Sharing Session
Jakarta, 17 October 2024
Dwi Heriyanto B
Dirut PT Produksi Film Negara (Persero)
Leadership & Culture
Collaboration Practices in PFN
S3: Doctor in Strategic Management Business
Padjadjaran University
S2: Master of Telecomunication Management
University of Indonesia
S1: Bachelor of Industrial Engineering
University of Indonesia
(Nov 2021 – Now) Direktur Utama Produksi Film Negara (PFN)
(July 2020 – NOV 2021) VP Human Capital Strategic Management Telkom
(Nov 2019 – June 2020) Director of Higher Education Yayasan Pendidikan Telkom (YPT)
(July 2021) Board of Commissioners PT Admedika
(2020 – June 2021) Board of Commissioners PT BOSNET
(August 2019 – April 2020 ) Commissioners PT PINS
(Jan 2019 – Oct 2019) Vice President Human Capital Strategic Management
(2018 – 2019) Vice President Human Capital Development
(2016 – 2018) Vice President Human Capital Strategic Management
(2014 – 2015) Senior General Manager Telkom Corporate University
(2012 – 2014) Deputy SGM Telkom Corporate University
(2018 – Now) Advisory Board AMOEBA Project
(2017 – 2019 ) Board of Commissioners PT Infomedia Nusantara
(2013 – 2019 ) The Board of Trustee Telkom Foundation (YPT)
(2013 – 2017) Board of Commissioners Telkomedika
Dwi Heriyanto B.
Direktur Utama PFN
EDUCATION
TITTLE & ACTIVITIES
• HRM American Certification Institute
• EPC Erickson Professional Coach
• Global Mindset, Thunderbird University
• Leadership Program INSEAD France
• International Capability Centre Mt Eliza
Melbourne Business School
CERTIFICATION/ TRAINING
Produksi Film Negara (PFN) adalah perusahaan BUMN yang bergerak di
bidang industri audiovisual
Sejarah PFN:
1934-1936
Era
Kolonial
Belanda
PFN berawal dari
pendirian Java Pacific
Film (JPF) pada tahun
1934 oleh Albert
Balink. JPF kemudian
menjadi Algemeen
Nederlandsch Indisch
Filmsyndicaat (ANIF)
pada tahun 1936 dan
menghasilkan film-film
seperti "Pareh" dan
"Terang Bulan" yang
mendapat pengakuan
internasional pada
tahun 1937.
1943-1945
Era Pendudukan
Jepang
Pada tahun 1943,
Angkatan Bersenjata
Kekaisaran Jepang
mengambil alih ANIF
dan mengubahnya
menjadi Nippon Eiga
Sha. Perubahan ini
bertujuan untuk
memperkuat konten
berpropaganda selama
pendudukan Jepang di
Indonesia.
1945
Kelahiran Berita Film
Indonesia (BFI) dan PFN
Didirikan pada 6
Oktober 1945 oleh R.M.
Soetarto, Berita Film
Indonesia (BFI) resmi
menjadi bagian dari
Kementerian
Penerangan. Pada
tahun 1950, BFI
berkembang menjadi
Perusahaan Film
Negara (PFN).
1975
Pusat Produksi Film
Negara
Pada tanggal 16
Agustus 1975,
Kementerian
Penerangan
menetapkan
perubahan Perusahaan
Film Negara (PFN)
menjadi Pusat Produksi
Film Negara (PPFN).
1988
PFN Menjadi
Perusahaan BUMN
Melalui Peraturan
Pemerintah No. 5 tahun
1988 pada 7 Mei 1988,
PFN resmi menjadi
Badan Usaha Milik
Negara (BUMN),
memungkinkan PFN
beroperasi secara
mandiri sesuai prinsip-
prinsip ekonomi.
1992-2021
Era Kesulitan
Perusahaan
Pada periode ini, PFN
tidak lagi mendapatkan
kesempatan untuk
mendapatkan
pendanaan maupun
kerja sama dengan
pemerintah. PFN
mengalami kesulitan
finansial dan tidak
mampu untuk
beroperasi secara baik.
2021-2023
Transformasi Menjadi
Film Financing Company
Pada 12 Oktober 2023,
PFN resmi berubah dari
Perusahaan Umum
(Perum) menjadi
Persero. Perubahan ini
ditujukan untuk
mewujudkan
transformasi PFN
sebagai film financing
company
Leadership & Culture Collaboration
Mars Bangkit PFN
Leadership & Culture Collaboration
Practices in PFN
6
AY : “Hanya Imajinasi dan Aksi yang bisa merubah dunia”
L E A D E R
---- Jack Welch
A genuine leader is someone who
could express a vision and then
get that people to carry it out
L E A D E R
7
AY : “Semangat yang tinggi akan mencari jalannya sendiri untuk sukses”
80% success or failure is determined by leader (Pak Dahlan
Iskan)
Pemimpin harusnya bermimpi besar.
Adalah suatu kesalahan besar jika pemimpin tidak bermimpi besar.
Pemimpin tidak pernah merasakan lelah, sebelum berhasil mencapai
mimpinya.
Hanya energi yang besar dari seorang pemimpin yang dapat meng-”energize” seluruh
pasukannya
Pemimpin hendaknya memikirkan apa yang akan diwariskan kepada
penerusnya
Hal pertama yang harus dipikirkan oleh pemimpin adalah hal terakhir yang akan
diwariskan kepada penerusnya
8
Untuk Apa PFN itu Ada?
PFN Corporate Philosophy
PFN ada untuk memberikan yang
terbaik bagi Bangsa Indonesia
dan bahkan bagi semesta alam
PFN Transformation Method Approach : 7’S McKinsey
Source: McKinsey & Company, 2014 & Telkom Corporate Philoshophy
Structure
Strategy System
Shared
Values
Style
Skill
Staff
Style
Skill Staff
Shared
Values
System
Structure
Strategy
Spiritual
PFN Unique Resource
The leadership Style of top management
and the company's overall operating approach
PFN adopt Mckinsey 7S concept to drive change where Spiritual becomes one of the most
important aspect
“Spiritualitas” akan
menjadi panduan bagi
seorang “leader” dalam
menjalankan
kepemimpinan, budaya dan
elemen lain di dalam
perusahaan
“Spiritualitas” akan
membuat semua pekerjaan
kita bernilai ibadah kepada
Tuhan sehingga akan selalu
menjadikannya yang terbaik
7-S McKinsey
The “8th-S” of The “1st-S” of
PFN
AKHLAK
PFN
Leadership
Architecture
Source : Arief Yahya book
Great Spirit Grand Strategy
4
Structure
Transformation
System
Structure
1
HR
Transformation
Staff – Skill
Center of Excellence
2
Business
Transformation
3
Biz Culture
Transformation
Strategy
Biz Shared Values
Vision
&
Mission
“Great Spirit & Grand Strategy”
GREAT
LEADER
5
Infrastructure
& System
Transformation
Contextual Leadership Style
AKHLAK
Spiritual
Shared Value
Style
Leadership Style
12
Source : Arief Yahya book
Great Spirit Grand Strategy
“Leadership Philosophy menciptakan Harmoni antara Heart & Head
(2H) dan Sinergi antara Spirit & Strategy (2S)“ Leadership Architecture merupakan
improvement dari Sistem
Leadership yang dikembangkan.
Tujuannya agar mudah diterima dan
dipahami seluruh jajaran.
Leadership Architecture lebih
menekankan pada keseimbangan
antara ilmu pengetahuan
(science), dengan seni (art),
sehingga tercipta bangunan yang
kokoh indah dan tak terbatas
(menembus batas). DIRUT
menetapkan Harmony & Synergy
(H&S) sebagai Leadership
Philosophy, yang terdiri dari Heart
& Head Harmony dan Spirit &
Strategy Synergy.
Leader lebih menitik beratkan
kepada pengelolaan people,
sedangkan manager lebih menitik
beratkan kepada pengelolaan
pekerjaan (work).
The most personal….. The most general
Hasil yang luar biasa hanya bisa didapatkan dengan cara yang tidak biasa
LEADERSHIP
PHYLOSOPHY
LEADERSHIP PRACTICES
LEADERSHIP
PRINCIPLES
GREAT
AGAIN
AKHLAK
LEADERSHI
P SYSTEM
LEADERSHI
P STYLE
Harmony & Synergy (H&S)
Spirit & Strategy (2S)
Heart & Head (2H)
Behave follows AKHLAK,
Work follows Strategy
Lead by Heart, Managed by Head
Heart Head Spirit Strategy
Lead by Heart
Corp Approach
Managed by Head
IT Based
Behave
Corp Approach
Strategy Framework
Corp Approach
13
Leadership Architecture
Leaders : STRATEGIC THINKING
14
Input adalah Output yang diinginkan
Input itu adalah awal berpikir,
Input itu adalah sesuatu yang menggerakkan proses,
Input itu adalah hasil akhir yang diinginkan.
INPUT PROCESS OUTPUT
FEEDBACK
+_
Berawal Dari Akhir
Mau Kemana, Dari Mana, Bagaimana Caranya
What Type of Leadership ?
And What Leadership Action?
Adaptive Leadership ➔ Digital Dexterity Leadership
Digital Dexterity : Digital dexterity is the ability of an individual or organization to adapt to new
technology—particularly technology designed to help people work more efficiently and achieve
better results.
Source : https://cionews.co.in/digital-dexterity-is-ability-to-adapt-new-technology/
Communication, collaboration, data, insights, talent management, skills development, and
training are essential aspects of digital dexterity to make an impact at the enterprise level.
Capabilities to nurture Digital Dexterity Leadership
Benefit Digital Dexterity
1. Higher Productivity: – The user becomes more productive as he can
make full use of the application.
2. Improved Efficiency: – The efficiency of users is improved so they can
get the same task done in less time
3. Total Agility: – Skilled employees tend to adapt to any new roles and
responsibilities that can open up a lot of possibilities for the company.
4. Advanced Risk Tolerance: Risk appetite increases once employees enter
digital dexterity mode and understand the benefits of doing so.
5. Better Digital Adoption: – It also boosts the digital adoption rate
because employees and other users are able to achieve digital
dexterity.
1. Imagine – Focus – Action – Control
2. Start small Think Big
3. Connect – Collaborate – Create – Commerce
4. Kerja Keras – Cerdas- Tuntas - Ikhlas
Lion Mentality
Strictlyprivateand confidential.Not for disclosure nor distribution without consent fromPerum Produksi FilmNegara.
Purpose
Mewujudkan ekosistem film dan konten yang lebih berkualitas dan berdaya saing serta memberikan nilai tambah
bagi para pemangku kepentingan.
Creating film ecosystem and high quality & competitive content and providing added value for stakeholders
Vision
Menjadi perusahaan pembiayaan film dan konten pilihan utama di regional.
To be the most preferred film & content financing company in the region.
Missions
Mengelola pembiayaan film dan konten untuk pemerintah (kementerian/ lembaga), BUMN, dan sektor swasta.
Manage film and content financing for government, institutions, SOEs, and private sector.
Mengembangkan talenta film dan konten yang mendorong kemampuan daya kreatif dan inovasi di film dan konten.
Develop talent of film and content that drives creative and innovative capabilities in film & content.
Mengorkestrasi ekosistem film dan konten untuk memajukan industri perfilman Indonesia.
Orchestrate the film and content ecosystem to advance the Indonesia Film Industry.
PFN Purpose, Vision, & Missions
Perum Produksi FilmNegara
Strictlyprivateand confidential.Not for disclosure nor distribution without consent fromPerum Produksi FilmNegara.
