Dokumen ini membahas Gerakan Non-Blok (GNB), yang didirikan pada tahun 1955 dengan tujuan untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat-Timur dan menjaga kedaulatan negara-negara non-blok. GNB diinisiasi oleh lima pemimpin dunia, termasuk Soekarno dari Indonesia, yang berperan penting dalam pertemuan dan kerja sama di bidang pertanian dan teknis. Sejak berakhirnya Perang Dingin dan konferensi terakhir di 2009, relevansi GNB mulai dipertanyakan.