MAKALAH
KURIKULUM 2013
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur
Dosen Pengampu : Widodo Winarso, M.Pd.I
Mata Kuliah : Analisis Pengembangan Kurikulum
Disusun oleh:
Laili Octadianti : (1414153126)
Muhamad Yasin : (1414153132)
Tini Hartini : (1414153155)
Matematika D / V
FAKULTAS TARBIYAH
IAIN SYEKH NURJATI CIREBON
Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon - Jawa Barat 45132
Telp : (0231) 481264 Faxs : (0231) 489926
2016
i
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puja dan puji syukur kehadirat Allah
SWT. Tuhan semesta alam yang telah menghendaki terselesaikannya tugas
makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat berbingkai salam tidak lupa juga kami
lantunkan kepada junjungan Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah
membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang yakni Islam
Rahmatan Lil ‘alamin.
Makalah mata kuliah dengan topik pembahasan “KURIKULUM 2013” ini
di susun dengan ringkas, dengan harapan agar pembaca dapat memahami dan
mengamalkan ilmunya.
Kami menyadari penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya.
Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran yang membangun dari para
pembaca untuk menyempurnakan isi dari pembahasan topik ini. Semoga makalah
ini dapat memberi manfaat bagi kita semua.
Cirebon, September 2016
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...........................................................................................i
DAFTAR ISI.........................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1
A. Latar Belakang...........................................................................................1
B. Rumusan Masalah......................................................................................1
C. Tujuan.........................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................3
A. Rasional Kurikulum 2013 .........................................................................3
B. Landasan Kurikulum 2013........................................................................5
C. Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013...................................................6
D. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 .........................................................6
E. Standar Kompetensi Lulusan, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar.........9
F. Strategi Implementasi Kurikulum 2013 ....................................................13
G. Pengembangan Kurikulum 2013...............................................................16
BAB III PENUTUP...............................................................................................23
A. Simpulan.....................................................................................................23
B. Saran .........................................................................................................24
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................25
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami
kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara
berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang
tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya
manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang
dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang
mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif. Untuk
meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan kurikulum yang mampu
diterima oleh semua peserta didik.
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu
lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang
akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan.
Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan
kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan
tersebut. Salah satu konsep terpenting untuk maju adalah “melakukan
perubahan”.
Dalam perkembangannya sekarang diberlakukan kurikulum 2013
yang merupakan hasil dari evaluasi kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan kurikulum
2013 diorientasikan untuk peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi
sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge).
Kurikulum ini diharapkan mampu menyongsong peserta didik agar bisa
memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana bentuk rasional kurikulum 2013?
2. Apa saja landasan dan elemen perubahan pada kurikulum 2013?
3. Bagaimana standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi
dasar pada kurikulum 2013?
2
4. Bagaimana implementasi kurikulum 2013?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui rasional kurikulum 2013.
2. Untuk mengetahui landasan dan elemen apa saja dalam perubahan pada
kurikulum 2013.
3. Untuk mengetahui standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan
kompetensi dasar pada kurikulum 2013.
4. Untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013.
3
BAB II
PEMBAHASAN
A. Rasional Kurikulum 2013
Kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal
1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan,
isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan
tertentu (kebudayaan, 2013).
Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan
Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada
tahun 2004 dan KTSP 2006. Pengembangan kurikulum 2013
diorientasikan untuk peningkatan dan keseimbangan yang mencakup
kompetensi sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan
secara terpadu (skill). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun
2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan pasal 35: kompetensi lulusan
yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan
standar nasional yang telah disepakati.
Rasional pengembangan Kurikulum 2013 perlu dilakukan karena
adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun
tantangan eksternal, sebagai berikut (kebudayaan, 2013):
1. Tantangan Internal
a. Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar Nasional
Pendidikan yang meliputi Standar Pengelolaan, Standar Biaya,
Standar Sarana Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, dan
Standar Kompetensi Lulusan.
b. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan
penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia
produktif.
2. Tantangan Eksternal
4
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain
berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di
masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan
pendagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka.
a. Tantangan masa depan antara lain globalisasi (WTO, ASEAN
Community, APEC, CAFTA), Masalah lingkungan hidup,
Kemajuan teknologi informasi, Konvergensi ilmu dan teknologi,
Ekonomi berbasis pengetahuan, Kebangkitan industri kreatif dan
budaya, Pergeseran kekuatan ekonomi dunia,Pengaruh dan imbas
teknosains, Mutu, investasi dan transformasi pada sektor
pendidikan, Materi TIMSS dan PISA.
b. Kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi,
kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan
mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan
menjadi warga negara yang bertanggungjawab, kemampuan
mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang
berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal,
memiliki minat luas dalam kehidupan, memiliki kesiapan untuk
bekerja, memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya dan
memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan.
c. Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada
aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan
karakter.
d. Perkembangan pengetahuan dan pendadogi antara lain neurologi,
psikologi, observation based (discovery) learning dan
collaborative learning.
e. Fenomena negatif yang mengemuka antara lain perkelahian
pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, dan kecurangan dalam
ujian.
3. Penyempurnaan Pola Pikir
Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya
akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola
5
pikir dalam proses pembelajaran, seperti sebagai berikut (kebudayaan,
2013):
a. dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa,
b. dari satu arah menuju ineraktif,
c. dari isolasi menuju lingkungan jejaring,
d. dari pasif menuju kreatif menyelidiki,
e. dari abstrak menuju konteks dunia nyata,
f. dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis IT atau
kelompok,
g. dari luas menuju prilaku khas memberdayakan kaidah keterkaitan,
h. dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala arah,
i. dari alat tunggal menuju alat media,
j. dari hubungan satu arah menuju kooperatif,
k. dari produksi massa meuju kebutuhan pelanggan,
l. dari usaha sadar tunggal menuju jamak,
m. dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin
jamak,
n. dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan,
o. dari pemikiran faktual menuju kritis,
p. dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan
B. Landasan Kurikulum 2013
1. Landasan Filosofis
a. Filosifis pancasila yang memberikan berbagai pronsip dasar dalam
pembangunan pendidikan.
b. Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai
akademik, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat.
2. Landasan Yuridis
 RPJMM 2010-1014 sektor pendidikan tentang perubahan
tentang metodologi pembelajarn dan penatan kurikulum.
 PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
 INPRES Nomor 1 tahun 2010, tentang Percepatan
Pelaksanaan Prioritas Pengembangan Nasional,
6
penyempurnaan kurikulum dan metode pembelajaran aktif
berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa untuk membentuk daya
saing dan karakter bangsa.
3. Landasan Konseptual
 Relevansi pendidikan (link and match)
 Kurikulum berbasis kompetensi dan karakter
 Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning)
 Pembelajaran aktif (student active learning)
 Penilaian yang valid, utuh, dan menyeluruh (Mulyasa, 2013).
C. Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013
Seperti yang dikemukakan di berbagai media massa, bahwa melalui
pengembangan kurikulum 2013 kita akan menghasilkan insan indonesia yang
produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan
pengetahuan yang terintegrasi. Dalam hal ini, pengembangan kurikulum
difokuskan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik, berupa
paduan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat didemonstrasikan
peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep yang dipelajarinya
secara kontekstual (Mulyasa, 2013).
D. Elemen Perubahan Kurikulum 2013
Perubahan kurikulum yang menjadi ciri kurikulum 2013 adalah
menyangkut empat standar pendidikan, yakni Standar Kompetensi Lulusan
(Mulyasa, 2013)(SKL), Standar Proses, Standar Isi, dan Standar Penilaian.
Keempat ini dirumuskan dalam tujuh elemen, sebagai berikut (Hidayat,
2013):
Elemen
Deskripsi
SD SMP SMA SMK
Kompetensi Lulusan - Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skill dan hard skill
yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan
pengetahuan.
