O R G A N R E P R O D U K S I &
H O R M O N
WANITA
James/XI5/10
ALAT KELAMIN LUAR ALAT KELAMIN DALAM
Organ-organ Reproduksi Wanita
VULVA (PUDENDUM)
ALAT KELAMIN LUAR
MONS PUBIS
LABIA MAJOR
LABIA MINOR
KLITORIS
VESTIBULA
OFISIUM URETRA
HIMEN
• merupakan bantalan jaringan lemak
berkulit.
• Mons pubis ditutupi oleh rambut
setelah masa pubertas
MONS PUBIS
LABIA MAJOR
• merupakan dua lipatan kulit
longitudinal dari mons pubis
merentang ke bawah dan bertemu
di perineum dekat anus.
• Setelah masa pubertas, labia major
ditutupi oleh rambut.
• berlapiskan lemak
LABIA MINOR
• merupakan dua lipatan kulit di
antara kedua labia major yang halus
dan tipis
• tidak ditutupi oleh rambut.
• Labia minor mengandung kelenjar
sebasea dan beberapa kelenjar
keringat.
• tidak berlapiskan lemak
KLITORIS
• berukuran lebih kecil dan tidak
memiliki lubang uretra
• tonjolan kecil
• memiliki dua korpus kavernosum
dari jaringan erektil
• Jaringan di klitoris mengandung
banyak ujung saraf yang sensitif.
• homolog dengan penis laki-laki
VESTIBULA
• merupakan area yang dikelilingi oleh
labia minor
• menutupi lubang uretra
• mulut vagina
• saluran kelenjar Bartholin.
• Kelenjar Bartholin menghasilkan
lendir saat eksitasi seksual
• merupakan jalur keluar urine dari
kandung kemih
• berada tepat di bawah klitoris
• Bagian tepi orifisium uretra
mengandung dua kelenjar
parauretral (skene).
OFISIUM URETRA
• Mulut vagina dikelilingi oleh
membran
• di bawah saluran kencing,
mengelilingi lubang vagina
• Himen pada setiap perempuan
memiliki bentuk dan ukuran yang
bervariasi.
HIMEN
OVARIUM TUBA FALLOPI UTERUS VAGINA
ALAT KELAMIN DALAM
OVARIUM
• Berjumlah sepasang dan terletak di rongga perut di
→
daerah pinggang kiri dan kanan
• Diselubungi oleh kapsul pelindung dan mengandung
beberapa folikel
• FOLIKEL struktur seperti bulatan-bulatan yang
→
mengelilingi oosit. Berfungsi menyediakan makanan
dan melindungi perkembangan sel telur
• berbentuk seperti buah kenari, ukuran panjang 3-5 cm,
lebar 2-3 cm, dan tebal 1 cm.
• Ovarium berfungsi sebagai tempat oogenesis serta
menghasilkan hormon estrogen dan progesteron.
• Struktur ovarium:
• Kulit (korteks) atau zona parenkimatosa tunika
→
albuginea (epitel berbentuk kubus), jaringan Ikat
stroma yang mengandung folikel primordial dan folikel
Graaf, serta sel-sel Walthard.
• Inti (medula) atau zona vaskulosa jaringan ikat
→
stroma yang berisi pembuluh darah, serabut saraf, dan
otot polos.
TUBA FALLOPI
• Berjumlah sepasang, berukuran panjang 10 cm
dengan diameter 0,7 cm
• Salurannya menghubungkan ovarium dengan rahim
(uterus)
• Tuba Fallopi memiliki bagian infundibulum (ujung
terbuka berbentuk corong bejumbai dengan fimbria),
ampula (segmen tengah), dan ismus (segmen dekat
uterus).
• Fimbria berfungsi menangkap ovum (sel telur)
• Setelah ovum ditangkap fimbria ovum didorong
→
oleh dinding oviduk dengan gerak peristaltik menuju
rahim
• Dinding tuba memiliki epitel bersilia untuk
menggerakkan oosit menuju ke uterus (memerlukan
waktu 4-5 hari)
• fertilisasi terjadi di sepertiga bagian atas tuba Fallopi
UTERUS
• Ruangan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin
• Pada manusia hanya satu ruang dan berotot serta
→
tebal
• Panjang 7cm, lebar 4-5 cm (Pada perempuan yang
→ →
belum melahirkan)
• Bagian bawah mengecil LEHER RAHIM (serviks uteri)
→
• Bagian atas yang besar BADAN RAHIM (korpus uteri)
→
• Tersusun dari 3 lapisan perimetrium (terluar),
→
miometrium (lapisan tengah jaringan otot polos), dan
endometrium (terdalam)
• Endometrium terdiri atas dua lapisan: stratum
fungsionalis (mengandung kelenjar & luruh saat
menstruasi) & stratum basalis (berdekatan dengan
miometrium & tidak mengalami perubahan selama
siklus menstruasi).
