Media Pembelajaran
Ilmu Pengetahuan
Sosial
untuk SMP/MTs Kelas VIII
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Bab
3
Nasionalisme dan Jati Diri Bangsa
Peserta didik diharapkan mampu:
1. menjelaskan hubungan antara kondisi geografis dengann
munculnya kolonialisme dan imperialism di Indonesia;
2. menganalisis pengaruh kolonialisme dan imperialism di
Indonesia;
3. menguraikan proses perjuangan bangsa Indonesia dalam
meraih kemerdekaan;
4. menganalisis upaya pemerataan pembangunan ekonomi di
Indonesia; dan
5. mendesain aktivitas penyelesaian konflik dan upaya
meningkatkan integrasi sosial.
Tujuan Pembelajaran
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
B. Pergerakan Kebangsaan Menuju
Kemerdekaan
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
1. Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan
Organisasi pergerakan untuk kemerdekaan dimulai ketika Budi Utomo didirikan pada 20 Mei 1908. Organisasi
pergerakan menyadarkan bangsa Indonesia terhadap penderitaan dan kemiskinan akibat penindasan penjajah
sehingga gerakan rakyat yang semula bersifat kedaerahan menjadi berskala nasional.
a. Faktor Penyebab Pergerakan Nasional
Terdapat faktor-faktor bersifat internal dan eksternal yang memicu munculnya pergerakan nasional di Indonesia.
1) Faktor-faktor yang bersifat internal, antara lain penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh rakyat,
munculnya kaum terpelajar, kenangan akan kejayaan bangsa pada masa lampau.
2) Faktor-faktor yang bersifat ekstenal, antara lain keberhasilan pergerakan nasional di negara lain, kemenangan
Jepang atas Rusia, berkembangnya paham-paham baru dari Eropa dan Amerika.
b. Pihak-Pihak yang Berperan dalam Proses Terbentuknya Kesadaran Nasional
1) Peranan Kaum Terpelajar dan Kaum Profesional. Kaum terpelajar dan profesional Indonesia bergerak untuk
memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan membentuk beberapa organisasi pergerakan nasional,
seperti Budi Utomo, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan Partai Nasional Indonesia.
2) Peranan Pers. Pers mampu memengaruhi pendapat atau opini masyarakat untuk berpikir, berbuat, atau
bertindak sesuai yang diharapkan. Pers tidak dapat lepas dari proses penyadaran dan pembentukan jati diri
bangsa. Beberapa surat kabar yang sangat memengaruhi kesadaran berbangsa di Indonesia adalah Bintang
Hindia dan Medan Prijaji.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
1. Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan
c. Organisasi Pergerakan Nasional
Perjuangan pergerakan kebangsaan Indonesia menuju kemerdekaan tidak dilaksanakan dengan seketika,
melainkan ditempuh melalui proses panjang.
1) Organisasi Pergerakan yang Bersifat Etnik-Kedaerahan
Pada tahun 1915, sejumlah pemuda yang dipimpin Dr. Satiman Wirjosandjojo, Kadarman, dan Soenardi
mendirikan perkumpulan pemuda yang beranggota anak-anak sekolah menengah diberikan nama Tri Koro
Dharmo. Tri Koro Dharmo dianggap lebih berorientasi pada kepentingan golongan Jawa sehingga diubah menjadi
Jong Java. Di beberapa daerah juga terdapat beberapa perkumpulan pemuda, salah satunya adalah pelajar
Sumatra yang membentuk Jong Sumatranen Bond pada 9 September 1917.
