburan dan lain-lain) • Taman kecamatan, jogging track. • Fasilitas olahraga, stadion mini kolam renang. • Sempadan sungai, situ, dan kolam-kolam retensi • Urban farming, kebon bibit, taman bunga dll. Lokal ( Kelurahan) • Pusat kegiatan lokal • Pemenuhan kebutuhan ming- guan (belanja, bank, rekreasi) • Pendidikan menengah SMP, Sekolah kejuruan, kursus keterampilan • Sarana ibadah : Mesjid besar, Gereja. • Taman Kelurahan, taman bunga. • Sarana olahraga lapangan bola, lapangan basket dll • TPU Sub Lokal ( RT / RW ) • Kawasan hunian (domitory area) • Pemenuhan kebutuhan sehari- hari (Pendidikan dasar, ibadah, interaksi sosial, belanja harian dll.) • Taman kanak-kanak, sekolah dasar • Sarana Ibadah • Pertokoan kecil, warung serba ada • Sarana transportasi ojek, Becak dll) • Taman bermain (play ground) • Lapangan olahraga (volley, tennis, badminton dll) • Taman taman privat, roof garden dll. Wujud Green Open Space Adalah wajar kalau kita membayangkan wujud RTH sebagai area terbuka yang luas. Masalahnya, tidak setiap kawasan memiliki ‘kemewahan’ mempunyai area terbuka yang luas dan bisa dimanfaatkan sebagai RTH. Seringnya, kita berada dalam situasi di mana kota atau kawasan sudah telanjur dipenuhi oleh penduduk atau ditempati sebagai ruang usaha. Kalauhalinidialamiolehsahabat-sahabatkomunitas,tidakperlurisau.Sepadat-padatnya kota, atau tempat kita bermukim, sesungguhnya, selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan di sekitar ruang hidup kita. Di kawasan padat, RTH tetap bisa diupayakan dengan menyiasati bentuk-bentuk tertentu. Inilah beberapa wujud RTH yang mungkin bisa menginspirasi sahabat-sahabat komunitas! 30 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 40.
    Mari berperan dalammengelola lahan hijau pekarangan. Banyak caranya, misalnya, menanam pohon rindang, menumbuhkan ‘karpet hijau’ tanaman, serta membuat lubang biopori. Selain itu, pemerintah daerah dapat mulai mendata dan menetapkan RTH dengan memanfaatkan pekarangan rumah, sekolah, atau perkantoran. Pemerintah daerah juga dapat bekerjasama dengan pengembang untuk mewujudkan RTH di kawasan terpadu, pusat perbelanjaan, hotel, dan apartemen. Bagi warga yang bersedia mengikhlaskan sebagian lahannya untuk RTH, ada ‘bonus’ atau ‘reward’ (imbalan) berupa keringanan pajak PBB, pajak air tanah, pembayaran tagihan listrik, maupun telepon. Sahabat-sahabat Komunitas, apa yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Ruang Terbuka Hijau (RTH)? Partisipasi Warga dalam RTH Aksi Hijau Komunitas untuk Green Open Space 31KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 41.
    Kehadiran taman sangatdiperlukan di perkotaan. Selain untuk menunjang keindahan kota, fungsi taman lainnya adalah menjadi ruang terbuka tempat warga beraktivitas, sekaligus sebagai paru-paru kota. Bayangkan saja sebuah kota tanpa taman. Tentu terasa gersang dan tidak menyenangkan. Anak- anak tidak punya ruang bermain. Warga tidak punya tempat berekreasi yang murah dan menyenangkan. Taman ibarat oase dalam sebuah kota atau wilayah. Di tengah kepadatan populasi dan tekanan pekerjaan, kehadiran Taman Kota dapat mengurangi stres. Taman Kota dapat dibuat dalam berbagai ukuran. Mulai dari yang kecil (Taman Lingkungan), hingga Taman Kota untuk 480.000 penduduk. Semua ada hitungannya, mencakup ‘jatah’ orang per meter persegi dalam taman itu. Semakin besar tamannya, semakinbanyakfasilitasyangharusdisediakan karena disesuaikan dengan fungsinya. Taman paling sederhana paling tidak harus dilengkapi bangku-bangkutaman.TamanKotayangbesar dilengkapi dengan jogging track sampai arena olahraga mini. Satu hal yang pasti, berapapun ukuran tamannya, RTH menempati persentase terbesar antara 30 % hingga 70%. Tahukah Anda? Taman Lingkungan terkecil berukuran 250 m2 untuk melayani 250 penduduk Letaknya paling jauh 300 meter dari rumah penduduk 40% area berupa RTH, ditanami min. 3 pohon pelindung Harus dilengkapi bangku taman dan fasilitas permainan anak! Taman kota 32 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 42.
    Taman yang tertutupdan sepi pengunjung sama saja dengan taman yang kotor dan terbengkalai. Semua itu akan membuat kita semua merana. Taman yang dibiarkan begini sungguh tak ada gunanya bagi warga dan sekadar menjadi pajangan yang tidak punya makna. Yuk, buat taman sebanyak-banyaknya supaya kota menjadi asri. Selanjutnya, cintai, kunjungi, dan rawatlah taman-taman di sekitar kita. Sahabat komunitas, taman jenis apapun atau tamanseukuranapapunterbukabagiwarganya. Taman pada hakekatnya merupakan wujud nyata ruang publik. Oleh sebab itu, menjadi tanggungjawab bersama untuk memelihara kebersihan dan keindahan taman. Sahabat- sahabat komunitas dapat melakukan aksi hijau dengan membentuk Komunitas Cinta Taman, misalnya. Kegiatannya mencakup memelihara dan mengawasi penggunaan taman sehingga tetap sesuai dengan fungsinya. Atau, sahabat- sahabat komunitas juga dapat beraktivitas di taman, berpartisipasi mengelola taman, sehingga taman menjadi ramai dikunjungi dan digunakan untuk berkegiatan. Faktanyasetiap 1 hektar tanah yang ditumbuhi pepohonan, perdu, semak, rerumputan dengan luas permukaan daun sebesar 5 hektar, dapat menyerap 900 kg CO2 dan melepaskan 600 kg O2 dalamwaktu 12 jam!Suhu udara di keteduhan pohon juga terbukti berkurang sekitar2-4 derajat Celsius (Purnomohadi, 1994) 33KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 43.
    34 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 44.
    Hutan Kota adalahkumpulan vegetasi berupa pohon dan semak sejenisnya, yang tumbuh di lahan kota atau sekitar kota, berbentuk jalur, menyebar, atau bergerombol (menumpuk) denganstrukturmenyerupaihutanalam.Hutan Kota menjadi habitat atau hunian kehidupan satwa. Hutan Kota membuat lingkungan jadi sehat, nyaman, dan estetis. Hutan kota menempati area setidaknya 10% dari luas kota, atau disesuaikan dengan kondisi fisik kota. Dalam arsitektur kota, hutan kota dapat menyeimbangkan pembagian area perkotaan yang didominasi peruntukan tertentu, menyelaraskan kompleks tapak bangunan dengan lingkungannya, atau menyatukan lingkungan yang tadinya tampak tidak beraturan. Sebagai paru-paru kota, Hutan Kota menyegarkan udara dengan cara menyerap CO2 dan melepaskan O2. Selain itu, dapat mengendalikan polusi, banjir, erosi, dan tanah longsor. Hutan Kota dapat meredam kebisingan dan aneka polusi suara lainnya. Sebagai habitat satwa, mulai dari berbagai jenis burung dan unggas-unggasan hingga kumbang dan kupu-kupu, Hutan Kota dapat menjadi ‘laboratorium alam’ dan pusat pembelajaran bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Hutan Kota dapat berbentuk menyebar tak merata, bergerombol atau berbentuk jalur hutan kota mengikuti struktur tertentu (misalnya, hutan kota di tepi sungai). Hutan Kota terbagi dua: Hutan Kota berstrata satu hanya terdiri dari pohon dan rumput; sementara Hutan Kota berstrata banyak bukan hanya terdiri dari pohon dan rumput, tetapi juga aneka semak, terna, liana, dan epifit anakan penutup tanah. Pengadaan Hutan Kota merupakan bagian dari kebijakan pemerintah. Kendati demikian, diperlukan peran masyarakat untuk merawat, mengelola, dan memanfaatkan Hutan Kota. Sahabat-sahabat komunitas dapat membantu melestarikan Hutan Kota sambil menjaga kebersihan. Adakan berbagai aktivitas di Hutan Kota secara reguler—apakah itu sebatas untuk anggota komunitas saja, atau bagi siapapun yang tertarik untuk bergabung. Dengan cara ini, sahabat komunitas dapat berperanserta dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat kepada Hutan Kota. Faktanya Hutan Kota menurunkan kadar debu sebesar 43 % hingga 53 %, Hutan Kota yang bentuknya menyebar sangat efektif meredam kebisingan kota Hutan Kota yang terdiri dari pepohonan, semak, perdu, dan epifit anakan penutup tanah yang tumbuh dengan jarak tak beraturan, juga ternyata paling ampuh menanggulangi permasalahan lingkungan. Hutan Kota ada untuk kita semua. Maka, memelihara Hutan Kota juga merupakan kewajiban kita bersama. 35KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 45.
    36 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 46.
    Menciptakan keseimbangan dan keserasianlingkungan dengan “Hutan Kota” 37KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 47.
    jalur hijau Jalur Hijau merupakanRTH berbentuk memanjang mengikuti jalan, sungai, atau jaringan utilitas, yaitu jaringan yang memenuhi fungsi tertentu di sebuah kawasan. Misalnya, rel kereta api, saluran pipa minyak mentah dan gas alam, dan lain-lain. Jalur Hijau berfungsi membatasi jalan, sungai, dan jaringan utilitas dari gangguan berbagai aktivitas perkotaan. Selain itu, Jalur Hijau berfungsi sebagai pengaman dan pembatas bagi masyarakat agar tidak terkena dampak negatif sungai, jalan, atau jaringan utilitas tersebut. Jalur Hijau lazimnya merupakan kawasan yang terlarang bagi warga untuk dijadikan ruang beraktivitas sehari-hari, karena vitalnya fungsiyangharusdilindungi.Namun,darisudut fungsi Tata Ruang yang berkaitan dengan Kota Hijau, Jalur Hijau sesungguhnya menyimpan potensi untuk dikembangkan sebagai bagian dari RTH. Dengan berkoordinasi bersama aparat terkait, sahabat-sahabat komunitas dapat memanfaatkan Jalur Hijau sebagai Taman Lingkungan atau tempat bercocok tanam. Sahabat-sahabat komunitas dapat berpartisipasi dalam merawat dan mengelola Jalur Hijau di sekitar lingkungan masing- masing. Sekaligus membantu pemerintah mengawasi agar Jalur Hijau tidak ditempati oleh pihak lain seperti PKL dan pemukim liar. Warga di Kelurahan Podosugih Kota Pekalongan, yang mencakup 3 RW, menyulap pinggiran sungai Kali Asem yang semula terkesan kumuh dan tak beraturan menjadi kawasan yang hijau tertata rapi. Jalur Hijau yang tertata rapi ini dinamai Binatur Riverwalk. Binatur Riverwalk meningkatkan kualitas hidup warga di sekitarnya. Bukan hanya itu, ada bonus yang diperoleh warga setempat. Kini, Kali Asem jadi bersih, sampah pun menghilang. Setelah merasakan kenyamanan tinggal di lingkungan yang bersih tertata, tak seorang pun rela sungainya dicemari lagi oleh sampah. 38 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 48.
    Binatur Riverwalk diKota Pekalongan adalah contoh sukses penataan RTH dalam bentuk Jalur Hijau. Awalnya dicemari limbah industri batik setempat, Binatur Riverwalk kini menjadi salah satu tujuan wisata di Pekalongan, yang menjadi penggerak perekonomian lokal Foto Atas Kali Binatur sebelum di laksanakan Program P2KH Foto Bawah Kali Binatur setelah di laksanakan Program P2KH Binatur Riverwalk 1 2 3 Jenis jalur Hijau diPerkotaan• Jalur Hijau Jalan• Jalur Hijau jalan bebas hambatan ( TOL ) • Jalur Hijau jalan Kereta Api• Jalur Hijau sempadan sungai/ badan air• Jalur hijau sempadan Jaringan Listrik tegangan tinggi (SUTT/SUTET).• Jalur hijau batas kota• Jalur hijau fungsi khusus, misalnya pembatas industri, pertambangan,sumber air. 39KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 49.
    Standar kebutuhan TPU:1.2 m2 /orang. Saat ini, nyaris seluruh kota di Indonesia kesulitan membuka lahan pemakaman baru, sementara yang sudah ada kapasitasnya terbatas. Tempat pemakaman umum Dulu, kita beranggapan bahwa kuburan adalah tempat yang harus dijauhi, tidak boleh diganggu, dan hanya dikunjungi pada waktu- waktu tertentu. Anggapan kedua dan ketiga itu benar. TPU memiliki nilai kultural dan religius yang harus dihormati kesakralannya, sehingga tidak boleh diganggu. Tetapi, TPU sesungguhnya punya potensi RTH yang— apabila dioptimalkan—akan menopang kehidupan kota/wilayah, TANPA mengganggu fungsi ritual pemakaman sebagai tempat peristirahatan terakhir yang harus dihormati. Sejumlah pemakaman di kota-kota besar kini menjalankan program “Rumputisasi”. Melalui program ini, makam yang tadinya berupa gundukan beton/semen/bata, kini diseragamkan bentuknya menjadi gundukan hijau berumput, yang punya fungsi ekologi menjaga keseimbangan resapan air. Selain itu, rumputisasi membuat pemakaman menjadi hijau, tidak lagi gersang dipenuhi oleh nisan-nisan marmer semata. Rumputisasi merupakan optimalisasi pemakaman sebagai fungsi RTH. Sahabat-sahabat komunitas dapat membantu program ini dengan mendorong masyarakat agar mendukung pelaksanaan program Rumputisasi di berbagai pemakaman. 40 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 50.
    Faktanyarumputisasi pemakaman dapat meningkatkandaya tampungmakam di TPU MusliminKota Bandungsebanyak 41.87%.Selain itu, menurunkan BCRmenjadi 24% (Firmansam, 2012). 41KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 51.
    pertanian perkotaan urban farming Siapa bilangtinggal di kota itu susah berkebun? Dengan Urban Farming, atau pertanian perkotaan, mimpi punya kebun sendiri bisa terwujud! Pertanian Perkotaan merupakan kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan celah-celah lahan di sekitar pemukiman warga. Satu keuntungan dari kegiatan ini adalah kesempatan berkebun tanpa mempedulikan luas lahannya. Sepetak kecil tanah sudah cukup untuk berkebun. Kalau pun tak ada tanah sama sekali, Pertanian Perkotaan tetap dapat diwujudkan dengan pot- pot gantung dan tiang penyangga. Jenis tanaman Pertanian Perkotaan disesuaikan dengan kondisi ketersediaan lahan. Lazimnya, tanaman yang dipilih adalah sayur-mayur, buah-buahan, atau tanaman herbal yang cepat panen. Pertanian 42 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 52.
    Perkotaan di sejumlahwilayah terbukti mampu memperindah wajah kota. Selain itu, memiliki fungsi sosial yaitu meningkatkan silaturahmi di antara warga melalui kegiatan bercocok tanam, tukar-menukar benih, hingga panen dan menikmati hasilnya bersama. Pertanian Perkotaan juga dapat memberi nilai tambah yang ekonomis kepada komunitas, seperti yang dialami oleh warga di Kompleks Bumi Asri kawasan Padasuka, Bandung. Sejak menerapkan Pertanian Perkotaan beberapa tahun lalu, kini mereka tak perlu lagi membeli sayur-mayur. Untuk kebutuhan sehari-hari, mereka tinggal memetiknya dan mengonsumsi sendiri. Kelebihannya bahkan dapat dijual ke tukang sayur yang biasanya menjadi langganan mereka. 43KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 53.
    Foto : Contohkegiatan Pertanian Perkotaan (Urban Farming) di berbagai daerah di Indonesia. 44 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 54.
