MANUSIA DAN
KEINDAHAN
Tryanoto S.S
5B418710
1ia19
Pengertian Keindahan
◦ Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata
keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik,
elok, molek dan sebagainya.
◦ Keindahan identik dengan kebenaran.sesuatu yang indah itu selalu
mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak
mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah.
◦ Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan,
tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi
kesenangan, bermakna, atau kepuasan
Hakikat dari Keindahan
◦ Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
◦ 1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai
sesuatu yang baik dan juga menyenangkan
◦ 2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik
seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya.
◦ 3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda-
benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa
keindahan bentuk dan warna
Keindahan dalam nilai sebenarnya
◦ Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan :
◦ 1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau
membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut
halus dan kasar.
◦ 2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam
atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut.
Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
Cara untuk Mengetahui Suatu
Keindahan
◦ 1. Renungan
◦ Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam-
diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-
dalam. Renungan adalah hasil merenung.
◦ Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu
sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula
apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu
bergantung kepada obyek dan subyek.
◦ 2. Keserasian
◦ Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi
artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai
kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran
seimbang.
◦ Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi
tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah.
itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah
sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada
◦ 3.Kehalusan
◦ Kehalusan berasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan)
lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat-
yang halus.
◦ Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam
masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai
lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang
bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang
bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai
keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan
dari seseorang.
◦ 4. Kontemplasi
◦ Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir
dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat,
tujuan, atau niat hasil penciptaan.

Ibd 1.5

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Keindahan ◦ Keindahan,sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. ◦ Keindahan identik dengan kebenaran.sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatanya indah tapi tidak mengandung kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. ◦ Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan
  • 3.
    Hakikat dari Keindahan ◦Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu : ◦ 1. Keindahan dalam arti luas, menurut Aristoteles keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan ◦ 2. Keindahan dalam arti estetik murni, yaitu pengalaman estetik seseorang dalam hubungan dengan segala sesuatu yang diserapnya. ◦ 3. Keindahan dalam arti terbatas, yaitu yang menyangkut benda- benda yang dapat diserap dengan penglihatan yakni berupa keindahan bentuk dan warna
  • 4.
    Keindahan dalam nilaisebenarnya ◦ Ada 2 nilai yang penting dalam Keindahan : ◦ 1. Nilai ekstrinsik yakni nilai yang sifatnya sebagai alat atau membantu untuk sesuatu hal. Contohnya tarian yang disebut halus dan kasar. ◦ 2. Nilai intrinsik yakni sifat baik yang terkandung di dalam atau apa yang merupakan tujuan dari sifat baik tersebut. Contohnya pesan yang akan disampaikan dalam suatu tarian.
  • 5.
    Cara untuk MengetahuiSuatu Keindahan ◦ 1. Renungan ◦ Renungan berasal dari kata renunag, merenung artinya dengan diam- diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam- dalam. Renungan adalah hasil merenung. ◦ Setiap orang pernah merenung. Sudah tentu kadar renungannya satu sarna lain berbeda, meskipun obyek yang direnungkan sama, lebih pula apabila obyek renungannya berbeda. Jadi apa yang direnungkan itu bergantung kepada obyek dan subyek.
  • 6.
    ◦ 2. Keserasian ◦Keserasian berasal dari kata serasi-serasi dari kata dasar rasi artinya cocok, sesuai, atau kena benar. Kata cocok sesuai kena mengandung unsur pengertian perpaduan, ukuran seimbang. ◦ Keserasian identik dengan keindahan. Sesuatu yang serasi tentu tampak indah dan yang tidak serasi tidak indah. itu sebagian ahli pikir berpendapat, bahwa keindahan ialah sejumlah kualita pokok tertentu yang terdapat pada
  • 7.
    ◦ 3.Kehalusan ◦ Kehalusanberasal dari kata halus artinya tidak kasar (perbuatan) lembut, sopan, baik (budi bahasa), beradab. Kehalusan berarti sifat- yang halus. ◦ Halus itu berarti suatu sikap manusia dalam pergaulan baik dalam masyarakat kecil maupun dalam masyarakat luas. Sudah tentu sebagai lawannya ialah sikap kasar atau sikap orang-orang yang sedang bersikap sombong, bersikap kaku sikap orang yang sedang bermusuhan. Oleh karena itu kehalusan dapat menunjukan nilai keindahan seseorang dan sikap kasar bisa mengurangi nilai keindahan dari seseorang.
  • 8.
    ◦ 4. Kontemplasi ◦Suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir dan mendalam untuk mencari nilai-nilai makna, manfaat, tujuan, atau niat hasil penciptaan.