KARANGAN ILMIAH
DAN
KARANGAN NON ILMIAH
Disusun Oleh:
Agnes Retno Maharani / 20215265
Farid Dwi Marianto / 22215518
Rayessa Ghaly Ragana / 25215704
Yova Krisma Hara / 27215298
DEFINISI KARANGAN
 Karangan merupakan hasil tulisan yang mengungkapkan ide, perasaan, atau
pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh.
Jenis-jenis Karangan
 karangan sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, dan setiap jenis karangan
perbedaan satu sama lain. Entah dari fungsi karangan, susunan penulisan atau
tujuan dituliskannya karangan tersebut. Langsung saja jenis-jenis karangan dan
penjelasan singkatnya sebagai berikut.
Karangan Narasi
 Karangan narasi yaitu sebuah karangan yang berisikan tentang rangkaian
kejadian yang terjadi dalam satu waktu. Karangan narasi pada umumnya
membahas tentang suatu peristiwa tertentu.
 Narasi hanyalah jenis karangan yang bersifat fiktif atau non ilmiah. Cerita yang
diambil oleh pengarang dapat berupa sebuah fakta atau sebuah pemikiran dari
pengarang itu sendiri. Jenis karangan ini juga memiliki beberapa cabang seperti,
novel, cerpen, dongeng dan sebagainya.
Ciri-ciri Narasi
1. Menyampaikan sebuah cerita yang berbentuk cerita, kejadian, pengalaman yang
menarik untuk dibaca.
2. cerita yang disampaikan harus disajikan dengan urutan dan kronologis yang jelas.
3. Pengarang harus memunculkan masalah dan tokoh dalam narasi yang dibuatnya.
4. Mempunyai latar peristiwa yang jelas, bisa menggunakan latar tempat, waktu
atau suasana.
5. Isi narasi lebih banyak bercerita tentang pengalaman penulisnya.
Karangan Deskripsi
 Karangan deskripsi merupakan sebuah karangan yang bertujuan untuk
menggambarkan suatu objek. Atau sebuah karangan yang menggambarkan suatu
keadaan, sehingga pembaca seolah-olah merasakan hal tersebut. Dalam menulis
deskripsi pengarang menghadirkan fakta tentang objek yang dibahasnya.
Ciri-ciri Deskripsi
1. Deskripsi adalah karangan yang menggambarkan suatu objek.
2. Dalam sebuah deskripsi penulis harus menggambarkan objek yang diambil
secara jelas. Serta harus melibatkan fakta dan kesan indera manusia.
3. Saat pembaca membaca deskripsi, seolah-olah pembaca merasakan langsung
tentang apa yang penulis bahas.
4. Dalam teks deskripsi penulis menggambarkan tentang fisik objek, seperti bentuk
objek, ukuran, berat. Bisa juga berbentuk ciri-cri objek dan keadaan objek.
5. Menganduk kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan tentang
objek yang dibahas.
Karangan Eksposisi
 Karangan eksposisi merupakan sebuah pengembangan paragraph yang berisi
tentang informasi dari suatu hal. Yang dituliskan dengan tujuan untuk
memberikan pengertian suatu hal. Dengan menggunakan gaya penulisan yang
singkat padat dan akurat, salah satu contoh karangan eksposisi adalah Koran.
Ciri-ciri Eksposisi
1. Eksposisi dituliskan berdasarkan sebuah fakta atau sebuah fenomena yang terjadi
dan dapat dijelaskan dengan akal manusia.
2. Bahasa untuk menyampaikan eksposisi adalah bahasa yang informatif.
3. Dalam penyampaian materi, penulis harus menyampaikan dengan gamblang,
lugas dan menggunakan kalimat baku yang mudah difahami.
4. Eksposisi memiliki sifat objektif atau netral, yang tidak memihak salah satu pihak.
Selain itu karangan ini juga tidak dapat memaksakan kehendak penulisnya.
5. Dalam penjelasan eksposisi harus disertai dengan data-data yang telah terbukti
kebenarannya.
