MANAJEMEN PROGRAM VERTIKAL
VERSUS HORIZONTAL
OLEH :
MOHAMMAD SURIYAWAL RIANSE
G2U123028
KELAS A
ADMINISTRASI & KEBIJAKAN KESEHATAN
Latar belakang
• Peran manajemen dalam memajukan organisasi cukup penting bila organisasi
mempunyai manajer yang baik, maka organisasi akan menjadi besar, baik
dalam ukuran, jumlah anggota (pegawai) maupun tingkat kemakmuran atau
pendapatan para anggotanya, oleh karena itu manajemen sangat penting
dipahami walaupun dari aspek yang paling besar.
• Salah satu faktor yang mendukung peningkatan efektivitas kerja adalah
koordinasi. Koordinasi merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam
suatu organisasi. Dalam mencapai tujuannya, jika para pimpinan tidak dapat
menerapkan koordinasi yang baik maka akan terjadi kekacauan, perselisihan
dan kekembaran pekerjaan atau kekosongan pekerjaan sehingga efektivitas
kerja tidak tercapai.
ADMINISTRASI
Administrasi adalah seluruh proses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang/lebih
secara rasional dalam rangkai mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
• Adapun pengertian menurut para ahli tentang Administrasi yaitu
a) Leonald D. White, bahwa administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat pada semua usaha
kelompok, baik usaha pemerintah ataupun swasta, sipil atau militer baik dalam skala besar ataupun kecil
b) Herbert A. Simon Administrasi adalah kegiatan dari kelompok orang- orang yang bekerjasama untuk
mencapai tujuan bersama.
c) Soewarno Handayaningrat (1996:2), dalam bukunya “Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan
Manajemen” , administrasi adalah suatu kegiatan yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat,
pembukuan ringan, ketik mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan
d) The Liang Gie (1965:P.5) Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam segenap usaha
kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu.
e) Dr. S.P Siagiaan MPA.Phd (1985:P.3) Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua
orang manusia atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang
telah ditentukan sebelumnya.
MANAJEMEN
• Secara umum aktivitas manajemen dalam organisasi diarahkan untuk
mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien Manajemen adalah
proses bekerja sama antara individu dan kelompok serta sumber daya
lainnya dalam mencapai tujuan, organisasi adalah sebagai aktivitas
manajemen.
• Dalam makna yang sederhana “management” diartikan sebagai
pengelolaan. Suatu proses menata atau mengelola organisasi dalam
mencapai tujuan yang diinginkan dipahami sebagai manajemen. Tegasnya,
kegiatan manajemen selalu saja melibatkan alokasi dan pengawasan uang,,
baik organisasi bisnis, sekolah dan juga lainnya.
Terdapat Tiga Fokus Untuk Mengartikan Manajemen Yaitu :
a. Manajemen sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi
cikal bakal manajemen sebagai suatu profesi. Manajemen sebagai suatu ilmu
menekankan perhatian pada keterampilan dan kemampuan manajerial yang
diklasifikasikan menjadi kemampuan /keterampilan teknikal, manusiawi dan
konseptual.
b. Manajemen sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan
terpadu sebagai aktivitas manajemen.
c. Manajemen sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya (style) seseorang dalam
menggunakan atau memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
TINGKATAN MANAJEMEN
Sesuai dengan pengertian manajemen industri, dalam suatu usaha umumnya tingkatan manajemen ini
dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tingkatan manajemen secara vertikal dan secara horizontal
sebagai berikut :
1. Tingkat manajemen vertical
Tingkat manajemen secara vertikal dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
a) Manajemen Puncak (Top Management/ Coorporate), biasanya disebut dengan Chief Executive Officer
(CEO) yang terdiri dari beberapa orang pemimpin. CEO memiliki tugas dan kewajiban membuat
berbagai kebijakan strategis untuk jangka panjang dan sifat pekerjaannya lebih kepada tugas
manajerial.
b) Manajemen Menengah (Midle Management/ Business) Biasanya disebut dengan Divisional Manager.
Manajer divisi ini memiliki tugas dan tanggungjawab dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan
yang taktis.
c) Manajemen Bawah (First Line Management/ Fungsional), umumnya dikenal dengan sebutan
functional manager. Manajemen bawah ini ada penyelia/ supervisor dan mandor yang bertugas untuk
memberikan arahkan pekerjaan operasional kepada pelaksana berdasarkan perencanaan yang dibuat
oleh para manager tingkat atas.
2. Tingkat Manajemen Horizontal
Pada umumnya tingkat manajemen secara horizontal terdiri dari 3 bagian, yaitu:
a. Administrasi, bagian atau divisi yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam pembuatan, pengarsipan, dan ekspedisi
surat menyurat dari dan untuk organisasi/ perusahaan.
b. Akuntan, bagian atau divisi yang memiliki tugas dan tanggungjawa dalam mencatat semua transaksi keuangan,
baik pemasukan maupun pengeluaran. Divisi ini juga bertanggungjawab dalam membuat laporan neraca laba rugi
secara berkala.
c. Keuangan, bagian atau divisi yang memiliki tugas untuk mengelola dan mengalokasikan dana suatu organisasi agar
dapat memenuhi keperluan dana untuk semua divisi dalam organisasi tersebut.
d. Personalia, bagian atau divisi yang bertugas dalam pengelolaan sumber daya manusia, baik pengadaan dan
pemeliharaannya. Tugas divisi ini misalnya mengadakan training, menilai prestasi kerja, hingga memberikan promosi.
e. Produksi, bagian atau divisi yang bertugas dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian produksi. Pekerjaan yang
dilakukan misalnya mengolah bahan baku menjadi produk/ jasa yang punya nilai jual.
f. Litbang, bagian atau divisi yang bertugas dalam kegiatan riset pasar, pengembangan produk/ jasa baru, melakukan
analisis persaingan
UNSUR-UNSUR MANAJEMEN
Setiap unsur-unsur tersebut memiliki penjelasan dan peranan bagi suatu memanajemen agar untuk mengetahui bahwa
manajemen memiliki unsur-unsur perlu dimanfaatkan unsur-unsur manajemen tersebut. untuk mengetahui hal
tersebut dapat dijelaskan unsur- unsur manajemen seperti di bawah ini :
a) Man
• sarana penting atau sarana utama setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh individu-individu tersendiri atau
manusianya. Berbagai kegaitan-kegiatan yang dapat diperbuat dalam mencapai tujuan seperti yang dapat ditinjau dari sudut pandang
proses, perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, dan pengawasan atau dapat pula kita tinjau dari sudut bidang, seperti
penjualan, produksi, keuangan dan personalia. Man atau manusia ataupun juga sering diistilahkan dengan sumber daya manusia
dalam dunia manajemen merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan. Manusia yang merancang tujuan, menetapkan
tujuan dan manusia jugalah yang nantinya akan menjalankan proses dalam mencapai tujuan yang ditetapkan tersebut. Sudah jelas,
tanpa adanya manusia maka tidak akan pernah ada proses kerja karena manusia pada dasarnya adalah mahluk kerja.
b) Material
• Dalam proses pelaksanaan kegiatan,manusia menggunakan matrial atau bahan-bahan. Oleh karna itu, material dianggap pula
sebagaialat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan.
c) Mesin (Machine)
• Dalam kemajuan teknologi, manusia bukan lagi sebagai pembantu mesin seperti pada masa lalu sebelum Revolusi Industri terjadi.