• ENDOMETRIUM menghasilkan banyak lendir dan
mengandung banyak pembuluh darah, mengalami
penebalan yang akan luluh setiap bulan jika tidak ada
zigot (sel telur yang telah dibuahi) yang menempel
VAGINA
• Merupakan tabung fibromuskular yang panjangnya
sekitar 8-10 cm
• Dindingnya lebih tipis daripada dinding rahim
• Memiliki banyak lipatan untuk mempermudah jalan
kelahiran bayi
• Memiliki lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina dan
kelenjar Bartholin
• Kelenjar Bartholin adalah kelenjar yang terletak di
kedua sisi bibir vagina
• Berfungsi mengeluarkan cairan yang berperan sebagai
pelumas saat berhubungan seksual, sebagai organ
kopulasi serta Jalan aliran menstruasi dan jalan lahir
bayi
Hormon Kelamin
Perempuan
OVARIUM UTERUS
PLASENTA HIPOFISIS
HIPOTALAMUS
OVARIUM
Esterogen
• Dihasilkan oleh ovarium (folikel
dan korpus luteum) dan
plasenta
• Estrogen berpengaruh pada
pertumbuhan organ
reproduksi, kelenjar mamae,
sekresi cairan pada serviks
yang memüdahkan sperma
masures uterus, dan proses
kelahiran
• Berfungsi untuk mengatur
siklus menstruasi, menunjang
kehamilan yang sehat, hingga
Progesteron
• Berfungsi untuk:
• merangsang pertumbuhan
endometrium uterus untuk
persiapan Implantas zigot
• menghambat kontraksi uterus
• merangsang pertumbuhan sel-
sel alveolar kelenjar mamae
• meningkatkan viskositas
mukus serviks sehingga
menghambat masuknya
sperms dan sedikit
meningkatkan suhu tubuh
Relaksin
• Disekresikan oleh korpus
luteum kehamilan pada
ovarium
• Berfungsi merelaksasi serviks
dan fibrokartilago pada simfisis
pubis (persendian tulang
panggul) sehingga
mernudahkan kelahiran.
Prostaglandin
• Berfungsi memengaruhi
robeknya folikel saat ovulasi
dan merangsang kontraksi
uterus saat kelahiran.
UTERUS
PLASENTA
LAKTOGEN PLASENTA TIROTROPIN KORIONIK
CRH HCG
RELAKSIN
Laktogen plasenta (HPL/Human
Placental Lactogen) /
somatomammotropin korionik
• Berfungsi merangsang pertumbuhan
kelenjar mamae untuk persiapan
laktasi pada ibu hamil.
PLASENTA
LAKTOGEN PLASENTA
Tirotropin korionik
• Berfungsi meningkatkan laju
metabolisme pada ibu hamil.
PLASENTA
TIROTROPIN KORIONIK
CRH (corticotropin
releasing hormone)
• Berfungsi memacu produksi
estrogen plasenta dan
perubahan paru-paru janin
untuk menghirup udara
PLASENTA
CRH
HCG (Human Chorionic
Gonadotropin)
• Disekresikan oleh sel-sel
embrionik mulai dari hari ke-10
setelah fertilisasi
• Berfungsi mempertahankan
produksi progesteron dan
estrogen oleh ovarium
PLASENTA
HCG
RELAKSIN
• Disekresikan plasenta
• Berfungsi merelaksasi serviks
dan fibrokartilago pada simfisis
pubis (persendian tulang
panggul) sehingga
mernudahkan kelahiran
PLASENTA
RELAKSIN
HIPOFISIS
LH (Luteinizing
Hormone)
• Berfungsi merangsang
ovarium untuk memproduksi
estrogen dan progesteron
• Memacu pertumbuhan korpus
luteum dari ovulasi.
FSH (Follicle
Stimulating Hormone)
• Berfungsi merangsang
ovarium untuk memproduksi
estrogen dan progesteron
• Memacu pertumbuhan dan
perkembangan folikel (sel
telur).
Prolaktin
• Berfungsi merangsang
pertumbuhan duktus dan
alveolus pada kelenjar mamae
saat kehamilan dan produksi
air susu selama menyusul.
HIPOTALAMUS
GnRH (Gonadotropin
Releasing Hormone)
• Berfungsi merangsang
hipofisis untuk menyekresi LH
dan FSH.
Oksitosin
• Dihasilkan oleh hipotalamus
dan disimpan di hipofisis
posterior
• Berfungsi merangsang
kontraksi otot polos uterus
selama proses kelahiran dan
merangsang kelenjar mamae
untuk pengeluaran air susu.
