TUGAS
KONEKSI ANTAR MATERI
Modul 3.3
PENGELOLAAN PROGRAM YANG
BERDAMPAK POSITIF PADA
MURID
Elprida Sulastri Lumbantoruan,
S.Pd., M.Pd CGP Angkatan 9
KABUPATEN SAMOSIR
PENDIDIKAN CALON GURU
PENGGERAK ANGKATAN 8
ElpridaSulastriLumbantoruan,S.Pd.,M.Pd
RaniNawangSariS.Pd
CGP
Fasilitator
Kreativitas hanyalah menghubungkanberbagai hal. Ketika Andabertanya
kepadaorang-orang kreatif bagaimanamerekamelakukansesuatu, mereka
merasasedikit bersalah karena merekatidak benar-benarmelakukannya,
merekahanyamelihat sesuatu.Sesuatuitu tampaknya jelas bagi mereka
setelahbeberapasaat. Itu karena merekadapat mengkoneksikan
pengalamanyangmerekamiliki danmensintesishal-hal baru.”
-SteveJobs-
TUJUAN PEMBELAJARAN
CGPdapat
yang telah
koneksi
dari
antarmateri
modul-modul
melakukan
dipelajari
untuk membuat sintesa
sebelumnya
pemahaman tentang program sekolah yang
berdampakpadamurid.
”
PEM
III
I
KI
I
I RANREFLEKTIIFPENGALA
MANBELAJ AR
.. ’’ p en g a I a ma n / ma ter i
y a n g b a r u s a j a
p emb e Ia j a r a n
d i p er o Ie h
Suara (voice)
pandangan. perhatıan, gagasan yang dıekspresıkan oleh murıd melalui partısıpası aktıf mereka di kelas,
sekolah. komunıtas, dan sıstem pendidıkan mereka, yang berkontrıbusı pada proses pengambılan keputusan
dan secara kolektıf mempenqar uhı hasılnya
Pilihan (choice)
peluang yang dıberıkan kepada murıd untuk memılıh kesempatan-kesempatan dalam ranah sosıal. Iıngkungan.
dan pembelajaran
Kepemilikan (ownership)
' SEBI murid terhubung baik secara f›sik, kog nitif, maupun emosional dengan apa yang sedang dipelaja ri,
terlibat aktif, dan menunjukkan investasi pribadi dalam proses belajarnya, maka kit a dapa mengatak an bahwa
flngkst rasa kepertglikan mereka terhadap proses belajar tinggi
Kepemimpinan mum dan profil pelaja ancasila
Be i an, berta a, dan bela julia
JenumbuhXembanqkan kepemimpinan murid akan mendo ong murid untuk mengamalkan nilai-niia agama
dan kepercayaannya dalam bentuk sikap- sikap dan tindak ar› atau pe iI?sku positif. Murid- mu id yang memiliki
kepemimpinan yang kuat. akan menunjukkan akhlpk yang baik terhadap dir‹nya p‹ibad , ie hadap sesama,
nega a dan alam c‹ptaanNya
Be kebınekaan oba
f•enumbuhkembangkan kepemımpınan murıd akan melatıh murıd-murıd kıta untuk memılıkı pemık=ae dan
wawasan yang luas dan terbuka. Nereka akan terbıasa untuk melıhat pe‹bedaan, menqharqaı beraqam
perspekt‹f sehıngga dıha apkan dapat hidup dıtengah-tengah masyarakat yang majemuk Plerek a akan mampu
ber¥daptssı dangan sıtuasi dan perubahan dıhadapinya. dan mampu menjad› pewecah masalah yang
percaye dlrldlmanapun laberada
f/endorong kepemımpınan murıd akan melatıh murıd untuk terlıbat dan ben nte‹aksı dengan orang tam
beke‹ asama dan be‹kontrıbusı dalam masya‹akat yang lebıh luas. Lewat ınte‹aks‹ ‹nı, me eva akan memılıkı
keinginan untuk membantu orang laın yang membutuhkan, dan mampu berkolaborasi untuk melakukan
tindaLan demi kebermanfaatan dan kebahagıaan be‹sama
Menumbuhkembangkan kepemımpınan murıd mendorong mur‹d untuk mengambıl kontrol dan bertanggung
jawab pada p‹oses pembelajarannya send Saat h ta weedo•ong kepemımpınan murı . maka kıta juga
melatıh kemampuan mereka meregulası d ‹ı sendı‹ı. Mereka akan dapat menetapkan tujuan dan rencana
strategıs bagı pengembangan dirınya sendırı sekalıgus menunjukkan resılıensı dan kemampuan
*e•*^sA»• ‹a°e baık dalam berbaqaı s›tuası, se•ta pe•caya d • bahwa ıa mampu meuye!esaıkan
permaselebsn yang dII›edapınya
«’.
•-.,“° -P
E
U
I
K
I
R
A
F R
E
F
L
E
K
T
I
FT
E
R
K
A
I
T
P
E
S
G
A
L
A
U
A
FB
E
L
A
J
A
R
p en g aI aman / mat er i p em b eI aj ar an
y ang b ar u saj a di p er oI eh
Bernalar kritis
Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan mendorong murid untuk memiliki kemampuan bernalar
kritis karena mereka akan beiajar untuk membuat dan membuat keputusan-keputusan yang
bertanggunq jawab. I Mereka juga akan berlatih untuk mengembangkan keterampilan refleksi terhadap proses
pembelajaran dan belajar dari berbagai situasi yang terjadi lewat interaksi mereka dengan komunitas yang
lebih luas.
Kreatif
Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid memungkınkan murid untuk terekspos pada pengalaman belajar
otentık yang menuntut mereka untuk mampu melıhat permasalahan dan secara kreatıf berusaha mencarı
solusı atas permasalahan tersebut Mendoronq murıd Jntuk bersuara berartı juga membuka ruang bagı sıkap
berani mengambıl riuko. sehınqga murid tidak takut untuk mengungkapkan ıde- ide dan pemikiran- pemikiran
kreatif mereka.