Karangan Argumentasi
 Argumentasi adalah sebuah paragrap yang ide utamanya dikembangkan dengan
cara memaparkan sebuah pendapat. Tujuan pembuatan paragrap ini adalah
untuk meyakinkan dan mempengaruhi pembacanya terhadap suatu hal. Agar
para pembaca memiliki pendapat yang sama dengan penulis.
Ciri-ciri Argumentasi
1. Argumentasi berisi tentang pandangan, pendapat dan keyakinan penulis
terhadap suatu masalah.
2. Mempunyai data yang faktual untuk meyakinkan pembaca dengan pendapat
yang disampaikan oleh penulis.
3. Menjelaskan suatu masalah dengan menganalisa permasalah dan memberikan
sebuah analogi.
4. Karangan argumentasi biasanya diakhiri oleh kesimpulan yang berupa sebuah
pendapat yang lebih luas. Kesimpulan ini tidak untuk mempertegas ulang topik
pembahasan.
5. Tujuan pembuatan karangan ini, untuk meyakinkan pembaca tentang sebuah
masalah. Atau untuk menolak pendapat yang berbeda dari pendapat kita.
Karangan Persuasi
 Karangan persuasi adalah salah satu bentuk karya tulis yang berisi ajakan-ajakan
kepada para pembacanya untuk melakukan atau mempercayai suatu hal. Sama
halnya dengan karangan argumentasi, karangan persuasi juga dilengkapi dengan
pendapat-pendapat penulis yang disertai dengan pembuktian agar pembaca
yakin dan mau mengikuti apa yang disampaikan oleh penulis. Karena sifatnya
yang berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca yang
disampaikan oleh penulis untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.
Ciri-ciri karangan persuasi
1. Karangan ini bersifat mengajak para pembacanya
2. Memiliki alasan-alasan yang kuat berupa data, fakta, dan lain-lain untuk
meyakinkan pembaca.
3. Karangan ini berusaha menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan
kepercayaan.
4. Karangan ini berusaha mendapatkan kesepakatan atau kepercayaaan antara
penulis dan pembaca.
KARANGAN ILMIAH
 Karangan ilmiah adalah karangan yang berbasis ilmu pengetahuan yang dibuat oleh penulis dengan
tujuan untuk menyajikan fakta agar diketahui pembaca dan disusun dengan metodologi penulisan yang
benar dan tepat. Dalam ilmu penulisan terdapat beberapa macam karya ilmiah seperti laporan
penelitian, makalah, simposium, atau artikel jurnal. Semua karya ilmiah bersifat resmi memaparkan
pengetahuan dengan fungsi edukasi bagi pembacanya.
Bentuk – bentuk dari karangan ilmiah dalam pendidikan, yaitu:
 Paper (Karya Tulis)
 Pra Skripsi
 Skripsi
 Makalah
 Tesis
 Disertasi
Ciri Ciri Karangan Ilmiah
1. Bersifat Objektif, tidak ada data yang dimanipulasi atau diubah (fakta).
2. Non Persuasif, karangan tidak dimaksudkan untuk memberi pengaruh
3. Non argumentatif, karangan bukan merupakan opini pribadi penulisnya
4. Logis dan Sistematis
5. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal
Bentuk – bentuk dari karangan ilmiah
dalam penelitian
Makalah Seminar
1. Naskah Seminar
Naskah Seminar adalah karya ilmiah tang barisi uraian dari topik yang membahas
suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa
berdasarkan hasil penelitian pemikiran murni dari penulisan dalam membahas atau
memecahkan permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar.
2. Naskah Bersambung
Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut
karya tulis ilmiah. Bentuk tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title
dengan pokok bahasan (topik) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan
secara bersambung, atau bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam
waktu yang berbeda.
 Laporan Hasil Penelitian
Laporan adalah bagian dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulisannya
dilakukan secara relatif singkat. Laporan ini bisa dikelompokkan sebagai karya tulis
ilmiah karena berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam
tahap awal.
 Jurnal Penelitian
Jurnal penelitian adalah buku yang terdiri karya ilmiah terdiri dari asal penilitian
dan resensi buku. Penelitian jurnal ini harus teratur continue dan mendapatkan
nomor dari perpustakaan nasional berupa ISSN (international standard serial
number).