Bahkan, sebaliknya mesin telah berubah kedudukannya menjadi pembantu manusia.
d) Metode
• Untuk melakukan kegiatan secara guna danberhasil guna, manusia dihadapkan kepada berbagai alternatif
metode cara menjalankan pekerjaan tersebut sehingga cara yang dilakukannya dapat menjadi sarana atau alat
manajemen untuk mencapai tujuan.
e) Uang
• Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedimikian rupa agar tujuan yang diinginkan tercapai.
Kegiatan atau ketidaklancaran proses manajemen sedikit banyak dipengruhi oleh pengelolaankeuangan.
f) Pasar
• Bagi badan yang bergerak dibidang industri maka sarana manajemen penting lainnya seperti pasar-pasar atau
market. Untuk mengetahui bahwa pasar bagi hasil produksi.jelas tujuan Perusahaan industri tidak mustahil
semua itu dapat diurai sebagian dari masalah utama dalam perusahaan industri adalah minimal
mempertahankan pasar yang sudah ada. Jika mungkin, mencari pasar baru untuk hasil produksinya. Oleh
karena itu. market merupakan salah satu sarana manajemen penting lainnya. baik bagi perusahaan industri
maupun bagi semua badan yang bertujuan untuk mencari laba.
Manajemen Operasional
• Manajemen Operasional adalah suatu area bisnis yang terfokus pada proses
produksi produk maupun jasa, yang dimana terdapat suatu manajer operasi yang
bertanggung jawab pada proses input (material/energi/tenaga kerja) menjadi
output (produk atau jasa).
• Pengertian Manajemen operasional adalah suatu bentuk dari pengelolahan yang
menyeluruh dan optimal pada suatu masalah tenaga kerja, barang, mesin,
peralatan, bahan baku atau produk apapun yang dapat dijadikan barang atau jasa
yang tentunya dapat di perjual belikan. Yang dimana terdapat manajer
operasional yang tanggung jawab terhadap penghasilan produk atau jasa,
mengambil keputusan yang berhubungan dengan fungsi operasi dan system
transformasi, serta menimbangkan pengambilan keputusan dari fungsi operasi.
Tujuan manajemen operasional
Adapun tujuan manajemen operasional diantaranya:
 Efficiency, Untuk meningkatkan efisiensi dalam perusahaan
 Productivity, Untuk meningkatkan efektivitas dalam Perusahaan
 Economy, Untuk mengurangi biaya dalam kegiatan Perusahaan
 Quality, Untuk meningkatkan kualitas dalam Perusahaan
 Reduced processing time, Untuk mengurangi waktu proses produksi didalam sebuah perusahaan
Ciri-ciri manajemen operasional
Menurut Zulian Yamit (2003), karakteristik manajemen operasional yakni:
 Memiliki sebuah tujuan yakni untuk menghasilkan barang dan jasa
 Memiliki sebuah kegiatan yakni dalam kegiatan proses transformasi
 Adanya sebuah mekaniseme yang mengendalikan suatu pengoperasian
Fungsi manajemen operasional
Adapun fungsi dari manajemen operasional, diantaranya:
 Fungsi Perencanaan Dalam perencanaan, manajer operasi menentukan tujuan subsistem operasi dari organisasi
dan mengembangkan suatu program, kebijakan dan peosedur yang diperlukan guna mencapai tujuan tersebut.
Tahap ini mencakup penentuan peranana dan fokus operasi termasuk perencanaan produk, fasilitas dan penggunaan
sumber daya produksi.
 Fungsi Pengorganisasian Dalam pengorganisasian, manajer operasi menentukan struktur individu, grup, seksi,
bagian, divisi atau dapartemen dalam subsistem operasu uantuk mencapai tujuan organisasi. Selain itu
manajer operasi juga menentukan kebutuhan sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan operasi dan juga
mengatur wewenang dan tanggung jawan yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya.
 Fungsi Penggerakan Dalam hal ini, manajemen operasi berfungsi memimpin, mengawasi dan memotivasi
karyawan untuk melaksanakan tugasnya.
 Fungsi Pengendalian Dalam hal ini, manajemen operasi berfungsi mengembangkan standar dan jaringan
komunikasi yang dibutuhkan agar pengorganisasian dan pergerakan sesuai dengan yang telah direncanakan dan
juga mencapai tujuan.
Ruang lingkup manajemen operasional
Dalam ruang lingkup manajemen operasional, terdapat beberapa aspek yang berhubungan erat dengan
runag lingkup tersebut, berikut adalah aspek aspek tersebut:
 Aspek Struktural
 Aspek Struktural adalah aspek yang mengenai suatu pengatura komponen yang membangun suatu sistem
manajemen operasional yan saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.
 Aspek Fungsional
 Aspek Fungsional adalah aspek yang berkaitan dengan manajerial dan pengorganisasian seluruh komponen
struktural maupun interaksi mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar
diperoleh suatu kinerja yang optimal.
 Aspek Lingkungan
 Aspek Lingkungan adalah sebuah sistem manajemen operasional berupa pentingnya memperhatikan
perkembangan dan kecenderungan yang berhubungan erat dengan lingkungan.
Ruang lingkup manajemen operasional berhubungan dengan keputusan mengenai proses pengoperasian
sebuah sistem produksi, pemilihan dan persiapan sistem operasional yang meliputi :
 Pengambilan keputusan dalam perencanaan jumlah kapasitas produksi yang optimal
 Pengambilan keputusan dalam perencanaan bangunan pabrik, layout, desain tata letak fasilitas
 Pengambilan keputusan dalam desain proses transformasi
 Pengambilan Keputusan dalam desain aliran kerja
 Pengambilan keputusan dalam manajemen persediaan
 Pengambilan keputusan dalam manajemen proyek
 Pengambilan keputusan dalam membuat schedul atau jadwal kerja
 Untuk pengendalian dan pengawasan kualitas
 Untuk pemeliharaan fasililitas produksi
MANAJEMEN HORIZONTAL
Manajemen horisontal adalah bentuk manajemen yang berpusat pada karyawan dengan penekanan pada
kerja tim dan kolaborasi. Tujuannya adalah agar pekerja dapat fokus dan menginvestasikan waktu dan
energi pada tujuan Perusahaan.
