Etika
Pendahuluan
• Tabrakan Ford Pinto 1978, tanki bensin pecah,
terbakar
• 7 tahun peluncuran Pinto, 50 tuntutan hukum
tabrakan dari belakang
• Ford mengetahui sebelumnya, adanya cact
dalam desain tangki bensinnya yang tidak
memenuhi standar teknik
• Dilema insinyur menyeimbangkan keselamatan
orang yang mengendarai mobil dan kebutuhan
memproduksi Pinto dengan harga bersaing
Ide Latar Belakang
• Kasus etika :keselamatan publik,
penyuapan, kecurangan, perlindungan
lingkungan, keadilan, kejujuran dalam riset
dan pengujian, dan konflik kepentingan
• Etika engineering adalah sebuah bentuk
filosofi yang mengindikasikan cara bagi
para insinyur untuk mengarahkan diri
mereka dalam kapasitas profesional
mereka
• Etika adalah studi yang mempelajari
tentang karakteristik moral. Etika
berhubungan dengan pilihan moral
yang dibuat oleh setiap orang dalam
hubungannya dengan orang lain.
Mengapa Perlu Mempelajari Etika
Engineering
• Untuk membuat Anda lebih sensitif dan
mementingkan isu-isu etika sebelum Anda
harus menghadapi isu-isu tersebut
• “Otonomi Moral” adalah kemampuan
seseorang untuk berfikir kritis dan mandiri
tentang isu-isu moral dan menerapkan
pemikiran moral ini pada situasi yang
timbul dalam praktek karir profesional di
bidang engineering
RINGKASAN PEDOMAN
PRAKTIS
RINGKASAN PEDOMAN PRAKTIS
1. Insinyur seharusnya mengutamakan keselamatan,
kesehatan, dan kesejahteraan publik.
2. Insinyur seharusnya bekerja pada bidang yang
sesuai dengan kompetensinya.
3. Insinyur seharusnya mengeluarkan pendapat
kepada publik secara objektif dan benar.
4. Insinyur seharusnya memperlakukan setiap
pegawai atau klienya sebagai rekan yang
terpercaya.
5. Insinyur seharusnya menghindari perbuatan
curang.
1. Insinyur seharusnya mengutamakan
keselamatan, kesehatan, dan
kesejahteraan publik.
• Jika keputusan Insinyur ditolak karena
membahayakan, maka mereka seharunya
memberitahukan kepada pihak yang berkepentingan.
• Insinyur seharusnya hanya mengesahkan dokumen
teknik yang sesuai dengan standar.
• Insinyur seharusnya tidak memberikan fakta, data,
informasi tanpa sepengetahuan klien atau
pegawainya.
• Insinyur seharusnya tidak berhubungan bisnis
dengan pihak yang tidak jujur
• Insinyur seharusnya melaporkan pelanggaran kode
etik kepada pihak yang berwenang.
2. Insinyur seharusnya bekerja pada bidang
yang sesuai dengan kompetensinya.
• Insinyur seharusnya hanya menerima
pekerjaan sesuai dengan kualifikasi
pendidikan dan pengalamannya.
• Insinyur seharusnya tidak mengesahkan
rencana atau dokumen yang dia tidak
menguasai kompetensinya.
• Insinyur dapat menerima tugas sebagai
koordinator seluruh proyek, dimana tiap-tiap
bagian proyek ditanggani oleh ahlinya.
3. Insinyur seharusnya mengeluarkan
pendapat kepada publik secara objektif
dan benar.
• Insinyur seharusnya bersikap objektif dan
benar dalam membuat laporan, pendapat,
dan kesaksian secara profesional.
• Insinyur dapat menyatakan teknikal opini ke
publik berdasarkan ilmunya.
• Insinyur seharusnya tidak membuat
peryataan, kritik, sanggahan secara teknis
berdasarkan kepentingan pihak ketiga.
4. Insinyur seharusnya memperlakukan
setiap pegawai atau klienya sebagai rekan
yang terpercaya.
• Insinyur seharusnya menghindari
konflik yang merugikan pekerjaannya.
• Insinyur seharusnya tidak menerima
kompensasi, uang dari pihak lain yang
terkait dengan pekerjaannya.
5. Insinyur seharusnya menghindari perbuatan
curang.
• Insinyur seharusnya tidak memalsukan
kualifikasinya.
• Insinyur seharusnya tidak menawarkan,
memberi, menerima kontribusi yang
mempengaruhi kontrak atau
pengawasan proyek.
Perilaku Etika
Apa yang dimaksud dengan
perilaku etis ?
• Perilaku etis adalah perilaku yang diterima
sebagai baik atau benar sebagai kebalikan
dari jelek atau salah
• Suatu tindakan yang tidak melanggar
hukum belum tentu tindakan termasuk etis
dalam situasi tertentu.
• Empat cara pandang perilaku etis terdiri
dari utilitarian, individualsm, moral-right,
justice views.
Kekuatan yang mempengaruhi
etika
• Bertindak secara etis dapat memberikan dampak
positif terhadap orang-orang lain di tempat kerja serta
hal-hal sosial yang dilakukan oleh perusahaan.
• Suatu dilemma yang berkaitan dengan etika terjadi
apabila seseorang harus memutuskan perlu tidaknya
melakukan suatu tindakan, yang meskipun akan
memberikan manfaat bagi individu atau organisasi
namun dianggap mengarah ketindakan yang tidak
etis.
• Dilemma etis yang dihadapi sering melibatkan konflik
dengan atasan, pelanggan dan bawahan.
• Etika dipengaruhi oleh faktor-faktor personal,
organisasional, serta lingkungan.
Penerapan Standar Etika
• Pelatihan etika dalam bentuk program-program pelatihan
akan membantu orang untuk menjadi lebih baik dalam
menghadapi dilemma etis di tempat kerja.
