Jambore Mangrove Internasional 1 Semarang, 1 – 2 Agustus 2009 Logo Lepaas Logo UNDIP
Latar Belakang Kerusakan lingkungan di wilayah pesisir kota Semarang semakin memprihatinkan. Tanaman mangrove yang menjadi habitat satwa air sekaligus penangkal gelombang di wilayah pesisir kota Semarang kian menipis termasuk di kawasan Mangunharjo, Tugu. Keprihatinan ini pula yang dirasakan oleh lembaga sosial seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Pesisir (Lepaas Semarang), NGO pertukaran relawan internasional Indonesia International Work Camp (IIWC); civitas akademika Program Pasca Sarjana  Ilmu Lingkungan UNDIP, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP serta perusahaan yang selama ini peduli dengan lingkungan yakni PT. Djarum Kudus serta Departemen Kelautan dan Perikanan.  Lembaga-lembaga tersebut bersama-sama bahu membahu mengupayakan terwujudnya tanaman mangrove yang subur, kokoh, dan kuat yang dapat menjadi sabuk pantai, utamanya di kawasan pesisir Mangunharjo, Mangkang, Semarang. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove, sekaligus dalam rangka hari bumi sedunia tahun 2009, akan diselenggarakan sebuah kegiatan kerelawanan internasional yang dikemas dalam “Jambore Mangrove Internasional 1”.
Poto2 kerusakan pantai mangkang
Sejarah ide JMI 1 Ide kegiatan Jambore Mangrove Internasional 1 ini terinspirasi oleh penyelengaraan kegiatan kerelawanan internasional “ Mangkang international workcamp”  di wilayah pesisir pantai Mangkang- Semarang yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Indonesia Internasional Work Camp (IIWC) bekerja sama dengan LSM Lepaas Semarang sejak 3 tahun terakhir.
Mangkang International workcamp  adalah sebuah kegiatan kerelawan internasional berdurasi 10-14 hari dimana 5-15 relawan dari berbagai negara hidup bersama dan berkegiatan bersama masyarakat Mangkang.  Mangkang International workcamp  mengintegrasikan kegiatan aksi berupa penanaman mangrove dengan kegiatan  raising awareness  berupa  pendidikan lingkungan dengan target siswa sekolah terdekat dan  cultural exchange.
Foto2 mangkang camp 2009
Tema Kegiatan “ PERSAUDARAAN GLOBAL DALAM MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PELESTARIAN MANGROVE”
Pelaksanaan Tempat : Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Manguharjo, Mangkang Semarang Waktu Kegiatan : Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2009
Tujuan Kegiatan Menumbuhkan apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mangrove Mempererat tali persaudaraan global dalam upaya pelestarian lingkungan Menarik perhatian media dan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya menyelamatkan ekologi lingkungan Mengembangkan semangat kerelawanan di kalangan para pemuda yang terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mengembangkan gerakan kerelawanan internasional  (international voluntary service)  sebagai bentuk kegiatan mandiri yang bisa mendukung dan disinergikan dengan upaya pemerintah dalam upaya melindungi dan melestarikan hutan mangrove di kawasan pantai Mangkang.
