Oleh:
ERSI SETIANI
NPM. 21340027P
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, jumlah
kematian ibu di Indonesia sebanyak 4.627 jiwa pada 2020.
Jumlah tersebut meningkat 8,92% dari tahun sebelumnya
sebanyak 4.197 jiwa
Salah satu penyebab kematian ibu adalah infeksi.
Luka post-partum masih menjadi kasus umum penyebab
infeksi mencapai sebesar 80- 90% (Budijanto, 2019).
Prevalensi kasus kematian ibu dengan infeksi post partum di
Indonesia pada tahun 2016 sebesar 23,5% dari 1.015 kasus
infeksi post partum dan 17,9% kasus meninggal dunia dengan
infeksi post partum pada tahun 2017 (Rahayu dkk, 2018).
Luka perineum salah satu faktor predisposisi terjadinya infeksi masa
nifas. Bentuk infeksi ini bervariasi dan bersifat lokal hingga
mengakibatkan sepsis dan kematian masa nifas.
Salah satu solusi bagi ibu post partum untuk mempercepat
penyembuhan luka perineum selain menggunakan obat medis adalah
obat non farmakologi, yaitu yang diperoleh dari dunia herbal alami
yakni penerapan jus nanas untuk membantu mempercepat
penyembuhan luka perineum (Yulansari, 2018).
Buah Nanas memiliki kandungan enzim Bromelain yang berperan
sebagai anti inflamasi dan menghilangkan rasa sakit serta luka post
surgery yang menyebabkan peradangan.
Bromelain yang terkandung pada nanas efektif dalam mengurangi
pembengkakan, memar, dan rasa sakit, pada wanita yang mengalami
episiotomi (Gozelar, S. 2016).
 Berdasarkan uraian masalah diatas maka didapatkan rumusan masalah dalam
penelitian ini yaitu “Apakah ada pengaruh jus nanas terhadap lama
penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa
Sukaraja Nuban Lampung Timur tahun 2022?”.
Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh jus
nanas terhadap lama
penyembuhan luka perineum
pada ibu nifas
 Untuk mengetahui rata-
rata penyembuhan luka
perineum pada ibu nifas
pada kelompok intervensi
 Untuk mengetahui rata-
rata penyembuhan luka
perineum pada ibu nifas
pada kelompok kontrol
Tujuan Umum
Tujuan Khusus
MANFAAT PENELITIAN
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan ilmiah dalam memperkaya khasanah ilmu
pengetahuan yang dapat menambah wawasan bagi ibu nifas khususnya mengenai cara
mempercepat penyembuhan luka perineum.
2. Manfaat Praktis
 Bagi Responden
Bagi ibu dan keluarga dapat memberi pedoman atau masukan bahwa jus nanas dapat
berfungsi untuk mempercepat penyembuhan luka perineum.
Bagi PMB Isnaini Khoirunisa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam meningkatkan kualitas
pelayanan kesehatan ibu
Bagi Universitas Malahayati Bandar Lampung
Dapat menambah kepustakaan atau literatur tentang pemberian jus nanas yang dapat
mempengaruhi penyembuhan luka perineum pada ibu nifas
Bagi Peneliti Selanjutnya
Dapat dijadikan data awal untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang pengaruh jus
nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
Masa nifas (puerperium) adalah masa
sesudah persalinan dan kelahiran bayi,
plasenta, serta selaput yang
diperlukan untuk memulihkan
kembali organ kandungan seperti
sebelum hamil dengan waktu kurang
lebih 6 minggu (Walyani dkk, 2015).
Perineum adalah jaringan antara
vestibulum vulva dan anus yang
panjang kira-kira 4 cm (Maimunah,
2015).
Luka Perineum adalah luka yang di
akibatkan oleh episiotomy.