Tujuan karya ilmiah
1. Memberi penjelasan
2. Memberi komentar atau penilaian
3. Memberi saran
4. Menyampaikan sanggahan
5. Membuktikan hipotesa
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi
penulis
1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
2. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis;
3. Memperoleh kepuasan intelektual;
4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan;
5. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
KARANGAN NON ILMIAH
Karya non-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan
dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta
umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan
(tidak terlalu formal).
Bentuk – bentuk dari karangan non-ilmiah, yaitu:
 Dongeng
 Cerpen
 Novel
 Drama
 Roman
Ciri – Ciri Karangan Non Ilmiah
1. Fakta yang disimpulkan subyektif,
2. Tidak memuat hipotesis,
3. Bersifat imajinatif,
4. Situasi didramatisir,
5. Bersifat persuasif.
6. Tanpa dukungan bukti
KARANGAN SEMI ILMIAH (POPULER)
Karangan semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum
dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret,
gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang
dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan
fiksi.
Bentuk – bentuk dari karangan semi ilmiah (populer)
 Artikel
 Editorial
 Opini
 Tips
 Reportase
 Resensi Buku
Ciri – Ciri Karangan Semi Ilmiah (Populer)
1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
2. Fakta disimpulkan subjektif
3. Mementingkan diri penulis
4. Melebih-lebihkan sesuatu
5. Bersifat persuasive
Karangan ilmiah dan non ilmiah

Karangan ilmiah dan non ilmiah

  • 1.
    KARANGAN ILMIAH DAN KARANGAN NONILMIAH Disusun Oleh: Agnes Retno Maharani / 20215265 Farid Dwi Marianto / 22215518 Rayessa Ghaly Ragana / 25215704 Yova Krisma Hara / 27215298
  • 2.
    DEFINISI KARANGAN  Karanganmerupakan hasil tulisan yang mengungkapkan ide, perasaan, atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Jenis-jenis Karangan  karangan sendiri dibagi menjadi beberapa jenis, dan setiap jenis karangan perbedaan satu sama lain. Entah dari fungsi karangan, susunan penulisan atau tujuan dituliskannya karangan tersebut. Langsung saja jenis-jenis karangan dan penjelasan singkatnya sebagai berikut.
  • 3.
    Karangan Narasi  Karangannarasi yaitu sebuah karangan yang berisikan tentang rangkaian kejadian yang terjadi dalam satu waktu. Karangan narasi pada umumnya membahas tentang suatu peristiwa tertentu.  Narasi hanyalah jenis karangan yang bersifat fiktif atau non ilmiah. Cerita yang diambil oleh pengarang dapat berupa sebuah fakta atau sebuah pemikiran dari pengarang itu sendiri. Jenis karangan ini juga memiliki beberapa cabang seperti, novel, cerpen, dongeng dan sebagainya.
  • 4.
    Ciri-ciri Narasi 1. Menyampaikansebuah cerita yang berbentuk cerita, kejadian, pengalaman yang menarik untuk dibaca. 2. cerita yang disampaikan harus disajikan dengan urutan dan kronologis yang jelas. 3. Pengarang harus memunculkan masalah dan tokoh dalam narasi yang dibuatnya. 4. Mempunyai latar peristiwa yang jelas, bisa menggunakan latar tempat, waktu atau suasana. 5. Isi narasi lebih banyak bercerita tentang pengalaman penulisnya.
  • 5.
    Karangan Deskripsi  Karangandeskripsi merupakan sebuah karangan yang bertujuan untuk menggambarkan suatu objek. Atau sebuah karangan yang menggambarkan suatu keadaan, sehingga pembaca seolah-olah merasakan hal tersebut. Dalam menulis deskripsi pengarang menghadirkan fakta tentang objek yang dibahasnya.
  • 6.