Strategic
pillars
&
initiatives
Strategic objectives/vision:
To be the most preferred film financing company in the Region
Pillar 2:
Optimize BUMN/SOE Synergy Especially within
TMT Cluster
Key initiatives:
1.Assure implementation of TMT cluster strategic
initiatives
2.Optimize cooperaTion with Himbara, SOE and SOE's
subsidiaries in financing
3.Encourage SOE participation in Advancing film and
content industries
Pillar 3:
Enhancing Private Sector and Community Ecosystem in
Movie Industry
Key initiatives:
1.Grow production house aggregator in film ecosystem
2.CreAte film content curation system in Indonesia
3.RealIze film content distribution channel syndication
4.Leverage asset iN supporting film ecosystem
Pillar 1:
Serving Government Needs in Public
Communication and Strengthening National
Character Building
Key initiatives:
1. Serve Government in public communication
through audio visual
2. cReate education, enlightenment and
entertainment film / content which aligned with
government messages
3. Enhance capability in film and content creator in
Indonesia
Enabler 1: Collaborating with the government,
SOE and the private sector through new
business models.
Key
initiatives
1.Accommodating government projects and public service obligations programs
2.Program synergy with SOE/BUMN
3.Cooperating with the private sector consisting of production houses, content creators and film
and content distribution channels
:
Enabler 3: People and Culture
1.Ways of working under digital age
2.Talent management to enhance film financing
3.Implementation of Core values AKHLAK
Key
initiatives
:
Enabler 2: Organizational transformation
acceleration
1. Increasing the effectiveness of company management
2. Creating a performance management system
3. Implementation of new organization transformation
Key
initiatives
:
PFN Strategic Pillars
24
13
AKHLAK- Amanah, Kompeten,Harmonis,Loyal, Adaptif, Kolaboratif
PFN Ecosystem: 4C (Connect – Collaborate – Create – Commerce)
Commercial and Ecosystem
Optimalization
Content Creation
through PH Aggregation
At the core of PFN's
business lies content
production, our primary
venture defined by the
established charter.
Engaging in the pre-
production and content
distribution phases, PFN
operates as a Production
House Aggregator
IPR Aggregator
Functioning as an in-
house IPR aggregator,
PFN takes charge as the
steward and proprietor of
Intellectual Property
Rights, allowing for the
sale of content in various
forms, contributing to
revenue streams.
Asset Optimization
In the pursuit of resource
optimization, PFN's Asset
Optimization initiative,
exemplified by the
development plan for
Otista Space, underscores
the strategic leverage of
the company's assets.
Indonesia Film And
Content Academy (IFCA)
IFCA serves as PFN's hub
of excellence, embodying
three pillars – learning,
research, and innovation
– in the film and content
industry.
Indonesia Film
Financing (IFF)
IFF, PFN's Indonesian Film
Financing program, plays
a crucial role in
supporting the film
ecosystem by directing
investor funds to film
production houses,
ensuring sustainability.
Indonesia Film
Facilitation (IFFa)
IFFa stands as a
collaborative effort
between PFN and
Telkom's Nuon, offering
facilitation services to
filmmakers in the quest
for ideal production
locations. This
collaboration is
manifested through the
creation of tools and a
dedicated website.
Horizon 1 – 2022-2023
Firming Foundation
Content Curator
Distribution Channel Syndication
Production House Aggregator
Horizon 2 – 2023-2024
Finding The Best Fit
Horizon 3 – 2024-2025
Shaping The Future
Big Production House : 5
Medium Production House : 15
Small Production House : 30
Cinema Movie : 2 (Rp 12 Bn)
Short Movie : 8 (Rp 8 Bn)
Webseries : 5 (Rp 12 Bn)
Big Production House : 8
Medium Production House : 23
Small Production House : 45
Big Production House : 12
Medium Production House : 35
Small Production House : 68
RBT : 5 (Rp 2 Bn)
Podcast : 2 (Rp 0.8 Bn)
TV Package : 10 (Rp 13 Bn)
Cinema Movie : 4 (Rp 24 Bn)
Short Movie : 16 (Rp 16 Bn)
Webseries : 10 (Rp 24 Bn)
RBT : 10 (Rp 4 Bn)
Podcast : 4 (Rp 1.6 Bn)
TV Package : 20 (Rp 26 Bn)
Cinema Movie : 10 ( Rp 60 Bn)
Short Movie : 40 (Rp 40 Bn)
Webseries : 25 (Rp 60 Bn)
RBT : 25 (Rp 10 Bn)
Podcast : 10 (Rp 4 Bn)
TV Package : 50 (Rp 65 Bn)
Telkom Group
1. Indihome
2. Maxstream
3. SEATODAY
Telkom Group
1. Indihome
2. Maxstream
3. SEATODAY
• Focus on TMT Cluster
• Learn as Financing Company
• Firms the Foundation
• Expand to Other Sectors
• Execute Film & Content Financing
• Fully transform to be Film & Content
Financing Company
Free To Air
1. MNC
2. TVONE
3. TRANS7
4. BatikTV
Private Sectors
1. Viu
2. WeTV
Financing
Learning and Benchmarking to Financial Institutions
1. Banks (HIMBARA)
2. Non-Banks (Ideosource, FundEx, MDI Ventures)
3. Mediated Investors
4. Private Wealth
Partnership with Financial Institutions
1. Banks (HIMBARA, Private Banks)
2. Non-Banks (Ideosource, FundEx, MDI Ventures
3. Mediated Investors
4. Private Wealth
Transform to Financing Company with Strategic
Partnership with Financial Institutions (Banks, Non-
Banks, Mediated Investors, Private Wealth)
Telkom Group
1. Indihome
2. Maxstream
3. SEATODAY
Private Sectors
1. Viu
2. WeTV
3. Disney Hotstar
4. Netflix
Strictlyprivateand confidential.Not for disclosure nor distribution without consent fromPerum Produksi FilmNegara.
PFN Strategic Initiatives
Determining Roadmap of Transformation
Managed-Fund : Rp 47.8 Billions Managed-Fund : Rp 95.6 Billions Managed-Fund : Rp 211 Billions
Revenue : Rp 68 Billions Revenue : Rp 108 Billions Revenue : Rp 214 Billions
EBITDA : Rp 9 Billions EBITDA : Rp 14.3 Billions EBITDA : Rp 28.4 Billions
Media Hub
1. Indonesiana
2. Kanal Budaya
3. KPK
Media Hub
1. Indonesiana
2. Kanal Budaya
3. KPK
Free To Air
1. MNC
2. TVONE
3. TRANS7
4. BatikTV
Media Hub
1. Indonesiana
2. Kanal Budaya
3. KPK
Free To Air
1. MNC
2. TVONE
3. TRANS7
4. BatikTV
Firming Foundation – Internal Enablers
Indonesia Film & Content Creative Academy
Assets Leveraging
Training & Workshop for Telkom Group
Preparation of Licensing & Certification (BNSP)
Development of Investor and Creator Platform Apps
Training & Workshop for other Sectors
Execution of Licensing and Certification (BNSP)
Launching Investor and Creator Platform Apps
Training & Workshop for other sectors
Big Data Optimalization for Film and Content Industry
Optimization of Investor and Creator Platform Apps
Bioskop Rakyat Grand Launching at Ottista
Development & Preparation of F-Bloc
F-Bloc Grand Launching at Ottista Space
Recovery Tendean Space
F-Bloc Optimization at Ottista Space
F-Bloc Extension at Tendean Space
System Improvement (people, culture, organization)
• Policy of Human Capital Cycle (Performance Management
• Policy of Core Values AKHLAK Implementation
• Organization Restructure (Band Position Create)
Digitization & Digitalization
• Business Process Simplification (E-signature, E-Presence)
• Working Order Digitalization
• Improvement of Official Website
• IPR Recovery & Digitalization
GCG & Risk Management Implementation
• ISO 37001 Certification
• Employee Pact Signing
• Policy of Risk Management Standardization
Outstanding & Lawsuits Settlement
• Lawsuits Trial (Sidang Pengadilan)
• Resolving Account Payable (Hutang)
Underlying Regulation
• Study of Legal Entity : PP 05/1988
• Study of Legal Entity : from Perum to PT
Horizon 1 - 2022
Firming Foundation
Horizon 2 - 2023
Finding The Best Fit
Horizon 3 - 2024
Shaping The Future
• Focus on TMT Cluster
• Learn as Financing Company
• Firms the Foundation
• Expand to Other Sectors
• Execute Film & Content Financing
• Fully transform to be Film & Content
Financing Company
System Improvement (people, culture, organization)
• Performance Management System
• Core Values AKHLAK Implementation
• Strengthening Competency as Financing Company
Digitization & Digitalization
• Digitization of All Business Process
• Digitalization of Film & Content Access Platform
• IPR Recovery & Digitalization
GCG & Risk Management Implementation
• ISO 9001 Certification
PFN Strategic Initiatives
Determining Roadmap of Transformation
System Improvement (people, culture, organization)
• Performance Management System
• Core Values AKHLAK Implementation
• Human Capital Re-composition from Production to
Financing
Digitization & Digitalization
• Digitization of Core Business Process
• Digitalization of Working Order for Film & Content Service
• IPR Recovery & Digitalization
GCG & Risk Management Implementation
• Risk Maturity Index Assessment
Outstanding Settlement
• Resolving Account Payable
Underlying Regulation
• Change/ Transformation PP 05/ 1988
• Transformation from Perum to PT
AKHLAK- Amanah, Kompeten,Harmonis,Loyal, Adaptif, Kolaboratif
Transformasi PFN
HR Transformation
Business Transformation
Business Culture Transformation
Structure Transformation
Infrastructure & System
Transformation
CEO
Commitment
Competence
Champion
Team
5
Transformasi
PFN
3C Rahasia Sukses
Transformasi
Adaptive Leadership :
30
"Kepemimpinan adaptif adalah praktik menggerakkan orang untuk mengatasi tantangan berat untuk dapat berkembang"
Memisahkan Masalah Teknis dari Tantangan Adaptif:
Pahami perbedaan antara masalah teknis dan tantangan adaptif
Umumnya bersifat sangat kompleks dan penting, tetapi solusinya
diketahui dan dapat diatasi dengan menggunakan keahlian, proses,
dan prosedur operasional yang sudah tersedia.
Masalah
Teknis
Tantangan adaptif merupakan pembelajaran baru dan hanya dapat
diatasi dengan mengubah asumsi, keyakinan, kebiasaan, dan
keterikatan orang. Keahlian dan pengetahuan yang sudah ada
mungkin membantu dalam memecahkan masalah adaptif, tetapi
pekerjaan paling kritis adalah menggerakkan dan membimbing orang
melalui periode discovery yang mengarah pada kapasitas baru untuk
dapat berkembang.
Tantangan
Adaptif
Contoh
Masalah pembuatan Film
yang dapat diatasi melalui
Production.
Perubahan budaya
perusahaan seperti
transformasi dari Produksi
ke Pembiayaan.
Ronald Heifetz, Alexander Grashow & Marty Linksy (2009). The Practice of Adaptive Leadership Boston, MA: Harvard Business Press
Ronald Heifetz, Alexander Grashow & Marty Linksy (2009). The Practice of Adaptive Leadership Boston, MA: Harvard Business Press
Memperlakukan
tantangan adaptif
sebagai masalah
teknis merupakan
penyebab
kegagalan paling
sering terjadi
Sebagian besar masalah adalah campuran tantangan teknis dan
adaptif. Sebagai contoh, dalam dunia korporat, penggabungan akan
memiliki elemen yang bersifat teknis, tetapi aspek adaptif adalah
ancaman yang lebih besar karena bisnis yang baru bergabung harus
menghadapi kebutuhan untuk mengubah norma budaya mereka,
hirarki kekuasaan, dan sistem nilai
Manusia umumnya menolak untuk merasa kehilangan, bukan
perubahan. Tantangan adaptif kompleks karena perubahan pasti
melibatkan rasa kehilangan. Kepemimpinan memerlukan kemampuan
untuk mendiagnosis kerugian apa yang akan dialami dalam setiap
inisiatif perubahan.
