Analisis input dan fungsi
Analisis input dan fungsi
produksi
produksi
 Input-input adalah
Input-input adalah resources
resources seperti tenaga kerja,
seperti tenaga kerja,
modal, bahan baku lainnya yang dikombinasikan
modal, bahan baku lainnya yang dikombinasikan
untuk menghasilkan output
untuk menghasilkan output
 Fungsi produksi merupakan sebuah gambaran
Fungsi produksi merupakan sebuah gambaran
matematika yang menunjukkan kuantitas
matematika yang menunjukkan kuantitas
maksimum output sebuah firm yang dapat
maksimum output sebuah firm yang dapat
dihasilkan dengan menggunakan kuantitas input
dihasilkan dengan menggunakan kuantitas input
 Q = f (L, K) analog dengan fungsi utility dalam teori
Q = f (L, K) analog dengan fungsi utility dalam teori
konsumen. Fungsi utility tergantung pada selera
konsumen. Fungsi utility tergantung pada selera
konsumen, sedangkan fungsi produksi tergantung
konsumen, sedangkan fungsi produksi tergantung
pada kondisi teknologi. Kondisi teknologi dapat
pada kondisi teknologi. Kondisi teknologi dapat
saja berubah karena adanya kemajuan teknologi
saja berubah karena adanya kemajuan teknologi
sehingga menggeser fungsi produksi.
sehingga menggeser fungsi produksi.
Technically inefficient and
Technically inefficient and
technically efficient
technically efficient
 Technically inefficient
Technically inefficient adalah titik dalam
adalah titik dalam
set produksi sebuah firm yang
set produksi sebuah firm yang
menggambarkan jumlah output yang
menggambarkan jumlah output yang
lebih rendah dihasilkan oleh input yang
lebih rendah dihasilkan oleh input yang
digunakan
digunakan
 Technically efficient
Technically efficient adalah titik-titik dalam
adalah titik-titik dalam
set produksi dimana firm telah
set produksi dimana firm telah
menghasilkan banyak output dengan
menghasilkan banyak output dengan
menggunakan sejumlah input
menggunakan sejumlah input
Kurva Technically efficient and
Kurva Technically efficient and
technically ineficient
technically ineficient
Q Techinically efficient
Q Techinically efficient
D Q = f(L)
D Q = f(L)
C
C
B
B
A Techinically ineficient
A Techinically ineficient
0 L
0 L
Production function with a single
Production function with a single
input
input
 Total fungsi produksi sebuah fungsi
Total fungsi produksi sebuah fungsi
produksi. Total fungsi produksi dengan
produksi. Total fungsi produksi dengan
menggunkan sebuah input menunjukkan
menggunkan sebuah input menunjukkan
bahwa total output tergantung pada
bahwa total output tergantung pada
tingkat input.
tingkat input.
 Increasing marginal return
Increasing marginal return, yaitu daerah
, yaitu daerah
sepanjang fungsi produksi total dimana
sepanjang fungsi produksi total dimana
kenaikan output dengan tambahan
kenaikan output dengan tambahan
penggunaan input pada tingkat yang
penggunaan input pada tingkat yang
menaik.
menaik.
 Diminishing marginal return
Diminishing marginal return, Daerah
, Daerah
sepanjang fungsi produksi total dimana
sepanjang fungsi produksi total dimana
kenaikan output dengan adanya
kenaikan output dengan adanya
tambahan input pada tingkat yang
tambahan input pada tingkat yang
menurun.
menurun.
Diminishing total return
Diminishing total return. Daerah sepanjang
. Daerah sepanjang
fungsi produksi dimana output menurun
fungsi produksi dimana output menurun
dengan tambahan input
dengan tambahan input
Input Tenaga kerja
Input Tenaga kerja
(L)
(L)
Produksi (Q)
Produksi (Q)
0
0 0
0
6
6 30
30
12
12 96
96
18
18 162
162
24
24 192
192
30
30 150
150
Marginal and average
Marginal and average
product
product
 Average product
Average product
adalah jumlah rata-rata
adalah jumlah rata-rata
output per unit input.
output per unit input.
