W H A T ? 
S E N I N , 1 3 A P R I L 2 0 0 9 
Struktur Jaringan Hewan 
Jaringan Pada Hewan 
Jaringan Epitel adalah jaringan yang melapisi bagian permukaan tubuh hewan 
multiseluler, baik permukaan luar maupun permukaan dalam. Fungsi umum epitel 
ialah sebagai pelindung (proteksi) dan menyeleksi apa saja yang masuk dan keluar 
tubuh. 
Macam Jaringan Epitel 
Epitelium pipih selapis 
Lokasi: Peritorium yang membatasi rongga tubuh, endotelium pada permukaan dalam 
pembuluh darah dan jantung, alveolus paru-paru, dinding luar kapsula. Bowman dalam 
ginjal, selaput gendang telinga, pleura, timica serosa dari perikardium. 
Fungsi: Difusi atau filtrasi 
Epitelium pipih berlapis banyak 
Lokasi: Epidermis kulit, rongga mulut, esofagus, lapisan dalam anus, uretra, vagina. 
Fungsi: Proteksi/perlindungan. 
Epitelium kubus selapis
Lokasi: Kelenjar dan salurannya, permukaan luar ovarium, permukaan dalam lensa 
mata, epitel berpigmen retina, tubulus reanalis. Fungsi: Sekresi dan absorpsi 
Epitelium kubus berlapis banyak 
Lokasi: Saluran kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar ludah, pengembangan 
epitel di ovarium dan testis . 
Fungsi:Sekresi. 
Epitelium silindris selapis 
Lokasi: 
Bermikrofili : usus (menyusun jonjot-jonjot usus). 
Bersilia : rongga hidung, bronkus, oviduk. 
Tak bersilia : lambung, kandung empedu, uterus dan salurannya . 
Fungsi: Proteksi, sekresi dan absorpsi 
Epitelium silindris berlapis banyak Lokasi: Laring (sel-selnya bersilia), faring, uretra, 
lapisan lendir (membran mukosa), anus. Fungsi: Proteksi, sekresi dan absorpsi . 
Epitelium silindris berlapis banyak semu 
Lokasi: Sel-sel bersilia : duktus epididymis vasedeferen, membran mukosa saluran 
pernafasan, tuba eustakhius. Sedangkan yang terdapat pada uretra laki-laki sel-selnya 
tidak bersilia .Fungsi: Proteksi, sekresi dan pergerakan zat 
Epitelium transisional 
Lokasi: Kandung kemih, ureter, uretra, dan ginjal. Fungsi: Proteksi terhadap perubahan 
volume organ.
Jaringan Ikat 
Macam Jaringan ikat: 
Jaringan ikat biasa 
Jaringan ikat longgar 
Jaringan ikat padat 
Jaringan ikat khusus 
Tulang rawan 
Tulang 
Darah dan limfe 
Jaringan lemak
Jaringan Otot 
Macam-macam Sel Otot 
Otot lurik: bekerja dibawah saraf sadar (volunter), cepat menanggapi rangsang, inti 
lebih dari satu dan terletak di tepi sel, mengandung serabut otot, memiliki myofibril 
yang memantulkan cahaya gelap terang berselang-seling, terdapat pada organ luar. 
Otot polos: bekerja dibawah saraf tidak sadar (involunter), lambat menanggapi 
rangsang, inti satu dan terletak di tengah sitoplasma, tidak mengandung serabut otot, 
terdapat pada organ visceral 
Otot jantung: bekerja dibawah saraf tidak sadar (involunter), lambat menanggapi 
rangsang, inti satu atau lebih dari satu dan terletak di tepi sitoplasma, memiliki 
Jaringan Saraf 
Sel saraf terdiri atas: dendrit, badan sel saraf yang mengandung inti, akson. 
Macam-macam sel saraf berdasarkan fungsinya: 
Saraf sensorik/afferent 
Saraf motorik/efferent 
Saraf intermediet
Tubuh hewan terdiri atas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan 
fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang 
spesifik. Sebagai contoh, otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel-jantung yang lainnya. 
Percabangan tersebut membantu kontraksi sel-sel dalam satu koordinasi (Campbell et al. 1999). 
Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang 
khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan 
otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair 
(darah) dan lainnya. Masing-masing jaringan dasar dibedakan lagi menjadi beberapa tipe khusus sesuai 
dengan fungsinya. Padasaat perkembangan embrio, lapisan kecambah (germ layers) berdiferensiasi 
(dengan proses yang disebut histogenesis) menjadi empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, 
jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. 
