Jenis Kurikulum Konteks Historis Struktur dan Isi Model Pembelajaran Peran Guru
1947 (Rencana Pelajaran)
sifat-sifat kemanusiaan dan
kewarganegaraan sebagai dasar
pengajaran dan pendidikan di negara
Indonesia, penanganan buta huruf
melalui pendidikan, dan partispiasi
masyarakat terhadap pendidikan
pada saat Rentjana Pembelajaran
1947 ini berlaku.
muatan pelajaran selalu
berhubungan dengan peristiwa
keseharian, pengetahuan tentang
kesenian, dan pendidikan
jasmani
Contextual Teaching Learning
(CTL)
fasilitator, motivator, dan guider
1964 (Rencana Pendidikan
Sekolah Dasar)
Perubahan kurikulum ini
memberikan doktrin-doktrin kepada
siswa tentang pentingnya sejarah
perjuangan bangsa yang semua
kemasanya tidak terbuka untuk
dikritisi namun lebih pada
mengedepankan tujuan tertentu agar
siswa mendukung hegemoni
kekuasaan
pemerintah.
Rentjana Pembelajaran 1964
melahirkan Kurikulum 1964
yang
menitik beratkan pada
pengembangan daya cipta, rasa,
karsa, karya, dan moral,
yang kemudian dikenal dengan
istilah Pancawardhana.
• separated curriculume atau
rencana pembeajaran terpisah
• Model Fragmented
Melaksanakan dua kegiatan
pokok yaitu kegiatan mengajar
dan kegiatan mengelola kelas
Peran guru dalam kurikulum
dilihat dari segi pengelolaannya,
pengembangan kurikulum dapat
di bedakan yang bersifat
sentralisasi, desentralisasi dan
sentral desentral.
1968 (Kurikulum Sekolah
Dasar)
Penataan kembali sistem pendidikan
di Indonesia bersifat makro dan
mengarah pada sistem pendidikan
secara nasional dan lebih
fundamental
Isi pendidikan diarahkan pada
kegiatan mempertinggi
kecerdasan dan keterampilan,
serta mengembangkan fisik yang
sehat dan kuat.
pendekatan ekspositori dan
pendekatan inquiri.
• Mampu merancang,
melaksanakan dan
mengevaluasi hasil usahanya
sendiri dengan sebaik-baiknya
• ikut andil dalam merumuskan
setiap komponen dan unsur
dari kurikulum
1975 (Kurikulum Sekolah
Dasar)
Semua kebijakan pendidikan
dilaksanakan dan dikontrol dari
pusat Pendidikan yang diterapkan
oleh pemerintah Orde Baru tidak
lebih hanya menjadi alat politik saja.
Fokus pembangunan pemerintah
Orde Baru pun lebih menitik-
beratkan dalam bidang ekonomi.
pendidikan pada masa Orde Baru
diarahkan pada penyeragaman di
dalam berfikir dan bertindak.
Penerapan pendidikan tidak
diarahkan pada peningkatan kualitas
melainkan target kuantitas
Dibangun oleh beberapa prinsip
seperti; prinsip fleksibilitas
program, prinsip efesiensi dan
efektifitas, prinsip berorientasi
pada tujuan, prinsip kontinuitas,
dan prisip pendidikan seumur
hidup.Kurikulum 1975 mengenal
berbagai tingkat tujuan
pendidikan. Yang pertama adalah
ujuan Isntitutional, yaitu tujuan
yang secara umum harus dicapai
oleh keseluruhan program
sekolah. Kedua, tujuan Kurikuler
yaitu tujuan yang capaiannya
dibebankan kepada satuan bidang
pelajaran. Dan tujuan
Instruksionil, yaitu tujuan yang
pencapaiannya dibebankan
kepada setiap program
Prosedur Pengembangan Sistem
Instruksional (PPSI)
Berdasarkan pepatah guru
semboyan dari Ki Hajar
Dewantara, “ Ing Ngarso Sung
Tulodho, Ing Madyo Mangun
Karso, Tut Wuri Handayani “
maksudnya bahwa guru itu
menjadi teladan dan pembimbing
juga pemberi motivasi kepada
anak didiknya
pengajaran suatu bidang
pelajaran.
Kurikulum 1984
Politik
adanya penembakan misterius atau
sering disingkat Petrus (Operasi
Clurit)
Ekonomi
Terjadi krisi minyak yang
menganggu kestabilan ekonomi
Isi mengarah pada orientasi
pelajaran yang menekankan pada
keseimbangan antara
kognitif,keterampilan sikap,
antara teori dan praktik serta
menunjang akan tercapainya
tujuan pendidikan dan
pengajaran.
