OLEH
ADDINIYAH NUZUL RAMADHANI (O1A1 15 002)
MEGAWATI (O1A1 15 037)
MELVI MELVIANI (O1A1 15 038)
DEFINISI
FLORA FAUNA
Kata Flora berasal dari
bahasa latin yaitu nama dewi
pelindung bunga serta taman dan
dewi kesuburan dalam Mitologi
Romawi.
Flora sendiri dapat diartikan
sebagai sekelompok tanaman.
Sedangkan arti dari flora endemik
ialah berbagai jenis tumbuhan
yang hidup pada wilayah tertentu.
Kata Fauna berasal dari
bahasa latin yang mempunyai arti
sebagai sebagai alam hewan.
Dalam mitologi Romawi, kata
fauna dapat diartikan sebagai
kakak dari faunus, yang artinya
sebagai roh yang baik hutan serta
daratan. Pengertian fauna
endemik ialah seluruh jenis hewan
yang hidup di wilayah tertentu.
FLORA DAN FAUNA MENURUT GARIS WEBER DAN GARIS
WALLACE
 Garis Wallace, merupakan garis yang membatasi antara
jenis flora dan fauna Indonesia bagian barat dan tengah
atau tipe Asiatis dan tipe Peralihan. Garis ini ditentukan
berdasarkan hipotesis dari Alfred Russel Wallace.
 Garis Webber, merupakan garis yang membatasi antara
jenis flora dan fauna Indonesia bagian tengah dan timur
atau tipe Peralihan dan tipe Australis. Garis ini ditentukan
berdasarkan hipotesis dari Max Wilhelm & Carl Weber.
PERSEBARAN FLROA & FAUNA MENURUT GARIS WEBER DAN GARIS
WALLACE
KLASIFIKASI FLORA INDONESIA
Klasifikasi Flora Indonesia
Pengelompokan berbagai jenis tumbuhan ke dalam flora
didasarkan pada wilayah, iklim, perioda, atau lingkungan
tertentu. Wilayah-wilayah atau daerah yang berbeda secara
geografis, misalnya pada pegunungan yang dibandingkan
dengan daerah dataran, biasa memiliki jenis flora yang berbeda.
 Flora asli yaitu berbagai jenis tumbuhan asli, yang hidup pada
wilayah tertentu.
 Flora tanaman (pertanian dan hortikultura) yaitu mencakup
berbagai jenis tumbuhan yang ditanam atau dibudidayakan
oleh manusia.
 Flora gulma ialah daftar berbagai macam jenis-jenis tumbuhan
yang keberadaanya tidak diinginkan untuk tumbuh di lahan
pertanian atau tempat lainnya, yang disusun serta dipelajari
yang berkaitan dengan usaha dalam memberantas atau
mengendalikan tumbuhan tersebut.
Perbandingan karakteristik flora yang terdapat di Indonesia
Barat dan Indonesia Timur
Indonesia Barat
 Jenis meranti-merantian
sangat banyak.
 Terdapat berbagai jenis rotan.
 Tidak terdapat hutan kayu
putih.
 Jenis tumbuhan matoa
(Pometia pinnata) sedikit.
 Jenis tumbuhan sagu sedikit.
 Terdapat berbagai jenis
nangka.
Indonesia Timur
 Jenis meranti-merantian hanya
sedikit.
 Tidak terdapat berbagai jenis
rotan.
 Terdapat hutan kayu putih.
 Terdapat berbagai jenis
tumbuhan matoa, khususnya
di Papua.
 Banyak terdapat tumbuhan
sagu.
 Tidak terdapat jenis nangka
Nepenthes insignis
Endemik Papua
Flora Endemik Indonesia
Palem Pinanga crassipes
Endemik Kalimantan
Rafflesia Arnoldii
Endemik Sumatera
Bunga Rhododendron album
Endemik Jawa
KLASIFIKASI FAUNA INDONESIA
Klasifikasi Fauna Indonesia
1. Fauna Tipe Indonesia Barat (Asiatis)
 Fauna di daerah barat menyerupai daratan asia.
 Persebaran fauna meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Kalimanta hingga Sellat
Makasar dan Selat Lombok.
 Kebanyakan binatang asiatis memiliki ukuran yang besar dan terdiri dari
binatang menyusui. Binatang jenis asiatis bisanya berbulu tidak indah.