APL = Q/L
APL = Q/L
APK = Q/K
APK = Q/K
L
L Q
Q APL
APL
6
6 30
30 5
5
12
12 96
96 8
8
18
18 162
162 9
9
24
24 192
192 8
8
30
30 150
150 5
5
Marginal product
Marginal product
 Marginal Product adalah tingkat dimana
Marginal Product adalah tingkat dimana
total output berubah sebagai dampak
total output berubah sebagai dampak
dari perubahan dalam penggunaan input
dari perubahan dalam penggunaan input
 MPL = dQ/dL
MPL = dQ/dL
 Law of diminishing return
Law of diminishing return. Prinsip
. Prinsip
penggunaan salah satu input naik,
penggunaan salah satu input naik,
kuantitas inputlainnya tetap. Titik ini akan
kuantitas inputlainnya tetap. Titik ini akan
dicapai dimana MP dari input variabel
dicapai dimana MP dari input variabel
adalah turun.
adalah turun.
Total product and marginal
Total product and marginal
product with two inputs
product with two inputs
 Total product hill, adalah grafik 3 dimensi
Total product hill, adalah grafik 3 dimensi
yang menunjukan hubungan antara
yang menunjukan hubungan antara
kuantitas output dengan kuantitas 2
kuantitas output dengan kuantitas 2
input yang digunakan oleh sebuah firm
input yang digunakan oleh sebuah firm
 MPk = perubahan dalam Q/perubahan
MPk = perubahan dalam Q/perubahan
dalam k
dalam k
 MPL = perubahan dalam Q/perubahan
MPL = perubahan dalam Q/perubahan
dalam L
dalam L
Production function for
Production function for
semiconductors
semiconductors
K
K
L
L
0
0 6
6 12
12 18
18 24
24 30
30
0
0 0
0 0
0 0
0 0
0 0
0 0
0
6
6 0
0 5
5 15
15 25
25 30
30 23
23
12
12 0
0 15
15 48
48 81
81 96
96 75
75
18
18 0
0 25
25 81
81 137
137 162
162 127
127
24
24 0
0 30
30 96
96 162
162 192
192 150
150
30
30 0
0 23
23 75
75 127
127 150
150 117
117
isoquant
isoquant
K
K
18 B
18 B
Q3>Q2
Q3>Q2
Q2>25
Q2>25
6 D Q1=25
6 D Q1=25
0 6 18 L
0 6 18 L
 Kurva IQ di atas menggambarkan
Kurva IQ di atas menggambarkan
adanya
adanya economic trade-off
economic trade-off. Sebuah
. Sebuah
firm dapat mensubstitusi modal
firm dapat mensubstitusi modal
dengan tenaga kerja tanpa merubah
dengan tenaga kerja tanpa merubah
jumlah output.
jumlah output.
 Jadi firm dapat menghasilkan output
Jadi firm dapat menghasilkan output
dengan menggunakan banyak
dengan menggunakan banyak
jumlah tenaga kerja dan sedikit
jumlah tenaga kerja dan sedikit
jumlah modal atau sebaliknya lebih
jumlah modal atau sebaliknya lebih
sedikit menggunakan jumlah tenaga
sedikit menggunakan jumlah tenaga
kerja dan banyak jumlah modal
kerja dan banyak jumlah modal
 Substusi seperti di atas selalu kemungkinan
Substusi seperti di atas selalu kemungkinan
kedua input yaitu modal dan tenaga kerja
kedua input yaitu modal dan tenaga kerja
mempunyai produk marjinal yang positif
mempunyai produk marjinal yang positif
 Sebuah fungsi produksi mempunyai jumlah
Sebuah fungsi produksi mempunyai jumlah
isoquant yang tidak terbatas, karena
isoquant yang tidak terbatas, karena
berhubungan dengan tingkat output.
berhubungan dengan tingkat output.