Faktor- faktor yang mempengaruhi
penyembuhan luka perineum:
• Usia
• Nutrisi
• Mobilisasi dini
• Obat-obatan
• Perawatan luka perineum
• Budaya dan keyakinan
Nanas (Ananas comocus) mengandung
vitamin A, C dan betakaraton,
kalsium, fosfor, magnesium, besi,
natrium, kalium, dan enzim bromelin
yang bermanfaat untuk memperlancar
pencernaan, mempercepat
penyembuhan luka.
Penilaian penyembuhan luka pada daerah luka episiotomi dilihat dari tanda
REEDA (redness, edema, echymosis, discharge, and approximate) pada 24 jam
pertama postpartum .
Skala REEDA
Nilai Redness
(Kemerahan)
Edema
(Pembengkakan)
Echymosis (Bercak
Perdarahan)
Dischsrge
(Pengeluaran)
Aproximate
(Penyatuan luka)
0 Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tertutup
1 Kurang dari 0,25cm
pada kedua sisi
laserasi
Pada perineum, <1cm
dari laserasi
Kurang dari 0,25 cm
pada kedua sisi / 0,5cm
pada satu sisi
Serum Jarak kulit 3mm
atau kurang
2 Kurang dari 0,5cm
pada kedua sisi
laserasi
Pada perineum dan /
vulva, antara 1-2 cm
dari laserasi
0,25-1 cm pada kedua
sisi / 0,5-2 cm pada
satu sisi
Serosanguinus Terdapat jarak
antara kulit dan
lemak subkutan
3 Lebih dari 0,5cm
pada kedua sisi
laserasi
Pada perineum dan /
vulva, >2cm dari
laserasi
>1cm pada kedua sisi /
2cm pada satu sisi
Berdarah,
purullent
Terdapat jarak
antara kulit, lemak
subkutan dan fasia
Kerangka Teori
Jus Nanas
Farmakologi
Non Farmakologis
Luka Perineum
Kandungan Buah
Nanas
1. Vitamin A
2. Vitamin C
3. Betakarotin
4. Kalsium
5. Fosfor
6. Magnesium
7. Besi
8. Natrium
9. Kalium
10. Enzim Bromelin
Penyembuhan
Luka Perineum
Kerangka konsep penelitian merupakan suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep
satu terhadap konsep yang lainnya, atau antar variabel yang satu dengan variabel yang lain dari masalah
yang ingin diteliti (Notoadmodjo, 2018).
Kerangka Konsep
Intervensi Posttest
Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara penelitian, patokan duga, atau dalil sementara
yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2018).
Hipotesis dalam penelitian ini yaitu:
Ha : ada pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu
nifas di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa Sukaraja Nuban Lampung Timur tahun 2022
Ha : tidak ada pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum
pada ibu nifas di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa Sukaraja Nuban Lampung Timur
tahun 2022
Jus Nanas Lama Penyembuhan
Luka Perineum
Tanpa Intervensi
Jus Nanas
Lama Penyembuhan
Luka Perineum
Bentuk rancangan ini adalah :
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang datanya berupa angka-angka
(score, nilai). Studi yang digunakan adalah studi eksperimen atau percobaan (experimental
research).
Waktu dan tempat penelitian :
Penelitian ini akan dilakukan setelah proposal disetujui di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa
Sukaraja Nuban Kabupaten Lampung Timur
Rancangan penelitian :
Desain penelitian ini yaitu quasy experiment dengan rancangan Posttest Only Control
Group Design. Penelitian kuasi eksperimen untuk mengungkapkan pengaruh dari
intervensi atau perlakuan pada subyek dan mengukur hasil (efek) intervensi.
R1 X O1
R2 O2
Keterangan:
R1 : Responden kelompok eksperimen
R2 : Responden kelompok kontrol
X : Perlakuan (Jus Nanas)
O1: Posttest kelompok eksperimen
O2: Posttest kelompok kontrol
Populasi Populasi penelitian adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2018). Populasi dalam
penelitian ini diambil dari tafsiran jumlah ibu bersalin di PMB Isnaini Khoirunnisa pada bulan Januari-Februari 2020
dengan jumlah 34 orang.