P
E
k
l
l
K
|
R
A
N R
E
F
L
E
K
T
|
FT
E
R
K
A
l
T
PENGAlAMANBELAJAR
Jenis-Jenis Pro gram
I nt rak ur ikut er
Kok ur iku ler
Ek st ra rikuIer
P
E
M
|
K
l
R
A
N R
E
F
L
E
K
T
l
F T
E
R
K
A
I
T
PENGALAMANBELAJAR "
a p a y a n g p e r I u d i p e r b a i k i t e r k a i t d e n g a n
k e t e r I i b a t a n d i r i d a I a m p r o s e s b eI a j a r /°
ANALISISUNTUKIMPLEMENTASIDALAM '
E ”“
PERTANYAAN KR
lT
IS
• 8 aq aiman a m er an Ca
n q pr og ra m
yanq ber damp ak posit if pada
m ur td *
• Bagaiman a menumbuhk emban qk an
Suar d. pil ihan. d an kepE'miIik an
m ur id *
• Apa saya con toh pr agram sekoIah
yanq dapat mençemggngk gn
ktpc mimpin an mur d *
• Siap a saya yang dapat t'rIib at dan
b pr ko IabOr Jçi unł uk M Oyyuj j k an
pro gr am yan g bcr dampa k positiI
pada mur ia*
NAWASAN(lNSlGNT)BARU
• Menumbuhkembang ankepem‹mp‹nan
Ill ui id sebenJ r n ya S0d anq m0 m be nt u k
k ar ak I er Pr OhI P 'lay ar Pa n ¢a siIa
• Un t u k m en qe tah ui pr oq ram yan g mam pu
m en umb uh i‹ an k ep0 mimp in 4 n mu r i d m ak
pt rIu m tł ak u k J n p un d ek atan bcr ba si s
aSrf dpn q an m r n q q u na kan t ah apa n BAG JA
• Un îu k m en u M b uh k0m gan gk ôn sua r a.
p Iih an, dan kepcm impsn an mur id ma k a
mur id pPrIu d iIibat k an t1alam
p¢ r 0n C4n 0gn . pe Iak sa r1õan . d 4n ev aIu asi
p r og r am sc k oIa h
”tra dan
ring dan
• KomI nit as tPr Iibat seb aqa i
san gat dioer lu k4n noIam mo
eva Iua si
ANALISIS U
N
T
U
K IMPLEMEETASI DALAU
K
O
N
T
E
K
S C
G
P “
TANTANGAN
• f•lenqu b ah par ad‹gma da lam
meranc ang pr oqram yanq
ber dampak pos‹t if pada mur id
• I'deI‹b aîkan suara, pili han, dan
kepemiIikan mur id dal am
mcranc ang, mclak sanak an. dan
meng valu as‹ proqram s Cara
ko nsi st en
• Konsist en dalam mrnjal ankan
proqr m yan q be r dampg k poçi f
pada mur‹d
• ł•1eI‹batk an tr isent ra pen didik an
(kelu arqa, SekoIah, m yar ak a )
unt uk memberik gn duk ungan dalam
per ancangan. pelaksanaan dan
evaluasi proqram
SOLUSI
• Melak uk an pengimbas an ma îer i t erk ait
penqelolaan proqram yanq ber dampak
pa setif pada mur id kepada selur uh war ga
sekol ah term su k komit e dan oranq I ua
• Men dor onq mur id member ik an suar a.
p›Iihan dan kcprmilik an dengan kcqiatan
cur h pendapat dalam m r nc anq,
meTakasanak an, dan menqev aluasi
pr oqr am
• Melibat kan arang tua mur‹d, komite. dan
tokah ma syar akat set empat dalam
meranc ang pr ogr am dengan
memp erhatikan kearifan lokal setempat
• membanqun budaya pos tif untuk
mewuj udkan Iingkunq an yang d0pat
menumbuhkembanqk an kepemimpinøn
mur id
Dalam pengelolaan propr am
sekolah mulai dari perancangan.
pelaksanaan, dan evaluasi, dulu
saya masih kurang maksimal
dalam memfasiihtas‹ suara,
pilihan dan kepemilik an murid
serta saya belum menqgunak an
tahapan BAGJA dalam pembuat an
proqramnya
PERTANYAAN 1
Bagaimanaperasaan
Andasetelah mempelajari
modulini?
Saya merasa sangat senang, puas, bahagia dan semakin mengerti akan tugas
dan tanggung jawab saya sebagai guru atau pemimpin pembelajaran setelah
mempelajari modul 3.3 ini yaitu tentang "Pengelolaan program yang
berdampak positif pada murid. Saya merasa bahwa wawasan dan ilmu saya
bertambah dalam mewujudkan kepemimpinan murid serta peran
keterlibatan komunitas dalam membangun student agency atau
kepemimpinan murid. Ternyata pada dasarnya murid memiliki potensi yang
dapat kita gali dengan menampung ide dan gagasan yang mungkin dianggap
remeh tetapi dibalik hal tersebut dapat menjadi kekuatan yang mengubah
sesuatu menjadi lebih baik. Sebelum mempelajari modul ini saya merasa
bahwa dalam menyusun program/kegiatan sekolah tidak perlu melibatkan
murid, akan tetapi setelah saya mempelajari modul 3.3 ini peran murid
sebagai student agency justru menjadikan suara, pilihan, dan kepemilikan
murid tumbuh dengan baik sehingga murid lebih bertanggung jawab dalam
program sekolah.
Perasaan saya setelah mempelajari
modul 3.3 ini
PERTANYAAN 2
Apa intisari yang Anda
dapatkan dari modulini?
Melalui filosofi dan metafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa dalam
mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, guru harus secara sadar dan terencana membangun
ekosistem y
an
g m
en
duk
u
n
g pembelajaran murid sehingga m
a
m
p
u memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Hal
ini dapat dilakukan dengan merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler,
ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler dan murid menjadi pertimbangan utamanya. Murid-murid sebenarnya memiliki
kemampuan atau kapasitas untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka sendiri namun
terkadang, guru atau orang dewasa sering memperlakukan murid-murid seolah-olah mereka tidak m
a
m
p
u membuat
keputusan, pilihan, atau memberikan pendapat terkait dengan proses belajar mereka. Kadang-kadang guru bahkan
tanpa sadar membiarkan murid-murid secara sengaja menjadi tidak berdaya, dengan secara sepihak memutuskan
semua yang harus murid pelajari dan bagaimana mereka mempelajarinya, tanpa melibatkan peran serta mereka
dalamprosespengambilankeputusantersebut.
INTISARIMODUL3.3
Agar dapat menjadikan murid sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, maka kita perlu memberikan
kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri,
sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik.