Misalnya Q1 adalah IQ untuk output
Misalnya Q1 adalah IQ untuk output
sebesar 25 unit . Point B dan D dalam
sebesar 25 unit . Point B dan D dalam
gambar di atas menunjukkan kombinasi-
gambar di atas menunjukkan kombinasi-
kombinasi input. Q2 dan Q3
kombinasi input. Q2 dan Q3
menggambarkan peningkatan output.
menggambarkan peningkatan output.
 Sebuah IQ juga merepresentasikan aljabar,
Sebuah IQ juga merepresentasikan aljabar,
dalam bentuk sebuah keseimbangan serta
dalam bentuk sebuah keseimbangan serta
juga grafik, dimana kuantitas output
juga grafik, dimana kuantitas output
tergantung pada 2 input (K dan L)
tergantung pada 2 input (K dan L)
Economic and uneconomic regions of
Economic and uneconomic regions of
production
production
 Uneconomic region of production
Uneconomic region of production, yaitu
, yaitu
daerah pada kurva IQ yang memiliki
daerah pada kurva IQ yang memiliki
slope yang cenderung menaik (
slope yang cenderung menaik (upward
upward
sloping
sloping) atau IQ yang berbelok
) atau IQ yang berbelok
kebelakang (
kebelakang (backward bending Isoquant
backward bending Isoquant).
).
Dalam daerah IQ tidak ekonomis paling
Dalam daerah IQ tidak ekonomis paling
kurang 1 input mempunyai MP negatif
kurang 1 input mempunyai MP negatif
 Economic region of production
Economic region of production, dimana IQ
, dimana IQ
memiliki slope yang turun (
memiliki slope yang turun (downward
downward
sloping)
sloping)
K
K
IQ backward Uneconomic region
IQ backward Uneconomic region
24 bending (MPK <0)
24 bending (MPK <0)
18 B
18 B
economic
economic
region
region
IQ are upward
IQ are upward
sloping (MPL<0)
sloping (MPL<0)
6 D
6 D
Q =25
Q =25
0 6 18 24 L
0 6 18 24 L
Marginal Rate of Technical
Marginal Rate of Technical
Substitution
Substitution
 Tingkat Substitusi Marjinal dari dari
Tingkat Substitusi Marjinal dari dari
tenaga kerja (L) terhadap Modal (MRTS
tenaga kerja (L) terhadap Modal (MRTS
L,K) adalah sebagai berikut:
L,K) adalah sebagai berikut:
1.
1. Tingkat dimana kuantitas modal dapat
Tingkat dimana kuantitas modal dapat
dikurangi untuk setiap satu unit
dikurangi untuk setiap satu unit
kenaikan kuantitas penggunaan tenaga
kenaikan kuantitas penggunaan tenaga
kerja, dengan asumsi output tetap
kerja, dengan asumsi output tetap
2.
2. Tingkat dimana kuantitas modal
Tingkat dimana kuantitas modal
ditingkatkan untuk setiap unit
ditingkatkan untuk setiap unit
penurunan jumlah penggunaan tenaga
penurunan jumlah penggunaan tenaga
kerja, dengan asumsi output tetap
kerja, dengan asumsi output tetap
MRTS L,K sepanjang Kurva
MRTS L,K sepanjang Kurva
IQ
IQ
K
K
50 A
50 A
20 B Q=1000
20 B Q=1000
0 20 50 L
0 20 50 L
 MRTS L,K sepanjang kurva IQ untuk unit
MRTS L,K sepanjang kurva IQ untuk unit
IQ adalah Q = 1000. Pada titik A slop
IQ adalah Q = 1000. Pada titik A slop
tangen dari garis tersebut adalah – 2,5.
tangen dari garis tersebut adalah – 2,5.
jadi MRTS L,K adalah 2,5 pada titik A.
jadi MRTS L,K adalah 2,5 pada titik A.