Tantangan adaptif bukan hanya tentang perubahan, tetapi juga
tentang apa yang perlu terus berlanjut. Oleh karena itu, pemimpin
juga harus mengidentifikasi elemen-elemen esensial yang harus
dipertahankan.
Kemampuan untuk beradaptasi dapat ditingkatkan melalui
diversity/keragaman dan akan terjadi sebagai hasil dari eksperimen.
WHY CULTURE MATTERS
Budaya Perusahaan bisa menimbulkan dampak
yang dahsyat terhadap individu dan kinerja,
khususnya dalam lingkungan yang kompetitif,
bahkan dampaknya bisa jadi lebih kuat dibanding
faktor-faktor lain, seperti: strategi, struktur
organisasi, sistem manajemen, analisis keuangan,
kepemimpinan, dan lain-lain.
John P.Kotter dan James L. Heskett
“
Building Conditions Nov 2021
PFN Challenges
Building Conditions Nov 2021
PFN Challenges
PFN Challenges
• PEOPLE: PFN is still lack of human capital quantity & quality, PFN need to
combine strategy (buy, borrow, build) for fulfilling the human capital
requirement. There are only 20 employees which in charge in core
corporate function and there is no employee with solid background in
film financing & fund management. PFN need to implement Policy of
Human Capital Cycle.
To enable the shifting/ transformation & deliver the mandate, PFN need
to improve at
• CULTURE: PFN is still lack of culture. PFN has no policy to run PFN need
to implement Policy of Culture with core values AKHLAK as a
foundation and aligned with Policy of Human Capital Cycle
• ORGANIZATION: PFN had unfit organization structure, PFN implement
new organization structure which strengthen financing, fund
management, business development & partnership function.
• TECHNOLOGY: PFN is still running business process manually. PFN
need to collaborate with proven IT partner for digitization and
digitalization business process.
Transform or Die
Transform or Die
Melayani pembuatan
tayangan newsreels
pemerintah Indonesia
Melayani kebutuhan
pembuatan tayangan televisi
hingga film layar lebar
pemerintah (Kementerian
Penerangan)
Melayani penyewaan studio,
pembuatan video korporat
dan layanan pendukung
industri audiovisual lainnya
Transformasi menjadi
perusahaan pembiayaan
perfilman di Indonesia
Lembaga pemerintah dibawah Kementerian/Departemen
Penerangan
Perusahaan umum (Perum)
yang seharusnya dapat
anggaran dari APBN namun
tidak mendapatkan budget
dari APBN sejak 2001-saat ini
Perusahaan perseroan yang
bersifat komersial
Business
Corporate
Structure
1945-1975 1975 - 1988 1988-2021 2022-present
Berita Film Indonesia (BFI) Pusat Produksi Film Negara Produksi Film Negara
CORE VALUES
merupakan Nilai-nilai Utama Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang harus diadopsi oleh seluruh Perusahaan
di bawah KBUMN agar setiap Sumber Daya Manusia BUMN mengetahui, mengimplementasikan, dan menginternalisasikan Nilai-Nilai Utama (Core
Values) tersebut secara sungguh-sungguh, konsisten, dan konsekuen, sehingga melahirkan perilaku keseharian dan membentuk budaya kerja BUMN
yang selaras dengan Nilai-Nilai Utama (Core Values) BUMN
Nomor : SE- 7 /MBU/07 /2020 Tentang Nilai-nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia BUMN
IMPLEMENTASI CORE VALUES AKHLAK
Knowledge
Values
Beliefs
IQ
EQ
SQ
Sosialisasi AKHLAK
Internalisasi AKHLAK
“Belief systems are working model
of the world that enables people to
achieve desired outcomes and
avoid untoward ones”
- Dr. Albert Bandura -
By : ACT Consulting
Aktivasi PFN
CONTOH PERILAKU CORE VALUES AKHLAK DI PFN
1 Memenuhi janji dan komitmen 1 Memenuhi janji dan komitmen dengan memberikan yang terbaik kepada Stake Holder.
2
Bertanggung jawab atas tugas, keputusan,
dan tindakan yang dilakukan
2
Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dan bertindak secara objektif dengan menggunakan data untuk mengambil keputusan, mulai dari
proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi perbaikan.
3
Berpegang teguh kepada nilai moral dan
etika.
3
Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika serta bertindak jujur, transparan dan menjadi role model dilingkungan kerja, keluarga dan
masyarakat.
4
Meningkatkan kompetensi diri untuk
menjawab tantangan
4
Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan dengan memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan dan memberikan nilai yang
lebih, dibandingan dengan kompetitor.
5 Membantu orang lain belajar 5 Membantu orang lain belajar dalam meningkatkan kompetensinya, dalam mengantisipasi perkembangan bisnis dan kompetisi kedepannya.
6
Menyelesaikan tugas dengan kualitas
terbaik
6
Menyelesaikan tugas dengan kualitas yang terbaik untuk mencapai target, yang dapat melebihi pertumbuhan industri dan dapat memberikan
kepuasan kepada pelanggan.
7
Menghargai setiap orang apapun latar
belakangnya
7
Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, dengan menjalankan tugas secara solid dan harmonis untuk mencapai tujuan yang sudah
dicanangkan oleh perusahaan.
8 8.Suka menolong orang lain 8 Suka menolong orang lain tanpa adanya perbedaan, selama tidak bertentangan dengan hukum dan norma-norma yang berlaku.
9 Membangun lingkungan kerja yang kondusif 9 Membangun lingkungan kerja yang kondusif, berpikir positif, transparan dan selalu terbuka untuk menerima keberagaman.
10
Menjaga nama baik sesama karyawan,
pimpinan, BUMN, dan Negara
10
Menjaga nama baik sesama Karyawan, Pimpinan, Perusahaan dan Negara, dalam menjalankan setiap aktivitas, baik sebagai karyawan
maupun sebagai anggota masyarakat.
11
Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang
lebih besar
11
Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar dengan memberikan seluruh daya dan potensi serta kemampuannya di bidang
pembiayaan film dan konten, yang memberikan nilai ekonomi dan dampak sosial untuk Indonesia.
12
Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak
bertentangan dengan hukum dan etika
12
Patuh kepada Pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika serta bekerja dengan penuh semangat dan bertanggung
jawab atas tugas yang diberikan oleh perusahaan.
13
Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi
lebih baik
13
Melakukan perubahan dan penyesuaian diri melalui perubahan mindset, lingkungan bisnis, teknologi dan cara kerja dalam menghadapi
tantangan bisnis, agar perusahaan tetap bertahan dan tumbuh.
14
Terus-menerus melakukan perbaikan
mengikuti perkembangan teknologi
14
Melakukan perbaikan secara terus menerus dengan mengikuti perkembangan teknologi, melakukan digitasi dan digitalisasi serta perbaikan
proses bisnis yang lebih baik, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perusahaan, bangsa dan negara.
15 Bertindak proaktif 15
Bertindak proaktif, kreatif dan inovatif untuk menemukan cara-cara baru serta mampu melakukan evaluasi dan pembelajaran dari setiap
aktivitas yang dilakukan.
16
Memberi kesempatan kepada berbagai
pihak untuk berkontribusi
16
Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dan berkolaborasi, agar mendapatkan keuntungan dan hasil yang terbaik,
bagi kedua belah pihak.
17
Terbuka dalam bekerja sama untuk
menghasilkan nilai tambah
17
Terbuka dalam bekerja sama dengan siapapun, guna menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan dengan fokus pada pengembangan
pembiayaan film dan konten.
18
Menggerakkan pemanfaatan berbagai
sumber daya untuk tujuan bersama
18
Menggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya dan bersinergi dengan berbagai bidang, guna mencapai tujuan bersama dan meningkatkan
nilai perusahaan.
5 ADAPTIF
Terus berinovasi
dan antusias dalam
menggerakkan
ataupun
menghadapi
perubahan
6 KOLABORATIF
Membangun kerja
sama yang sinergis
3 HARMONIS
Saling peduli dan
menghargai
perbedaan
4 LOYAL
Berdedikasi dan
mengutamakan
kepentingan
Bangsa dan
Negara
1 AMANAH
Memegang teguh
kepercayaan yang
diberikan
2 KOMPETEN
Terus belajar dan
mengembangkan
kapabilitas
NO AKHLAK DEFINISI PANDUAN PERILAKU CONTOH PERILAKU CORE VALUES AKHLAK PFN
Nomor 045/SK/DIR/PFN/I/2022 Tentang Core Values AKHLAK PFN
Sikap amanah dan integritas menjadi
landasan untuk membangun
kepercayaan dari pelanggan dan mitra
bisnis. Kejujuran dalam menjalankan
tugas dan tanggung jawab tinggi
menghasilkan reputasi perusahaan yang
baik dan berintegritas.
Amanah
Peran AKHLAK dalam Peningkatan Kinerja
Perusahaan Berkelanjutan
Nilai-nilai AKHLAK memainkan peran sentral dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Tidak hanya menjadi filosofi, tetapi AKHLAK menjadi fondasi
utama yang membentuk identitas perusahaan PFN dan memberikan dampak positif dalam setiap aspek bisnis yang dijalankan.
Dengan menampilkan keahlian yang
tinggi dan profesional, setiap proses
perusahaan berjalan secara efisien dan
berkualitas. Kompetensi dalam setiap
aspek pekerjaan meningkatkan
produktivitas dan memberikan layanan
terbaik kepada pelanggan.
Kompeten
Keharmonisan dalam tim kerja
menciptakan lingkungan kerja yang
positif dan kolaboratif. Sinergi antar
anggota tim membuka ruang untuk
inovasi, pemecahan masalah bersama,
dan pencapaian target perusahaan.
Harmonis
Kesetiaan dan dedikasi tinggi terhadap
perusahaan memperkuat semangat
kerja dan memberikan kontribusi
berarti dalam mencapai tujuan
bersama. Loyalitas dari seluruh anggota
tim membentuk budaya perusahaan
yang berkesinambungan dan
berorientasi pada keberhasilan jangka
panjang.
Loyal
Fleksibilitas dan keterbukaan
perusahaan dalam menghadapi
perubahan pasar dan lingkungan bisnis
memungkinkan untuk berinovasi dan
bertransformasi sesuai dengan
kebutuhan. Kemampuan untuk
beradaptasi menjadikan PFN siap
menghadapi tantangan masa depan.
Adaptif
Sikap kolaboratif memperkuat sinergi
tim dan meningkatkan efektivitas kerja.
Kolaborasi dengan berbagai pihak,
termasuk mitra bisnis dan masyarakat,
membuka peluang baru dan
memperluas jaringan untuk
pertumbuhan perusahaan.