Kegiatan Kegiatan pendukung: 10-14 Juli 2009:  Kunjungan ke SD&SMP Semarang relawan peserta Mangkang International Camp 1 untuk diskusi dan penyuluhan  topik seputar Mangrove 18-19 Juli 2009:  Penyulaman tanaman Mangrove di wilayah pantai Mangkang dalam kegiatan Mangkang International Work Camp 1 27-29 Juli 2009:  Kunjungan ke SMU Semarang relawan peserta Mangkang International Camp 2 untuk diskusi dan penyuluhan topik seputar Mangrove
Kegiatan Puncak Kegiatan:  Jambore Mangrove Internasional 1 Sabtu, 1 Agustus 2009 Kedatangan Peserta Workshop/ Seminar tentang lingkungan Minggu, 2 Agustus 2009 Penanaman 30.000 mangrove
Target Peserta 250 orang yang berasal dari berbagai kalangan dan komunitas, antara lain: Relawan lokal & asing IIWC berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Perancis, Inggris, Belanda, Swiss, dll Mapala, Pramuka PTN&PTS Masyarakat Pesisir Beswan Djarum Instansi pemerintah terkait
Hasil Yang diharapkan Tumbuhnya  apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mangrove Makin eratnya tali persaudaraan global dalam upaya pelestarian lingkungan Bertambahnya perhatian media dan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya menyelamatkan ekologi lingkungan Tumbuhnya semangat kerelawanan di kalangan pemuda dan siapapun yang terlibat dalam kegiatan ini Ide international voluntary service bisa diterima dan dikembangkan oleh masyarakat lokal sebagai salah satu cara mandiri untuk mendukung program – program pemerintah utamanya dalam hal pelestarian Mangrove di kawasan pantai Mangkang.
Panitia Jambore Mangrove Internasional 1 Pengarah:  Prof. Dr. Sudharta P Hadi, MES   Ir. Agus Indarjo, M.Phil   Ketua: Abdul Azis (LSM Lepaas) Sekretaris: Ismi Novia (IIWC) Bendahara: Muh. Bahrun Sie-Sie Acara+Materi : Sururi  Publikasi & Dok. : Drs. Edi Suhartono, MSi, Mu’alimah Hudatwi  Perlengkapan&Te mpat : Alim  Keamanan : Rohimin, Subakir, dkk (Kel. Tani Mangunharjo) Kesehatan : IIWC Konsumsi : Nurhayati (Penduduk Mangunharjo) Dana Usaha : LSM Lepaas, Dra. Hartutik Kepesertaan  : LSM Lepaas, Windy Indra, Sunanto Kusuma
Anggaran Kegiatan Terlampir dalam handout

Jambore Mangrove Internasional 1

  • 1.
    Jambore Mangrove Internasional1 Semarang, 1 – 2 Agustus 2009 Logo Lepaas Logo UNDIP
  • 2.
    Latar Belakang Kerusakanlingkungan di wilayah pesisir kota Semarang semakin memprihatinkan. Tanaman mangrove yang menjadi habitat satwa air sekaligus penangkal gelombang di wilayah pesisir kota Semarang kian menipis termasuk di kawasan Mangunharjo, Tugu. Keprihatinan ini pula yang dirasakan oleh lembaga sosial seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Pesisir (Lepaas Semarang), NGO pertukaran relawan internasional Indonesia International Work Camp (IIWC); civitas akademika Program Pasca Sarjana Ilmu Lingkungan UNDIP, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP serta perusahaan yang selama ini peduli dengan lingkungan yakni PT. Djarum Kudus serta Departemen Kelautan dan Perikanan. Lembaga-lembaga tersebut bersama-sama bahu membahu mengupayakan terwujudnya tanaman mangrove yang subur, kokoh, dan kuat yang dapat menjadi sabuk pantai, utamanya di kawasan pesisir Mangunharjo, Mangkang, Semarang. Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mangrove, sekaligus dalam rangka hari bumi sedunia tahun 2009, akan diselenggarakan sebuah kegiatan kerelawanan internasional yang dikemas dalam “Jambore Mangrove Internasional 1”.
  • 3.
  • 4.
    Sejarah ide JMI1 Ide kegiatan Jambore Mangrove Internasional 1 ini terinspirasi oleh penyelengaraan kegiatan kerelawanan internasional “ Mangkang international workcamp” di wilayah pesisir pantai Mangkang- Semarang yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Indonesia Internasional Work Camp (IIWC) bekerja sama dengan LSM Lepaas Semarang sejak 3 tahun terakhir.
  • 5.
