Ternak Perah adalah ternak yg
dibudidayakan untuk penghasil susu,
karena mereka mampu merubah pakan
kasar dan hijauan makanan ternak atau
limbah pertanian yang bermutu rendah
menjadi susu yang bermutu tinggi.
Termasuk Class Mammalia yg memiliki
kelenjar mammae atau kelenjar susu
(jantan dan betina). Pada
perkembangannya pada ternak jantan
mengalami rudimenter (pengkerdilan),
sedangkan pada ternak betina mengalami
perkembangan.
Kelenjar mammae merupakan modifikasi
dari kelenjar kulit, yang dilengkapi dengan
puting susu dan menghasilkan susu untuk
makanan anak.
Banyak masalah yang dihadapi dalam
beternak ruminansia terutama dalam
penyediaan bahan pakan pada musim
kemarau. Pada musim tersebut peternak
secara berkelompok mencari hijauan
pakan ke luar kota. Kegiatan ini tidak
produktif, karena curahan waktu yang
seharusnya untuk bekerja, digunakan
hanya untuk mencari rumput. Persoalan
tersebut muncul, kemungkinan karena
kurangnya pengetahuan tentang potensi
pakan yang berada disekelilingnya dan
bagaimana cara mengolah dan
menyusunnya menjadi ransum yang baik
bagi ternak. Legume dapat dijadikan salah
satu alternatif ketika rumput sulit untuk di
dapat. Selain mudah untuk di temui jenis
tanaman legume pohon juga masih jarang
di manfaatkan oleh para peternak untuk
pakan dombanya, sehingga persaingan
untuk mendapatkan hijauan berupa
legume pun akan semakin ringan.
Legume dapat di berikan bersama rumput
segar dengan imbangan 20 :80, dan
setelah domba terbiasa atau palatabilitas
terhadap legume itu sudah tinggi dapat
diberikan imbangan sampai 40 :60.
Pemanfaatan limbah pertanian dapat pula
dilakukan apabila jumlahnya melimpah,
karena selain dapat dijadikan sebagai
salah satu cara penanggulangan
pencemaran di lokasi produksi, limbah
tersebut mungkin dapat menjadi pakan
andalan masa depan berjangka panjang.
Produk limbah pertanian biasanya
terkonsentrasi di wilayah tertentu dalam
jumlah yang melimpah. Di samping itu,
usaha pertanian akan terus berlangsung
sesuai dengan kebutuhan manusia akan
produk tersebut, dengan demikian relatif
aman dari kemungkinan tergusur.
Pendaurulangan di samping mengatasi
masalah pembuangan limbah pada saat
yang sama juga melakukan konservasi
sumber daya alam serta meningkatkan
sumber bahan baku pakan yang
berpotensi tinggi
Pemberian pakan hijauan perlu
diperhatikan imbangan antara rumput dan
daun leguminosa dikaitkan dengan kondisi
fisiologis ternak. Pakan bagi ternak
ruminansia ditinjau dari segi nutrisi
merupakan salah satu unsur yang sangat
penting dalam menunjang pertumbuhan,
reproduksi, dan kesehatan ternak.
Pemberian pakan yang baik adalah sesuai
dengan kebutuhan nutrien ternak dan
jumlahnya disesuaikan dengan status
fisiologis ternaknya. Nutrisi tersebut dapat
dikelompokan menjadi energy,
protein,mineral,vitamin, dan air.
Sumber energi terbesar untuk sapi perah
adalah hijauan dan biji-bijian serta hasil
ikutannya. Bahkan pakan yang
merupakan sumber protein antara lain
pakan penguat seperti tepung ikan,
bungkil kedele, bungkil kelapa, dan
bungkil kacang tanah, dan leguminosa
sperti daun turi, lamtoro,kaliandra dan
glyricidia. Sebagai sumber mineral dapat
ditambahkan garam atau mineral mix.
Vitamin yang dibutuhkan ternak biasanya
tersedia cukup dalam campuran bahan
pakan. Kebutuhan air, agar ternak dapat
minum setiap saat,sebaiknya di dalam
kandang disediakan air bersih sepanjang
waktu.
Sapi perah merupakan ternak yang
memerlukan bahan pakan berupa hijauan
dalam jumlah besar, yaitu sekitar 90%.
Pakan konsentrat atau pakan penguat
hanya sebagian pakan tambahan saja.