    Sahabat-sahabat komunitas dapat mengorganisirkegiatan Pertanian Perkotaan di kawasan masing-masing. Jika ada tanah kosong terbengkalai, gunakanlah untuk Pertanian Perkotaan. Tanah kosong biasanya hanya menjadi tempat pembuangan sampah, atau dijadikan lahan pemukim liar. Pada akhirnya, hal ini dapat menjadi masalah, terutama jika sang pemilik tanah akan mengambil alih atau memanfaatkan lahan kosong tersebut. Nah, sebelum hal-hal seperti ini terjadi, manfaatkanlah lahan terbengkalai itu untuk Pertanian Perkotaan. Bagi sahabat komunitas yang tertarik dengan kegiatan ini, namun tidak punya lahan kosong yang bisa dimanfaatkan di sekitar lingkungannya, jangan biarkan hal seperti ini menghalangi niat yang mulia. Gunakan kreativitas Anda, manfaatkan bahan-bahan bekas untuk menjadi pot penampung. Dalam waktu beberapa bulan, ketika benih sayuran dan buah--buahan telah tumbuh menghijau siap dipanen, Anda bisa merasakan bahwa jerih payah Anda sungguh tidak sia-sia! Inilah sekilas berita Panen Raya dari berbagai kota: • Di Surabaya, Ibu Walikota bersama warga setempat ramai-ramai panen cabe dan panen ikan di Karamba Waduk Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep. Kegiatan ini adalah puncak dari gowes bareng (funbike) Ibu Walikota bersama warga Surabaya (2011)• Di Makasar, para pemuda aktivis Makasar Berkebun panen sawi, kangkung, dan selada, yang dibagikan gratis pada siapa saja. Mereka berkebun di lahan kosong yang disediakan oleh Bosowa Group di daerah Tanjung Bunga (2012) • Di Medan, ibu-ibu Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, ramai-ramai panen timun dan ubi. Hasilnya diborong oleh Bapak/Ibu Pejabat Gubernur Sumatera Utara! (Januari 2013) Kapan kebun Anda akan panen? Kabari kita semua ya melalui media sosial! 45KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 55.
    Setelah membaca bab2, apa saja aksi komunitasmu untuk menjaga fasilitas umum dan sosial yang ada di sekitarmu? Siapa saja sahabat komunitas yang akan kamu libatkan dalam mewujudkannya?. Bagaimana tahapan yang akan komunitasmu lakukan mweujudkan dan menjaga hutan hijau yang ada di lingkunganmu. 46 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 56.
    47KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 57.
    48 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 58.
    Green Building Green Building bukansemata-mata bangunan bercat hijau, lho! Lebih tepatnya, Green Building adalah sebuah konsep yang digagas untuk memperkenalkan sistem pengelolaan rumah atau bangunan yang ramah lingkungan Rumah Hijau Idamanku 49KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 59.
    Tahukah Anda? Rumah,dengan segala aktivitasnya, ternyata merupakan penyumbang terbesar emisi gas karbondioksida. Tingkat emisi CO2 rumahtangga mengalahkan emisi gas karbon dari aktivitas transportasi yang ada di posisi kedua, dan aktivitas industri di posisi ketiga (Suryandari, 2011). Di sisi lain, coba amati bagaimana perilaku rumah tangga dalammemanfaatkanair.Bisadikatakanboros, bahkan sangat boros! Hitung saja berapa kali dalam sehari kita membilas, mencuci piring, mencuci tangan, mandi, mencuci kendaraan, menyiram tanaman, sampai menyiram jalanan yang berdebu. Semua dilakukan berkali-kali. Keran air bolak-balik dibuka, pompa air terus- menerus diperbesar kapasitasnya, tak peduli bahwa pemakainya sebenarnya hanya sedikit. Kita belum lagi bicara soal penggunaan energi, yang ternyata sama saja borosnya. Pemakaian AC, lampu, segala macam perlengkapan rumah tanggasepertikompor,microwave,pemanasair dan lain-lain, semua ini menyedot listrik yang tidak sedikit. Semua ini menjadikan rumah dan aktivitas rumah tangga menjadi salah satu titik yang mengganggu keseimbangan lingkungan. Untuk mewujudkan Kota Hijau, bukan tata kotanya saja yang harus diurus. Bangunan- bangunan lain, apakah itu pemukiman ataupun perkantoran dan fasilitas sosial lainnya juga harus diurus agar tidak menimbulkan dampak lingkungan yang serius dikemudian hari. Solusi yang ditawarkan untuk menunjang Kota Hijau dari segi bangunan adalah Green Building. Apakah Green Building itu? Green Building bukan semata-mata bangunan bercat hijau, lho! Lebih tepatnya, Green Building adalah sebuah konsep yang digagas untuk memperkenalkan sistem pengelolaanrumahataubangunanyangramah lingkungan. Guna mewujudkan Green Building, ada tiga aspek yang harus diperhitungkan dan direncanakan sejak awal membangun atau merombak rumah/bangunan. Pertama, konstruksi bangunan. Kedua, desain. Ketiga, sistem pengoperasian atau pengaturan rumah tangga/bangunan yang serba ramah lingkungan. 50 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 60.
    51KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 61.
    52 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 62.
    bertujuan melestarikan sumberdaya alam, meningkatkanefisiensienergidalambangunan, dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Apabila diterapkan secara optimal, Green Building dapat meningkatkan kualitas konstruksi, membuat bangunan lebih awet, mengurangi kerumitan jaringan utilitas, secara signifikan memotong anggaran pemeliharaan, dan meningkatkan kenyamanan. Green Building sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam pembangunan perkantoran maupun pemukiman. Selain ramah lingkungan, Green Building juga menyehatkan penghuninya dan dalam jangka panjang menghemat biaya ekonomi perawatan rumah dan pengelolaan rumah tangga. Green Building 53KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 63.
    Sebelum membicarakan langkah-langkahuntuk mewujudkan Green Building, Anda perlu mengetahui prinsip-prinsip Green Building dan skema penerapannya. Perhatikan skema berikut ini. Mewujudkan Green Building KETENTUAN PENERAPAN GREEN BUILDING LEMBAGA /INSTANSI BERWENANG SERTIFIKASI GREEN BUILDING • PEMBANGUNAN TAPAK SECARA TEPAT • EFISIENSI DAN KONSERVASI ENERGI • KONSERVASI AIR • PENGGUNAAN METERIAL DAN DAUR ULANG • KESEHATAN UDARA DALAM RUANG DAN KEANYAMANAN • PENGELOLAAN LINGKUNGAN SEKITAR BANGUNAN KOMPONEN PENERAPAN : PRINSIP DASAR GREEN BUILDING : • PENGELOlLAAN TAPAK • PENGELOLAAN AIR • ENERGI DAN ATMOSFIR • SUMBER DAYA • KESEHATAN UDARA DALAM RUANG DAN KENYAMANAN STANDAR YANG SESUAI BERDASARKAN KONDISI SETEMPAT 54 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 64.
    Berdasarkan skema tadi,maka terdapat enam tahapan dalam membangun Green Building. Perhatikan skema berikutnya. Tidak juga. Panduan Green Building ada di mana-mana, dan bisa didapatkan di Dinas PU setempat untuk membantu Anda. Mari berpikir ke masa depan. Manfaat Green Building yang difungsikan secara optimal, tak ternilai harganya jika ditukar dengan rupiah. Inilah rincian manfaat yang bisa Anda peroleh jika menerapkan strategi Green Building untuk membangun rumah baru Anda, atau merombak rumah yang sudah ada menjadi ramah lingkungan. Terasa rumit?Perancangan Pemelliharaan dalam bangunan, dan meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Apabila diterapkan secara optimal, Green Building dapat meningkatkan kualitas konstruksi, membuat bangunan lebih awet, mengurangi kerumitan jaringan utilitas, secara signifikan memotong anggaran pemeliharaan, dan meningkatkan kenyamanan. Green Building sangat dianjurkan untuk diterapkan dalam pembangunan perkantoran maupun pemukiman. Selain ramah lingkungan, Green Building juga menyehatkan penghuninya dan dalam jangka panjang menghemat biaya ekonomi perawatan rumah dan pengelolaan rumahtangga. Mewujudkan Green Building Sebelum membicarakan langkah-langkah untuk mewujudkan Green Building, Anda perlu mengetahui prinsip-prinsip Green Building dan skema penerapannya. Perhatikan skema berikut ini. Pak Yoga: Gambar 16. Skema Mewujudkan Green Building, halaman 63 Berdasarkan skema tadi, maka terdapat enam tahapan dalam membangun Green Building. Perhatikan skema berikutnya. Pak Yoga: Gambar 17. Langkah-Langkah Membangun Green Building, halaman 64. Terasa rumit? Tidak juga. Panduan Green Building ada di mana-mana, dan bisa didapatkan di Dinas PU setempat untuk membantu Anda. Mari berpikir ke masa depan. Manfaat Green Building yang difungsikan secara optimal, tak ternilai harganya jika ditukar dengan rupiah. Inilah rincian manfaat yang bisa Anda peroleh jika menerapkan strategi Green Building untuk membangun rumah baru Anda, atau merombak rumah yang sudah ada menjadi ramah lingkungan. Aspek Manfaat Uraian Manfaat Kesehatan Mengurangi polusi dalam ruangan. Mengusahakan kualitas lingkungan ruangan yang lebih baik. Memberikan kesempatan perbaikan kesehatan masyarakat. Tapak/Komunitas Melindungi tanah, air dan udara pada tapak dan sekitarnya dari polusi Pencegahan Kerusakan Lingkungan Menggunakan infrastruktur kota dengan lebih efisien melalui pembangunan kembali gedung atau tapak. Menyediakan fasilitas yang dibutuhkan bagi terwujudnya kenyamanan masyarakat. Efisiensi Energi Mengurangi konsumsi energi dalam bangunan Efisiensi Air Mengurai konsumsi air pada bangunan dan tapak Efisiensi Material Menerapkan prinsip 3 R (reduce, reuse, recycle), Mengurangi penggunaan material baik pada saat membangun maupun waktu Mengoperasikan bangunan, Menggunakan material / bahan bangunan yang tidak menyebabkan kerusakan lingkungan. Manajemen Pengelolaan Memperpanjang umur bangunan, Mengurangi biaya opresional bangunan Kepuasan Penghuni Menghemat biaya, Meningkatkan kualitas hidup penghuninya Sertifikasi Green Building Memperoleh pengakuan resmi sebagai green building. Aksi Hijau Komunitas untuk Green Building Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green Building? Tidak usah jauh-jauh. Mari kita mulai dari rumah tangga kita, atau dari lingkungan kantor kita. 55KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 65.
    AndabisamembantuterwujudnyaGreenBuildingdalamskalarumah tangga dengan mempertimbangkanefisiensi energi mulai dari air, listrik, hingga cahaya. Untuk itu, pilihlah perangkat-perangkat rumah tangga yang hemat energi, seperti lampu LED, kulkas hemat listrik, pemanas air tenaga surya, dan lain-lain. Hindari AC, manfaatkan sistem ventilasi yang sehat dengan mempertimbangkan besaran jendela, penyekatan, dan aliran udara di dalam rumah. Hindari pemborosan air. Pilih keran, toilet flush, shower dan klep-klep pipa yang membantu penghematan energi. Gantilah keran dan pipa yang rusak sesegera mungkin, untuk menghindari pemborosan air yang terbuang percuma gara-gara kebocoran pipa. Piket warga atau anggota komunitas sangat diperlukan guna memeriksa kebocoran- kebocoran di fasilitas-fasilitas publik. Pertimbangkanlah input cahaya matahari ke dalam rumah, ketika mendisain rumah dan ruangan-ruangannya. Aturlah cahaya sedemikian rupa, sehingga tidak terlalu silau, atau malah terlalu gelap di siang hari, sehingga membutuhkan lampu listrik. Dalam skala komunitas, lakukan kampanye di lingkungan Anda untuk menghemat semua sumberdaya. Undanglah ahli, atau orang yang berpengalaman untuk berbagi strategi mengelola air dan limbah rumah tangga, sehingga tidak mencemari lingkungan sekaligus hemat energi. Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green Building? Tidak usah jauh-jauh. Mari kita mulai dari rumah tangga kita, atau dari lingkungan kantor kita. Mengelola Rumah Tangga Hemat Energi Aksi Hijau Komunitas untuk Green BUILDING 56 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 66.
    57KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 67.
    Dengan sedikit kejeliandan kreativitas, material sisa perombakan bangunan bisa dipakai untuk menambah nilai artistik rumah, tanpa kehilangan fungsi utamanya. Batu bata bekas, potongan keramik, keping-keping kaca, sampai tutup botol—semua bisa difungsikan menjadi dinding pelapis, lantai, sampai tembok dengan hiasan yang unik! Demikian juga dengan kayu-kayu, bahkan pecahan beton berbentuk brangkal untuk pondasi bangunan. Ada banyak contoh desain interior maupun eksterior rumah ramah lingkungan di sekitar kita dengan material daur ulang yang bisa menginspirasi. Atau, Anda juga bisa mencari inspirasi dari buku-buku desain rumah. Cukup banyak kok buku-buku interior yang membahas topik daur ulang untuk interior dan eksterior bangunan Memanfaatkan Material Daur Ulang Faktanya,80% material hasil bongkaran bangunan lama sesungguhnyamasih bisa dipakai untuk bahan bangunan. Kuncinya adalah kreativitas dan pemahaman mengenai Green Building! 58 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 68.
    Mengapa tidak? Daripadamenggantungkan diri pada sumber energi terbatas yang disediakan pemerintah, kita sesungguhnya bisa mengembangkan sumber energi secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.Pertimbangkanuntukmenggunakan pembangkit listrik sel surya, turbin air mini, atau kincir angin. Tidak tertutup kemungkinan bagi komunitas untuk membangun, memiliki, dan mengelola sendiri pembangkit listrik tenaga mikrohidro (baca lebih lanjut mengenai hal ini di bab Green Energy). Ketergantungan terhadap PLN pun dapat dikurangi. KembangkanGreenBuildingtidakhanyasebataspadalingkuprumahtangga maupun lingkungan ketetanggaan. Perluas dalam skala yang lebih besar. Bersama komunitas, Anda bisa menggagas Sekolah Hijau, Kampus Hijau, Pondok Hijau, bahkan Kantor Hijau dan Kampung Hijau, yang bangunan- bangunannya didesain menggunakan prinsip-prinsip Green Building. Bersama komunitas, Anda juga bisa berkiprah memetakan bangunan- bangunan yang telah memenuhi kriteria standar Green Building sebagai bagian dari Peta Hijau Komunitas. Atau, Anda bisa sekaligus mengajak komunitasuntukmengadakanlombaGreenBuildingdanmenganugerahkan Green Building Award pada mereka yang berkomitmen mewujudkan Green Building baik dalam skala rumah tangga, maupun lingkup sosial yang lebih besar lagi. Semakin banyak bangunan yang menerapkan Green Building, semakin sehat penghuninya, dan semakin nyaman warga setempat karena tinggal di wilayah yang terhindar dari pencemaran lingkungan. Mengembangkan Sumber Energi Lokal Secara Mandiri Green Building sebagai Gaya Hidup Komunitas 59KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 69.
    60 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 70.
    Beberapa Aplikasi GreenBuilding pada rumah tinggal, salah satunya penempatan banyak jendela yang berfungsi sebagai media sirkulasi udara dan pencahayaan ruangan, sehingga dapat mengurangi penggunaan pendingin ruangan dan lampu penerangan sehingga dapat mengurangi penggunaan tenaga listrik dari PLN. 61KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 71.
    Setelah membaca bab3, apa saja yang komunitas lakukan untuk mewujudkan rumah atau bangunan yang ramah lingkungan? Tahapan apa saja yang akan komunitasmu lakukan untuk mensosialisasikan kepada lingkungan sekitarmu tentang konsep green building? 62 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 72.
    63KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 73.
    64 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 74.
    Green waste Green Waste lebihtepatnya bermakna sebagai usaha yang dilakukan oleh semua pihak untuk mencapai kondisi zero waste melalui prinsip-prinsip 3R: Reduce (mengurang sampah), Recycle (mendaur-ulang sampah), dan Reuse (memberi nilai tambah bagi sampah hasil proses daur ulang). Limbah yang bermanfaat... 65KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 75.
    Apakah Green Wasteitu? Kalau diterjemahkan secara langsung, Green Waste artinya Sampah Hijau. Ini sebenarnyaistilahsaja,bukanmerujukpada‘sampahyangberwarnahijau’.Atributke-3 Kota Hijau berkenaan dengan cara kita memperlakukan sampah: apakah menunjang tujuan mewujudkan Kota Hijau, atau tidak? Green Waste lebih tepatnya bermakna sebagai usaha yang dilakukan oleh semua pihak untuk mencapai kondisi zero waste melalui prinsip-prinsip 3R: Reduce (mengurang sampah), Recycle (mendaur-ulang sampah), dan Reuse (memberi nilai tambah bagi sampah hasil proses daur ulang). Memangnya, ada apa dengan sampah? Jelas, kita menghadapi masalah besar dengan sampah. Tingkat konsumsi masyarakat kita sudah sedemikian luar biasa sehingga menghasilkan sampah dalam jumlah besar. Lebih parah lagi, sebagian besar di antara kita tidak punya perilaku yang mengatasi masalah sampah. Alih-alih mengurangi sampah, masyarakat kita justru berperilaku ceroboh: menumpuk sampah dengan sembarangan, membuang sampah di sungai, atau area terbuka lainnya, bukan di tempat sampah. Tidak memilah sampah sehingga menyulitkan pembuangannya. Inilah contoh perilaku negatif berkaitan dengan sampah yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. 66 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 76.