1. Jaringan Epithelium 
Jaringan epitel terdiri atas satu atau banyak lapis sel, yang menutupi permukaan dalam dan luar 
suatu organ. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm, mesoderm atau endoderm. 
Di bagian tubuh luar, epitel ini membentuk lapisan pelindung, sedangkan pada bagian dalam tubuh, 
jaringan epitel terdapat disepanjang sisi organ. Jaringan epitel dibedakan berdasarkan bentuk dan 
jumlah lapisan sel penyusunnya, yaitu (1) epithelium satu lapis (simple epithelium). Epithel ini terdiri atas 
sel-sel berbentuk pipih, kubus, dan silindris (batang). Epithelium pipih selapis ditemukan antara lain 
pada lapisan endotel pembuluh darah. Epithelium bentuk kubus ditemukan pada kelenjar tyroid dan 
pembuluh darah. Epithel berbentuk silindris (batang) ditemukan pada lambung dan usus. (2) Epithelium 
berlapis banyak (stratified epithelium) yang dibentuk oleh beberapa lapis sel yang berbentuk pipih, 
kuboid, atau silindris. Epithelium ini dapat ditemukan pada kulit, kelenjar keringat, dan uretra. Beberapa 
lapisan pada epitheliun ini dapat berubah menjadi sel -sel yang memanjang dan disebut epithelium 
transisional. Epitel transisional ditemukan pada kandung kemih (vesica urinaria). Disamping itu, terdapat 
epithelium berlapis banyak semu (pseudostratified epithelium) yang ditemukan pada trakea. 
Epitel pipih berlapis, seperti yang terdapat di pemukaan kulit kita, mampu melakukan mitosis 
dengan cepat. Sel-sel baru hasil mitosis menggantikan sel -sel permukaan yang mati. Epitel ini juga 
sebagai pelindung oragan terhadap abrasi oleh makanan yang kasar, seperti yang ditemukan pada 
esofagus. Sebaliknya, epitelium pipih selapis berukuran tipis dan lemah, yang cocok untuk pertukaran 
material dengan cara difusi. Epitel ini ditemukan pada dinding kapiler darah dan alveoli paru-paru 
(Campbell et al. 1999). 
2. Jaringan Ikat
Jaringan ikat berfungsi untuk menunjang tubuh, dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. 
Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matrik ekstraseluler. 
Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Se-sel tersebut mensistesis matriks, 
dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya (Campbell et al. 1999). 
Jaringan ikat ini dapat dibedakan menjadi 
(1) jaringan ikat longgar dan 
(2) jaringan ikat padat, 
(3) jaringan lemak, 
(4) jaringan darah, 
(5) kartilago, dan 
(6) tulang. 
Diantara enam tipe jaringan ikat, jaringan ikat longgar paling banyak ditemukan di dalam tubuh 
kita. Di dalam matriks jaringan ikat longgar ini hanya sedikit ditemukan serabut. Serabut penyusun 
jaringan ikat ini berupa kolagen. 
Fungsi utama jaringan ikat longgar adalah pengikat dan pengepak material, dan sebagai tumbuhan 
bagi jaringan dan organ lainnya. Jaringan ikat longgar di kulit membatasi dengan otot (Campbell et 
al. 1999). 
Jaringan ikat padat/fibrous mempunyai matriks yang banyak mengandung serabut kolagen. 
Jaringan ini membentuk tendon sebagai tempat perlekatan otot dengan tulang, dan ligamen sebagai 
tempat persendian tulang dengan tulang (Campbell et al. 1999). 
Jaringan lemak mengandung sel-sel lemak. Jaringan ini digunakan sebagai bantalan, dan melindungi 
tubuh, serta sebagai penyimpan energi. Setiap sel lemak, mengandung tetes lemak yang besar. Didalam 
jaringan lemak, matriks relatif sedikt (Campbell et al. 1999). 
Darah adalah jaringan ikat yang tersusun sebagian besar cairan. Matriks darah disebut plasma, yang 
tersusun oleh air, garam mineral, dan protein terlarut. Sel darah merah dan putih tersuspensi di dalam 
plasma. Darah ini berfungsi utama dalam transpor substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. 
Disamping itu, darah juga berperan dalam sistem kekebalan (Campbell et al. 1999).
