BUNGA
RISIKO PERUBAHAN TINGKAT
KELOMPOK 3
M. JIHAD AR RABBANI
M. BAGAS AZINDANI
ANGGOTA KOLOMPOK
8.1 KARAKTERISTIK RISIKO PERUBAHAN TINGKAT BUNGA
Perubahan tingkat bunga bisa mengakibatkan 2 tipe risiko :
1. Risiko perubahan pendapatan : Pendapatan bersih perusahaan
berubah, yaitu berkurang dari yang diharapkan
2. Risiko perubahan nilai pasar : nilai pasar berubah karena
perubahan tingkat bunga, yaitu berubah menjadi lebih kecil
8.1.1 RISIKO PERUBAHAN PENDAPATAN
Ada 2 jenis risiko yang dihadapi perusahaan yaitu risiko penginvestasian kembali dan
risiko pendanaan kembali :
1. Risiko penginvestasian kembali
Risiko bahwa tingkat bunga menurun, sehingga pendapatan dari hasil investasi (seperti
bunga atau dividen) harus diinvestasikan kembali pada tingkat bunga yang lebih rendah.
untuk tahun pertama perusahaan dapat memperoleh penghasilan bunga sebesar 12% dan
membayar kewajiban sebesar 10%, dengan demikian perusahaan mendapat keuntungan
sebesar 2% (12%-10%). Sedangkan untuk keuntungan tahun kedua bergantung dari tingkat
bunga investasi obligasi yang akan diperoleh pada tahun kedua, misalkan perusahaan
kembali memperoleh tingkat bunga sebesar 12% maka perusahaan akan kembali mendapat
keuntungan
2. Risiko pendanaan kembali
Risiko bahwa tingkat bunga naik, sehingga biaya pendanaan baru atau utang
yang diperbarui menjadi lebih mahal.
Untuk tahun pertama perusahaan memperoleh penghasilan bunga sebesar 12%
dan membayar kewajiban sebesar 10% dengan demikian perusahaan
mendapat keuntungan sebesar 2%. Sedangkan untuk tahun kedua perusahaan
akan bergantung pada tingkat bunga obligasi yang dipakai untuk mendanai
investasi pada tahun kedua
8.1.2 RISIKO PERUBAHAN HARGA PASAR
Perubahan tingkat bunga bisa menyebabkan perubahan nilai pasar aset
dan dan kewajiban yang dipegang oleh perusahaan. jika penurunan nilai
aset lebih besar dibandingkan dengan penurunan nilai kewajiban maka
perusahaan mengalami kerugian, begitupun sebaliknya.
8.2 PENGUKURAN RISIKO PERUBAHAN TINGKAT
BUNGA
Tujuan pengukuran risiko perubahan tingkat bunga adalah untuk mengetahui
sejauh mana perubahan tingkat suku bunga dapat memengaruhi posisi
keuangan suatu lembaga, baik dari sisi pendapatan maupun nilai pasar aset
dan kewajiban. Dengan melakukan pengukuran yang tepat, bank dapat
mengambil keputusan yang lebih akurat dalam hal investasi dan pendanaan,
serta menjaga keseimbangan antara aset dan kewajiban agar tetap aman dari
dampak negatif perubahan bunga. Selain itu, pengukuran risiko ini juga
membantu menjaga stabilitas pendapatan bunga bersih (Net Interest Income)
dan melindungi nilai ekonomi perusahaan dalam jangka panjang melalui
strategi seperti imunisasi, yaitu penyamaan durasi antara aset dan kewajiban.
Dalam pengukuran risiko perubahan tingkat bunga terdapat 3 metode :
1. Repricing model
A. Konsep dasar
Metode repricing atau gap analysis menilai risiko berdasarkan perbedaan waktu
penyesuaian tingkat bunga (repricing) antara aset dan kewajiban.
Fokus utamanya adalah pada pendapatan bunga bersih (Net Interest Income),
bukan pada nilai pasar aset.
B. langkah perhitungan
Mengelompokkan aset dan kewajiban menurut jangka waktu repricing
Menghitung Rate Sensitive Asset (RSA) dan Rate Sensitive Liability (RSL).
Menentukan gap bunga = RSA – RSL.
Jika tingkat bunga berubah, pendapatan bunga bersih akan berubah sebesar
gap × perubahan suku bunga.
2. Maturity Model
A. Konsep dasar
Metode jangka waktu (maturity model) mengukur risiko bunga
berdasarkan jangka waktu jatuh tempo aset dan kewajiban.
Pendekatan ini melihat seberapa jauh perbedaan waktu antara
aset yang diterima dan kewajiban yang harus dibayar.
B. Langkah Langkah
Hitung rata-rata jangka waktu aset (MA) dan kewajiban (ML).
Jika MA = ML →kondisi imunisasi, artinya perubahan suku
bunga tidak memengaruhi nilai bersih bank.
Jika MA > ML →bank lebih sensitif terhadap kenaikan bunga.
Jika MA < ML →bank sensitif terhadap penurunan bunga.
3. Duration model
A. Konsep dasar
Durasi menunjukkan rata-rata waktu tertimbang arus kas (cash flow) suatu
aset.
Semakin panjang durasi →harga lebih sensitif terhadap perubahan
bunga.
Semakin pendek durasi →harga lebih stabil.
B. Langkah langkah
Tentukan arus kas (cash flow) tiap periode.
Diskontokan dengan tingkat yield (bunga pasar) untuk memperoleh
present value (PV).
Kalikan PV dengan waktu penerimaan kas.
Jumlahkan seluruhnya dan bagi dengan total nilai pasar obligasi.
