MENGUKUR NILAI INPUT
(TEGANGAN DAN JUMLAH PUTARAN) PADA MOTOR
Tujuan
Dalam praktikum ini, kita diharapkan dapat :
1. Mengetahui jumlah putaran dan tegangan pada motor dengan diberi input tegangan dengan
menggunakan DAQ.
2. Mengetahui perbedaan dengan menggunakan 2 chanel (tegangan input dan tegangan motor)
dengan DAQ.
Alat dan Bahan
 DC-Power Supply  Software National Instrument LabVIEW
 Set Point Value  Software Measurement and Automation
 Power Amplifier  Multimeter
 Motor set  Laptop
 NI-USB 6009  Jumper
 U. Patch Panel Type C  Kabel
Langkah Percobaan
1. Rangkai DC-Power Supply, Set Point Value, Power Amplifier, Motor Set dan NI-USB 6009
dengan menggunakan jumper dan kabel seperti pada gambar di bawah.
2. Hubungkan ke U.Patch Panel Type C dan laptop
3. Buka program Measurement and Automation
4. Muncul
5. Klik Devices and Interfaces  NI USB-6009 “Dev1”
6. Klik test panel dan muncul kotak dialog
7. Pada input configuration, rubah menjadi RSE
8. Klik start sampai muncul grafik pada Amplitudo vs Samples Chart. Amati nilai yang di hasilkan
pada multimeter, pengukuran pada n dan M di motor set dan pada grafik
Hasil pada multimeter sekitar 4.85 V
Saat diukur pada n dan M di motor set, hasilnya 4.88 V
Nilai yang ditunjukkan oleh grafik 4.8 V
9. Buka aplikasi National Instrument Lab View, buat halaman baru. Pada blok diagram, klik
kanan  measurement I/O  DAQmx – Data Acquisition  DAQ Assistant
10. Pada layar akan muncul gambar di bawah. Setelah itu pilih acquire signals, klik analog input,
plih voltage. Pilih chanel yang kita setting (dalam percobaan chanel 1= al0). Ubah terminal
configurationnya menjadi RSE. Dan rubah Acquation mode menjadi 1 sample (on demand).
Klik OK.
11. Untuk menanbah channel, klik add channel  voltage  ai1  OK
12. Pada Front Panel, klik kanan  graph indicators  waveform chart. Muncul kotak chart seperti
di bawah
13. Pada blok diagram, klik kanan. Pada mathematics pilih numeric lalu multiply + numeric
constant dan drag ke blok diagram
14. Susun seperti pada gambar di bawah
15. Klik kanan  Express  execution control  while loop. Drag
*Hasil drag
16. Pada front panel, klik Run atau Run Continuously. Muncul grafik.
Semakin besar kecepatannya, jarak grafik semakin besar. Pada multimeter : Channel 4-5  5.12 V.
Channel 1-2  4.8 V.
Kesimpulan
Dari praktikum ini, kita dapat menyimpulkan bahwa:
1. Ketika diberi tegangan (input), motor memunyai tegangan sekitar 4.8 volt. Ini tidak jauh berbeda
dengan tegangan yang terbaca pada multimeter yaitu 4.85. Dengan demikian, kita dapat
mengetahui jumlah putaran motor yaitu sekitar 4.000rpm (praktikum I).
2. Tegangan motor yang terbaca pada laptop adalah sekitar 5.12 volt dan pada multimeter sebesar
5.10 volt. Hasilnya tidak jauh berbeda (praktikum II).
3. Saat di ukur pada channel 4-5 hasilnya 5.12 V dan pada channel 1-2 hasilnya 4.8 V (percobaan
II).
4. Dalam percobaan yang kami lakukan, tegangan input sekitar 10.25 volt tidak sama dengan set
point valuenya. Hal ini disebabkan karena set point value dalam keadaan error. Jadi tegangan
yang terbaca melebihi tegangan input maksimal
MENGUKUR NILAI INPUT
(TEGANGAN DAN JUMLAH PUTARAN) PADA MOTOR
LAPORAN PRAKTIKUM
disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kontrol Otomatik pada
Program Studi Teknik Refrigerasi dan Tata Udara D3
Oleh
Budi Antoni A NIM 121611038
Ely Rohaeti NIM 121611042
Gamma Nugraha NIM 1216110
Lingga Arum P NIM 121611054
Siti Fatimah A NIM 121611061
KELAS 1B
PROGRAM STUDI D3 TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA
JURUSAN TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA
POLITEKNIK NEGERI BANDUNG
2013

Lab view part 3

  • 1.