Kartilago adalah jaringan ikat yang membentuk material rangka yang fleksibel dan kuat, terdiri atas 
serabut kolgen yang tertanam di dalam matriks. Kartilago banyak ditemukan pada bagian ujung tulang 
keras, hidung, telinga, dan vertebrae (ruas-ruas tulang belakang) (Campbell et al. 1999). 
Tulang keras (bone) merupakan jaringan ikat yang kaku, keras, dengan serabut kolagen yang 
tertanam di dalam matriks (Campbell et al. 1999). Didalam matriks sel tulang terdapat kalsium 
yang dapat bergerak dan diserap oleh darah. Hal ini merupakan peran penting tulang dalam proses 
homeostasis kadar kalsium dalam darah. Sel tulang (osteosit) terdapat di dalam ruang yang disebut 
lakuna. Lakuna ini mengandung satu atau beberapa osteosit. Penjuluran yang keluar dari osteosit 
disebut kanalikuli. Kanalikuli dari satu sel berhubungan dengan sel lainnya, sebagai bentuk komunikasi 
sel. Satu osteon terdiri dari sejumlah lamela konsentris yang mengelilingi kanal sentral (kanalis Haversi). 
Pada individu yang masih hidup, kanal sentral ini berisi pembuluh darah. 
3. Jaringan Otot 
Secara embriologi, jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang 
memanjang atau berbentuk serabut yang dapat berkontraksi karena adanya molekul miofibril. Pada 
vertebrata, secara tipikal mempunyai tiga jenis otot, yaitu otot skelet (rangka), otot jantung (cardiac), 
dan otot polos (Campbell et al. 1999). 
Otot skelet berstruktur bergaris melintang, berfungsi untuk menggerakkan rangka. Otot ini bersifat 
sadar (voluntary), karena mampu diatur oleh kemauan kita. Serabut ototnya mempunyai banyak 
nukleus yang terletak ditepi. Otot rangka mempunyai garis melintang yang gelap (pita anisotrop) dan 
garis terang (pita isotrop). 
Otot jantung merupakan otot bergaris melintang dan bercabang. Sifat otot ini tidak sadar 
(involuntary), karena kontraksinya tidak bisa diatur oleh kemauan kita. Nukleus terletak ditengah sel. 
Pada bagian ujung sel, terdapat sambungan rapat, yang membentuk struktur pembawa sinyal untuk 
kontraksi dari satu sel ke sel lainnya selama denyut jantung (Campbell et al. 1999). 
Otot polos berbentuk seperti spindle. Kontraksi otot polos lebih lambat dinbbandingkan otot skelet, 
namun mereka mampu kontraksi dalam waktu lebih lama. Otot polos bersifat tidak sadar (involuntary), 
seperti otot jantung. Otot polos ditemukan pada banyak organ tubuh, diantaranya terdapat pada 
dinding pembuluh darah dan melapisi organ dalam seperti usus dan uterus. Membran plasmanya 
disebut sarkolema dan sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma. Sitoplasma yang mengandung 
miofibril dengan ketebalan mencapai 1 mikron.
Jaringan Pada Hewan – ada tubuh hewan tungkat tinggi (Vertebrata) terdapat berbagai macam 
jaringan yang dapat dikelompokkan menjadi jaringan merismatik, jaringan epithelium, jaringan ikat, 
jaringan otot, dan jaringan saraf. 
a. Jaringan Meristematik 
Jaringan meristematik adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah. Jaringan ini terdapat pada 
fase embrio. Pada tubuh manusia dan hewan vertebrata, jaringan meristematik terdapat hanya pada 
bagian tertentu. Misalnya, pada ujung tulang pipa yang masih muda dan pada sumsum tulang 
belakang yang membentuk sel-sel darah. 
b. Jaringan Epitel atau Jaringan Kulit 
Jaringan epitel merupakan jaringan yang menutupi jaringan lain. Jaringan ini meliputi epitel sederhana 
dan epitel berlapis. Jaringan epitel sederhana hanya terdiri dari satu lapis sel. Contohnya adalah 
jaringan epitel pipa sebelah dalam. Jaringan epitel berlapis terdiri atas beberapa lapis sel. Contohnya 
epitel usus dan saluran pernafasan. Jaringan epitel ada yang bersilia, misalnya pada saluran 
pernafasan. Silia tersebut berguna untuk menerima rangsangan dari luar, misalnya jika ada debu kita 
akan bersin. Epitel yang berada di luar tubuh biasanya disebut epidermis (epi = tepi, dan derm = 
kulit) misalnya pada kulit. Sebaiknya, epitel yang menutupi bagian dalam organ tubuh disebut 
endodermis. 
c. Jaringan Ikat 
Jaringan ikat merupakan jaringan yang menghubungkan antara jaringan yang satu dengan jaringan 
yang lain. Fungsi jaringan ikat antara lain sebagai berikut : 
• Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain. 
