I N T E G R I T A S
K R I S T E N
Hidup Kristen adalah hidup yang berintegritas,
seperti hidup yang diteladankan oleh Tuhan
kita dalam keseluruhan karya-Nya di bumi.
Integritas sangat diperlukan agar kita dapat
menjadi saksi Tuhan yang efektif karena
yang kita katakan sama dengan perbuatan
kita. Mari kita belajar lebih banyak lagi
tentang "Integritas Kristen".
Integritas berasal dari kata Latin
"integer" yang mencakup aspek
lahiriah, moral, etika, dan karakter
yang mulia.
Kamus Lengkap Bahasa Indonesia
menyebut integritas sebagai
"kejujuran; mutu, sifat, atau keadaan
yang menunjukkan kesatuan yang
utuh sehingga memiliki kemampuan
yang memancarkan kewibawaan".
Integritas secara singkat dapat
diartikan sebagai satunya kata
dengan perbuatan.
D E F I N I S I U M U M
D E F I N I S I I N T E G R I T A S M E N U R U T A L K I T A B
Menurut Alkitab, kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai "integritas" dalam
Perjanjian Lama berarti "kondisi yang menjadi tidak bercela, kepenuhan,
kesempurnaan, ketulusan, kesehatan, kejujuran, keutuhan."
Perjanjian Lama: Integritas merupakan cermin karakter seseorang yang.
Karakter terbentuk dari dan akibat pergaulan seseorang dengan Tuhan,
yang mengakibatkan sifat-sifat moral Allah dimiliki orang tersebut.
Perjanjian Baru: Integritas berkaitan dengan kejujuran dan kepatuhan
terhadap pola perbuatan yang baik.
Yesus adalah teladan sempurna dari seseorang yang memiliki integritas.
Dia sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah pada saat bersamaan, dan
Dia tergoda dalam segala hal seperti halnya kita, tetapi Dia tidak pernah
berdosa (Ibrani 4:15); itulah definisi integritas.
Tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, tidak
berjalan di jalan orang berdosa, dan tidak bergaul
dan bersekutu dengan pencemooh (Mazmur 1:1-
2).
Takut akan Tuhan (Amsal 1:7). Mereka menyukai
dan merenungkan firman Tuhan secara intensif,
berjalan di jalan yang benar dan menjauhkan diri
dari kejahatan (Mazmur 1:2, 6).
Memiliki ketulusan dan kejujuran (Kejadian 20:5).
O R A N G Y A N G
B E R I N T E G R I T A S
M E N U R U T A L K I T A B
Kisah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego
(Daniel 3:13-17).
Dalam kisah ini, Raja Nebukadnezar memerintahkan
rakyatnya untuk menyembah patung dewa.
Semua rakyat menyembah patung ini, kecuali
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Raja marah dan
akan menghukum ketiganya kalau tidak segera
menyembah patung.
Namun, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap
berpegang teguh dengan prinsipnya untuk tidak
menyembah patung karena mereka sungguh
mengenal Allah yang hidup, yang mereka sembah.
C O N T O H H I D U P
B E R I N T E G R I T A S
M A K N A I N T E G R I T A S B A G I O R A N G P E R C A Y A
Komitmen dan loyalitas.
Tanggung jawab.
Dapat dipercaya, jujur, dan setia.
Konsisten.
Menguasai dan mendisiplin diri.
Berkualitas.
M A N F A A T H I D U P
B E R I N T E G R I T A S
Dalam kitab Amsal, integritas dipandang sebagai
karakteristik yang penting dari kehidupan yang
tulus.
Tuhan akan melindungi orang-orang yang
berjalan dalam integritas (Amsal 2:7), dan keamanan
mereka terjamin (2:21; 10:9; 20:7; 28:18).
Akan dituntun (Amsal 11:3).
Memiliki integritas lebih baik daripada kekayaan
(Amsal 19:1; 28:6).
Integritas dikembangkan saat kita belajar dan mempraktikkan
beberapa keterampilan tertentu, yaitu:
Mengembangkan kejujuran personal yang dalam melalui
konfrontasi diri yang radikal.
Jika ingin menjadi orang yang berintegritas, standar Tuhan
harus menjadi standar kita; nilai-nilai-Nya harus menjadi nilai-
nilai kita dan belajar untuk mengasihi apa yang Dia kasihi dan
membenci apa yang Dia benci.
"Takut akan Tuhan" -- kita harus mengembangkan rasa hormat
yang benar kepada Tuhan.
"Takut akan Tuhan" mengajarkan kita untuk mengasihi apa
yang baik dan membenci apa yang jahat (Roma 12:13). Firman
Tuhan harus secara efektif dicerna/diterima dalam hati,
pikiran, dan kesadaran kita sehingga itu akan memengaruhi
pikiran, perkataan, perbuatan, dan sikap kita.
M E N G E M B A N G K A N D A N
M E N J A G A I N T E G R I T A S
Menyadari bahwa kita tidak bisa menjalani hidup Kristen
dengan kekuatan kita sendiri.