Persebaran dari Fauna yang ada di wilayah Indonesia dapat dikelompokkan menjadi
tiga corak yang berbeda, yaitu
Klasifikasi Fauna Indonesia
Fauna Tipe Indonesia Barat (Asiatis)
Harimau di Jawa, Sumatera
dan Bali
Badak terdapat di Sumatera Jenis-jenis kera di Kalimantan dan
Sumatera bagian barat, tengah, & timur.
Banteng di Jawa
2. Fauna Indonesia Bagian Tengah
Fauna Peralihan dan asli, terdapat dibagian tengah Indonesia, meliputi
Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara.
Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti di bawah ini :
Klasifikasi Fauna Indonesia
Kera di Sulawesi Kuskus di Sulawesi
Komodo di Nusa Tenggara Timur
3. Fauna Bagian Timur
 Fauna di Indonesia bagian timur seperti Irian Jaya dan pulau-pulau
disekitarnya pada umumnya mempunyai kemiripan dengan Fauna di
benua Australia.
 Daerah yang meliputi Indonesia bagian Timur, yaitu: Papua dan
sekitarnya.
Berikut ini fauna-fauna endemik Papua.
Klasifikasi Fauna Indonesia
Cendrawasih Kasuari Burung Mambruk
FLORA DAN FAUNA
DI SULAWESI TENGGARA
FLORA ENDEMIK SULAWESI TENGGARA
Anggrek Serat
1. Anggrek Serat
 Jenis anggrek serat tergolong
tanaman epifit yaitu tanaman yang
hidupnya menempel pada sebuah
batang pohon.
 Secara umum anggrek serat terdiri
dari bunga, batang, akar, umbi semu
dan daun.
 Anggrek serat memiliki umbi semu
yang kecil, agak pipih dan lebih keras
dari umbi semu pada anggrek yang
lain.
 Umbi semu pada tumbuhan ini
tumbuh memanjang seperti batang
dan berwarna hijau kekuningan.
 Daun anggrek serat
berbentuk lanset dan terletak pada
setiap ketiak pada batang.
 Daun tumbuhan ini relatif kecil
daripada daun anggrek lain
FLORA ENDEMIK SULAWESI TENGGARA
Anggrek Serat
Anggrek Serat adalah Flora
Identitas daerah Sulawesi Tenggara.
Anggrek ini banyak dimanfaatkan
untuk bahan dasar anyaman
tradisional yang khas, dibentuk
untuk kotak perhiasan, tas tangan,
dan untuk hiasan tepi tikar. .
Lantaran eksploitasi yang
berlebihan sebagai bahan baku
kerajinan anyaman yang bernilai jual
mahal dan minimnya budidaya
(mengingat usianya yang relatif
singkat), anggrek serat yang menjadi
flora identitas Sulawesi Tenggara ini
mulai menjadi tumbuhan langka.
Anggrek Serat
2. Pohon Sagu
Pohon ini memiliki sebaran
yang cukup luas, dapat dijumpai di
berbagai daerah di Indonesia.
Dijumpai di lima pulau besar (Jawa,
Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan
Papua) dan tumbuh juga di pulau-
pulau kecil lainnya.
Masyarakat Tolaki pada
umumnya memanfaatkan sagu
sebagai bahan makanan pokok
sebagai substitusi beras. Mereka
menamai hasil olahan sagu ini
dengan sebutan “sinonggi”.
Sinonggi sebagai makanan
khas Sulawesi Tenggara tersedia di
beberapa rumah makan Kota Kendari
yang sangat diminati oleh para
wisatawan dan warga pendatang di
kota yang sedang berkembang pesat
ini.
FLORA ENDEMIK SULAWESI TENGGARA
Fauna Khas Sulawesi Tenggara adalah Anoa
(Bubalus depressicornis). Binatang ini mirip kerbau
tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya, kira-kira
sebesar kambing. Panjang badan kurang lebih 175
cm, dengan tinggi 80 cm, dan beratnya sekitar 200
kg. Anoa binatang berkuku genap, di setiap kakinya
terdapat 4 buah kuku, dua kuku di belakang lebih
kecil dan tidak memecah tanah. Rambut badannya
halus, warna bervariasi dari coklat hingga coklat tua
kehitam-hitaman.
Umumnya yang jantan berwarna lebih gelap
dari pada betina. Anak anoa mempunyai bulu halus
yang tebal berwarna coklat keemasan. Kepala anoa
bertanduk pendek 2 buah, berbentuk lurus ke
belakang serta meruncing dan agak memipih serta
berlobang di tengah. Tanduk ini merupakan senjata
untuk mempertahankan diri. Satwa ini bisa menjadi
berbahaya apabila terdesak. Habitat anoa adalah di
hutan dataran rendah dan hutan berawa-rawa.