• Membungkus organ 
• Mengisi rongga di antar organ. 
• Mengangkut zat oksigen dan makanan kejaringan lain. 
• Mengangkut sisa-sisa metabolisme kealat pengeluaran. 
• Menghasilkan kekebalan.
Jaringan ikat dapat dikelompokkan menjadi jaringan ikat biasa, jaringan ikat khusus, jaringan ikat 
penyokong, dan jaringan ikat penghubung. 
1.Jaringan ikat biasa 
Jaringan ikat biasa dibedakan menjadi jaringan ikat padat dan jaringan ikat longgar. Jaringan ikat 
padat misalnya jaringan pada tendon otot. Tendon otot adalah ujung berkas otot yang melekat pada 
tulang. Jaringan ikat longgar merupakan jaringan pengisi ruangan di antara organ-organ. 
2. Jaringan ikat khusus 
Jaringan ikat khusus mempunyai fungsi khusus, misalnya menyimpan energi dalam bentuk lemak, 
menahan goncangan, dan membentuk darah. Contoh jaringan ikat khusus adalah jaringan lemak yang 
ada di bawah kulit. 
3.Jaringan ikat penyokong 
Jaringan ikat penyokong terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang sejati. Jaringan tulang 
sejati juga berfungsi 
untuk menghasilkan sel darah merah (eritrosit). 
4.Jaringan ikat penghubung 
Jaringan ikat penghubung terdiri atas darah dan limfa. Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan 
butiran darah. Butiran darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan 
keeping darah (trombosit). Jaringan darah berfungsi mengangkut oksigen, karbondioksida, sari 
makanan, zat-zat sisa, dan hormon. Jaringan limfa terdiri dari cairan limfa yang beredar pada 
pembuluh limfa. Cairan limfa berfungsi untuk mengangkut lemak. 
d.Jaringan Otot 
Jaringan otot terdiri atas otot rangka, otot polos dan otot jantung. Jaringan otot berfungsi sebagai 
penggerak. Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot yang apabila diamati dengan mikroskop 
memiliki garis gelap dan terang berselang-seling. Karena itu sel otot rangka dikenal pula sebagai sel 
otot lurik atau sel otot bergaris melintang. Sel otot rangka mempunyai banyak inti. Sel otot lurik 
bekerja karena pengaruh kehendak kita. Sel otot polos terdapat pad organ dalam, 
misalnya di usus dan pembuluh darah. Serabut kontraktil otot polos tidak memiliki garis gelap dan 
terang. Sel otot polos berbentuk gelondong dan berinti satu. Kerja otot polos tidak dipengaruhi 
kehendak kita. Otot jantung terdiri dari sel-sel yang memiliki garis gelap dan terang seperti otot lurik, 
tapi bekerja di luar kehendak kita. 
e.Jaringan Saraf 
Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf (neuron) dan serabut saraf. Jaringan saraf berfungsi sebagai 
penghantar rangsang, yakni membawa rangsang dari alat penerima rangsang (reseptor) ke otak 
kemudian diteruskan ke otot. Jaringan saraf hanya dimiliki hewan dan manusia
4. Jaringan Saraf 
Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara 
embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat 
(otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yait u sel saraf 
(neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau 
serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel 
lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang 
berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat 
panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). 
Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain neuron, 
ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi 
neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus 
akson dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell et 
al. 1999).
Jaringan hewan

Jaringan hewan

  • 1.
    W H AT ? S E N I N , 1 3 A P R I L 2 0 0 9 Struktur Jaringan Hewan Jaringan Pada Hewan Jaringan Epitel adalah jaringan yang melapisi bagian permukaan tubuh hewan multiseluler, baik permukaan luar maupun permukaan dalam. Fungsi umum epitel ialah sebagai pelindung (proteksi) dan menyeleksi apa saja yang masuk dan keluar tubuh. Macam Jaringan Epitel Epitelium pipih selapis Lokasi: Peritorium yang membatasi rongga tubuh, endotelium pada permukaan dalam pembuluh darah dan jantung, alveolus paru-paru, dinding luar kapsula. Bowman dalam ginjal, selaput gendang telinga, pleura, timica serosa dari perikardium. Fungsi: Difusi atau filtrasi Epitelium pipih berlapis banyak Lokasi: Epidermis kulit, rongga mulut, esofagus, lapisan dalam anus, uretra, vagina. Fungsi: Proteksi/perlindungan. Epitelium kubus selapis
  • 2.