Yang berarti bahwa mulai dari titik ini kita
Yang berarti bahwa mulai dari titik ini kita
dapat mensubstitusi 1 jam kerja tenaga
dapat mensubstitusi 1 jam kerja tenaga
kerja dengan 2,5 jam kerja mesin (modal
kerja dengan 2,5 jam kerja mesin (modal
= K)
= K)
 Pada titik B slop IQ adalah -0,4. Jadi MRTS
Pada titik B slop IQ adalah -0,4. Jadi MRTS
L,K = 0,4. yang berarti bahwa mulai dari
L,K = 0,4. yang berarti bahwa mulai dari
titik ini kita dapat mensubstitusi 1 jam
titik ini kita dapat mensubstitusi 1 jam
kerja tenaga kerja dengan o,4 jam kerja
kerja tenaga kerja dengan o,4 jam kerja
mesin tanpa merubah output.
mesin tanpa merubah output.
 Diminishing marginal rate of technical
Diminishing marginal rate of technical
substitution
substitution terjadi bila MRTS L,K
berkurang sebagai akibat dari
meningkatnya jumlah penggunaan
tenaga kerja sepanjang kurva IQ.
Pada gambar di atas terlihat bahwa
slop kurva IQ menjadi lebih negatif
yang berarti bahwa MRTS L,K
menjadi lebih kecil
Elasticity of substitution
Elasticity of substitution
 Merupakan ukuran numerical dari sebuah
Merupakan ukuran numerical dari sebuah
firm dalam melakukan substitusi input
firm dalam melakukan substitusi input
misalnya tenaga kerja dengan modal
misalnya tenaga kerja dengan modal
 Elastisitas substution sering dicatat dengan
Elastisitas substution sering dicatat dengan
€, yang mengukur persentase perubahan
€, yang mengukur persentase perubahan
dalam rasio modal dan tenaga kerja untuk
dalam rasio modal dan tenaga kerja untuk
tiap 1% perubahan dalam MRTS L,K yang
tiap 1% perubahan dalam MRTS L,K yang
bergerak sepanjang kurva IQ
bergerak sepanjang kurva IQ
% Perubahan dalam K/L
% Perubahan dalam K/L
 €
€ =----------------------------------
=----------------------------------
% Perubahan dalam MRTS L,K
% Perubahan dalam MRTS L,K

M2_ANALYSIS INPUT AND PRODUCTION FUNCTION.ppt

  • 1.
    Analisis input danfungsi Analisis input dan fungsi produksi produksi  Input-input adalah Input-input adalah resources resources seperti tenaga kerja, seperti tenaga kerja, modal, bahan baku lainnya yang dikombinasikan modal, bahan baku lainnya yang dikombinasikan untuk menghasilkan output untuk menghasilkan output  Fungsi produksi merupakan sebuah gambaran Fungsi produksi merupakan sebuah gambaran matematika yang menunjukkan kuantitas matematika yang menunjukkan kuantitas maksimum output sebuah firm yang dapat maksimum output sebuah firm yang dapat dihasilkan dengan menggunakan kuantitas input dihasilkan dengan menggunakan kuantitas input  Q = f (L, K) analog dengan fungsi utility dalam teori Q = f (L, K) analog dengan fungsi utility dalam teori konsumen. Fungsi utility tergantung pada selera konsumen. Fungsi utility tergantung pada selera konsumen, sedangkan fungsi produksi tergantung konsumen, sedangkan fungsi produksi tergantung pada kondisi teknologi. Kondisi teknologi dapat pada kondisi teknologi. Kondisi teknologi dapat saja berubah karena adanya kemajuan teknologi saja berubah karena adanya kemajuan teknologi sehingga menggeser fungsi produksi. sehingga menggeser fungsi produksi.
  • 2.