7
Kedudukan Mata
Pelajaran
(ISI)
- Kompetensi yang semula diturunkan dari matapelajaran
berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari
kompetensi.
Pendekatan (ISI)
Kompetensi dikembangkan melalui:
Tematik
integratif dalam
semua mata
pelajaran
Mata pelajaran Mata pelajaran
wajib dan
pilihan.
Mata pelajaran
wajib, pilihan,
dan vokasi.
Struktur Kurikulum
(mata pelajaran dan
alokasi waktu)
(ISI)
- Holistik dan
integratif
berbasis sains
(alam, sosial,
dan budaya)
- Jumlah mata
pelajaran dari
10 menjadi 6
- Jumlah jam
bertambah 4
JP/minggu
akibat
perubahan
pendekatan
pembelajaran
- TIK menjadi
media semua
mata
pelajaran
- Pengembang
an diri
terintegrasi
pada setiap
matapelajara
n dan
ekstrakurikul
er
- Jumlah
matapelajara
n dari 12
menjadi 10
- Jumlah jam
bertambah 6
JP/minggu
akibat
perubahan
pendekatan
- Perubahan
sistem: ada
matapelajara
n wajib dan
ada mata
pelajaran
pilihan
- Terjadi
pengurangan
mata
pelajaran
yang harus
diikuti siswa
- Jumlah jam
bertambah 2
JP/minggu
akibat
perubahan
pendekatan
pembelajaran
- Penyesuaian
jenis keahlian
berdasarkan
spektrum
kebutuhan saat
ini
- Penyeragaman
mata pelajaran
dasar umum
- Produktif
disesuaikan
dengan trend
perkembangan
di Industri
- Pengelompokk
an mata
pelajaran
produktif
sehingga tidak
terlalu rinci
pembagiannya
8
pembelajaran
Proses Pembelajaran
- semula standar prosesnya terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan
konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah,
menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta
- belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas tetapi juga di lingkungan
sekolah dan masyarakat
- guru bukan satu-satunya sumber belajar
- sikap tidak diajarkan secara verbal tetapi melalui contoh dan
teladan.
Tematik dan
terpadu
IPA dan IPS
masing-masing
diajarkan
secara terpadu
Adanya mata
pelajaran wajib
dan pilihan
sesuai dengan
bakat dan
minatnya
Kompetensi
keterampilan
yang sesuai
dengan standar
industri
Penilaian - pergesaran dari penilaian melalui tes menjadi penilaian otentik
- memperkuat Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu pencapaian hasil
belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap
skor ideal
- penilaian tidak hanya level KD tetapi juga kompetensi inti dan SKL
- mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai
instrumen utama penilaian.
Kegiatan
Ekstrakurikuler
- Pramuka
(wajib)
- UKS
- PMR
- Bahasa
Inggris
- Pramuka
(wajib)
- OSIS
- UKS
- PMR
- Dll
- Pramuka
(wajib)
- OSIS
- UKS
- PMR
- Dll
- Pramuka
(wajib)
- OSIS
- UKS
- PMR
- Dll
9
E. Standar Kompetensi Lulusan, Kompetensi Dasar, dan Kompetensi Inti
1. Fungsi dan tujuan nasional
Pendidikan nasional diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan
Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Fungsi
pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan nasional adalah
untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warna negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
2. Standar Kompetensi Lulusan
Standar Kompetensi Lulusan memiliki pengertian yang tertuang
dalam Permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang SKL yaitu kriteria
mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap,
pengetahuan, dan keterampilan.
Dalam kurikulum ini diharapkan kepada siswa didik nanti memiliki
standar kelulusan yang tidak hanya menguasai dalam pengetahuannya saja
tetapi juga memiliki sikap dan akhlak yang baik.
Diterangkan lebih lanjut dalam Permendikbud nomor 54 tahun 2013
tentang SKL tujuan dari Standar Kompetensi Lulusan yaitu digunakan
sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar
penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar
sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan.
Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi
kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah
menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang
pendidikan dasar dan menengah.
10
KOMPETENSI LULUSAN SD/MI/SDLB/Paket A
SD/MI/SDLB/Paket A
Dimensi Kualifikasi Kemampuan
Sikap Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap orang beriman,
berakhlak mulia, berilmu, percaya diri,
dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam di
lingkungan rumah, sekolah, dan tempat
bermain.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual dan
konseptual berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, dan budaya dalam
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
fenomena dan kejadian di lingkungan
rumah, sekolah, dan tempat bermain
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan
tindak yang produktif dan kreatif
dalam ranah abstrak dan konkret sesuai
dengan yang ditugaskan kepadanya
(kebudayaan, 2013).
KOMPETENSI LULUSAN SMP/MTs/SMPLB/ Paket B
SMP/MTs/SMPLB/ Paket B
Dimensi Kualifikasi Kemampuan
Sikap Memiliki perilaku yang
11
mencerminkan sikap orang beriman,
berakhlak mulia, berilmu, percaya diri,
dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual,
konseptual, dan prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait fenomena dan kejadian yang
tampak mata.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan
tindak yang efektif dan kreatif dalam
ranah abstrak dan konkret sesuai
dengan yang dipelajari disekolah dan
sumber lain sejenis. (Kebudayaan,
2013)
KOMPETENSI LULUSAN SMA/MA/SMALB/ Paket C
SMA/MA/SMALB/ Paket C
Dimensi Kualifikasi Kemampuan
Sikap Memiliki perilaku yang
mencerminkan sikap orang beriman,
berakhlak mulia, berilmu, percaya diri,
dan bertanggung jawab dalam
berinteraksi secara efektif dengan
12
lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan
bangsa dalam pergaulan dunia.
Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural, dan
metakognitif dalam ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, dan budaya dengan
wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab serta dampak fenomena dan
kejadian.
Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan
tindak yang efektif dan kreatif dalam
ranah abstrak dan konkret sebagai
pengembangan dari yang dipelajari di
sekolah secara mandiri (Kebudayaan,
2013).
3. Kompetensi Dasar
Kompetensi dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk
setiap kelas yang diturunkan dari kompetensi inti. Kompetensi dasar
adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai
peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan
karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata
pelajaran (Majid, 2014).
Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk
setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar
adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan
ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai
peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan
13
karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata
pelajaran.
4. Kompetensi Inti
Kompetensi inti merupakan operasionalisasi standar kompetensi
lulusa dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang
telah mayelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu, yang
menggambarkan kompetensi utama yang dikelompokan ke dalam aspek
sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik
untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetens inti
harus menggambarkan kualitas yang seimbanga antara pencapaian hard
skill dan soft skill.
Kompetensi inti berfungsi sebagai untur pengorganisasian (organizing
element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasian, kompetensi
inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi
horizontal kompetensi dasar. Organisasi vertikal kompetensi dasar adalah
keterkaitan antara konten kompetensi dasar satu kelas atau jenjang
pendidikan ke kelas/ jenjang diatasnya swhingga memenuhi prinsip belajar
yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang
dipelajari peserta didik. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara
konten . kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan isi kompetensi dasar
dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan
kelas yang sama sehinggan terjadi proses saling memperkuat (Mulyasa,
2013).
F. Strategi Implementasi Kurikulum 2013
Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah
dengan pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota.
1. Pemerintah bertanggung jawab dalam mempersiapkan guru dan kepala
sekolah untuk melaksanakan kurikulum, seperti mengadakan pelatihan
khusus atau seminar-seminar.
14
2. Pemerintah bertanggung jawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan
kurikulum secara nasional.
3. Pemerintah provinsi bertanggung jawab dalam melakukan supervisi dan
evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di provinsi terkait.
4. Pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam memberikan
bantuan profesional kepada guru dan kepala sekolah dalam
melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait (Tania, 2015).