    MENGUKUR NILAI INPUT (TEGANGANDAN JUMLAH PUTARAN) PADA MOTOR Tujuan Dalam praktikum ini, kita diharapkan dapat : 1. Mengetahui jumlah putaran dan tegangan pada motor dengan diberi input tegangan dengan menggunakan DAQ. 2. Mengetahui perbedaan dengan menggunakan 2 chanel (tegangan input dan tegangan motor) dengan DAQ. Alat dan Bahan  DC-Power Supply  Software National Instrument LabVIEW  Set Point Value  Software Measurement and Automation  Power Amplifier  Multimeter  Motor set  Laptop  NI-USB 6009  Jumper  U. Patch Panel Type C  Kabel Langkah Percobaan 1. Rangkai DC-Power Supply, Set Point Value, Power Amplifier, Motor Set dan NI-USB 6009 dengan menggunakan jumper dan kabel seperti pada gambar di bawah. 2. Hubungkan ke U.Patch Panel Type C dan laptop 3. Buka program Measurement and Automation
  • 2.
    4. Muncul 5. KlikDevices and Interfaces  NI USB-6009 “Dev1” 6. Klik test panel dan muncul kotak dialog 7. Pada input configuration, rubah menjadi RSE 8. Klik start sampai muncul grafik pada Amplitudo vs Samples Chart. Amati nilai yang di hasilkan pada multimeter, pengukuran pada n dan M di motor set dan pada grafik
  • 3.
    Hasil pada multimetersekitar 4.85 V Saat diukur pada n dan M di motor set, hasilnya 4.88 V Nilai yang ditunjukkan oleh grafik 4.8 V 9. Buka aplikasi National Instrument Lab View, buat halaman baru. Pada blok diagram, klik kanan  measurement I/O  DAQmx – Data Acquisition  DAQ Assistant 10. Pada layar akan muncul gambar di bawah. Setelah itu pilih acquire signals, klik analog input, plih voltage. Pilih chanel yang kita setting (dalam percobaan chanel 1= al0). Ubah terminal configurationnya menjadi RSE. Dan rubah Acquation mode menjadi 1 sample (on demand). Klik OK. 11. Untuk menanbah channel, klik add channel  voltage  ai1  OK
  • 4.
    12. Pada FrontPanel, klik kanan  graph indicators  waveform chart. Muncul kotak chart seperti di bawah 13. Pada blok diagram, klik kanan. Pada mathematics pilih numeric lalu multiply + numeric constant dan drag ke blok diagram
  • 5.
    14. Susun sepertipada gambar di bawah 15. Klik kanan  Express  execution control  while loop. Drag *Hasil drag 16. Pada front panel, klik Run atau Run Continuously. Muncul grafik. Semakin besar kecepatannya, jarak grafik semakin besar. Pada multimeter : Channel 4-5  5.12 V. Channel 1-2  4.8 V.
  • 6.
    Kesimpulan Dari praktikum ini,kita dapat menyimpulkan bahwa: 1. Ketika diberi tegangan (input), motor memunyai tegangan sekitar 4.8 volt. Ini tidak jauh berbeda dengan tegangan yang terbaca pada multimeter yaitu 4.85. Dengan demikian, kita dapat mengetahui jumlah putaran motor yaitu sekitar 4.000rpm (praktikum I). 2. Tegangan motor yang terbaca pada laptop adalah sekitar 5.12 volt dan pada multimeter sebesar 5.10 volt. Hasilnya tidak jauh berbeda (praktikum II). 3. Saat di ukur pada channel 4-5 hasilnya 5.12 V dan pada channel 1-2 hasilnya 4.8 V (percobaan II). 4. Dalam percobaan yang kami lakukan, tegangan input sekitar 10.25 volt tidak sama dengan set point valuenya. Hal ini disebabkan karena set point value dalam keadaan error. Jadi tegangan yang terbaca melebihi tegangan input maksimal
  • 7.
    MENGUKUR NILAI INPUT (TEGANGANDAN JUMLAH PUTARAN) PADA MOTOR LAPORAN PRAKTIKUM disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kontrol Otomatik pada Program Studi Teknik Refrigerasi dan Tata Udara D3 Oleh Budi Antoni A NIM 121611038 Ely Rohaeti NIM 121611042 Gamma Nugraha NIM 1216110 Lingga Arum P NIM 121611054 Siti Fatimah A NIM 121611061 KELAS 1B PROGRAM STUDI D3 TEKNIK REFRIGERASI DAN TATA UDARA JURUSAN TEKNIK PENDINGIN DAN TATA UDARA POLITEKNIK NEGERI BANDUNG 2013