    Ciri-ciri Deskripsi 1. Deskripsiadalah karangan yang menggambarkan suatu objek. 2. Dalam sebuah deskripsi penulis harus menggambarkan objek yang diambil secara jelas. Serta harus melibatkan fakta dan kesan indera manusia. 3. Saat pembaca membaca deskripsi, seolah-olah pembaca merasakan langsung tentang apa yang penulis bahas. 4. Dalam teks deskripsi penulis menggambarkan tentang fisik objek, seperti bentuk objek, ukuran, berat. Bisa juga berbentuk ciri-cri objek dan keadaan objek. 5. Menganduk kata keterangan untuk memberikan informasi tambahan tentang objek yang dibahas.
  • 7.
    Karangan Eksposisi  Karanganeksposisi merupakan sebuah pengembangan paragraph yang berisi tentang informasi dari suatu hal. Yang dituliskan dengan tujuan untuk memberikan pengertian suatu hal. Dengan menggunakan gaya penulisan yang singkat padat dan akurat, salah satu contoh karangan eksposisi adalah Koran.
  • 8.
    Ciri-ciri Eksposisi 1. Eksposisidituliskan berdasarkan sebuah fakta atau sebuah fenomena yang terjadi dan dapat dijelaskan dengan akal manusia. 2. Bahasa untuk menyampaikan eksposisi adalah bahasa yang informatif. 3. Dalam penyampaian materi, penulis harus menyampaikan dengan gamblang, lugas dan menggunakan kalimat baku yang mudah difahami. 4. Eksposisi memiliki sifat objektif atau netral, yang tidak memihak salah satu pihak. Selain itu karangan ini juga tidak dapat memaksakan kehendak penulisnya. 5. Dalam penjelasan eksposisi harus disertai dengan data-data yang telah terbukti kebenarannya.
  • 9.
    Karangan Argumentasi  Argumentasiadalah sebuah paragrap yang ide utamanya dikembangkan dengan cara memaparkan sebuah pendapat. Tujuan pembuatan paragrap ini adalah untuk meyakinkan dan mempengaruhi pembacanya terhadap suatu hal. Agar para pembaca memiliki pendapat yang sama dengan penulis.
  • 10.
    Ciri-ciri Argumentasi 1. Argumentasiberisi tentang pandangan, pendapat dan keyakinan penulis terhadap suatu masalah. 2. Mempunyai data yang faktual untuk meyakinkan pembaca dengan pendapat yang disampaikan oleh penulis. 3. Menjelaskan suatu masalah dengan menganalisa permasalah dan memberikan sebuah analogi. 4. Karangan argumentasi biasanya diakhiri oleh kesimpulan yang berupa sebuah pendapat yang lebih luas. Kesimpulan ini tidak untuk mempertegas ulang topik pembahasan. 5. Tujuan pembuatan karangan ini, untuk meyakinkan pembaca tentang sebuah masalah. Atau untuk menolak pendapat yang berbeda dari pendapat kita.
  • 11.
    Karangan Persuasi  Karanganpersuasi adalah salah satu bentuk karya tulis yang berisi ajakan-ajakan kepada para pembacanya untuk melakukan atau mempercayai suatu hal. Sama halnya dengan karangan argumentasi, karangan persuasi juga dilengkapi dengan pendapat-pendapat penulis yang disertai dengan pembuktian agar pembaca yakin dan mau mengikuti apa yang disampaikan oleh penulis. Karena sifatnya yang berupa ajakan, karangan ini bertujuan untuk meyakini pembaca yang disampaikan oleh penulis untuk melakukan atau mempercayai sesuatu.
  • 12.
    Ciri-ciri karangan persuasi 1.Karangan ini bersifat mengajak para pembacanya 2. Memiliki alasan-alasan yang kuat berupa data, fakta, dan lain-lain untuk meyakinkan pembaca. 3. Karangan ini berusaha menghindari konflik agar pembaca tidak kehilangan kepercayaan. 4. Karangan ini berusaha mendapatkan kesepakatan atau kepercayaaan antara penulis dan pembaca.
  • 13.