Strategi implementasi pengembangan kurikulum 2013 sendiri mengacu
pada pengertian pengembangan kurikulum sebagai “… the process of
planning, implementing, and evaluating learning opportunities intended to
produce desired changes in learners (Hidayat M. P., 2013)”, strategi
memiliki tiga tahap, yaitu merancang, mengimplementasikan, dan
mengevaluasi yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan yang
diinginkan pada diri pelajar.
Adapun faktor-faktor yang menentukan dan mendukung keberhasilan
implementasi kurikulum dalam meningkatkan pembelajaran untuk
menghasilkan peserta didik sebagai lulusan yang kompeten sebagai berikut :
1. kesesuaian kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK)
dengan kurikulum dan buku teks,
2. ketersediaan buku sebagai sumber belajar yang mengintegrasikan standar
pembentuk kurikulum,
3. penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan, serta
4. penguatan manajemen dan budaya sekolah (Hidayat S. , 2013).
Strategi implementasi kurikulum terdiri atas:
1. pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang pendidikan,
2. pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan,
3. pengembangan buku siswa dan buku pegangan guru,
4. pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan
pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru),
15
5. pendampingan dalam bentuk monitoring dan evaluasi untuk menemukan
kesulitan dan masalah implementasi dan upaya penanggulangan (Tania,
2015).
1. Pengembangan Kurikulum 2013 pada Satuan Pendidikan
Pengembangan kurikulum 2013 dilakukan atas prinsip :
a. bahwa sekolah adalah satu kesatuan lembaga pendidikan, dan
kurikulum adalah kurikulum satuan pendidikan, bukan daftar mata
pelajaran,
b. guru di satuan pendidikan adalah satu satuan pendidik,
mengembangkan kurikulum secara bersama-sama,
c. pengembangan kurikulum di jenjang satuan pendidikan dipimpin
langsung oleh kepala sekolah,
d. pelaksanaan implementasi kurikulum di satuan pendidikan dievaluasi
oleh kepala sekolah (Majid, 2014).
2. Strategi Implementasi Kurikulum
Strategi implementasi kurikulum terdiri atas :
a. pelaksanaan kurikulum di sekolah dan jenjang pendidikan, yaitu :
1) Juli 2013: kelas I, IV terbatas pada sejumlah SD/MI (30%), dan
seluruh VII (SMP/MTs), dan X (SMA/MA, SMK/MAK). Ini
adalah tahun pertama implementasi dan dilakukan di seluruh
wilayah NKRI. Untuk SD akan dipilih 30% SD dari setiap
kabupaten/kota di setiap provinsi
2) Juli 2014: kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI: tahun 2014
adalah tahun kedua implementasi. Seperti tahun pertama maka SD
akan dipilih sebanyak 30% sehingga secara keseluruhan
impelentasi kurikulum pada tahun kedua sudah mencakup 60% SD
di seluruh wilayah NKRI. Pada tahun kedua implementasi ini
hanya kelas terakhir SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK yang
belum melaksanakan kurikulum 2013
3) Juli 2015: seluruh kelas dan seluruh sekolah SD/MI, SMP/MTs,
SMA/MA, SMK/MAK telah melaksanakan sepenuhnya kurikulum
2013.
16
b. pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas, dari tahun 2013-2016.
Kepala sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 dan pelatihan ini
dilakukan sebelum kurikulum 2013 diimplementasikan. Prinsip ini
menjadi konsep utama implementasi, dimana guru, kepala sekolah,
dan pengawas yang sudah dilatihlah yang akan mengimplementasikan
kurikulum di wilayah sekolah terkait
c. pengembangan buku babon (Buku babon merupakan buku pegangan).
Buku babon terdiri atas buku untuk peserta didik dan buku untuk guru.
Isi buku babon guru sama dengan buku babon peserta didik dengan
tambahan strategi pembelajaran dan penilaian hasil belajar), dari tahun
2013-2016. Sejalan dengan strategi implementasi, penulisan dan
percetakan serta distribusi buku babon akan seluruhnya selesai pada
awal tahun terakhir implementasi kurikulum atau sebelumnya. Pada
prinsipnya, ketika implementasi kurikulum 2013 memasuki tahun
2015-2016 seluruh buku babon sudah tersedia di setiap sekolah
d. pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan
pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru) dimulai dari
Januari-Desember 2013. Implementasi kurikulum 2013 mensyaratkan
penataan administrasi, manajemen, kepemimpinan dan budaya kerja
guru yang baru
e. pendampingan dalam bentuk evaluasi untuk menemukan kesulitan dan
masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli 2013-2016
(Majid, 2014).
G. Pengembangan Kurikulum 2013
1. Perlunya Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 2013
Perlunya perubahan kurikulum juga karena adanya beberapa kelemahan yang
ditemukan dalam KTSP 2006 sebagai berikut (diadaptasi dari materi
sosialisai Kurikulum 2013:
1. Isi dan pesan-pesan kurikulum masih terlalu padat, karena banyaknya
mata pelajaran, materi dan kesukaran nya melampaui usia anak.
2. Kurikulum belum mengembangkan kompetensi secara utuh sesuai
dengan visi, misi dan tujuan pendidikan nasional.
17
3. Kompetensi yang dikembangkan lebih didominasi oleh aspek
pengetahuan, belum sepenuhnya menggambarkan pribadi peserta didik
(pengetahuan, keterampilan, dan sikap).
4. Berbagai kompetensi yang diperlukan sesuai dengan perkembangan
masyarakat, seperti pendidikan karekter, kesadaran lingkungan,
pendekatan dan metode pembelajatan konstruktif , keseimbangan soft
skill dan hard skill, serta jiwa kewirausahaan, belum terakomodasi di
dalam kurikulum.
5. Kurikulum belum peka terhadap berbagai perubahan sosial yang terjadi
pada tingkat lokal, nasional, maupun global.
6. Standar proses pembelaran belum menggambarkan urutan pembelajaran
yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam
dan berujung pada pembelejaran yang berpusat pada guru.
7. Penilaian belum menggunakan penilaian berbasis kompetensi, serta
belum tegas memberikan layanan remidiasi dan penilaian secara berkala
(Mulyasa, 2013).