Deskripsi tentang struktur horizontal
Tidak seperti struktur vertical dan struktur matriks, struktur horizontal memiliki lebih sedikit lapisan,
biasanya dua atau tiga dan tidak memiliki banyak rantai komando. Pemilik bisnis ada berada di paling
atas dari rantai komando. Lapisan kedua berisi manajer atau pemimpin tim, yang mana melapor kepada
pemilik bisnis. Lapisan ketiga berisi anggota tim yang diawasi oleh manajer atau pemimpin tim. Struktur
ini telah menghilangkan banyak level manajemen menengah, sehingga dapat dianggap sebagai karyawan
yang terpusat dengan penekanan pada kerja tim dan kolaborasi.Karena struktur lebih sederhana, banyak
organisasi memilih untuk menerapkan model horizontal, terutama beberapa perusahaan kecil yang
memulai pada tahap awal.
Keuntungan dan kelemahan
• Struktur horizontal adalah pendekatan yang berpusat pada karyawan. Mereka mendapatkan
kepuasan lebih karena kebebasan dan otonomi yang lebih besar. Struktur lintas fungsional
memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara optimal di berbagai tim. Karena tidak
mempekerjakan manajemen menengah, perusahaan juga dapat menghemat lebih banyak uang.
Terakhir, struktur horizontal relatif cukup fleksibel, di mana manajer bisnis dapat dengan mudah
menyesuaikan prioritas berdasarkan tugas yang berbeda.
• Namun, struktur horizontal juga dapat memunculkan pertentangan di antara departemen karena
tanggung jawabnya saling tergantung dan berada pada level yang sama. Ini tentu saja dapat
menghambat produktivitas.Ini juga dapat menimbulkan perasaan bahwa karyawan merasa tidak
memiliki keterampilan profesional dalam jalur karir karena bekerja di organisasi yang kecil. Selain itu,
jalur karir juga relatif terbatas, membuat beberapa karyawan frustasi karena tidak dapat mengejar
karir yang lebih tinggi
Integrasi Horizontal
• Integrasi horizontal (horizontal integration) berarti mengkombinasikan beberapa bisnis dalam rantai
produksi yang sama di bawah satu koordinasi atau kendali. Misalnya dua produsen mobil memutuskan
untuk merger dan meninggalkan satu entitas yang bertahan. Itu meningkatkan ukuran bisnis sehingga
mendukung pencapaian keunggulan kompetitif dan kekuatan pasar yang lebih tinggi.Integrasi tidak
hanya melalui merger. Ini mungkin melalui akuisisi. Perusahaan yang diakuisisi mungkin merupakan
pesaing langsung.
Perbedaan integrasi horisontal dan integrasi vertikal
Berdasarkan keterkaitannya dalam rantai produksi, integrasi terbagi ke dalam dua kategori:
 Integrasi horizontal, yang mana melibatkan bisnis dalam level rantai produksi yang sama. Dengan kata lain,
sebelum integrasi, keduanya adalah saling bersaing.
 Integrasi vertikal, yang mana melibatkan bisnis dalam level rantai produksi yang berbeda. Sebelum
integrasi, satu perusahaan mungkin adalah pemasok atau distributor bagi perusahaan lainnya. Kedua
integrasi dapat berlangsung melalui merger, akuisisi atau pendirian anak usaha. Integrasi horizontal
meningkatkan ukuran operasi perusahaan. Misalnya, ketika sebuah produsen mobil mengakuisisi
produsen mobil lainnya, itu meningkatkan skala operasi dan memungkinkan pengakuisisi untuk
meraih skala ekonomi yang lebih baik. Selain itu, kekuatan pasar juga meningkat karena pangsa pasar lebih
tinggi.Sementara itu, sebuah perusahaan mengejar integrasi vertikal untuk menangkap keuntungan di setiap
rantai pasokan. Perusahaan memperoleh kendali yang lebih baik atas atas input dan saluran distribusinya.
Manfaat integrasi horizontal
Keuntungan Integrasi horizontal
- Penghematan biaya
- Peningkatan kekuatanpasar
- Eliminasi duplikasi bisnis
- Meningkatkan kapasitas keuangan
- Pengurangan intensitas persaingan
- Peningkatan diferensiasi
- Memfalisitasi aliran pengetahuan antar entitas
- Meningkatkan daya tawar atas pemasok dan
pembeli
Kelemahan integrasi horizontal
Meskipun dapat memperkuat model bisnis perusahaan dengan
beberapa cara, integrasi juga mengandung sejumlah masalah,
keterbatasan, dan bahaya potensial. Beberapa alasan menjelaskan
mengapa strategi horizontal gagal dan tidak
menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi. Diantaranya adalah:
 Turnover
 Fleksibilitas menurun.
 Membayar terlalu mahal.
 Tidak menciptakan sinergi.
 Konflik budaya dan gaya kepemimpinan, yang mana
seringkali menyertai merger dan akuisisi.
 Pengawasan lebih ketat dari regulator
MANAJEMEN VERTIKAL
• Integrasi vertikal (vertical integration) adalah upaya untuk memperluas bisnis dengan masuk tahap lain dalam
rantai pasokan saat ini di bawah kepemilikan atau kendali sebuah perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan
masuk ke bisnis hilir atau bisnis hulu. Caranya mungkin melalui merger, akuisisi, atau pertumbuhan
internal.Perusahaan berusaha untuk mengontrol semua tahapan dalam rantai pasokan, mulai dari ekstraksi
bahan baku hingga penjualan produk akhir.
• Contoh integrasi vertikal adalah sebuah perusahaan manufaktur yang mengakuisisi distributor atau pemasok
bahan bakunya.
• Tujuan integrasi vertikal adalah mengamankan rantai pasokan dan menangkap penciptaan nilai dan
keuntungan disetiap rantai nilai. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki kendali yang lebih
tinggi terhadap pasokan dan penjualan, sehingga mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
Jenis manajemen vertical
Secara umum, integrasi vertikal terbagi ke dalam dua jenis berdasarkan pada posisi perusahaan dalam urutan
rantai pasokan:
a) Integrasi vertikal ke belakang (backward vertical integration)
• Integrasi vertikal ke belakang adalah ketika perusahaan memperluas bisnis dengan masuk ke pasar hulu.
Atau, dengan kata lain, perusahaan masuk ke pasar input. Tujuan utamanya adalah untuk mengamankan
pasokan input (spesifikasi dan waktu pengiriman) untuk memastikan kualitas output akhir yang konsisten.
b) Integrasi vertikal ke depan (forward vertical integration)
• Integrasi vertikal ke depan adalah kebalikan dari integrasi ke belakang. Di sini, perusahaan memperluas
bisnis ke pasar hilir mereka (distribusi atau ritel). Misalnya, produsen mobil mengambil alih sebuah
distributor mobil.