FAUNA ENDEMIK SULAWESI TENGGARA
FLORA DAN FAUNA DI TANJAU DARI BERBAGAI ASPEK
Aspek Ekonomi Aspek Sosial
Aspek Wilayah
Aspek Ekonomi
Dengan adanya keanekaragaman flora
dan fauna di Indonesia ini khususnya di daerah
Sulawesi Tenggara ini, memberikan dampak dari
segi Ekonomi. Terlebih lagi Flora dan fauna ini
hanya ditemukan di suatu wilayah tertentu
(sifatnya yang endemik) menjadikan Nilai dari
flora dan fauna ini semakin tinggi di aspek
Ekonomi.
Misalnya saja, Anggrek serat (Flora khas
Sulawesi Tenggara) selain sebagai bunga hias juga
dimanfaatkan umbi semunya yang mengandung
serat. Umbi semu anggrek serat ini digunakan
sebagai bahan untuk membuat barang-barang
kerajinan anyaman lantaran memiliki tektur yang
halus, mengkilat dan berwarna kuning keemasan.
Dengan kemampuan menggali serta
memanfaatkan kekayaan alam yang ada,
Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk
yang dapat dikembangnya sebagai komoditi
perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun
untuk pasar internasional.
Letak Indonesia
berpengaruh juga terhadap
bidang sosial. Dimana Letaknya
yang strategis memudahkan
bangsa Indonesia berhubungan
dengan bangsa-bangsa lain
dalam proses interaksi sosial
yang lebih dinamis sehingga
dalam pengembangan dan
pengenalan Flora dan Fauna
endemik dapat terjalin tidak
hanya melalui daerah-daerah
setempat melainkan bisa
menembus dengan jangkauan
wilayah internasional
Aspek Sosial
Wilayah Indonesia
yang terdiri atas ribuan
pulau yang dipisahkan oleh
selat dan laut merupakan
satu kesatuan yang tidak bisa
dipisahkan. Kondisi tersebut
melahirkan keanekaragaman
alam, khususnya dalam
keanekaragaman flora dan
fauna.
Keragaman tersebut
menjadi kekhasan dan daya
tarik tersendiri bagi pihak-
pihak luar. Keanekaragaman
ini dapat menjadi sumber
penerimaan negara andalan
melalui industri pariwisata.
Aspek Wilayah
Terima Kasih...

FLORA DAN FAUNA

  • 1.
    OLEH ADDINIYAH NUZUL RAMADHANI(O1A1 15 002) MEGAWATI (O1A1 15 037) MELVI MELVIANI (O1A1 15 038)
  • 2.
    DEFINISI FLORA FAUNA Kata Floraberasal dari bahasa latin yaitu nama dewi pelindung bunga serta taman dan dewi kesuburan dalam Mitologi Romawi. Flora sendiri dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman. Sedangkan arti dari flora endemik ialah berbagai jenis tumbuhan yang hidup pada wilayah tertentu. Kata Fauna berasal dari bahasa latin yang mempunyai arti sebagai sebagai alam hewan. Dalam mitologi Romawi, kata fauna dapat diartikan sebagai kakak dari faunus, yang artinya sebagai roh yang baik hutan serta daratan. Pengertian fauna endemik ialah seluruh jenis hewan yang hidup di wilayah tertentu.
  • 3.
    FLORA DAN FAUNAMENURUT GARIS WEBER DAN GARIS WALLACE  Garis Wallace, merupakan garis yang membatasi antara jenis flora dan fauna Indonesia bagian barat dan tengah atau tipe Asiatis dan tipe Peralihan. Garis ini ditentukan berdasarkan hipotesis dari Alfred Russel Wallace.  Garis Webber, merupakan garis yang membatasi antara jenis flora dan fauna Indonesia bagian tengah dan timur atau tipe Peralihan dan tipe Australis. Garis ini ditentukan berdasarkan hipotesis dari Max Wilhelm & Carl Weber.
  • 4.
    PERSEBARAN FLROA &FAUNA MENURUT GARIS WEBER DAN GARIS WALLACE
  • 5.
  • 6.