• Struktur Kurikulum SD 1984 .
Materi pelajaran dikemas
dengan menggunakan
pendekatan spiral
• terdapat program inti dan
program pilihan
Cara belajar siswa aktif (CBSA) Pembahasan masalah-masalah
yang dihadapi; pengembangan
dan penyebaran gagasan-gagasan
baru serta pengembangan bahan-
bahan pengajaran dan alat bantu
belajar mengajar serta
pemanfaatan sumber-sumber
yang berlangsung di tingkat
sekolah, KKG (Kelompok Kerja
Guru), PKG (Pusat Kegiatan
Guru), dan wadah-wadah
pembinaan lainnya
Kurikulum 1994
Ekonomi
inflasi juga mengalami peningkatan,
pada tahun 1983 sebesar 13,52% dan
pada 1984 menjadi 15,53% padahal
pada tahun 1982 hanya 9,06%.
Menggunakan sistem caturwulan
(bukan semester) dalam satu
tahun yang dibagi tiga tahap
tujuan pengajaran keterampilan
menyelesaikan soal, pemahaman
konsep dan pemecahan masalah.
Terdapat ada dominasi dua
mapel yaitu matematika dan
bahasa Indonesia serta Inggris
(untuk SMA) untuk
mempersiapkan ke perguruan
tinggi dan untuk SMK adanya
tambahan jam belajar untuk
praktik dan magang sehubungan
adanya PSG (pendidikan sistem
ganda) terpusat pada pendidikan
keahlian
• Cara Belajar Siswa Aktif
(CBSA)
• Pendekatan pembelajaran
(keterampilan proses)
• Metode pembelajaran yang
digunakan dalam kurikulum
1994 meliputi metode
ceramah, tanya-jawab,
diskusi, dan pemberian tugas.
untuk SD 12 Mapel, SLTP
16 Mapel, dan SMA 20
Mapel, dimana SD (30, 38,
40, 42 jam belajar tiap kelas
dan semerternya) SMP (40
jam belajar) SMA (42 jam
belajar)lalu ada
EBTANAS/UN yang sesuai
mapel dan perlu dilakukan
oleh siswa.
• Sebagai fasilitator yang
mampu mewujudkan kondisi
belajar yang kondusif
• Pengembang kurikulum
• Sebagai sumber informasi
utama/ sumber belajar dan
pentransfer ilmu
pengetahuan/ pengajar
2004 (Rintisan Kurikulum
Berbasis Kompetensi
(KBK))
Politik
• Penerapan Desentralisasi melaui
“Otonomi Daerah”
• Kurikulum Berbasis Kompetensi
• Adanya pemilihan umum secara
langsung yang pertama
Ekonomi
• Meningkatnya pengangguran
• Pada level TK/RA,
kompetensi dan hasil belajar
dari setiap rumpun pelajaran
dan mata pelajaran
diintegrasikan ke dalam
bidang pengembangan TK &
RA.
• Pada level SD / MI,
penekanan hasil belajar
terletak pada kemampuan
• Strategi pembelajaran
Contextual Teaching and
Learning (CTL).
• Pendekatan Inkuiri
• Membimbing agar belajar
siswa dapat dikaitkan dengan
kegiatan aktif
• Mengembangkan
keterampilan dasar mata
pelajaran bagi siswa
• Memperhatikan pelayanan
terhadap perbedaan
individual
• Perekonomian masing-masing
daerah diatur dan dikelola oleh
daerahnya masing-masing
literasi,lebih menguasai
konsep-konsep yang lebih
abstrak secara bertahap.
• Pada level SMP/MTs,
kompetensi mata pejaran yang
diberikan lebih diarahkan
2006 (Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP))
Ekonomi
adanya desentralisasi pendidikan
dalam kurikulum
• Mata Pelajaran Agama dan
Akhlak Mulia
• Kewarganegaraan dan
Kepribadian
• Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi
• Estetika
• Jasmani, Olahraga dan
Kesehatan
CTL (Contextual Teaching and
Learning)
Sebagai Pelaksana teknis
Kurikulum 2013
Politik
pembangunan manusia yang sesuai
dengan karakteristik Indonesia dan
kebutuhan Indonesia
Sosial
tidak membebani peserta didik
dengan konten namun pada aspek
kemampuan esensial
Struktur kurikulum pendidikan
menengah terdiri atas sejumlah
mata pelajaran, beban belajar,
dan kalender pendidikan. Mata
pelajaran terdiri atas: 1) Mata
pelajaran wajib diikuti oleh
seluruh peserta didik di satu
satuan pendidikan pada setiap
satuan atau jenjang pendidikan.