    Lokasi: Kelenjar dansalurannya, permukaan luar ovarium, permukaan dalam lensa mata, epitel berpigmen retina, tubulus reanalis. Fungsi: Sekresi dan absorpsi Epitelium kubus berlapis banyak Lokasi: Saluran kelenjar keringat, kelenjar minyak, kelenjar ludah, pengembangan epitel di ovarium dan testis . Fungsi:Sekresi. Epitelium silindris selapis Lokasi: Bermikrofili : usus (menyusun jonjot-jonjot usus). Bersilia : rongga hidung, bronkus, oviduk. Tak bersilia : lambung, kandung empedu, uterus dan salurannya . Fungsi: Proteksi, sekresi dan absorpsi Epitelium silindris berlapis banyak Lokasi: Laring (sel-selnya bersilia), faring, uretra, lapisan lendir (membran mukosa), anus. Fungsi: Proteksi, sekresi dan absorpsi . Epitelium silindris berlapis banyak semu Lokasi: Sel-sel bersilia : duktus epididymis vasedeferen, membran mukosa saluran pernafasan, tuba eustakhius. Sedangkan yang terdapat pada uretra laki-laki sel-selnya tidak bersilia .Fungsi: Proteksi, sekresi dan pergerakan zat Epitelium transisional Lokasi: Kandung kemih, ureter, uretra, dan ginjal. Fungsi: Proteksi terhadap perubahan volume organ.
  • 3.
    Jaringan Ikat MacamJaringan ikat: Jaringan ikat biasa Jaringan ikat longgar Jaringan ikat padat Jaringan ikat khusus Tulang rawan Tulang Darah dan limfe Jaringan lemak
  • 4.
    Jaringan Otot Macam-macamSel Otot Otot lurik: bekerja dibawah saraf sadar (volunter), cepat menanggapi rangsang, inti lebih dari satu dan terletak di tepi sel, mengandung serabut otot, memiliki myofibril yang memantulkan cahaya gelap terang berselang-seling, terdapat pada organ luar. Otot polos: bekerja dibawah saraf tidak sadar (involunter), lambat menanggapi rangsang, inti satu dan terletak di tengah sitoplasma, tidak mengandung serabut otot, terdapat pada organ visceral Otot jantung: bekerja dibawah saraf tidak sadar (involunter), lambat menanggapi rangsang, inti satu atau lebih dari satu dan terletak di tepi sitoplasma, memiliki Jaringan Saraf Sel saraf terdiri atas: dendrit, badan sel saraf yang mengandung inti, akson. Macam-macam sel saraf berdasarkan fungsinya: Saraf sensorik/afferent Saraf motorik/efferent Saraf intermediet
  • 5.