Perbedaaan manajemen vertical dan manajemen horisontal
Strategi integrasi terbagi ke dalam dua jenis, integrasi vertikal dan horizontal. Integrasi vertikal
mengkonsolidasikan beberapa bisnis di tahap rantai pasokan berbeda (pemasok dan
distributor). Sedangkan, integrasi horizontal mengkonsolidasikan bisnis di rantai pasokan
yang sama (pesaing).Untuk menjalankan integrasi horizontal, perusahaan mengakuisisi
pesaing mereka.
Tiga alternatif untuk integrasi vertikal adalah :
 Merger
 Akuisisi
 Pengembangan internal
Keuntungan dan kelemahan manajemen vertikal
keuntungan dari integrasi vertikal adalah sebagai berikut:
 Penjualan dan profitabilitas yang lebih tinggi. Perusahaan dapat menangkap lebih banyak laba dan nilai di setiap rantai pasokan. Paska
integrasi berarti mengkonsolidasikan pendapatan dan keuntungan, yang mana sebelumnya dinikmati oleh pemasok atau distributor
mereka.
 Biaya produksi yang lebih rendah. Di bawah satu kontrol, perusahaan dapat menghemat biaya terkait dengan produksi, transportasi,
inspeksi kualitas input, dan waktu pengiriman. Perusahaan dapat mentransfer penghematan biaya di salah satu rantai pasokan ke
konsumen (melalui harga yang lebih rendah).
 Mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal. Itu penting ketika pihak eksternal mengalami kesulitan keuangan atau
kegagalan bisnis. Dengan demikian, integrasi mengurangi gangguan karena pihak eksternal tidak dapat diandalkan.
 Posisi tawar yang lebih kuat. Melalui integrasi, pasokan dan distribusi di bawah kendali perusahaan. Perusahaan mungkin memiliki
ruang untuk menegosiasikan spesifikasi kualitas, harga atau persyaratan kredit; yang mana mungkin tidak mereka dapatkan sebelum
integrasi.
 Memperoleh umpan balik pelanggan. Perusahaan mendapatkan informasi tentang pemasaran dan persaingan, yang mana berguna
untuk mengembangkan produk baru dan memberikan penawaran yang unggul.
 Meningkatkan keandalan. Misalnya, perusahaan memastikan produk sampai ke pelanggan sesuai pesanan dan tepat waktu dengan
meningkatkan sinergi dan koordinasi antara pasokan, produksi dan distribusi.
 Membangun kekuatan pasar dan hambatan masuk. Perusahaan dapat memonopoli pasar di seluruh rantai dan memberikan akses
yang lebih sedikit kepada pesaing.
Integrasi vertikal juga mengandung sejumlah kelemahan berikut:
 Mengalihkan perhatian bisnis.
Perusahaan memiliki berbagai bisnis di luar kompetensi inti, membuat proses koordinasi lebih kompleks. Mereka kehilangan fokus pada bisnis inti.
Bisnis yang berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda untuk menciptakan nilai dan keuntungan.
 Menambah risiko.
Masuk ke bisnis baru berarti menambah risiko bisnis, tidak hanya menambah keuntungan potensial.
 Pengelolaan menjadi lebih kompleks.
Operasi menjadi lebih gemuk dan birokrasi menjadi lebih rumit, sehingga lebih sulit untuk mengatur dan mengkoordinasikan proses bisnis. Itu juga
mengurangi fleksibilitas perusahaan dalam menanggapi dinamika persaingan dan permintaan.
 Membutuhkan modal besar.
Perusahaan harus menginvestasikan banyak modal untuk mengambil alih perusahaan lain atau mendirikan anak perusahaan. Seringkali, perusahaan
mendanainya melalui utang, yang mana meningkatkan leverage keuangan. Ketika integrasi gagal menciptakan nilai yang lebih besar daripada biaya
modal, itu menurunkan nilai perusahaan.
 Inefisiensi operasi.
Membeli input dari pemasok mungkin lebih murah dan efisien. Karena lebih fokus, pemasok dapat mencapai skala ekonomi dan keunggulan kompetitif
yang lebih baik, misalnya karena dapat menjangkau penjualan dan pelanggan yang lebih luas. Inefisiensi juga muncul karena manajemen tidak memiliki
focus bisnis inti.
 Rentan terhadap kegagalan internal
Kegagalan internal disatu rantai pasokan mengganggu operasional secara keseluruhan. Jika terpaksa mengalihdayakan ke pihak eksternal itu akan menambah
biaya.
ANALISIS HORIZONTAL DAN VERTIKAL
a) Analisis horizontal
Analisis horizontal dilakukan dengan cara jumlah setiap akun laporan keuangan tahun berjalan dibandingkan
dengan akun yang sama pada periode sebelumnya untuk mengetahui kenaikan atau penurunan yang terjadi
pada akun tersebut.
b) Analisis Vertikal
Analisis Vertikal menitikberatkan pada hubungan financial antar pos – pos laporan keuangan satu periode.
Dalam analisis vertikal terhadap neraca, masing – masing pos aktiva dinyatakan sebagai persen dari total
aktiva. Masing – masing pos kewajiban dan ekuitas pemilik dinyatakan sebagai persen dari total kewajiban
dan ekuitas pemilik. Dalam analisis vertical terhadap laporan laba-rugi, masing – masing pos dinyatakan
sebagai persen dari total pendapatan atau penghasilan.
c) Perbedaan analisis horizontal dan vertikal
Pertama, analisis vertikal membandingkan pos yang satu dengan yang lain dalam satu periode sedangkan pada
analisis horizontal membandingkan dengan pos yang sama pada periode yang berbeda. kedua, total angka pos-
pos yang dibandingkan pada analisis vertikal bila dikumulatifkan sbesar 100%, sedangkan pada analisis
horozontal, periode pembanding ditetapkan sebesar 100% sehingga angka pada periode yang dibandingkan
bisa diatas atau dibawah 100%. ketiga, dari sisi tujuannya analisis vertikal diaplikasikan untuk mengetahui
kontribusi masing-masing pos terhadap angla total, sedangkan pada analisis horizontal digunakan dengan
tujuan untuk mengetahui perubahan dan perkembangan masing-masing pos. oleh karena itu analisisi
horizontal sering juga disebut sebagai analisis tren (trend analysis).
TERIMA KASIH

MANAJEMEN PROGRAM VERTIKAL VERSUS HORIzONTAL.pptx

  • 1.
    MANAJEMEN PROGRAM VERTIKAL VERSUSHORIZONTAL OLEH : MOHAMMAD SURIYAWAL RIANSE G2U123028 KELAS A ADMINISTRASI & KEBIJAKAN KESEHATAN
  • 2.
