ASTEROID
KOMET
METEOR
Zakiyah Artanti Ratnadewi
X. 3 / 28
METEORMeteor berasal dari Bahasa Yunani
yang memiliki arti fenomena di langit.
Lazim juga disebut sebagai Bintang
Jatuh
Idiom meteor digunakan untuk
melukiskan garis cahaya yang
diproduksi oleh materi tata surya yang
jatuh ke Bumi dan memercikan pijaran
akibat gesekan dengan atmosfer.
(Biasa terjadi pada ketinggian 80 –
110 km dari permukaan bumi).
METEOROIDPersatuan Astronomi Nasional pada
sidang umum IX tahun 1961
mendefinisikan meteorid sebagai,
sebuah benda padat yang
berada/bergerak dalam ruang
antarplanet, dengan ukuran lebih kecil
daripada asteroid dan lebih besar
daripada sebuah atom atau molekul.
Meteoroid sendiri merupakan partikel
kecil yang terlepas dari komet ataupun
asteroid.
Mengandung Besi dan Stony yang lebih
primitif daripada bumi.
METEORIT
Meteorit merupakan meteoroid yang
tidak habis terbakar dan menumbuk
permukaan bumi.
Klasifikasi Meteorit, dibagi menjadi:
1. Meteorit Batu
 Tersusun dari Silikat
 Berdasar struktur kristal dibagi lagi
menjadi Kondrit (mengandung batuan
kecil / kondrul) dan Akondrit (tidak
mengandung kondrul, berasal dari mars
/ bulan)
2. Meteorit Batuan Besi
 Mengandung logam dan besi
 Hanya 1,5% jenisnya.
 Salah satu tipenya adalah pallasit.
Tersusun dari campuran besi, nikel, dan
mineral silikat (olvin)
3. Meteorit Besi
 Disusun dari besi dan nikel yang padat.
 Tahan terhadap cuaca dan sangat
berbeda dengan batuan bumi.
ASTEROID
disebut sebagai planet
minor atau planetoid, adalah
benda berukuran lebih kecil
daripada planet, tetapi lebih besar
daripada meteoroid
KLASIFIKASI
ORBIT DARI
ASTEROID
Struktur
badannya
tersusun dari
batu, karbon,
dan logam.
Sama seperti
benda langit
lain, dia juga
mengorbit
matahari.
CIRI – CIRI
ASTEROID
• Besarnya bisa mencapai besar
940 km (sekitar 583 mil)
misalnya sperti ceres.
• Berbentuk tidak teratur,
walaupun ada beberapa yang
hampir bulat, misalnya
seperti Ceres. sering berlubang
atau kawah
• berputar mengelilingi matahari
dalam orbit elips,
astroid memutar, kadang-
kadang jatuh tak menentu.
• Suhu nya yang rata-rata
permukaan asteroid minus 100
derajat F (minus 73 derajat C).
CERES
Ceres ialah suatu planet kerdil
yang terletak di Sabuk
Asteroid. Ceres ditemukan
pada 1801 oleh Giuseppe
Piazzi. Pada 24 Agustus 2006,
Persatuan Astronomi
Internasional untuk
memutuskan mengubah status
Ceres menjadi “planet katai”.
Ceres memiliki massa sebesar
9,45 ± 0,04 × 1020 kg. Dengan
diameter yang sekitar 950 km,
Ceres ialah benda angkasa
terbesar di sabuk asteroid
utama.
PALLAS
Pallas adalah suatu asteroid besar
yang terletak di sabuk asteroid
suatu sistem tata surya dan
merupakan sebuah asteroid ke-2
yang ditemukan. Ditemukan dan
dinamai oleh astronom Heinrich
Wilhelm Matthaus Olbers pada
tanggal 28 Maret 1802.
VESTA
Vesta berukuran diameter
sebesar 530 kilometer
(sekitar 330 mil) dan
diperkirakan
mempunyai massa 9% dari
massa semua sabuk
asteroid. jenis astroid
ini ditemukan oleh
astronom Jerman Heinrich
Wilhelm Olbers pada 1807.
Vesta ialah sebuah asteroid
yang paling terang.
HYGEIA
Hygiea memiliki diameter yang
sedikit membujur sepanjang 350
sampai dengan 500 km, dan
mempunyai massa kira-kira 2,9%
dari total massa sabuk,. Pada
sebagian besar oposisi, Hygiea
memiliki magnitudo empat order
lebih redup daripada Vesta.
Mengamati Hygiea akan
memerlukan setidaknya sebuah
teleskop 100 mm (4 inci),
sedangkan pada sebuah oposisi
perihelik, ia mungkin bisa diamati
dengan binokular 10×50.
Ialah suatu benda langit yang
di tutupi kabut tipis panjang
dan mirip dengan ekor. Terdiri
dari kumpulan debu dan gas
yang membeku pada saat
berada jauh dari matahari.
Ketika mendekati matahari,
sebagian bahan penyusun
komet menguap membentuk
kepala gas dan ekor.
Komet terdiri
dari debu dan es.