2) Mata pelajaran pilihan yang
diikuti oleh peserta didik sesuai
dengan pilihan mereka
Inquiry Based Learning,
Discovery Learning, Project
Based Learning dan Problem
Based Learning
mengarahkan lalu pembelajaran
berpusat pada siswa dengan
memberdayakan sifat ingin tahu
yang dimiliki siswa
Kurikulum Merdeka
Skor PISA ini tidak mengalami
peningkatan yang signifikan dalam
sepuluh hingga lima belas tahun
terakhir. Studi tersebut
memperlihatkan adanya
kesenjangan besar antarwilayah
dan antarkelompok sosial-ekonomi
dalam hal kualitas belajar. Sebagai
bagian dari upaya pemulihan
pembelajaran, Kurikulum Merdeka
dikembangkan sebagai kerangka
kurikulum yang lebih fleksibel,
sekaligus berfokus pada materi
esensial dan pengembangan
karakter dan kompetensi peserta
didik
Struktur kurikulum di
Kurikulum Merdeka didasari
tiga hal, yaitu: berbasis
kompetensi, pembelajaran yang
fleksibel, dan karakter
Pancasila.Beberapa prinsip
pengembangan struktur
Kurikulum Merdeka yaitu
struktur minimum, otonomi,
sederhana dan struktur per-
jenjang.
• Model pembelajaran
integratif
• contextual teaching and
learning (CTL)
Melaksanakan inovasi
pembelajaran untuk menjawab
kebutuhan peserta didik dan
menciptakan iklim pembelajaran
yang memerdekakan
DAFTAR PUSTAKA
Hidayat, R; Achmad, S & Baihaqqi, N B. 2017. Dinamika Perkembangan Kurikulum Di Indonesia. Jakarta. Labsos
Winarto, B. 2023. Pemanfaatan Model Pembelajaran Integratif Untuk Pengembangan Kurikulum Merdeka.
http://beritamagelang.id/kolom/pemanfaatan-model-pembelajaran-integratif-untuk-pengembangan-kurikulum-
merdeka#:~:text=Salah%20satu%20metode%20pembelajaran%20yang,aliran%20konstruktivis%20dalam%20hal%20belajar. (Di askses pada 4 Maret 2023)
Yandri,A. 2022. Peran Guru Dalam Mengahadapi Inovasi Merdeka Belajar.
https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/peran-guru-dalam-menghadapi-inovasi-merdeka-belajar (Di akses pada 4 Maret 2023)
KELOMPOK 6 :
Indah (210105501021)
Herawati (210105501007)
Nahda (210105502013)
Serli (210105501029)
Mervi Erpiyanti (210105502001)
Muh. Fauzan Arya Putra (210105502015)

KELOMPOK 6.Kurikulum.pdf

  • 1.