Perubahan dan pengembangan kurikulum juga diperlukan karena adanya
kesenjangan yang sedang berlaku saat itu (KTSP), yakni sebagai berikut
(Mulyasa, 2013):
KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL
KOMPETENSI LULUSAN KOMPETENSI LULUSAN
1 Belum sepenuhnya menanamkan
pendidikan karekter
1 Berkarakter mulia
2 Belum menghasilkan keterampilan
yang dibutuhkan
2 Keterampilan yang relevan
3 Pengetahuan-pengetahuan lepas 3 Pengetahuan-pengetahuan terkait
MATERI
PEMBELAJARAN
MATERI
PEMBELAJARAN
18
1 Belum relevan dengan kompetensi
yang dibutuhkan
1 Relevan dengan materi yang
dibutuhkan
2 Beban belajar terlalu berat 2 Materi esensial
3 Terlalu luas, kurang mendalam 3 Sesuai dengan tingkat
perkembangan anak
PROSES PEMBELAJARAN PROSES PEMBELAJARAN
1 Berpusat pada guru 1 Berpusat pada peserta didik
2 Proses pembelajaran berorientasi
pada buku teks
2 Sifat pembelajaran yang
kontekstual
3 Buku teks hanya memuat materi
bahasan
3 Buku teks memuat materi dan
proses pembelajaran, sistem
penilaian serta kompetensi yang
diharapkan
PENILAIAN PENILAIAN
1 Menekankan aspek kognitif 1 Menekankan sifat kognitif afektif,
psikomotor serta prorporsional
2 Tes menjadi cara yang dominan 2 Penilaian tes pada portofolio
saling melengkapi
PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
1 Memenuhi kompetensi profesi
saja
1 Memenuhi kompetensi profesi,
pedagogi, sosial, dan personal
2 Fokus pada ukuran kinerja PTK 2 Motivasi mengajar
PENGELOLAAN KURIKULUM PENGELOLAAN KURIKULUM
1 Satuam pendidikan mempunya
pembebasan dalam mengelola
1 Pemerintah pusat dan daerah
mempunyai kendali kualitas
19
kurikulum dalam pelaksanaan kurikulum
ditingkat satuan pendidikan
2 Masih terdapat kecenderungan
satuan pendidikan menyusun
kurikulum tanpa
mempertimbangkan kondisi
satuan pendidikan, kebutuhan
peserta didik, dan potensi daerah
2 Satuan pendidikan mampu
menyusun kurikulum dengan
mempertimbangkan kondisi
satuan pendidikan, kebiutuhan
peserta didik, dan potensi daerah
3 Pemerintah hanya menyiapkan
sampai standar isi mata pelajaran
3 Pemerintah manyiapkan semua
komponen kurikulum sampai
buku teks dan pedoman
Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan beberapa penyempurnaan pola pikir
sebagai berikut:
Penyempurnaan pola pokir perumusan kurikulum (Mulyasa, 2013):
No. KBK 2004 KTSP 2006 KURIKULUM 2013
1 Standar kompetensi lulusan
diturunkan dari standar isi
Standar kompetensi lulusan diturunkan
dari kebutuhan
Standar isi dirumuskan
berdasarkan tujuan mata pelajaran
(SKL) yang dirinci menjadi
standar kompetensi dan
kompetensi dasar mata pelajaran
Standar isi diturunkan dari standar
kompetensi lulusan melalui
kompetensi inti yang bebas mata
pelajaran
Pemisahan antara mata pelajaran
pembentuk sikap , pembentukan
keterampilan, dan pembentuk
pengetahuan
Semua mata pelajaran harus
berkontribusi terhadap pembentukan
sikap, keterampilan, dan pengetahuan
20
Kompetensi diturunkan dari mata
pelajaran
Mata pelajaran diturunkan dari
kompetensi yang ingin dicapai
Mata pelajaran lepas satu dengan
yang lain, seperti sekumpulan
mata pelajaran terpisah
Semua mata pelajaran diikat oleh
kompetensi inti (tiap kelas)
2. Perbandingan kurikulum 2013 dengan KTSP 2006 (Mulyasa, 2013)
Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum
Elemen Ukuran Tata
Kelola
KTSP 2006 Kurikulum
2013
Guru
Kewenangan Hampir
mutlak
Terbatas
Kompetensi Harus tinggi Sebaiknya
tinggi. Bagi
yang rendah
masih terbantu
dengan adanya
buku.
Bebasan Berat Ringan
Efektiftas waktu
untuk kegiatan
pembelajaran
Rendah
(banyak
waktu untuk
persiapan)
Tinggi
Buku
Peran Penerbit Besar Kecil
Variasi materi
dan proses
Tinggi Rendah
Variasi harga/
bebas siswa
Tinggi Rendah
21
Siswa
Hasil
pembelajaran
Tergantung
sepenuhnya
pada guru
Tidak
sepenuhnya
tergantung
guru, tetapi
juga buku yang
disediakan
pemerintah.
Pemantauan
Titik
penyimpangan
Banyak Sedikit
Besar
penyimpangan
Tinggi Rendah
Pengawasan Sulit, hampir
tidak
mungkin
Mudah
Perbandingan tata kelola pelaksanaan kurikulum (Mulyasa, 2013)
Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013
Penyusunan
silabus
Guru Hampir mutlak
(dibatasi hanya
oleh SK-KD)
Pengembangan
dari yang sudah
disiapkan
Pemerintah Hanya sampai
SK-KD
Mutlak
Pemerintah
daerah
Supervisi
penyusunan
Supervisi
pelaksanaan
Penyediaan
buku
Penerbit Kuat Lemah
Guru Hampir mutlak Kecil, untuk
buku pengayaan
Pemerintah Kecil untuk
kelayakan
Mutlak untuk
buku teks, kecil
22
disekolah untuk buku
pengayaan
Penyusunan
rencana
pelaksanaan
pembelajaran
Guru Hampir mutlak Kecil, untuk
pengembangan
dari yang ada
pada pada buku
teks
Pemerintah
daerah
Supervisi
penyusunan
dan
pemantauan
Supervisi
pelaksanaan dan
pemantauan
Pelaksanaan
pembelajaran
Guru Mutlak Hampir mutlak
Pemerintah
daerah
Pemantauan
kesesuan
dengan rencana
(variatif)
Pemantauan
kesesuaian
dengan buku teks
(terkendali)
Penjaminan
mutu
Pemerintah Sulit, karena
variasi terlalu
besar
Mudah, karena
mengarah pada
pedoman yang
sama
23
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
 Rasional pengembangan Kurikulum 2013 perlu dilakukan karena
adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal
maupun tantangan eksternal, sebagai berikut:
1. Tantangan Internal
Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar
Nasional Pendidikan yang meliputi Standar Pengelolaan, Standar
Biaya, Standar Sarana Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga
Kependidikan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, dan
Standar Kompetensi Lulusan.
2. Tantangan Eksternal
Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara
lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang
diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan
pengetahuan dan pendagogi, serta berbagai fenomena negatif yang
mengemuka.
 Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013
Seperti yang dikemukakan di berbagai media massa, bahwa
melalui pengembangan kurikulum 2013 kita akan menghasilkan insan
indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan
sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.
 Strategi implementasi kurikulum terdiri atas :
1. Pelaksanaan kurikulum di sekolah dan jenjang pendidikan
2. Pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas, dari tahun 2013-
2016.
3. Pengembangan buku babon, dari tahun 2013-2016.
24
4. Pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi,
dan
pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru) dimulai dari
Januari-Desember 2013.
5. Pendampingan dalam bentuk evaluasi untuk menemukan kesulitan
dan masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli 2013-
2016.
B. Saran
Perubahan pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk mengatasi
masalah atau meningkatkan kualitas kehidupan. Demikian halnya dengan
pendidikan, setiap usaha perubahan seharusnya diarahkan untuk mengatasi
masalah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Perubahan pendidikan
sehrusnya berkesinambungan. Namun, tidak demikian dalam pelaksanaannya,
sering kali perubahan itu dilakukan hanya untuk memenuhi ambisi pribadi
penguasa, termasuk perubahan dalam bidang pendidikan di indonesia,
sehingga banyak anggapan umum yang beredar di masyarakat tentang ganti
mentri ganti kebijakan, dan sebagainya.
Kurikulum 2013 seharusnya bisa dijadikan sebagai tonggak perbaikan
berkesinambungan dalam pendidikan, perbaikan-perbaikan selanjutnay dapat
dilakukan oleh guru dan kepala sekolah, sehingga tidak harus ganti orang
ganti kurikulum. Bahkan kalalu memungkinkan selama bangsa indonesia
masih mendasarkan kehidupannya pada pancasila dan UUD 45, tidak usah ada
lagi perubahan kurikulum secara makro, cukup perubahan atau penyesuaian
ditingkat sekolah dan satuan pendidikan. Dengan demikian perubahan
kurkulum itu menjadi tugas guru, dan kepala sekolah, serta bekerja sama
dengan masyarakat melalui komite sekolah dibawah pengawasan dinas
pendidikan.
25
DaftarPustaka
Hidayat,M. P. (2013). Pengembangan KurikulumBaru. Bandung:PT.Remaja
Rosdakarya.
Hidayat,S. (2013). Pengembangan KurikulumBaru. Bandung:PTRemajaRosdakarya.
kebudayaan,k.p.(2013). Rasionalkurikulum. jakarta:kementrianpendidikandan
kebudayaan.
Kebudayaan,M.P. (2013). Salinan Lampiran Peraturan MenteriPendidikanStandar
KompetensiLulusan Pendidikan Dasardan Menengah . jakarta:kementrian
agama.
Majid,A. (2014). ImplementasiKurikulum2013 Kajian Teoritis dan Praktis. Bandung:
InteresMedia.