Fenomena ekor
pada komet ini
terjadi karena
radiasi dan angin
dari matahari
terhadap inti komet
tersebut.
CIRI – CIRI
KOMET
• Garis tengah inti komet (nukleus)
kira-kira hanya sekitar 8-25 km,
sangat kecil dibandingkan dengan
koma. Garis tengah koma
bisa mencapai dengan 60.000 km
dan penjang ekor koet
bisa mencapai 80 juta km.
• Komet bergerak mengelilingi
matahari berkali-kali,tetapi
peredarannya memakan waktu
yang lama.
• Komet ini di bedakan menurut
rentangan waktu orbitnya.
Rentangan waktu pendek
ialah kurang dari 200 tahun an
rentangan waktu yang panjang
yaitu lebih dari 200 tahun. Secara
umumnya bentuk orbit komet
yaitu elips.
Jika komet yang sudah lama mengorbit
matahari maka lama-kelamaan material
yang membentuk ekor seperti gas dan
debu akan habis atau menguap. Sehingga
komet itu akan menyerupai asteroid.
Komet yang semacam ini dinamakan
komet punah (extinct comet).
BAGIAN - BAGIAN
KOMET
• NUKLEUS / INTI
Nukleus /inti adalah pusat yang sangat
terang pada sebuah kepala komet. Inti
tersebut bisa mencapai 100. Hingga 10.000
meter. Diameter komet Halley ini kira-kira
sebesar 5.000 meter. Ahli astronomi
beranggapan bahwa nukleus komet ini
berupa “bola salju kotor” yang terdiri
dari debu, fragmen-fragmen batuan,
metana beku, amonia beku, karbon
dioksida beku, dan bentuk-bentuk es lain
sebagainya.
• KOMA
Koma ialah suatu gas dan debu yang
terlihat disekeliling nukleus. Koma ini
terbentuk jika radiasi matahari melelehkan
bagian ini. Diameter koma bisa
mencapai dengan 2 juta km dan terlihat
bila komet mendekati matahari.
Komet terdiri
dari debu dan es.
Fenomena ekor
pada komet ini
terjadi karena
radiasi dan angin
dari matahari
terhadap inti komet
tersebut.
Oleh karena itu,
ketika komet
sedang berada
dekat matahari
maka dia akan
mengeluarkan ekor
sedangkan pada
posisi jauh dari
matahari tidak
mengeluarkan
ekor.
JENIS – JENIS KOMET
Komet Encke
Muncul tiap 3 tahun sekali
Komet Halley
Muncul tiap 76 tahun
sekali
Komet Hyakutakei
Komet Ikeyaseki
Muncul tahun 1965
Komet Kohoutek
Muncul tahun 1973
Komet Howard-
Koomen-Michel
Muncul tahun 1979.
Geografi: Asteroid, Komet, Meteor

Geografi: Asteroid, Komet, Meteor

  • 1.
  • 2.
    METEORMeteor berasal dariBahasa Yunani yang memiliki arti fenomena di langit. Lazim juga disebut sebagai Bintang Jatuh Idiom meteor digunakan untuk melukiskan garis cahaya yang diproduksi oleh materi tata surya yang jatuh ke Bumi dan memercikan pijaran akibat gesekan dengan atmosfer. (Biasa terjadi pada ketinggian 80 – 110 km dari permukaan bumi).
  • 3.
    METEOROIDPersatuan Astronomi Nasionalpada sidang umum IX tahun 1961 mendefinisikan meteorid sebagai, sebuah benda padat yang berada/bergerak dalam ruang antarplanet, dengan ukuran lebih kecil daripada asteroid dan lebih besar daripada sebuah atom atau molekul. Meteoroid sendiri merupakan partikel kecil yang terlepas dari komet ataupun asteroid. Mengandung Besi dan Stony yang lebih primitif daripada bumi.
  • 4.
    METEORIT Meteorit merupakan meteoroidyang tidak habis terbakar dan menumbuk permukaan bumi. Klasifikasi Meteorit, dibagi menjadi: 1. Meteorit Batu  Tersusun dari Silikat  Berdasar struktur kristal dibagi lagi menjadi Kondrit (mengandung batuan kecil / kondrul) dan Akondrit (tidak mengandung kondrul, berasal dari mars / bulan) 2. Meteorit Batuan Besi  Mengandung logam dan besi  Hanya 1,5% jenisnya.  Salah satu tipenya adalah pallasit. Tersusun dari campuran besi, nikel, dan mineral silikat (olvin) 3. Meteorit Besi  Disusun dari besi dan nikel yang padat.  Tahan terhadap cuaca dan sangat berbeda dengan batuan bumi.
  • 6.
    ASTEROID disebut sebagai planet minoratau planetoid, adalah benda berukuran lebih kecil daripada planet, tetapi lebih besar daripada meteoroid
  • 7.
    KLASIFIKASI ORBIT DARI ASTEROID Struktur badannya tersusun dari batu,karbon, dan logam. Sama seperti benda langit lain, dia juga mengorbit matahari.
  • 8.