• Whistleblowers adalah mereka yang mengungkapkan perilaku
yang tidak etis dari orang lain dalam organisasi, meskipun
dengan melakukan hal tersebut mereka akan menghadapi
risiko dengan karier mereka.
• Top manajemen menentukan nuansa etika dalam organisasi
secara keseluruhan, dan semua manajer bertanggung jawab
untuk bertindak sebagai model yang positif dalam perilaku
etis yang pantas.
• Kode-kode tertulis tentang perilaku etis secara formal
menyatakan harapan suatu organisasi terhadap para
karyawannya berkaitan dengan penerapan etika dalam
permasalahan-permasalahan di tempat kerja.
Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
• Tanggung jawab sosial perusahaan adalah suatu kewajiban
organisasi untuk bertindak dengan cara-cara tertentu
sehingga bisa melayani baik untuk kepentingan organisasi itu
sendiri maupun untuk kepentingan masyarakat luar yang
sering disebut sebagai stakeholders.
• Kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja sosial
perusahaan mencakup tanggungjawab yang secara ekonomi,
hukum, etika dapat dibenarkan.
• Strategi perusahaan dalam menanggapi tuntutan masyarakat
mancakup obstructionist, defensive, accommodative dan
proactive sedangkan organisasi yang lebih progresif akan
mengambil cara-cara yang proactive.
• Semua keputusan yang dibuat serta tindakan yang dilakukan
harus sesuai dengan cara-cara yang secara sosial dapat
diterima serta memenuhi standart etika yang tinggi.
Pengaturan Pemerintah
• Wakil-wakil pemerintah diberi tugas untuk
mengawasi serta memastikan ketaatan
terhadap aturan yang ditentukan oleh hukum.
• Dunia usaha harus selalu mengetahui
peraturan yang sudah ada maupun peraturan
yang mungkin akan segera keluar diberbagai
macam bidang, termasuk kepedulian
terhadap lingkungan serta kepedulian akan
hal-hal yang berkaitan dengan kualitas
kehidupan
Profesionalisme dan kode etik
Apa itu Profesi
Pekerjaan yang membutuhkan pengalaman
ketrampilan, menggunakan keputusan, dan
penggunaan kebijaksanaan. Pekerjaan tersebut juga
tidak secara rutin dan tidak dapat diotomatisasi.
Keanggotaan dalam profesi membutuhkan pendidikan
forma secara intensif, bukan sekedar kursus atau
magang.
Masyarakat mengijinkan suatu lembaga atau
organisasi yang diawasi oleh anggota ikatan profesi
untuk menentrukan standar penerimaan,
pengarahan untuk anggota, dan mendorong
penerapan standar tersebut.
Mempunyai dampak signifikan yang baik untuk
masyarakat dari praktek profesi.
Kode Etik
• Kode etik menyediakan kerangka
berpikir untuk keputusan keputusan
yang etis. Kode tersebut juga
mengekpresikan komitmen untuk
melakukan etika bersama-sama oleh
para anggota dari ikatan profesi.
Fungsi Kode Etik
• Menolong menciptakan likungan di
dalam profesi dimana perilaku etis
dapatmenjadi norma.
• Menjadi sarana untuk petunjuk atau
pengingat bagaimana bertindak pada
situasi tertentu.
• Menyediakan dukungan untuk
seseorang dalam menghadapi tekanan
dari atasan untuk melakukan kegiatan
yang tidak etis.
• Memberikan indikasi kepada orang lain
bahwa suatu profesi sangat
memperhatikan tentang tanggung
jawab profesional
KODE ETIK INSINYUR INDONESIA
"CATUR KARSA SAPTA DHARMA
INSINYUR INDONESIA"
PERTAMA, PRINSIP-PRINSIP DASAR
:
• Mengutamakan keluhuran budi.
• Menggunakan pengetahuan dan
kemampuannya untuk kepentingan
kesejahteraan umat manusia.
• Bekerja secara sungguh-sungguh untuk
kepentingan masyarakat, sesuai dengan
tugas dan tanggung jawabnya.
• Meningkatkan kompetensi dan martabat
berdasarkan keahlian profesional
keinsinyuran.
KEDUA, TUJUH TUNTUNAN SIKAP :
• Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan
keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan
Masyarakat.
• Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai
dengan kempetensinya.
• Insinyur Indinesia hanya menyatakan
pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan.
• Insinyur Indonesia senantiasa menghindari
terjadinya pertentangan kepentingan dalam
tanggung jawab tugasnya.
• Insinyur Indonesia senantiasa
membangun reputasi profesi
berdasarkan kemampuan masing-masing.
• Insinyur Indonesia senantiasa memegang
teguh kehormatan, integritas dan martabat
profesi.
• Insinyur Indonesia senantiasa
mengembangkan kemampuan
profesionalnya.
Etika Personal Kontra Etika Profesi
• Etika personal berhubungan dengan
bagaimana kita kita memperlakukan orang
lain dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa
prinsip etika personal dapat diaplikasikan
pada situasi etika yang terjadi dalam bisnis
ataupun rekayasa (profesi). Akan tetapi etika
profesi sering melibatkan pilihan dalam level
organisasi dibandingkan dalam level
personal.
Etika dan Hukum
• Pelaksanaan rekayasa dan bisnis diatur oleh
berbagai hukum yang ada. Beberapa dari
hukum didasarkan oleh prinsip etika,
meskipun beberapa hal lainnya murni lebih
berdasarkan kebiasaan yang ada.
• Ada perbedaan tentang apa yang legal dan
apa yang etis. Beberapa hal yang legal dapat
dipertimbangkan sebagai hal yang tidak etis.