    Tubuh hewan terdiriatas jaringan-jaringan atau sekelompok sel yang mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan dengan struktur yang khusus memungkinkan mereka mempunyai fungsi yang spesifik. Sebagai contoh, otot-otot jantung yang bercabang menghubungkan sel-jantung yang lainnya. Percabangan tersebut membantu kontraksi sel-sel dalam satu koordinasi (Campbell et al. 1999). Ilmu yang mempelajari jaringan disebut histologi. Jaringan didalam tubuh hewan mempunyai sifat yang khusus dalam melakukan fungsinya, seperti peka dan pengendali (jaringan saraf), gerakan (jaringan otot), penunjang dan pengisi tubuh (jaringan ikat), absorbsi dan sekresi (jaringan epitel), bersifat cair (darah) dan lainnya. Masing-masing jaringan dasar dibedakan lagi menjadi beberapa tipe khusus sesuai dengan fungsinya. Padasaat perkembangan embrio, lapisan kecambah (germ layers) berdiferensiasi (dengan proses yang disebut histogenesis) menjadi empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan pengikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. 1. Jaringan Epithelium Jaringan epitel terdiri atas satu atau banyak lapis sel, yang menutupi permukaan dalam dan luar suatu organ. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm, mesoderm atau endoderm. Di bagian tubuh luar, epitel ini membentuk lapisan pelindung, sedangkan pada bagian dalam tubuh, jaringan epitel terdapat disepanjang sisi organ. Jaringan epitel dibedakan berdasarkan bentuk dan jumlah lapisan sel penyusunnya, yaitu (1) epithelium satu lapis (simple epithelium). Epithel ini terdiri atas sel-sel berbentuk pipih, kubus, dan silindris (batang). Epithelium pipih selapis ditemukan antara lain pada lapisan endotel pembuluh darah. Epithelium bentuk kubus ditemukan pada kelenjar tyroid dan pembuluh darah. Epithel berbentuk silindris (batang) ditemukan pada lambung dan usus. (2) Epithelium berlapis banyak (stratified epithelium) yang dibentuk oleh beberapa lapis sel yang berbentuk pipih, kuboid, atau silindris. Epithelium ini dapat ditemukan pada kulit, kelenjar keringat, dan uretra. Beberapa lapisan pada epitheliun ini dapat berubah menjadi sel -sel yang memanjang dan disebut epithelium transisional. Epitel transisional ditemukan pada kandung kemih (vesica urinaria). Disamping itu, terdapat epithelium berlapis banyak semu (pseudostratified epithelium) yang ditemukan pada trakea. Epitel pipih berlapis, seperti yang terdapat di pemukaan kulit kita, mampu melakukan mitosis dengan cepat. Sel-sel baru hasil mitosis menggantikan sel -sel permukaan yang mati. Epitel ini juga sebagai pelindung oragan terhadap abrasi oleh makanan yang kasar, seperti yang ditemukan pada esofagus. Sebaliknya, epitelium pipih selapis berukuran tipis dan lemah, yang cocok untuk pertukaran material dengan cara difusi. Epitel ini ditemukan pada dinding kapiler darah dan alveoli paru-paru (Campbell et al. 1999). 2. Jaringan Ikat
  • 6.
    Jaringan ikat berfungsiuntuk menunjang tubuh, dibentuk oleh sel-sel dalam jumlah sedikit. Jaringan ikat terdiri atas populasi sel yang tersebar di dalam matrik ekstraseluler. Secara embriologi, jaringan ikat berasal dari lapisan mesoderm. Se-sel tersebut mensistesis matriks, dengan anyaman serat yang tertanam di dalamnya (Campbell et al. 1999). Jaringan ikat ini dapat dibedakan menjadi (1) jaringan ikat longgar dan (2) jaringan ikat padat, (3) jaringan lemak, (4) jaringan darah, (5) kartilago, dan (6) tulang. Diantara enam tipe jaringan ikat, jaringan ikat longgar paling banyak ditemukan di dalam tubuh kita. Di dalam matriks jaringan ikat longgar ini hanya sedikit ditemukan serabut. Serabut penyusun jaringan ikat ini berupa kolagen. Fungsi utama jaringan ikat longgar adalah pengikat dan pengepak material, dan sebagai tumbuhan bagi jaringan dan organ lainnya. Jaringan ikat longgar di kulit membatasi dengan otot (Campbell et al. 1999). Jaringan ikat padat/fibrous mempunyai matriks yang banyak mengandung serabut kolagen. Jaringan ini membentuk tendon sebagai tempat perlekatan otot dengan tulang, dan ligamen sebagai tempat persendian tulang dengan tulang (Campbell et al. 1999). Jaringan lemak mengandung sel-sel lemak. Jaringan ini digunakan sebagai bantalan, dan melindungi tubuh, serta sebagai penyimpan energi. Setiap sel lemak, mengandung tetes lemak yang besar. Didalam jaringan lemak, matriks relatif sedikt (Campbell et al. 1999). Darah adalah jaringan ikat yang tersusun sebagian besar cairan. Matriks darah disebut plasma, yang tersusun oleh air, garam mineral, dan protein terlarut. Sel darah merah dan putih tersuspensi di dalam plasma. Darah ini berfungsi utama dalam transpor substansi dari satu bagian tubuh ke bagian lain. Disamping itu, darah juga berperan dalam sistem kekebalan (Campbell et al. 1999).
  • 7.