Mulyasa,E. (2013). Pengembangan dan ImplementasiKurikulum. Bandung:PTRemaja
Rosdakarya.
Tania.(2015). DokumenKurikulum2013. Dokumen Kurikulum2013, 20.
.

Makalah kurikulum 2013

  • 1.
    MAKALAH KURIKULUM 2013 Diajukan UntukMemenuhi Tugas Terstruktur Dosen Pengampu : Widodo Winarso, M.Pd.I Mata Kuliah : Analisis Pengembangan Kurikulum Disusun oleh: Laili Octadianti : (1414153126) Muhamad Yasin : (1414153132) Tini Hartini : (1414153155) Matematika D / V FAKULTAS TARBIYAH IAIN SYEKH NURJATI CIREBON Jl. Perjuangan By Pass Sunyaragi Cirebon - Jawa Barat 45132 Telp : (0231) 481264 Faxs : (0231) 489926 2016
  • 3.
    i KATA PENGANTAR Alhamdulillahirabbil ‘alamin,segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT. Tuhan semesta alam yang telah menghendaki terselesaikannya tugas makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat berbingkai salam tidak lupa juga kami lantunkan kepada junjungan Nabi kita Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa kita dari zaman kegelapan menuju zaman terang benderang yakni Islam Rahmatan Lil ‘alamin. Makalah mata kuliah dengan topik pembahasan “KURIKULUM 2013” ini di susun dengan ringkas, dengan harapan agar pembaca dapat memahami dan mengamalkan ilmunya. Kami menyadari penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran yang membangun dari para pembaca untuk menyempurnakan isi dari pembahasan topik ini. Semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi kita semua. Cirebon, September 2016 Penyusun
  • 4.
    ii DAFTAR ISI KATA PENGANTAR...........................................................................................i DAFTAR ISI.........................................................................................................ii BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................1 A. Latar Belakang...........................................................................................1 B. Rumusan Masalah......................................................................................1 C. Tujuan.........................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN .......................................................................................3 A. Rasional Kurikulum 2013 .........................................................................3 B. Landasan Kurikulum 2013........................................................................5 C. Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013...................................................6 D. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 .........................................................6 E. Standar Kompetensi Lulusan, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar.........9 F. Strategi Implementasi Kurikulum 2013 ....................................................13 G. Pengembangan Kurikulum 2013...............................................................16 BAB III PENUTUP...............................................................................................23 A. Simpulan.....................................................................................................23 B. Saran .........................................................................................................24 DAFTAR PUSTAKA............................................................................................25
  • 5.
    1 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan diperlukan kurikulum yang mampu diterima oleh semua peserta didik. Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta didik dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut. Salah satu konsep terpenting untuk maju adalah “melakukan perubahan”. Dalam perkembangannya sekarang diberlakukan kurikulum 2013 yang merupakan hasil dari evaluasi kurikulum sebelumnya, yaitu Kurikulum Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan kurikulum 2013 diorientasikan untuk peningkatan dan keseimbangan antara kompetensi sikap (attitude), keterampilan (skill) dan pengetahuan (knowledge). Kurikulum ini diharapkan mampu menyongsong peserta didik agar bisa memiliki kualitas pendidikan yang lebih baik. B. Rumusan Masalah 1. Bagaimana bentuk rasional kurikulum 2013? 2. Apa saja landasan dan elemen perubahan pada kurikulum 2013? 3. Bagaimana standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar pada kurikulum 2013?
  • 6.
    2 4. Bagaimana implementasikurikulum 2013? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui rasional kurikulum 2013. 2. Untuk mengetahui landasan dan elemen apa saja dalam perubahan pada kurikulum 2013. 3. Untuk mengetahui standar kompetensi lulusan, kompetensi inti, dan kompetensi dasar pada kurikulum 2013. 4. Untuk mengetahui implementasi kurikulum 2013.
  • 7.
    3 BAB II PEMBAHASAN A. RasionalKurikulum 2013 Kurikulum menurut Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (kebudayaan, 2013). Pengembangan Kurikulum 2013 merupakan langkah lanjutan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi yang telah dirintis pada tahun 2004 dan KTSP 2006. Pengembangan kurikulum 2013 diorientasikan untuk peningkatan dan keseimbangan yang mencakup kompetensi sikap (attitude), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan secara terpadu (skill). Hal ini sejalan dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 sebagaimana tersurat dalam penjelasan pasal 35: kompetensi lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. Rasional pengembangan Kurikulum 2013 perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal, sebagai berikut (kebudayaan, 2013): 1. Tantangan Internal a. Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar Nasional Pendidikan yang meliputi Standar Pengelolaan, Standar Biaya, Standar Sarana Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, dan Standar Kompetensi Lulusan. b. Tantangan internal lainnya terkait dengan faktor perkembangan penduduk Indonesia dilihat dari pertumbuhan penduduk usia produktif. 2. Tantangan Eksternal
  • 8.
    4 Tantangan eksternal yangdihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pendagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka. a. Tantangan masa depan antara lain globalisasi (WTO, ASEAN Community, APEC, CAFTA), Masalah lingkungan hidup, Kemajuan teknologi informasi, Konvergensi ilmu dan teknologi, Ekonomi berbasis pengetahuan, Kebangkitan industri kreatif dan budaya, Pergeseran kekuatan ekonomi dunia,Pengaruh dan imbas teknosains, Mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan, Materi TIMSS dan PISA. b. Kompetensi masa depan antara lain kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang bertanggungjawab, kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda, kemampuan hidup dalam masyarakat yang mengglobal, memiliki minat luas dalam kehidupan, memiliki kesiapan untuk bekerja, memiliki kecerdasan sesuai dengan bakat/minatnya dan memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan. c. Persepsi masyarakat antara lain terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa terlalu berat, kurang bermuatan karakter. d. Perkembangan pengetahuan dan pendadogi antara lain neurologi, psikologi, observation based (discovery) learning dan collaborative learning. e. Fenomena negatif yang mengemuka antara lain perkelahian pelajar, narkoba, korupsi, plagiarisme, dan kecurangan dalam ujian. 3. Penyempurnaan Pola Pikir Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masa depan hanya akan dapat terwujud apabila terjadi pergeseran atau perubahan pola
  • 9.
    5 pikir dalam prosespembelajaran, seperti sebagai berikut (kebudayaan, 2013): a. dari berpusat pada guru menuju berpusat pada siswa, b. dari satu arah menuju ineraktif, c. dari isolasi menuju lingkungan jejaring, d. dari pasif menuju kreatif menyelidiki, e. dari abstrak menuju konteks dunia nyata, f. dari pembelajaran pribadi menuju pembelajaran berbasis IT atau kelompok, g. dari luas menuju prilaku khas memberdayakan kaidah keterkaitan, h. dari stimulasi rasa tunggal menuju stimulasi ke segala arah, i. dari alat tunggal menuju alat media, j. dari hubungan satu arah menuju kooperatif, k. dari produksi massa meuju kebutuhan pelanggan, l. dari usaha sadar tunggal menuju jamak, m. dari satu ilmu pengetahuan bergeser menuju pengetahuan disiplin jamak, n. dari kontrol terpusat menuju otonomi dan kepercayaan, o. dari pemikiran faktual menuju kritis, p. dari penyampaian pengetahuan menuju pertukaran pengetahuan B. Landasan Kurikulum 2013 1. Landasan Filosofis a. Filosifis pancasila yang memberikan berbagai pronsip dasar dalam pembangunan pendidikan. b. Filosofi pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai luhur, nilai akademik, kebutuhan peserta didik, dan masyarakat. 2. Landasan Yuridis  RPJMM 2010-1014 sektor pendidikan tentang perubahan tentang metodologi pembelajarn dan penatan kurikulum.  PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan  INPRES Nomor 1 tahun 2010, tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pengembangan Nasional,
  • 10.