Kolaboratif
PEMBAGIAN PERAN PEGIAT IMPLEMENTASI AKHLAK
Culture Leader adalah Direksi atau Pengurus entitas
dalam PFN yang berperan memimpin perubahan dalam
rangka menjalankan agenda
Culture Champion adalah pimpinan unit yang berada
satu layer di bawah Culture Leader yang berperan
memfasilitasi proses perubahan dalam menjalankan agenda
transformasi budaya dan merupakan Role Model bagi unit
yang dipimpinnya
Culture Agent adalah sekelompok orang (task force)
yang berperan membantu Culture Champion untuk
menjalankan agenda transformasi budaya
Culture Booster adalah sekelompok orang (task force)
yang berperan membantu Culture Agent untuk
menjalankan agenda transformasi budaya
Nomor : 093/SK/KEP-DIR/PFN/VI/2022 Tentang Penetapan Culture Champion, Culture Booster dan Culture Agent Untuk Implementasi Budaya AKHLAK Perum PFN
Culture Agent dan Culture Booster
merupakan perpanjangan tangan Role Model
dalam mengakselerasi implementasi budaya
perusahaan. Selain itu, culture agent berperan
mengawal kegiatan aktivasi budaya dalam
keseharian.
PERAN CULTURE AGENT DAN CULTURE BOOSTER
People, Culture, Organization
Culture Activation
Employee Integrity Pact Signing
2 8 J A N U A R Y 2 0 2 2 2 5 M A R C H 2 0 2 2
Employee “Kerja Bakti”
W 3 J A N U A R Y 2 0 2 2
Decoration Contest
Organization
Employee Placement
1 0 J A N U A R Y 2 0 2 2
Photography Contest
Performance Management System the Organization Restructuring
Existing
Future
People
Policy HCM
1. Respecful Workplace Policy (Done)
2. Rekrutmen Karyawan (Done)
3. Employee Dicipline ( Done)
4. Reward Management (Done)
5. Exit Management (On Done)
Recruitment
1 Recruitment Head of Accounting and Finance (Done)
Pegawai Tetap: 18
Pegawai Kontrak: 29
Pegawai Magang: 4
Culture
CULTURE ACTIVATION
HALAL BIHALAL IDUL FITRI SENAM PAGI KERJA BAKTI
2 3 J U N I
RAPIM DAN OUTBOUND
Program Tanggung Jawab
Sosial dan Lingkungan
SHARING SESSION
2 3 J U N I 1 4 J U N I
SHARING KNOWLEDGE PERFILM DI TELKOM UNIVERSITY
TJSL
LAGU MARS DAN HYMNE PFN
Organization
• Signing Individual Performance Management System
• Hired head of Finance
PFN Organization Structure
DIREKTUR KEUANGAN,
DANA DAN MANAJEMEN
RISIKO
SEKRETARIS PERUSAHAAN
DIREKTUR
UTAMA
SATUAN PENGAWASAN
INTERN
DEWAN
PENGAWAS
HUBUNGAN
PERUSAHAAN DAN
KOMUNIKASI
TEKNOLOGI INFORMASI
HUKUM
GENERAL SUPPORT
DIREKTUR KOMERSIAL DAN
PEMBIAYAAN
GROUP 1
MANAJEMEN
ASET DAN
BISNIS BARU
GROUP 2
INDONESIAN FILM
AND CREATIVE
ACADEMY (IFCA)
MANAJEMEN DANA
MANAJEMEN RISIKO
DAN KEPATUHAN
HUMAN CAPITAL
MANAGEMENT
KEUANGAN &
AKUNTANSI
SEVP KEUANGAN, DANA
DAN MANAJEMEN RISIKO
MANAJER
ASET
MANAJER
IFCA
MANAJER
DANA 2
MANAJER
DANA 1
EXPERT
TEAM
KOMITEPENGUATAN
KARAKTER BANGSA
KOMITEPEMBIAYAAN
FILM DANKONTEN
KOMITE AUTDIT
MANAJER
KEUANGAN&
AKUNTASI
SEVP BUSINESS
DEVELOPMENT &
PARTNERSHIP
Technology: Digitalization of PFN
49
PFN also launch new-look
official website which
emphasizes
1. Newest update
2. IPRs
3. Studio
In global fast-paced digitalization movement, PFN is still
running business process manually and many process
is still left behind. PFN collaborates with proven IT
partner for digitization and digitalization business
process. PFN is making a progress as follows
1. Digitization of administration process which is
supported by Telkom Group
2. Digitalization of signature using Privy ID
Leveraging Assets PFN
Denah:
6
6 OPEN SPACE
4
5 Balai Pustaka Library
5
2
Dengan luas lahan 2,4 Ha
Untuk mengoptimalkan lahan sebagai fungsi Mixed Use
MUSEUM & CAFE
4
3 Indonesia Film Creative Academy 7
Kuliner, Resto & Cafe UMKM Corners
7
1 STUDIO XR
1
2 Cinema Preview Theater
3
Pembangunan XR Studio PFN Pembuatan Tempat Uji Kompetensi IFCA
Pembuatan Studio Podcast Smart Parking Kerjasama dengan Telkom Property
51
Leveraging Assets PFN
Tangkiwood dan Kiyotee
A group of people posing for a photo
Description automatically generated
Let’s make PFN Great Again
PFN Ecosystem: 4C (Connect – Collaborate – Create – Commerce)
54
Never Stop
Collaboration
3 Januari 9 Januari 11 Januari
Januari
16 Januari 20 Januari 25 Januari
25 Januari 31 Januari
1 Februari 2 Februari 15 Februari
Februari
15 Februari 22 Februari 23 Februari
24 Februari 24 Februari
1 Maret 1 Maret 2 Maret
Maret
8 Maret 13 Maret 14 Maret
16 Maret 16 Maret 17 Maret
18 Maret 21 Maret 24 Maret
31 Maret
5 April 11 April 11 April
April
12 April 13 April 16 April
3 Mei 5 Mei 6 Mei
Mei
10 Mei 17 Mei 23 Mei
5 Juni 7 Juni 8 Juni
Juni
8 Juni 10 Juni 12 Juni
12 Juni 13 Juni 22 Juni
23 Juni 27 Juni
Benchmark Pimpinan Cabang Outlet
Pegadaian Syariah ke Produksi Film
Negara
Penandatanganan Memorandum of
Understanding (MoU) antara Lembaga
Ketahanan Nasional (Lemhanas) dan
Produksi Film Negara (PFN)
9 Juli 21 Juli
Juli
5 Agustus
Agustus
Penyelenggaraan Konser Berhati
Sal Priadi
17 Agustus 18 Agustus
21 Agustus 26 Agustus
6 September 11 September
September
11 September 15 September
15 September
Rapat Pimpinan PFN Triwulan
III 2023
1 Oktober 6 Oktober
Upacara Peringatan Hari Kesaktian
Pancasila
Peringatan Ulang Tahun PFN ke- 78
3 Oktober
Kunjungan Wakil Bupati Belitung
ke Produksi Film Negara
Oktober
6 Oktober 6 Oktober
Penandatanganan MoU dengan
Studio Kolam Susu
Penandatanganan MoU dengan PT
Menyelam Bersama
6 Oktober
Penandatanganan MoU dengan PT
Sekolah Ekspor Indonesia
12 Oktober 28 Oktober
Penandatanganan Akta Pendirian
PT Produksi Film Negara (Persero)
Upacara Peringatan Hari Sumpah
Pemuda
27 Oktober
PT Produksi Film Negara (Persero)
Mendapatkan Penghargaan di
Ajang Keterbukaan Informasi
Digital 5.0 KIP BUMN Awards 2023
20- 29 Oktober
Penyelenggaraan Pekan
Kebudayaan Nasional 2023 di
Produksi Film Negara
Oktober
Innovation or Die
86
Indonesia Film Financing
(IFF)
IFF
, PFN's Indonesian Film
Financing program, plays a
crucial role in supporting
the film ecosystem by
directing investor funds to
film production houses,
ensuring sustainability.
Indonesia Film Facilitation (IFFa)
IFFa stands as a collaborative
effort between PFN and
Telkom's Nuon, offering
facilitation services to
filmmakers in the quest for
ideal production locations. This
collaboration is manifested
through the creation of tools
and a dedicated website.
Indonesia Film And
Content Academy (IFCA)
IFCA serves as PFN's hub of
excellence, embodying
three pillars – learning,
research, and innovation –
in the film and content
industry.
INNOVATION PFN
Events and Activities
ImXR Studio PKN Konser Sal Priadi JICON Bazar and Others
87
Indonesia Film Financing (IFF)
Business Focus:
IFF is a financing program designed to
support Indonesia's film ecosystem in
terms of financial aspects. Within the IFF
program, PFN channels investor funds to
film creators.
Financing Movies:
• Comedy
• Drama
• Historical
Partners:
• BUMN
• Financing Companies
• International Investors
• IFF stands as PFN's dedicated initiative to alleviate financial constraints within Indonesia's film industry, fostering a
conducive environment for filmmakers.
• Spanning genres from comedy to historical dramas, IFF caters to a diverse range of film projects, ensuring a broad and
inclusive impact on the cinematic landscape.
• Strategic partnerships with BUMNs, financing entities, and international investors underscore PFN's commitment to
creating a sustainable and globally competitive film ecosystem.
Source of Fund Bank Mandiri, BRI, BNI, Telkom, High Net-worth Individual,
International partners
Production House Rekam Film, Sinemaporta, Indonano, Cerita Jadi FIlm
Partners XXI, MAXStream, APFI
Indonesia Film Facilitation
(IFFa) Website
Development
Telkom Indonesia (Nuon)
Location Owners Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Jasa Tirta II, Jababeka,
Injourney, KAI, Sarinah, Jasa Raharja
Business Focus:
IFFa is a collaborative program between
PFN and Telkom (through its subsidiary,
Nuon), aimed at facilitating filmmakers in
locating production sites. This
collaboration is materialized through the
development of a dedicated website.
Users of IFFa:
• Producers
• Directors
• Location Scouts
Locations Served:
• Studio
• Public Spaces
• Airports and Stations
• As a collaborative effort, IFFa harnesses the synergies of PFN and Telkom to offer filmmakers a specialized website for
efficiently discovering suitable production locations.
• Designed for producers, directors, and location scouts, IFFa ensures a comprehensive and user-friendly platform to
streamline the location scouting process.
• Covering a range of locations, from studios to public spaces and transportation hubs, IFFa enhances accessibility and
convenience for filmmakers, fostering a dynamic film production landscape.
Indonesia Film and Content Academy
(IFCA)
Clients and
Partners
Telkom Corporate University, Pegadaian Corporate University,
Danareksa, Institut Seni Indonesia (ISI), Institut Kesenian Jakarta
(IKJ), ITB, Coursius, Elmoo, UX Specialty, PPTI
Workshop
Business Focus:
IFCA is PFN's endeavor established as a
center of excellence, focused on learning,
research, and innovation within the film
and content industry.
Business Clusters:
• Training and learning
• Learning videos
• Module for training
• Certification licensing
Partners:
• Corporate Universities
• Universities and Schools
• Talent Development
Training Webinar
• IFCA serves as PFN's commitment to advancing the film and content industry through a triad of learning, research, and
innovation.
• Nestled within the commercial area, IFCA strategically positions itself to integrate academic excellence with real-
world industry dynamics.
• Strategic partnerships with corporate universities, academic institutions, and talent development initiatives
underscore PFN's dedication to fostering industry-ready professionals and driving innovation.
90
Kolaborasi Pengembangan Studio ImXR (Immersive
eXtended Reality)
• Peran PFN
• PFN menyediakan fasilitas studio yang optimal
untuk pengembangan konten Extended Reality.
• Pihak yang Terlibat:
• V2 Indonesia: Sebagai ahli dalam teknologi
Extended Reality, V2 membawa pengetahuan
mendalam tentang pengembangan dan
implementasi teknologi ImXR. Mereka
bertanggung jawab untuk menghadirkan aspek
teknologi yang canggih.