    Setiap hari, pemerintahkota luar biasa repot karena harus ‘bertempur’ dengan buangan sampah. Masalahnya ada dua: pengangkutan dan tempat pembuangan. Saking banyaknya sampah, mengangkuti sampah menjadi pekerjaan yang high cost—besar ongkosnya. Selain itu, harus mencari dan menyediakan tempat pembuangan sampah (TPS). TPS yang ada, cepat atau lambat, pasti akan menjadi penuh. Mencari TPS baru tambah lama tambah sulit karena selain harga tanah melonjak mahal, resistensi atau penentangan penduduk di sekitar wilayah yang akan dijadikan sebagai TPS juga kuat. Lha, coba, bayangkan saja kalau kita adalah mereka. Siapa yang mau lokasi tempat tinggalnya berdekatan atau bersebelahan dengan TPS? Sahabat komunitas, diperlukan revolusi untuk mengatasi permasalahan Faktanya,sampah rumah tangga di perkotaan jumlahnya mencapai 51 % - 79 % dari keseluruhan sampah!Sisanya berasal dari sampah pasar dan jalan, area industri, kawasan komersial dan lain-lain.Maka, kunci pengelolaan sampah yang paling penting sebenarnya terletak pada keluarga. sampah. Inilah yang kita upayakan bersama dengan Green Waste, yaitu mengurangi sampah hingga titik nol melalui perilaku 3R. Lebih bagus lagi, kalau bisa sampah memberikan nilai plus bagi sampah yang bisa di-recycle. Selain bisa berhemat, sekaligus bisa memberi nilai tambah bagi produsen sampah daur ulang. Melalui usaha-usaha daur ulang sampah, beberapa pihak telah membuktikan bahwa sampah bisa menghidupi mereka! SampahituMAHAL! Selamainikitacenderungberpikir kalausampahitutidakpunyanilai. Padahal,pengelolaansampahbutuh ongkosmahal. Membersihkansungaiatauwilayah yangpenuhsampahitumahal. Dan,kerugianakibatpengelolaan sampahyangtidakberes,mulai daribanjir,polusi,hinggaancaman penyakit. siapabilangsemuaitu TIDAKMAHAL? 67KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 77.
    68 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 78.
    Mari, ajak keluargadan tetangga sekitar kita untuk mulai menerapkan 3R dalam mengurus sampah. Awali dengan Reduce, yaitu mengurangi penggunaan sampah rumah tangga sehari-hari. Pilah sampah organik dan anorganik. Kurangi pemakaian plastik. Kemudian, terapkan R yang kedua: Recycle. Mendaur ulang barang-barang bekas yang masih bisa dipakai. Kaca, plastik, paku, dan kertas adalah material yang masih bisa didaurulang dalam kondisi tertentu. Simpanlah kaca dan paku di tempat terpisah. Berikan kepada para pemulung sampah. Mereka tahu cara memanfaatkannya. Jangan gengsi menggunakan kertas bekas. Di bagian belakang surat-surat biasanya masih terdapat lembaran kertas bersih yang layak ditulisi. Beberapa kantor dan sekolah memiliki kebijakan daurulang kertas yang patut ditiru. Kertas-kertas bekas dipotong kecil-kecil seukuran memo, lalu dimanfaatkan untuk kepentingan internal. Sejumlah kantor malah mengaku telah membuat kesepakatan dengan seluruh staf dan pejabat untuk menggunakan kertas bekas bagi keperluan sehari-hari, mulai dari menulis surat undangan rapat, edaran memo, pengumuman, dan lain-lain. Ada beberapa dosen yang meminta mahasiswanya menyerahkan paper menggunakan kertas bekas tugas sebelumnya. “Toh baru bimbingan skripsi, belum final. Jadi, masih dicorat-coret untuk direvisi. Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green Waste? Terapkan 3R Start dengan Reduce, Lanjutkan dengan Recycle dan Reuse! Aksi Hijau Komunitas untuk Green waste 69KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 79.
    Ngapain juga pakaikertas baru setiap kali bimbingan,” tutur sang dosen. Beberapa ibu membawa pulang kertas bekas dari kantornya untuk keperluan anak-anak menggambar. “Yah, daripada corat-coret tembok,” tutur sang Ibu. Jangan buang tas keresek bekas belanja. Sebagian besar yang masih layak pakai, simpan. Gunakan untuk pelapis tempat sampah,ataubahkanuntukberbelanjakembali! Jangan gengsi ke supermarket membawa tas belanja. Apalagi, sekarang banyak tas belanja praktis yang bisa dilipat b e r b e n t u k dompet yang imut dan kreatif. Tidak ada salahnya k e m a n a - m a n a m e m b a w a termos air. Banyak kok t u m b l e r ( w a d a h minuman bertutup) yang lucu-lucu. Daripada bolak-balik beli air mineral plastik, membawa wadah minuman yang bisa diisi ulang jelas lebihhematdanmengurangitimbunansampah yang sulit diuraikan. Lebih baik lagi kalau sahabat-sahabat komunitas bisa menggalang gerakan bersama mengurangi sampah plastik, misalnya, di lingkungan masing-masing. Pasti seru kemana-mana membawa kantong buatan sendiri—yang diberi identitas komunitas! Masih banyak lagi contoh lain yang mungkin sudah Anda terapkan. Berbagilah dengan komunitas maupun lingkungan Anda supaya yang lain juga terinspirasi. Reduce juga merupakan prinsip yang bisa diterapkan di lingkungan sekitar, tidak hanya di rumah tangga. Coba lihat, apakah sampah di tempat Anda langsung diangkut ke dalam gerobak sampah begitu saja, atau sudah dalam keadaan terbungkus rapi dan terpisah- pisah antara sampah organik dan anorganik? Kalau belum, budayakan kebiasaan memilah sampah, paling tidak, memilah sampah organik dan anorganik. Kemudian, sosialisasikan cara membuangnya dalam keadaan terbungkus, sehingga tidak menyulitkan p e t u g a s s a m p a h yang sudah b e r s u s a h - payah mau m e n g u r u s sampah kita. Cara seperti ini harus menjadi g e r a k a n b e r s a m a , s e h i n g g a k e s a d a r a n yang muncul bukan hanya kesadaran individu. Rugi dong, kalau hanya sebatas kesadaran individu. Sampah anorganik bisa didaurulang. Bagaimana dengan sampah organik yang mudah busuk dan bau? Ada beberapa teknik daurulang sampah organik yang bisa menghasilkan produk-produk bermanfaat. Mulai dari komposting, Keranjang Takakura, hingga membuat lubang-lubang Biopori. Carilah di internet, ada banyak informasi mengenai cara-cara pengolahan sampah menjadi kompos yang murah dan praktis. 70 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 80.
    Bank Sampah Bank Sampahadalah istilah bagi pengelolaan sampah yang dilakukan oleh komunitas mulai dari mengumpulkan, mengolah, hingga memasarkan hasil olahan sampah. Konsepnya memang seperti bank. Ada nasabah, yaitu warga atau komunitas yang menyetorkan sampah kepada ‘bank sampah’. Hasil setorannya dicatat sebagai ‘simpanan’ atau deposit. Kemudian, pengelola Bank Sampah bertanggung jawab mengolah dan memasarkan hasil olahan sampah yang kini sudah bernilai jual. Hasil penjualan kemudian dimasukkan ke dalam buku simpanan nasabah. Nah, menguntungkan bukan? Bank Sampah memiliki banyak manfaat. Pertama, mendidik warga agar peduli dengan penanganan sampah yang baik dan benar. Kedua, mengurangi volume sampah tanpa harus menambah tenaga kerja pengangkut atau pengolah sampah. Ketiga, memberikan nilai ekonomis pada nasabah. Lumayan lho, menambah uang saku! Keempat, membuka lapangan kerja baru. Yaitu, sebagai tenaga pengrajin dan pengolah sampah. Bank Sampah tidak perlu takut kekurangan ‘nasabah’. Yang namanya sampah rumah tangga itu banyak sekali. Menurut penelitian, dalam sehari orang menghasilkan sampah sebanyak 0.5 hingga 0.8 kg. Kapasitas Bank Sampah untuk mengolah sampah mencapai 53 kg hingga 77 kg sampah. Maka, dalam satu hari, Bank Sampah dapat menyerap sampah yang dihasilkan oleh 220 hingga 1.100 orang. “Sampai akhir Juni 2012, tercatat sekitar 782 Bank Sampah di seluruh Indonesia. Dana bergulir untuk mengelola Bank Sampah mencapai 31 milyar rupiah. Pemerintah dan Industri Swasta, melalui program CSR, sangat mendorong inisiatif komunitas untuk mengembangkan Bank Sampah“ Tertarik mencoba? 71KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 81.
    Kalau kita cukupjeli, sampah sesungguhnya menyimpan potensi ekonomi yang lebih dari lumayan. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sampah kardus atau karton bekas dapat diolah menjadi barang kerajinan, seperti alas laptop, kotak pensil, pigura, dan lain-lain. Sampah kertas dapat dihancurkan dan diolah kembali menjadi kertas daur ulang yang alami-artistik. Sampah plastik bekas kemasan, oleh tangan-tangan kreatif, bahkan menjadi barang-barang baru yang nilainya bisa lebih mahal daripada harga produk utuhnya. Enam puluh bungkus bekas minuman kopi instan, di tangan Ibu Iyos, seorang penggerak lingkungan yang berfokus pada produksi daur ulang sampah di kawasan Tamansari-Cikapundung Bandung, dapat menjadi tas laptop yang terjual sekitar Rp. 50.000,- Jika satu sachet minuman kopi instan tersebut harganya Rp. 750,- maka 60 bungkus harganya menjadi Rp. 45.000.- Itu kalau membeli utuh. Kalau hanya bungkusnya saja, harganya paling mahal Rp. 25/bungkus. Silakan dihitung sendiri, berapa selisih untungnya! Sahabat-sahabat komunitas, Anda juga bisa menggerakkan publik di sekitar Anda agar teredukasi, terdidik, atau ‘melek’ soal sampah. Selenggarakanlah pelatihan soal pengelolaan dan pengolahan sampah. Banyak ahli yang mau berbagi. Tidak usah memusingkan biayanya, karena para ahli persampahan biasanya adalah para aktivis yang giat mengampanyekan penanggulangan sampah. Materi yang diberikan bisa berkisar pada tips pengelolaan limbah rumah tangga. Atau cara- cara mengatasi limbah cair melalui proses fitromediasi, membuat komposting dan biopori kategori rumah tangga. Kalau komunitas Anda tertarik dengan kerajinan daur ulang sampah, mengapa tidak menyelenggarakan workshop daur ulang sampah? Mau seru-seruan sambil mendidik publik supaya ‘melek sampah’ juga banyak caranya. Di SD Karangpawulang Bandung, April 2013, sekolah bekerjasama Bisnis Daur Ulang Sampah Event Kreatif Berbasis Sampah 72 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 82.
    dengan produsen suplemenkesehatan anak-anak menyelenggarakan Fashion Show memanfaatkan kertas koran. Siapa sangka, anak-anak SD pun dapat menghasilkan karya yang sangat kreatif dengan kertas koran, tak kalah dengan mahasiswa desain seni! Beberapa perusahaan juga memiliki program tetap menyelenggarakan lomba karya kreatif daur ulang sampah. Anda bisa menggerakkan komunitas untuk menjadi pelaksananya atau menyelenggarakan event serupa. Entah itu yang bersifat umum, atau berbahan baku khusus, seperti Lomba Desain Pesawat Luar Angkasa berbahan kardus dan kertas bekas yang diselenggarakan sebuah penerbit. Event Kreatif Berbasis Sampah ini hendaknya juga menjadi salah satu ajang kontes Festival Hijau yang akan diselenggarakan di kota Anda, sebagai puncak pelaksanaan P2KH. Maka, bersiaplah dari sekarang untuk menggagas event apa yang kiranya bisa diselenggarakan pada momen Festival Hijau kelak. 73KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 83.
    Setelah membaca bab4, apa saja kegiatan yang dilakukan oleh komunitasmu untuk mewujudkan green waste? Bagaimana langkah yang komunitasmu lakukan untuk memanfaatkan sampah di sekitar ligkunganmu?. Apakah komunitasmu mempuyai rekan kerja yang akan “memasarkan” produk green waste yang dihasilkan oleh komunitasmu? 74 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 84.
    75KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 85.
    76 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 86.
    Green TRANSPORTATION Green Transportation adalahpengembangan sistem transportasi yang berprinsip pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, efisiensi penggunaan bahan bakar, dan pelayanan yang berorientasi pada manusia. Faktor terakhir itu, pelayanan berorientasi pada manusia, mencakup pengembangan jalur khusus pejalan kaki dan sepeda, pengembangan angkutan umum massal berbahan energi alternatif terbarukan yang bebas polusi dan ramah lingkunga Langit Biru Bebas Polusi 77KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 87.
    78 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 88.
    Apakah Green Transportationitu? Kemacetan sudah menjadi pemandangan umum yang kita jumpai di kota-kota dewasa ini. Kemacetan terjadi di mana saja, mulai dari pusat kota hingga merembet ke kawasan pinggiran. Di hari-hari kerja, kemacetan paling parah terjadi pada jam sibuk pergi dan pulang kantor/ sekolah. Pada akhir pekan, kemacetan juga tetap terjadi karena padatnya kegiatan warga kota di luar rumah. Ada yang mau kondangan, ada yang mau jalan-jalan, yah, pokoknya tetap banyak juga yang keluar rumah untuk berekreasi. Pada masa-masa libur ‘kejepit’, wah, kemacetan bisa semakin luarbiasa, terutama di kawasan-kawasan rekreasi. Kemacetan terjadi akibat ketidakberesan penataan kota dan transportasi, baik sistem, angkutan, jalan, maupun regulasinya. Biasanya, ketika kota berkembang semakin pesat, kegiatan warga pun menjadi kian kompleks, dan kebutuhan hunian maupun fasilitas umum jadi semakin meningkat. Sayang, tidak semua kota mampu beradaptasi, atau memiliki desain penataan kota yang mampu mengantisipasi perkembangan kota. Akibatnya bukan saja tata ruang kota menjadi kacau-balau. Sistem transportasi pun menjadi tidak karuan. Korbannya? Siapa lagi kalau bukan kita semua. Kemacetan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi panjang. Bahan bakar jadi boros. Asap knalpot yang mengandung CO2 pun memenuhi jalanan. Udara menjadi semakin terpolusi. Jangan tanya lagi soal hati dan kepala pengemudi dan penumpang di tengah kemacetan. Siapa yang bisa berpikir jernih dan tidak emosi di tengah kemacetan? 79KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 89.
    Green Transportation berupayamengatasi semua permasalahan terkait dengan sistem transportasiyangtidakmenunjangpencapaian cita-cita Kota Hijau. Green Transportation adalah pengembangan sistem transportasi yang berprinsip pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan, efisiensi penggunaan bahan bakar, dan pelayanan yang berorientasi pada manusia. Faktor terakhir itu, pelayanan berorientasi pada manusia, mencakup pengembangan jalur khusus pejalan kaki dan sepeda, pengembangan angkutan umum massal berbahan energi alternatif terbarukan yang bebas polusi dan ramah lingkungan. Tetapi, Green Transportation sesungguhnya bukan sekadar masalah pembangunan. Melainkan, persoalan life style atau gaya hidup. Karena itu, salah satu misi Green Transportation adalah mempromosikan gaya hidup sehat dalam bertransportasi. 80 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 90.
    Ada tiga langkahyang dapat dilakukan untuk mengatasi kemacetan. Pertama, menganalisis kondisi transportasi yang ada. Transportasi adalah sebuah sistem yang memindahkan warga dari satu tempat ke tempat lain. Analisis perlu dilakukan untuk melihat tumpang tindih trayek, alur lalu lintas, volume jalan, dan kepadatan pelintas jalan. Kedua, merumuskan langkah- langkah untuk mengurangi kemacetan dan emisi kendaraan bermotor. Ketiga, membuat kombinasi yang tepat untuk berbagai pilihan transportasi. Guna menyusun kombinasi pilihan transportasi yang pas, kita perlu mengetahui apa saja jenis Faktanya, setiap kali digunakan, kendaraan bermotor rata-rata mengeluarkan emisi sebesar 60% gas karbonmonoksida (CO) dan 30% nitrogen oksida (NO). Kedua zat tergolong unsur berbahaya yang merusak kesehatan kita, sekaligus mencemari langit. Kemacetan juga punya dampak serius terhadap perubahan iklim global. Mengatasi Kemacetan transportasi dan skala prioritasnya. Untuk Green Transportation, berdasarkan skala prioritasnya, maka sistem transportasi harus disusun berdasarkan piramida ini. Prinsip Green Transportation bukanlah meniadakan kendaraan bermotor yang menjadi biang keladi polusi udara. Melainkan, mengombinasikan moda kendaraan bermotor dengan berbagai sarana transportasi lainnya— dengan mengutamakan pengembangan s a r a n a transportasi yang bebas b a h a n bakar seperti jalur sepeda d a n jalur pejalan kaki. Nah, sahabat komunitas bisa mengecek apakah hal- hal semacam ini telah difasilitasi oleh kota Anda! “Prinsip Green Transportation bukanlah meniadakan kendaraan bermotor yang menjadi biang keladi polusi udara. “ Jalur Pejalan Kaki Jalur Sepeda Angkutan Umum Masal Taksi HOV SOV Angkutan Kota (Paratransit) 81KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 91.