    6 penyempurnaan kurikulum danmetode pembelajaran aktif berdasarkan nilai-nilai budaya bangsa untuk membentuk daya saing dan karakter bangsa. 3. Landasan Konseptual  Relevansi pendidikan (link and match)  Kurikulum berbasis kompetensi dan karakter  Pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning)  Pembelajaran aktif (student active learning)  Penilaian yang valid, utuh, dan menyeluruh (Mulyasa, 2013). C. Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013 Seperti yang dikemukakan di berbagai media massa, bahwa melalui pengembangan kurikulum 2013 kita akan menghasilkan insan indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi. Dalam hal ini, pengembangan kurikulum difokuskan pada pembentukan kompetensi dan karakter peserta didik, berupa paduan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat didemonstrasikan peserta didik sebagai wujud pemahaman terhadap konsep yang dipelajarinya secara kontekstual (Mulyasa, 2013). D. Elemen Perubahan Kurikulum 2013 Perubahan kurikulum yang menjadi ciri kurikulum 2013 adalah menyangkut empat standar pendidikan, yakni Standar Kompetensi Lulusan (Mulyasa, 2013)(SKL), Standar Proses, Standar Isi, dan Standar Penilaian. Keempat ini dirumuskan dalam tujuh elemen, sebagai berikut (Hidayat, 2013): Elemen Deskripsi SD SMP SMA SMK Kompetensi Lulusan - Adanya peningkatan dan keseimbangan soft skill dan hard skill yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan.
  • 11.
    7 Kedudukan Mata Pelajaran (ISI) - Kompetensiyang semula diturunkan dari matapelajaran berubah menjadi mata pelajaran dikembangkan dari kompetensi. Pendekatan (ISI) Kompetensi dikembangkan melalui: Tematik integratif dalam semua mata pelajaran Mata pelajaran Mata pelajaran wajib dan pilihan. Mata pelajaran wajib, pilihan, dan vokasi. Struktur Kurikulum (mata pelajaran dan alokasi waktu) (ISI) - Holistik dan integratif berbasis sains (alam, sosial, dan budaya) - Jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6 - Jumlah jam bertambah 4 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran - TIK menjadi media semua mata pelajaran - Pengembang an diri terintegrasi pada setiap matapelajara n dan ekstrakurikul er - Jumlah matapelajara n dari 12 menjadi 10 - Jumlah jam bertambah 6 JP/minggu akibat perubahan pendekatan - Perubahan sistem: ada matapelajara n wajib dan ada mata pelajaran pilihan - Terjadi pengurangan mata pelajaran yang harus diikuti siswa - Jumlah jam bertambah 2 JP/minggu akibat perubahan pendekatan pembelajaran - Penyesuaian jenis keahlian berdasarkan spektrum kebutuhan saat ini - Penyeragaman mata pelajaran dasar umum - Produktif disesuaikan dengan trend perkembangan di Industri - Pengelompokk an mata pelajaran produktif sehingga tidak terlalu rinci pembagiannya
  • 12.
    8 pembelajaran Proses Pembelajaran - semulastandar prosesnya terfokus pada eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi dilengkapi dengan mengamati, menanya, mengolah, menalar, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta - belajar tidak hanya terjadi di ruang kelas tetapi juga di lingkungan sekolah dan masyarakat - guru bukan satu-satunya sumber belajar - sikap tidak diajarkan secara verbal tetapi melalui contoh dan teladan. Tematik dan terpadu IPA dan IPS masing-masing diajarkan secara terpadu Adanya mata pelajaran wajib dan pilihan sesuai dengan bakat dan minatnya Kompetensi keterampilan yang sesuai dengan standar industri Penilaian - pergesaran dari penilaian melalui tes menjadi penilaian otentik - memperkuat Penilaian Acuan Patokan (PAP) yaitu pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperolehnya terhadap skor ideal - penilaian tidak hanya level KD tetapi juga kompetensi inti dan SKL - mendorong pemanfaatan portofolio yang dibuat siswa sebagai instrumen utama penilaian. Kegiatan Ekstrakurikuler - Pramuka (wajib) - UKS - PMR - Bahasa Inggris - Pramuka (wajib) - OSIS - UKS - PMR - Dll - Pramuka (wajib) - OSIS - UKS - PMR - Dll - Pramuka (wajib) - OSIS - UKS - PMR - Dll
  • 13.
    9 E. Standar KompetensiLulusan, Kompetensi Dasar, dan Kompetensi Inti 1. Fungsi dan tujuan nasional Pendidikan nasional diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warna negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 2. Standar Kompetensi Lulusan Standar Kompetensi Lulusan memiliki pengertian yang tertuang dalam Permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang SKL yaitu kriteria mengenai kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Dalam kurikulum ini diharapkan kepada siswa didik nanti memiliki standar kelulusan yang tidak hanya menguasai dalam pengetahuannya saja tetapi juga memiliki sikap dan akhlak yang baik. Diterangkan lebih lanjut dalam Permendikbud nomor 54 tahun 2013 tentang SKL tujuan dari Standar Kompetensi Lulusan yaitu digunakan sebagai acuan utama pengembangan standar isi, standar proses, standar penilaian pendidikan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, dan standar pembiayaan. Standar Kompetensi Lulusan terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajarnya di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
  • 14.
    10 KOMPETENSI LULUSAN SD/MI/SDLB/PaketA SD/MI/SDLB/Paket A Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain. Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya (kebudayaan, 2013). KOMPETENSI LULUSAN SMP/MTs/SMPLB/ Paket B SMP/MTs/SMPLB/ Paket B Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang
  • 15.
    11 mencerminkan sikap orangberiman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian yang tampak mata. Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang dipelajari disekolah dan sumber lain sejenis. (Kebudayaan, 2013) KOMPETENSI LULUSAN SMA/MA/SMALB/ Paket C SMA/MA/SMALB/ Paket C Dimensi Kualifikasi Kemampuan Sikap Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan
  • 16.
    12 lingkungan sosial danalam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Pengetahuan Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Keterampilan Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri (Kebudayaan, 2013). 3. Kompetensi Dasar Kompetensi dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari kompetensi inti. Kompetensi dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik peserta didik, kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran (Majid, 2014). Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten atau kompetensi yang terdiri atas sikap, pengetahuan, dan ketrampilan yang bersumber pada kompetensi inti yang harus dikuasai peserta didik. Kompetensi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan
  • 17.
    13 karakteristik peserta didik,kemampuan awal, serta ciri dari suatu mata pelajaran. 4. Kompetensi Inti Kompetensi inti merupakan operasionalisasi standar kompetensi lulusa dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh peserta didik yang telah mayelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu, yang menggambarkan kompetensi utama yang dikelompokan ke dalam aspek sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetens inti harus menggambarkan kualitas yang seimbanga antara pencapaian hard skill dan soft skill. Kompetensi inti berfungsi sebagai untur pengorganisasian (organizing element) kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasian, kompetensi inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal kompetensi dasar. Organisasi vertikal kompetensi dasar adalah keterkaitan antara konten kompetensi dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelas/ jenjang diatasnya swhingga memenuhi prinsip belajar yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari peserta didik. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten . kompetensi dasar satu mata pelajaran dengan isi kompetensi dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehinggan terjadi proses saling memperkuat (Mulyasa, 2013). F. Strategi Implementasi Kurikulum 2013 Implementasi kurikulum adalah usaha bersama antara Pemerintah dengan pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota. 1. Pemerintah bertanggung jawab dalam mempersiapkan guru dan kepala sekolah untuk melaksanakan kurikulum, seperti mengadakan pelatihan khusus atau seminar-seminar.
  • 18.