THANK
YOU

James-XI5-10-organ reproduksi dan hormon wanita.pptx

  • 1.
    O R GA N R E P R O D U K S I & H O R M O N WANITA James/XI5/10
  • 2.
    ALAT KELAMIN LUARALAT KELAMIN DALAM Organ-organ Reproduksi Wanita
  • 3.
    VULVA (PUDENDUM) ALAT KELAMINLUAR MONS PUBIS LABIA MAJOR LABIA MINOR KLITORIS VESTIBULA OFISIUM URETRA HIMEN
  • 4.
    • merupakan bantalanjaringan lemak berkulit. • Mons pubis ditutupi oleh rambut setelah masa pubertas MONS PUBIS
  • 5.
    LABIA MAJOR • merupakandua lipatan kulit longitudinal dari mons pubis merentang ke bawah dan bertemu di perineum dekat anus. • Setelah masa pubertas, labia major ditutupi oleh rambut. • berlapiskan lemak
  • 6.
    LABIA MINOR • merupakandua lipatan kulit di antara kedua labia major yang halus dan tipis • tidak ditutupi oleh rambut. • Labia minor mengandung kelenjar sebasea dan beberapa kelenjar keringat. • tidak berlapiskan lemak
  • 7.
    KLITORIS • berukuran lebihkecil dan tidak memiliki lubang uretra • tonjolan kecil • memiliki dua korpus kavernosum dari jaringan erektil • Jaringan di klitoris mengandung banyak ujung saraf yang sensitif. • homolog dengan penis laki-laki
  • 8.
    VESTIBULA • merupakan areayang dikelilingi oleh labia minor • menutupi lubang uretra • mulut vagina • saluran kelenjar Bartholin. • Kelenjar Bartholin menghasilkan lendir saat eksitasi seksual
  • 9.
    • merupakan jalurkeluar urine dari kandung kemih • berada tepat di bawah klitoris • Bagian tepi orifisium uretra mengandung dua kelenjar parauretral (skene). OFISIUM URETRA
  • 10.
    • Mulut vaginadikelilingi oleh membran • di bawah saluran kencing, mengelilingi lubang vagina • Himen pada setiap perempuan memiliki bentuk dan ukuran yang bervariasi. HIMEN
  • 11.
    OVARIUM TUBA FALLOPIUTERUS VAGINA ALAT KELAMIN DALAM
  • 12.
    OVARIUM • Berjumlah sepasangdan terletak di rongga perut di → daerah pinggang kiri dan kanan • Diselubungi oleh kapsul pelindung dan mengandung beberapa folikel • FOLIKEL struktur seperti bulatan-bulatan yang → mengelilingi oosit. Berfungsi menyediakan makanan dan melindungi perkembangan sel telur • berbentuk seperti buah kenari, ukuran panjang 3-5 cm, lebar 2-3 cm, dan tebal 1 cm. • Ovarium berfungsi sebagai tempat oogenesis serta menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. • Struktur ovarium: • Kulit (korteks) atau zona parenkimatosa tunika → albuginea (epitel berbentuk kubus), jaringan Ikat stroma yang mengandung folikel primordial dan folikel Graaf, serta sel-sel Walthard. • Inti (medula) atau zona vaskulosa jaringan ikat → stroma yang berisi pembuluh darah, serabut saraf, dan otot polos.
  • 13.
    TUBA FALLOPI • Berjumlahsepasang, berukuran panjang 10 cm dengan diameter 0,7 cm • Salurannya menghubungkan ovarium dengan rahim (uterus) • Tuba Fallopi memiliki bagian infundibulum (ujung terbuka berbentuk corong bejumbai dengan fimbria), ampula (segmen tengah), dan ismus (segmen dekat uterus). • Fimbria berfungsi menangkap ovum (sel telur) • Setelah ovum ditangkap fimbria ovum didorong → oleh dinding oviduk dengan gerak peristaltik menuju rahim • Dinding tuba memiliki epitel bersilia untuk menggerakkan oosit menuju ke uterus (memerlukan waktu 4-5 hari) • fertilisasi terjadi di sepertiga bagian atas tuba Fallopi
  • 14.