    Latar belakang • Peranmanajemen dalam memajukan organisasi cukup penting bila organisasi mempunyai manajer yang baik, maka organisasi akan menjadi besar, baik dalam ukuran, jumlah anggota (pegawai) maupun tingkat kemakmuran atau pendapatan para anggotanya, oleh karena itu manajemen sangat penting dipahami walaupun dari aspek yang paling besar. • Salah satu faktor yang mendukung peningkatan efektivitas kerja adalah koordinasi. Koordinasi merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam suatu organisasi. Dalam mencapai tujuannya, jika para pimpinan tidak dapat menerapkan koordinasi yang baik maka akan terjadi kekacauan, perselisihan dan kekembaran pekerjaan atau kekosongan pekerjaan sehingga efektivitas kerja tidak tercapai.
  • 3.
    ADMINISTRASI Administrasi adalah seluruhproses pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh dua orang/lebih secara rasional dalam rangkai mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. • Adapun pengertian menurut para ahli tentang Administrasi yaitu a) Leonald D. White, bahwa administrasi adalah suatu proses yang biasanya terdapat pada semua usaha kelompok, baik usaha pemerintah ataupun swasta, sipil atau militer baik dalam skala besar ataupun kecil b) Herbert A. Simon Administrasi adalah kegiatan dari kelompok orang- orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. c) Soewarno Handayaningrat (1996:2), dalam bukunya “Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen” , administrasi adalah suatu kegiatan yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan d) The Liang Gie (1965:P.5) Administrasi adalah segenap proses penyelenggaraan dalam segenap usaha kerjasama sekelompok manusia untuk mencapai tujuan tertentu. e) Dr. S.P Siagiaan MPA.Phd (1985:P.3) Administrasi adalah keseluruhan proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
  • 4.
    MANAJEMEN • Secara umumaktivitas manajemen dalam organisasi diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien Manajemen adalah proses bekerja sama antara individu dan kelompok serta sumber daya lainnya dalam mencapai tujuan, organisasi adalah sebagai aktivitas manajemen. • Dalam makna yang sederhana “management” diartikan sebagai pengelolaan. Suatu proses menata atau mengelola organisasi dalam mencapai tujuan yang diinginkan dipahami sebagai manajemen. Tegasnya, kegiatan manajemen selalu saja melibatkan alokasi dan pengawasan uang,, baik organisasi bisnis, sekolah dan juga lainnya.
  • 5.
    Terdapat Tiga FokusUntuk Mengartikan Manajemen Yaitu : a. Manajemen sebagai suatu kemampuan atau keahlian yang selanjutnya menjadi cikal bakal manajemen sebagai suatu profesi. Manajemen sebagai suatu ilmu menekankan perhatian pada keterampilan dan kemampuan manajerial yang diklasifikasikan menjadi kemampuan /keterampilan teknikal, manusiawi dan konseptual. b. Manajemen sebagai proses yaitu dengan menentukan langkah yang sistematis dan terpadu sebagai aktivitas manajemen. c. Manajemen sebagai seni tercermin dari perbedaan gaya (style) seseorang dalam menggunakan atau memberdayakan orang lain untuk mencapai tujuan.
  • 6.
    TINGKATAN MANAJEMEN Sesuai denganpengertian manajemen industri, dalam suatu usaha umumnya tingkatan manajemen ini dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu tingkatan manajemen secara vertikal dan secara horizontal sebagai berikut : 1. Tingkat manajemen vertical Tingkat manajemen secara vertikal dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: a) Manajemen Puncak (Top Management/ Coorporate), biasanya disebut dengan Chief Executive Officer (CEO) yang terdiri dari beberapa orang pemimpin. CEO memiliki tugas dan kewajiban membuat berbagai kebijakan strategis untuk jangka panjang dan sifat pekerjaannya lebih kepada tugas manajerial. b) Manajemen Menengah (Midle Management/ Business) Biasanya disebut dengan Divisional Manager. Manajer divisi ini memiliki tugas dan tanggungjawab dalam membuat perencanaan dan pelaksanaan yang taktis. c) Manajemen Bawah (First Line Management/ Fungsional), umumnya dikenal dengan sebutan functional manager. Manajemen bawah ini ada penyelia/ supervisor dan mandor yang bertugas untuk memberikan arahkan pekerjaan operasional kepada pelaksana berdasarkan perencanaan yang dibuat oleh para manager tingkat atas.
  • 7.
    2. Tingkat ManajemenHorizontal Pada umumnya tingkat manajemen secara horizontal terdiri dari 3 bagian, yaitu: a. Administrasi, bagian atau divisi yang memiliki tugas dan tanggungjawab dalam pembuatan, pengarsipan, dan ekspedisi surat menyurat dari dan untuk organisasi/ perusahaan. b. Akuntan, bagian atau divisi yang memiliki tugas dan tanggungjawa dalam mencatat semua transaksi keuangan, baik pemasukan maupun pengeluaran. Divisi ini juga bertanggungjawab dalam membuat laporan neraca laba rugi secara berkala. c. Keuangan, bagian atau divisi yang memiliki tugas untuk mengelola dan mengalokasikan dana suatu organisasi agar dapat memenuhi keperluan dana untuk semua divisi dalam organisasi tersebut. d. Personalia, bagian atau divisi yang bertugas dalam pengelolaan sumber daya manusia, baik pengadaan dan pemeliharaannya. Tugas divisi ini misalnya mengadakan training, menilai prestasi kerja, hingga memberikan promosi. e. Produksi, bagian atau divisi yang bertugas dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian produksi. Pekerjaan yang dilakukan misalnya mengolah bahan baku menjadi produk/ jasa yang punya nilai jual. f. Litbang, bagian atau divisi yang bertugas dalam kegiatan riset pasar, pengembangan produk/ jasa baru, melakukan analisis persaingan
  • 8.