    82 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 92.
    Adanya jalur pejalankaki dapat membantu sistem transportasi yang bebas bahan bakar. Jalur pejalan kaki dapat berbentuk trotoar, tempat penyeberangan, jembatan penyeberangan, dan terowongan penyeberangan. Karena pejalan kaki punya kontribusi penting dalam mengurangi volume kendaraan bermotor sekaligus emisi kendaraan, maka kita perlu mempromosikan berjalan kaki sebagai alternatif transportasi. Jangan sedikit-sedikit naik kendaraan. Kalau masih bisa dicapai dengan berjalan kaki, mengapa tidak? Tubuh sehat, polusi pun berkurang. Banyak orang bersedia kok untuk berjalan kaki. Masalahnya, fasilitas pejalan kaki jauh dari memadai. Trotoar berlubang-lubang compang-camping. Sudah begitu, dijajah pula oleh motor ketika terjadi kemacetan. Trotoar juga sering dijadikan tempat usaha, seperti kios eceran. Di Yogyakarta, trotoar di kanan-kiri jalan malah ditutupi oleh tikar pandan, atau karpet plastik, di malam hari. Tempat ini menjadi lokasilesehanuntukmenikmati‘segokucing’yangsangatlegendaris itu. Para konsumen duduk lesehan di trotoar sambil bersantai melepas kepenatan sambil menyantap sego kucing. Sementara di sisi jalan, motor dan mobil yang terhenti di tengah kemacetan menyemburkan asap knalpot ke hidangan dan konsumen yang duduk lesehan. Bagi sementara orang, kondisi ini dirasa tidak mengganggu kenyamanan. Tapi, masalahnya, pejalan kaki yang seharusnya berhak memanfaatkan trotoar, jadi tertutup aksesnya. Mau turun ke jalan, selain berbahaya, juga sedang macet luarbiasa. Hanya Tuhan yang tahu bagaimana kelanjutan nasib para pejalan kaki yang malang ketika melintas di kawasan ini. Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green Transportation? Jalan Kaki, Yuk! Aksi Hijau Komunitas untuk Green TRANsportation 83KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 93.
    Penempatan trotoar, pemeliharaan fasilitasdan jalur pejalan kaki, merupakan bagian dari kebijakan pemerintah. Sahabat- sahabat komunitas bisa mengontrol kinerja pemerintah yang berkewajiban mengutamakan pejalan kaki. Laporkan segera kepada pemerintah, khususnya Dinas Tata Kota, apabila ada jalur pejalan kaki yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Jangan ragu-ragu untuk meminta pemerintah memenuhi hak pejalan kaki. Tulis di surat kabar, atau media online mengenai kondisi trotoar dan suarakan keinginan Anda agar hak pejalan kaki dipenuhi. Selain itu, sahabat-sahabat komunitas juga bisa menjadi bagian dari gerakan warga yang berupaya melindungi kawasan pejalan kaki agar tidak dijajah oleh kepentingan bisnis maupun kendaraan bermotor yang berusaha mencari celah di tengah kemacetan. Gerakan merebut hak pejalan kaki di pedestrian line atau jalur pejalan kaki telah dimulai di beberapa kota. Mengapa tidak menyelenggarakannya di kota Anda sekalian? Faktanya, Jalur pejalan kaki merupakan amanat Peraturan Presiden No. 43 Th. 1993, tentang Prasarana Jalan, Bagian VII pasal 39. Peraturan ini mewajibkan pemerintah menyediakan jalur pejalan kaki yang layak sebagai bagian dari sistem transportasi kota. Layak, artinya, memenuhi unsur keselamatan dan kenyamanan pejalan kaki. 84 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 94.
    Foto. Jalur PejalanKaki - Kawasan Kuningan, Jakarta Foto | dari berbagai sumber 85KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 95.
    Foto. Car FreeDay - Kawasan Bunderan Hotel Indonesia , Jakarta Foto | dari berbagai sumber 86 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 96.
    Ini merupakan areakhusus bagi pejalan kaki. Contohnya, trotoar. Atau, jalan kendaraan bermotor yang ditutup pada akhir pekan atau hari-hari tertentu untuk sarana rekreasi dan olahraga publik. Car Free Day di berbagai kota adalah contohnya. Di banyak kota, kawasan pejalan kaki semakin langka. Bahkan, trotoar pun kerap dijajah oleh kendaraan bermotor sehingga tidak nyaman lagi bagi pejalan kaki. Komunitas dapat melakukan gerakan bersama untuk menyadarkan pentingnya memiliki kawasan pejalan kaki, sekaligus menjaga area pejalan kaki yang sudah ada supaya tidak dimanfaatkan untuk fungsi- fungsi lain. Di kawasan Buahbatu, Bandung, pada saatCarFreeDaydiberlakukan,adakomunitas warga yang bertugas ‘piket’: mereka menjaga agar pedagang tidak membanjiri area pejalan kaki yang mengganggu kenyamanan warga untuk beraktivitas. Komunitas tersebut juga bertugas menyisir wilayah untuk menjaga kebersihan dan mencegah penyusupan kendaraan bermotor. Di Bogor, Depok, dan Jakarta, sekelompok mahasiswa bergabung untuk mengadakan aksi merebut kembali trotoar dari penjajahan yang dilakukan oleh kendaraan bermotor, atau pedagang yang membuka tenda di kawasan pejalan kaki. Ini adalah wujud fungsi pengawasan yang bisa dilakukan oleh komunitas. Anda juga bisa mengorganisasikan kegiatan semacam ini! Selamatkan kawasan pejalan kaki, dan beri ruang yang nyaman bagi para pejalan kaki, karena mereka adalah sahabat-sahabat lingkungan yang tidak mencemari udara dengan polusi kendaraan. (Menyelamatkan dan Memiliki) Kawasan Pejalan Kaki 87KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 97.
    Beberapa tahun belakangan,bersepeda menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat di berbagai kota. Ini merupakan gejala yang sangat positif. Bersepeda secara signifikan mengurangi emisi kendaraan. Selain itu, menyehatkan pengendaranya. Kalau dulu, bersepeda dianggap sebagai kegiatan rekreasi yang hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Sekarang, semakin sering kita temukan para eksekutif, pekerja kantoran, mahasiswa, maupun anak sekolah, bersepeda ke tempat aktivitasnya masing- masing. Kita perlu mendorong sebanyak- banyaknya orang bersepeda. Di sisi lain, kita juga perlu mengupayakan kenyamanan dan keselamatan bersepeda bagi para pengendaranya. Misalnya, menyediakan jalur bersepeda, tempat parkir sepeda, dan outlet sewa sepeda. Dalam disain tata kota, mencakup sistem transportasi, pemerintah perlu membuka jalur sepeda sebanyak- banyaknya. Sahabat Komunitas bisa menjadi bagian dari gerakan bersepeda, apakah bergabung dengan komunitas yang sudah ada, atau membentukkomunitastersendiri.Komunitas pesepeda menjamur di mana-mana, tak terhitung banyaknya. Ada Bike to Work, Bike to Campus, Bike to School dan lain-lain, yang sangat ‘militan’ menjalankan ‘misi’nya. Ada juga yang dengan kreatif mendirikan komunitas pesepeda untuk bersenang- senang sambil menjalin kebersamaan. Komunitas Sepeda Onthel dan Komunitas Orenji adalah contoh komunitas bagi pemilik tipe sepeda tertentu. Komunitas lain tak kalah menarik. Jarambah adalah komunitas pesepeda terdiri dari kakek-kakek pensiunan usia 60 tahun ke atas yang konon masih ‘bandel’ menjelajah kampung dan kota. Ini disaingi dengan komunitas ibu-ibu setengah baya yang tidak mau kalah mengayuh sadel ke sudut-sudut kota. Bagaimana dengan Anda? Ayo Bersepeda! 88 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 98.
    Ada tiga tipejalurbersepeda:Bike path, lajur sepeda khusus terpisah dari lajur kendaraan bermotor. Bike lane, lajur sepeda khusus menyatu dengan lajur kendaraan bermotor. Bike route, rute bersepeda yang dirancang khusus sebagai atraksi wisata atau olahraga Bike lane Bike routeBike path 89KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 99.
    Sahabat komunitas, cobaperhatikan isi kendaraan pribadi yang melintas di jalanan atau yang terhenti di kemacetan. Banyak lho kitajumpaimobil-mobilyanghanyaterisioleh 1-2 pengendara saja. Kontribusi mobil-mobil pribadi sebagai penyumbang kemacetan dan kepadatan jalan, cukup besar! Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi hal ini? Di beberapa kota besar, seperti Jakarta, para pelaju harian atau daily commuter yang pulang pergi Jakarta Bogor, Jakarta-Bekasi, atau Jakarta-Tangerang, biasa melakukan ride sharing. Konsepnya, seorang pemilik mobil pribadi mengangkut beberapa teman seperjalanan. Biaya bensin ditanggung bersama. Lebih murah dan lebih efisien, serta mengurangi beban kemacetan jalanan. Pulangnya, mereka janjian lagi ketemu di satu lokasi. Besoknya, giliran pengemudi dengan mobil pribadi yang lain. Hubungan yang tercipta lewat ride sharing ini bahkan begitu erat hingga anggota-anggotanya membentuk komunitas, di antaranya Nebeng.com. Di luar negeri, konsep ini dikembangkan menjadi carpooling dan vanpooling. Kalau mobilnya tidak punya, tinggal sewa untuk dikemudikan sendiri. Biaya sewa dan bensin cukup patungan saja. Irit, bukan? Bayangkan kalau setiap hari kita memaksakan diri mengendarai mobil pribadi melaju di tengah kemacetan sendirian selama berjam-jam. Ongkos bensin mahal, belum termasuk tarif tol, energi pun terkuras. Coba kalau ditanggung bersama, jatuhnya akan lebih murah. Bonus lain adalah mendapatkan teman seperjalanan yang asyik dan siap menggantikan kalau kelelahan. Sahabat komunitas, kalau kebetulan Anda mengalami kondisi seperti ini, cobalah mencari rekan ‘senasib sepenanggungan’ yang bisa diajak berbagi sarana transportasi. Ride sharing bisa mengatasi masalah Anda! Ride Sharing! 90 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 100.
    91KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 101.
    92 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 102.
    Green Transportation, sepertiyang telah diungkapkan tadi, pada prinsipnya bukan menghilangkan atau memusuhi kendaraan- kendaraan berbahan bakar. Melainkan, membuat sistem yang memungkinkan pemakaian kendaraan berbahan bakar dapat dikurangi sehingga tidak mencemari udara. Boleh-boleh saja kita bermobil atau bersepeda motor. Atau, naik angkutan kota (angkot). Hanya saja, kita perlu menimbang pemakaiannya sebijak mungkin. Pakailah kendaraan bermotor pribadi, kalau memang perlu. Kalau masih ada cara lain, sebisa mungkin, pilih yang ‘green’. Ketika menggunakan mobil atau motor, etika berlalulintas hendaknya dikedepankan. Selain itu, hormatilah hak pejalan kaki dan pesepeda. Sesungguhnya, mereka adalah pahlawan jalanan, dan kita harus berterimakasih kepada mereka. Maka, lindungilah keselamatan mereka. Beri jalan pada mereka. Jangan ‘menjajah’ kawasan yang diperuntukkan bagi mereka. Jangan ragu untuk mengingatkan sesama pengendara kendaraan bermotor apabila ada yang tega ‘mendzhalimi’ para pejalan kaki dan pesepeda, dengan merebut lahan yang diperuntukkan bagi mereka. Di sisi lain, kita juga bisa mengadakan gerakan bersama untuk ‘memanusiakan’ angkot. Bukan rahasia lagi, di Indonesia, angkot sering memperlakukan penumpangnya dengan sembarangan. Mungkin kita bisa bersama-sama ‘mendidik’ penumpang maupun supir angkot agar membuat situasi berkendaraan umum menjadi lebih nyaman. Sehingga, kita tidak perlu enggan lagi mengutamakan kendaraan umum, dibanding kendaraan pribadi. Bijak Berkendaraan 93KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 103.
    Green Transportation 94 KOTAHIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 104.
    95KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 105.
    Setelah membaca bab5, bagaimana upaya komunitasmu untuk mewujudkan green transportation? Apakah anggota komunitasmu lebih banyak mempergunakan kendaraan bermotor atau tidak? Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh komunitasmu untuk mendukung program green transportration? 96 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 106.
    97KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 107.
    98 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 108.
    Green water Green Water dapatmengatasi masalah kelangkaan air, sekaligus menghemat penggunaan air, yang berarti menghemat biaya rumah tangga! Dalam skala yang lebih besar lagi, Green Water dapat menawarkan solusi lingkungan di tingkat kota, industri pertanian, dan industri lain yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Air, Investasi Masa Depan Kita 99KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 109.
    Saat ini, duniamenghadapi krisis air bersih yang parah. Sumber air semakin langka, kekeringan melanda, cuaca tak bisa diramalkan. Yang lebih gawat lagi, sebagian besar masyarakat dunia tidak punya perilaku yang ideal dalam mengonsumsi dan menyimpan air. Walaupun air adalah sumber kehidupan, kenyataannya, masih banyak warga yang mencemari sungai dengan sampah, dan tidak menjaga sumber air yang ada. Adalah ironis, di satu sisi, banjir sering terjadi—menandakan luapan atau kelebihan air yang tak terkendali. Di sisi lain, sumber air bersih semakin langka. Orang harus berjalan kaki berjam-jam untuk mendapatkan air bersih. Air bersih, di tengah masyarakat menengah ke bawah terutama di perkotaan, menjadi barang mahal. Jelas, ini menyedihkan karena menutup akses masyarakat terhadap air bersih. Konsep Green Water diperkenalkan untuk menghemat dan mengelola air yang ada sehingga menunjang upaya mewujudkan Kota Hijau. Terdapat beberapa pengertian mengenai Green Water. Green Water bisa diartikan sebagai air hujan yang langsung digunakan (oleh tanaman) dan dievaporasikan (diuapkan ke udara) tanpa melalui irigasi, ladang penggembalaan, dan lahan hutan. Biasanya, air hujan tidak pernah repot-repot diolah. Paling-paling ditampung. Selebihnya dibiarkan mengalir. Di tengah kelangkaan sumberdaya air seperti sekarang ini, sayang sekali melihat air terbuang sia- sia. Karena itu, berkembang pengertian Green Water lainnya. Kini, Green Water dimaknai sebagai sistem pengelolaan air yang dijalankan sedemikian rupa, mencakup akses kepada air bersih, konservasi sumber daya air, dan pengurangan limbah atau polusi sumberdaya air bersih. Guna Apakah Green Water itu? 100 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 110.
    melaksanakan ini, GreenWater mengandung prinsip-prinsip sbb. (1) Memaksimalkan penyerapan air. (2) Mengurangi limpasan air, dan (3) Mengefisienkan pemakaian air. Nah, apabila diterapkan secara optimal, Green Water dapat mengatasi masalah kelangkaan air, sekaligus menghemat penggunaan air, yang berarti menghemat biaya rumah tangga! Dalam skala yang lebih besar lagi, Green Water dapat menawarkan solusi lingkungan di tingkat kota, industri pertanian, dan industri lain yang membutuhkan air dalam jumlah besar. Green Water sebagai sistem pengolahan air hujan untuk efisiensi sumberdaya air dapat dilakukan dalam berbagai tingkatan: skala rumah tangga, skala perkotaan, skala industri, dan skala pertanian. Jangan keliru,Green Water BUKAN Blue Water.Blue Water adalah istilah untuk kumpulan air yang tersimpan dalam lapisan aquifer, danau, dan bendungan. Kendati berbeda, GreenWater dan Blue Water pada dasarnyasaling melengkapi.Dalam proses aliran air, Blue Water mengalir ke sungai dan lapisan aquifer. Sementara, Green Water yang praktis terletak dipermukaan air, akan diuapkankembali ke atmosfer. 101KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 111.