Kebalikannya Sebaliknya, karena sesuatu itu
tidak legal tidak bererti hal itu tidak etis
Masalah Etika Seperti
Masalah Desain
Secara umum desain teknik mempunyai lima
langkah:
• Mengidentifikasikan masalah atau menentukan
spesifikasi
• Mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan
masalah yang ada
• Menentukan berbagai alternatif yang cocok dengan
spesifikasi yang ditentukan
• Menganalisis alternatif dan memilih yang terbaik
• Mengetes dan mengimplementasikan desain.
Memahami Masalah Etika
Sejarah Pemikiran Etika
• Tahun 1984 satu katup pelepas tekanan pada
sebuah tangki yg digunakan untuk menyimpan
metyl isocyanate-MIC di Pabrik Union Carbide,
Bhopal tanpa sengaja terbuka
• Akibatnya 2000 orang tewas dan ribuan lainnya
terluka dan menderita cacat permanen
• Penyebab pipa di pabrik itu tidak tersambung
dengan baik
• Isu penting, keseimbangan resiko bagi
komunitas kecil (lokal) dengan keuntungan
ekonomi bagi komunitas besar (negara bagian
atau bangsa)
Sejarah Pemikiran Etika
• Moral dan teori etika yang akan kita
aplikasikan dalam etika rekayasa umumnya
berasal dari tradisi budaya barat. Di mana
pemikiran aslinya berasal dari Eropa dan
timur tengah.
• Pemikiran tersebut diturunkan dari para
pemikir Yunani kuno maupun pemikiran dan
tulisan dari agama-agama terdahulu dari
kawasan timur tengah seperti agama Yahudi,
Nasrani, maupun Islam
Teori-Teori Etika
• Utilitarianism
• Duty Ethics dan Rights Ethics
• Virtue Ethics
Utilitarianism
• Utilitarianism menyatakan bahwa
sesuatu tindakan itu baik jika tindakan
itu meningkatkan deajad manusia
• Utilitarianism merupakan dasar untuk
beberapa analisis teknik, termasuk risk-
benefit analysis dan cost-benefit
analysis. Salah satu pendukung paham
ini adalah John Stuart Mill (1806-1873)
Kekurangan Etika Utilitarianism
• Mengabaikan kepentingan individu,
tertama bila tidak signifikan.
• Implementasinya sangat dipengarahi
oleh pengetahuan apa yang akan
menjadi hal terbaik.
Cost-Benefit Analysis
• Analisis biaya keuntungan merupakan
satu penerapan utilitarianism
• Biaya suatu proyek dinilai, demikian juga
dengan keuntungannya
• Proyek yang perbandingan keuntungan
terhadap biayanya paling tinggi yang akan
diwujudkan
• Memperkirakan besar biaya proyek tidak
sulit tetapi keuntungan proyek lebih sulit
diperkirakan dan dinilai
Duty Ethics dan Rights Ethics
Adalah etika kewajiban dan etika hak
menyatakan bahwa suatu kegiatan adalah
baik jika menghormati hak-hak individu
disini Konsekuensi yang benar bagi
masyarakat secara keseluruhan bukanlah
satu-satunya pertimbangan moral
Duty Ehics
• pendukung utamanya adalah Immanuel
Kant (1724-1804)
• kegiatan yang etis dapat dituliskan
sebagai daftar kewajiban moral,
seperti: kejujuran, tidak menyebabkan
penderitaan orang lain, berlaku adil
terhadap orang lain, dsb.
Right Ethics
• pendukung utamanya adalah John
Locke (1632-1704)
• menyatakan bahwa manusia punya hak
untuk hidup, bebas, dan memilik
properti. Right Ethics memegang
prinsip bahwa manusia mempunyai hak
dimana lainnya mempunyai kewajiban
untuk menghormatinya.
Kekurangan Duty Ethics dan Right
Ethics
• Hak dasar dari sesorang atau grup
mungkin bertentangan dengan grup
lainnya.
• Tidak selalu menghitung untuk
kebaikan keseluruhan masyarakat.
Virtue Ethics
• Menekankan pada penentuan sebagai
manusia yang bagaimana kita
seharusnya
• Virtue ethics memfokuskan pada kata-
kata seperti tanggung jawab, kejujuran,
kompetensi, loyalitas, yang merupakan
hal baik dan ketidakjujuran,
ketidakloyalan,
ketidakbertanggungjawaban sebagai
hal yang buruk.
• Dalam, virtue ethics suatu tindakan
dipertimbangkan benar bila hal itu
mendukung perilaku atau karakter yang
baik, dan salah bila mendukung
karakter atau perilaku yang buruk
• Kelemahannya adalah menentukan apa
itu baik atau buruk dalam melakukan
suatu tindakan.
Teori Mana Yang Digunakan
• Untuk memecahkan masalah etika kita
tidak perlu hanya menggunakan salah
satu teori etika saja. Kita dapat
mengunakan semua teori etika tersebut
untuk menganalisa persoalan dari
berbagai sudut pandang dan melihat
hasil dari setiap penerapan teori
tersebut. Seringkali, hasil akhirnya
akan sama walupun teori yang
digunakan berbeda.
Resiko, Keselamatan dan
Kecelakaan
Resiko, Keselamatan dan
Kecelakaan
• Tidak ada petualangan yang lebih penting
dari seorang insinyur daripada menjaga
keamanan publik. Dalam kode etik
insinyur keamanan adalah sesuatu yang
sangat penting.
Keamanan dan Resiko
• Kode etik insinyur menunjukkan bahwa
insinyur harus bertanggungjawab secara
sosial untuk memproduksi produk dengan
aman. Tidak ada aman 100% tetapi
insinyur dibutuhkan untuk
bertanggungjawab terhadap keamanan
produk secara reasonably. Hal ini
tergantung pada desain rekayasa.
