Perawatan Preventif
• Merupakankegiatan pemeliharaan yang sudah ditentukan sebelumnya (waktunya) dan
dimaksudkan untuk mencegah menurunnya fungsi komponen yang berakibat pada
penurunan kinerja mesin secara keseluruhan.
Langkah – langkah perawatan preventif terdiri atas :
• Kebersihan
• Pelumasan
• Pemeriksaan (checking & inspection)
• Penyetelan (Adjustment)
• Penggantian produk
4.
• Kebersihan
• Menyingkirkanbenda asing (debu, kotoran, benda yang tidak semestinya) dari
mesin/peralatan.
• Mencegah penurunan performa mesin/peralatan akibat keausan dari komponen
yang bersentuhan
• Mencegah penurunan performa mesin/peralatan akibat korosi
• Pelumasan
Untuk mendapatkan ketelitian dalam pelumasan, diperlukan checklist sebagai
berikut:
5.
• Pemeriksaan (checking& inspection)
• Pemeriksaan dimulai dari yang paling sederhana sampai yang paling komplek
• Pemeriksaan sederhana harus dapat dilakukan saat mesin bekerja dengan alat
bantu yang ringan atau tanpa alat bantu sekalipun.
• Pemeriksaan tanpa alat bantu meliputi lihat – raba – dengar
• Pemeriksaan dengan alat bantu meliputi pengunaan test pen, tang amapere,
multimeter, temperature scan, sound level meter.
Contoh pelaksanaan isnpeksi meliputi:
7.
• Penyetelan (Adjustment)
•Penyetelan dimulai dari yang sederhana hingga paling komplek
• Kegiatan paling dasar dari tahapan ini ialah penyetelan mur dan baut
• Kondisi mur dan baut yang tidak tepat menyebabkan beberapa masalah: poros motor
yang tidak segaris, kebocoran cairan, malfungsi komponen, dll
• Untuk mendukung tahapan perlu adanya checklist yang berisi:
8.
• Penyetelan (Adjustment)
•Adapun penyetelan komplek ialah penyetelan yang juga harus memperhatikan
hubungan fungsi kerja komponen tersebut dengan komponen lain.
• Contoh: pengencangan baut pada slide, penyetelan ketegangan belt, pengencangan
valve pada pompa, dll
9.
• Penggantian Periodik
Penggatianperiodik pada umumnya ditentukan oleh pembuat msein atau
berdasarkan pengalaman. Agar mencapai sasaran, penggantian berkala harus
memperhsatikan:
10.
Kelebihan dan keuranganPerawatan preventif
Kelebihan
1. Reduced breakdown and repair time.
2. Low maintenance cost.
3. Better production quality and lower unit cost of manufacture.
4. The chance of accidents reduced.
5. No delay in delivering the product to the customer
Kekurangan
1. Cost of the Preventive maintenance is high due to regular inspection of the
equipment.
2. Preventive maintenance required more workers compared to breakdown
maintenance.
3. Because there is a regular inspection, sometimes it leads to over maintenance
and money loss.
11.
Perawatan Prediktif
• Disebutjuga dengan perawatan ramalan.
• Melakukan perawatan dengan mengganti komponen, meskipun belum mengalami penurunan
performa/kerusakan
• Sistem ini sangat cocok untuk industry yang melakukan produksi secara kontinyu seperti industri
manufaktur, industry obat, dan industri makanan
• Perawatan dan inspeksi yang dibantu dengan alat – alat monitoring yang canggih (sensor) dan secara
real time
• Observasi kondisi mesin, pada umunya menggunakan sinyal getaran, perubahan suhu, dan tribologi
Kelebihan dan kekuranaganPerawatan Prediktif
Kelebihan
1. Minimises unplanned downtime of mission-critical assets.
2. Reduces time spent on maintenance.
3. Increase the life expectancy of machines and equipment, in some cases by 20-40
%.
4. Reduces machine breakdowns and unexpected failures.
5. Minimises costs spent on labour, spare parts, and equipment.
6. Reduces stock of spare parts due to increased service life of assets.
7. Improves safety throughout the workplace for technicians and operators.
Kekurangan
1. Detailed and time-consuming planning to ensure this maintenance
approach is deployed throughout each facility and details all assets.
2. Purchasing the right condition-monitoring equipment which can result
in high upfront costs.
3. Hiring skilled staff or training maintenance teams which can be
expensive.
14.
Perawatan Korektif
• Merupakanperawatan yang tidak terjadwal
• Melakukan perbaikan untuk meningkatkan performa
mesin, dengan cara memodifikasi dan mengganti
komponen yang ada
• Sistem ini sangat cocok untuk industry yang
melakukan produksi secara kontinyu seperti industri
manufaktur, industry obat, dan industri makanan
15.
Perawatan Breakdown
• Perawatanyang dilakukan ketika mesin sepenuhnya mati karena adanya kerusakan
• Breakdown pada umunya menyebabkan kerugian baik langsung maupun tak langsung