    14 2. Pemerintah bertanggungjawab dalam melakukan evaluasi pelaksanaan kurikulum secara nasional. 3. Pemerintah provinsi bertanggung jawab dalam melakukan supervisi dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum di provinsi terkait. 4. Pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam memberikan bantuan profesional kepada guru dan kepala sekolah dalam melaksanakan kurikulum di kabupaten/kota terkait (Tania, 2015). Strategi implementasi pengembangan kurikulum 2013 sendiri mengacu pada pengertian pengembangan kurikulum sebagai “… the process of planning, implementing, and evaluating learning opportunities intended to produce desired changes in learners (Hidayat M. P., 2013)”, strategi memiliki tiga tahap, yaitu merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi yang diharapkan dapat menghasilkan perubahan yang diinginkan pada diri pelajar. Adapun faktor-faktor yang menentukan dan mendukung keberhasilan implementasi kurikulum dalam meningkatkan pembelajaran untuk menghasilkan peserta didik sebagai lulusan yang kompeten sebagai berikut : 1. kesesuaian kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dengan kurikulum dan buku teks, 2. ketersediaan buku sebagai sumber belajar yang mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum, 3. penguatan peran pemerintah dalam pembinaan dan pengawasan, serta 4. penguatan manajemen dan budaya sekolah (Hidayat S. , 2013). Strategi implementasi kurikulum terdiri atas: 1. pelaksanaan kurikulum di seluruh sekolah dan jenjang pendidikan, 2. pelatihan pendidik dan tenaga kependidikan, 3. pengembangan buku siswa dan buku pegangan guru, 4. pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru),
  • 19.
    15 5. pendampingan dalambentuk monitoring dan evaluasi untuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi dan upaya penanggulangan (Tania, 2015). 1. Pengembangan Kurikulum 2013 pada Satuan Pendidikan Pengembangan kurikulum 2013 dilakukan atas prinsip : a. bahwa sekolah adalah satu kesatuan lembaga pendidikan, dan kurikulum adalah kurikulum satuan pendidikan, bukan daftar mata pelajaran, b. guru di satuan pendidikan adalah satu satuan pendidik, mengembangkan kurikulum secara bersama-sama, c. pengembangan kurikulum di jenjang satuan pendidikan dipimpin langsung oleh kepala sekolah, d. pelaksanaan implementasi kurikulum di satuan pendidikan dievaluasi oleh kepala sekolah (Majid, 2014). 2. Strategi Implementasi Kurikulum Strategi implementasi kurikulum terdiri atas : a. pelaksanaan kurikulum di sekolah dan jenjang pendidikan, yaitu : 1) Juli 2013: kelas I, IV terbatas pada sejumlah SD/MI (30%), dan seluruh VII (SMP/MTs), dan X (SMA/MA, SMK/MAK). Ini adalah tahun pertama implementasi dan dilakukan di seluruh wilayah NKRI. Untuk SD akan dipilih 30% SD dari setiap kabupaten/kota di setiap provinsi 2) Juli 2014: kelas I, II, IV, V, VII, VIII, X, dan XI: tahun 2014 adalah tahun kedua implementasi. Seperti tahun pertama maka SD akan dipilih sebanyak 30% sehingga secara keseluruhan impelentasi kurikulum pada tahun kedua sudah mencakup 60% SD di seluruh wilayah NKRI. Pada tahun kedua implementasi ini hanya kelas terakhir SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK yang belum melaksanakan kurikulum 2013 3) Juli 2015: seluruh kelas dan seluruh sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK telah melaksanakan sepenuhnya kurikulum 2013.
  • 20.
    16 b. pelatihan guru,kepala sekolah dan pengawas, dari tahun 2013-2016. Kepala sekolah yang melaksanakan kurikulum 2013 dan pelatihan ini dilakukan sebelum kurikulum 2013 diimplementasikan. Prinsip ini menjadi konsep utama implementasi, dimana guru, kepala sekolah, dan pengawas yang sudah dilatihlah yang akan mengimplementasikan kurikulum di wilayah sekolah terkait c. pengembangan buku babon (Buku babon merupakan buku pegangan). Buku babon terdiri atas buku untuk peserta didik dan buku untuk guru. Isi buku babon guru sama dengan buku babon peserta didik dengan tambahan strategi pembelajaran dan penilaian hasil belajar), dari tahun 2013-2016. Sejalan dengan strategi implementasi, penulisan dan percetakan serta distribusi buku babon akan seluruhnya selesai pada awal tahun terakhir implementasi kurikulum atau sebelumnya. Pada prinsipnya, ketika implementasi kurikulum 2013 memasuki tahun 2015-2016 seluruh buku babon sudah tersedia di setiap sekolah d. pengembangan manajemen, kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru) dimulai dari Januari-Desember 2013. Implementasi kurikulum 2013 mensyaratkan penataan administrasi, manajemen, kepemimpinan dan budaya kerja guru yang baru e. pendampingan dalam bentuk evaluasi untuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli 2013-2016 (Majid, 2014). G. Pengembangan Kurikulum 2013 1. Perlunya Perubahan dan Pengembangan Kurikulum 2013 Perlunya perubahan kurikulum juga karena adanya beberapa kelemahan yang ditemukan dalam KTSP 2006 sebagai berikut (diadaptasi dari materi sosialisai Kurikulum 2013: 1. Isi dan pesan-pesan kurikulum masih terlalu padat, karena banyaknya mata pelajaran, materi dan kesukaran nya melampaui usia anak. 2. Kurikulum belum mengembangkan kompetensi secara utuh sesuai dengan visi, misi dan tujuan pendidikan nasional.
  • 21.
    17 3. Kompetensi yangdikembangkan lebih didominasi oleh aspek pengetahuan, belum sepenuhnya menggambarkan pribadi peserta didik (pengetahuan, keterampilan, dan sikap). 4. Berbagai kompetensi yang diperlukan sesuai dengan perkembangan masyarakat, seperti pendidikan karekter, kesadaran lingkungan, pendekatan dan metode pembelajatan konstruktif , keseimbangan soft skill dan hard skill, serta jiwa kewirausahaan, belum terakomodasi di dalam kurikulum. 5. Kurikulum belum peka terhadap berbagai perubahan sosial yang terjadi pada tingkat lokal, nasional, maupun global. 6. Standar proses pembelaran belum menggambarkan urutan pembelajaran yang rinci sehingga membuka peluang penafsiran yang beraneka ragam dan berujung pada pembelejaran yang berpusat pada guru. 7. Penilaian belum menggunakan penilaian berbasis kompetensi, serta belum tegas memberikan layanan remidiasi dan penilaian secara berkala (Mulyasa, 2013). Perubahan dan pengembangan kurikulum juga diperlukan karena adanya kesenjangan yang sedang berlaku saat itu (KTSP), yakni sebagai berikut (Mulyasa, 2013): KONDISI SAAT INI KONSEP IDEAL KOMPETENSI LULUSAN KOMPETENSI LULUSAN 1 Belum sepenuhnya menanamkan pendidikan karekter 1 Berkarakter mulia 2 Belum menghasilkan keterampilan yang dibutuhkan 2 Keterampilan yang relevan 3 Pengetahuan-pengetahuan lepas 3 Pengetahuan-pengetahuan terkait MATERI PEMBELAJARAN MATERI PEMBELAJARAN
  • 22.
    18 1 Belum relevandengan kompetensi yang dibutuhkan 1 Relevan dengan materi yang dibutuhkan 2 Beban belajar terlalu berat 2 Materi esensial 3 Terlalu luas, kurang mendalam 3 Sesuai dengan tingkat perkembangan anak PROSES PEMBELAJARAN PROSES PEMBELAJARAN 1 Berpusat pada guru 1 Berpusat pada peserta didik 2 Proses pembelajaran berorientasi pada buku teks 2 Sifat pembelajaran yang kontekstual 3 Buku teks hanya memuat materi bahasan 3 Buku teks memuat materi dan proses pembelajaran, sistem penilaian serta kompetensi yang diharapkan PENILAIAN PENILAIAN 1 Menekankan aspek kognitif 1 Menekankan sifat kognitif afektif, psikomotor serta prorporsional 2 Tes menjadi cara yang dominan 2 Penilaian tes pada portofolio saling melengkapi PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1 Memenuhi kompetensi profesi saja 1 Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal 2 Fokus pada ukuran kinerja PTK 2 Motivasi mengajar PENGELOLAAN KURIKULUM PENGELOLAAN KURIKULUM 1 Satuam pendidikan mempunya pembebasan dalam mengelola 1 Pemerintah pusat dan daerah mempunyai kendali kualitas
  • 23.