    Jenis Kurikulum KonteksHistoris Struktur dan Isi Model Pembelajaran Peran Guru 1947 (Rencana Pelajaran) sifat-sifat kemanusiaan dan kewarganegaraan sebagai dasar pengajaran dan pendidikan di negara Indonesia, penanganan buta huruf melalui pendidikan, dan partispiasi masyarakat terhadap pendidikan pada saat Rentjana Pembelajaran 1947 ini berlaku. muatan pelajaran selalu berhubungan dengan peristiwa keseharian, pengetahuan tentang kesenian, dan pendidikan jasmani Contextual Teaching Learning (CTL) fasilitator, motivator, dan guider 1964 (Rencana Pendidikan Sekolah Dasar) Perubahan kurikulum ini memberikan doktrin-doktrin kepada siswa tentang pentingnya sejarah perjuangan bangsa yang semua kemasanya tidak terbuka untuk dikritisi namun lebih pada mengedepankan tujuan tertentu agar siswa mendukung hegemoni kekuasaan pemerintah. Rentjana Pembelajaran 1964 melahirkan Kurikulum 1964 yang menitik beratkan pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral, yang kemudian dikenal dengan istilah Pancawardhana. • separated curriculume atau rencana pembeajaran terpisah • Model Fragmented Melaksanakan dua kegiatan pokok yaitu kegiatan mengajar dan kegiatan mengelola kelas Peran guru dalam kurikulum dilihat dari segi pengelolaannya, pengembangan kurikulum dapat di bedakan yang bersifat sentralisasi, desentralisasi dan sentral desentral. 1968 (Kurikulum Sekolah Dasar) Penataan kembali sistem pendidikan di Indonesia bersifat makro dan mengarah pada sistem pendidikan secara nasional dan lebih fundamental Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. pendekatan ekspositori dan pendekatan inquiri. • Mampu merancang, melaksanakan dan mengevaluasi hasil usahanya sendiri dengan sebaik-baiknya • ikut andil dalam merumuskan setiap komponen dan unsur dari kurikulum 1975 (Kurikulum Sekolah Dasar) Semua kebijakan pendidikan dilaksanakan dan dikontrol dari pusat Pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah Orde Baru tidak lebih hanya menjadi alat politik saja. Fokus pembangunan pemerintah Orde Baru pun lebih menitik- beratkan dalam bidang ekonomi. pendidikan pada masa Orde Baru diarahkan pada penyeragaman di dalam berfikir dan bertindak. Penerapan pendidikan tidak diarahkan pada peningkatan kualitas melainkan target kuantitas Dibangun oleh beberapa prinsip seperti; prinsip fleksibilitas program, prinsip efesiensi dan efektifitas, prinsip berorientasi pada tujuan, prinsip kontinuitas, dan prisip pendidikan seumur hidup.Kurikulum 1975 mengenal berbagai tingkat tujuan pendidikan. Yang pertama adalah ujuan Isntitutional, yaitu tujuan yang secara umum harus dicapai oleh keseluruhan program sekolah. Kedua, tujuan Kurikuler yaitu tujuan yang capaiannya dibebankan kepada satuan bidang pelajaran. Dan tujuan Instruksionil, yaitu tujuan yang pencapaiannya dibebankan kepada setiap program Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI) Berdasarkan pepatah guru semboyan dari Ki Hajar Dewantara, “ Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani “ maksudnya bahwa guru itu menjadi teladan dan pembimbing juga pemberi motivasi kepada anak didiknya
  • 2.
    pengajaran suatu bidang pelajaran. Kurikulum1984 Politik adanya penembakan misterius atau sering disingkat Petrus (Operasi Clurit) Ekonomi Terjadi krisi minyak yang menganggu kestabilan ekonomi Isi mengarah pada orientasi pelajaran yang menekankan pada keseimbangan antara kognitif,keterampilan sikap, antara teori dan praktik serta menunjang akan tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran. • Struktur Kurikulum SD 1984 . Materi pelajaran dikemas dengan menggunakan pendekatan spiral • terdapat program inti dan program pilihan Cara belajar siswa aktif (CBSA) Pembahasan masalah-masalah yang dihadapi; pengembangan dan penyebaran gagasan-gagasan baru serta pengembangan bahan- bahan pengajaran dan alat bantu belajar mengajar serta pemanfaatan sumber-sumber yang berlangsung di tingkat sekolah, KKG (Kelompok Kerja Guru), PKG (Pusat Kegiatan Guru), dan wadah-wadah pembinaan lainnya Kurikulum 1994 Ekonomi inflasi juga mengalami peningkatan, pada tahun 1983 sebesar 13,52% dan pada 1984 menjadi 15,53% padahal pada tahun 1982 hanya 9,06%. Menggunakan sistem caturwulan (bukan semester) dalam satu tahun yang dibagi tiga tahap tujuan pengajaran keterampilan menyelesaikan soal, pemahaman konsep dan pemecahan masalah. Terdapat ada dominasi dua mapel yaitu matematika dan bahasa Indonesia serta Inggris (untuk SMA) untuk mempersiapkan ke perguruan tinggi dan untuk SMK adanya tambahan jam belajar untuk praktik dan magang sehubungan adanya PSG (pendidikan sistem ganda) terpusat pada pendidikan keahlian • Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) • Pendekatan pembelajaran (keterampilan proses) • Metode pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum 1994 meliputi metode ceramah, tanya-jawab, diskusi, dan pemberian tugas. untuk SD 12 Mapel, SLTP 16 Mapel, dan SMA 20 Mapel, dimana SD (30, 38, 40, 42 jam belajar tiap kelas dan semerternya) SMP (40 jam belajar) SMA (42 jam belajar)lalu ada EBTANAS/UN yang sesuai mapel dan perlu dilakukan oleh siswa. • Sebagai fasilitator yang mampu mewujudkan kondisi belajar yang kondusif • Pengembang kurikulum • Sebagai sumber informasi utama/ sumber belajar dan pentransfer ilmu pengetahuan/ pengajar 2004 (Rintisan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)) Politik • Penerapan Desentralisasi melaui “Otonomi Daerah” • Kurikulum Berbasis Kompetensi • Adanya pemilihan umum secara langsung yang pertama Ekonomi • Meningkatnya pengangguran • Pada level TK/RA, kompetensi dan hasil belajar dari setiap rumpun pelajaran dan mata pelajaran diintegrasikan ke dalam bidang pengembangan TK & RA. • Pada level SD / MI, penekanan hasil belajar terletak pada kemampuan • Strategi pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). • Pendekatan Inkuiri • Membimbing agar belajar siswa dapat dikaitkan dengan kegiatan aktif • Mengembangkan keterampilan dasar mata pelajaran bagi siswa • Memperhatikan pelayanan terhadap perbedaan individual
  • 3.