TERIMA
KASIH

MANAJEMEN RESIKOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO.pdf

  • 1.
  • 2.
    M. JIHAD ARRABBANI M. BAGAS AZINDANI ANGGOTA KOLOMPOK
  • 3.
    8.1 KARAKTERISTIK RISIKOPERUBAHAN TINGKAT BUNGA Perubahan tingkat bunga bisa mengakibatkan 2 tipe risiko : 1. Risiko perubahan pendapatan : Pendapatan bersih perusahaan berubah, yaitu berkurang dari yang diharapkan 2. Risiko perubahan nilai pasar : nilai pasar berubah karena perubahan tingkat bunga, yaitu berubah menjadi lebih kecil
  • 4.
    8.1.1 RISIKO PERUBAHANPENDAPATAN Ada 2 jenis risiko yang dihadapi perusahaan yaitu risiko penginvestasian kembali dan risiko pendanaan kembali : 1. Risiko penginvestasian kembali Risiko bahwa tingkat bunga menurun, sehingga pendapatan dari hasil investasi (seperti bunga atau dividen) harus diinvestasikan kembali pada tingkat bunga yang lebih rendah. untuk tahun pertama perusahaan dapat memperoleh penghasilan bunga sebesar 12% dan membayar kewajiban sebesar 10%, dengan demikian perusahaan mendapat keuntungan sebesar 2% (12%-10%). Sedangkan untuk keuntungan tahun kedua bergantung dari tingkat bunga investasi obligasi yang akan diperoleh pada tahun kedua, misalkan perusahaan kembali memperoleh tingkat bunga sebesar 12% maka perusahaan akan kembali mendapat keuntungan
  • 5.
    2. Risiko pendanaankembali Risiko bahwa tingkat bunga naik, sehingga biaya pendanaan baru atau utang yang diperbarui menjadi lebih mahal. Untuk tahun pertama perusahaan memperoleh penghasilan bunga sebesar 12% dan membayar kewajiban sebesar 10% dengan demikian perusahaan mendapat keuntungan sebesar 2%. Sedangkan untuk tahun kedua perusahaan akan bergantung pada tingkat bunga obligasi yang dipakai untuk mendanai investasi pada tahun kedua
  • 6.
    8.1.2 RISIKO PERUBAHANHARGA PASAR Perubahan tingkat bunga bisa menyebabkan perubahan nilai pasar aset dan dan kewajiban yang dipegang oleh perusahaan. jika penurunan nilai aset lebih besar dibandingkan dengan penurunan nilai kewajiban maka perusahaan mengalami kerugian, begitupun sebaliknya.
  • 7.
    8.2 PENGUKURAN RISIKOPERUBAHAN TINGKAT BUNGA Tujuan pengukuran risiko perubahan tingkat bunga adalah untuk mengetahui sejauh mana perubahan tingkat suku bunga dapat memengaruhi posisi keuangan suatu lembaga, baik dari sisi pendapatan maupun nilai pasar aset dan kewajiban. Dengan melakukan pengukuran yang tepat, bank dapat mengambil keputusan yang lebih akurat dalam hal investasi dan pendanaan, serta menjaga keseimbangan antara aset dan kewajiban agar tetap aman dari dampak negatif perubahan bunga. Selain itu, pengukuran risiko ini juga membantu menjaga stabilitas pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) dan melindungi nilai ekonomi perusahaan dalam jangka panjang melalui strategi seperti imunisasi, yaitu penyamaan durasi antara aset dan kewajiban.
  • 8.
    Dalam pengukuran risikoperubahan tingkat bunga terdapat 3 metode : 1. Repricing model A. Konsep dasar Metode repricing atau gap analysis menilai risiko berdasarkan perbedaan waktu penyesuaian tingkat bunga (repricing) antara aset dan kewajiban. Fokus utamanya adalah pada pendapatan bunga bersih (Net Interest Income), bukan pada nilai pasar aset. B. langkah perhitungan Mengelompokkan aset dan kewajiban menurut jangka waktu repricing Menghitung Rate Sensitive Asset (RSA) dan Rate Sensitive Liability (RSL). Menentukan gap bunga = RSA – RSL. Jika tingkat bunga berubah, pendapatan bunga bersih akan berubah sebesar gap × perubahan suku bunga.
  • 9.
    2. Maturity Model A.Konsep dasar Metode jangka waktu (maturity model) mengukur risiko bunga berdasarkan jangka waktu jatuh tempo aset dan kewajiban. Pendekatan ini melihat seberapa jauh perbedaan waktu antara aset yang diterima dan kewajiban yang harus dibayar. B. Langkah Langkah Hitung rata-rata jangka waktu aset (MA) dan kewajiban (ML). Jika MA = ML →kondisi imunisasi, artinya perubahan suku bunga tidak memengaruhi nilai bersih bank. Jika MA > ML →bank lebih sensitif terhadap kenaikan bunga. Jika MA < ML →bank sensitif terhadap penurunan bunga.
  • 10.
    3. Duration model A.Konsep dasar Durasi menunjukkan rata-rata waktu tertimbang arus kas (cash flow) suatu aset. Semakin panjang durasi →harga lebih sensitif terhadap perubahan bunga. Semakin pendek durasi →harga lebih stabil. B. Langkah langkah Tentukan arus kas (cash flow) tiap periode. Diskontokan dengan tingkat yield (bunga pasar) untuk memperoleh present value (PV). Kalikan PV dengan waktu penerimaan kas. Jumlahkan seluruhnya dan bagi dengan total nilai pasar obligasi.
  • 11.