• Visi8: Sebagai mitra dalam pengembangan
konten, Visi8 Indonesia membawa keahlian dalam
produksi dan kreativitas konten ImXR. Mereka
berkontribusi pada aspek kreatif dan teknis
proyek.
• Model Bisnis:
• Pengelolaan, Penyewaan, dan Jasa Konten
ImXR: PFN, bersama dengan mitra kolaborasinya,
terlibat dalam manajemen fasilitas studio ImXR,
menyediakan layanan penyewaan studio kepada
pihak-pihak eksternal, dan menawarkan jasa
pembuatan konten ImXR.
Partners
BIG EVENT PFN
Pekan Kebudayaan Nasional (20-29 Oktober 2023)
Partner Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Konser Berhati: Sal Priadi (5 Agustus
2023)
Partner Sal Priadi
Jakarta International Contemporary
Dance Festival (JICON) 2023
Partner Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Kemendikbud
Social Activities
Bazar – Pasar Malam
Next Events
PFN will contribute to develop Indonesia Film and Creative Media Hub Ecosystem
Global OTT
Social Media
Local OTT
Government/ SOE Television
Production House & Cinema
Indonesian
Film and
Content
Creative
Media Hub
OURPARTNERS
Terima Kasih

Leadership & Culture Collaboration Practices.pdf

  • 1.
    Sharing Session Jakarta, 17October 2024 Dwi Heriyanto B Dirut PT Produksi Film Negara (Persero) Leadership & Culture Collaboration Practices in PFN
  • 2.
    S3: Doctor inStrategic Management Business Padjadjaran University S2: Master of Telecomunication Management University of Indonesia S1: Bachelor of Industrial Engineering University of Indonesia (Nov 2021 – Now) Direktur Utama Produksi Film Negara (PFN) (July 2020 – NOV 2021) VP Human Capital Strategic Management Telkom (Nov 2019 – June 2020) Director of Higher Education Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) (July 2021) Board of Commissioners PT Admedika (2020 – June 2021) Board of Commissioners PT BOSNET (August 2019 – April 2020 ) Commissioners PT PINS (Jan 2019 – Oct 2019) Vice President Human Capital Strategic Management (2018 – 2019) Vice President Human Capital Development (2016 – 2018) Vice President Human Capital Strategic Management (2014 – 2015) Senior General Manager Telkom Corporate University (2012 – 2014) Deputy SGM Telkom Corporate University (2018 – Now) Advisory Board AMOEBA Project (2017 – 2019 ) Board of Commissioners PT Infomedia Nusantara (2013 – 2019 ) The Board of Trustee Telkom Foundation (YPT) (2013 – 2017) Board of Commissioners Telkomedika Dwi Heriyanto B. Direktur Utama PFN EDUCATION TITTLE & ACTIVITIES • HRM American Certification Institute • EPC Erickson Professional Coach • Global Mindset, Thunderbird University • Leadership Program INSEAD France • International Capability Centre Mt Eliza Melbourne Business School CERTIFICATION/ TRAINING
  • 3.
    Produksi Film Negara(PFN) adalah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang industri audiovisual Sejarah PFN: 1934-1936 Era Kolonial Belanda PFN berawal dari pendirian Java Pacific Film (JPF) pada tahun 1934 oleh Albert Balink. JPF kemudian menjadi Algemeen Nederlandsch Indisch Filmsyndicaat (ANIF) pada tahun 1936 dan menghasilkan film-film seperti "Pareh" dan "Terang Bulan" yang mendapat pengakuan internasional pada tahun 1937. 1943-1945 Era Pendudukan Jepang Pada tahun 1943, Angkatan Bersenjata Kekaisaran Jepang mengambil alih ANIF dan mengubahnya menjadi Nippon Eiga Sha. Perubahan ini bertujuan untuk memperkuat konten berpropaganda selama pendudukan Jepang di Indonesia. 1945 Kelahiran Berita Film Indonesia (BFI) dan PFN Didirikan pada 6 Oktober 1945 oleh R.M. Soetarto, Berita Film Indonesia (BFI) resmi menjadi bagian dari Kementerian Penerangan. Pada tahun 1950, BFI berkembang menjadi Perusahaan Film Negara (PFN). 1975 Pusat Produksi Film Negara Pada tanggal 16 Agustus 1975, Kementerian Penerangan menetapkan perubahan Perusahaan Film Negara (PFN) menjadi Pusat Produksi Film Negara (PPFN). 1988 PFN Menjadi Perusahaan BUMN Melalui Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1988 pada 7 Mei 1988, PFN resmi menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), memungkinkan PFN beroperasi secara mandiri sesuai prinsip- prinsip ekonomi. 1992-2021 Era Kesulitan Perusahaan Pada periode ini, PFN tidak lagi mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan pendanaan maupun kerja sama dengan pemerintah. PFN mengalami kesulitan finansial dan tidak mampu untuk beroperasi secara baik. 2021-2023 Transformasi Menjadi Film Financing Company Pada 12 Oktober 2023, PFN resmi berubah dari Perusahaan Umum (Perum) menjadi Persero. Perubahan ini ditujukan untuk mewujudkan transformasi PFN sebagai film financing company Leadership & Culture Collaboration
  • 4.
  • 5.
    Leadership & CultureCollaboration Practices in PFN
  • 6.
    6 AY : “HanyaImajinasi dan Aksi yang bisa merubah dunia” L E A D E R ---- Jack Welch A genuine leader is someone who could express a vision and then get that people to carry it out
  • 7.
    L E AD E R 7 AY : “Semangat yang tinggi akan mencari jalannya sendiri untuk sukses” 80% success or failure is determined by leader (Pak Dahlan Iskan) Pemimpin harusnya bermimpi besar. Adalah suatu kesalahan besar jika pemimpin tidak bermimpi besar. Pemimpin tidak pernah merasakan lelah, sebelum berhasil mencapai mimpinya. Hanya energi yang besar dari seorang pemimpin yang dapat meng-”energize” seluruh pasukannya Pemimpin hendaknya memikirkan apa yang akan diwariskan kepada penerusnya Hal pertama yang harus dipikirkan oleh pemimpin adalah hal terakhir yang akan diwariskan kepada penerusnya
  • 8.
    8 Untuk Apa PFNitu Ada? PFN Corporate Philosophy
  • 9.
    PFN ada untukmemberikan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia dan bahkan bagi semesta alam
  • 10.
    PFN Transformation MethodApproach : 7’S McKinsey Source: McKinsey & Company, 2014 & Telkom Corporate Philoshophy Structure Strategy System Shared Values Style Skill Staff Style Skill Staff Shared Values System Structure Strategy Spiritual PFN Unique Resource The leadership Style of top management and the company's overall operating approach PFN adopt Mckinsey 7S concept to drive change where Spiritual becomes one of the most important aspect
  • 11.
    “Spiritualitas” akan menjadi panduanbagi seorang “leader” dalam menjalankan kepemimpinan, budaya dan elemen lain di dalam perusahaan “Spiritualitas” akan membuat semua pekerjaan kita bernilai ibadah kepada Tuhan sehingga akan selalu menjadikannya yang terbaik 7-S McKinsey The “8th-S” of The “1st-S” of PFN AKHLAK PFN Leadership Architecture Source : Arief Yahya book Great Spirit Grand Strategy
  • 12.
    4 Structure Transformation System Structure 1 HR Transformation Staff – Skill Centerof Excellence 2 Business Transformation 3 Biz Culture Transformation Strategy Biz Shared Values Vision & Mission “Great Spirit & Grand Strategy” GREAT LEADER 5 Infrastructure & System Transformation Contextual Leadership Style AKHLAK Spiritual Shared Value Style Leadership Style 12 Source : Arief Yahya book Great Spirit Grand Strategy
  • 13.
    “Leadership Philosophy menciptakanHarmoni antara Heart & Head (2H) dan Sinergi antara Spirit & Strategy (2S)“ Leadership Architecture merupakan improvement dari Sistem Leadership yang dikembangkan. Tujuannya agar mudah diterima dan dipahami seluruh jajaran. Leadership Architecture lebih menekankan pada keseimbangan antara ilmu pengetahuan (science), dengan seni (art), sehingga tercipta bangunan yang kokoh indah dan tak terbatas (menembus batas). DIRUT menetapkan Harmony & Synergy (H&S) sebagai Leadership Philosophy, yang terdiri dari Heart & Head Harmony dan Spirit & Strategy Synergy. Leader lebih menitik beratkan kepada pengelolaan people, sedangkan manager lebih menitik beratkan kepada pengelolaan pekerjaan (work). The most personal….. The most general Hasil yang luar biasa hanya bisa didapatkan dengan cara yang tidak biasa LEADERSHIP PHYLOSOPHY LEADERSHIP PRACTICES LEADERSHIP PRINCIPLES GREAT AGAIN AKHLAK LEADERSHI P SYSTEM LEADERSHI P STYLE Harmony & Synergy (H&S) Spirit & Strategy (2S) Heart & Head (2H) Behave follows AKHLAK, Work follows Strategy Lead by Heart, Managed by Head Heart Head Spirit Strategy Lead by Heart Corp Approach Managed by Head IT Based Behave Corp Approach Strategy Framework Corp Approach 13 Leadership Architecture
  • 14.
  • 15.
    Input adalah Outputyang diinginkan Input itu adalah awal berpikir, Input itu adalah sesuatu yang menggerakkan proses, Input itu adalah hasil akhir yang diinginkan. INPUT PROCESS OUTPUT FEEDBACK +_ Berawal Dari Akhir Mau Kemana, Dari Mana, Bagaimana Caranya
  • 16.
    What Type ofLeadership ? And What Leadership Action?
  • 17.
    Adaptive Leadership ➔Digital Dexterity Leadership Digital Dexterity : Digital dexterity is the ability of an individual or organization to adapt to new technology—particularly technology designed to help people work more efficiently and achieve better results. Source : https://cionews.co.in/digital-dexterity-is-ability-to-adapt-new-technology/
  • 19.
    Communication, collaboration, data,insights, talent management, skills development, and training are essential aspects of digital dexterity to make an impact at the enterprise level. Capabilities to nurture Digital Dexterity Leadership
  • 20.
    Benefit Digital Dexterity 1.Higher Productivity: – The user becomes more productive as he can make full use of the application. 2. Improved Efficiency: – The efficiency of users is improved so they can get the same task done in less time 3. Total Agility: – Skilled employees tend to adapt to any new roles and responsibilities that can open up a lot of possibilities for the company. 4. Advanced Risk Tolerance: Risk appetite increases once employees enter digital dexterity mode and understand the benefits of doing so. 5. Better Digital Adoption: – It also boosts the digital adoption rate because employees and other users are able to achieve digital dexterity.
  • 21.
    1. Imagine –Focus – Action – Control 2. Start small Think Big 3. Connect – Collaborate – Create – Commerce 4. Kerja Keras – Cerdas- Tuntas - Ikhlas
  • 22.
  • 23.
    Strictlyprivateand confidential.Not fordisclosure nor distribution without consent fromPerum Produksi FilmNegara. Purpose Mewujudkan ekosistem film dan konten yang lebih berkualitas dan berdaya saing serta memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan. Creating film ecosystem and high quality & competitive content and providing added value for stakeholders Vision Menjadi perusahaan pembiayaan film dan konten pilihan utama di regional. To be the most preferred film & content financing company in the region. Missions Mengelola pembiayaan film dan konten untuk pemerintah (kementerian/ lembaga), BUMN, dan sektor swasta. Manage film and content financing for government, institutions, SOEs, and private sector. Mengembangkan talenta film dan konten yang mendorong kemampuan daya kreatif dan inovasi di film dan konten. Develop talent of film and content that drives creative and innovative capabilities in film & content. Mengorkestrasi ekosistem film dan konten untuk memajukan industri perfilman Indonesia. Orchestrate the film and content ecosystem to advance the Indonesia Film Industry. PFN Purpose, Vision, & Missions
  • 24.