2) Organisasi Pergerakan yang Bersifat Keagamaan
Organisasi-organisasi pergerakan yang didirikan berdasarkan asas keagamaan, antara lain Sarekat Dagang Islam,
Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Sarekat Dagang Islam dibentuk oleh H. Samanhoedi pada tahun 1912
dengan tujuan melindungi dan menjamin kepentingan pedagang muslim terhadap ancaman dan persaingan
dengan pedagang Muslim. Muhammadiyah didirikan oleh K. H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 untuk melakukan
modernisasi serta pemurnian agama Islam dari unsur-unsur non-Islam. Nahdlatul Ulama dibentuk oleh kelompok
yang dipimpin K. H. Hasyim Asy’ari pada tahun 1926, bertujuan mempertahankan kepentingan kaum muslim
tradisional.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
1. Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan
c. Organisasi Pergerakan Nasional
3) Organisasi Pergerakan yang Bersifat Nasional
Terdapat organisasi yang berhaluan nasional, diantaranya adalah Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan
Partai Nasional Indonesia. Indische Partij didirikan di Bandung oleh E. F. E. Douwes Dekker, dr. Tjipto
Mangoenkoesoemo, dan R. M. Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada tahun 1912 dengan tujuan
mewujudkan Hindia (Indonesia) merdeka. Perhimpunan Indonesia yang awalnya bernama Indische Vereeniging
merupakan perkumpulan pelajar dan mahasiswa yang didirikan tahun 1908 berjuang dalam bidang politik untuk
kemerdekaan Indonesia. Partai Nasional Indonesia bermula dari Algemene Studie Club. Tujuan pokok PNI adalah
mencapai Indonesia merdeka dan membebaskan para tahanan Digul.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Manifesto Politik 1925
Pada tahun 1925, Perhimpunan Indonesia mengeluarkan Manifesto Politik (Manipol) 1925 yang memuat prinsip
perjuangan, yakni persatuan, kesetaraan, dan kemerdekaan. Prinsip-prinsip tersebut terangkumm dalam tegasan
sikap bahwa:
• rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih,
• memperjuangkan pemerintahan sendiri tanpa bantuan pihak mana pun, dan
• tanpa persatuan kokoh dari pelbagai unsur rakyat, tujuan perjuangan sulit dicapai
1. Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan
d. Peristiwa Pergerakan Nasional
Kongres Pemuda
Pada tahun 1926, berbagai organisasi kepemudaan menyelenggarakan Kongres Pemuda I di Jakarta. Puncak
kebulatan tekad masyarakat Indonesia untuk menetapkan Indonesia sebagai identitas nasional terjadi pada 28
Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II. Sebanyak 750 orang wakil dari organisasi-organisasi kepemudaan
mengeluarkan sebuah sumpah yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Di dalamnya, nama Indonesia dipakai sebagai
perekat atau identitas pemersatu. Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, perkumpulan dan organisasi pemuda
menyepakati pembentukan Komisi Besar Indonesia Muda yang membentuk organisasi bernama Inesia Muda.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Kongres Perempuan
Kaum perempuan Indonesia telah lama berkiprah dalam pergerakan dan pembentukan identitas nasional. Hal ini
dapat dilihat dari kiprah R. A. Kartini dan R. Dewi Sartika. R. A. Kartini memiliki mimpi bahwa perempuan Indonesia
dapat bangkit dari keterbelakangan dan kaum perempuan dapat memperoleh pendidikan sehingga dapat
memajukan bangsa. Pemikiran Kartini tersebut memperolah tanggapan positif dan memunculkan berbagai
perkumpulan perempuan yang menyelenggarakan pendidikan khusus bagi perempuan.
R. Dewi Sartika juga melakukan hal yang sama dengan Kartini. Dewi Sartika merintis berdirinya Sekolah Istri yang
kemudian berganti nama menjadi Sekolah Keoetamaan Istri. Rintisan yang dilakukan Kartini dan Dewi Sartika memiliki
pengaruh yang luas. Pada tahun 1912, berdiri perkumpulan Poetri Merdika di Jakarta yang bertujuan membantu para
perempuan yang ingin sekolah. Perkumpulan perempuan Indonesia mengadakan Kongres Perempuan Indonesia
Pertama pada 22 Desember 1928.
1. Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan
d. Peristiwa Pergerakan Nasional
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
2. Proses Pelaksanaan Kemerdekaan
a. Persiapan Kemerdekaan Indonesia
Kekalahan Jepang dan Janji Indonesia Merdeka
Pembentukan BPUPK
Bulan Juni 1944, angkatan perang Amerika Serikat memukul mundur angkatan
perang Jepang di Saipan, Papua Nugini, Kepulauan Salomon, dan Kepulauan
Marshall. Pada 7 September 1944, PM Koiso menjanjikan bahwa Hindia Timur
(Indonesia) akan diperkenankan merdeka. Tujuan dari janji PM Koiso adalah agar
rakyat Indonesia tidak mengadakan perlawanan terhadap Jepang.
Janji PM Koiso direalisasikan dalam pembenntukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha
Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang bertujuan
mempelajari hal-hal penting mengenai masalah tata pemerintahan Indonesia
merdeka. Sidang pertama BPUPK pada 29 Mei 1945–1 Juni 1945 merumuskan dasar
falsafah Negara Indonesia. Sidang pertama tidak menghasilkan rumusan tentang
dasar negara, melainkan pandangan umum dasar Negara Indonesia merdeka.
Sidang kedua, membiccarakan rancangan undang-undang dasar (UUD).
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Pembentukan PPKI
Saat tugas BPUPK telah selesai dan dibubarkan, maka digantikan oleh Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai yang dibentuk
pada 7 Agustus 1945. Rincian dan penetapan PPKI dilakukan oleh Jenderal Hisaichi
Terauchi yang menegaskan bahwa para anggota PPKI diizinkan melakukan
kegiatannya menurut pendapat dan kesanggupan bangsa Indonesia sendiri dengan
memperhatikan syarat, yaitu menyelesaikan perang yang sedang dihadapi bangsa
Indonesia dan Negara Indonesia merupakan anggota Lingkungan Kemakmuran
Bersama di Asia Timur Raya.
Peristiwa Rengasdengklok
Dalam proses pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi perbedaan
pandangan antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua memiliki
pendapat bahwa pelaksanaan proklamasi kemerdekaan harus melalui rapat
bersama PPKI. Sedangkan, golongan muda berpendapat bahwa proklamasi
kemerdekaan harus lahir melalui perjuangan bangsa Indonesia. Hal tersebut
menyebabkan golongan muda mengamankan Soekarno dan Moh. Hatta ke
Rengasdengklok. Kemudian, mereka sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia dilaksanakan di Jakarta yang akan dilakukan pada 17 Agutus 1945.
ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Rombongan Soekarno dan Moh. Hatta menuju ke rumah Laksamana Maeda yang dianggap aman
untuk mengadakan rapat penyusuan rencana proklamasi kemerdekaan. Naskah ditulis oleh
Soekarno dan dibantu oleh Moh. Hatta dan Ahmad Soebarjo. Rumusan teks Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia terdiri atas dua bagian pokok. Bagian pertama merupakan saran Ahmad
Soebarjo dan bagian kedua merupakan buah pikiran Moh. Hatta. Soekarno menyarankan agar
semua yang hadir menandatangi bersama-sama selaku wakil-wakil Bangsa Indonesia. Kemudian,
naskah diketik oleh Sajoeti Melik, yang dikenal sebagai Teks Proklamasi yang autentik.
Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan
Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, teks Proklamasi dibacakan oleh
Soekarno dan didamingi oleh Moh. Hatta. Pembacaan dilakukan di kediaman
Soekarnno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi).
Sebelum pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Moh. Hatta telah
berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers untuk memperbanyak teks
proklamasi dan menyiarkan ke seluruh dunia. Penyebarluasan berita proklamasi
dilakukan melalui radio; poster, selebaran, dan spanduk; surat kabar; dan
pengiriman delegasi.

IPS VIII Bab 32 Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan - modulguruku.com.pptx

  • 1.