Peran guru hanyalah mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan
kodrat, konteks dan kebutuhannya dan mengurangi kontrol guru terhadap murid. Saat murid memiliki kontrol
atas apa yang terjadi atau merasa bahwa mereka dapat mempengaruhi sebuah situasi maka murid akan
memiliki yang disebut dengan “agency”. Albert Bandura dalam artikelnya, Toward a Psychology of Human
Agency (2006) mengatakan bahwa menjadi seorang agent (seseorang yang memiliki agency) berarti orang
tersebut secara sengaja mempengaruhi fungsi dan keadaan hidup dirinya. Orang yang sudah memiliki agency
bukan hanya menjadi penonton dari perilaku mereka sendiri, tetapi adalah kontributor untuk keadaan hidup
mereka sendiri. Ada empat sifat inti dari human agency yang disingkat dengan IVAR yaitu Intensi
(Kesengajaan), Visi (Pemikiran ke depan), Aksi (Kereaktifan-diri), Refleksi (Kereflektifan-diri). Murid
mendemonstrasikan “student agency” ketika mereka mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri,
membuat pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi
dan berkontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan
melakukan tindakan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Saat murid menjadi pemimpin dan mengambil peran
aktif dalam proses pembelajaran mereka sendiri, maka hubungan yang tercipta antara guru dengan murid akan
mengalami perubahan, karena hubungannya akan menjadi bersifat kemitraan.
S a a t m u r i d m e n j a d i p e m i m p i n d a l a m p r o s e s p e m b e l a j a r a n m e r e k a sendiri m a k a m e r e k a
s e b e n a r n y a memiliki s u a r a (voice), pilihan (choice),
p e m b e l a j a r a n m e r e k a . L e w a t suara, pilihan,
d a n k e p e m i l i k a n (ownership) d a l a m p r o s e s
d a n k e p e m i l i k a n inilah m u r i d k e m u d i a n
m e n g e m b a n g k a n k a p a s i t a s d i r i n y a m e n j a d i s e o r a n g p em ilik b a g i p r o s e s b e l a j a r n y a sendiri. T u g a s
k i t a s e b a g a i g u r u h a n y a m e n y e d i a k a n l i n g k u n g a n y a n g m e n u m b u h k a n b u d a y a di m a n a m u r i d
memiliki s ua ra , pilihan, d a n k e p e m i l i k a n d a l a m a p a y a n g m e r e k a pikirkan, n i a t y a n g m e r e k a
t e t a p k a n , b a g a i m a n a m e r e k a m e l a k s a n a k a n n i a t m e r e k a , d a n b a g a i m a n a m e r e k a m e r e f l e k s i k a n
t i n d a k a n m e r e k a . U n t u k d a p a t m e m p r o m o s i k a n a s p e k sua r a, pilihan, d a n k e p e m i l i k a n murid, a d a
b e b e r a p a p r i n s i p y a n g d a p a t d i j a d i k a n p a n d u a n d a l a m m e m b a n g u n i n t e r a k s i m u r i d d e n g a n
k o m u n i t a s s e p e r t i m e m b a n g u n s u a s a n a y a n g m e n g h a r g a i murid, m e n d e n g a r k a n murid, dialo g
a t a u k o m u n i k a s i d e n g a n murid, d a n m e n e m p a t k a n m u r i d d a l a m k u r s i p e n g e m u d i .
P r o f i l Pe l a j a r P a n c a s i l a a d a l a h visi d a n h a r a p a n I n d o n e s i a u n t u k k a r a k t e r w a r g a n y a di m a s a
m e n d a t a n g , s e h i n g g a h a r u s m e n j a d i l a n d a s a n b a g i visi s e k o la h . U p a y a m e n u m b u h k e m b a n g k a n
k e p e m i m p i n a n m u r i d a k a n m e n y e d i a k a n k e s e m p a t a n b a g i m u r i d u n t u k m e n g e m b a n g k a n pr ofil
p o s i t i f dirinya, y a n g k e m u d i a n d i h a r a p k a n d a p a t m e w u j u d s e b a g a i p e n g e j a w a n t a h a n p r o fil pelaja r
P a n c a s i l a d a l a m dirinya. D e n g a n m e n u m b u h k e m b a n g k a n k e p e m i m p i n a n m u r i d m a k a s e c a r a
b e r s a m a a n k i t a j u g a s e d a n g m e m b a n g u n k a r a k t e r m u r i d y a n g s e s u a i d e n g a n k a r a k t e r p a d a profil
pelajar pancasila .
Kepemimpinan murid juga dipengaruhi oleh lingkungan dan komunitas. Lingkungan yang dapat
memumbuhkembangkan kepemimpinan murid adalah lingkungan di mana guru, sekolah,
orangtua, dan komunitas secara sadar mengembangkan wellbeing atau kesejahteraan diri
murid-muridnya secara optimal. Komunitas terdiri dari murid, guru, orang tua, orang dewasa
lain yang ada di sekitar murid,
dan masyarakat atau lingkungan sekitar, yang baik secara langsung maupun tidak
langsung dapat mempengaruhi proses belajar murid. Sebagai pusat dari proses pendidikan,
murid ‘berada’ dalam lintas komunitas. Mereka dapat berada sekaligus pada komunitas keluarga,
komunitas kelas dan antar kelas, komunitas sekolah, komunitas sekitar sekolah, dan komunitas
yang lebih luas.
Mendorong kepemimpinan murid akan memperbesar peluang kita untuk memberikan
kesempatan bagi murid-murid kita untuk
keterampilan penting yang dapat digunakan
belajar
lintas
tentang berbagai keterampilan-
disiplin, dan akan berguna bagi
kehidupannya kelak. Keterampilan-keterampilan akan membantu mereka menjadi pembelajar
sepanjang hayat. Mendorong kepemimpinan murid juga akan menumbuhkan efikasi diri yang
kuat, sehingga diharapkan mereka akan percaya diri dan mampu membuat perubahan positif
bagi dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya. Mereka akan dapat tumbuh
menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
PERTANYAAN 3
Apaketerkaitan yangdapat Anda
lihat antara Modulini dengan
modul-modulsebelumnya?