    Perum Produksi FilmNegara Strictlyprivateandconfidential.Not for disclosure nor distribution without consent fromPerum Produksi FilmNegara. Strategic pillars & initiatives Strategic objectives/vision: To be the most preferred film financing company in the Region Pillar 2: Optimize BUMN/SOE Synergy Especially within TMT Cluster Key initiatives: 1.Assure implementation of TMT cluster strategic initiatives 2.Optimize cooperaTion with Himbara, SOE and SOE's subsidiaries in financing 3.Encourage SOE participation in Advancing film and content industries Pillar 3: Enhancing Private Sector and Community Ecosystem in Movie Industry Key initiatives: 1.Grow production house aggregator in film ecosystem 2.CreAte film content curation system in Indonesia 3.RealIze film content distribution channel syndication 4.Leverage asset iN supporting film ecosystem Pillar 1: Serving Government Needs in Public Communication and Strengthening National Character Building Key initiatives: 1. Serve Government in public communication through audio visual 2. cReate education, enlightenment and entertainment film / content which aligned with government messages 3. Enhance capability in film and content creator in Indonesia Enabler 1: Collaborating with the government, SOE and the private sector through new business models. Key initiatives 1.Accommodating government projects and public service obligations programs 2.Program synergy with SOE/BUMN 3.Cooperating with the private sector consisting of production houses, content creators and film and content distribution channels : Enabler 3: People and Culture 1.Ways of working under digital age 2.Talent management to enhance film financing 3.Implementation of Core values AKHLAK Key initiatives : Enabler 2: Organizational transformation acceleration 1. Increasing the effectiveness of company management 2. Creating a performance management system 3. Implementation of new organization transformation Key initiatives : PFN Strategic Pillars 24 13 AKHLAK- Amanah, Kompeten,Harmonis,Loyal, Adaptif, Kolaboratif
  • 25.
    PFN Ecosystem: 4C(Connect – Collaborate – Create – Commerce)
  • 26.
    Commercial and Ecosystem Optimalization ContentCreation through PH Aggregation At the core of PFN's business lies content production, our primary venture defined by the established charter. Engaging in the pre- production and content distribution phases, PFN operates as a Production House Aggregator IPR Aggregator Functioning as an in- house IPR aggregator, PFN takes charge as the steward and proprietor of Intellectual Property Rights, allowing for the sale of content in various forms, contributing to revenue streams. Asset Optimization In the pursuit of resource optimization, PFN's Asset Optimization initiative, exemplified by the development plan for Otista Space, underscores the strategic leverage of the company's assets. Indonesia Film And Content Academy (IFCA) IFCA serves as PFN's hub of excellence, embodying three pillars – learning, research, and innovation – in the film and content industry. Indonesia Film Financing (IFF) IFF, PFN's Indonesian Film Financing program, plays a crucial role in supporting the film ecosystem by directing investor funds to film production houses, ensuring sustainability. Indonesia Film Facilitation (IFFa) IFFa stands as a collaborative effort between PFN and Telkom's Nuon, offering facilitation services to filmmakers in the quest for ideal production locations. This collaboration is manifested through the creation of tools and a dedicated website.
  • 27.
    Horizon 1 –2022-2023 Firming Foundation Content Curator Distribution Channel Syndication Production House Aggregator Horizon 2 – 2023-2024 Finding The Best Fit Horizon 3 – 2024-2025 Shaping The Future Big Production House : 5 Medium Production House : 15 Small Production House : 30 Cinema Movie : 2 (Rp 12 Bn) Short Movie : 8 (Rp 8 Bn) Webseries : 5 (Rp 12 Bn) Big Production House : 8 Medium Production House : 23 Small Production House : 45 Big Production House : 12 Medium Production House : 35 Small Production House : 68 RBT : 5 (Rp 2 Bn) Podcast : 2 (Rp 0.8 Bn) TV Package : 10 (Rp 13 Bn) Cinema Movie : 4 (Rp 24 Bn) Short Movie : 16 (Rp 16 Bn) Webseries : 10 (Rp 24 Bn) RBT : 10 (Rp 4 Bn) Podcast : 4 (Rp 1.6 Bn) TV Package : 20 (Rp 26 Bn) Cinema Movie : 10 ( Rp 60 Bn) Short Movie : 40 (Rp 40 Bn) Webseries : 25 (Rp 60 Bn) RBT : 25 (Rp 10 Bn) Podcast : 10 (Rp 4 Bn) TV Package : 50 (Rp 65 Bn) Telkom Group 1. Indihome 2. Maxstream 3. SEATODAY Telkom Group 1. Indihome 2. Maxstream 3. SEATODAY • Focus on TMT Cluster • Learn as Financing Company • Firms the Foundation • Expand to Other Sectors • Execute Film & Content Financing • Fully transform to be Film & Content Financing Company Free To Air 1. MNC 2. TVONE 3. TRANS7 4. BatikTV Private Sectors 1. Viu 2. WeTV Financing Learning and Benchmarking to Financial Institutions 1. Banks (HIMBARA) 2. Non-Banks (Ideosource, FundEx, MDI Ventures) 3. Mediated Investors 4. Private Wealth Partnership with Financial Institutions 1. Banks (HIMBARA, Private Banks) 2. Non-Banks (Ideosource, FundEx, MDI Ventures 3. Mediated Investors 4. Private Wealth Transform to Financing Company with Strategic Partnership with Financial Institutions (Banks, Non- Banks, Mediated Investors, Private Wealth) Telkom Group 1. Indihome 2. Maxstream 3. SEATODAY Private Sectors 1. Viu 2. WeTV 3. Disney Hotstar 4. Netflix Strictlyprivateand confidential.Not for disclosure nor distribution without consent fromPerum Produksi FilmNegara. PFN Strategic Initiatives Determining Roadmap of Transformation Managed-Fund : Rp 47.8 Billions Managed-Fund : Rp 95.6 Billions Managed-Fund : Rp 211 Billions Revenue : Rp 68 Billions Revenue : Rp 108 Billions Revenue : Rp 214 Billions EBITDA : Rp 9 Billions EBITDA : Rp 14.3 Billions EBITDA : Rp 28.4 Billions Media Hub 1. Indonesiana 2. Kanal Budaya 3. KPK Media Hub 1. Indonesiana 2. Kanal Budaya 3. KPK Free To Air 1. MNC 2. TVONE 3. TRANS7 4. BatikTV Media Hub 1. Indonesiana 2. Kanal Budaya 3. KPK Free To Air 1. MNC 2. TVONE 3. TRANS7 4. BatikTV
  • 28.
    Firming Foundation –Internal Enablers Indonesia Film & Content Creative Academy Assets Leveraging Training & Workshop for Telkom Group Preparation of Licensing & Certification (BNSP) Development of Investor and Creator Platform Apps Training & Workshop for other Sectors Execution of Licensing and Certification (BNSP) Launching Investor and Creator Platform Apps Training & Workshop for other sectors Big Data Optimalization for Film and Content Industry Optimization of Investor and Creator Platform Apps Bioskop Rakyat Grand Launching at Ottista Development & Preparation of F-Bloc F-Bloc Grand Launching at Ottista Space Recovery Tendean Space F-Bloc Optimization at Ottista Space F-Bloc Extension at Tendean Space System Improvement (people, culture, organization) • Policy of Human Capital Cycle (Performance Management • Policy of Core Values AKHLAK Implementation • Organization Restructure (Band Position Create) Digitization & Digitalization • Business Process Simplification (E-signature, E-Presence) • Working Order Digitalization • Improvement of Official Website • IPR Recovery & Digitalization GCG & Risk Management Implementation • ISO 37001 Certification • Employee Pact Signing • Policy of Risk Management Standardization Outstanding & Lawsuits Settlement • Lawsuits Trial (Sidang Pengadilan) • Resolving Account Payable (Hutang) Underlying Regulation • Study of Legal Entity : PP 05/1988 • Study of Legal Entity : from Perum to PT Horizon 1 - 2022 Firming Foundation Horizon 2 - 2023 Finding The Best Fit Horizon 3 - 2024 Shaping The Future • Focus on TMT Cluster • Learn as Financing Company • Firms the Foundation • Expand to Other Sectors • Execute Film & Content Financing • Fully transform to be Film & Content Financing Company System Improvement (people, culture, organization) • Performance Management System • Core Values AKHLAK Implementation • Strengthening Competency as Financing Company Digitization & Digitalization • Digitization of All Business Process • Digitalization of Film & Content Access Platform • IPR Recovery & Digitalization GCG & Risk Management Implementation • ISO 9001 Certification PFN Strategic Initiatives Determining Roadmap of Transformation System Improvement (people, culture, organization) • Performance Management System • Core Values AKHLAK Implementation • Human Capital Re-composition from Production to Financing Digitization & Digitalization • Digitization of Core Business Process • Digitalization of Working Order for Film & Content Service • IPR Recovery & Digitalization GCG & Risk Management Implementation • Risk Maturity Index Assessment Outstanding Settlement • Resolving Account Payable Underlying Regulation • Change/ Transformation PP 05/ 1988 • Transformation from Perum to PT AKHLAK- Amanah, Kompeten,Harmonis,Loyal, Adaptif, Kolaboratif
  • 29.
    Transformasi PFN HR Transformation BusinessTransformation Business Culture Transformation Structure Transformation Infrastructure & System Transformation CEO Commitment Competence Champion Team 5 Transformasi PFN 3C Rahasia Sukses Transformasi
  • 30.
    Adaptive Leadership : 30 "Kepemimpinanadaptif adalah praktik menggerakkan orang untuk mengatasi tantangan berat untuk dapat berkembang" Memisahkan Masalah Teknis dari Tantangan Adaptif: Pahami perbedaan antara masalah teknis dan tantangan adaptif Umumnya bersifat sangat kompleks dan penting, tetapi solusinya diketahui dan dapat diatasi dengan menggunakan keahlian, proses, dan prosedur operasional yang sudah tersedia. Masalah Teknis Tantangan adaptif merupakan pembelajaran baru dan hanya dapat diatasi dengan mengubah asumsi, keyakinan, kebiasaan, dan keterikatan orang. Keahlian dan pengetahuan yang sudah ada mungkin membantu dalam memecahkan masalah adaptif, tetapi pekerjaan paling kritis adalah menggerakkan dan membimbing orang melalui periode discovery yang mengarah pada kapasitas baru untuk dapat berkembang. Tantangan Adaptif Contoh Masalah pembuatan Film yang dapat diatasi melalui Production. Perubahan budaya perusahaan seperti transformasi dari Produksi ke Pembiayaan. Ronald Heifetz, Alexander Grashow & Marty Linksy (2009). The Practice of Adaptive Leadership Boston, MA: Harvard Business Press
  • 31.