    Technically inefficient and Technicallyinefficient and technically efficient technically efficient  Technically inefficient Technically inefficient adalah titik dalam adalah titik dalam set produksi sebuah firm yang set produksi sebuah firm yang menggambarkan jumlah output yang menggambarkan jumlah output yang lebih rendah dihasilkan oleh input yang lebih rendah dihasilkan oleh input yang digunakan digunakan  Technically efficient Technically efficient adalah titik-titik dalam adalah titik-titik dalam set produksi dimana firm telah set produksi dimana firm telah menghasilkan banyak output dengan menghasilkan banyak output dengan menggunakan sejumlah input menggunakan sejumlah input
  • 3.
    Kurva Technically efficientand Kurva Technically efficient and technically ineficient technically ineficient Q Techinically efficient Q Techinically efficient D Q = f(L) D Q = f(L) C C B B A Techinically ineficient A Techinically ineficient 0 L 0 L
  • 4.
    Production function witha single Production function with a single input input  Total fungsi produksi sebuah fungsi Total fungsi produksi sebuah fungsi produksi. Total fungsi produksi dengan produksi. Total fungsi produksi dengan menggunkan sebuah input menunjukkan menggunkan sebuah input menunjukkan bahwa total output tergantung pada bahwa total output tergantung pada tingkat input. tingkat input.  Increasing marginal return Increasing marginal return, yaitu daerah , yaitu daerah sepanjang fungsi produksi total dimana sepanjang fungsi produksi total dimana kenaikan output dengan tambahan kenaikan output dengan tambahan penggunaan input pada tingkat yang penggunaan input pada tingkat yang menaik. menaik.  Diminishing marginal return Diminishing marginal return, Daerah , Daerah sepanjang fungsi produksi total dimana sepanjang fungsi produksi total dimana kenaikan output dengan adanya kenaikan output dengan adanya tambahan input pada tingkat yang tambahan input pada tingkat yang menurun. menurun.
  • 5.
    Diminishing total return Diminishingtotal return. Daerah sepanjang . Daerah sepanjang fungsi produksi dimana output menurun fungsi produksi dimana output menurun dengan tambahan input dengan tambahan input Input Tenaga kerja Input Tenaga kerja (L) (L) Produksi (Q) Produksi (Q) 0 0 0 0 6 6 30 30 12 12 96 96 18 18 162 162 24 24 192 192 30 30 150 150
  • 6.
    Marginal and average Marginaland average product product  Average product Average product adalah jumlah rata-rata adalah jumlah rata-rata output per unit input. output per unit input. APL = Q/L APL = Q/L APK = Q/K APK = Q/K L L Q Q APL APL 6 6 30 30 5 5 12 12 96 96 8 8 18 18 162 162 9 9 24 24 192 192 8 8 30 30 150 150 5 5
  • 7.
    Marginal product Marginal product Marginal Product adalah tingkat dimana Marginal Product adalah tingkat dimana total output berubah sebagai dampak total output berubah sebagai dampak dari perubahan dalam penggunaan input dari perubahan dalam penggunaan input  MPL = dQ/dL MPL = dQ/dL  Law of diminishing return Law of diminishing return. Prinsip . Prinsip penggunaan salah satu input naik, penggunaan salah satu input naik, kuantitas inputlainnya tetap. Titik ini akan kuantitas inputlainnya tetap. Titik ini akan dicapai dimana MP dari input variabel dicapai dimana MP dari input variabel adalah turun. adalah turun.
  • 8.
    Total product andmarginal Total product and marginal product with two inputs product with two inputs  Total product hill, adalah grafik 3 dimensi Total product hill, adalah grafik 3 dimensi yang menunjukan hubungan antara yang menunjukan hubungan antara kuantitas output dengan kuantitas 2 kuantitas output dengan kuantitas 2 input yang digunakan oleh sebuah firm input yang digunakan oleh sebuah firm  MPk = perubahan dalam Q/perubahan MPk = perubahan dalam Q/perubahan dalam k dalam k  MPL = perubahan dalam Q/perubahan MPL = perubahan dalam Q/perubahan dalam L dalam L
  • 9.