KETERKAITAN MODUL 3.3 DENGAN
MODUL SEBELUMNYA YANG SAYA DAPAT
ADALAH:
1.Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional-Ki Hadjar
Dewantara
Berdasarkan pada filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan adalah proses
menuntun tumbuh kodrat murid melalui penumbuhan murid merdeka. Maka sebagai
pemimpin pembelajaran, pengelolaan program yang berdampak bagi murid hendaknya
bertujuan untuk merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat murid dengan merdeka
belajar. Apabila suara dan potensi murid dapat tergali dengan baik maka akan
manumbuhkan rasa kepemilikan yang tinggi dalam diri murid
2. Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak
Pemanfaatan komunitas belajar praktisi hendaknya selalu bergerak dan menggerakkan
semua komponen pendidikan untuk selalu aktif berpartisipasi dalam menunjang
program sekolah/kegiatan sekolah yang berpihak pada murid.. Dalam hal ini sebagai
guru penggerak harus terus menggerakkan komunitas yang selalu menumbuhkan
lingkungan yang arif, bijaksana, dan menggali potensi murid sehingga tumbuh menjadi
student agency yang memiliki poin-poin komponen profil pelajar Pancasila.
3.Modul 1.3 Visi Guru Penggerak
Sesuai dengan visi guru penggerak, maka pemimpin pembelajaran harus dapat
menciptakan lingkungan belajar yang berpihak pada murid dan menjalankan rencana
program sekolah dengan dukungan para pemangku kepentingan dalam mendukung
ekosistem pembelajaran yang berpihak pada murid.
4.Modul 1.4 Budaya Positif
Pengelolaan program yang berpihak pada murid diharapkan dapat memberikan dampak
positif dengan terwujudnya budaya positif di lingkungan sekolah. Budaya positif ini
akan memberi dampak positif pula bagi sekolah dan murid agar tumbuh kembang
sesuai kodratnya
5. Modul 2.1 Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid melalui
Pembelajaran Berdiferensiasi
Penyusunan dan pengelolaan program/kegiatan sekolah yang berpihak pada murid
sesuai dengan pemetaan kebutuhan belajar murid seperti kesiapan belajar murid, minat
belajar, dan profil belajar murid. Pemenuhan kebutuhan belajar murid ini akan
menjadikan murid menjadi pelajar dengan profil pelajar Pancasila.
6. Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
Penyusunan dan pengelolaan program/kegiatan sekolah yang berpihak pada murid harus
mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional yang mewujudkan keterampilan sosial
emosional siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat sepenuhnya mengembalikan
kesadaran penuh (mindfulness) murid. Agar dalam melaksanakan program sekolah
murid dapat merasa tenang, fokus, dan berempati, termotivasi dan memiliki sikap
tanggung jawab dalam menyuarakan suara, pilihan, dan kepemilikan program.
7. Modul 2.3 Coaching
Coaching merupakan langkah yang sangat mendukung dalam menggali potensi/ide atau
gagasan murid. Melalui coaching guru dapat melijitkan kinerja murid untuk
menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi ketika melaksanakan program
sekolah yang berdampak pada murid. Dampak coaching adalah muncul tiga aspek
student agency yaitu suara, pilihan, dan kepemilikan program oleh murid.
8. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai
Kebajikan Sebagai pemimpin
Dalam penyusunan dan pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid,
dalam setiap langkahnya harus ada kemampuan dalam pengambilan keputusan yang
universal dan berpihak pada murid. Pemimpin pembelajaran sebagai agen perubahan
harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab yaitu keputusan yang bersifat
efektif dan efisien terkait rancangan program yang ingin dilakukan. Tentunya keputusan
tersebut telah memperhatikan 3 prinsip berpikir, 4 paradigma pengambilan keputusan
dan melakukan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan sebagai pemimpin
pembelajaran. Hal ini untuk mendorong rasa percaya diri, keselamatan, dan kebahagiaan
murid serta seluruh pihak yang terlibat.
9. Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber daya
Pengelolaan program yang akan dirancang selalu berprinsip pada kebermanfaatannya
yaitu mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pengelolaan program ini
harus didukung oleh identifikasi aset/modal yang dimiliki oleh sekolah sehingga
pemanfaatan dan pengefektifan sumber daya menjadi prioritas yang perlu diperhatikan
oleh seluruh stake holder yang ada.
PERTANYAAN 4
Setelahmelihat keterkaitan antara modulini denganmodul-
modullainnya jelaskanlah perspektif Andatentang program
yangberdampakpositif padamurid. Bagaimanaseharusnya
program-programatau kegiatan sekolahharus direncanakan,
dilaksanakan, dandievaluasi agar program-programtersebut
dapat berdampakpositif padamurid?
P E R S P E K T I F S A Y A T E N T A N G
P R O G R A M Y A N G B E R D A M P A K P O S I T I F
P A D A M U R I D
P r o g r a m y a n g b e r d a m p a k p o s i t i f p a d a m u r i d m e n u r u t s a y a a d a l a h
s u a t u u p a y a p e r u b a h a n p o s i t i f melalui p r o g r a m s e k o l a h y a n g
b e r p i h a k p a d a m u r i d d e n g a n m e n u m b u h k e m b a n g k a n k e p e m i m p i n a n
m u r i d y a n g m e m p e r h a t i k a n a s p e k suara, pilhan, d a n k e p e m i m p i n a n
murid. D a l a m p e r e n c a n a a n , p e l a k s a n a a n , d a n e v a l u a s i n y a d i l a k u k a n
d e n g a n b e r k o l a b o r a s i s e r t a m e m a n f a a t k a n s u m b e r
d a y a / a s e t / k e k u a t a n y a n g dimiliki s e k o l a h s e h i n g g a m e n g o p t i m a l k a n
p o t e n s i m u r i d d a n b e r d a m p a k p o s i t i f d a l a m k e h i d u p a n m u r i d
s e b a g a i p e m b e l a j a r s e p a n j a n g h a y a t b a i k s e b a g a i individu m a u p u n
a n g g o t a m a s y a r a k a t .
Dalam praktiknya, guru seharusnya melibatkan murid dalam penyusunan
program melalui tahapn BAGJA. Pelaksanaannya melibatkan murid dan
dievaluasi melalui 9 langkah pengujian dalam pengambilan keputusan. Guru,
komunitas dan murid juga membangun lingkungan yang dapat mewujudkan
student agency di sekolah. Dalam aksi nyata saya nanti, maka ke depan saya
akan membuat program kokurikuler "LIDIRISA" (LITERASI DI HARI SELASA) di SMP
Satu Atap Negeri 4 Pangururan untuk meningkatkan kemampuan membaca
dan menulis bagi siswa serta meningkatkan pemahaman isi bacaan
terhadap siswa dan meningkatkan wargan sekolah agar menjadi literat.
Bagaimana seharusnya program-program atau kegiatan sekolah
harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program-
program tersebut dapat berdampak positif pada murid?
Terima Kasih

Koneksi Antar Materi Modul 3.3.Pada pendidikan guru penggeraktx

  • 1.