Sampel Sampel merupakan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi penelitian (Notoatmodjo, 2018). Rumus
menentukan sampel pada penelitian eksperimen (Federer, 1963).
Besar sampel dari penelitian ini :
berjumlah 32 orang yang terdiri dari 16 orang sebagai anggota kelompok eksperimen dan 16 orang sebagai kelompok
kontrol.
Rumus ∶ (t − 1)(r − 1) ≥ 15
Cara Pengambilan Sampel
Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang di dasarkan pada suatu pertimbangan
tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri berdasarkan ciri atau sifat-sifat yang sudah di ketahui sebelumnya, dengan tujuan terpilihnya
responden yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh peneliti (Notoatmodjo, 2018).
Kriteria sampel dalam penelitian ini : kriteria inklusi dan kriteria eksklusi.
Variabel Penelitian
1. Variabel independen (variabel bebas)
Variabel independen adalah variable yang merupakan sebab perubahan timbulnya variabel dependen.Variabel dalam penelitian ini
adalah berupa jus nanas.
2. Variabel dependen (variabel terkait)
Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi dan menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini
adalah penyembuhan luka perineum.
Variabel Definisi Operasional
Cara
Ukur
Alat
Ukur
Hasil Ukur
Skala
Ukur
Independen
Jus nanas Memberikan minuman jus nanas 150
ml sebanyak 2 kali sehari selama 7
hari berturut-turut untuk
mempercepat penyembuhan luka
perineum pada ibu post partum
Observasi Lembar
Ceklist
1. Intervensi
2. Kontrol
Nominal
Dependen
Penyembuhan
Luka Perineum
Penyembuhan luka jalan lahir dilihat
dari lama penyembuhan luka, dengan
kriteria luka. kering, menutup dan
tidak ada tanda-tanda infeksi seperti
nyeri, edema, kemerahan, terdapat
Pus dan demam
Skala
REEDA
Lembar
observa
si
-
Hari sembuh
luka perineum
dilihat dari hasil
skor skala
REEDA
Rasio
Definisi operasional adalah uraian tentang batasan ruang lingkup variabel yang diteliti
(Notoatmodjo, 2018).
Alat Ukur
Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar ceklist dan skala REEDA. Lembar ceklist
digunakan untuk mengobservasi responden dalam mengkonsumsi jus nanas. Sedangkan skala REEDA
untuk mengobservasi derajat penyembuhan luka perineum.
Pengumpulan Data
1. Peneliti melakukan pendekatan dengan PMB
2. Peneliti mengajukan surat izin penelitian ke Universitas Malahayati
3. Peneliti melakukan pendekatan kepada responden yang memenuhi kriteria
4. Peneliti melakukan pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi
5. Pada kelompok intervensi peneliti memberikan minuman jus nanas
6. Pada kelompok control peneliti melakukan perawatan standar kepada ibu yang
mengalami luka perineum
7. Peneliti melakukan pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi pada
ibu nifas yang sudah diberikan minuman jus nanas dan dilakukan perawatan
standar.
Pengelolaan Data
1. Pengecekan data (Editing data)
2. Pemberian kode (coding)
3. Pemprosesan data (Processing)
4. Pembersihan data (cleaning data)
5. Tabuling data
1. Analisa Univariat
Analisa univariat dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan rata-rata lama
penyembuhan luka perineum.
2. Analisa Bivariat
Analisa bivariat digunakan untuk mengetahui pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan
luka perineum pada ibu nifas.
Pada penelitian ini, uji normalitas dilakukan menggunakan shapiro wilk dengan kriteria hasil
jika p-value >  0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal dan analisa data dilanjutkan
dengan statistik parametrik independent sample t-test. Sedangkan jika p-value <  0,05 maka
data dinyatakan tidak berdistribusi normal dan analisa data dilanjutkan dengan statistik non
parametrik (Mann whitney).