Keamanan
• Keamanan adalah sama dengan waktu
yang sangat tepat dan masa yang sangat
tidak jelas. Tidak jelas karena keamanan
berdasarkan nilai yang perkiraan, tetapi
tepat dal;am beberapa kasus kita dapat
membuat desain yang aman dari sesuatu
yang tidak aman.
Resiko
• Resiko adalah elemen kunci dari beebrapa
desain rekayasa. Tidak mungkin
mendesain sesuatu yang bebas resiko.
Berapa banyak resiko yang tepat dan
keamanan bagaiman yang cukup. Kita
harus belajar tentang sifat dari keamanan
dan resiko.
Keamanan
Keamanan bisa juga didefinisikan sebagai bebas
dari bahaya, luka-luka atau resiko.
Keamanan dan resiko tergantung dari beberapa
faktor :
1. Resiko yang disengaja dan tidak disengaja
2. Konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang
3. Probabbilitas harapan
4. Pengaruh yang terbalik
5. Ambang batas suatu resiko
6. Resiko yang tertunda dan resiko yang segera
Insinyur dan Keselamatan
Terdapat empat kriteria untuk mendesain
keselamatan :
1. Kebutuhan minimum adalah suatu desain yang
harus menuruti hukum yang berlaku
2. Sesuai dengan standar dari ”accepted engineering
practise”
3. Alternatif desain adalah potensial lebih aman
4. Insinyur harus berusaha untuk meramalkan
penyalahgunaan produk oleh konsumen dan
harus mendesain untuk menghindari masalah
tersebut.
Mendesain Keselamatan
1. Definisikan masalah. Menentukan kebutuhan dan
seringkali meliputi penentuan hambatan.
2. Menghasilkan beebrapa solusi. Dibuat desain
multiple alternative
3. Analisis setiap solusi dan tentukan konsekuensi
setiap desain solusi dan tentukan bagaimana
pemecahan masalahnya.
4. Uji solusi
5. Pilih solusi terbaik
6. Implementasikan solusi yang dipilih.
Analisis Risk-Benefits
Dalam analisis Risk-Benefits, resiko dan
keuntungan adalah suatu proyek yang
digunakan untuk mencari jumlah dolar
(keuntungan) dan yang paling baik adalah
rasio antara resiko dan keuntungan yang
dicari.
Dalam analisis resiko harus dipertimbangkan
siapa yang mengambil resiko dan siapa yang
memperoleh keuntungan
Kecelakaan
Terdapat beberapa studi tentang kecelakaan.
Terdapat beberapa cara dimana kecelakaan dapat
dikelompokkan dan dipelajari. Satu metode adalah
dengan mengelompokkan kecelakaan dalam 3
tipe : Prosedural, engineered dan Systematic.
– Prosedural, contoh dalam industri penerbangan ”Pilot
error”
– Engineered, contoh terjadi kesalahan teknis pada
turbin dalam mesin aircraft
– Systematic accident, Modern aircraft mempunyai
system yang sangat komplek dan membjutuhkan
kemampuan dan control yang cukup rumit.
Hak dan Tanggung jawab
Insinyur
Hak-hak Profesional
• Hak yang paling mendasar adalah
kesadaran moral profesional mencakup
hak untuk melakukan penilaian profesional
dalam mencabut tanggungjawab dan
kewajiban seseorang dan melakukan
penilaian dengan cara yang beretika
Tindakan mengungkap rahasia perusahaan
(Whistleblowing)
• Adalah suatu tindakan yang dilakukan
karyawan unt6uk menginformasikan
kepada publik atau manajemen yang lebih
tinggi tentang perilaku tidak etis atau ilegal
yanga dilakukan perusahaannya atau
atasannya
Jenis-jenis Wistleblowing
• Wistleblowing internal : seorang karyawan
pergi menemui atasan langsungnya untuk
melaporkan masalah ke tingkat
manajemen yang lebih tinggi
• Wistleblowing eksternal : terjaai ketika
karyawan pergi ke luar perusahaan dan
melaporkan kesalahan perusahaannya
pada surat kabar atau otoritas penegak
hukum
Kapan Wistleblowing dilakukan
• Kebutuhan; harus ada bahaya jelas dan penting yang
dapat dihindari dengan tindakan ini
• Kejelasan ; Sang pengungkap harus pada posisi yang
sangat jelas untuk melaporkan masalah ini. Rumor
saja tidak cukup
• Kemampuan : Sang pengungkap harus memiliki
kesempatan sukses yang cukup besar dalam
menghentikan suatu keadaan bahaya. Anda tidak
diwajibkan membahayakan karir dan keamanan
finansial keluarga anda
• Sumber terakhir ; apabila semua jalur tindakan lain
telah ditempuh atau ditutup
Mencegah Wistleblowing
• Harus ada budaya etika yang kuat di dalam
perusahaan
• Harus ada garis komunikasi yang jelas di dalam
perusahaan
• Semua karyawan harus mempunyai akses yang
berarti terhadap manajer tingkat atas, kepada siapa
mereka akan mengungkapkan kekhawatirannya
• Harus ada kemauan dari pihak manajer untuk
mengakui kesalahan, mengumumkannya jika perlu
Etika dalam Riset dan
Eksperimen
Pendahuluan
• Insinyur terlibat dalam riset dan penelitian
dalam karier akademik dan profesionalnya
• Terlibat dalam riset dan pekerjaan
pengembangan atau pengujian produk
baru atau desain
Etika dan Riset
Isu Etika :
1. Kejujuran dalam pendekatan terhadap
masalah etika; berhubungan dengan
keadaan pikkiran yang penting dalam
keberhasilan performa riset
2. Kejujuran dalam melaporkan hasil riset
Menganalisis Masalah Etika dalam Riset
• Menentukan tindakan etis dan tidak etis
dalam melakukan riset adalah dengan
mengikuti kode etik organisasi profesional
enjiniring
• Beberapa teori etika juga bisa digunakan
untuk menganalisis isu-isu yang
melibatkan riset

Et.Prof.6- Konsep ETIKA .pdf

  • 1.