    Kartilago adalah jaringanikat yang membentuk material rangka yang fleksibel dan kuat, terdiri atas serabut kolgen yang tertanam di dalam matriks. Kartilago banyak ditemukan pada bagian ujung tulang keras, hidung, telinga, dan vertebrae (ruas-ruas tulang belakang) (Campbell et al. 1999). Tulang keras (bone) merupakan jaringan ikat yang kaku, keras, dengan serabut kolagen yang tertanam di dalam matriks (Campbell et al. 1999). Didalam matriks sel tulang terdapat kalsium yang dapat bergerak dan diserap oleh darah. Hal ini merupakan peran penting tulang dalam proses homeostasis kadar kalsium dalam darah. Sel tulang (osteosit) terdapat di dalam ruang yang disebut lakuna. Lakuna ini mengandung satu atau beberapa osteosit. Penjuluran yang keluar dari osteosit disebut kanalikuli. Kanalikuli dari satu sel berhubungan dengan sel lainnya, sebagai bentuk komunikasi sel. Satu osteon terdiri dari sejumlah lamela konsentris yang mengelilingi kanal sentral (kanalis Haversi). Pada individu yang masih hidup, kanal sentral ini berisi pembuluh darah. 3. Jaringan Otot Secara embriologi, jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm. Jaringan ini terdiri atas sel-sel yang memanjang atau berbentuk serabut yang dapat berkontraksi karena adanya molekul miofibril. Pada vertebrata, secara tipikal mempunyai tiga jenis otot, yaitu otot skelet (rangka), otot jantung (cardiac), dan otot polos (Campbell et al. 1999). Otot skelet berstruktur bergaris melintang, berfungsi untuk menggerakkan rangka. Otot ini bersifat sadar (voluntary), karena mampu diatur oleh kemauan kita. Serabut ototnya mempunyai banyak nukleus yang terletak ditepi. Otot rangka mempunyai garis melintang yang gelap (pita anisotrop) dan garis terang (pita isotrop). Otot jantung merupakan otot bergaris melintang dan bercabang. Sifat otot ini tidak sadar (involuntary), karena kontraksinya tidak bisa diatur oleh kemauan kita. Nukleus terletak ditengah sel. Pada bagian ujung sel, terdapat sambungan rapat, yang membentuk struktur pembawa sinyal untuk kontraksi dari satu sel ke sel lainnya selama denyut jantung (Campbell et al. 1999). Otot polos berbentuk seperti spindle. Kontraksi otot polos lebih lambat dinbbandingkan otot skelet, namun mereka mampu kontraksi dalam waktu lebih lama. Otot polos bersifat tidak sadar (involuntary), seperti otot jantung. Otot polos ditemukan pada banyak organ tubuh, diantaranya terdapat pada dinding pembuluh darah dan melapisi organ dalam seperti usus dan uterus. Membran plasmanya disebut sarkolema dan sitoplasmanya sering disebut sarkoplasma. Sitoplasma yang mengandung miofibril dengan ketebalan mencapai 1 mikron.
  • 8.
    Jaringan Pada Hewan– ada tubuh hewan tungkat tinggi (Vertebrata) terdapat berbagai macam jaringan yang dapat dikelompokkan menjadi jaringan merismatik, jaringan epithelium, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. a. Jaringan Meristematik Jaringan meristematik adalah jaringan yang sel-selnya selalu membelah. Jaringan ini terdapat pada fase embrio. Pada tubuh manusia dan hewan vertebrata, jaringan meristematik terdapat hanya pada bagian tertentu. Misalnya, pada ujung tulang pipa yang masih muda dan pada sumsum tulang belakang yang membentuk sel-sel darah. b. Jaringan Epitel atau Jaringan Kulit Jaringan epitel merupakan jaringan yang menutupi jaringan lain. Jaringan ini meliputi epitel sederhana dan epitel berlapis. Jaringan epitel sederhana hanya terdiri dari satu lapis sel. Contohnya adalah jaringan epitel pipa sebelah dalam. Jaringan epitel berlapis terdiri atas beberapa lapis sel. Contohnya epitel usus dan saluran pernafasan. Jaringan epitel ada yang bersilia, misalnya pada saluran pernafasan. Silia tersebut berguna untuk menerima rangsangan dari luar, misalnya jika ada debu kita akan bersin. Epitel yang berada di luar tubuh biasanya disebut epidermis (epi = tepi, dan derm = kulit) misalnya pada kulit. Sebaiknya, epitel yang menutupi bagian dalam organ tubuh disebut endodermis. c. Jaringan Ikat Jaringan ikat merupakan jaringan yang menghubungkan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lain. Fungsi jaringan ikat antara lain sebagai berikut : • Melekatkan suatu jaringan ke jaringan lain. • Membungkus organ • Mengisi rongga di antar organ. • Mengangkut zat oksigen dan makanan kejaringan lain. • Mengangkut sisa-sisa metabolisme kealat pengeluaran. • Menghasilkan kekebalan.
