Oleh 
NAMA: ETI SUNARTI 
NIM: 2013110017
Devinisi akuntansi dari sudut pandang kegiatan 
jasa: 
Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya 
adalah menyediakan data kuantitatif ,yang 
mempunyai sifat keuangan,dari kesatuan usaha 
ekonomi yang dapat digunakan dalam 
pengambilan keputusan-keputusan ekonomi 
dalam memilih alternatif dari suatu keadaan.
Tujuan laporan 
keuangan 
Asumsi dan konsep 
dasar 
Standar akuntansi 
Metode dan prosedur 
Laporan keuangan 
Neraca Laporan laba 
rugi 
Laporan laba 
tidak di bagi 
Laporan arus 
kas
a.Berguna bagi investor dan kreditur yang ada. 
b.Dapat membantu investor dan kreditur. 
c.Menunjukan sumber dari suatu perusahaan. 
Tujuan laporan keuangan menurut IAI 1994 
adalah menyediakan informasi yang menyangkut 
posisi keuangan,kinerja ,serta perubahan posisi 
keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat 
bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan 
keputusan ekonomi.
Pelaporan keuangan meliputi laporan keuangan 
dan cara lain untuk melaporkan informasi.dengan 
demikian pelaporan keuangan mempunyai arti 
yang lebih luas dari laporan keuangan.apabila 
laporan keuangan terdiri dari neraca,laporan laba 
rugi,laporan perubahan modal dan laporan arus 
kas,maka dalam pelaporan keuangan termasuk 
juga prospektus, peramalan oleh manajemen dan 
berbagai pengungkapan informasi lainnya.
Menurut SFAC kriteria utama informasi harus 
berguna untuk pengambilan keputusan.informasi 
itu harus mempunyai dua sifat utama yaitu 
relevan dan dapat di percaya. Agar informasi itu 
relevan ada 3 sifat(niali prediksi,nilai umpan 
balik,tepat waktu).agar informasi itu dapat di 
percaya ada 3 sifat(dapat di 
periksa,netral,menyajikan yang seharusnnya.
1.Dapat di pahami 
2.Relevan 
3.Keandalan 
4.Dapat di bandingkan
A. Asumsi 
1.Keatuan usaha khusus(separate entity/econimic 
entity 
2.Kontinuitas usaha(going concern/continuity) 
3.Penggunaan unit moneter dalam pencatatan 
4.Periode waktu(time-period/periodicity)
B. Konsep dasar 
 Prinsip biaya historis(historical cost principle) 
 Prinsip pengakuan pendapatan (revenue 
recognition principle) 
 Prinsip mempertemukan(matching principle) 
 Prinsip konsistensi(consistency principle) 
 Prinsip pengungkapan lengkap(full disclousure 
principle)
a.Cukup berarti(materiality) 
Suatu laporan ,fakta/elemen di anggap cukup 
berarti apabila karena adanya sifat akan 
mempengaruhi atau memyebabkan timbulnya 
perbedaan dalam pengambilan suatu keputusan 
dengan mempertimbangkan keadaan yang lain. 
hal yang menentukan cukup berarti/tidak: 
 Aspek kuantitatif 
 Aspek kualitatif
b.Konservatif 
Konservatif merupakan sikap yang di ambil oleh 
akuntan dalam menghadapi dua atau lebih 
alternatif dalam penyusunan laporan keuangan.
c.Sifat khusus suatu industri 
Industri yang mempunyai sifat khusus seperti 
bank,asuransi,dan lainnya sering kali memerlukan 
prinsip akuntansi yang berbeda dengan industri 
lainyan. Ini di karenakan adanya pengaturan 
pemerintah terhadap industri khusus ini sehingga 
mengakibatkan adanya prinsip akuntansi tertentu 
yang berbeda dengan yang umumnya digunakan.

Eti sunati (2013110017)

  • 1.
    Oleh NAMA: ETISUNARTI NIM: 2013110017
  • 2.
    Devinisi akuntansi darisudut pandang kegiatan jasa: Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyediakan data kuantitatif ,yang mempunyai sifat keuangan,dari kesatuan usaha ekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dalam memilih alternatif dari suatu keadaan.
  • 3.
    Tujuan laporan keuangan Asumsi dan konsep dasar Standar akuntansi Metode dan prosedur Laporan keuangan Neraca Laporan laba rugi Laporan laba tidak di bagi Laporan arus kas
  • 4.
    a.Berguna bagi investordan kreditur yang ada. b.Dapat membantu investor dan kreditur. c.Menunjukan sumber dari suatu perusahaan. Tujuan laporan keuangan menurut IAI 1994 adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan,kinerja ,serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
  • 5.
    Pelaporan keuangan meliputilaporan keuangan dan cara lain untuk melaporkan informasi.dengan demikian pelaporan keuangan mempunyai arti yang lebih luas dari laporan keuangan.apabila laporan keuangan terdiri dari neraca,laporan laba rugi,laporan perubahan modal dan laporan arus kas,maka dalam pelaporan keuangan termasuk juga prospektus, peramalan oleh manajemen dan berbagai pengungkapan informasi lainnya.
  • 6.
    Menurut SFAC kriteriautama informasi harus berguna untuk pengambilan keputusan.informasi itu harus mempunyai dua sifat utama yaitu relevan dan dapat di percaya. Agar informasi itu relevan ada 3 sifat(niali prediksi,nilai umpan balik,tepat waktu).agar informasi itu dapat di percaya ada 3 sifat(dapat di periksa,netral,menyajikan yang seharusnnya.
  • 7.
    1.Dapat di pahami 2.Relevan 3.Keandalan 4.Dapat di bandingkan
  • 8.
    A. Asumsi 1.Keatuanusaha khusus(separate entity/econimic entity 2.Kontinuitas usaha(going concern/continuity) 3.Penggunaan unit moneter dalam pencatatan 4.Periode waktu(time-period/periodicity)
  • 9.
    B. Konsep dasar  Prinsip biaya historis(historical cost principle)  Prinsip pengakuan pendapatan (revenue recognition principle)  Prinsip mempertemukan(matching principle)  Prinsip konsistensi(consistency principle)  Prinsip pengungkapan lengkap(full disclousure principle)
  • 10.
    a.Cukup berarti(materiality) Suatulaporan ,fakta/elemen di anggap cukup berarti apabila karena adanya sifat akan mempengaruhi atau memyebabkan timbulnya perbedaan dalam pengambilan suatu keputusan dengan mempertimbangkan keadaan yang lain. hal yang menentukan cukup berarti/tidak:  Aspek kuantitatif  Aspek kualitatif
  • 11.
    b.Konservatif Konservatif merupakansikap yang di ambil oleh akuntan dalam menghadapi dua atau lebih alternatif dalam penyusunan laporan keuangan.
  • 12.
    c.Sifat khusus suatuindustri Industri yang mempunyai sifat khusus seperti bank,asuransi,dan lainnya sering kali memerlukan prinsip akuntansi yang berbeda dengan industri lainyan. Ini di karenakan adanya pengaturan pemerintah terhadap industri khusus ini sehingga mengakibatkan adanya prinsip akuntansi tertentu yang berbeda dengan yang umumnya digunakan.