    Sahabat-sahabat Komunitas, persoalan utamaGreen Water di Tingkat Perumahan adalah bagaimana memanfaatkan air hujan secara maksimal sehingga bisa melestarikan lingkungan dan mengatasi kelangkaan sumberdaya air di sekitar kita. Jawabannya adalah dengan membuat Biopori sesuai dengan kebutuhan. Biopori adalah lubang- lubang kecil atau pori-pori di dalam tanah yang terbentuk akibat berbagai aktivitas organisme di dalamnya, seperti cacing, akar tanaman, rayap, dan fauna tanah lainnya. Pori-poriyangterbentukdapatmeningkatkan kemampuan tanah menahan air dengan cara menyirkulasikan air dan oksigen ke dalam tanah. Biopori dapat dibuat di dasar saluran pembuangan atau selokan air hujan, di sekeliling batang pohon, atau di batas taman. Semakin banyak biopori di dalam tanah, semakin sehat tanah tersebut! Model Model Green Water Green Water di Perumahan SEMEN SAMPAH ORGANIK RONGGA BIOPORI 10 CM 80-100 CM Faktanya, Biopori mampu menambah bidang resapan air setidaknya sebesar luas kolong perbidang lubang. Biopori berukuran 10 cm dengan kedalaman 100 cm akan memiliki bidang resapan air seluas 3.140 cm2, atau nyaris sepertiga meter persegi. Bandingkan dengan lubang biasa. Walaupun ukuran diameternya sama, tetapi kemampuan resapan airnya jauh berbeda. Lubang biopori punya kemampuan resapan air 40 kali dibandingkan lubang biasa berukuran sama. 102 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 112.
    Air hujan, kalaudibiarkan saja, akan terbuang percuma. Padahal, seharusnya, bisa menambah volume air tanah, sehingga membantu mengatasi problem kelangkaan air. Guna ‘menangkap’ peluang menyimpan air tanah, maka kota dapat mengembangkan konsep Low Impact Development (LID). Untuk itu, setiap permukaan tanah—apakah yang alami atau diperkeras—didesain sedemikian rupa agar dapat menjalankan fungsi hidrologi secara maksimal. Maksudnya, bisa menyimpan, menampung, menahan, sampai menyaring air hujan. Misalnya, Green Water di Perkotaan dengan mengurangi material lantai yang tidak rembes air, menambah jalur hijau atau area vegetasi yang mampu menangkap air, mengarahkan permukaan curahan hujan ke area vegetasi, meniadakan lokasi-lokasi genangan air yang menghalangi aliran curah hujan ke area vegetasi, menata sistem drainase, membuat atap tetumbuhan, atau taman di atap bangunan, perbaikan sistem pemipaan sehingga mengurangi kebocoran untuk meningkatkan akses air bersih, dan lain-lain. Kita punya masalah besar terkait dengan akses air minum! Secara nasional, akses air minum baru mencapai 47.71 %. Masih cukup jauh dari target MIDGs yang mematok angka 68.87% di tahun 2015. Sementara, layanan pipa air minum bersih secara nasional baru mencapai 25.56%. Layanan ini lebih banyak dinikmati oleh masyarakat perkotaan (44%). Masyarakat pedesaan yang menikmati layanan pipa air minum bersih hanya mencapai 11.55%. Sungguh menyedihkan, dan sungguh tidak adil. Faktanya, kebocoran pipa air bersih sering menghambat atau mengurangi akses terhadap air yang berkualitas. Di Indonesia, tingkat kebocoran pipa air bersih rata-rata mencapai 32.86% (2009). Satu dua tahun kemudian, angka kebocoran dapat diturunkan menjadi sekitar 30%. Biarpun begitu, angka kebocoran sebesar 30 % tetap saja memprihatinkan. 103KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 113.
    Industri menghabiskan airdalam jumlah besar untuk menjalankan operasionalisasi pabrik atau usahanya. Maka, industri juga perlu terlibat dalam pengelolaan air hujan, sehingga tidak menyedot persediaan air tanah atau sumberdaya blue water lainnya. Sistem Green Water industri dilengkapi denganreservoir,pipatransmisi,daninstalasi pengolah air. Industri yang berwawasan lingkungan umumnya telah memikirkan hal ini, sehingga dapat memanfaatkan Green Water secara maksimal. Pertanian jelas-jelas membutuhkan air untuk memelihara tanaman, dan di banyak tempat, krisis air yang diakibatkan oleh kekeringan menghantam para petani sehingga gagal panen. Konsep Green Water yang sudah diujicobakan di beberapa wilayah dapat mengatasi kegagalan panen yang diakibatkan oleh kasus semacam ini. Green Water menyediakan air yang dibutuhkan petani, ketika sumber daya blue water sulit dijangkau, atau bahkan tidak ada sama sekali. Prinsipnya begini. Green Water adalah air yang terdapat dalam zona tidak jenuh dalam tanah (unsaturated zone), yaitu yang terdapat dalam perakaran tanaman hingga zona air jenuh (saturated zone). Green Water terkumpul setelah curah hujan jatuh membasahi tanah dan menembus ke bawah permukaan tanah. Setelahnya, Green Water akan menguap kembali ke udara melalui proses transpirasi tanaman dan penguapan air tanah. Dalam proses ini, hakekatnya, tidak akan air yang hilang. Air hanya berubah bentuk. Apa yang harus dilakukan adalah mengolahairdalamberbagaibentuktersebut untuk dimanfaatkan kembali, terutama di lahan-lahan yang kekurangan air. Untuk lahan yang berdekatan dengan sumber air, kehilangan air di zona tak jenuh, tidak jadi masalah. Tetapi, untuk lahan yang jauh dari sumber air blue water, kehilangan air akibat transpirasi tanaman maupun Green Water untuk Industri Green Water untuk Pertanian 104 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 114.
    penguapan permukaan tanahbisa berabe. Ketika lahan selesai dipanen, bisa-bisa tidak produktiflagi,karenasudahkehilanganakses terhadap air. Maka, hal ini harus dicegah sebisanya. Ada beberapa cara yang telah dikembangkan oleh para petani untuk ‘menahan’ Green Water sehingga lahan habis panen bisa tetap produktif dan siap digunakan untuk musim tanam berikutnya. Misalnya, mulching, yaitu membiarkan lahan habis panen ditutupi oleh residu atau sisa tanaman hasil panen berupa batang, akar, daun. Sisa-sisa ini mampu menyerap air sehingga lahan punya persediaan air untuk musim tanam selanjutnya. Atau, membuang tanaman-tanaman non produktif jika ada tenaga ekstra, guna mengurangi transpirasi. Precipitation Surface Flow Percolation Groundwater Flow Condensation Transpiration Evaporation SEA RIVER RESERVOAR infiltration Pada sistem pertanian yang canggih, teknologi penginderaan digital digunakan untuk menandai perbedaan kadar penguapan air di berbagai wilayah. Dengan menggabungkan data mengenai kadar penguapan air di berbagai lahan dengan peta geografis DAS (Daerah Aliran Sungai), kita bisa memperoleh data mengenai wilayah-wilayah yang berpotensi kelebihan maupun kekurangan air, termasuk data penting mengenai kelebihan volume maupun kekurangan air akibat penguapan. Nah, strategi penghematan air dapat dirancang dan dilakukan berdasarkan data-data tersebut. Sahabat-sahabat Komunitas, apakah Anda petani ataupun bukan, apakah Anda terlibat dalam industri pertanian atau tidak, 105KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 115.
    hal-hal seperti iniperlu kita pahami. Pertanian adalah basis penyediaan pangan kita. Sudah terbukti bahwa gagal panen di satu tempat dapat mengganggu persediaan pangan di wilayah lain, dan menimbulkan krisis nasional gara-gara ketergantungan kita terhadap impor pangan. Dengan memahami konsep ini, kita dapat bersama-sama mendukung upaya-upaya pertanian mengembangkan produktivitasnya. Paling tidak, caranya dengan menyebarkan informasi pengelolaan Green Water ketika krisis air terjadi di pertanian di sekitar Anda. 106 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 116.
    107KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 117.
    108 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 118.
    Sahabat Komunitas, Andabisa membantu terwujudnya Green Water di tingkat perumahan dengan mengajak warga sekitar untuk membuat lubang-lubang biopori sesuai kebutuhan. Anda bisa meminta bantuan pakar lingkungan atau komunitas yang telah berpengalaman untuk mengajarkan cara membuat lubang biopori dan mengelolanya. Lakukan workshop singkat untuk menginformasikan prinsip-prinsip biopori dan pengelolaannya. Kemudian praktikkan dengan konsisten. Dan, lihatlah hasilnya! Bukan saja resiko banjir berkurang. Kompos yang dihasilkan lubang biopori pun dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi, atau dipasarkan ke pihak lain. Ada hitungan tersendiri untuk membuat lubang biopori. Untuk daerah yang sering turun hujan lebat, dengan laju resapan air 3 liter/lubang atau 180 liter/jam, dibutuhkan setidaknya 28 lubang pada 100 m2 bidang kedap air. Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green Water? Membuat Lubang Biopori Aksi Hijau Komunitas untuk Green water 10-30CM AIR +100 CM BIOPORI PROSES PENGOMPOSAN SAMPAH ORGANIK Referensi Pembuatan Biopori : https://www.youtube.com/watch?v=gDhwS8F-iQE 109KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 119.
    Ternyata,airadalahsumberdayayangsangat berharga. Kita jugatelah membuktikan betapa mahalnya ongkos yang harus dikeluarkan untuk memompa air tanah. Kenyataannya, krisis air masih saja terjadi. Green Water memang konsep pengelolaan airhujanyangmembutuhkanfasilitaskhusus untuk memperoleh air bersih. Pada skala rumah tangga, kecuali bak penampungan biasa, belum ada teknologi Green Water yang dipromosikan dapat mengolah air hujan sehingga siap dikonsumsi. Kendati Green Water untuk Industri demikian, kita bisa membantu mengatasi krisis air dengan bijak dan hemat dalam menggunakan air. Mengurangi volume pemakaian air, dan secara jeli mendaur ulang air bekas pakai yang masih layak digunakan untuk keperluan-keperluan rumah tangga lainnya, dapat membantu menghemat air. Kita juga perlu mengajarkan kepada anak-anak kita perilaku hemat air dan penghormatan terhadap sumberdaya air. Di masa depan, kelangkaan air akan menjadi masalah yang kian serius. Pencegahannya harus dilakukan sejak sekarang. Dengan semaksimalmungkinmengelolaGreenWater, penyedotan blue water dapat dikurangi. Itulah cara kita menginvestasikan air untuk masa depan anak-anak kita. 110 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 120.
    Ternyata,airadalahsumberdayayangsangat berharga. Kita jugatelah membuktikan betapa mahalnya ongkos yang harus dikeluarkan untuk memompa air tanah. Kenyataannya, krisis air masih saja terjadi. Green Water memang konsep pengelolaan airhujanyangmembutuhkanfasilitaskhusus Konservasi (Sumber Daya) Air untuk memperoleh air bersih. Pada skala rumah tangga, kecuali bak penampungan biasa, belum ada teknologi Green Water yang dipromosikan 111KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 121.
    Setelah membaca bab6, apakah anggota komunitasmu menyadari bahwa air adalah investasi masa depan? Apa saja kegiatan yang dilakukan oleh komunitasmu untuk mendukung program green water tersebut? Bagaimana cara komunitasmu untuk mensosialisasikan cara penggunaan air yang bijak? 112 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 122.
    113KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 123.
    114 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 124.
    Green energy Green Energy merupakanenergi yang dihasilkan dari sumber-sumber energi yang ramah lingkungan. Green Energy dikembangkan sebagai upaya mengatasi dampak lingkungan yang luarbiasa akibat penggunaan energi fosil, seperti emisi karbon kendaraan bermotor, pencemaran lingkungan akibat operasi pertambangan, kebocoran minyak yang merusak lautan, dan lain-lain. Energi Ramah Lingkungan 115KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 125.
    Kebutuhan sumber energibaru sebagai energi alternatif dapat dipenuhi dengan dua cara. Pertama, mendayagunakan sumber energi tak terbarukan yang belum diolah selama ini. Misalnya, nuklir, hidrogen, batu bara cair (liquified coal), batu bara gas (gassified coal), gas methana batu bara (coal bed methane), dan lain-lain Apakah Green Energy itu? Belakangan ini, pemadaman listrik secara bergiliran mulai sering terjadi. Sayangnya, tidak banyak di antara kita yang menyadari bahwa hal ini merupakan sinyal krisis energi yang cukup serius. Sebagian besar masyarakat kita biasanya langsung mengomeli PLN yang dianggap sebagai biang keladi kelangkaan listrik. Padahal, masalah utamanya sesungguhnya berpulang pada perilaku kita sendiri, dan minimnya pemahaman kita semua mengenai peta (kebutuhan) energi baik di masa sekarang maupun di masa depan. Sebelum membahas Green Energy sebagai bagian dari Kota Hijau, mari kita Pengembangan Green Energy memiliki sejumlah manfaat: Tersedianya energi alternatif yang mampu memenuhi kebutuhan energi nasional Terjaganya kelestarian lingkungan hidup Terciptanya lapangan kerja baru Munculnya kesadaran terhadap dampak negatif energi fosil yang tak terbarukan 116 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 126.
    samakan dulu pemahamankita mengenai konsep-konsepenergi.Pertama,yangdisebut energi adalah kemampuan untuk melakukan kerja. Energi dapat berupa panas, cahaya, mekanika, kimia dan elektromagnetika. Kedua, sumber energi adalah sesuatu yang dapatmenghasilkanenergi,baiklewatproses konversi maupun transformasi. Ketiga, sumber energi dibagi menjadi dua macam: sumber energi yang tidak terbarukan dan sumber energi terbarukan. Sumber energi tidak terbarukan berasal dari bahan bakar fosil—ya itulah, yang biasa kita pakai sehari- hari selama ini seperti minyak bumi dan batu bara (kan asalnya dari timbunan fosil yang terkuburdibawahtanah),gas,gambut,serpih bitumen. Sumber energi tidak terbarukan ini, kalau sudah habis, ya sudahlah. Nol. Kita tidak bisa mengadakannya lagi, apalagi membuatnya sendiri. Tapi,takperlurisau.Selainsumberenergi tidak terbarukan, masih ada sumber energi lain yang terbarukan. Artinya, sumber energi yang bisa memproduksi energi berulangkali tanpa takut kehabisan. Atau, dengan kata lain, sumber energi yang berkelanjutan. Misalnya, panas bumi, angin, bioenergi, sinar matahari, aliran atau curahan air, gerakan atau aliran air laut, dan beda suhu lapisan air laut. Di mana letak permasalahan kita? Anda tentu bisa menebak sekarang. Betul, krisis energi seluruh umat manusia di dunia terletak pada ketergantungan kita yang luarbiasa pada sumber energi tak terbarukan. Memang, di mana-mana dikampanyekan Gerakan Hemat Energi. Tetapi, jelas, perilaku hemat energi saja belum cukup untuk mengatasi masalah kelangkaan energi. Penghematan bisa melambatkan laju habisnya sumberdaya energi. Tapi, lama-kelamaan, sumberdaya energi tak terbarukan akan habis juga. Kita membutuhkan sumber energi baru: sumber energi alternatif! Kebutuhan sumber energi baru sebagai energi alternatif dapat dipenuhi dengan dua cara. Pertama, mendayagunakan sumber energi tak terbarukan yang belum diolah selama ini. Misalnya, nuklir, hidrogen, batu bara cair (liquified coal), batu bara gas (gassified coal), gas methana batu bara (coal bed methane), dan lain-lain. Kedua, mendapatkan sumber energi baru yang prinsipnya berkelanjutan, sehingga kita tak perlu kuatir kehabisan sumber daya energi. Dengan cara ini, ancaman kelangkaan energi dapat diatasi. Nah, jawaban dari persoalan ini adalah Green Energy atau Energi Hijau. Green Energy merupakan energi yang dihasilkan dari sumber-sumber energi yang ramah lingkungan. Green Energy dikembangkan sebagaiupayamengatasidampaklingkungan yang luarbiasa akibat penggunaan energi fosil, seperti emisi karbon kendaraan bermotor, pencemaran lingkungan akibat operasi pertambangan, kebocoran minyak yang merusak lautan, dan lain-lain. Sumber energi yang ramah lingkungan berasal dari sumber energi terbarukan, seperti sinar matahari, panas bumi, aliran air, pasang surut laut, dan lain-lain. Jelas, sumber energi seperti ini jumlahnya tak terhitung di Indonesia. Nah, mengapa kita tidak memanfaatkannya dari sekarang? 117KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 127.
    Pembangkit listrik tenagaangin mengubah (mengonversi) tenaga angin menjadi tenaga listrik. Prinsip kerjanya cukup sederhana: energianginmemutarturbinataukincirangin yang diteruskan untuk memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin. Muncullah energi listrik, yang akan disimpan dalam baterai, sebelum dimanfaatkan. Dua pertiga wilayah Indonesia adalah kepulauan dengan garis pantai terpanjang di dunia. Inilah wilayah-wilayah yang ‘kaya’ angin. Artinya, Indonesia merupakan wilayah yang potensial untuk pengembangan pembangkit listrik tenaga angin. Pembangkit Listrik Tenaga Angin 118 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 128.