    19 kurikulum dalam pelaksanaankurikulum ditingkat satuan pendidikan 2 Masih terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah 2 Satuan pendidikan mampu menyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebiutuhan peserta didik, dan potensi daerah 3 Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran 3 Pemerintah manyiapkan semua komponen kurikulum sampai buku teks dan pedoman Berdasarkan kondisi tersebut, dilakukan beberapa penyempurnaan pola pikir sebagai berikut: Penyempurnaan pola pokir perumusan kurikulum (Mulyasa, 2013): No. KBK 2004 KTSP 2006 KURIKULUM 2013 1 Standar kompetensi lulusan diturunkan dari standar isi Standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan Standar isi dirumuskan berdasarkan tujuan mata pelajaran (SKL) yang dirinci menjadi standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran Standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas mata pelajaran Pemisahan antara mata pelajaran pembentuk sikap , pembentukan keterampilan, dan pembentuk pengetahuan Semua mata pelajaran harus berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan
  • 24.
    20 Kompetensi diturunkan darimata pelajaran Mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai Mata pelajaran lepas satu dengan yang lain, seperti sekumpulan mata pelajaran terpisah Semua mata pelajaran diikat oleh kompetensi inti (tiap kelas) 2. Perbandingan kurikulum 2013 dengan KTSP 2006 (Mulyasa, 2013) Perbandingan Tata Kelola Pelaksanaan Kurikulum Elemen Ukuran Tata Kelola KTSP 2006 Kurikulum 2013 Guru Kewenangan Hampir mutlak Terbatas Kompetensi Harus tinggi Sebaiknya tinggi. Bagi yang rendah masih terbantu dengan adanya buku. Bebasan Berat Ringan Efektiftas waktu untuk kegiatan pembelajaran Rendah (banyak waktu untuk persiapan) Tinggi Buku Peran Penerbit Besar Kecil Variasi materi dan proses Tinggi Rendah Variasi harga/ bebas siswa Tinggi Rendah
  • 25.
    21 Siswa Hasil pembelajaran Tergantung sepenuhnya pada guru Tidak sepenuhnya tergantung guru, tetapi jugabuku yang disediakan pemerintah. Pemantauan Titik penyimpangan Banyak Sedikit Besar penyimpangan Tinggi Rendah Pengawasan Sulit, hampir tidak mungkin Mudah Perbandingan tata kelola pelaksanaan kurikulum (Mulyasa, 2013) Proses Peran KTSP 2006 Kurikulum 2013 Penyusunan silabus Guru Hampir mutlak (dibatasi hanya oleh SK-KD) Pengembangan dari yang sudah disiapkan Pemerintah Hanya sampai SK-KD Mutlak Pemerintah daerah Supervisi penyusunan Supervisi pelaksanaan Penyediaan buku Penerbit Kuat Lemah Guru Hampir mutlak Kecil, untuk buku pengayaan Pemerintah Kecil untuk kelayakan Mutlak untuk buku teks, kecil
  • 26.
    22 disekolah untuk buku pengayaan Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran GuruHampir mutlak Kecil, untuk pengembangan dari yang ada pada pada buku teks Pemerintah daerah Supervisi penyusunan dan pemantauan Supervisi pelaksanaan dan pemantauan Pelaksanaan pembelajaran Guru Mutlak Hampir mutlak Pemerintah daerah Pemantauan kesesuan dengan rencana (variatif) Pemantauan kesesuaian dengan buku teks (terkendali) Penjaminan mutu Pemerintah Sulit, karena variasi terlalu besar Mudah, karena mengarah pada pedoman yang sama
  • 27.
    23 BAB III PENUTUP A. Simpulan Rasional pengembangan Kurikulum 2013 perlu dilakukan karena adanya berbagai tantangan yang dihadapi, baik tantangan internal maupun tantangan eksternal, sebagai berikut: 1. Tantangan Internal Tuntutan pendidikan yang mengacu kepada 8 Standar Nasional Pendidikan yang meliputi Standar Pengelolaan, Standar Biaya, Standar Sarana Prasarana, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, dan Standar Kompetensi Lulusan. 2. Tantangan Eksternal Tantangan eksternal yang dihadapi dunia pendidikan antara lain berkaitan dengan tantangan masa depan, kompetensi yang diperlukan di masa depan, persepsi masyarakat, perkembangan pengetahuan dan pendagogi, serta berbagai fenomena negatif yang mengemuka.  Tujuan Pengembangan Kurikulum 2013 Seperti yang dikemukakan di berbagai media massa, bahwa melalui pengembangan kurikulum 2013 kita akan menghasilkan insan indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang terintegrasi.  Strategi implementasi kurikulum terdiri atas : 1. Pelaksanaan kurikulum di sekolah dan jenjang pendidikan 2. Pelatihan guru, kepala sekolah dan pengawas, dari tahun 2013- 2016. 3. Pengembangan buku babon, dari tahun 2013-2016.
  • 28.
    24 4. Pengembangan manajemen,kepemimpinan, sistem administrasi, dan pengembangan budaya sekolah (budaya kerja guru) dimulai dari Januari-Desember 2013. 5. Pendampingan dalam bentuk evaluasi untuk menemukan kesulitan dan masalah implementasi dan upaya penanggulangan: Juli 2013- 2016. B. Saran Perubahan pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk mengatasi masalah atau meningkatkan kualitas kehidupan. Demikian halnya dengan pendidikan, setiap usaha perubahan seharusnya diarahkan untuk mengatasi masalah dan meningkatkan kualitas pendidikan. Perubahan pendidikan sehrusnya berkesinambungan. Namun, tidak demikian dalam pelaksanaannya, sering kali perubahan itu dilakukan hanya untuk memenuhi ambisi pribadi penguasa, termasuk perubahan dalam bidang pendidikan di indonesia, sehingga banyak anggapan umum yang beredar di masyarakat tentang ganti mentri ganti kebijakan, dan sebagainya. Kurikulum 2013 seharusnya bisa dijadikan sebagai tonggak perbaikan berkesinambungan dalam pendidikan, perbaikan-perbaikan selanjutnay dapat dilakukan oleh guru dan kepala sekolah, sehingga tidak harus ganti orang ganti kurikulum. Bahkan kalalu memungkinkan selama bangsa indonesia masih mendasarkan kehidupannya pada pancasila dan UUD 45, tidak usah ada lagi perubahan kurikulum secara makro, cukup perubahan atau penyesuaian ditingkat sekolah dan satuan pendidikan. Dengan demikian perubahan kurkulum itu menjadi tugas guru, dan kepala sekolah, serta bekerja sama dengan masyarakat melalui komite sekolah dibawah pengawasan dinas pendidikan.
  • 29.
    25 DaftarPustaka Hidayat,M. P. (2013).Pengembangan KurikulumBaru. Bandung:PT.Remaja Rosdakarya. Hidayat,S. (2013). Pengembangan KurikulumBaru. Bandung:PTRemajaRosdakarya. kebudayaan,k.p.(2013). Rasionalkurikulum. jakarta:kementrianpendidikandan kebudayaan. Kebudayaan,M.P. (2013). Salinan Lampiran Peraturan MenteriPendidikanStandar KompetensiLulusan Pendidikan Dasardan Menengah . jakarta:kementrian agama. Majid,A. (2014). ImplementasiKurikulum2013 Kajian Teoritis dan Praktis. Bandung: InteresMedia. Mulyasa,E. (2013). Pengembangan dan ImplementasiKurikulum. Bandung:PTRemaja Rosdakarya. Tania.(2015). DokumenKurikulum2013. Dokumen Kurikulum2013, 20. .