    Ronald Heifetz, AlexanderGrashow & Marty Linksy (2009). The Practice of Adaptive Leadership Boston, MA: Harvard Business Press Memperlakukan tantangan adaptif sebagai masalah teknis merupakan penyebab kegagalan paling sering terjadi Sebagian besar masalah adalah campuran tantangan teknis dan adaptif. Sebagai contoh, dalam dunia korporat, penggabungan akan memiliki elemen yang bersifat teknis, tetapi aspek adaptif adalah ancaman yang lebih besar karena bisnis yang baru bergabung harus menghadapi kebutuhan untuk mengubah norma budaya mereka, hirarki kekuasaan, dan sistem nilai Manusia umumnya menolak untuk merasa kehilangan, bukan perubahan. Tantangan adaptif kompleks karena perubahan pasti melibatkan rasa kehilangan. Kepemimpinan memerlukan kemampuan untuk mendiagnosis kerugian apa yang akan dialami dalam setiap inisiatif perubahan. Tantangan adaptif bukan hanya tentang perubahan, tetapi juga tentang apa yang perlu terus berlanjut. Oleh karena itu, pemimpin juga harus mengidentifikasi elemen-elemen esensial yang harus dipertahankan. Kemampuan untuk beradaptasi dapat ditingkatkan melalui diversity/keragaman dan akan terjadi sebagai hasil dari eksperimen.
  • 32.
    WHY CULTURE MATTERS BudayaPerusahaan bisa menimbulkan dampak yang dahsyat terhadap individu dan kinerja, khususnya dalam lingkungan yang kompetitif, bahkan dampaknya bisa jadi lebih kuat dibanding faktor-faktor lain, seperti: strategi, struktur organisasi, sistem manajemen, analisis keuangan, kepemimpinan, dan lain-lain. John P.Kotter dan James L. Heskett “
  • 33.
    Building Conditions Nov2021 PFN Challenges
  • 34.
    Building Conditions Nov2021 PFN Challenges
  • 35.
    PFN Challenges • PEOPLE:PFN is still lack of human capital quantity & quality, PFN need to combine strategy (buy, borrow, build) for fulfilling the human capital requirement. There are only 20 employees which in charge in core corporate function and there is no employee with solid background in film financing & fund management. PFN need to implement Policy of Human Capital Cycle. To enable the shifting/ transformation & deliver the mandate, PFN need to improve at • CULTURE: PFN is still lack of culture. PFN has no policy to run PFN need to implement Policy of Culture with core values AKHLAK as a foundation and aligned with Policy of Human Capital Cycle • ORGANIZATION: PFN had unfit organization structure, PFN implement new organization structure which strengthen financing, fund management, business development & partnership function. • TECHNOLOGY: PFN is still running business process manually. PFN need to collaborate with proven IT partner for digitization and digitalization business process.
  • 36.
  • 37.
    Transform or Die Melayanipembuatan tayangan newsreels pemerintah Indonesia Melayani kebutuhan pembuatan tayangan televisi hingga film layar lebar pemerintah (Kementerian Penerangan) Melayani penyewaan studio, pembuatan video korporat dan layanan pendukung industri audiovisual lainnya Transformasi menjadi perusahaan pembiayaan perfilman di Indonesia Lembaga pemerintah dibawah Kementerian/Departemen Penerangan Perusahaan umum (Perum) yang seharusnya dapat anggaran dari APBN namun tidak mendapatkan budget dari APBN sejak 2001-saat ini Perusahaan perseroan yang bersifat komersial Business Corporate Structure 1945-1975 1975 - 1988 1988-2021 2022-present Berita Film Indonesia (BFI) Pusat Produksi Film Negara Produksi Film Negara
  • 38.
    CORE VALUES merupakan Nilai-nilaiUtama Sumber Daya Manusia Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang harus diadopsi oleh seluruh Perusahaan di bawah KBUMN agar setiap Sumber Daya Manusia BUMN mengetahui, mengimplementasikan, dan menginternalisasikan Nilai-Nilai Utama (Core Values) tersebut secara sungguh-sungguh, konsisten, dan konsekuen, sehingga melahirkan perilaku keseharian dan membentuk budaya kerja BUMN yang selaras dengan Nilai-Nilai Utama (Core Values) BUMN Nomor : SE- 7 /MBU/07 /2020 Tentang Nilai-nilai Utama (Core Values) Sumber Daya Manusia BUMN
  • 39.
    IMPLEMENTASI CORE VALUESAKHLAK Knowledge Values Beliefs IQ EQ SQ Sosialisasi AKHLAK Internalisasi AKHLAK “Belief systems are working model of the world that enables people to achieve desired outcomes and avoid untoward ones” - Dr. Albert Bandura - By : ACT Consulting Aktivasi PFN
  • 40.
    CONTOH PERILAKU COREVALUES AKHLAK DI PFN 1 Memenuhi janji dan komitmen 1 Memenuhi janji dan komitmen dengan memberikan yang terbaik kepada Stake Holder. 2 Bertanggung jawab atas tugas, keputusan, dan tindakan yang dilakukan 2 Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan dan bertindak secara objektif dengan menggunakan data untuk mengambil keputusan, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan evaluasi perbaikan. 3 Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika. 3 Berpegang teguh kepada nilai moral dan etika serta bertindak jujur, transparan dan menjadi role model dilingkungan kerja, keluarga dan masyarakat. 4 Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan 4 Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan dengan memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan dan memberikan nilai yang lebih, dibandingan dengan kompetitor. 5 Membantu orang lain belajar 5 Membantu orang lain belajar dalam meningkatkan kompetensinya, dalam mengantisipasi perkembangan bisnis dan kompetisi kedepannya. 6 Menyelesaikan tugas dengan kualitas terbaik 6 Menyelesaikan tugas dengan kualitas yang terbaik untuk mencapai target, yang dapat melebihi pertumbuhan industri dan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan. 7 Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya 7 Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, dengan menjalankan tugas secara solid dan harmonis untuk mencapai tujuan yang sudah dicanangkan oleh perusahaan. 8 8.Suka menolong orang lain 8 Suka menolong orang lain tanpa adanya perbedaan, selama tidak bertentangan dengan hukum dan norma-norma yang berlaku. 9 Membangun lingkungan kerja yang kondusif 9 Membangun lingkungan kerja yang kondusif, berpikir positif, transparan dan selalu terbuka untuk menerima keberagaman. 10 Menjaga nama baik sesama karyawan, pimpinan, BUMN, dan Negara 10 Menjaga nama baik sesama Karyawan, Pimpinan, Perusahaan dan Negara, dalam menjalankan setiap aktivitas, baik sebagai karyawan maupun sebagai anggota masyarakat. 11 Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar 11 Rela berkorban untuk mencapai tujuan yang lebih besar dengan memberikan seluruh daya dan potensi serta kemampuannya di bidang pembiayaan film dan konten, yang memberikan nilai ekonomi dan dampak sosial untuk Indonesia. 12 Patuh kepada pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika 12 Patuh kepada Pimpinan sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan etika serta bekerja dengan penuh semangat dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan oleh perusahaan. 13 Cepat menyesuaikan diri untuk menjadi lebih baik 13 Melakukan perubahan dan penyesuaian diri melalui perubahan mindset, lingkungan bisnis, teknologi dan cara kerja dalam menghadapi tantangan bisnis, agar perusahaan tetap bertahan dan tumbuh. 14 Terus-menerus melakukan perbaikan mengikuti perkembangan teknologi 14 Melakukan perbaikan secara terus menerus dengan mengikuti perkembangan teknologi, melakukan digitasi dan digitalisasi serta perbaikan proses bisnis yang lebih baik, sehingga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi perusahaan, bangsa dan negara. 15 Bertindak proaktif 15 Bertindak proaktif, kreatif dan inovatif untuk menemukan cara-cara baru serta mampu melakukan evaluasi dan pembelajaran dari setiap aktivitas yang dilakukan. 16 Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi 16 Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dan berkolaborasi, agar mendapatkan keuntungan dan hasil yang terbaik, bagi kedua belah pihak. 17 Terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah 17 Terbuka dalam bekerja sama dengan siapapun, guna menghasilkan nilai tambah bagi perusahaan dengan fokus pada pengembangan pembiayaan film dan konten. 18 Menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama 18 Menggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya dan bersinergi dengan berbagai bidang, guna mencapai tujuan bersama dan meningkatkan nilai perusahaan. 5 ADAPTIF Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan 6 KOLABORATIF Membangun kerja sama yang sinergis 3 HARMONIS Saling peduli dan menghargai perbedaan 4 LOYAL Berdedikasi dan mengutamakan kepentingan Bangsa dan Negara 1 AMANAH Memegang teguh kepercayaan yang diberikan 2 KOMPETEN Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas NO AKHLAK DEFINISI PANDUAN PERILAKU CONTOH PERILAKU CORE VALUES AKHLAK PFN Nomor 045/SK/DIR/PFN/I/2022 Tentang Core Values AKHLAK PFN
  • 41.
    Sikap amanah danintegritas menjadi landasan untuk membangun kepercayaan dari pelanggan dan mitra bisnis. Kejujuran dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab tinggi menghasilkan reputasi perusahaan yang baik dan berintegritas. Amanah Peran AKHLAK dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan Berkelanjutan Nilai-nilai AKHLAK memainkan peran sentral dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara berkelanjutan. Tidak hanya menjadi filosofi, tetapi AKHLAK menjadi fondasi utama yang membentuk identitas perusahaan PFN dan memberikan dampak positif dalam setiap aspek bisnis yang dijalankan. Dengan menampilkan keahlian yang tinggi dan profesional, setiap proses perusahaan berjalan secara efisien dan berkualitas. Kompetensi dalam setiap aspek pekerjaan meningkatkan produktivitas dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Kompeten Keharmonisan dalam tim kerja menciptakan lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif. Sinergi antar anggota tim membuka ruang untuk inovasi, pemecahan masalah bersama, dan pencapaian target perusahaan. Harmonis Kesetiaan dan dedikasi tinggi terhadap perusahaan memperkuat semangat kerja dan memberikan kontribusi berarti dalam mencapai tujuan bersama. Loyalitas dari seluruh anggota tim membentuk budaya perusahaan yang berkesinambungan dan berorientasi pada keberhasilan jangka panjang. Loyal Fleksibilitas dan keterbukaan perusahaan dalam menghadapi perubahan pasar dan lingkungan bisnis memungkinkan untuk berinovasi dan bertransformasi sesuai dengan kebutuhan. Kemampuan untuk beradaptasi menjadikan PFN siap menghadapi tantangan masa depan. Adaptif Sikap kolaboratif memperkuat sinergi tim dan meningkatkan efektivitas kerja. Kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra bisnis dan masyarakat, membuka peluang baru dan memperluas jaringan untuk pertumbuhan perusahaan. Kolaboratif
  • 42.
    PEMBAGIAN PERAN PEGIATIMPLEMENTASI AKHLAK Culture Leader adalah Direksi atau Pengurus entitas dalam PFN yang berperan memimpin perubahan dalam rangka menjalankan agenda Culture Champion adalah pimpinan unit yang berada satu layer di bawah Culture Leader yang berperan memfasilitasi proses perubahan dalam menjalankan agenda transformasi budaya dan merupakan Role Model bagi unit yang dipimpinnya Culture Agent adalah sekelompok orang (task force) yang berperan membantu Culture Champion untuk menjalankan agenda transformasi budaya Culture Booster adalah sekelompok orang (task force) yang berperan membantu Culture Agent untuk menjalankan agenda transformasi budaya Nomor : 093/SK/KEP-DIR/PFN/VI/2022 Tentang Penetapan Culture Champion, Culture Booster dan Culture Agent Untuk Implementasi Budaya AKHLAK Perum PFN
  • 43.
    Culture Agent danCulture Booster merupakan perpanjangan tangan Role Model dalam mengakselerasi implementasi budaya perusahaan. Selain itu, culture agent berperan mengawal kegiatan aktivasi budaya dalam keseharian. PERAN CULTURE AGENT DAN CULTURE BOOSTER
  • 44.