    UNSUR-UNSUR MANAJEMEN Setiap unsur-unsurtersebut memiliki penjelasan dan peranan bagi suatu memanajemen agar untuk mengetahui bahwa manajemen memiliki unsur-unsur perlu dimanfaatkan unsur-unsur manajemen tersebut. untuk mengetahui hal tersebut dapat dijelaskan unsur- unsur manajemen seperti di bawah ini : a) Man • sarana penting atau sarana utama setiap manajer untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan oleh individu-individu tersendiri atau manusianya. Berbagai kegaitan-kegiatan yang dapat diperbuat dalam mencapai tujuan seperti yang dapat ditinjau dari sudut pandang proses, perencanaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, dan pengawasan atau dapat pula kita tinjau dari sudut bidang, seperti penjualan, produksi, keuangan dan personalia. Man atau manusia ataupun juga sering diistilahkan dengan sumber daya manusia dalam dunia manajemen merupakan faktor yang sangat penting dan menentukan. Manusia yang merancang tujuan, menetapkan tujuan dan manusia jugalah yang nantinya akan menjalankan proses dalam mencapai tujuan yang ditetapkan tersebut. Sudah jelas, tanpa adanya manusia maka tidak akan pernah ada proses kerja karena manusia pada dasarnya adalah mahluk kerja. b) Material • Dalam proses pelaksanaan kegiatan,manusia menggunakan matrial atau bahan-bahan. Oleh karna itu, material dianggap pula sebagaialat atau sarana manajemen untuk mencapai tujuan. c) Mesin (Machine) • Dalam kemajuan teknologi, manusia bukan lagi sebagai pembantu mesin seperti pada masa lalu sebelum Revolusi Industri terjadi. Bahkan, sebaliknya mesin telah berubah kedudukannya menjadi pembantu manusia.
  • 9.
    d) Metode • Untukmelakukan kegiatan secara guna danberhasil guna, manusia dihadapkan kepada berbagai alternatif metode cara menjalankan pekerjaan tersebut sehingga cara yang dilakukannya dapat menjadi sarana atau alat manajemen untuk mencapai tujuan. e) Uang • Uang sebagai sarana manajemen harus digunakan sedimikian rupa agar tujuan yang diinginkan tercapai. Kegiatan atau ketidaklancaran proses manajemen sedikit banyak dipengruhi oleh pengelolaankeuangan. f) Pasar • Bagi badan yang bergerak dibidang industri maka sarana manajemen penting lainnya seperti pasar-pasar atau market. Untuk mengetahui bahwa pasar bagi hasil produksi.jelas tujuan Perusahaan industri tidak mustahil semua itu dapat diurai sebagian dari masalah utama dalam perusahaan industri adalah minimal mempertahankan pasar yang sudah ada. Jika mungkin, mencari pasar baru untuk hasil produksinya. Oleh karena itu. market merupakan salah satu sarana manajemen penting lainnya. baik bagi perusahaan industri maupun bagi semua badan yang bertujuan untuk mencari laba.
  • 10.
    Manajemen Operasional • ManajemenOperasional adalah suatu area bisnis yang terfokus pada proses produksi produk maupun jasa, yang dimana terdapat suatu manajer operasi yang bertanggung jawab pada proses input (material/energi/tenaga kerja) menjadi output (produk atau jasa). • Pengertian Manajemen operasional adalah suatu bentuk dari pengelolahan yang menyeluruh dan optimal pada suatu masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku atau produk apapun yang dapat dijadikan barang atau jasa yang tentunya dapat di perjual belikan. Yang dimana terdapat manajer operasional yang tanggung jawab terhadap penghasilan produk atau jasa, mengambil keputusan yang berhubungan dengan fungsi operasi dan system transformasi, serta menimbangkan pengambilan keputusan dari fungsi operasi.
  • 11.
    Tujuan manajemen operasional Adapuntujuan manajemen operasional diantaranya:  Efficiency, Untuk meningkatkan efisiensi dalam perusahaan  Productivity, Untuk meningkatkan efektivitas dalam Perusahaan  Economy, Untuk mengurangi biaya dalam kegiatan Perusahaan  Quality, Untuk meningkatkan kualitas dalam Perusahaan  Reduced processing time, Untuk mengurangi waktu proses produksi didalam sebuah perusahaan
  • 12.
    Ciri-ciri manajemen operasional MenurutZulian Yamit (2003), karakteristik manajemen operasional yakni:  Memiliki sebuah tujuan yakni untuk menghasilkan barang dan jasa  Memiliki sebuah kegiatan yakni dalam kegiatan proses transformasi  Adanya sebuah mekaniseme yang mengendalikan suatu pengoperasian
  • 13.
    Fungsi manajemen operasional Adapunfungsi dari manajemen operasional, diantaranya:  Fungsi Perencanaan Dalam perencanaan, manajer operasi menentukan tujuan subsistem operasi dari organisasi dan mengembangkan suatu program, kebijakan dan peosedur yang diperlukan guna mencapai tujuan tersebut. Tahap ini mencakup penentuan peranana dan fokus operasi termasuk perencanaan produk, fasilitas dan penggunaan sumber daya produksi.  Fungsi Pengorganisasian Dalam pengorganisasian, manajer operasi menentukan struktur individu, grup, seksi, bagian, divisi atau dapartemen dalam subsistem operasu uantuk mencapai tujuan organisasi. Selain itu manajer operasi juga menentukan kebutuhan sumberdaya yang diperlukan untuk mencapai tujuan operasi dan juga mengatur wewenang dan tanggung jawan yang dibutuhkan dalam pelaksanaannya.  Fungsi Penggerakan Dalam hal ini, manajemen operasi berfungsi memimpin, mengawasi dan memotivasi karyawan untuk melaksanakan tugasnya.  Fungsi Pengendalian Dalam hal ini, manajemen operasi berfungsi mengembangkan standar dan jaringan komunikasi yang dibutuhkan agar pengorganisasian dan pergerakan sesuai dengan yang telah direncanakan dan juga mencapai tujuan.
  • 14.
    Ruang lingkup manajemenoperasional Dalam ruang lingkup manajemen operasional, terdapat beberapa aspek yang berhubungan erat dengan runag lingkup tersebut, berikut adalah aspek aspek tersebut:  Aspek Struktural  Aspek Struktural adalah aspek yang mengenai suatu pengatura komponen yang membangun suatu sistem manajemen operasional yan saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya.  Aspek Fungsional  Aspek Fungsional adalah aspek yang berkaitan dengan manajerial dan pengorganisasian seluruh komponen struktural maupun interaksi mulai dari perencanaan, penerapan, pengendalian maupun perbaikan agar diperoleh suatu kinerja yang optimal.  Aspek Lingkungan  Aspek Lingkungan adalah sebuah sistem manajemen operasional berupa pentingnya memperhatikan perkembangan dan kecenderungan yang berhubungan erat dengan lingkungan.
  • 15.
    Ruang lingkup manajemenoperasional berhubungan dengan keputusan mengenai proses pengoperasian sebuah sistem produksi, pemilihan dan persiapan sistem operasional yang meliputi :  Pengambilan keputusan dalam perencanaan jumlah kapasitas produksi yang optimal  Pengambilan keputusan dalam perencanaan bangunan pabrik, layout, desain tata letak fasilitas  Pengambilan keputusan dalam desain proses transformasi  Pengambilan Keputusan dalam desain aliran kerja  Pengambilan keputusan dalam manajemen persediaan  Pengambilan keputusan dalam manajemen proyek  Pengambilan keputusan dalam membuat schedul atau jadwal kerja  Untuk pengendalian dan pengawasan kualitas  Untuk pemeliharaan fasililitas produksi
  • 16.