Berbagai jenis hijauan yaitu rumput
(rumput alam, rumput gajah,
setaria,rumput benggala,rumput raja, dan
lain-lain).
Konsentrat atau pakan penguat terdiri dari
biji-bijian yang digiling halus, seperti
pollard, jagung, bungkil kelapa, bungkil
kedele, dedak dan bekatul. Contoh
campuran hijauan pakan dan susunan
konsentrat
Campuran Hijauan pakan sapi perah
untuk Kondisi Pedesaan :
1) Sedang tumbuh, rumput 60% Hijauan
kacang-kacangan 40%;
2) Betina Dewasa, rumput 75% Hijauan
kacang-kacangan 25%;
3) Betina bunting, rumput 60 % Hijauan
kacang-kacangan 40%;
4) Betina menyusui, rumput 50% Hijauan
kacang-kacangan 50%;
5) Pejantan Pemacek, rumput 75%
Hijauan kacang-kacangan 25%
Susunan Konsentrat Ternak sapi perah
Sedang tumbuh :
1) Jagung giling 42,0%;
2) Bungkil kedelai 25,0%;
3) Dedak halus 30,0%;
4) Tepung tulang 1,5%;
5) Garam 1,5%;
Sapi perah jantan Penggemukan :
1) Jagung giling 62,5%;
2) Bungkil kedelai 15,0%;
3) Dedak halus 20,0%;
4) Tepung tulang 1,0%;
5) Garam 1,5%;
Sapi bunting/menyusui :
1) Jagung giling 52,0%;
2) Bungkil kedelai 12,5%;
3) Dedak halus 22,5%;
4) Tepung tulang 1,5%;
5) Garam 1,5%;
Keterangan :
Rumput/hijauan diberikan secara bebas.
Pakan yang diberikan terdiri dari hijauan,
pakan penguat, dan garam atau Feed
supplement. Jumlah pakan hijauan yang
diberikan pada sapi dewasa rata-rata 10%
dari berat badan yang disajikan sedikit
demi sedikit 2-3 kali sehari.
.
Penyediaan Pakan Berkualitas
untuk Meningkatkan Produksi
Susu
Oleh :
Limbang Kustiawan Nuswantara
Surono
Sutrisno
Joelal Achmadi
Eko Pangestu
Disampaikan pada kegiatan
Pengabdian Masyarakat
di Desa Batur Kecamatan Getasan
Kabupaten Semarang
Semarang, Mei – Juni 2023

leaflet prod suu.doc

  • 1.
    Ternak Perah adalahternak yg dibudidayakan untuk penghasil susu, karena mereka mampu merubah pakan kasar dan hijauan makanan ternak atau limbah pertanian yang bermutu rendah menjadi susu yang bermutu tinggi. Termasuk Class Mammalia yg memiliki kelenjar mammae atau kelenjar susu (jantan dan betina). Pada perkembangannya pada ternak jantan mengalami rudimenter (pengkerdilan), sedangkan pada ternak betina mengalami perkembangan. Kelenjar mammae merupakan modifikasi dari kelenjar kulit, yang dilengkapi dengan puting susu dan menghasilkan susu untuk makanan anak. Banyak masalah yang dihadapi dalam beternak ruminansia terutama dalam penyediaan bahan pakan pada musim kemarau. Pada musim tersebut peternak secara berkelompok mencari hijauan pakan ke luar kota. Kegiatan ini tidak produktif, karena curahan waktu yang seharusnya untuk bekerja, digunakan hanya untuk mencari rumput. Persoalan tersebut muncul, kemungkinan karena kurangnya pengetahuan tentang potensi pakan yang berada disekelilingnya dan bagaimana cara mengolah dan menyusunnya menjadi ransum yang baik bagi ternak. Legume dapat dijadikan salah satu alternatif ketika rumput sulit untuk di dapat. Selain mudah untuk di temui jenis tanaman legume pohon juga masih jarang di manfaatkan oleh para peternak untuk pakan dombanya, sehingga persaingan untuk mendapatkan hijauan berupa legume pun akan semakin ringan. Legume dapat di berikan bersama rumput segar dengan imbangan 20 :80, dan setelah domba terbiasa atau palatabilitas terhadap legume itu sudah tinggi dapat diberikan imbangan sampai 40 :60. Pemanfaatan limbah pertanian dapat pula dilakukan apabila jumlahnya melimpah, karena selain dapat dijadikan sebagai salah satu cara penanggulangan pencemaran di lokasi produksi, limbah tersebut mungkin dapat menjadi pakan andalan