    CIRI – CIRI ASTEROID •Besarnya bisa mencapai besar 940 km (sekitar 583 mil) misalnya sperti ceres. • Berbentuk tidak teratur, walaupun ada beberapa yang hampir bulat, misalnya seperti Ceres. sering berlubang atau kawah • berputar mengelilingi matahari dalam orbit elips, astroid memutar, kadang- kadang jatuh tak menentu. • Suhu nya yang rata-rata permukaan asteroid minus 100 derajat F (minus 73 derajat C).
  • 9.
    CERES Ceres ialah suatuplanet kerdil yang terletak di Sabuk Asteroid. Ceres ditemukan pada 1801 oleh Giuseppe Piazzi. Pada 24 Agustus 2006, Persatuan Astronomi Internasional untuk memutuskan mengubah status Ceres menjadi “planet katai”. Ceres memiliki massa sebesar 9,45 ± 0,04 × 1020 kg. Dengan diameter yang sekitar 950 km, Ceres ialah benda angkasa terbesar di sabuk asteroid utama.
  • 10.
    PALLAS Pallas adalah suatuasteroid besar yang terletak di sabuk asteroid suatu sistem tata surya dan merupakan sebuah asteroid ke-2 yang ditemukan. Ditemukan dan dinamai oleh astronom Heinrich Wilhelm Matthaus Olbers pada tanggal 28 Maret 1802.
  • 11.
    VESTA Vesta berukuran diameter sebesar530 kilometer (sekitar 330 mil) dan diperkirakan mempunyai massa 9% dari massa semua sabuk asteroid. jenis astroid ini ditemukan oleh astronom Jerman Heinrich Wilhelm Olbers pada 1807. Vesta ialah sebuah asteroid yang paling terang.
  • 12.
    HYGEIA Hygiea memiliki diameteryang sedikit membujur sepanjang 350 sampai dengan 500 km, dan mempunyai massa kira-kira 2,9% dari total massa sabuk,. Pada sebagian besar oposisi, Hygiea memiliki magnitudo empat order lebih redup daripada Vesta. Mengamati Hygiea akan memerlukan setidaknya sebuah teleskop 100 mm (4 inci), sedangkan pada sebuah oposisi perihelik, ia mungkin bisa diamati dengan binokular 10×50.
  • 13.
    Ialah suatu bendalangit yang di tutupi kabut tipis panjang dan mirip dengan ekor. Terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari matahari. Ketika mendekati matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor.
  • 14.
    Komet terdiri dari debudan es. Fenomena ekor pada komet ini terjadi karena radiasi dan angin dari matahari terhadap inti komet tersebut.
  • 15.
    CIRI – CIRI KOMET •Garis tengah inti komet (nukleus) kira-kira hanya sekitar 8-25 km, sangat kecil dibandingkan dengan koma. Garis tengah koma bisa mencapai dengan 60.000 km dan penjang ekor koet bisa mencapai 80 juta km. • Komet bergerak mengelilingi matahari berkali-kali,tetapi peredarannya memakan waktu yang lama. • Komet ini di bedakan menurut rentangan waktu orbitnya. Rentangan waktu pendek ialah kurang dari 200 tahun an rentangan waktu yang panjang yaitu lebih dari 200 tahun. Secara umumnya bentuk orbit komet yaitu elips.
  • 16.
    Jika komet yangsudah lama mengorbit matahari maka lama-kelamaan material yang membentuk ekor seperti gas dan debu akan habis atau menguap. Sehingga komet itu akan menyerupai asteroid. Komet yang semacam ini dinamakan komet punah (extinct comet).
  • 17.
    BAGIAN - BAGIAN KOMET •NUKLEUS / INTI Nukleus /inti adalah pusat yang sangat terang pada sebuah kepala komet. Inti tersebut bisa mencapai 100. Hingga 10.000 meter. Diameter komet Halley ini kira-kira sebesar 5.000 meter. Ahli astronomi beranggapan bahwa nukleus komet ini berupa “bola salju kotor” yang terdiri dari debu, fragmen-fragmen batuan, metana beku, amonia beku, karbon dioksida beku, dan bentuk-bentuk es lain sebagainya. • KOMA Koma ialah suatu gas dan debu yang terlihat disekeliling nukleus. Koma ini terbentuk jika radiasi matahari melelehkan bagian ini. Diameter koma bisa mencapai dengan 2 juta km dan terlihat bila komet mendekati matahari.
  • 18.
    Komet terdiri dari debudan es. Fenomena ekor pada komet ini terjadi karena radiasi dan angin dari matahari terhadap inti komet tersebut.
  • 19.
    Oleh karena itu, ketikakomet sedang berada dekat matahari maka dia akan mengeluarkan ekor sedangkan pada posisi jauh dari matahari tidak mengeluarkan ekor.
  • 20.
    JENIS – JENISKOMET Komet Encke Muncul tiap 3 tahun sekali Komet Halley Muncul tiap 76 tahun sekali Komet Hyakutakei Komet Ikeyaseki Muncul tahun 1965 Komet Kohoutek Muncul tahun 1973 Komet Howard- Koomen-Michel Muncul tahun 1979.