    TUGAS KONEKSI ANTAR MATERI Modul3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID Elprida Sulastri Lumbantoruan, S.Pd., M.Pd CGP Angkatan 9 KABUPATEN SAMOSIR
  • 2.
    PENDIDIKAN CALON GURU PENGGERAKANGKATAN 8 ElpridaSulastriLumbantoruan,S.Pd.,M.Pd RaniNawangSariS.Pd CGP Fasilitator
  • 3.
    Kreativitas hanyalah menghubungkanberbagaihal. Ketika Andabertanya kepadaorang-orang kreatif bagaimanamerekamelakukansesuatu, mereka merasasedikit bersalah karena merekatidak benar-benarmelakukannya, merekahanyamelihat sesuatu.Sesuatuitu tampaknya jelas bagi mereka setelahbeberapasaat. Itu karena merekadapat mengkoneksikan pengalamanyangmerekamiliki danmensintesishal-hal baru.” -SteveJobs-
  • 4.
    TUJUAN PEMBELAJARAN CGPdapat yang telah koneksi dari antarmateri modul-modul melakukan dipelajari untukmembuat sintesa sebelumnya pemahaman tentang program sekolah yang berdampakpadamurid.
  • 5.
    ” PEM III I KI I I RANREFLEKTIIFPENGALA MANBELAJ AR ..’’ p en g a I a ma n / ma ter i y a n g b a r u s a j a p emb e Ia j a r a n d i p er o Ie h Suara (voice) pandangan. perhatıan, gagasan yang dıekspresıkan oleh murıd melalui partısıpası aktıf mereka di kelas, sekolah. komunıtas, dan sıstem pendidıkan mereka, yang berkontrıbusı pada proses pengambılan keputusan dan secara kolektıf mempenqar uhı hasılnya Pilihan (choice) peluang yang dıberıkan kepada murıd untuk memılıh kesempatan-kesempatan dalam ranah sosıal. Iıngkungan. dan pembelajaran Kepemilikan (ownership) ' SEBI murid terhubung baik secara f›sik, kog nitif, maupun emosional dengan apa yang sedang dipelaja ri, terlibat aktif, dan menunjukkan investasi pribadi dalam proses belajarnya, maka kit a dapa mengatak an bahwa flngkst rasa kepertglikan mereka terhadap proses belajar tinggi
  • 6.
    Kepemimpinan mum danprofil pelaja ancasila Be i an, berta a, dan bela julia JenumbuhXembanqkan kepemimpinan murid akan mendo ong murid untuk mengamalkan nilai-niia agama dan kepercayaannya dalam bentuk sikap- sikap dan tindak ar› atau pe iI?sku positif. Murid- mu id yang memiliki kepemimpinan yang kuat. akan menunjukkan akhlpk yang baik terhadap dir‹nya p‹ibad , ie hadap sesama, nega a dan alam c‹ptaanNya Be kebınekaan oba f•enumbuhkembangkan kepemımpınan murıd akan melatıh murıd-murıd kıta untuk memılıkı pemık=ae dan wawasan yang luas dan terbuka. Nereka akan terbıasa untuk melıhat pe‹bedaan, menqharqaı beraqam perspekt‹f sehıngga dıha apkan dapat hidup dıtengah-tengah masyarakat yang majemuk Plerek a akan mampu ber¥daptssı dangan sıtuasi dan perubahan dıhadapinya. dan mampu menjad› pewecah masalah yang percaye dlrldlmanapun laberada
  • 7.
    f/endorong kepemımpınan murıdakan melatıh murıd untuk terlıbat dan ben nte‹aksı dengan orang tam beke‹ asama dan be‹kontrıbusı dalam masya‹akat yang lebıh luas. Lewat ınte‹aks‹ ‹nı, me eva akan memılıkı keinginan untuk membantu orang laın yang membutuhkan, dan mampu berkolaborasi untuk melakukan tindaLan demi kebermanfaatan dan kebahagıaan be‹sama Menumbuhkembangkan kepemımpınan murıd mendorong mur‹d untuk mengambıl kontrol dan bertanggung jawab pada p‹oses pembelajarannya send Saat h ta weedo•ong kepemımpınan murı . maka kıta juga melatıh kemampuan mereka meregulası d ‹ı sendı‹ı. Mereka akan dapat menetapkan tujuan dan rencana strategıs bagı pengembangan dirınya sendırı sekalıgus menunjukkan resılıensı dan kemampuan *e•*^sA»• ‹a°e baık dalam berbaqaı s›tuası, se•ta pe•caya d • bahwa ıa mampu meuye!esaıkan permaselebsn yang dII›edapınya
  • 8.
    «’. •-.,“° -P E U I K I R A F R E F L E K T I FT E R K A I T P E S G A L A U A FB E L A J A R pen g aI aman / mat er i p em b eI aj ar an y ang b ar u saj a di p er oI eh Bernalar kritis Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid akan mendorong murid untuk memiliki kemampuan bernalar kritis karena mereka akan beiajar untuk membuat dan membuat keputusan-keputusan yang bertanggunq jawab. I Mereka juga akan berlatih untuk mengembangkan keterampilan refleksi terhadap proses pembelajaran dan belajar dari berbagai situasi yang terjadi lewat interaksi mereka dengan komunitas yang lebih luas. Kreatif Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid memungkınkan murid untuk terekspos pada pengalaman belajar otentık yang menuntut mereka untuk mampu melıhat permasalahan dan secara kreatıf berusaha mencarı solusı atas permasalahan tersebut Mendoronq murıd Jntuk bersuara berartı juga membuka ruang bagı sıkap berani mengambıl riuko. sehınqga murid tidak takut untuk mengungkapkan ıde- ide dan pemikiran- pemikiran kreatif mereka.
  • 10.
    P E k l l K | R A N R E F L E K T | FT E R K A l T PENGAlAMANBELAJAR Jenis-Jenis Program I nt rak ur ikut er Kok ur iku ler Ek st ra rikuIer
  • 13.
    P E M | K l R A N R E F L E K T l F T E R K A I T PENGALAMANBELAJAR" a p a y a n g p e r I u d i p e r b a i k i t e r k a i t d e n g a n k e t e r I i b a t a n d i r i d a I a m p r o s e s b eI a j a r /°
  • 15.