    Klasifikasi Flora Indonesia Pengelompokanberbagai jenis tumbuhan ke dalam flora didasarkan pada wilayah, iklim, perioda, atau lingkungan tertentu. Wilayah-wilayah atau daerah yang berbeda secara geografis, misalnya pada pegunungan yang dibandingkan dengan daerah dataran, biasa memiliki jenis flora yang berbeda.  Flora asli yaitu berbagai jenis tumbuhan asli, yang hidup pada wilayah tertentu.  Flora tanaman (pertanian dan hortikultura) yaitu mencakup berbagai jenis tumbuhan yang ditanam atau dibudidayakan oleh manusia.  Flora gulma ialah daftar berbagai macam jenis-jenis tumbuhan yang keberadaanya tidak diinginkan untuk tumbuh di lahan pertanian atau tempat lainnya, yang disusun serta dipelajari yang berkaitan dengan usaha dalam memberantas atau mengendalikan tumbuhan tersebut.
  • 7.
    Perbandingan karakteristik florayang terdapat di Indonesia Barat dan Indonesia Timur Indonesia Barat  Jenis meranti-merantian sangat banyak.  Terdapat berbagai jenis rotan.  Tidak terdapat hutan kayu putih.  Jenis tumbuhan matoa (Pometia pinnata) sedikit.  Jenis tumbuhan sagu sedikit.  Terdapat berbagai jenis nangka. Indonesia Timur  Jenis meranti-merantian hanya sedikit.  Tidak terdapat berbagai jenis rotan.  Terdapat hutan kayu putih.  Terdapat berbagai jenis tumbuhan matoa, khususnya di Papua.  Banyak terdapat tumbuhan sagu.  Tidak terdapat jenis nangka
  • 8.
    Nepenthes insignis Endemik Papua FloraEndemik Indonesia Palem Pinanga crassipes Endemik Kalimantan Rafflesia Arnoldii Endemik Sumatera Bunga Rhododendron album Endemik Jawa
  • 9.
  • 10.
    Klasifikasi Fauna Indonesia 1.Fauna Tipe Indonesia Barat (Asiatis)  Fauna di daerah barat menyerupai daratan asia.  Persebaran fauna meliputi Sumatera, Jawa, Bali, Kalimanta hingga Sellat Makasar dan Selat Lombok.  Kebanyakan binatang asiatis memiliki ukuran yang besar dan terdiri dari binatang menyusui. Binatang jenis asiatis bisanya berbulu tidak indah. Persebaran dari Fauna yang ada di wilayah Indonesia dapat dikelompokkan menjadi tiga corak yang berbeda, yaitu
  • 11.
    Klasifikasi Fauna Indonesia FaunaTipe Indonesia Barat (Asiatis) Harimau di Jawa, Sumatera dan Bali Badak terdapat di Sumatera Jenis-jenis kera di Kalimantan dan Sumatera bagian barat, tengah, & timur. Banteng di Jawa
  • 12.
    2. Fauna IndonesiaBagian Tengah Fauna Peralihan dan asli, terdapat dibagian tengah Indonesia, meliputi Sulawesi dan daerah Nusa Tenggara. Di daerah ini terdapat jenis hewan seperti di bawah ini : Klasifikasi Fauna Indonesia Kera di Sulawesi Kuskus di Sulawesi Komodo di Nusa Tenggara Timur
  • 13.
    3. Fauna BagianTimur  Fauna di Indonesia bagian timur seperti Irian Jaya dan pulau-pulau disekitarnya pada umumnya mempunyai kemiripan dengan Fauna di benua Australia.  Daerah yang meliputi Indonesia bagian Timur, yaitu: Papua dan sekitarnya. Berikut ini fauna-fauna endemik Papua. Klasifikasi Fauna Indonesia Cendrawasih Kasuari Burung Mambruk
  • 14.
    FLORA DAN FAUNA DISULAWESI TENGGARA
  • 15.
    FLORA ENDEMIK SULAWESITENGGARA Anggrek Serat 1. Anggrek Serat  Jenis anggrek serat tergolong tanaman epifit yaitu tanaman yang hidupnya menempel pada sebuah batang pohon.  Secara umum anggrek serat terdiri dari bunga, batang, akar, umbi semu dan daun.  Anggrek serat memiliki umbi semu yang kecil, agak pipih dan lebih keras dari umbi semu pada anggrek yang lain.  Umbi semu pada tumbuhan ini tumbuh memanjang seperti batang dan berwarna hijau kekuningan.  Daun anggrek serat berbentuk lanset dan terletak pada setiap ketiak pada batang.  Daun tumbuhan ini relatif kecil daripada daun anggrek lain
  • 16.