    Production function for Productionfunction for semiconductors semiconductors K K L L 0 0 6 6 12 12 18 18 24 24 30 30 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 6 6 0 0 5 5 15 15 25 25 30 30 23 23 12 12 0 0 15 15 48 48 81 81 96 96 75 75 18 18 0 0 25 25 81 81 137 137 162 162 127 127 24 24 0 0 30 30 96 96 162 162 192 192 150 150 30 30 0 0 23 23 75 75 127 127 150 150 117 117
  • 10.
  • 11.
     Kurva IQdi atas menggambarkan Kurva IQ di atas menggambarkan adanya adanya economic trade-off economic trade-off. Sebuah . Sebuah firm dapat mensubstitusi modal firm dapat mensubstitusi modal dengan tenaga kerja tanpa merubah dengan tenaga kerja tanpa merubah jumlah output. jumlah output.  Jadi firm dapat menghasilkan output Jadi firm dapat menghasilkan output dengan menggunakan banyak dengan menggunakan banyak jumlah tenaga kerja dan sedikit jumlah tenaga kerja dan sedikit jumlah modal atau sebaliknya lebih jumlah modal atau sebaliknya lebih sedikit menggunakan jumlah tenaga sedikit menggunakan jumlah tenaga kerja dan banyak jumlah modal kerja dan banyak jumlah modal
  • 12.
     Substusi sepertidi atas selalu kemungkinan Substusi seperti di atas selalu kemungkinan kedua input yaitu modal dan tenaga kerja kedua input yaitu modal dan tenaga kerja mempunyai produk marjinal yang positif mempunyai produk marjinal yang positif  Sebuah fungsi produksi mempunyai jumlah Sebuah fungsi produksi mempunyai jumlah isoquant yang tidak terbatas, karena isoquant yang tidak terbatas, karena berhubungan dengan tingkat output. berhubungan dengan tingkat output. Misalnya Q1 adalah IQ untuk output Misalnya Q1 adalah IQ untuk output sebesar 25 unit . Point B dan D dalam sebesar 25 unit . Point B dan D dalam gambar di atas menunjukkan kombinasi- gambar di atas menunjukkan kombinasi- kombinasi input. Q2 dan Q3 kombinasi input. Q2 dan Q3 menggambarkan peningkatan output. menggambarkan peningkatan output.  Sebuah IQ juga merepresentasikan aljabar, Sebuah IQ juga merepresentasikan aljabar, dalam bentuk sebuah keseimbangan serta dalam bentuk sebuah keseimbangan serta juga grafik, dimana kuantitas output juga grafik, dimana kuantitas output tergantung pada 2 input (K dan L) tergantung pada 2 input (K dan L)
  • 13.
    Economic and uneconomicregions of Economic and uneconomic regions of production production  Uneconomic region of production Uneconomic region of production, yaitu , yaitu daerah pada kurva IQ yang memiliki daerah pada kurva IQ yang memiliki slope yang cenderung menaik ( slope yang cenderung menaik (upward upward sloping sloping) atau IQ yang berbelok ) atau IQ yang berbelok kebelakang ( kebelakang (backward bending Isoquant backward bending Isoquant). ). Dalam daerah IQ tidak ekonomis paling Dalam daerah IQ tidak ekonomis paling kurang 1 input mempunyai MP negatif kurang 1 input mempunyai MP negatif  Economic region of production Economic region of production, dimana IQ , dimana IQ memiliki slope yang turun ( memiliki slope yang turun (downward downward sloping) sloping)
  • 14.
    K K IQ backward Uneconomicregion IQ backward Uneconomic region 24 bending (MPK <0) 24 bending (MPK <0) 18 B 18 B economic economic region region IQ are upward IQ are upward sloping (MPL<0) sloping (MPL<0) 6 D 6 D Q =25 Q =25 0 6 18 24 L 0 6 18 24 L
  • 15.