Kita butuh kemampuan dari Tuhan. Karena itu, kita harus belajar
bagaimana dikuasai oleh Roh Kudus (Efesus 5:18). Agar dikuasai
oleh Roh Kudus, kita harus tunduk kepada Tuhan dan
membiarkan Tuhan membuat keputusan akhir untuk kita
berdasarkan firman-Nya yang bijaksana
dan penuh kasih.
Mempelajari hikmat mengenai menjadi orang yang dapat
dipercaya oleh orang lain untuk pengembangan moral
dan spiritual kita.
Dibutuhkan orang lain untuk mengeluarkan potensi terbaik
dalam diri kita, dan kita semua membutuhkan mitra yang dapat
dipercaya sebagai pendorong dan pemeriksa realitas.
M E N G E M B A N G K A N D A N
M E N J A G A I N T E G R I T A S
M E N G U K U R I N T E G R I T A S
Lakukan hal di bawah ini untuk
mengukur integritas kita:
Seperti apakah Anda ketika tidak
ada seorang pun di dekat Anda?
Apakah Anda berbicara kepada orang-
orang atau membicarakan merek
di belakang?
Apakah Anda dapat bertanggung
jawab setidaknya kepada
satu orang?
Apakah Anda orang yang sama
ketika Anda bersama dengan
orang-orang yang berbeda?
Apakah Anda orang yang sama saat
di depan umum dan saat sendirian?
Mari kita memiliki gaya hidup Kristen
yang konsisten dan penuh integritas.
Dengan demikian, kehidupan yang kita
bawa dapat menggambarkan kehidupan
Kristen yang diajarkan oleh Yesus Kristus,
dan melaluinya kita dapat menjadi
saksi Tuhan yang efektif.
Pastor Okereke Jr., Peter. "Membangun Integritas". Dalam
https://c3i.sabda.org/membangun_integritas
Dr. Riser, Steven C.. "Integritas – Kunci untuk Karakter dan Penyembuh untuk
Ketidakkonsistenan". Dalam https://c3i.sabda.org/integritas_
%E2%8%93_kunci_untuk_karakter_dan_penyembuh_untuk_
ketidakkonsistenan
Tim GotQuestions.org. "Apa yang Alkitab Katakan tentang Integritas". Dalam
https://c3i.sabda.org/apa_yang_alkitab_katakan_tentang_integritas
Saud, Saumiman. "Integritas Orang Percaya". Dalam
https://artikel.sabda.org/integritas_orang_percaya
Gunawan, Samuel T., SE, M.Th.. "Integritas: Satunya Kata dengan Perbuatan".
Dalam https://www.sabda.org/artikel/book/export/html/1250
R E F E R E N S I

INTEGRITAS KRISTEN

  • 1.
    I N TE G R I T A S K R I S T E N
  • 2.
    Hidup Kristen adalahhidup yang berintegritas, seperti hidup yang diteladankan oleh Tuhan kita dalam keseluruhan karya-Nya di bumi. Integritas sangat diperlukan agar kita dapat menjadi saksi Tuhan yang efektif karena yang kita katakan sama dengan perbuatan kita. Mari kita belajar lebih banyak lagi tentang "Integritas Kristen".
  • 3.
    Integritas berasal darikata Latin "integer" yang mencakup aspek lahiriah, moral, etika, dan karakter yang mulia. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia menyebut integritas sebagai "kejujuran; mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki kemampuan yang memancarkan kewibawaan". Integritas secara singkat dapat diartikan sebagai satunya kata dengan perbuatan. D E F I N I S I U M U M
  • 4.
    D E FI N I S I I N T E G R I T A S M E N U R U T A L K I T A B Menurut Alkitab, kata Ibrani yang diterjemahkan sebagai "integritas" dalam Perjanjian Lama berarti "kondisi yang menjadi tidak bercela, kepenuhan, kesempurnaan, ketulusan, kesehatan, kejujuran, keutuhan." Perjanjian Lama: Integritas merupakan cermin karakter seseorang yang. Karakter terbentuk dari dan akibat pergaulan seseorang dengan Tuhan, yang mengakibatkan sifat-sifat moral Allah dimiliki orang tersebut. Perjanjian Baru: Integritas berkaitan dengan kejujuran dan kepatuhan terhadap pola perbuatan yang baik. Yesus adalah teladan sempurna dari seseorang yang memiliki integritas. Dia sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah pada saat bersamaan, dan Dia tergoda dalam segala hal seperti halnya kita, tetapi Dia tidak pernah berdosa (Ibrani 4:15); itulah definisi integritas.
  • 5.
    Tidak berjalan menurutnasihat orang fasik, tidak berjalan di jalan orang berdosa, dan tidak bergaul dan bersekutu dengan pencemooh (Mazmur 1:1- 2). Takut akan Tuhan (Amsal 1:7). Mereka menyukai dan merenungkan firman Tuhan secara intensif, berjalan di jalan yang benar dan menjauhkan diri dari kejahatan (Mazmur 1:2, 6). Memiliki ketulusan dan kejujuran (Kejadian 20:5). O R A N G Y A N G B E R I N T E G R I T A S M E N U R U T A L K I T A B
  • 6.