    Media Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial untukSMP/MTs Kelas VIII ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
  • 2.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL Bab 3 Nasionalismedan Jati Diri Bangsa Peserta didik diharapkan mampu: 1. menjelaskan hubungan antara kondisi geografis dengann munculnya kolonialisme dan imperialism di Indonesia; 2. menganalisis pengaruh kolonialisme dan imperialism di Indonesia; 3. menguraikan proses perjuangan bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan; 4. menganalisis upaya pemerataan pembangunan ekonomi di Indonesia; dan 5. mendesain aktivitas penyelesaian konflik dan upaya meningkatkan integrasi sosial. Tujuan Pembelajaran
  • 3.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL B.Pergerakan Kebangsaan Menuju Kemerdekaan
  • 4.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 1.Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan Organisasi pergerakan untuk kemerdekaan dimulai ketika Budi Utomo didirikan pada 20 Mei 1908. Organisasi pergerakan menyadarkan bangsa Indonesia terhadap penderitaan dan kemiskinan akibat penindasan penjajah sehingga gerakan rakyat yang semula bersifat kedaerahan menjadi berskala nasional. a. Faktor Penyebab Pergerakan Nasional Terdapat faktor-faktor bersifat internal dan eksternal yang memicu munculnya pergerakan nasional di Indonesia. 1) Faktor-faktor yang bersifat internal, antara lain penderitaan dan kesengsaraan yang dialami oleh rakyat, munculnya kaum terpelajar, kenangan akan kejayaan bangsa pada masa lampau. 2) Faktor-faktor yang bersifat ekstenal, antara lain keberhasilan pergerakan nasional di negara lain, kemenangan Jepang atas Rusia, berkembangnya paham-paham baru dari Eropa dan Amerika. b. Pihak-Pihak yang Berperan dalam Proses Terbentuknya Kesadaran Nasional 1) Peranan Kaum Terpelajar dan Kaum Profesional. Kaum terpelajar dan profesional Indonesia bergerak untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dengan membentuk beberapa organisasi pergerakan nasional, seperti Budi Utomo, Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan Partai Nasional Indonesia. 2) Peranan Pers. Pers mampu memengaruhi pendapat atau opini masyarakat untuk berpikir, berbuat, atau bertindak sesuai yang diharapkan. Pers tidak dapat lepas dari proses penyadaran dan pembentukan jati diri bangsa. Beberapa surat kabar yang sangat memengaruhi kesadaran berbangsa di Indonesia adalah Bintang Hindia dan Medan Prijaji.
  • 5.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 1.Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan c. Organisasi Pergerakan Nasional Perjuangan pergerakan kebangsaan Indonesia menuju kemerdekaan tidak dilaksanakan dengan seketika, melainkan ditempuh melalui proses panjang. 1) Organisasi Pergerakan yang Bersifat Etnik-Kedaerahan Pada tahun 1915, sejumlah pemuda yang dipimpin Dr. Satiman Wirjosandjojo, Kadarman, dan Soenardi mendirikan perkumpulan pemuda yang beranggota anak-anak sekolah menengah diberikan nama Tri Koro Dharmo. Tri Koro Dharmo dianggap lebih berorientasi pada kepentingan golongan Jawa sehingga diubah menjadi Jong Java. Di beberapa daerah juga terdapat beberapa perkumpulan pemuda, salah satunya adalah pelajar Sumatra yang membentuk Jong Sumatranen Bond pada 9 September 1917. 2) Organisasi Pergerakan yang Bersifat Keagamaan Organisasi-organisasi pergerakan yang didirikan berdasarkan asas keagamaan, antara lain Sarekat Dagang Islam, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama. Sarekat Dagang Islam dibentuk oleh H. Samanhoedi pada tahun 1912 dengan tujuan melindungi dan menjamin kepentingan pedagang muslim terhadap ancaman dan persaingan dengan pedagang Muslim. Muhammadiyah didirikan oleh K. H. Ahmad Dahlan pada tahun 1912 untuk melakukan modernisasi serta pemurnian agama Islam dari unsur-unsur non-Islam. Nahdlatul Ulama dibentuk oleh kelompok yang dipimpin K. H. Hasyim Asy’ari pada tahun 1926, bertujuan mempertahankan kepentingan kaum muslim tradisional.