    Pembangkit listrik tenagamatahari mengubah sinar matahari menjadi listrik. Hasilnya digunakan untuk memanaskan, mendinginkan, menyalakan, mencahayai, yah... apapun yang biasanya difungsikan menggunakan perangkat listrik. Cara kerjanya ada dua. Pertama, mengubah energi matahari menjadi energi panas. Tekanan panas uap yang tinggi lantas digunakan untuk menggerakkan turbin-turbin penghasil listrik yang siap dibagi ke rumah-rumah. Kedua, mengubah energi matahari menjadi energi listrik melalui perantaraan elemen yang disebut solar cell atau sel surya. Alat yang digunakan untuk menangkap, mengubah, dan menghasilkan listrik disebut photovoltaic. Ajaib! Dengan perantaraan photovoltaic, sinar matahari bisa langsung diubah menjadi energi listrik! Di sejumlah kota, energi listrik tenaga surya tidak hanyadigunakanuntukkebutuhankantorsepertikalkulator, atau alat-alat rumahtangga seperti pemanas air. Dengan kreativitas tersendiri, sel surya dan teknologi photovoltaic digunakan sebagai lampu jalanan. Cara kerjanya begini: di siang hari, sel-sel surya menampung sinar matahari sebanyak-banyaknya. Sementara pada malam hari, sel- sel surya menghasilkan listrik yang menyalakan lampu- lampu untuk menerangi jalanan dan ruang publik lainnya. Kerjasama insinyur perlistrikan dan desainer menghasilkan lampu-lampu jalanan yang artistik, seperti Son Umbra, Light Tree, Solar Sunflower, Solar Malle Trees, dan lain-lain. Lihatlah contoh-contoh indah berikut ini. Di negara Kathulistiwa seperti Indonesia, panas matahari merupakan sumber energi gratis alias cuma-cuma yang tidak ada habisnya. Sahabat-sahabat Komunitas, mengapa kita tidak mempromosikannya sebagai salah satu sumber energi utama? Mari kita dorong pemerintah agar menaruh kepedulian serius terhadap pengembangan energi matahari! Pembangkit Listrik Tenaga Matahari 119KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 129.
    Sudah lama pembangkitlistrik tenaga air digunakan sebagai sumber energi. Energi tenaga air diperoleh dari aliran air dalam bentuk gerakan. Ini disebut sebagai energi kinetik. Tenaga air yang memanfaatkan gerakan air biasanya didapat dari sungai yang dibendung. Pada bagian bawah bendungan, terdapat lubang-lubang saluran air. Pada lubang, biasanya di bagian bawah, terdapat turbin-turbin pengubah energi kinetik menjadi energi mekanik yang menggerakkan generator listrik. Energi listrik yang berasal dari energi kinetik air ini disebut sebagai ‘Hydroelectric’. Pembangkit Listrik Tenaga Air Faktanya, Hydroelectric menyumbang sekitar715.000 MW atau 19 % kebutuhan listrik dunia. Di Kanada 61 % dari kebutuhanlistrik negara berasal dari Hydroelectric! 120 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 130.
    Saat ini, gunamengatasi kelangkaan sumberdaya listrik di wilayah pedesaan, dikembangkan teknologi tepat guna mikrohidro yang memanfaatkan sungai- sungai kecil. Instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dapat menghasilkan daya listrik sebesar 5 hingga 100kW. Negara Indonesia memiliki banyak potensi mikrohidro. Pengembangan mikrohidro merupakan sumber energi alternatif yang tepat untuk desa-desa terpencil di Indonesia, mengingat keterbatasan jaringan dan daya jangkau PLN. “Negara Indonesia memiliki banyak potensi mikrohidro” Faktanya, ada sekitar 30% desa di Indonesia yang masih gelap gulita karena tak terjamah listrik. Walaupun memiliki potensi energi yang besar, yakni sekitar 7.500 MW, hingga saat ini baru 4% saja potensi mikrohidro di Indonesia yang telah dimanfaatkan (Majalah Energi, 21 September 2010) 121KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 131.
    122 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 132.
    Energi Tumbuhan Selain menghasilkanpangan, tumbuh- tumbuhan juga bisa menghasilkan energi. Namanya bioethanol. Sebagai sumber energi, kemampuan bioethanol (yang dicampur dengan gasohol) tidak kalah dibandingkan bensin. Yang lebih menarik, pembakaran bioethanol pada dasarnya tidak menghasilkan CO2 karena toh CO2 tersebut akan diperlukan atau ‘ditarik’ lagi oleh tanaman yang akan diolah guna menghasilkan bioethanol. Bioethanol dikategorikan sebagai energi terbarukan karena tidak akan habis sepanjang tanaman penghasil bioethanol tetap dapat dipanen. Mau tahu tanaman apa saja yang bisa menghasilkan bioethanol? Tidak jauh-jauh kok dari kebun kita: tebu, jagung, singkong, ubi, dan sagu. Ini tanaman sehari-hari yang biasa ditanam oleh petani kita. Efisiensi bioethanol, yaitu pemanfaatan bagian tanaman yang tidak dipakai melalui serangkaian pengolahan, masih bisa menghasilkan bahan bakar untuk menghasilkan listrik. Selain bioethanol, ada pula biodiesel yang mampu menggantikan solar. Biodiesel bersumber dari minyak tumbuhan seperti sawit, jarak pagar, kapuk, dan sebagainya. Dibandingkan solar, biodiesel lebih ramah lingkungan karena rendahnya kadar sulfur, daya lumas yang lebih baik, dan tingginya angka setana (cetane rating). Saat ini, ada sekitar 60 tanaman yang telah diidenfitikasi berpotensi sebagai sumber energi terbarukan. Tanaman-tanaman tersebut terbagi dalam tiga jenis. Pertama, jenis tanaman pangan penghasil bioethanol seperti umbi-umbian, kacang-kacangan, serta biji-bijian(jagung, tan, serealia, dan biji bunga matahari). Jenis kedua adalah tanaman perkebunan yang bisa diolah menjadi bioethanol maupun biodiesel, yaitu jenis- jenis palma seperti kelapa sawit, sagu, dan tebu-tebuan. Jenis ketiga adalah tanaman non pangan yang bisa menjadi biodiesel seperti jarak pagar, jarak kepyar, dan kapuk randu. Cetane rating, atau angka setana, adalah tolok ukur kemudahan menyala suatu bahan bakar dalam mesin diesel. Semakin tinggi angka setana-nya, semakin bagus bahan bakar tersebut, karena itu berarti bahan bakar terbakar sempurna dan tidak meninggalkan zat beracun seperti sulfur, nitrogen, dan karbon. Dengan kata lain, semakin aman emisi gas buangannya. Solar memiliki angka setana 45. Biodiesel dari minyak jarak pagar memiliki angka setana 51. Nah, mana yang Anda pilih? Kabar dari Menristek, jika satu jenis tanaman bioenergi mampu men-substitusi 5% saja kebutuhan BBM nasional, kita bisa menghemat 2 juta kiloliter atau setara dengan 9 trilyun rupiah! 123KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 133.
    Di Indonesia, eksploitasisumber panas bumi untuk keperluan energi sebenarnya sudah dimulai sejak jaman Belanda. Pada tahun 1918, survei vulkanologi pertama dilakukan di Kawah Kamojang. Walhasil, delapan tahun kemudian, lima sumur dibor, dan tenaga uap yang dihasilkan dipakai untuk memproduksi listrik. Hebatnya, setelah puluhan tahun dieksploitasi, satu di antara lima sumur bor panas bumi pertama di Indonesia tersebut masih beroperasi hingga kini! Ironisnya, data menunjukkan, potensi panas bumi di Indonesia sebagai sumber energi listrik sejauh ini baru dimanfaatkan sebanyak 3% saja. Bisa dibilang, sejak Kawah Kamojang dibuka nyaris seabad silam, praktis tidak ada kemajuan berarti dalam memanfaatkan energi panas bumi sebagai sumber energi baru di negara kita! Pembangkit Listrik Panas Bumi DRY STEAM TURBINE GENERATOR CONDENSER DRY STEAM ELECTRICITY WATER EARTH Courtesy of TXU VOLCANO EXHALATION SEPARATOR POWER GENERATOR RETURN WELL RAIN WATER FLOW OF HOT WATER FLOW OF COLD WATER Tenaga panas bumi berasal dari aliran magma di inti bumi. Sudah barang tentu, suhunya mencapai ribuan derajat Celsius. Panas bumi mengalir menembus berbagai lapisan batuan di bawah tanah. Jika panas bumi mencapai saluran-saluran reservoir air bawah tanah, maka akan terbentuk air atau uap panas bertekanan tinggi. Begitulah cara panas bumi mencapai kita. Panas bumi dimanfaatkan melalui dua cara. Ada yang dimanfaatkan secara langsung (tanpa mengubah bentuk energi), ada pula yang harus mengalami perubahan bentuk terlebihdahulusebelumdapatdimanfaatkan. Tenaga uap bersuhu tinggi dimanfaatkan untuk memutar turbin dan generator penghasil listrik. Sedangkan yang suhunya lebih rendah (di bawah 1000 derajat Celsius) dimanfaatkan secara langsung untuk sektor pariwisata, pertanian, industri, dan lain-lain. Hasil penelitian Direktorat Vulkanologi menunjukkan, terdapat 217 titik panas bumi yang punya prospek menjadi sumber energi baru. Titik-titik ini membentang di sepanjang jalur vulkanik mulai dari bagian Barat pulau Sumatera, terus ke Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan membelok ke Utara melalui Sulawesi dan Kepulauan Maluku. Sebagai bangsa Indonesia, kita sesungguhnya sangat kaya dengan sumber energi baru.... 124 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 134.
    Sampah memang tidaktermasuk kategori energi terbarukan. Tetapi, dalam konsep Green Energy, sampah termasuk didalamnya karena punya potensi menggantikan bahan bakar fosil sekaligus mengatasi dampak pencemaran lingkungan akibat penumpukan sampah dan polusi karbon. Teorinya, jika kita bisa mengolah satu ton sampah menjadi energi, maka kita bisa mengurangi satu ton emisi CO2 yang terbuang di udara. Pasalnya, proses pembakaran sampah menjadi bahan bakar akan menghancurkan semua gas karbon dan nitrogen oksida sehingga menghasilkan energi yang bersih. Pembakaran juga menghancurkan semua virus, bakteri, makanan busuk, dan zat-zat lain yang dapat merusak kesehatan kita. Faktanya, sampah adalah bahan campuran yang mengandung banyak bahan bakar. Dari setiap 50 kg sampah, 80 % (40 kg) di antaranya bisa diolah menjadi bahan bakar untuk menghasilkan tenaga listrik. Pengolahan sampah menjadi bahan bakar juga dapat mengurangi volume tumpukan sampah sekitar 80 % hingga 90%! Energi Sampah 1 2 3 5 6 7 8 9 1110 4 PROSES PRODUKSI ENERGI DARI SAMPAH GAMBAR 38. Instalasi pengolah sampah menjadi energibisamenghasilkan525kWHlistrikdari 1 ton sampah. Jumlah energi listrik sebanyak ini cukup untuk memenuhi kebutuhan energi sebuah gedung perkantoran selama 1 hari. Pada tahun 2008, Singapura yang memiliki 4 instalasi pembakar sampah berhasil memproduksi lebih dari 1 juta Mwh, yang memenuhi 3% kebutuhan listrik nasional. Di negara maju lainnya seperti Amerika Serikat, teknologi pengolahan sampahnya sudah mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5MWh per hari, yang menerangi 5.500 hingga 6.200 rumah. Bagaimana dengan Indonesia yang dikenal sebagai negara penghasil sampah yang luarbiasa banyaknya? 125KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 135.
    126 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 136.
    Sahabat komunitas, Andabisa membantu terwujudnya Green Energy dengan menginformasikan fakta-fakta seputar energi dan kebijakannya di Indonesia kepada berbagai pihak. Dengan bahasa yang lebih dipahami oleh lingkungan sekitar, Anda bisa menyebarkan pengetahuan Anda kepada keluarga, maupun orang- orang di sekeliling Anda. Mewujudkan Green Energy memang tidak mudah. Diperlukan sistem dan teknologi yang mencukupi. Kalaupun kita bukan merupakan bagian langsung dari sistem dan teknologi Green Energy ini, paling tidak, mari kita posisikan diri sebagai pendukung program Green Energy, dengan tidak mengganggu proses perubahan yang tengah diupayakan. Di banyak tempat, pembangunan instalasi Green Energy terancam berhenti karena ditentang masyarakat yang tampaknya mendapatkan pemahaman yang keliru, atau disesatkan informasinya sehingga mudah dihasut oleh pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. Padahal, hal-hal semacam itu bisa menjadi solusi penyediaan energi alternatif yang sangat kita butuhkan di masa depan. Pihak-pihak yang memiliki kepedulian dengan penyediaan energi alternatif perlu kita dukung. Gagasan mereka mesti kita apresiasi dengan sepantasnya. Sahabat Komunitas, dengan turut menyebarluaskan isu mengenai kelangkaan energi dan gagasan solusinya pada sumber- sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, kita dapat membantu langkah-langkah mengatasi krisis kelangkaan energi di Indonesia yang harus dimulai sejak sekarang. Sahabat-sahabat Komunitas, apa saja yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan atribut Green Energy? Sosialisasi! Aksi Hijau Komunitas untuk Green ENERGY 127KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 137.
    Sahabat komunitas, perbincanganmengenai Green Energy mau tidak mau membawa kita pada isu kelangkaan energi, yang sebagian besar disebabkan oleh perilaku kita yang tidak bijak dalam menggunakan energi. Terus-terang, masyarakat kita masih boros menggunakan energi, dan enggan berhemat energi. Sebagai contoh, masih banyak yang menyalakan lampu di siang hari. Dengan alasan mahal, banyak rumah tangga— kelas menengah ke atas—yang tidak mau berpindah pada sumber energi LED yang lebih ramah lingkungan. Atau, menggunakan kendaraan untuk transportasi jarak dekat yang sebenarnya bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Berkaca pada kehidupan kita sehari- hari, banyak sesungguhnya perilaku kita yang belum hemat energi. Jika kita hendak mendukung upaya Green Energy, marilah kita mulai dari sini: menghemat konsumsi energi pada skala pribadi dan rumah tangga, sambil menyiapkan diri menghadapi perubahan menuju energi alternatif. Agar menjadi gerakan bersama, bergabunglah dalam komunitas yang bergerak dalam isu energi. Atau, mengapa tidak membuat komunitas Anda sendiri? Dengan demikian, Anda dan anggota-anggota komunitas bisa saling mengingatkan sambil membuat gerakan hemat energi, atau menjadi sahabat Green Energy pada skala yang lebih besar. Bijak Menggunakan Energi 128 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 138.
    129KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 139.
    Setelah membaca bab7, apa saja yang komunitasmu lakukan untuk menghemat energi yang ada di sekitarmu? Energy alternatif apa saja yang sering komunitasmu gunakan untuk menghemat energi? Bagaimana cara komunitasmu dalam mensosialisasikan program hemat energi ini? 130 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 140.
    131KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 141.
    132 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 142.
    Green community Green Community adalahsebutan yang dilekatkan pada kumpulan individu, komunitas atau kelompok-kelompok warga yang peduli dengan masalah lingkungan dan sosial budaya Komunitas Hijau, Komunitas Kita 133KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 143.
    134 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 144.
    Apakah Green Communityitu? Perjalanan kita sejauh ini sudah terbilang panjang. Kita telah berbicara panjang lebar mengenai hunian idaman kita, Kota Hijau, dengan segala atributnya. Tugas menantang terhampar di hadapan kita, yaitu mewujudkan impian membangun Kota Hijau. Tetapi, semua itu bakal sulit terwujud kalau kita nekat melakukan segala sesuatu sendirian. Maka,diperlukangerakanbersamauntuk mengembangkan atribut-atribut Kota Hijau. Sebuah kota memang tidak untuk dinikmati sendiri. Melainkan untuk dinikmati bersama- sama seluruh warga kota. Ini berarti, dalam membangun maupun mengelola Kota Hijau, diperlukan kerjasama dengan seluruh warga kota. Sahabat Komunitas, jawaban untuk pertanyaan di atas adalah Green Community, atau Komunitas Hijau. Green Community adalah sebutan yang dilekatkan pada kumpulan individu, komunitas atau kelompok-kelompok warga yang peduli dengan masalah lingkungan dan sosial budaya. Keterikatan anggota-anggota Green Community (selanjutnya disebut sebagai Komunitas Hijau) disebabkan oleh meningkatnya kepedulian dan kesadaran bahwa tanggungjawab untuk menjaga lingkungandanalamsemestabukansemata- mata berada di tangan pemerintah atau lembaga-lembaga besar. Melainkan, berada di tangan individu-individu selaku warga masyarakat atau bagian dari komunitas. Sebagai sebuah perkumpulan, Komunitas Hijau bersifat cair dan terbuka. Landasan aksinya adalah kerjasama dan keyakinan bahwa setiap orang memiliki peran untuk melestarikan lingkungan dan menciptakan hunian yang nyaman serta lestari. Karena itu, Komunitas Hijau tak sekadar berwacana, namun menciptakan ide dan melaksanakan aksi nyata demi terwujudnya Kota Hijau nan ramah lingkungan. Komunitas Hijau ini bisa berbentuk apa saja. Ada yang berawal dari inisiatif warga sesama pemukim, atau dari solidaritas yang terbentuk di ruang maya (lihat penggalan kisah beberapa komunitas pada bab Pendahuluan). Komunitas Hijau bisa berupa komunitas peduli lingkungan yang sudah lama terbentuk dan punya program aksi rutin. Tidak tertutup kemungkinan berupa komunitas baru yang dibentuk setelah warga menyadari pentingnya berjejaring untuk mewujudkan Kota Hijau. 135KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 145.