    ANALISISUNTUKIMPLEMENTASIDALAM ' E ”“ PERTANYAANKR lT IS • 8 aq aiman a m er an Ca n q pr og ra m yanq ber damp ak posit if pada m ur td * • Bagaiman a menumbuhk emban qk an Suar d. pil ihan. d an kepE'miIik an m ur id * • Apa saya con toh pr agram sekoIah yanq dapat mençemggngk gn ktpc mimpin an mur d * • Siap a saya yang dapat t'rIib at dan b pr ko IabOr Jçi unł uk M Oyyuj j k an pro gr am yan g bcr dampa k positiI pada mur ia* NAWASAN(lNSlGNT)BARU • Menumbuhkembang ankepem‹mp‹nan Ill ui id sebenJ r n ya S0d anq m0 m be nt u k k ar ak I er Pr OhI P 'lay ar Pa n ¢a siIa • Un t u k m en qe tah ui pr oq ram yan g mam pu m en umb uh i‹ an k ep0 mimp in 4 n mu r i d m ak pt rIu m tł ak u k J n p un d ek atan bcr ba si s aSrf dpn q an m r n q q u na kan t ah apa n BAG JA • Un îu k m en u M b uh k0m gan gk ôn sua r a. p Iih an, dan kepcm impsn an mur id ma k a mur id pPrIu d iIibat k an t1alam p¢ r 0n C4n 0gn . pe Iak sa r1õan . d 4n ev aIu asi p r og r am sc k oIa h ”tra dan ring dan • KomI nit as tPr Iibat seb aqa i san gat dioer lu k4n noIam mo eva Iua si
  • 16.
    ANALISIS U N T U K IMPLEMEETASIDALAU K O N T E K S C G P “ TANTANGAN • f•lenqu b ah par ad‹gma da lam meranc ang pr oqram yanq ber dampak pos‹t if pada mur id • I'deI‹b aîkan suara, pili han, dan kepemiIikan mur id dal am mcranc ang, mclak sanak an. dan meng valu as‹ proqram s Cara ko nsi st en • Konsist en dalam mrnjal ankan proqr m yan q be r dampg k poçi f pada mur‹d • ł•1eI‹batk an tr isent ra pen didik an (kelu arqa, SekoIah, m yar ak a ) unt uk memberik gn duk ungan dalam per ancangan. pelaksanaan dan evaluasi proqram SOLUSI • Melak uk an pengimbas an ma îer i t erk ait penqelolaan proqram yanq ber dampak pa setif pada mur id kepada selur uh war ga sekol ah term su k komit e dan oranq I ua • Men dor onq mur id member ik an suar a. p›Iihan dan kcprmilik an dengan kcqiatan cur h pendapat dalam m r nc anq, meTakasanak an, dan menqev aluasi pr oqr am • Melibat kan arang tua mur‹d, komite. dan tokah ma syar akat set empat dalam meranc ang pr ogr am dengan memp erhatikan kearifan lokal setempat • membanqun budaya pos tif untuk mewuj udkan Iingkunq an yang d0pat menumbuhkembanqk an kepemimpinøn mur id
  • 18.
    Dalam pengelolaan propram sekolah mulai dari perancangan. pelaksanaan, dan evaluasi, dulu saya masih kurang maksimal dalam memfasiihtas‹ suara, pilihan dan kepemilik an murid serta saya belum menqgunak an tahapan BAGJA dalam pembuat an proqramnya
  • 24.
  • 25.
    Saya merasa sangatsenang, puas, bahagia dan semakin mengerti akan tugas dan tanggung jawab saya sebagai guru atau pemimpin pembelajaran setelah mempelajari modul 3.3 ini yaitu tentang "Pengelolaan program yang berdampak positif pada murid. Saya merasa bahwa wawasan dan ilmu saya bertambah dalam mewujudkan kepemimpinan murid serta peran keterlibatan komunitas dalam membangun student agency atau kepemimpinan murid. Ternyata pada dasarnya murid memiliki potensi yang dapat kita gali dengan menampung ide dan gagasan yang mungkin dianggap remeh tetapi dibalik hal tersebut dapat menjadi kekuatan yang mengubah sesuatu menjadi lebih baik. Sebelum mempelajari modul ini saya merasa bahwa dalam menyusun program/kegiatan sekolah tidak perlu melibatkan murid, akan tetapi setelah saya mempelajari modul 3.3 ini peran murid sebagai student agency justru menjadikan suara, pilihan, dan kepemilikan murid tumbuh dengan baik sehingga murid lebih bertanggung jawab dalam program sekolah. Perasaan saya setelah mempelajari modul 3.3 ini
  • 26.
    PERTANYAAN 2 Apa intisariyang Anda dapatkan dari modulini?
  • 27.
    Melalui filosofi danmetafora “menumbuhkan padi”, Ki Hajar Dewantara mengingatkan kita bahwa dalam mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, guru harus secara sadar dan terencana membangun ekosistem y an g m en duk u n g pembelajaran murid sehingga m a m p u memekarkan mereka sesuai dengan kodratnya. Hal ini dapat dilakukan dengan merancang sebuah program/kegiatan pembelajaran di sekolah, baik itu intrakurikuler, ko-kurikuler, atau ekstrakurikuler dan murid menjadi pertimbangan utamanya. Murid-murid sebenarnya memiliki kemampuan atau kapasitas untuk mengambil bagian atau peranan dalam proses belajar mereka sendiri namun terkadang, guru atau orang dewasa sering memperlakukan murid-murid seolah-olah mereka tidak m a m p u membuat keputusan, pilihan, atau memberikan pendapat terkait dengan proses belajar mereka. Kadang-kadang guru bahkan tanpa sadar membiarkan murid-murid secara sengaja menjadi tidak berdaya, dengan secara sepihak memutuskan semua yang harus murid pelajari dan bagaimana mereka mempelajarinya, tanpa melibatkan peran serta mereka dalamprosespengambilankeputusantersebut. INTISARIMODUL3.3
  • 28.
