GADAI
• KELOMPOK 5 :
1. DANI AGUS HIDAYAT 202510007
2. ALWAN INDRA NUGRAHA 202510030
3. TRI AGUS SETIAWAN 202510039
Gadai disebut rahn dalam bahasa arab, yang berarti
sesuatu yang tertahan atau tetap. Rahn juga merupakan istilah
untuk memberikan harta sebagai jaminan untuk utang. Benda
yang digunakan sebagai jaminan juga disebut rahn. Sementara
itu, orang yang memiliki utang atau menggadaikan disebut
rahin.
Adanya sistem gadai bertujuan untuk melunasi utang
yang tidak dapat dibayar oleh orang yang berutang. Nilai
barang yang digadaikan biasanya sebanding dengan nilai utang
yang telah diambil. Dengan sistem gadai ini, ada jaminan
terhadap harta kekayaan bagi si pemberi pinjaman dan ada
keamanan dari risiko hilang atau ditipu.
A. PENGERTIAN GADAI
B. DASAR HUKUM GADAI
• Gadai dalam Islam hukumnya jaiz atau boleh. Hal ini tercantum dalam Alquran, hadis, qiyas, dan
ijma.
Hukum dalam Alquran adalah sebagai berikut:
"Dan jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak
memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang
berpiutang)1. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang
dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya;
dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang
menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa kalbunya; dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Baqarah: 283).
- Hukum dalam hadis adalah sebagai berikut:
Nabi Shalallahu alaihi wasallam membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tempo, lalu beliau
menjadikan baju besinya sebagai gadainya. (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim).
- Berdasarkan qiyas, asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Mudzakkiratul Fiqh mengatakan demikian, Karena
gadai adalah kebutuhan, baik penggadai (murtahin) maupun pegadai (rahin), qiyas dan pandangan yang
benar memungkinkan ada gadai.
- Berdasarkan ijma, Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyebutkan secara umum, kaum muslimin
bersepakat bahwa gadai diperbolehkan dalam kehidupan sehari-hari jika diperlukan.
C. KAIDAH GADAI DALAM ISLAM
• Ijab Qabul.
• Ada orang yang menggadaikan ( Ar-Rahin )
• Orang yang menerima gadai ( Al-Murtahin )
• Adanya barang yang sah untuk digadaikan ( Al- Marhun )
• Adanya Hutang ( Al-Marhun Bih )
D. PRODUK GADAI
DALAM PEGADAIAN
SYARIAH
• Arrum haji
• Arrum BPKB
• Amanah
• Rahn (Gadai Syariah)
• Multi pembayaran online
• Konsinyasi emas
• Tabungan emas
• Mulia
E. MANFAAT DAN HIKMAH DALAM BERGADAI
• Lebih Cepat Mendapatkan Uang. Sistem gadai berarti menukarkan suatu barang dengan
barang lain dalam jangka waktu tertentu.
• Barang Kesayangan Tidak akan Hilang.
• Solusi Mendapatkan Dana Dadakan dalam Jumlah Besar.
• Menghindari Kredit dan Sewa Modal.
• Kepemilikan Barang Tidak akan Berpindah Tangan.

GADAI KELOMPOK 5.pptx

  • 1.
    GADAI • KELOMPOK 5: 1. DANI AGUS HIDAYAT 202510007 2. ALWAN INDRA NUGRAHA 202510030 3. TRI AGUS SETIAWAN 202510039
  • 2.
    Gadai disebut rahndalam bahasa arab, yang berarti sesuatu yang tertahan atau tetap. Rahn juga merupakan istilah untuk memberikan harta sebagai jaminan untuk utang. Benda yang digunakan sebagai jaminan juga disebut rahn. Sementara itu, orang yang memiliki utang atau menggadaikan disebut rahin. Adanya sistem gadai bertujuan untuk melunasi utang yang tidak dapat dibayar oleh orang yang berutang. Nilai barang yang digadaikan biasanya sebanding dengan nilai utang yang telah diambil. Dengan sistem gadai ini, ada jaminan terhadap harta kekayaan bagi si pemberi pinjaman dan ada keamanan dari risiko hilang atau ditipu. A. PENGERTIAN GADAI
  • 3.
    B. DASAR HUKUMGADAI • Gadai dalam Islam hukumnya jaiz atau boleh. Hal ini tercantum dalam Alquran, hadis, qiyas, dan ijma. Hukum dalam Alquran adalah sebagai berikut: "Dan jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang)1. Akan tetapi, jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Rabbnya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikannya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa kalbunya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (al-Baqarah: 283).
  • 4.
    - Hukum dalamhadis adalah sebagai berikut: Nabi Shalallahu alaihi wasallam membeli makanan dari seorang Yahudi dengan tempo, lalu beliau menjadikan baju besinya sebagai gadainya. (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim). - Berdasarkan qiyas, asy-Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Mudzakkiratul Fiqh mengatakan demikian, Karena gadai adalah kebutuhan, baik penggadai (murtahin) maupun pegadai (rahin), qiyas dan pandangan yang benar memungkinkan ada gadai. - Berdasarkan ijma, Ibnu Qudamah dalam al-Mughni menyebutkan secara umum, kaum muslimin bersepakat bahwa gadai diperbolehkan dalam kehidupan sehari-hari jika diperlukan.
  • 5.
    C. KAIDAH GADAIDALAM ISLAM • Ijab Qabul. • Ada orang yang menggadaikan ( Ar-Rahin ) • Orang yang menerima gadai ( Al-Murtahin ) • Adanya barang yang sah untuk digadaikan ( Al- Marhun ) • Adanya Hutang ( Al-Marhun Bih )
  • 6.
    D. PRODUK GADAI DALAMPEGADAIAN SYARIAH • Arrum haji • Arrum BPKB • Amanah • Rahn (Gadai Syariah) • Multi pembayaran online • Konsinyasi emas • Tabungan emas • Mulia
  • 7.
    E. MANFAAT DANHIKMAH DALAM BERGADAI • Lebih Cepat Mendapatkan Uang. Sistem gadai berarti menukarkan suatu barang dengan barang lain dalam jangka waktu tertentu. • Barang Kesayangan Tidak akan Hilang. • Solusi Mendapatkan Dana Dadakan dalam Jumlah Besar. • Menghindari Kredit dan Sewa Modal. • Kepemilikan Barang Tidak akan Berpindah Tangan.