  • 2.
    Pendahuluan • Tabrakan FordPinto 1978, tanki bensin pecah, terbakar • 7 tahun peluncuran Pinto, 50 tuntutan hukum tabrakan dari belakang • Ford mengetahui sebelumnya, adanya cact dalam desain tangki bensinnya yang tidak memenuhi standar teknik • Dilema insinyur menyeimbangkan keselamatan orang yang mengendarai mobil dan kebutuhan memproduksi Pinto dengan harga bersaing
  • 3.
    Ide Latar Belakang •Kasus etika :keselamatan publik, penyuapan, kecurangan, perlindungan lingkungan, keadilan, kejujuran dalam riset dan pengujian, dan konflik kepentingan • Etika engineering adalah sebuah bentuk filosofi yang mengindikasikan cara bagi para insinyur untuk mengarahkan diri mereka dalam kapasitas profesional mereka
  • 4.
    • Etika adalahstudi yang mempelajari tentang karakteristik moral. Etika berhubungan dengan pilihan moral yang dibuat oleh setiap orang dalam hubungannya dengan orang lain.
  • 5.
    Mengapa Perlu MempelajariEtika Engineering • Untuk membuat Anda lebih sensitif dan mementingkan isu-isu etika sebelum Anda harus menghadapi isu-isu tersebut • “Otonomi Moral” adalah kemampuan seseorang untuk berfikir kritis dan mandiri tentang isu-isu moral dan menerapkan pemikiran moral ini pada situasi yang timbul dalam praktek karir profesional di bidang engineering
  • 6.
  • 7.
    RINGKASAN PEDOMAN PRAKTIS 1.Insinyur seharusnya mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik. 2. Insinyur seharusnya bekerja pada bidang yang sesuai dengan kompetensinya. 3. Insinyur seharusnya mengeluarkan pendapat kepada publik secara objektif dan benar. 4. Insinyur seharusnya memperlakukan setiap pegawai atau klienya sebagai rekan yang terpercaya. 5. Insinyur seharusnya menghindari perbuatan curang.
  • 8.
    1. Insinyur seharusnyamengutamakan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan publik. • Jika keputusan Insinyur ditolak karena membahayakan, maka mereka seharunya memberitahukan kepada pihak yang berkepentingan. • Insinyur seharusnya hanya mengesahkan dokumen teknik yang sesuai dengan standar. • Insinyur seharusnya tidak memberikan fakta, data, informasi tanpa sepengetahuan klien atau pegawainya. • Insinyur seharusnya tidak berhubungan bisnis dengan pihak yang tidak jujur • Insinyur seharusnya melaporkan pelanggaran kode etik kepada pihak yang berwenang.
  • 9.
    2. Insinyur seharusnyabekerja pada bidang yang sesuai dengan kompetensinya. • Insinyur seharusnya hanya menerima pekerjaan sesuai dengan kualifikasi pendidikan dan pengalamannya. • Insinyur seharusnya tidak mengesahkan rencana atau dokumen yang dia tidak menguasai kompetensinya. • Insinyur dapat menerima tugas sebagai koordinator seluruh proyek, dimana tiap-tiap bagian proyek ditanggani oleh ahlinya.
  • 10.
    3. Insinyur seharusnyamengeluarkan pendapat kepada publik secara objektif dan benar. • Insinyur seharusnya bersikap objektif dan benar dalam membuat laporan, pendapat, dan kesaksian secara profesional. • Insinyur dapat menyatakan teknikal opini ke publik berdasarkan ilmunya. • Insinyur seharusnya tidak membuat peryataan, kritik, sanggahan secara teknis berdasarkan kepentingan pihak ketiga.
  • 11.
    4. Insinyur seharusnyamemperlakukan setiap pegawai atau klienya sebagai rekan yang terpercaya. • Insinyur seharusnya menghindari konflik yang merugikan pekerjaannya. • Insinyur seharusnya tidak menerima kompensasi, uang dari pihak lain yang terkait dengan pekerjaannya.
  • 12.
    5. Insinyur seharusnyamenghindari perbuatan curang. • Insinyur seharusnya tidak memalsukan kualifikasinya. • Insinyur seharusnya tidak menawarkan, memberi, menerima kontribusi yang mempengaruhi kontrak atau pengawasan proyek.
  • 13.
  • 14.
    Apa yang dimaksuddengan perilaku etis ? • Perilaku etis adalah perilaku yang diterima sebagai baik atau benar sebagai kebalikan dari jelek atau salah • Suatu tindakan yang tidak melanggar hukum belum tentu tindakan termasuk etis dalam situasi tertentu. • Empat cara pandang perilaku etis terdiri dari utilitarian, individualsm, moral-right, justice views.
  • 15.
    Kekuatan yang mempengaruhi etika •Bertindak secara etis dapat memberikan dampak positif terhadap orang-orang lain di tempat kerja serta hal-hal sosial yang dilakukan oleh perusahaan. • Suatu dilemma yang berkaitan dengan etika terjadi apabila seseorang harus memutuskan perlu tidaknya melakukan suatu tindakan, yang meskipun akan memberikan manfaat bagi individu atau organisasi namun dianggap mengarah ketindakan yang tidak etis. • Dilemma etis yang dihadapi sering melibatkan konflik dengan atasan, pelanggan dan bawahan. • Etika dipengaruhi oleh faktor-faktor personal, organisasional, serta lingkungan.
  • 16.