    MANAJEMEN HORIZONTAL Manajemen horisontaladalah bentuk manajemen yang berpusat pada karyawan dengan penekanan pada kerja tim dan kolaborasi. Tujuannya adalah agar pekerja dapat fokus dan menginvestasikan waktu dan energi pada tujuan Perusahaan. Deskripsi tentang struktur horizontal Tidak seperti struktur vertical dan struktur matriks, struktur horizontal memiliki lebih sedikit lapisan, biasanya dua atau tiga dan tidak memiliki banyak rantai komando. Pemilik bisnis ada berada di paling atas dari rantai komando. Lapisan kedua berisi manajer atau pemimpin tim, yang mana melapor kepada pemilik bisnis. Lapisan ketiga berisi anggota tim yang diawasi oleh manajer atau pemimpin tim. Struktur ini telah menghilangkan banyak level manajemen menengah, sehingga dapat dianggap sebagai karyawan yang terpusat dengan penekanan pada kerja tim dan kolaborasi.Karena struktur lebih sederhana, banyak organisasi memilih untuk menerapkan model horizontal, terutama beberapa perusahaan kecil yang memulai pada tahap awal.
  • 17.
    Keuntungan dan kelemahan •Struktur horizontal adalah pendekatan yang berpusat pada karyawan. Mereka mendapatkan kepuasan lebih karena kebebasan dan otonomi yang lebih besar. Struktur lintas fungsional memungkinkan pemanfaatan sumber daya secara optimal di berbagai tim. Karena tidak mempekerjakan manajemen menengah, perusahaan juga dapat menghemat lebih banyak uang. Terakhir, struktur horizontal relatif cukup fleksibel, di mana manajer bisnis dapat dengan mudah menyesuaikan prioritas berdasarkan tugas yang berbeda. • Namun, struktur horizontal juga dapat memunculkan pertentangan di antara departemen karena tanggung jawabnya saling tergantung dan berada pada level yang sama. Ini tentu saja dapat menghambat produktivitas.Ini juga dapat menimbulkan perasaan bahwa karyawan merasa tidak memiliki keterampilan profesional dalam jalur karir karena bekerja di organisasi yang kecil. Selain itu, jalur karir juga relatif terbatas, membuat beberapa karyawan frustasi karena tidak dapat mengejar karir yang lebih tinggi
  • 18.
    Integrasi Horizontal • Integrasihorizontal (horizontal integration) berarti mengkombinasikan beberapa bisnis dalam rantai produksi yang sama di bawah satu koordinasi atau kendali. Misalnya dua produsen mobil memutuskan untuk merger dan meninggalkan satu entitas yang bertahan. Itu meningkatkan ukuran bisnis sehingga mendukung pencapaian keunggulan kompetitif dan kekuatan pasar yang lebih tinggi.Integrasi tidak hanya melalui merger. Ini mungkin melalui akuisisi. Perusahaan yang diakuisisi mungkin merupakan pesaing langsung.
  • 19.
    Perbedaan integrasi horisontaldan integrasi vertikal Berdasarkan keterkaitannya dalam rantai produksi, integrasi terbagi ke dalam dua kategori:  Integrasi horizontal, yang mana melibatkan bisnis dalam level rantai produksi yang sama. Dengan kata lain, sebelum integrasi, keduanya adalah saling bersaing.  Integrasi vertikal, yang mana melibatkan bisnis dalam level rantai produksi yang berbeda. Sebelum integrasi, satu perusahaan mungkin adalah pemasok atau distributor bagi perusahaan lainnya. Kedua integrasi dapat berlangsung melalui merger, akuisisi atau pendirian anak usaha. Integrasi horizontal meningkatkan ukuran operasi perusahaan. Misalnya, ketika sebuah produsen mobil mengakuisisi produsen mobil lainnya, itu meningkatkan skala operasi dan memungkinkan pengakuisisi untuk meraih skala ekonomi yang lebih baik. Selain itu, kekuatan pasar juga meningkat karena pangsa pasar lebih tinggi.Sementara itu, sebuah perusahaan mengejar integrasi vertikal untuk menangkap keuntungan di setiap rantai pasokan. Perusahaan memperoleh kendali yang lebih baik atas atas input dan saluran distribusinya.
  • 20.
    Manfaat integrasi horizontal KeuntunganIntegrasi horizontal - Penghematan biaya - Peningkatan kekuatanpasar - Eliminasi duplikasi bisnis - Meningkatkan kapasitas keuangan - Pengurangan intensitas persaingan - Peningkatan diferensiasi - Memfalisitasi aliran pengetahuan antar entitas - Meningkatkan daya tawar atas pemasok dan pembeli Kelemahan integrasi horizontal Meskipun dapat memperkuat model bisnis perusahaan dengan beberapa cara, integrasi juga mengandung sejumlah masalah, keterbatasan, dan bahaya potensial. Beberapa alasan menjelaskan mengapa strategi horizontal gagal dan tidak menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi. Diantaranya adalah:  Turnover  Fleksibilitas menurun.  Membayar terlalu mahal.  Tidak menciptakan sinergi.  Konflik budaya dan gaya kepemimpinan, yang mana seringkali menyertai merger dan akuisisi.  Pengawasan lebih ketat dari regulator
  • 21.
    MANAJEMEN VERTIKAL • Integrasivertikal (vertical integration) adalah upaya untuk memperluas bisnis dengan masuk tahap lain dalam rantai pasokan saat ini di bawah kepemilikan atau kendali sebuah perusahaan. Dengan kata lain, perusahaan masuk ke bisnis hilir atau bisnis hulu. Caranya mungkin melalui merger, akuisisi, atau pertumbuhan internal.Perusahaan berusaha untuk mengontrol semua tahapan dalam rantai pasokan, mulai dari ekstraksi bahan baku hingga penjualan produk akhir. • Contoh integrasi vertikal adalah sebuah perusahaan manufaktur yang mengakuisisi distributor atau pemasok bahan bakunya. • Tujuan integrasi vertikal adalah mengamankan rantai pasokan dan menangkap penciptaan nilai dan keuntungan disetiap rantai nilai. Strategi ini memungkinkan perusahaan untuk memiliki kendali yang lebih tinggi terhadap pasokan dan penjualan, sehingga mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi.
  • 22.