    • Perekonomian masing-masing daerahdiatur dan dikelola oleh daerahnya masing-masing literasi,lebih menguasai konsep-konsep yang lebih abstrak secara bertahap. • Pada level SMP/MTs, kompetensi mata pejaran yang diberikan lebih diarahkan 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)) Ekonomi adanya desentralisasi pendidikan dalam kurikulum • Mata Pelajaran Agama dan Akhlak Mulia • Kewarganegaraan dan Kepribadian • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi • Estetika • Jasmani, Olahraga dan Kesehatan CTL (Contextual Teaching and Learning) Sebagai Pelaksana teknis Kurikulum 2013 Politik pembangunan manusia yang sesuai dengan karakteristik Indonesia dan kebutuhan Indonesia Sosial tidak membebani peserta didik dengan konten namun pada aspek kemampuan esensial Struktur kurikulum pendidikan menengah terdiri atas sejumlah mata pelajaran, beban belajar, dan kalender pendidikan. Mata pelajaran terdiri atas: 1) Mata pelajaran wajib diikuti oleh seluruh peserta didik di satu satuan pendidikan pada setiap satuan atau jenjang pendidikan. 2) Mata pelajaran pilihan yang diikuti oleh peserta didik sesuai dengan pilihan mereka Inquiry Based Learning, Discovery Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learning mengarahkan lalu pembelajaran berpusat pada siswa dengan memberdayakan sifat ingin tahu yang dimiliki siswa Kurikulum Merdeka Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir. Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Sebagai bagian dari upaya pemulihan pembelajaran, Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai kerangka kurikulum yang lebih fleksibel, sekaligus berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik Struktur kurikulum di Kurikulum Merdeka didasari tiga hal, yaitu: berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, dan karakter Pancasila.Beberapa prinsip pengembangan struktur Kurikulum Merdeka yaitu struktur minimum, otonomi, sederhana dan struktur per- jenjang. • Model pembelajaran integratif • contextual teaching and learning (CTL) Melaksanakan inovasi pembelajaran untuk menjawab kebutuhan peserta didik dan menciptakan iklim pembelajaran yang memerdekakan
  • 4.
    DAFTAR PUSTAKA Hidayat, R;Achmad, S & Baihaqqi, N B. 2017. Dinamika Perkembangan Kurikulum Di Indonesia. Jakarta. Labsos Winarto, B. 2023. Pemanfaatan Model Pembelajaran Integratif Untuk Pengembangan Kurikulum Merdeka. http://beritamagelang.id/kolom/pemanfaatan-model-pembelajaran-integratif-untuk-pengembangan-kurikulum- merdeka#:~:text=Salah%20satu%20metode%20pembelajaran%20yang,aliran%20konstruktivis%20dalam%20hal%20belajar. (Di askses pada 4 Maret 2023) Yandri,A. 2022. Peran Guru Dalam Mengahadapi Inovasi Merdeka Belajar. https://gurudikdas.kemdikbud.go.id/news/peran-guru-dalam-menghadapi-inovasi-merdeka-belajar (Di akses pada 4 Maret 2023) KELOMPOK 6 : Indah (210105501021) Herawati (210105501007) Nahda (210105502013) Serli (210105501029) Mervi Erpiyanti (210105502001) Muh. Fauzan Arya Putra (210105502015)