  • 6.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 1.Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan c. Organisasi Pergerakan Nasional 3) Organisasi Pergerakan yang Bersifat Nasional Terdapat organisasi yang berhaluan nasional, diantaranya adalah Indische Partij, Perhimpunan Indonesia, dan Partai Nasional Indonesia. Indische Partij didirikan di Bandung oleh E. F. E. Douwes Dekker, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, dan R. M. Soewardi Soerjaningrat (Ki Hajar Dewantara) pada tahun 1912 dengan tujuan mewujudkan Hindia (Indonesia) merdeka. Perhimpunan Indonesia yang awalnya bernama Indische Vereeniging merupakan perkumpulan pelajar dan mahasiswa yang didirikan tahun 1908 berjuang dalam bidang politik untuk kemerdekaan Indonesia. Partai Nasional Indonesia bermula dari Algemene Studie Club. Tujuan pokok PNI adalah mencapai Indonesia merdeka dan membebaskan para tahanan Digul.
  • 7.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ManifestoPolitik 1925 Pada tahun 1925, Perhimpunan Indonesia mengeluarkan Manifesto Politik (Manipol) 1925 yang memuat prinsip perjuangan, yakni persatuan, kesetaraan, dan kemerdekaan. Prinsip-prinsip tersebut terangkumm dalam tegasan sikap bahwa: • rakyat Indonesia sewajarnya diperintah oleh pemerintah yang dipilih, • memperjuangkan pemerintahan sendiri tanpa bantuan pihak mana pun, dan • tanpa persatuan kokoh dari pelbagai unsur rakyat, tujuan perjuangan sulit dicapai 1. Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan d. Peristiwa Pergerakan Nasional Kongres Pemuda Pada tahun 1926, berbagai organisasi kepemudaan menyelenggarakan Kongres Pemuda I di Jakarta. Puncak kebulatan tekad masyarakat Indonesia untuk menetapkan Indonesia sebagai identitas nasional terjadi pada 28 Oktober 1928 dalam Kongres Pemuda II. Sebanyak 750 orang wakil dari organisasi-organisasi kepemudaan mengeluarkan sebuah sumpah yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Di dalamnya, nama Indonesia dipakai sebagai perekat atau identitas pemersatu. Setelah peristiwa Sumpah Pemuda, perkumpulan dan organisasi pemuda menyepakati pembentukan Komisi Besar Indonesia Muda yang membentuk organisasi bernama Inesia Muda.
  • 8.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL KongresPerempuan Kaum perempuan Indonesia telah lama berkiprah dalam pergerakan dan pembentukan identitas nasional. Hal ini dapat dilihat dari kiprah R. A. Kartini dan R. Dewi Sartika. R. A. Kartini memiliki mimpi bahwa perempuan Indonesia dapat bangkit dari keterbelakangan dan kaum perempuan dapat memperoleh pendidikan sehingga dapat memajukan bangsa. Pemikiran Kartini tersebut memperolah tanggapan positif dan memunculkan berbagai perkumpulan perempuan yang menyelenggarakan pendidikan khusus bagi perempuan. R. Dewi Sartika juga melakukan hal yang sama dengan Kartini. Dewi Sartika merintis berdirinya Sekolah Istri yang kemudian berganti nama menjadi Sekolah Keoetamaan Istri. Rintisan yang dilakukan Kartini dan Dewi Sartika memiliki pengaruh yang luas. Pada tahun 1912, berdiri perkumpulan Poetri Merdika di Jakarta yang bertujuan membantu para perempuan yang ingin sekolah. Perkumpulan perempuan Indonesia mengadakan Kongres Perempuan Indonesia Pertama pada 22 Desember 1928. 1. Perkembangan Organisasi Pergerakan di Indonesia pada Masa Penjajahan d. Peristiwa Pergerakan Nasional