    Kisah Sadrakh, Mesakh,dan Abednego (Daniel 3:13-17). Dalam kisah ini, Raja Nebukadnezar memerintahkan rakyatnya untuk menyembah patung dewa. Semua rakyat menyembah patung ini, kecuali Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Raja marah dan akan menghukum ketiganya kalau tidak segera menyembah patung. Namun, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap berpegang teguh dengan prinsipnya untuk tidak menyembah patung karena mereka sungguh mengenal Allah yang hidup, yang mereka sembah. C O N T O H H I D U P B E R I N T E G R I T A S
  • 7.
    M A KN A I N T E G R I T A S B A G I O R A N G P E R C A Y A Komitmen dan loyalitas. Tanggung jawab. Dapat dipercaya, jujur, dan setia. Konsisten. Menguasai dan mendisiplin diri. Berkualitas.
  • 8.
    M A NF A A T H I D U P B E R I N T E G R I T A S Dalam kitab Amsal, integritas dipandang sebagai karakteristik yang penting dari kehidupan yang tulus. Tuhan akan melindungi orang-orang yang berjalan dalam integritas (Amsal 2:7), dan keamanan mereka terjamin (2:21; 10:9; 20:7; 28:18). Akan dituntun (Amsal 11:3). Memiliki integritas lebih baik daripada kekayaan (Amsal 19:1; 28:6).
  • 9.
    Integritas dikembangkan saatkita belajar dan mempraktikkan beberapa keterampilan tertentu, yaitu: Mengembangkan kejujuran personal yang dalam melalui konfrontasi diri yang radikal. Jika ingin menjadi orang yang berintegritas, standar Tuhan harus menjadi standar kita; nilai-nilai-Nya harus menjadi nilai- nilai kita dan belajar untuk mengasihi apa yang Dia kasihi dan membenci apa yang Dia benci. "Takut akan Tuhan" -- kita harus mengembangkan rasa hormat yang benar kepada Tuhan. "Takut akan Tuhan" mengajarkan kita untuk mengasihi apa yang baik dan membenci apa yang jahat (Roma 12:13). Firman Tuhan harus secara efektif dicerna/diterima dalam hati, pikiran, dan kesadaran kita sehingga itu akan memengaruhi pikiran, perkataan, perbuatan, dan sikap kita. M E N G E M B A N G K A N D A N M E N J A G A I N T E G R I T A S
  • 10.
    Menyadari bahwa kitatidak bisa menjalani hidup Kristen dengan kekuatan kita sendiri. Kita butuh kemampuan dari Tuhan. Karena itu, kita harus belajar bagaimana dikuasai oleh Roh Kudus (Efesus 5:18). Agar dikuasai oleh Roh Kudus, kita harus tunduk kepada Tuhan dan membiarkan Tuhan membuat keputusan akhir untuk kita berdasarkan firman-Nya yang bijaksana dan penuh kasih. Mempelajari hikmat mengenai menjadi orang yang dapat dipercaya oleh orang lain untuk pengembangan moral dan spiritual kita. Dibutuhkan orang lain untuk mengeluarkan potensi terbaik dalam diri kita, dan kita semua membutuhkan mitra yang dapat dipercaya sebagai pendorong dan pemeriksa realitas. M E N G E M B A N G K A N D A N M E N J A G A I N T E G R I T A S
  • 11.
    M E NG U K U R I N T E G R I T A S Lakukan hal di bawah ini untuk mengukur integritas kita: Seperti apakah Anda ketika tidak ada seorang pun di dekat Anda? Apakah Anda berbicara kepada orang- orang atau membicarakan merek di belakang? Apakah Anda dapat bertanggung jawab setidaknya kepada satu orang? Apakah Anda orang yang sama ketika Anda bersama dengan orang-orang yang berbeda? Apakah Anda orang yang sama saat di depan umum dan saat sendirian?
  • 12.
    Mari kita memilikigaya hidup Kristen yang konsisten dan penuh integritas. Dengan demikian, kehidupan yang kita bawa dapat menggambarkan kehidupan Kristen yang diajarkan oleh Yesus Kristus, dan melaluinya kita dapat menjadi saksi Tuhan yang efektif.
  • 13.
    Pastor Okereke Jr.,Peter. "Membangun Integritas". Dalam https://c3i.sabda.org/membangun_integritas Dr. Riser, Steven C.. "Integritas – Kunci untuk Karakter dan Penyembuh untuk Ketidakkonsistenan". Dalam https://c3i.sabda.org/integritas_ %E2%8%93_kunci_untuk_karakter_dan_penyembuh_untuk_ ketidakkonsistenan Tim GotQuestions.org. "Apa yang Alkitab Katakan tentang Integritas". Dalam https://c3i.sabda.org/apa_yang_alkitab_katakan_tentang_integritas Saud, Saumiman. "Integritas Orang Percaya". Dalam https://artikel.sabda.org/integritas_orang_percaya Gunawan, Samuel T., SE, M.Th.. "Integritas: Satunya Kata dengan Perbuatan". Dalam https://www.sabda.org/artikel/book/export/html/1250 R E F E R E N S I