    Marginal Rate ofTechnical Marginal Rate of Technical Substitution Substitution  Tingkat Substitusi Marjinal dari dari Tingkat Substitusi Marjinal dari dari tenaga kerja (L) terhadap Modal (MRTS tenaga kerja (L) terhadap Modal (MRTS L,K) adalah sebagai berikut: L,K) adalah sebagai berikut: 1. 1. Tingkat dimana kuantitas modal dapat Tingkat dimana kuantitas modal dapat dikurangi untuk setiap satu unit dikurangi untuk setiap satu unit kenaikan kuantitas penggunaan tenaga kenaikan kuantitas penggunaan tenaga kerja, dengan asumsi output tetap kerja, dengan asumsi output tetap 2. 2. Tingkat dimana kuantitas modal Tingkat dimana kuantitas modal ditingkatkan untuk setiap unit ditingkatkan untuk setiap unit penurunan jumlah penggunaan tenaga penurunan jumlah penggunaan tenaga kerja, dengan asumsi output tetap kerja, dengan asumsi output tetap
  • 16.
    MRTS L,K sepanjangKurva MRTS L,K sepanjang Kurva IQ IQ K K 50 A 50 A 20 B Q=1000 20 B Q=1000 0 20 50 L 0 20 50 L
  • 17.
     MRTS L,Ksepanjang kurva IQ untuk unit MRTS L,K sepanjang kurva IQ untuk unit IQ adalah Q = 1000. Pada titik A slop IQ adalah Q = 1000. Pada titik A slop tangen dari garis tersebut adalah – 2,5. tangen dari garis tersebut adalah – 2,5. jadi MRTS L,K adalah 2,5 pada titik A. jadi MRTS L,K adalah 2,5 pada titik A. Yang berarti bahwa mulai dari titik ini kita Yang berarti bahwa mulai dari titik ini kita dapat mensubstitusi 1 jam kerja tenaga dapat mensubstitusi 1 jam kerja tenaga kerja dengan 2,5 jam kerja mesin (modal kerja dengan 2,5 jam kerja mesin (modal = K) = K)  Pada titik B slop IQ adalah -0,4. Jadi MRTS Pada titik B slop IQ adalah -0,4. Jadi MRTS L,K = 0,4. yang berarti bahwa mulai dari L,K = 0,4. yang berarti bahwa mulai dari titik ini kita dapat mensubstitusi 1 jam titik ini kita dapat mensubstitusi 1 jam kerja tenaga kerja dengan o,4 jam kerja kerja tenaga kerja dengan o,4 jam kerja mesin tanpa merubah output. mesin tanpa merubah output.
  • 18.
     Diminishing marginalrate of technical Diminishing marginal rate of technical substitution substitution terjadi bila MRTS L,K berkurang sebagai akibat dari meningkatnya jumlah penggunaan tenaga kerja sepanjang kurva IQ. Pada gambar di atas terlihat bahwa slop kurva IQ menjadi lebih negatif yang berarti bahwa MRTS L,K menjadi lebih kecil
  • 19.
    Elasticity of substitution Elasticityof substitution  Merupakan ukuran numerical dari sebuah Merupakan ukuran numerical dari sebuah firm dalam melakukan substitusi input firm dalam melakukan substitusi input misalnya tenaga kerja dengan modal misalnya tenaga kerja dengan modal  Elastisitas substution sering dicatat dengan Elastisitas substution sering dicatat dengan €, yang mengukur persentase perubahan €, yang mengukur persentase perubahan dalam rasio modal dan tenaga kerja untuk dalam rasio modal dan tenaga kerja untuk tiap 1% perubahan dalam MRTS L,K yang tiap 1% perubahan dalam MRTS L,K yang bergerak sepanjang kurva IQ bergerak sepanjang kurva IQ % Perubahan dalam K/L % Perubahan dalam K/L  € € =---------------------------------- =---------------------------------- % Perubahan dalam MRTS L,K % Perubahan dalam MRTS L,K