  • 9.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL 2.Proses Pelaksanaan Kemerdekaan a. Persiapan Kemerdekaan Indonesia Kekalahan Jepang dan Janji Indonesia Merdeka Pembentukan BPUPK Bulan Juni 1944, angkatan perang Amerika Serikat memukul mundur angkatan perang Jepang di Saipan, Papua Nugini, Kepulauan Salomon, dan Kepulauan Marshall. Pada 7 September 1944, PM Koiso menjanjikan bahwa Hindia Timur (Indonesia) akan diperkenankan merdeka. Tujuan dari janji PM Koiso adalah agar rakyat Indonesia tidak mengadakan perlawanan terhadap Jepang. Janji PM Koiso direalisasikan dalam pembenntukan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK) atau Dokuritsu Junbi Cosakai yang bertujuan mempelajari hal-hal penting mengenai masalah tata pemerintahan Indonesia merdeka. Sidang pertama BPUPK pada 29 Mei 1945–1 Juni 1945 merumuskan dasar falsafah Negara Indonesia. Sidang pertama tidak menghasilkan rumusan tentang dasar negara, melainkan pandangan umum dasar Negara Indonesia merdeka. Sidang kedua, membiccarakan rancangan undang-undang dasar (UUD).
  • 10.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PembentukanPPKI Saat tugas BPUPK telah selesai dan dibubarkan, maka digantikan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai yang dibentuk pada 7 Agustus 1945. Rincian dan penetapan PPKI dilakukan oleh Jenderal Hisaichi Terauchi yang menegaskan bahwa para anggota PPKI diizinkan melakukan kegiatannya menurut pendapat dan kesanggupan bangsa Indonesia sendiri dengan memperhatikan syarat, yaitu menyelesaikan perang yang sedang dihadapi bangsa Indonesia dan Negara Indonesia merupakan anggota Lingkungan Kemakmuran Bersama di Asia Timur Raya. Peristiwa Rengasdengklok Dalam proses pelaksanaan proklamasi kemerdekaan Indonesia, terjadi perbedaan pandangan antara golongan tua dan golongan muda. Golongan tua memiliki pendapat bahwa pelaksanaan proklamasi kemerdekaan harus melalui rapat bersama PPKI. Sedangkan, golongan muda berpendapat bahwa proklamasi kemerdekaan harus lahir melalui perjuangan bangsa Indonesia. Hal tersebut menyebabkan golongan muda mengamankan Soekarno dan Moh. Hatta ke Rengasdengklok. Kemudian, mereka sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dilaksanakan di Jakarta yang akan dilakukan pada 17 Agutus 1945.
  • 11.
    ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PerumusanTeks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Rombongan Soekarno dan Moh. Hatta menuju ke rumah Laksamana Maeda yang dianggap aman untuk mengadakan rapat penyusuan rencana proklamasi kemerdekaan. Naskah ditulis oleh Soekarno dan dibantu oleh Moh. Hatta dan Ahmad Soebarjo. Rumusan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia terdiri atas dua bagian pokok. Bagian pertama merupakan saran Ahmad Soebarjo dan bagian kedua merupakan buah pikiran Moh. Hatta. Soekarno menyarankan agar semua yang hadir menandatangi bersama-sama selaku wakil-wakil Bangsa Indonesia. Kemudian, naskah diketik oleh Sajoeti Melik, yang dikenal sebagai Teks Proklamasi yang autentik. Pelaksanaan Proklamasi Kemerdekaan Pada tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB, teks Proklamasi dibacakan oleh Soekarno dan didamingi oleh Moh. Hatta. Pembacaan dilakukan di kediaman Soekarnno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, Jakarta (sekarang Jalan Proklamasi). Sebelum pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Moh. Hatta telah berpesan kepada para pemuda yang bekerja pada pers untuk memperbanyak teks proklamasi dan menyiarkan ke seluruh dunia. Penyebarluasan berita proklamasi dilakukan melalui radio; poster, selebaran, dan spanduk; surat kabar; dan pengiriman delegasi.