masa depan berjangka panjang. Produk limbah pertanian biasanya terkonsentrasi di wilayah tertentu dalam jumlah yang melimpah. Di samping itu, usaha pertanian akan terus berlangsung sesuai dengan kebutuhan manusia akan produk tersebut, dengan demikian relatif aman dari kemungkinan tergusur. Pendaurulangan di samping mengatasi masalah pembuangan limbah pada saat yang sama juga melakukan konservasi sumber daya alam serta meningkatkan sumber bahan baku pakan yang berpotensi tinggi Pemberian pakan hijauan perlu diperhatikan imbangan antara rumput dan daun leguminosa dikaitkan dengan kondisi fisiologis ternak. Pakan bagi ternak ruminansia ditinjau dari segi nutrisi merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam menunjang pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatan ternak. Pemberian pakan yang baik adalah sesuai dengan kebutuhan nutrien ternak dan jumlahnya disesuaikan dengan status fisiologis ternaknya. Nutrisi tersebut dapat dikelompokan menjadi energy, protein,mineral,vitamin, dan air. Sumber energi terbesar untuk sapi perah adalah hijauan dan biji-bijian serta hasil ikutannya. Bahkan pakan yang merupakan sumber protein antara lain pakan penguat seperti tepung ikan, bungkil kedele, bungkil kelapa, dan bungkil kacang tanah, dan leguminosa sperti daun turi, lamtoro,kaliandra dan glyricidia. Sebagai sumber mineral dapat ditambahkan garam atau mineral mix. Vitamin yang dibutuhkan ternak biasanya tersedia cukup dalam campuran bahan pakan. Kebutuhan air, agar ternak dapat minum setiap saat,sebaiknya di dalam kandang disediakan air bersih sepanjang waktu. Sapi perah merupakan ternak yang memerlukan bahan pakan berupa hijauan dalam jumlah besar, yaitu sekitar 90%.
  • 2.
    Pakan konsentrat ataupakan penguat hanya sebagian pakan tambahan saja. Berbagai jenis hijauan yaitu rumput (rumput alam, rumput gajah, setaria,rumput benggala,rumput raja, dan lain-lain). Konsentrat atau pakan penguat terdiri dari biji-bijian yang digiling halus, seperti pollard, jagung, bungkil kelapa, bungkil kedele, dedak dan bekatul. Contoh campuran hijauan pakan dan susunan konsentrat Campuran Hijauan pakan sapi perah untuk Kondisi Pedesaan : 1) Sedang tumbuh, rumput 60% Hijauan kacang-kacangan 40%; 2) Betina Dewasa, rumput 75% Hijauan kacang-kacangan 25%; 3) Betina bunting, rumput 60 % Hijauan kacang-kacangan 40%; 4) Betina menyusui, rumput 50% Hijauan kacang-kacangan 50%; 5) Pejantan Pemacek, rumput 75% Hijauan kacang-kacangan 25% Susunan Konsentrat Ternak sapi perah Sedang tumbuh : 1) Jagung giling 42,0%; 2) Bungkil kedelai 25,0%; 3) Dedak halus 30,0%; 4) Tepung tulang 1,5%; 5) Garam 1,5%; Sapi perah jantan Penggemukan : 1) Jagung giling 62,5%; 2) Bungkil kedelai 15,0%; 3) Dedak halus 20,0%; 4) Tepung tulang 1,0%; 5) Garam 1,5%; Sapi bunting/menyusui : 1) Jagung giling 52,0%; 2) Bungkil kedelai 12,5%; 3) Dedak halus 22,5%; 4) Tepung tulang 1,5%; 5) Garam 1,5%; Keterangan : Rumput/hijauan diberikan secara bebas. Pakan yang diberikan terdiri dari hijauan, pakan penguat, dan garam atau Feed supplement. Jumlah pakan hijauan yang diberikan pada sapi dewasa rata-rata 10% dari berat badan yang disajikan sedikit demi sedikit 2-3 kali sehari. . Penyediaan Pakan Berkualitas untuk Meningkatkan Produksi Susu Oleh : Limbang Kustiawan Nuswantara Surono Sutrisno Joelal Achmadi Eko Pangestu Disampaikan pada kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Batur Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang Semarang, Mei – Juni 2023