  • 9.
    Jaringan ikat dapatdikelompokkan menjadi jaringan ikat biasa, jaringan ikat khusus, jaringan ikat penyokong, dan jaringan ikat penghubung. 1.Jaringan ikat biasa Jaringan ikat biasa dibedakan menjadi jaringan ikat padat dan jaringan ikat longgar. Jaringan ikat padat misalnya jaringan pada tendon otot. Tendon otot adalah ujung berkas otot yang melekat pada tulang. Jaringan ikat longgar merupakan jaringan pengisi ruangan di antara organ-organ. 2. Jaringan ikat khusus Jaringan ikat khusus mempunyai fungsi khusus, misalnya menyimpan energi dalam bentuk lemak, menahan goncangan, dan membentuk darah. Contoh jaringan ikat khusus adalah jaringan lemak yang ada di bawah kulit. 3.Jaringan ikat penyokong Jaringan ikat penyokong terdiri dari jaringan tulang rawan dan jaringan tulang sejati. Jaringan tulang sejati juga berfungsi untuk menghasilkan sel darah merah (eritrosit). 4.Jaringan ikat penghubung Jaringan ikat penghubung terdiri atas darah dan limfa. Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan butiran darah. Butiran darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keeping darah (trombosit). Jaringan darah berfungsi mengangkut oksigen, karbondioksida, sari makanan, zat-zat sisa, dan hormon. Jaringan limfa terdiri dari cairan limfa yang beredar pada pembuluh limfa. Cairan limfa berfungsi untuk mengangkut lemak. d.Jaringan Otot Jaringan otot terdiri atas otot rangka, otot polos dan otot jantung. Jaringan otot berfungsi sebagai penggerak. Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot yang apabila diamati dengan mikroskop memiliki garis gelap dan terang berselang-seling. Karena itu sel otot rangka dikenal pula sebagai sel otot lurik atau sel otot bergaris melintang. Sel otot rangka mempunyai banyak inti. Sel otot lurik bekerja karena pengaruh kehendak kita. Sel otot polos terdapat pad organ dalam, misalnya di usus dan pembuluh darah. Serabut kontraktil otot polos tidak memiliki garis gelap dan terang. Sel otot polos berbentuk gelondong dan berinti satu. Kerja otot polos tidak dipengaruhi kehendak kita. Otot jantung terdiri dari sel-sel yang memiliki garis gelap dan terang seperti otot lurik, tapi bekerja di luar kehendak kita. e.Jaringan Saraf Jaringan saraf terdiri dari sel-sel saraf (neuron) dan serabut saraf. Jaringan saraf berfungsi sebagai penghantar rangsang, yakni membawa rangsang dari alat penerima rangsang (reseptor) ke otak kemudian diteruskan ke otot. Jaringan saraf hanya dimiliki hewan dan manusia
  • 10.
    4. Jaringan Saraf Jaringan saraf berperan dalam penerimaan rangsang dan penyampaian rangsang. Secara embriologi, jaringan ini berasal dari lapisan ektoderm. Jaringan ini terdapat pada sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dan pada sistim saraf tepi. Ada dua macam sel, yait u sel saraf (neuron) dan sel pendukung (sel glia). Neuron mengandung badan sel, nukleus, dan penjuluran atau serabut. Satu tipe penjuluran tersebut adalah dendrit, yang berperan dalam menerima sinyal dari sel lain dan meneruskannya ke badan sel. Tipe penjuluran sel saraf yang lain, disebut akson (neurit), yang berperan dalam meneruskan sinyal dari badan sel ke neuron lainnya. Beberapa akson berukuran sangat panjang, yaitu memanjang dari otak sampai ke bagian bawah abdomen (panjang 1/2 meter atau lebih). Transmisi sinyal dari neuron ke neuron lainnya umumnya dilakukan secara kimia. Selain neuron, ditemukan juga sel pendukung, seperti sel glia. Sel glia merupakan sel yang menunjang dan melindungi neuron. Sel-sel pendukung umumnya berperan dalam melindungi dan membungkus akson dan dendrit, sehingga membantu mempercepat transmisi sinyal (Campbell et al. 1999).