    Penerapan Standar Etika •Pelatihan etika dalam bentuk program-program pelatihan akan membantu orang untuk menjadi lebih baik dalam menghadapi dilemma etis di tempat kerja. • Whistleblowers adalah mereka yang mengungkapkan perilaku yang tidak etis dari orang lain dalam organisasi, meskipun dengan melakukan hal tersebut mereka akan menghadapi risiko dengan karier mereka. • Top manajemen menentukan nuansa etika dalam organisasi secara keseluruhan, dan semua manajer bertanggung jawab untuk bertindak sebagai model yang positif dalam perilaku etis yang pantas. • Kode-kode tertulis tentang perilaku etis secara formal menyatakan harapan suatu organisasi terhadap para karyawannya berkaitan dengan penerapan etika dalam permasalahan-permasalahan di tempat kerja.
  • 17.
    Tanggung Jawab Sosial Perusahaan •Tanggung jawab sosial perusahaan adalah suatu kewajiban organisasi untuk bertindak dengan cara-cara tertentu sehingga bisa melayani baik untuk kepentingan organisasi itu sendiri maupun untuk kepentingan masyarakat luar yang sering disebut sebagai stakeholders. • Kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja sosial perusahaan mencakup tanggungjawab yang secara ekonomi, hukum, etika dapat dibenarkan. • Strategi perusahaan dalam menanggapi tuntutan masyarakat mancakup obstructionist, defensive, accommodative dan proactive sedangkan organisasi yang lebih progresif akan mengambil cara-cara yang proactive. • Semua keputusan yang dibuat serta tindakan yang dilakukan harus sesuai dengan cara-cara yang secara sosial dapat diterima serta memenuhi standart etika yang tinggi.
  • 18.
    Pengaturan Pemerintah • Wakil-wakilpemerintah diberi tugas untuk mengawasi serta memastikan ketaatan terhadap aturan yang ditentukan oleh hukum. • Dunia usaha harus selalu mengetahui peraturan yang sudah ada maupun peraturan yang mungkin akan segera keluar diberbagai macam bidang, termasuk kepedulian terhadap lingkungan serta kepedulian akan hal-hal yang berkaitan dengan kualitas kehidupan
  • 19.
  • 20.
    Apa itu Profesi Pekerjaanyang membutuhkan pengalaman ketrampilan, menggunakan keputusan, dan penggunaan kebijaksanaan. Pekerjaan tersebut juga tidak secara rutin dan tidak dapat diotomatisasi. Keanggotaan dalam profesi membutuhkan pendidikan forma secara intensif, bukan sekedar kursus atau magang. Masyarakat mengijinkan suatu lembaga atau organisasi yang diawasi oleh anggota ikatan profesi untuk menentrukan standar penerimaan, pengarahan untuk anggota, dan mendorong penerapan standar tersebut. Mempunyai dampak signifikan yang baik untuk masyarakat dari praktek profesi.
  • 21.
    Kode Etik • Kodeetik menyediakan kerangka berpikir untuk keputusan keputusan yang etis. Kode tersebut juga mengekpresikan komitmen untuk melakukan etika bersama-sama oleh para anggota dari ikatan profesi.
  • 22.
    Fungsi Kode Etik •Menolong menciptakan likungan di dalam profesi dimana perilaku etis dapatmenjadi norma. • Menjadi sarana untuk petunjuk atau pengingat bagaimana bertindak pada situasi tertentu.
  • 23.
    • Menyediakan dukunganuntuk seseorang dalam menghadapi tekanan dari atasan untuk melakukan kegiatan yang tidak etis. • Memberikan indikasi kepada orang lain bahwa suatu profesi sangat memperhatikan tentang tanggung jawab profesional
  • 24.
    KODE ETIK INSINYURINDONESIA "CATUR KARSA SAPTA DHARMA INSINYUR INDONESIA"
  • 25.
    PERTAMA, PRINSIP-PRINSIP DASAR : •Mengutamakan keluhuran budi. • Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia. • Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya. • Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.
  • 26.
    KEDUA, TUJUH TUNTUNANSIKAP : • Insinyur Indonesia senantiasa mengutamakan keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan Masyarakat. • Insinyur Indonesia senantiasa bekerja sesuai dengan kempetensinya. • Insinyur Indinesia hanya menyatakan pendapat yang dapat dipertanggung jawabkan. • Insinyur Indonesia senantiasa menghindari terjadinya pertentangan kepentingan dalam tanggung jawab tugasnya.
  • 27.
    • Insinyur Indonesiasenantiasa membangun reputasi profesi berdasarkan kemampuan masing-masing. • Insinyur Indonesia senantiasa memegang teguh kehormatan, integritas dan martabat profesi. • Insinyur Indonesia senantiasa mengembangkan kemampuan profesionalnya.
  • 28.
    Etika Personal KontraEtika Profesi • Etika personal berhubungan dengan bagaimana kita kita memperlakukan orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa prinsip etika personal dapat diaplikasikan pada situasi etika yang terjadi dalam bisnis ataupun rekayasa (profesi). Akan tetapi etika profesi sering melibatkan pilihan dalam level organisasi dibandingkan dalam level personal.
  • 29.
    Etika dan Hukum •Pelaksanaan rekayasa dan bisnis diatur oleh berbagai hukum yang ada. Beberapa dari hukum didasarkan oleh prinsip etika, meskipun beberapa hal lainnya murni lebih berdasarkan kebiasaan yang ada. • Ada perbedaan tentang apa yang legal dan apa yang etis. Beberapa hal yang legal dapat dipertimbangkan sebagai hal yang tidak etis. Kebalikannya Sebaliknya, karena sesuatu itu tidak legal tidak bererti hal itu tidak etis
  • 30.