    Manfaat Green Community Kuncipentingdaripengembangan KotaHijau terletakpada faktor sumberdaya manusia, yaitu masyarakat. Sebagai target sasaran utama P2KH, masyarakat harus dilibatkan seintens mungkin dalam setiap langkah mewujudkan Kota Hijau. Untuk kepentingan pelibatan dan pemberdayaan warga ini, sahabat-sahabat komunitas memegang peranan penting. Karena, komunitas dapat menjadi pintu masuk sekaligus ujung tombak pelibatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan Kota Hijau. Gerakan Kota Hijau yang dilaksanakan dengan melibatkan unsur komunitas memiliki sejumlah manfaat. Berbekal kedekatan dengan warga, komunitas dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengembangan Kota Hijau untuk mewujudkan fungsi kota yang berkelanjutan. Selain itu, komunitas dapat menjadi wadah untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat terkait dengan pembangunan Kota Hijau. Melalui aksi hijau yang sesuai dengan kebutuhan lapangan, komunitas dapat menggerakkan masyarakat agar berperan aktif dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang berwawasan lingkungan. Lebih dari itu, berkumpulnya komunitas-komunitas yang peduli dengan isu lingkungan hidup diharapkan dapat beraliansi menjadi Forum Komunitas Hijau (FKH) yang berperan sebagai mitra pemerintah kota/kabupaten dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas ruang. FKH adalah forum komunikasi antar komunitas/kelompok warga yang peduli pada masalah lingkungan dan sosial budaya, terutama membangun 136 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 146.
    137KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 147.
    Membentuk Green Community Bagaimana membentukGreen Community alias Komunitas Hijau? 138 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 148.
    Pertama, pilihlah isuatau atribut mana dari Kota Hijau yang menarik perhatian Anda, atau yang menjadi permasalahan paling utama di wilayah Anda. Misalnya, Green Open Space atau Ruang Terbuka Hijau. Kedua, ajaklah orang-orang di sekitar Anda untuk membicarakan hal ini. Lontarkan gagasan Anda, dan lihat bagaimana tanggapan mereka. Dengan cara ini, minimal Anda mengetahui siapa yang mendukung gagasan Anda, siapa yang menentang atau bersikap abstain. Langkah ketiga adalah membentuk komunitas. Terhadap mereka yang mendukung gagasan Anda, ajaklah bergabung untuk membuat aksi nyata. Keempat, jangan banyak berpikir lagi, lakukan saja apa yang menurut Anda memang harus dilakukan. Bersabarlah, beri waktu untuk melihat hasilnya. Bisa berhari- hari, tak jarang berbulan-bulan. Sementara menunggu hasilnya, perluas jaringan Anda, bicaralah dengan semakin banyak orang. Carilah komunitas sejenis yang sudah ada, dan bukalah komunikasi dengan mereka. Anda pasti akan mendapatkan dukungan! Komunitas Hijau tidak berdiri sendiri. Melainkan menjadi bagian dari komunitas- komunitas lain yang sama-sama bergerak untuk memperbaiki lingkungan hidup, dan meningkatkan kualitas kehidupan. Buatlah catatan tentang siapa-siapa atau komunitas macam apa yang berada dalam lingkaran garapan yang sama. Ini akan menjadi kekuatan Anda. Paling baik jika Komunitas Hijau menjadi bagian dari komunitas warga yang sudah ada. Misalnya, menjadi bagian dari warga RT atau RW tempat Anda bermukim. Atau, menjadi bagian dari asosiasi atau kumpulan di tempat kerja Anda yang sebelumnya sudah terbentuk. Komunitas Hijau dibuat dengan tujuan menciptakan wadah bagi warga untuk terlibatdalamupayamenciptakanKotaHijau. Aktifkan komunitas Anda, atau bergabunglah dengan Komunitas yang sudah ada. Jadilah bagiandaripembuatperubahan,perintisatau pionir-pionir di wilayah masing-masing untuk mewujudkan impian Kota Hijau! Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengawali terbentuknya Komunitas Hijau. Melalui gerakan bersama, Komunitas Hijau memiliki kemampuan untuk membuat perubahan. Dengan cara apa? 1. Menjadi saluran penghubung antara warga dengan pemerintah, 2. Mengadopsi area hijau langsung di luar pintu rumah 3. Menciptakan rasa hormat terhadap ruang hijau publik 4. Meningkatkan partisipsi warga dalam berbagai aksi hijau 5. Melakukan transformasi ruang yang tidak terpakai menjadi area hijau Komunitas sendiri merupakan perkumpulan yang sifat keanggotaannya biasanya terbuka, cair, dan berorientasi sosial. Ada banyak contoh komunitas yang sudah ada dalam lingkup Kota Hijau. Misalnya, Komunitas Pondok Hijau, Komunitas Hijau Bumi Alam Lestari, Komunitas Hijau Belitung, Green Community UI, dan lain-lain. Jangan lupa, komunitas juga punya kekuatan untuk berjejaring. Indonesia Berkebun dan Komunitas Bike to Work adalah contohnya. Jadi, sahabat komunitas, kini saatnya bergerak! 139KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 149.
    140 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 150.
    141KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 151.
    Green community 142 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 152.
    Beberapa Kegiatan Green Communitydi masyarakat, Beberapa contoh kegiatan peduli lingkungan yang digerakan oleh Forum Komunitas Hijau si seluruh Indonesia 143KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 153.
    foto kegiatan forumkomunitas hijau 144 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 154.
    145KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 155.
    Setelah membaca bab8, apa saja kegiatan yang sudah komunitasmu lakukan dalam mendukung aksi kota hijau? Apakah komunitasmu bekerja sama dengan komunitas lainnya di daerahmu? Apakah komunitasmu melibatkan pihak pemerintah dan swasta dalam melakukan berbagai kegiatan sosialisasi kota hijau? Bagaimana cara yang dilakukan oleh komunitasmu untuk menggalang kebersamaan “membangun” kota hijau? Apakah komunitasmu memiliki program khusus yang disampaikan untuk kalangan tertentu (nak-anak, remaja, orang tua, ibu rumah tangga, penyandang cacat, dsb) 146 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 156.
    147KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 157.
    148 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 158.
    Membaca Lingkungan, Merencanakan Program Ayo Beraksi.... 149KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 159.
    Menandai Persoalan yangAda Masalah lingkungan terjadi di mana-mana. Termasuk di lingkungan kita. Maka, pertama-tama, cermatilah apa yang terjadi di sekitar Anda. Mulai sekarang, Anda harus berpikir dengan pola P2KH. Artinya, cobalah memandang permasalahan lingkungan Anda berdasarkan 8 Atribut Kota Hijau yang sudah diperkenalkan di bab sebelumnya. Pertanyaan-pertanyaan ‘pancingan’ ini mungkin bisa membantu. • Adakah lahan kosong yang tidak dimanfaatkan di sekitar Anda? • Bagaimana sistem pembuangan sampah di lingkungan Anda? • Apakah perilaku warga dalam membuang sampah sudah benar? • Apakah saluran air di sekitar Anda mengalir lancar? • Di manakah anak-anak bermain? Di jalan, di halaman, atau tidak pernah keluar rumah? • Apakah sungai di tempat Anda bersih dan lancar alirannya? • Bagaimana perilaku hemat energi di lingkungan Anda? Masih banyak contoh masalah lain. Silakan dirinci. Sebanyak-banyaknya, dan selengkap- lengkapnya. Kemudian, cobalah menyusun skala prioritas. Mana yang paling mendesak untuk diselesaikan? Mana yang bisa dikerjakan bersama? Dan, ini yang paling penting: mana yang realistis untuk dimulai? Bacalah Lampiran 1. Agenda Aksi Komunitas Hijau, sebagai panduan. Lalu, isilah kolom berikut sebagai awal perencanaan kegiatan komunitas. CATATAN MASALAH LINGKUNGAN KOMUNITAS WARGA .................................................................................................................... CONTOH CONTOH Prioritas Masalah di Tempat Tinggal Saya .... Solusinya.... Yang bisa dilakukan 1 Lahan kosong di belakang bengkel suka dijadikan tempat sampah, suka ada preman ngumpul, anak remaja kadang gelut di situ, pernah ditemu- kan kaleng bekas miras. Pertanian Perkotaan Mengajak warga menanami lah- an kosong biar nggak ada yang buang sampah sembarangan, dan tidak dipakai untuk maksiat nantinya 2 Selokan mampet di beberapa bagian Membuang sampah yang memenuhi selokan Kerja Bakti mingguan 3 Tepi sungai tidak terurus, suka jadi tempat sampah Jalur Hijau Menata jalur hijau 150 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 160.
    Catatan Masalah LingkunganKomunitas Warga ... kalau wilayah Anda sudah punya Green Map, atau Peta Hijau, manfaatkan saja! RENCANA KERJA ANDA Catatan : Prioritas Masalah di Tempat Tinggal Saya .... Yang bisa dilakukanSolusinya... 151KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 161.
    Apa yang akandilakukan? Tujuan Hasilnya Mengumpulkan warga Menginformasikan rencana menanami lahan kosong kepada warga, mendata siapa yang mau berpartisipasi. Kesepakatan mengolah lahan kosong. Data warga yang mau berpartisipasi. Membuang sampah yang memenuhi selokan Kerja Bakti mingguan Mengurus perijinan Mendapatkan ijin menanami lahan kosong dari pihak berwenang Ijin melaksanakan kegiatan Membentuk tim dan membagi tugas Mendapatkan anggota tim dan berbagi pekerjaan Tim yang siap bekerja Pembagian tugas dan tanggungjawab, dll. Mencari informasi Mendapatkan informasi sebanyak- banyaknya mengenai urban farming atau bertani di lahan kosong Rencana kerja secara tertulis, tanaman yang dipilih, alat-alat yang harus disiapkan, dll. Mengumpulkan biaya perlengkapan Mendapatkan alat kerja. Mengetahui apa-apa yang masih kurang, dan mengusahakannya. Mengumpulkan dan mengelola dana Perlengkapan siap digunakan. Simpanan dana untuk dikelola. Belanja kebutuhan Mendapatkan alat-alat kerja dan benih yang dibutuhkan Alat kerja, benih, konsumsi. Membersihkan lahan Lahan siap ditanami Menyiapkan benih Benih siap ditanamkan Menanam Menyiram Memelihara tanaman Menyiangi Memelihara tanaman Piket Pengawasan dan pengontrolan Tim Piket warga Menyiapkan konsumsi Botram aja! Panen Memetik hasilnya Hasil panen untuk anggota, kalau berlebih, dibagikan ke orang luar Bagi hasil Idem Dokumentasi Menginformasikan dan mengarsipkan Album Foto, upload foto dan informasi ke jaringan dan media sosial, dll. Merencanakan Aksi Berdasarkan skala prioritas, kini Anda sudah punya program Kota Hijau untuk dikerjakan di lingkungan Anda. Kita sebut ini sebagai Aksi Hijau. Langkah selanjutnya adalah menentukan faktor apa yang mau diubah, dibangun, atau dikembangkan dengan program Anda. AKSI HIJAU KOMUNITAS WARGA : Menanami Tanah Kosong di RW 04 (belakang bengkel) seluas 400 m2 CONTOH 152 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 162.
    Aksi Hijau KomunitasWarga : RENCANA KERJA ANDA Apa yang akan dilakukan? Tujuan Hasilnya 153KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 163.
    Berbagi Tugas Sekarang, ajaktim Anda untuk berbagi tugas dan menetapkan jadwal kerja. Tabel berikut ini bisa membantu. AKSI HIJAU KOMUNITAS: Menanami Tanah Kosong di RW 04 (belakang bengkel) seluas 400 m2 RENCANA KERJA CONTOH Kebutuhan Tim Siapa yang akan melakukan? Jadwal Kerjanya... Mengumpulkan warga Mengurus perijinan Membentuk tim dan membagi tugas Mencari informasi Mengumpulkan biaya perlengkapan Belanja kebutuhan Membersihkan lahan Menyiapkan benih Menanam Menyiram Menyiangi Piket Menyiapkan konsumsi Panen Bagi hasil Dokumentasi 154 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 164.
    Aksi Hijau Komunitas: RENCANA KERJA ANDA Kebutuhan Tim Siapa yang akan melakukan? Jadwal Kerjanya... ... kalau wilayah Anda sudah punya Komunitas, apalagi yang berhubungan dengan lingkungan, kontaklah mereka! Bisa jadi mereka sudah menyiapkan ini. Kalau belum, mengapa Anda tidak memulainya? Tawarkan gagasan Anda pada mereka. Kalau gagasan Anda ditolak karena mereka sudah punya prioritas lain, mengapa tidak mengawalinya sebagai proyek Anda sendiri? Buatlah komunitas sendiri untuk mewujudkan gagasan Anda! Pasti banyak pihak yang terpesona pada ide-ide menarik Anda dalam Aksi Hijau... 155KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 165.
    Dana Anggaran Walautidak selalu merupakan hal yang utama, dana awal dibutuhkan untuk bergerak. Setiap proyek komunitas harus memiliki perkiraan dan catatan tertulis mengenai kebutuhan dan dana yang dimiliki. Dana awal biasanya bersumber dari donatur pribadi, atau iuran warga. Jumlahnyatidakselalumencukupi.Namun,SahabatKomunitas,janganlahketerbatasandana menghalangi niat mulia Anda. Bergeraklah dengan dana yang ada, kelola sebaik mungkin. Proyek komunitas bermula dari inisiatif komunitas secara mandiri. Semangatnya gotong- royong, baik dalam berbagi tugas, tanggungjawab, termasuk pembiayaan. Ingatlah selalu hal ini. Walaupun kelak banyak pihak akan membantu, jagalah selalu kemandirian komunitas. Perkara anggaran, jangan lupa mencatat semua pemasukan dan pengeluaran, disertai bukti-bukti seperlunya. Lakukan pertanggungjawaban keuangan secara terbuka. Komunitas bertitiktolak dari keterbukaan dalam segala hal, termasuk dalam persoalan keuangan dan pembiayaan. Ketidakterbukaan berpotensi menghadirkan konflik, yang bisa berujung pada perpecahan komunitas. Jangan sampai ini terjadi. Beberapa strategi bisa dilakukan komunitas untuk menggalang dana dan sumberdaya secara kreatif, tanpa harus meminta-minta sana-sini. • Membagi-bagi program menjadi satuan kecil, kemudian ‘memasarkan’ kepada warga atau pihak lain yang tertarik untuk membantu. Misalnya, dalam Pertanian Perkotaan, catat dan perhitungkan sebisanya apa saja yang dibutuhkan, kemudian tawarkan siapa yang bersedia menanggung itu sendirian atau bersama-sama. 156 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 166.
    • Mengajak pihaklain menjadi mitra adopsi, dan memberikan reward tertentu. Misalnya, dalam perawatan Hutan Kota, jelas dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk merawat pepohonan. Tawarkan kepada warga atau komunitas, siapa yang mau mengadopsi pohon tertentu sebagai ‘anak asuh’. Orangtua asuh akan menyediakan pembiayaan dan tenaga yang diperlukan untuk anak asuhnya. Beberapa komunitas bahkan bisa bergerak lebih jauh. Mereka juga menawarkan kepada sekolah-sekolah untuk bermitra dengan mencari ‘kakak asuh’, yaitu anak-anak sekolah, bagi pohon-pohon yang perlu dirawat. Orangtua asuh lantas bermitra dengan anak-anak sekolah setempat sebagai ‘kakak asuh’. Dengan cara ini, komunitas bisa menggaet jaringan kemitraan yang beragam. Sementara, di sisi lain, setiap mitra mendapatkan manfaat yang luarbiasa. Pihak sekolah mendapatkan laboratorium alam, sementara siswa sekolah mendapatkan kesempatan praktik. Cara ini bisa ditempuh untuk berbagai program, mulai dari beternak hingga merawat taman-taman kota. • Membuat merchandise. Kaos, mug, payung, buku, apapun yang bernilai jual. Buka toko komunitas. Anak-anak di luar negeri kerap membuat garage sale untuk mengumpulkan dana. Atau menjual makanan. Ajak ngobrol anggota komunitas. Mereka bisa urun rembug soal ini. • Menyelenggarakan event untuk menggalang dana. Pilih event atau kegiatan yang sesuai dengan misi komunitas Anda. Event ini, selain dapat mempublikasikan atau mempromosikan kegiatan komunitas, juga sekaligus merupakan momen penggalangan dana. Nah, itulah beberapa contoh cara menggalang dana secara kreatif, sekali lagi, tanpa harus meminta-minta atau menunggu uluran tangan pihak lain! 157KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 167.