    Mangkang International workcamp adalah sebuah kegiatan kerelawan internasional berdurasi 10-14 hari dimana 5-15 relawan dari berbagai negara hidup bersama dan berkegiatan bersama masyarakat Mangkang. Mangkang International workcamp mengintegrasikan kegiatan aksi berupa penanaman mangrove dengan kegiatan raising awareness berupa pendidikan lingkungan dengan target siswa sekolah terdekat dan cultural exchange.
  • 6.
  • 7.
    Tema Kegiatan “PERSAUDARAAN GLOBAL DALAM MENGHADAPI DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PELESTARIAN MANGROVE”
  • 8.
    Pelaksanaan Tempat :Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Manguharjo, Mangkang Semarang Waktu Kegiatan : Sabtu-Minggu, 1-2 Agustus 2009
  • 9.
    Tujuan Kegiatan Menumbuhkanapresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mangrove Mempererat tali persaudaraan global dalam upaya pelestarian lingkungan Menarik perhatian media dan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya menyelamatkan ekologi lingkungan Mengembangkan semangat kerelawanan di kalangan para pemuda yang terlibat langsung dalam kegiatan ini. Mengembangkan gerakan kerelawanan internasional (international voluntary service) sebagai bentuk kegiatan mandiri yang bisa mendukung dan disinergikan dengan upaya pemerintah dalam upaya melindungi dan melestarikan hutan mangrove di kawasan pantai Mangkang.
  • 10.
    Kegiatan Kegiatan pendukung:10-14 Juli 2009: Kunjungan ke SD&SMP Semarang relawan peserta Mangkang International Camp 1 untuk diskusi dan penyuluhan topik seputar Mangrove 18-19 Juli 2009: Penyulaman tanaman Mangrove di wilayah pantai Mangkang dalam kegiatan Mangkang International Work Camp 1 27-29 Juli 2009: Kunjungan ke SMU Semarang relawan peserta Mangkang International Camp 2 untuk diskusi dan penyuluhan topik seputar Mangrove
  • 11.
    Kegiatan Puncak Kegiatan: Jambore Mangrove Internasional 1 Sabtu, 1 Agustus 2009 Kedatangan Peserta Workshop/ Seminar tentang lingkungan Minggu, 2 Agustus 2009 Penanaman 30.000 mangrove
  • 12.
    Target Peserta 250orang yang berasal dari berbagai kalangan dan komunitas, antara lain: Relawan lokal & asing IIWC berasal dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Jerman, Perancis, Inggris, Belanda, Swiss, dll Mapala, Pramuka PTN&PTS Masyarakat Pesisir Beswan Djarum Instansi pemerintah terkait
  • 13.
    Hasil Yang diharapkanTumbuhnya apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mangrove Makin eratnya tali persaudaraan global dalam upaya pelestarian lingkungan Bertambahnya perhatian media dan masyarakat untuk berpartisipasi secara aktif dalam upaya menyelamatkan ekologi lingkungan Tumbuhnya semangat kerelawanan di kalangan pemuda dan siapapun yang terlibat dalam kegiatan ini Ide international voluntary service bisa diterima dan dikembangkan oleh masyarakat lokal sebagai salah satu cara mandiri untuk mendukung program – program pemerintah utamanya dalam hal pelestarian Mangrove di kawasan pantai Mangkang.
  • 14.
    Panitia Jambore MangroveInternasional 1 Pengarah: Prof. Dr. Sudharta P Hadi, MES Ir. Agus Indarjo, M.Phil Ketua: Abdul Azis (LSM Lepaas) Sekretaris: Ismi Novia (IIWC) Bendahara: Muh. Bahrun Sie-Sie Acara+Materi : Sururi Publikasi & Dok. : Drs. Edi Suhartono, MSi, Mu’alimah Hudatwi Perlengkapan&Te mpat : Alim Keamanan : Rohimin, Subakir, dkk (Kel. Tani Mangunharjo) Kesehatan : IIWC Konsumsi : Nurhayati (Penduduk Mangunharjo) Dana Usaha : LSM Lepaas, Dra. Hartutik Kepesertaan : LSM Lepaas, Windy Indra, Sunanto Kusuma
  • 15.