    Jenis manajemen vertical Secaraumum, integrasi vertikal terbagi ke dalam dua jenis berdasarkan pada posisi perusahaan dalam urutan rantai pasokan: a) Integrasi vertikal ke belakang (backward vertical integration) • Integrasi vertikal ke belakang adalah ketika perusahaan memperluas bisnis dengan masuk ke pasar hulu. Atau, dengan kata lain, perusahaan masuk ke pasar input. Tujuan utamanya adalah untuk mengamankan pasokan input (spesifikasi dan waktu pengiriman) untuk memastikan kualitas output akhir yang konsisten. b) Integrasi vertikal ke depan (forward vertical integration) • Integrasi vertikal ke depan adalah kebalikan dari integrasi ke belakang. Di sini, perusahaan memperluas bisnis ke pasar hilir mereka (distribusi atau ritel). Misalnya, produsen mobil mengambil alih sebuah distributor mobil.
  • 23.
    Perbedaaan manajemen verticaldan manajemen horisontal Strategi integrasi terbagi ke dalam dua jenis, integrasi vertikal dan horizontal. Integrasi vertikal mengkonsolidasikan beberapa bisnis di tahap rantai pasokan berbeda (pemasok dan distributor). Sedangkan, integrasi horizontal mengkonsolidasikan bisnis di rantai pasokan yang sama (pesaing).Untuk menjalankan integrasi horizontal, perusahaan mengakuisisi pesaing mereka. Tiga alternatif untuk integrasi vertikal adalah :  Merger  Akuisisi  Pengembangan internal
  • 24.
    Keuntungan dan kelemahanmanajemen vertikal keuntungan dari integrasi vertikal adalah sebagai berikut:  Penjualan dan profitabilitas yang lebih tinggi. Perusahaan dapat menangkap lebih banyak laba dan nilai di setiap rantai pasokan. Paska integrasi berarti mengkonsolidasikan pendapatan dan keuntungan, yang mana sebelumnya dinikmati oleh pemasok atau distributor mereka.  Biaya produksi yang lebih rendah. Di bawah satu kontrol, perusahaan dapat menghemat biaya terkait dengan produksi, transportasi, inspeksi kualitas input, dan waktu pengiriman. Perusahaan dapat mentransfer penghematan biaya di salah satu rantai pasokan ke konsumen (melalui harga yang lebih rendah).  Mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal. Itu penting ketika pihak eksternal mengalami kesulitan keuangan atau kegagalan bisnis. Dengan demikian, integrasi mengurangi gangguan karena pihak eksternal tidak dapat diandalkan.  Posisi tawar yang lebih kuat. Melalui integrasi, pasokan dan distribusi di bawah kendali perusahaan. Perusahaan mungkin memiliki ruang untuk menegosiasikan spesifikasi kualitas, harga atau persyaratan kredit; yang mana mungkin tidak mereka dapatkan sebelum integrasi.  Memperoleh umpan balik pelanggan. Perusahaan mendapatkan informasi tentang pemasaran dan persaingan, yang mana berguna untuk mengembangkan produk baru dan memberikan penawaran yang unggul.  Meningkatkan keandalan. Misalnya, perusahaan memastikan produk sampai ke pelanggan sesuai pesanan dan tepat waktu dengan meningkatkan sinergi dan koordinasi antara pasokan, produksi dan distribusi.  Membangun kekuatan pasar dan hambatan masuk. Perusahaan dapat memonopoli pasar di seluruh rantai dan memberikan akses yang lebih sedikit kepada pesaing.
  • 25.
    Integrasi vertikal jugamengandung sejumlah kelemahan berikut:  Mengalihkan perhatian bisnis. Perusahaan memiliki berbagai bisnis di luar kompetensi inti, membuat proses koordinasi lebih kompleks. Mereka kehilangan fokus pada bisnis inti. Bisnis yang berbeda membutuhkan keahlian yang berbeda untuk menciptakan nilai dan keuntungan.  Menambah risiko. Masuk ke bisnis baru berarti menambah risiko bisnis, tidak hanya menambah keuntungan potensial.  Pengelolaan menjadi lebih kompleks. Operasi menjadi lebih gemuk dan birokrasi menjadi lebih rumit, sehingga lebih sulit untuk mengatur dan mengkoordinasikan proses bisnis. Itu juga mengurangi fleksibilitas perusahaan dalam menanggapi dinamika persaingan dan permintaan.  Membutuhkan modal besar. Perusahaan harus menginvestasikan banyak modal untuk mengambil alih perusahaan lain atau mendirikan anak perusahaan. Seringkali, perusahaan mendanainya melalui utang, yang mana meningkatkan leverage keuangan. Ketika integrasi gagal menciptakan nilai yang lebih besar daripada biaya modal, itu menurunkan nilai perusahaan.  Inefisiensi operasi. Membeli input dari pemasok mungkin lebih murah dan efisien. Karena lebih fokus, pemasok dapat mencapai skala ekonomi dan keunggulan kompetitif yang lebih baik, misalnya karena dapat menjangkau penjualan dan pelanggan yang lebih luas. Inefisiensi juga muncul karena manajemen tidak memiliki focus bisnis inti.  Rentan terhadap kegagalan internal Kegagalan internal disatu rantai pasokan mengganggu operasional secara keseluruhan. Jika terpaksa mengalihdayakan ke pihak eksternal itu akan menambah biaya.
  • 26.
    ANALISIS HORIZONTAL DANVERTIKAL a) Analisis horizontal Analisis horizontal dilakukan dengan cara jumlah setiap akun laporan keuangan tahun berjalan dibandingkan dengan akun yang sama pada periode sebelumnya untuk mengetahui kenaikan atau penurunan yang terjadi pada akun tersebut. b) Analisis Vertikal Analisis Vertikal menitikberatkan pada hubungan financial antar pos – pos laporan keuangan satu periode. Dalam analisis vertikal terhadap neraca, masing – masing pos aktiva dinyatakan sebagai persen dari total aktiva. Masing – masing pos kewajiban dan ekuitas pemilik dinyatakan sebagai persen dari total kewajiban dan ekuitas pemilik. Dalam analisis vertical terhadap laporan laba-rugi, masing – masing pos dinyatakan sebagai persen dari total pendapatan atau penghasilan.
  • 27.
    c) Perbedaan analisishorizontal dan vertikal Pertama, analisis vertikal membandingkan pos yang satu dengan yang lain dalam satu periode sedangkan pada analisis horizontal membandingkan dengan pos yang sama pada periode yang berbeda. kedua, total angka pos- pos yang dibandingkan pada analisis vertikal bila dikumulatifkan sbesar 100%, sedangkan pada analisis horozontal, periode pembanding ditetapkan sebesar 100% sehingga angka pada periode yang dibandingkan bisa diatas atau dibawah 100%. ketiga, dari sisi tujuannya analisis vertikal diaplikasikan untuk mengetahui kontribusi masing-masing pos terhadap angla total, sedangkan pada analisis horizontal digunakan dengan tujuan untuk mengetahui perubahan dan perkembangan masing-masing pos. oleh karena itu analisisi horizontal sering juga disebut sebagai analisis tren (trend analysis).
  • 28.