    KARANGAN ILMIAH  Karanganilmiah adalah karangan yang berbasis ilmu pengetahuan yang dibuat oleh penulis dengan tujuan untuk menyajikan fakta agar diketahui pembaca dan disusun dengan metodologi penulisan yang benar dan tepat. Dalam ilmu penulisan terdapat beberapa macam karya ilmiah seperti laporan penelitian, makalah, simposium, atau artikel jurnal. Semua karya ilmiah bersifat resmi memaparkan pengetahuan dengan fungsi edukasi bagi pembacanya. Bentuk – bentuk dari karangan ilmiah dalam pendidikan, yaitu:  Paper (Karya Tulis)  Pra Skripsi  Skripsi  Makalah  Tesis  Disertasi
  • 14.
    Ciri Ciri KaranganIlmiah 1. Bersifat Objektif, tidak ada data yang dimanipulasi atau diubah (fakta). 2. Non Persuasif, karangan tidak dimaksudkan untuk memberi pengaruh 3. Non argumentatif, karangan bukan merupakan opini pribadi penulisnya 4. Logis dan Sistematis 5. Bahasa yang digunakan adalah ragam formal
  • 15.
    Bentuk – bentukdari karangan ilmiah dalam penelitian Makalah Seminar 1. Naskah Seminar Naskah Seminar adalah karya ilmiah tang barisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum seminar. Naskah ini bisa berdasarkan hasil penelitian pemikiran murni dari penulisan dalam membahas atau memecahkan permasalahan yang dijadikan topik atau dibicarakan dalam seminar. 2. Naskah Bersambung Naskah Bersambung sebatas masih berdasarkan ciri-ciri karya ilmiah, bisa disebut karya tulis ilmiah. Bentuk tulisan bersambung ini juga mempunyai judul atau title dengan pokok bahasan (topik) yang sama, hanya penyajiannya saja yang dilakukan secara bersambung, atau bisa juga pada saat pengumpulan data penelitian dalam waktu yang berbeda.
  • 16.
     Laporan HasilPenelitian Laporan adalah bagian dari bentuk karya tulis ilmiah yang cara penulisannya dilakukan secara relatif singkat. Laporan ini bisa dikelompokkan sebagai karya tulis ilmiah karena berisikan hasil dari suatu kegiatan penelitian meskipun masih dalam tahap awal.  Jurnal Penelitian Jurnal penelitian adalah buku yang terdiri karya ilmiah terdiri dari asal penilitian dan resensi buku. Penelitian jurnal ini harus teratur continue dan mendapatkan nomor dari perpustakaan nasional berupa ISSN (international standard serial number).
  • 17.
    Tujuan karya ilmiah 1.Memberi penjelasan 2. Memberi komentar atau penilaian 3. Memberi saran 4. Menyampaikan sanggahan 5. Membuktikan hipotesa
  • 18.
    Manfaat penyusunan karyailmiah bagi penulis 1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif; 2. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis; 3. Memperoleh kepuasan intelektual; 4. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan; 5. Sebagai bahan acuan/penelitian pendahuluan untuk penelitian selanjutnya
  • 19.
    KARANGAN NON ILMIAH Karyanon-ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari, bersifat subyektif, tidak didukung fakta umum, dan biasanya menggunakan gaya bahasa yang popular atau biasa digunakan (tidak terlalu formal). Bentuk – bentuk dari karangan non-ilmiah, yaitu:  Dongeng  Cerpen  Novel  Drama  Roman
  • 20.
    Ciri – CiriKarangan Non Ilmiah 1. Fakta yang disimpulkan subyektif, 2. Tidak memuat hipotesis, 3. Bersifat imajinatif, 4. Situasi didramatisir, 5. Bersifat persuasif. 6. Tanpa dukungan bukti
  • 21.
    KARANGAN SEMI ILMIAH(POPULER) Karangan semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi. Bentuk – bentuk dari karangan semi ilmiah (populer)  Artikel  Editorial  Opini  Tips  Reportase  Resensi Buku
  • 22.
    Ciri – CiriKarangan Semi Ilmiah (Populer) 1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi 2. Fakta disimpulkan subjektif 3. Mementingkan diri penulis 4. Melebih-lebihkan sesuatu 5. Bersifat persuasive