    Masalah Etika Seperti MasalahDesain Secara umum desain teknik mempunyai lima langkah: • Mengidentifikasikan masalah atau menentukan spesifikasi • Mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan masalah yang ada • Menentukan berbagai alternatif yang cocok dengan spesifikasi yang ditentukan • Menganalisis alternatif dan memilih yang terbaik • Mengetes dan mengimplementasikan desain.
  • 31.
  • 32.
    Sejarah Pemikiran Etika •Tahun 1984 satu katup pelepas tekanan pada sebuah tangki yg digunakan untuk menyimpan metyl isocyanate-MIC di Pabrik Union Carbide, Bhopal tanpa sengaja terbuka • Akibatnya 2000 orang tewas dan ribuan lainnya terluka dan menderita cacat permanen • Penyebab pipa di pabrik itu tidak tersambung dengan baik • Isu penting, keseimbangan resiko bagi komunitas kecil (lokal) dengan keuntungan ekonomi bagi komunitas besar (negara bagian atau bangsa)
  • 33.
    Sejarah Pemikiran Etika •Moral dan teori etika yang akan kita aplikasikan dalam etika rekayasa umumnya berasal dari tradisi budaya barat. Di mana pemikiran aslinya berasal dari Eropa dan timur tengah. • Pemikiran tersebut diturunkan dari para pemikir Yunani kuno maupun pemikiran dan tulisan dari agama-agama terdahulu dari kawasan timur tengah seperti agama Yahudi, Nasrani, maupun Islam
  • 34.
    Teori-Teori Etika • Utilitarianism •Duty Ethics dan Rights Ethics • Virtue Ethics
  • 35.
    Utilitarianism • Utilitarianism menyatakanbahwa sesuatu tindakan itu baik jika tindakan itu meningkatkan deajad manusia • Utilitarianism merupakan dasar untuk beberapa analisis teknik, termasuk risk- benefit analysis dan cost-benefit analysis. Salah satu pendukung paham ini adalah John Stuart Mill (1806-1873)
  • 36.
    Kekurangan Etika Utilitarianism •Mengabaikan kepentingan individu, tertama bila tidak signifikan. • Implementasinya sangat dipengarahi oleh pengetahuan apa yang akan menjadi hal terbaik.
  • 37.
    Cost-Benefit Analysis • Analisisbiaya keuntungan merupakan satu penerapan utilitarianism • Biaya suatu proyek dinilai, demikian juga dengan keuntungannya • Proyek yang perbandingan keuntungan terhadap biayanya paling tinggi yang akan diwujudkan • Memperkirakan besar biaya proyek tidak sulit tetapi keuntungan proyek lebih sulit diperkirakan dan dinilai
  • 38.
    Duty Ethics danRights Ethics Adalah etika kewajiban dan etika hak menyatakan bahwa suatu kegiatan adalah baik jika menghormati hak-hak individu disini Konsekuensi yang benar bagi masyarakat secara keseluruhan bukanlah satu-satunya pertimbangan moral
  • 39.
    Duty Ehics • pendukungutamanya adalah Immanuel Kant (1724-1804) • kegiatan yang etis dapat dituliskan sebagai daftar kewajiban moral, seperti: kejujuran, tidak menyebabkan penderitaan orang lain, berlaku adil terhadap orang lain, dsb.
  • 40.
    Right Ethics • pendukungutamanya adalah John Locke (1632-1704) • menyatakan bahwa manusia punya hak untuk hidup, bebas, dan memilik properti. Right Ethics memegang prinsip bahwa manusia mempunyai hak dimana lainnya mempunyai kewajiban untuk menghormatinya.
  • 41.
    Kekurangan Duty Ethicsdan Right Ethics • Hak dasar dari sesorang atau grup mungkin bertentangan dengan grup lainnya. • Tidak selalu menghitung untuk kebaikan keseluruhan masyarakat.
  • 42.
    Virtue Ethics • Menekankanpada penentuan sebagai manusia yang bagaimana kita seharusnya • Virtue ethics memfokuskan pada kata- kata seperti tanggung jawab, kejujuran, kompetensi, loyalitas, yang merupakan hal baik dan ketidakjujuran, ketidakloyalan, ketidakbertanggungjawaban sebagai hal yang buruk.
  • 43.
    • Dalam, virtueethics suatu tindakan dipertimbangkan benar bila hal itu mendukung perilaku atau karakter yang baik, dan salah bila mendukung karakter atau perilaku yang buruk • Kelemahannya adalah menentukan apa itu baik atau buruk dalam melakukan suatu tindakan.
  • 44.
    Teori Mana YangDigunakan • Untuk memecahkan masalah etika kita tidak perlu hanya menggunakan salah satu teori etika saja. Kita dapat mengunakan semua teori etika tersebut untuk menganalisa persoalan dari berbagai sudut pandang dan melihat hasil dari setiap penerapan teori tersebut. Seringkali, hasil akhirnya akan sama walupun teori yang digunakan berbeda.
  • 45.
  • 46.
    Resiko, Keselamatan dan Kecelakaan •Tidak ada petualangan yang lebih penting dari seorang insinyur daripada menjaga keamanan publik. Dalam kode etik insinyur keamanan adalah sesuatu yang sangat penting.
  • 47.
    Keamanan dan Resiko •Kode etik insinyur menunjukkan bahwa insinyur harus bertanggungjawab secara sosial untuk memproduksi produk dengan aman. Tidak ada aman 100% tetapi insinyur dibutuhkan untuk bertanggungjawab terhadap keamanan produk secara reasonably. Hal ini tergantung pada desain rekayasa.
  • 48.
    Keamanan • Keamanan adalahsama dengan waktu yang sangat tepat dan masa yang sangat tidak jelas. Tidak jelas karena keamanan berdasarkan nilai yang perkiraan, tetapi tepat dal;am beberapa kasus kita dapat membuat desain yang aman dari sesuatu yang tidak aman.