    Agar dapat menjadikanmurid sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, maka kita perlu memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri, sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik. Peran guru hanyalah mendampingi murid agar pengembangan potensi kepemimpinan mereka tetap sesuai dengan kodrat, konteks dan kebutuhannya dan mengurangi kontrol guru terhadap murid. Saat murid memiliki kontrol atas apa yang terjadi atau merasa bahwa mereka dapat mempengaruhi sebuah situasi maka murid akan memiliki yang disebut dengan “agency”. Albert Bandura dalam artikelnya, Toward a Psychology of Human Agency (2006) mengatakan bahwa menjadi seorang agent (seseorang yang memiliki agency) berarti orang tersebut secara sengaja mempengaruhi fungsi dan keadaan hidup dirinya. Orang yang sudah memiliki agency bukan hanya menjadi penonton dari perilaku mereka sendiri, tetapi adalah kontributor untuk keadaan hidup mereka sendiri. Ada empat sifat inti dari human agency yang disingkat dengan IVAR yaitu Intensi (Kesengajaan), Visi (Pemikiran ke depan), Aksi (Kereaktifan-diri), Refleksi (Kereflektifan-diri). Murid mendemonstrasikan “student agency” ketika mereka mampu mengarahkan pembelajaran mereka sendiri, membuat pilihan, menyuarakan opini, mengajukan pertanyaan dan mengungkapkan rasa ingin tahu, berpartisipasi dan berkontribusi pada komunitas belajar, mengkomunikasikan pemahaman mereka kepada orang lain, dan melakukan tindakan nyata sebagai hasil proses belajarnya. Saat murid menjadi pemimpin dan mengambil peran aktif dalam proses pembelajaran mereka sendiri, maka hubungan yang tercipta antara guru dengan murid akan mengalami perubahan, karena hubungannya akan menjadi bersifat kemitraan.
  • 29.
    S a at m u r i d m e n j a d i p e m i m p i n d a l a m p r o s e s p e m b e l a j a r a n m e r e k a sendiri m a k a m e r e k a s e b e n a r n y a memiliki s u a r a (voice), pilihan (choice), p e m b e l a j a r a n m e r e k a . L e w a t suara, pilihan, d a n k e p e m i l i k a n (ownership) d a l a m p r o s e s d a n k e p e m i l i k a n inilah m u r i d k e m u d i a n m e n g e m b a n g k a n k a p a s i t a s d i r i n y a m e n j a d i s e o r a n g p em ilik b a g i p r o s e s b e l a j a r n y a sendiri. T u g a s k i t a s e b a g a i g u r u h a n y a m e n y e d i a k a n l i n g k u n g a n y a n g m e n u m b u h k a n b u d a y a di m a n a m u r i d memiliki s ua ra , pilihan, d a n k e p e m i l i k a n d a l a m a p a y a n g m e r e k a pikirkan, n i a t y a n g m e r e k a t e t a p k a n , b a g a i m a n a m e r e k a m e l a k s a n a k a n n i a t m e r e k a , d a n b a g a i m a n a m e r e k a m e r e f l e k s i k a n t i n d a k a n m e r e k a . U n t u k d a p a t m e m p r o m o s i k a n a s p e k sua r a, pilihan, d a n k e p e m i l i k a n murid, a d a b e b e r a p a p r i n s i p y a n g d a p a t d i j a d i k a n p a n d u a n d a l a m m e m b a n g u n i n t e r a k s i m u r i d d e n g a n k o m u n i t a s s e p e r t i m e m b a n g u n s u a s a n a y a n g m e n g h a r g a i murid, m e n d e n g a r k a n murid, dialo g a t a u k o m u n i k a s i d e n g a n murid, d a n m e n e m p a t k a n m u r i d d a l a m k u r s i p e n g e m u d i . P r o f i l Pe l a j a r P a n c a s i l a a d a l a h visi d a n h a r a p a n I n d o n e s i a u n t u k k a r a k t e r w a r g a n y a di m a s a m e n d a t a n g , s e h i n g g a h a r u s m e n j a d i l a n d a s a n b a g i visi s e k o la h . U p a y a m e n u m b u h k e m b a n g k a n k e p e m i m p i n a n m u r i d a k a n m e n y e d i a k a n k e s e m p a t a n b a g i m u r i d u n t u k m e n g e m b a n g k a n pr ofil p o s i t i f dirinya, y a n g k e m u d i a n d i h a r a p k a n d a p a t m e w u j u d s e b a g a i p e n g e j a w a n t a h a n p r o fil pelaja r P a n c a s i l a d a l a m dirinya. D e n g a n m e n u m b u h k e m b a n g k a n k e p e m i m p i n a n m u r i d m a k a s e c a r a b e r s a m a a n k i t a j u g a s e d a n g m e m b a n g u n k a r a k t e r m u r i d y a n g s e s u a i d e n g a n k a r a k t e r p a d a profil pelajar pancasila .
  • 30.
    Kepemimpinan murid jugadipengaruhi oleh lingkungan dan komunitas. Lingkungan yang dapat memumbuhkembangkan kepemimpinan murid adalah lingkungan di mana guru, sekolah, orangtua, dan komunitas secara sadar mengembangkan wellbeing atau kesejahteraan diri murid-muridnya secara optimal. Komunitas terdiri dari murid, guru, orang tua, orang dewasa lain yang ada di sekitar murid, dan masyarakat atau lingkungan sekitar, yang baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proses belajar murid. Sebagai pusat dari proses pendidikan, murid ‘berada’ dalam lintas komunitas. Mereka dapat berada sekaligus pada komunitas keluarga, komunitas kelas dan antar kelas, komunitas sekolah, komunitas sekitar sekolah, dan komunitas yang lebih luas. Mendorong kepemimpinan murid akan memperbesar peluang kita untuk memberikan kesempatan bagi murid-murid kita untuk keterampilan penting yang dapat digunakan belajar lintas tentang berbagai keterampilan- disiplin, dan akan berguna bagi kehidupannya kelak. Keterampilan-keterampilan akan membantu mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat. Mendorong kepemimpinan murid juga akan menumbuhkan efikasi diri yang kuat, sehingga diharapkan mereka akan percaya diri dan mampu membuat perubahan positif bagi dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya. Mereka akan dapat tumbuh menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
  • 31.
    PERTANYAAN 3 Apaketerkaitan yangdapatAnda lihat antara Modulini dengan modul-modulsebelumnya?
  • 32.
    KETERKAITAN MODUL 3.3DENGAN MODUL SEBELUMNYA YANG SAYA DAPAT ADALAH: 1.Modul 1.1 Refleksi Filosofis Pendidikan Nasional-Ki Hadjar Dewantara Berdasarkan pada filosofi Ki Hadjar Dewantara bahwa pendidikan adalah proses menuntun tumbuh kodrat murid melalui penumbuhan murid merdeka. Maka sebagai pemimpin pembelajaran, pengelolaan program yang berdampak bagi murid hendaknya bertujuan untuk merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat murid dengan merdeka belajar. Apabila suara dan potensi murid dapat tergali dengan baik maka akan manumbuhkan rasa kepemilikan yang tinggi dalam diri murid
  • 33.