    UTERUS • Ruangan untukpertumbuhan dan perkembangan janin • Pada manusia hanya satu ruang dan berotot serta → tebal • Panjang 7cm, lebar 4-5 cm (Pada perempuan yang → → belum melahirkan) • Bagian bawah mengecil LEHER RAHIM (serviks uteri) → • Bagian atas yang besar BADAN RAHIM (korpus uteri) → • Tersusun dari 3 lapisan perimetrium (terluar), → miometrium (lapisan tengah jaringan otot polos), dan endometrium (terdalam) • Endometrium terdiri atas dua lapisan: stratum fungsionalis (mengandung kelenjar & luruh saat menstruasi) & stratum basalis (berdekatan dengan miometrium & tidak mengalami perubahan selama siklus menstruasi). • ENDOMETRIUM menghasilkan banyak lendir dan mengandung banyak pembuluh darah, mengalami penebalan yang akan luluh setiap bulan jika tidak ada zigot (sel telur yang telah dibuahi) yang menempel
  • 15.
    VAGINA • Merupakan tabungfibromuskular yang panjangnya sekitar 8-10 cm • Dindingnya lebih tipis daripada dinding rahim • Memiliki banyak lipatan untuk mempermudah jalan kelahiran bayi • Memiliki lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina dan kelenjar Bartholin • Kelenjar Bartholin adalah kelenjar yang terletak di kedua sisi bibir vagina • Berfungsi mengeluarkan cairan yang berperan sebagai pelumas saat berhubungan seksual, sebagai organ kopulasi serta Jalan aliran menstruasi dan jalan lahir bayi
  • 16.
  • 17.
    OVARIUM Esterogen • Dihasilkan olehovarium (folikel dan korpus luteum) dan plasenta • Estrogen berpengaruh pada pertumbuhan organ reproduksi, kelenjar mamae, sekresi cairan pada serviks yang memüdahkan sperma masures uterus, dan proses kelahiran • Berfungsi untuk mengatur siklus menstruasi, menunjang kehamilan yang sehat, hingga Progesteron • Berfungsi untuk: • merangsang pertumbuhan endometrium uterus untuk persiapan Implantas zigot • menghambat kontraksi uterus • merangsang pertumbuhan sel- sel alveolar kelenjar mamae • meningkatkan viskositas mukus serviks sehingga menghambat masuknya sperms dan sedikit meningkatkan suhu tubuh Relaksin • Disekresikan oleh korpus luteum kehamilan pada ovarium • Berfungsi merelaksasi serviks dan fibrokartilago pada simfisis pubis (persendian tulang panggul) sehingga mernudahkan kelahiran.
  • 18.
    Prostaglandin • Berfungsi memengaruhi robeknyafolikel saat ovulasi dan merangsang kontraksi uterus saat kelahiran. UTERUS
  • 19.
    PLASENTA LAKTOGEN PLASENTA TIROTROPINKORIONIK CRH HCG RELAKSIN
  • 20.
    Laktogen plasenta (HPL/Human PlacentalLactogen) / somatomammotropin korionik • Berfungsi merangsang pertumbuhan kelenjar mamae untuk persiapan laktasi pada ibu hamil. PLASENTA LAKTOGEN PLASENTA
  • 21.
    Tirotropin korionik • Berfungsimeningkatkan laju metabolisme pada ibu hamil. PLASENTA TIROTROPIN KORIONIK
  • 22.
    CRH (corticotropin releasing hormone) •Berfungsi memacu produksi estrogen plasenta dan perubahan paru-paru janin untuk menghirup udara PLASENTA CRH
  • 23.
    HCG (Human Chorionic Gonadotropin) •Disekresikan oleh sel-sel embrionik mulai dari hari ke-10 setelah fertilisasi • Berfungsi mempertahankan produksi progesteron dan estrogen oleh ovarium PLASENTA HCG
  • 24.
    RELAKSIN • Disekresikan plasenta •Berfungsi merelaksasi serviks dan fibrokartilago pada simfisis pubis (persendian tulang panggul) sehingga mernudahkan kelahiran PLASENTA RELAKSIN
  • 25.
    HIPOFISIS LH (Luteinizing Hormone) • Berfungsimerangsang ovarium untuk memproduksi estrogen dan progesteron • Memacu pertumbuhan korpus luteum dari ovulasi. FSH (Follicle Stimulating Hormone) • Berfungsi merangsang ovarium untuk memproduksi estrogen dan progesteron • Memacu pertumbuhan dan perkembangan folikel (sel telur). Prolaktin • Berfungsi merangsang pertumbuhan duktus dan alveolus pada kelenjar mamae saat kehamilan dan produksi air susu selama menyusul.
  • 26.
    HIPOTALAMUS GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) •Berfungsi merangsang hipofisis untuk menyekresi LH dan FSH. Oksitosin • Dihasilkan oleh hipotalamus dan disimpan di hipofisis posterior • Berfungsi merangsang kontraksi otot polos uterus selama proses kelahiran dan merangsang kelenjar mamae untuk pengeluaran air susu.
  • 27.