    People, Culture, Organization CultureActivation Employee Integrity Pact Signing 2 8 J A N U A R Y 2 0 2 2 2 5 M A R C H 2 0 2 2 Employee “Kerja Bakti” W 3 J A N U A R Y 2 0 2 2 Decoration Contest Organization Employee Placement 1 0 J A N U A R Y 2 0 2 2 Photography Contest Performance Management System the Organization Restructuring Existing Future
  • 45.
    People Policy HCM 1. RespecfulWorkplace Policy (Done) 2. Rekrutmen Karyawan (Done) 3. Employee Dicipline ( Done) 4. Reward Management (Done) 5. Exit Management (On Done) Recruitment 1 Recruitment Head of Accounting and Finance (Done) Pegawai Tetap: 18 Pegawai Kontrak: 29 Pegawai Magang: 4
  • 46.
    Culture CULTURE ACTIVATION HALAL BIHALALIDUL FITRI SENAM PAGI KERJA BAKTI 2 3 J U N I RAPIM DAN OUTBOUND Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan SHARING SESSION 2 3 J U N I 1 4 J U N I SHARING KNOWLEDGE PERFILM DI TELKOM UNIVERSITY TJSL LAGU MARS DAN HYMNE PFN
  • 47.
    Organization • Signing IndividualPerformance Management System • Hired head of Finance
  • 48.
    PFN Organization Structure DIREKTURKEUANGAN, DANA DAN MANAJEMEN RISIKO SEKRETARIS PERUSAHAAN DIREKTUR UTAMA SATUAN PENGAWASAN INTERN DEWAN PENGAWAS HUBUNGAN PERUSAHAAN DAN KOMUNIKASI TEKNOLOGI INFORMASI HUKUM GENERAL SUPPORT DIREKTUR KOMERSIAL DAN PEMBIAYAAN GROUP 1 MANAJEMEN ASET DAN BISNIS BARU GROUP 2 INDONESIAN FILM AND CREATIVE ACADEMY (IFCA) MANAJEMEN DANA MANAJEMEN RISIKO DAN KEPATUHAN HUMAN CAPITAL MANAGEMENT KEUANGAN & AKUNTANSI SEVP KEUANGAN, DANA DAN MANAJEMEN RISIKO MANAJER ASET MANAJER IFCA MANAJER DANA 2 MANAJER DANA 1 EXPERT TEAM KOMITEPENGUATAN KARAKTER BANGSA KOMITEPEMBIAYAAN FILM DANKONTEN KOMITE AUTDIT MANAJER KEUANGAN& AKUNTASI SEVP BUSINESS DEVELOPMENT & PARTNERSHIP
  • 49.
    Technology: Digitalization ofPFN 49 PFN also launch new-look official website which emphasizes 1. Newest update 2. IPRs 3. Studio In global fast-paced digitalization movement, PFN is still running business process manually and many process is still left behind. PFN collaborates with proven IT partner for digitization and digitalization business process. PFN is making a progress as follows 1. Digitization of administration process which is supported by Telkom Group 2. Digitalization of signature using Privy ID
  • 50.
    Leveraging Assets PFN Denah: 6 6OPEN SPACE 4 5 Balai Pustaka Library 5 2 Dengan luas lahan 2,4 Ha Untuk mengoptimalkan lahan sebagai fungsi Mixed Use MUSEUM & CAFE 4 3 Indonesia Film Creative Academy 7 Kuliner, Resto & Cafe UMKM Corners 7 1 STUDIO XR 1 2 Cinema Preview Theater 3
  • 51.
    Pembangunan XR StudioPFN Pembuatan Tempat Uji Kompetensi IFCA Pembuatan Studio Podcast Smart Parking Kerjasama dengan Telkom Property 51 Leveraging Assets PFN
  • 52.
  • 53.
    A group ofpeople posing for a photo Description automatically generated Let’s make PFN Great Again
  • 54.
    PFN Ecosystem: 4C(Connect – Collaborate – Create – Commerce) 54
  • 55.
  • 56.
    3 Januari 9Januari 11 Januari Januari
  • 57.
    16 Januari 20Januari 25 Januari
  • 58.
  • 59.
    1 Februari 2Februari 15 Februari Februari
  • 60.
    15 Februari 22Februari 23 Februari
  • 61.
  • 62.
    1 Maret 1Maret 2 Maret Maret
  • 63.
    8 Maret 13Maret 14 Maret
  • 64.
    16 Maret 16Maret 17 Maret
  • 65.
    18 Maret 21Maret 24 Maret
  • 66.
  • 67.
    5 April 11April 11 April April
  • 68.
    12 April 13April 16 April
  • 69.
    3 Mei 5Mei 6 Mei Mei
  • 70.
    10 Mei 17Mei 23 Mei
  • 71.
    5 Juni 7Juni 8 Juni Juni
  • 72.
    8 Juni 10Juni 12 Juni
  • 73.
    12 Juni 13Juni 22 Juni
  • 74.
    23 Juni 27Juni Benchmark Pimpinan Cabang Outlet Pegadaian Syariah ke Produksi Film Negara Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) dan Produksi Film Negara (PFN)
  • 75.
    9 Juli 21Juli Juli
  • 76.
  • 77.
  • 78.
  • 79.
    6 September 11September September
  • 80.
    11 September 15September 15 September Rapat Pimpinan PFN Triwulan III 2023
  • 81.
    1 Oktober 6Oktober Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Peringatan Ulang Tahun PFN ke- 78 3 Oktober Kunjungan Wakil Bupati Belitung ke Produksi Film Negara Oktober
  • 82.
    6 Oktober 6Oktober Penandatanganan MoU dengan Studio Kolam Susu Penandatanganan MoU dengan PT Menyelam Bersama 6 Oktober Penandatanganan MoU dengan PT Sekolah Ekspor Indonesia
  • 83.
    12 Oktober 28Oktober Penandatanganan Akta Pendirian PT Produksi Film Negara (Persero) Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda 27 Oktober PT Produksi Film Negara (Persero) Mendapatkan Penghargaan di Ajang Keterbukaan Informasi Digital 5.0 KIP BUMN Awards 2023
  • 84.
    20- 29 Oktober PenyelenggaraanPekan Kebudayaan Nasional 2023 di Produksi Film Negara Oktober
  • 85.
  • 86.
    86 Indonesia Film Financing (IFF) IFF ,PFN's Indonesian Film Financing program, plays a crucial role in supporting the film ecosystem by directing investor funds to film production houses, ensuring sustainability. Indonesia Film Facilitation (IFFa) IFFa stands as a collaborative effort between PFN and Telkom's Nuon, offering facilitation services to filmmakers in the quest for ideal production locations. This collaboration is manifested through the creation of tools and a dedicated website. Indonesia Film And Content Academy (IFCA) IFCA serves as PFN's hub of excellence, embodying three pillars – learning, research, and innovation – in the film and content industry. INNOVATION PFN Events and Activities ImXR Studio PKN Konser Sal Priadi JICON Bazar and Others
  • 87.
    87 Indonesia Film Financing(IFF) Business Focus: IFF is a financing program designed to support Indonesia's film ecosystem in terms of financial aspects. Within the IFF program, PFN channels investor funds to film creators. Financing Movies: • Comedy • Drama • Historical Partners: • BUMN • Financing Companies • International Investors • IFF stands as PFN's dedicated initiative to alleviate financial constraints within Indonesia's film industry, fostering a conducive environment for filmmakers. • Spanning genres from comedy to historical dramas, IFF caters to a diverse range of film projects, ensuring a broad and inclusive impact on the cinematic landscape. • Strategic partnerships with BUMNs, financing entities, and international investors underscore PFN's commitment to creating a sustainable and globally competitive film ecosystem. Source of Fund Bank Mandiri, BRI, BNI, Telkom, High Net-worth Individual, International partners Production House Rekam Film, Sinemaporta, Indonano, Cerita Jadi FIlm Partners XXI, MAXStream, APFI
  • 88.
    Indonesia Film Facilitation (IFFa)Website Development Telkom Indonesia (Nuon) Location Owners Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Jasa Tirta II, Jababeka, Injourney, KAI, Sarinah, Jasa Raharja Business Focus: IFFa is a collaborative program between PFN and Telkom (through its subsidiary, Nuon), aimed at facilitating filmmakers in locating production sites. This collaboration is materialized through the development of a dedicated website. Users of IFFa: • Producers • Directors • Location Scouts Locations Served: • Studio • Public Spaces • Airports and Stations • As a collaborative effort, IFFa harnesses the synergies of PFN and Telkom to offer filmmakers a specialized website for efficiently discovering suitable production locations. • Designed for producers, directors, and location scouts, IFFa ensures a comprehensive and user-friendly platform to streamline the location scouting process. • Covering a range of locations, from studios to public spaces and transportation hubs, IFFa enhances accessibility and convenience for filmmakers, fostering a dynamic film production landscape.
  • 89.
    Indonesia Film andContent Academy (IFCA) Clients and Partners Telkom Corporate University, Pegadaian Corporate University, Danareksa, Institut Seni Indonesia (ISI), Institut Kesenian Jakarta (IKJ), ITB, Coursius, Elmoo, UX Specialty, PPTI Workshop Business Focus: IFCA is PFN's endeavor established as a center of excellence, focused on learning, research, and innovation within the film and content industry. Business Clusters: • Training and learning • Learning videos • Module for training • Certification licensing Partners: • Corporate Universities • Universities and Schools • Talent Development Training Webinar • IFCA serves as PFN's commitment to advancing the film and content industry through a triad of learning, research, and innovation. • Nestled within the commercial area, IFCA strategically positions itself to integrate academic excellence with real- world industry dynamics. • Strategic partnerships with corporate universities, academic institutions, and talent development initiatives underscore PFN's dedication to fostering industry-ready professionals and driving innovation.
  • 90.
    90 Kolaborasi Pengembangan StudioImXR (Immersive eXtended Reality) • Peran PFN • PFN menyediakan fasilitas studio yang optimal untuk pengembangan konten Extended Reality. • Pihak yang Terlibat: • V2 Indonesia: Sebagai ahli dalam teknologi Extended Reality, V2 membawa pengetahuan mendalam tentang pengembangan dan implementasi teknologi ImXR. Mereka bertanggung jawab untuk menghadirkan aspek teknologi yang canggih. • Visi8: Sebagai mitra dalam pengembangan konten, Visi8 Indonesia membawa keahlian dalam produksi dan kreativitas konten ImXR. Mereka berkontribusi pada aspek kreatif dan teknis proyek. • Model Bisnis: • Pengelolaan, Penyewaan, dan Jasa Konten ImXR: PFN, bersama dengan mitra kolaborasinya, terlibat dalam manajemen fasilitas studio ImXR, menyediakan layanan penyewaan studio kepada pihak-pihak eksternal, dan menawarkan jasa pembuatan konten ImXR. Partners
  • 91.
  • 92.
    Pekan Kebudayaan Nasional(20-29 Oktober 2023) Partner Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • 93.
    Konser Berhati: SalPriadi (5 Agustus 2023) Partner Sal Priadi
  • 94.
    Jakarta International Contemporary DanceFestival (JICON) 2023 Partner Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Kemendikbud
  • 95.
    Social Activities Bazar –Pasar Malam Next Events
  • 96.
    PFN will contributeto develop Indonesia Film and Creative Media Hub Ecosystem Global OTT Social Media Local OTT Government/ SOE Television Production House & Cinema Indonesian Film and Content Creative Media Hub
  • 97.
  • 100.