    2. Modul 1.2Nilai dan Peran Guru Penggerak Pemanfaatan komunitas belajar praktisi hendaknya selalu bergerak dan menggerakkan semua komponen pendidikan untuk selalu aktif berpartisipasi dalam menunjang program sekolah/kegiatan sekolah yang berpihak pada murid.. Dalam hal ini sebagai guru penggerak harus terus menggerakkan komunitas yang selalu menumbuhkan lingkungan yang arif, bijaksana, dan menggali potensi murid sehingga tumbuh menjadi student agency yang memiliki poin-poin komponen profil pelajar Pancasila. 3.Modul 1.3 Visi Guru Penggerak Sesuai dengan visi guru penggerak, maka pemimpin pembelajaran harus dapat menciptakan lingkungan belajar yang berpihak pada murid dan menjalankan rencana program sekolah dengan dukungan para pemangku kepentingan dalam mendukung ekosistem pembelajaran yang berpihak pada murid. 4.Modul 1.4 Budaya Positif Pengelolaan program yang berpihak pada murid diharapkan dapat memberikan dampak positif dengan terwujudnya budaya positif di lingkungan sekolah. Budaya positif ini akan memberi dampak positif pula bagi sekolah dan murid agar tumbuh kembang sesuai kodratnya
  • 34.
    5. Modul 2.1Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid melalui Pembelajaran Berdiferensiasi Penyusunan dan pengelolaan program/kegiatan sekolah yang berpihak pada murid sesuai dengan pemetaan kebutuhan belajar murid seperti kesiapan belajar murid, minat belajar, dan profil belajar murid. Pemenuhan kebutuhan belajar murid ini akan menjadikan murid menjadi pelajar dengan profil pelajar Pancasila. 6. Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional Penyusunan dan pengelolaan program/kegiatan sekolah yang berpihak pada murid harus mengintegrasikan pembelajaran sosial emosional yang mewujudkan keterampilan sosial emosional siswa dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat sepenuhnya mengembalikan kesadaran penuh (mindfulness) murid. Agar dalam melaksanakan program sekolah murid dapat merasa tenang, fokus, dan berempati, termotivasi dan memiliki sikap tanggung jawab dalam menyuarakan suara, pilihan, dan kepemilikan program.
  • 35.
    7. Modul 2.3Coaching Coaching merupakan langkah yang sangat mendukung dalam menggali potensi/ide atau gagasan murid. Melalui coaching guru dapat melijitkan kinerja murid untuk menemukan solusi atas permasalahan yang dihadapi ketika melaksanakan program sekolah yang berdampak pada murid. Dampak coaching adalah muncul tiga aspek student agency yaitu suara, pilihan, dan kepemilikan program oleh murid. 8. Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai pemimpin Dalam penyusunan dan pengelolaan program sekolah yang berdampak pada murid, dalam setiap langkahnya harus ada kemampuan dalam pengambilan keputusan yang universal dan berpihak pada murid. Pemimpin pembelajaran sebagai agen perubahan harus mengambil keputusan yang bertanggung jawab yaitu keputusan yang bersifat efektif dan efisien terkait rancangan program yang ingin dilakukan. Tentunya keputusan tersebut telah memperhatikan 3 prinsip berpikir, 4 paradigma pengambilan keputusan dan melakukan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran. Hal ini untuk mendorong rasa percaya diri, keselamatan, dan kebahagiaan murid serta seluruh pihak yang terlibat.
  • 36.
    9. Modul 3.2Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber daya Pengelolaan program yang akan dirancang selalu berprinsip pada kebermanfaatannya yaitu mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid. Pengelolaan program ini harus didukung oleh identifikasi aset/modal yang dimiliki oleh sekolah sehingga pemanfaatan dan pengefektifan sumber daya menjadi prioritas yang perlu diperhatikan oleh seluruh stake holder yang ada.
  • 37.
    PERTANYAAN 4 Setelahmelihat keterkaitanantara modulini denganmodul- modullainnya jelaskanlah perspektif Andatentang program yangberdampakpositif padamurid. Bagaimanaseharusnya program-programatau kegiatan sekolahharus direncanakan, dilaksanakan, dandievaluasi agar program-programtersebut dapat berdampakpositif padamurid?
  • 38.
    P E RS P E K T I F S A Y A T E N T A N G P R O G R A M Y A N G B E R D A M P A K P O S I T I F P A D A M U R I D P r o g r a m y a n g b e r d a m p a k p o s i t i f p a d a m u r i d m e n u r u t s a y a a d a l a h s u a t u u p a y a p e r u b a h a n p o s i t i f melalui p r o g r a m s e k o l a h y a n g b e r p i h a k p a d a m u r i d d e n g a n m e n u m b u h k e m b a n g k a n k e p e m i m p i n a n m u r i d y a n g m e m p e r h a t i k a n a s p e k suara, pilhan, d a n k e p e m i m p i n a n murid. D a l a m p e r e n c a n a a n , p e l a k s a n a a n , d a n e v a l u a s i n y a d i l a k u k a n d e n g a n b e r k o l a b o r a s i s e r t a m e m a n f a a t k a n s u m b e r d a y a / a s e t / k e k u a t a n y a n g dimiliki s e k o l a h s e h i n g g a m e n g o p t i m a l k a n p o t e n s i m u r i d d a n b e r d a m p a k p o s i t i f d a l a m k e h i d u p a n m u r i d s e b a g a i p e m b e l a j a r s e p a n j a n g h a y a t b a i k s e b a g a i individu m a u p u n a n g g o t a m a s y a r a k a t .
  • 39.
    Dalam praktiknya, guruseharusnya melibatkan murid dalam penyusunan program melalui tahapn BAGJA. Pelaksanaannya melibatkan murid dan dievaluasi melalui 9 langkah pengujian dalam pengambilan keputusan. Guru, komunitas dan murid juga membangun lingkungan yang dapat mewujudkan student agency di sekolah. Dalam aksi nyata saya nanti, maka ke depan saya akan membuat program kokurikuler "LIDIRISA" (LITERASI DI HARI SELASA) di SMP Satu Atap Negeri 4 Pangururan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis bagi siswa serta meningkatkan pemahaman isi bacaan terhadap siswa dan meningkatkan wargan sekolah agar menjadi literat. Bagaimana seharusnya program-program atau kegiatan sekolah harus direncanakan, dilaksanakan, dan dievaluasi agar program- program tersebut dapat berdampak positif pada murid?
  • 40.