    Buka Jaringan Mewujudkan KotaHijau adalah pekerjaan besar yang membutuhkan semua sumber daya, untuk bisa meraih mimpi yang kita cita-citakan bersama. Karena itu, setelah memiliki tim dan rencana kerja yang jelas, kini saatnya Anda mengembangkan kemitraan dengan pihak lain. Sahabat Komunitas, di sekitar kita, banyak sesungguhnya pihak-pihak yang dapat diajak bekerjasama. Mereka bisa membantu kita dalam banyak hal: menyediakan informasi, melatih atau berbagi keterampilan, berbagi lahan, hingga bergotong-royong membantu pembiayaan yang dibutuhkan. Inilah beberapa mitra yang bisa Anda libatkan. • Instansi/dinas pemerintah/aparat lokal untuk mengurus perijinan, memetakan lokasi, membantu menghubungkan komunitas dengan mitra lainnya, menyediakan fasilitas, informasi, termasuk saran dan konsultasi P2KH. • Industri untuk membantu pembiayaan, menyiapkan materi yang dibutuhkan, menyediakan tenaga ahli atau berbagi keterampilan. Perusahaan atau industri memiliki kewajiban untuk menyisihkan sebagian keuntungan bagi program-program Corporate Social Responsibility (CSR) yang ditujukan bagi pengabdian masyarakat atau meningkatkan kualitas kehidupan warga di sekitar kawasan tempat industri beroperasi. Beberapa program lokal P2KH dibiayai oleh industri melalui jalur CSR. • Komunitas lain untuk sharing informasi, saran dan konsultasi, menyediakan tenaga ahli, melaksanakan agenda bersama (kalau kebetulan ada), memfasilitasi kebutuhan, menghubungkan dengan pihak lain, dan sebagainya. • Media Massa membantu mempublikasikan dan mempromosikan kegiatan komunitas, secara tak langsung membantu menghubungkan komunitas dengan pihak lain, membentuk opini positif bagi komunitas dan aktivitasnya. Cobalah membuat catatan mengenai pihak-pihak yang bisa Anda ajak bermitra. Tidak perlu ragu-ragu untuk meminta bantuan. Namun demikian, pengalaman menunjukkan bahwa hanya niat tulus membangun Kota Hijau sajalah yang akan dilapangkan dan dilancarkan mendapatkan bantuan dari mana saja. 158 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 168.
    159KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 169.
    AKSI HIJAU KOMUNITAS: MenanamiTanah Kosong di RW 04 (belakang bengkel) seluas 400 m2 DATA KEMITRAAN Mitra Alamat dan Contact Person Bantuan Kemitraan Dinas Tata Kota Dinas Tata Kota Tim P2KH Kabupaten pak Hasan Gani, 0823 6788 xxxx Konsultasi P2KH, Data CSR Bengkel Mobil Haji Munif (pemilik) Membantu pembiayaan RT/RW Pak Mardi (ketua RT) Pak Frans (ketua RW) Ijin dan partisipasi, menggalang anggota lain Dosen Pertanian Bu Lydia Cara menanam dan membuat pupuk sendiri. Mengajarkan bertanam organik Mahasiswa, wartawan Syifa (anak pak Haji) Publikasi media, publikasi media sosial Gapoktan (Gabungan Kelompok Pertanian Perkotaan) Bp dan Ibu Andy Chan, 022-8888xxxx Mau bagi benih, mengundang panen raya, bagi pengalaman juga. Bu Chan punya toko online sayur organik. CONTOH 160 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 170.
    Aksi Hijau KomunitasAnda (Data Kemitraan) RENCANA KERJA ANDA Mitra Alamat dan Contact Person Bantuan Kemitraan Catatan : 161KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 171.
    162 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 172.
    ForumKotaHijau(FKH)adalahwadahtempatKomunitasHijaudisetiapwilayahdapatberkumpul dan saling berbagiinformasi, pengalaman, saran, dan praktik-praktik terbaik. FKH menjadi semacam pusat informasi bagi setiap Aksi Hijau. Jika memungkinkan, FKH hendaknya memiliki sekretariat tersendiri sehingga dapat mendirikan pusat dokumentasi dan informasi Aksi Hijau. FKH yang sudah mapan bisa menjadi pusat sinergi Aksi Hijau bagi komunitas maupun mitra yang terlibat. Jika di kota Anda belum terdapat FKH, Anda bisa menggalang inisiatif bersama untuk membentuknya. Walaupun setiap komunitas kemungkinan memiliki isu yang berbeda-beda, namun semua Aksi Hijau ditujukan untuk tujuan yang sama: mewujudkan impian Kota Hijau. Karena itu, hubungan antar komunitas dalam FKH mesti didasarkan pada kesetaraan dan kebersamaan untuk membuat perubahan yang lebih baik bagi kita semua. Kamimenyediakanmateri-materisosialisasiyang‘fun’danedukatifuntukmenginformasikan warga tentang Kota Hijau. Setiap komunitas akan dibekali satu Paket Hijau berisi dengan Buku Panduan Kota Hijau, Modul Komunitas (yang sedang Anda pegang ini), Buku Kecil P2KH untuk Masyarakat, juga alat bantu lainnya berbentuk permainan seperti Ular Tangga P2KH, Kuartet P2KH, poster, leaflet/brosur, stiker dan flyer. Lihat lampiran di belakang untuk cara memainkannya:) Materi-materi ini dapat diperoleh di Dinas Tata Kota setempat dan/atau FKH di kota Anda. bergabunglah dengan fkh kota 163KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 173.
    Kota Banda Aceh- FKH Bustanulsalatin Abdul Muthalib - 0813 6088 4266 Kota Medan - FKH Medan Kota Bukit Tinggi - Bukittinggi Go Green Nasrul M. Phietra - 08126713238 Kota Pariaman - FKH Pariaman Kota Sawahlunto - Komunitas Hijau Sawahlunto Ika Meliana - 082388615515 komunitashijaukotasawahlunto@yahoo.co.id fb : komunitashijaukotasawahlunto@yahoo.co.id Kabupaten Pesisir Selatan FKH Kabupaten Pesisir Selatan Kota Batam fb : Forum Komunitas Hijau Kota Batam Kota Tanjung Pinang - Forum Kota Hijau TPI TPikotahijau@yahoo.com fb : Forumkotahijau TPi (people), Forum Komunitas Kota Hijau Tanjungpinang (page) Kota Pagar Alam - Komunitas Hijau Kota Pagar Alam 02730623500 greencitycommunity.pagaralam@gmail.com fb : Komunitas Hijau Kota Pagar Alam web : kotahijaupagaralam.wordpress.com Kota Bandar Lampung - Komunitas Hijau Bandar Lampung Eman - 0821 7679 0489 fb : Komunitashijau Kotabandarlampung tw : @HijaunyaBandarL Kota Metro - Komunitas Hijau Kota Metro YB Beja - 0812 728 0836 petahijaukotametro@yahoo.co.id fb : Komunitas Hijau Kota Metro tw : @HijaunyaMetroku Kota Bogor - FKH Kota Bogor Fajar Erismoko - 0812 934 7548 fkhkotabogor@yahoo.co.id fb : komunitas hijau kota bogor tw : @bogorhejo web : www.bojorhejo.com Kabupaten Bandung - FKH Kabupaten Bandung Kabupaten Bekasi - D’Green Community Agung Setiawan Kabupaten Ciamis - FKH Kab. Ciamis Iwan Setiawan - 0813 2364 5470 cai_team08@yahoo.com - fb : cai_team_ciamis Kabupaten Kuningan - FKH Kab.Kuningan Avo Juhartono - 0232-871607 FKH.kuningan@yahoo.com Kabupaten Tasikmalaya - FKH Kabupaten Tasikmalaya Kota Salatiga - Forum Salatiga Hijau Titi Permata - 0856 2681 839/ 0818 0249 1177 forumsalatigahijau@gmail.com fb : FORSH Forum Salatiga Hijau (grup) Forsh Salatiga (people) Kota Semarang - Komunitas Hijau Semarang Winarso, Yuli, Ferry 0813 2552 9956/024-354 1529, 0857 4092 5601, 0816 4246 954 milis : komhijausemarang@yahoogroups.com Kabupaten Blora - Komunitas Hijau Blora Rini Widiastuti - 0812 252 0636 p2khkab.blora@gmail.com - fb : Kota hijau blora Kabupaten Jepara - FKH Jepara Ashar Ekanto - 0813 2570 0900 Kabupaten Kudus - Komunitas Hijau Kudus Muhammad Syaifuddin, Eni - 0878 3359 0270/0291-430080, 0856 4004 3363 - komunitashijaukudus@yahoo.co.id Kabupaten Pati - FKH Kab.Pati Mugiharjo 0857 4029 4700/0813 9026 3299 forumkomunitashijau_pati@yahoo.co.id Kabupaten Brebes - FKH Kab. Brebes Kustiyanto - 0813 9190 0290/ 0283-870021 Kabupaten Pacitan Kabupaten Kendal - FKH Kab.Kendal Fran S. Susena, Sukamto0858 7664 5566/0813 2576 9950, 0813 9055 0109 - email : bumihijaukendal@gmail.com Daftar forum komunitas hijau 164 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 174.
    Kabupaten Pekalongan -Greeneration Pekalongan fb : Greeneration Pekalongan Kabupaten Rembang Dwi Wiyono, M. Imam Tamimi 0813 2578 6870, 0812 2569 0219 Kabupaten Pemalang - FKH Kab. Pemalang Eko Prasetyo - 0857 1991 8970 dhiemaz_prasetyo@yahoo.com - Kota Surakarta - Forum Solo Hijau Sessario Bayu M - 0856 9135 2689/0271-796 3116 forumsolohijau@gmail.com fb : Solo Kota Hijau (people page) tw : @SoloKotaHijau web : www.solokotahijau.com Kabupaten Banyumas - Komunitas Hijau Banyumas Henry Budi Nursetyo 0857 4718 6998/028 1769 3878 henrybudi25@yahoo.com fb : Komunitas Hijau Banyumas (grup/page) Kabupaten Purbalingga - FKH Purbalingga Kabupaten Sukoharjo - FKH ‘Wijaya Kusuma’ Noor Eko Handriyanto - 0857 2919 8403 - Kota Yogyakarta - FKH Kota Yogyakarta Totok, Endang Rohjiani, Endang (0815 7877 6076) totokpratopocode@yahoo.com Kabupaten Kulonprogo - FKH Kulonprogo Setyo Dharmodjo, Saptana Tandjung 0274-774 638, 0813 2855 6931 setyodharmodjo@yahoo.co.id fb : P2KH Kulon Progo Kabupaten Sampang - FKH Kab. Sampang Siswo Budi Utomo, Agus Sudradjad 0812 161 1375, 0812 3428 4388 kotahijausampang@yahoo.com fb : kota hijau sampang Kabupaten Sidoarjo Aisyah Baadillah - 0856 3368 065 Kabupaten Bangkalan Totok Purwianto - 0813 5713 3633 Kota Blitar - FKH Blitar Kota Hijau Didik Yuli - 0856 4891 9333 wanagardennursery@yahoo.com - fb : BlitarKotaHijau Kota Malang - FKH Kota Malang Ferry Augusta 0858 5575 6999 - fb : malang_kotahijau Kota Probolinggo - FKH Kota Probolinggo Diah Sajekti Kabupaten Bondowoso Go Green Kabupaten Bondowoso Veni Sevia Febriyanti 08523663100 bondowosogogreen@yahoo.co.id fb : Go Green Bondowoso Kabupaten Jombang - FKH Jombang Jalaluddin Hambali - 0812 3590 5090 jalaljp@yahoo.com, jalaljepe@gmail.com Kabupaten Nganjuk Kabupaten Ngawi Anang - 0868 5188 8418 Kabupaten Probolinggo - FKH Kota Kraksaan 0852 3306 9336 fb : Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Kraksaan Kabupaten Malang - Green Community Kab. Malang Arif Rifai - 0856 4998 3183 Kabupaten Badung - FKH BADUNG - Kota Mataram - FKH Kota Mataram Sapta Arli Kasim - 0878 6160 7177 fb : greenmapkotamataram Kabupaten Lombok Tengah - FKH Praya Saiful - 0817 3656 61 komunitashijaupraya@yahoo.com Kabupaten Sumbawa Forum Komunitas Hijau Samawa Rea Siti Aminah - 0819 0906 3671/0819 0923 9757/0371 21350 - fhsr.sumbawa@yahoo.com - fb : Sumbawaku Hijau Kota Gorontalo - Kabupaten Pohuwato - Kota Makassar - Kota Parepare - FKH Parepare Amir Maisa Noor - 0852 1412 6222 fkh.pare@yahoo.com fb : Fkh Parepare, web : fkhpare.wordpress.com 165KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 175.
    Kabupaten Luwu Timur - Kota Bau-Bau Muh. Filtar - 0823 4920 8711 Kota Kendari - FKH Kota Kendari 0813 4170 0846 kendarippkh@yahoo.co.id, lihin76@yahoo.com Kota Palu - FKH Kota Palu Muhammad Ruslan - 0813 4128 8168/0813 4118 4690 allan.gafur@gmail.com - fb : Ruang Terbuka Hijau Kita (RTH Dia-LO-Gue)Grup, Komunitas Hijau Kota Palu (Palu Green Community)Page - tw : @mrallanpeacock Kota Ambon - Forum Kalesang Ambon Hijau Elisabeth Radjawane - 0911-311190/0911-353546 ambonkotahijau@yahoo.com - tw : @ambonhijau Kota Padang - Kabupaten Bintan - Kota Pangkal Pinang Komunitas Hijau Kota Pangkal Pinang Fajar H - 0717-434047/0717-421 794 komunitashijaukotapangkalpinang@yahoo.com fb : Komunitas Hijau Kota Pangkalpinang (grup page) tw : @KomHijauPklpinang Kabupaten Lampung Barat - Kabupaten Way Kanan - Kota Bandung - Kota Bekasi - FKH Kota Bekasi Dhany Wahab - 0816 1658 993 dhanywahab@dakta.com Kota Tasikmalaya - FKH Kota Tasikmalaya Dadan Sukandar - 0813 2001 0211/026 534 6393 resikgreen@gmail.com - Kabupaten Luwu Kota Pasuruan fb : Fkh Kotapasuruan (people), Pasuruan hijau (people) Kabupaten Gresik Ramelan 085733147520 fb : P2KH Gresik Kabupaten Lamongan Kabupaten Pasuruan - FKH Kab. Pasuruan forumhijaupasuruan@yahoo.com fb: FORUM HIJAU PASURUAN (group) - tw : @fh_pasuruan web : forumhijaupasuruan.wordpress.com” Kota Batu - FKH Kota Batu Krisna - 0819 3777 7558 - batukotahijau@gmail.com fb: Batu Kota Hijau Bkh (people), Forum “”Batu Kota Hijau”” (page) tw : @batukotahijau - web : batukotahijau.org” Kota Banjarmasin - FKH Kota Banjarmasin Muhammad Yusuf - 0815 2161 5101 fkhbanjarmasin@gmail.com Kabupaten Bima - FKH Woha Firdaus Umar - 85338666515 Kota Kupang - Kabupaten Sumba Tengah FKH Waibakul Melkianus Umbu Ngailu 0813 3743 3735 FKH.waibakul@gmail.com - fb : Komunitas Hijau Waibakul Kabupaten Sumba Barat - FKH Waikabubak Dominikus Moda - 0821 4770 6373 Kabupaten Bellu Adi Adv - 0813 3729 4457 Kabupaten Bolaang Mongondow - FKH Kota Lolak Yuldi Paputungan - 0857 5735 9029 yuldi_paputungan@yahoo.com, yuldi67@yahoo.com Kabupaten Polewali Mandar - - Kabupaten Tojo Una Una Irwan 0821 9335 3561 Kabupaten Jayapura - Green Bhuyakha 0852 4418 2519 - greenbhuyakha@gmail.com Kabupaten Nabire - FKH Nabire komunitashijaunabire@gmail.com fb : komunitashijaunabire 166 KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 176.
    Setelah membaca bab8, apa langkah yang akan kamu lakukan untuk membentuk komunitas di sekitarmu? Bagaimana caramu untuk memberdayakan komunitas yang sudah ada? Apa saja kegiatan yang akan kamu lakukan untuk menggiatkan komunitas di sekitarmu? 167KOTA HIJAU - Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 177.
    168 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 178.
    169KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 179.
    170 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 180.
    171KOTA HIJAU -Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama
  • 181.
    172 KOTA HIJAU- Menyatukan Harapan, Langkah, dan Aksi Bersama