  • 49.
    Resiko • Resiko adalahelemen kunci dari beebrapa desain rekayasa. Tidak mungkin mendesain sesuatu yang bebas resiko. Berapa banyak resiko yang tepat dan keamanan bagaiman yang cukup. Kita harus belajar tentang sifat dari keamanan dan resiko.
  • 50.
    Keamanan Keamanan bisa jugadidefinisikan sebagai bebas dari bahaya, luka-luka atau resiko. Keamanan dan resiko tergantung dari beberapa faktor : 1. Resiko yang disengaja dan tidak disengaja 2. Konsekuensi jangka pendek dan jangka panjang 3. Probabbilitas harapan 4. Pengaruh yang terbalik 5. Ambang batas suatu resiko 6. Resiko yang tertunda dan resiko yang segera
  • 51.
    Insinyur dan Keselamatan Terdapatempat kriteria untuk mendesain keselamatan : 1. Kebutuhan minimum adalah suatu desain yang harus menuruti hukum yang berlaku 2. Sesuai dengan standar dari ”accepted engineering practise” 3. Alternatif desain adalah potensial lebih aman 4. Insinyur harus berusaha untuk meramalkan penyalahgunaan produk oleh konsumen dan harus mendesain untuk menghindari masalah tersebut.
  • 52.
    Mendesain Keselamatan 1. Definisikanmasalah. Menentukan kebutuhan dan seringkali meliputi penentuan hambatan. 2. Menghasilkan beebrapa solusi. Dibuat desain multiple alternative 3. Analisis setiap solusi dan tentukan konsekuensi setiap desain solusi dan tentukan bagaimana pemecahan masalahnya. 4. Uji solusi 5. Pilih solusi terbaik 6. Implementasikan solusi yang dipilih.
  • 53.
    Analisis Risk-Benefits Dalam analisisRisk-Benefits, resiko dan keuntungan adalah suatu proyek yang digunakan untuk mencari jumlah dolar (keuntungan) dan yang paling baik adalah rasio antara resiko dan keuntungan yang dicari. Dalam analisis resiko harus dipertimbangkan siapa yang mengambil resiko dan siapa yang memperoleh keuntungan
  • 54.
    Kecelakaan Terdapat beberapa studitentang kecelakaan. Terdapat beberapa cara dimana kecelakaan dapat dikelompokkan dan dipelajari. Satu metode adalah dengan mengelompokkan kecelakaan dalam 3 tipe : Prosedural, engineered dan Systematic. – Prosedural, contoh dalam industri penerbangan ”Pilot error” – Engineered, contoh terjadi kesalahan teknis pada turbin dalam mesin aircraft – Systematic accident, Modern aircraft mempunyai system yang sangat komplek dan membjutuhkan kemampuan dan control yang cukup rumit.
  • 55.
    Hak dan Tanggungjawab Insinyur
  • 56.
    Hak-hak Profesional • Hakyang paling mendasar adalah kesadaran moral profesional mencakup hak untuk melakukan penilaian profesional dalam mencabut tanggungjawab dan kewajiban seseorang dan melakukan penilaian dengan cara yang beretika
  • 57.
    Tindakan mengungkap rahasiaperusahaan (Whistleblowing) • Adalah suatu tindakan yang dilakukan karyawan unt6uk menginformasikan kepada publik atau manajemen yang lebih tinggi tentang perilaku tidak etis atau ilegal yanga dilakukan perusahaannya atau atasannya
  • 58.
    Jenis-jenis Wistleblowing • Wistleblowinginternal : seorang karyawan pergi menemui atasan langsungnya untuk melaporkan masalah ke tingkat manajemen yang lebih tinggi • Wistleblowing eksternal : terjaai ketika karyawan pergi ke luar perusahaan dan melaporkan kesalahan perusahaannya pada surat kabar atau otoritas penegak hukum
  • 59.
    Kapan Wistleblowing dilakukan •Kebutuhan; harus ada bahaya jelas dan penting yang dapat dihindari dengan tindakan ini • Kejelasan ; Sang pengungkap harus pada posisi yang sangat jelas untuk melaporkan masalah ini. Rumor saja tidak cukup • Kemampuan : Sang pengungkap harus memiliki kesempatan sukses yang cukup besar dalam menghentikan suatu keadaan bahaya. Anda tidak diwajibkan membahayakan karir dan keamanan finansial keluarga anda • Sumber terakhir ; apabila semua jalur tindakan lain telah ditempuh atau ditutup
  • 60.
    Mencegah Wistleblowing • Harusada budaya etika yang kuat di dalam perusahaan • Harus ada garis komunikasi yang jelas di dalam perusahaan • Semua karyawan harus mempunyai akses yang berarti terhadap manajer tingkat atas, kepada siapa mereka akan mengungkapkan kekhawatirannya • Harus ada kemauan dari pihak manajer untuk mengakui kesalahan, mengumumkannya jika perlu
  • 61.
    Etika dalam Risetdan Eksperimen
  • 62.
    Pendahuluan • Insinyur terlibatdalam riset dan penelitian dalam karier akademik dan profesionalnya • Terlibat dalam riset dan pekerjaan pengembangan atau pengujian produk baru atau desain
  • 63.
    Etika dan Riset IsuEtika : 1. Kejujuran dalam pendekatan terhadap masalah etika; berhubungan dengan keadaan pikkiran yang penting dalam keberhasilan performa riset 2. Kejujuran dalam melaporkan hasil riset
  • 64.
    Menganalisis Masalah Etikadalam Riset • Menentukan tindakan etis dan tidak etis dalam melakukan riset adalah dengan mengikuti kode etik organisasi profesional enjiniring • Beberapa teori etika juga bisa digunakan untuk menganalisis isu-isu yang melibatkan riset