    FLORA ENDEMIK SULAWESITENGGARA Anggrek Serat Anggrek Serat adalah Flora Identitas daerah Sulawesi Tenggara. Anggrek ini banyak dimanfaatkan untuk bahan dasar anyaman tradisional yang khas, dibentuk untuk kotak perhiasan, tas tangan, dan untuk hiasan tepi tikar. . Lantaran eksploitasi yang berlebihan sebagai bahan baku kerajinan anyaman yang bernilai jual mahal dan minimnya budidaya (mengingat usianya yang relatif singkat), anggrek serat yang menjadi flora identitas Sulawesi Tenggara ini mulai menjadi tumbuhan langka. Anggrek Serat
  • 17.
    2. Pohon Sagu Pohonini memiliki sebaran yang cukup luas, dapat dijumpai di berbagai daerah di Indonesia. Dijumpai di lima pulau besar (Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua) dan tumbuh juga di pulau- pulau kecil lainnya. Masyarakat Tolaki pada umumnya memanfaatkan sagu sebagai bahan makanan pokok sebagai substitusi beras. Mereka menamai hasil olahan sagu ini dengan sebutan “sinonggi”. Sinonggi sebagai makanan khas Sulawesi Tenggara tersedia di beberapa rumah makan Kota Kendari yang sangat diminati oleh para wisatawan dan warga pendatang di kota yang sedang berkembang pesat ini. FLORA ENDEMIK SULAWESI TENGGARA
  • 18.
    Fauna Khas SulawesiTenggara adalah Anoa (Bubalus depressicornis). Binatang ini mirip kerbau tetapi pendek serta lebih kecil ukurannya, kira-kira sebesar kambing. Panjang badan kurang lebih 175 cm, dengan tinggi 80 cm, dan beratnya sekitar 200 kg. Anoa binatang berkuku genap, di setiap kakinya terdapat 4 buah kuku, dua kuku di belakang lebih kecil dan tidak memecah tanah. Rambut badannya halus, warna bervariasi dari coklat hingga coklat tua kehitam-hitaman. Umumnya yang jantan berwarna lebih gelap dari pada betina. Anak anoa mempunyai bulu halus yang tebal berwarna coklat keemasan. Kepala anoa bertanduk pendek 2 buah, berbentuk lurus ke belakang serta meruncing dan agak memipih serta berlobang di tengah. Tanduk ini merupakan senjata untuk mempertahankan diri. Satwa ini bisa menjadi berbahaya apabila terdesak. Habitat anoa adalah di hutan dataran rendah dan hutan berawa-rawa. FAUNA ENDEMIK SULAWESI TENGGARA
  • 19.
    FLORA DAN FAUNADI TANJAU DARI BERBAGAI ASPEK Aspek Ekonomi Aspek Sosial Aspek Wilayah
  • 20.
    Aspek Ekonomi Dengan adanyakeanekaragaman flora dan fauna di Indonesia ini khususnya di daerah Sulawesi Tenggara ini, memberikan dampak dari segi Ekonomi. Terlebih lagi Flora dan fauna ini hanya ditemukan di suatu wilayah tertentu (sifatnya yang endemik) menjadikan Nilai dari flora dan fauna ini semakin tinggi di aspek Ekonomi. Misalnya saja, Anggrek serat (Flora khas Sulawesi Tenggara) selain sebagai bunga hias juga dimanfaatkan umbi semunya yang mengandung serat. Umbi semu anggrek serat ini digunakan sebagai bahan untuk membuat barang-barang kerajinan anyaman lantaran memiliki tektur yang halus, mengkilat dan berwarna kuning keemasan. Dengan kemampuan menggali serta memanfaatkan kekayaan alam yang ada, Indonesia akan banyak memiliki pilihan produk yang dapat dikembangnya sebagai komoditi perdagangan, baik untuk pasar lokal maupun untuk pasar internasional.
  • 21.
    Letak Indonesia berpengaruh jugaterhadap bidang sosial. Dimana Letaknya yang strategis memudahkan bangsa Indonesia berhubungan dengan bangsa-bangsa lain dalam proses interaksi sosial yang lebih dinamis sehingga dalam pengembangan dan pengenalan Flora dan Fauna endemik dapat terjalin tidak hanya melalui daerah-daerah setempat melainkan bisa menembus dengan jangkauan wilayah internasional Aspek Sosial
  • 22.
    Wilayah Indonesia yang terdiriatas ribuan pulau yang dipisahkan oleh selat dan laut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kondisi tersebut melahirkan keanekaragaman alam, khususnya dalam keanekaragaman flora dan fauna. Keragaman tersebut menjadi kekhasan dan daya tarik tersendiri bagi pihak- pihak luar. Keanekaragaman ini dapat menjadi sumber penerimaan negara andalan melalui industri pariwisata. Aspek Wilayah
  • 23.