Analisa dilakukan dengan menggunakan program komputer, keputusan uji statistik menggunakan
derajat kemaknaan 95% dan tingkat kesalahan (α) = 5%, dengan kriteria hasil:
Jika p value ≤ nilai α (0,05), maka Ho ditolak (ada perbedaan).
Jika p value > nilai α (0,05), Ho gagal ditolak (tidak ada perbedaan).
Ersi setiani.21340027 p.ppt.proposal

Ersi setiani.21340027 p.ppt.proposal

  • 1.
  • 2.
    Kementerian Kesehatan (Kemenkes)mencatat, jumlah kematian ibu di Indonesia sebanyak 4.627 jiwa pada 2020. Jumlah tersebut meningkat 8,92% dari tahun sebelumnya sebanyak 4.197 jiwa Salah satu penyebab kematian ibu adalah infeksi. Luka post-partum masih menjadi kasus umum penyebab infeksi mencapai sebesar 80- 90% (Budijanto, 2019). Prevalensi kasus kematian ibu dengan infeksi post partum di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 23,5% dari 1.015 kasus infeksi post partum dan 17,9% kasus meninggal dunia dengan infeksi post partum pada tahun 2017 (Rahayu dkk, 2018).
  • 3.
    Luka perineum salahsatu faktor predisposisi terjadinya infeksi masa nifas. Bentuk infeksi ini bervariasi dan bersifat lokal hingga mengakibatkan sepsis dan kematian masa nifas. Salah satu solusi bagi ibu post partum untuk mempercepat penyembuhan luka perineum selain menggunakan obat medis adalah obat non farmakologi, yaitu yang diperoleh dari dunia herbal alami yakni penerapan jus nanas untuk membantu mempercepat penyembuhan luka perineum (Yulansari, 2018). Buah Nanas memiliki kandungan enzim Bromelain yang berperan sebagai anti inflamasi dan menghilangkan rasa sakit serta luka post surgery yang menyebabkan peradangan. Bromelain yang terkandung pada nanas efektif dalam mengurangi pembengkakan, memar, dan rasa sakit, pada wanita yang mengalami episiotomi (Gozelar, S. 2016).
  • 4.
     Berdasarkan uraianmasalah diatas maka didapatkan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Apakah ada pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa Sukaraja Nuban Lampung Timur tahun 2022?”. Tujuan Penelitian Untuk mengetahui pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas  Untuk mengetahui rata- rata penyembuhan luka perineum pada ibu nifas pada kelompok intervensi  Untuk mengetahui rata- rata penyembuhan luka perineum pada ibu nifas pada kelompok kontrol Tujuan Umum Tujuan Khusus
  • 5.
    MANFAAT PENELITIAN 1. ManfaatTeoritis Hasil penelitian ini diharapkan menjadi sumbangan ilmiah dalam memperkaya khasanah ilmu pengetahuan yang dapat menambah wawasan bagi ibu nifas khususnya mengenai cara mempercepat penyembuhan luka perineum. 2. Manfaat Praktis  Bagi Responden Bagi ibu dan keluarga dapat memberi pedoman atau masukan bahwa jus nanas dapat berfungsi untuk mempercepat penyembuhan luka perineum. Bagi PMB Isnaini Khoirunisa Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu Bagi Universitas Malahayati Bandar Lampung Dapat menambah kepustakaan atau literatur tentang pemberian jus nanas yang dapat mempengaruhi penyembuhan luka perineum pada ibu nifas Bagi Peneliti Selanjutnya Dapat dijadikan data awal untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
  • 6.
    Masa nifas (puerperium)adalah masa sesudah persalinan dan kelahiran bayi, plasenta, serta selaput yang diperlukan untuk memulihkan kembali organ kandungan seperti sebelum hamil dengan waktu kurang lebih 6 minggu (Walyani dkk, 2015). Perineum adalah jaringan antara vestibulum vulva dan anus yang panjang kira-kira 4 cm (Maimunah, 2015). Luka Perineum adalah luka yang di akibatkan oleh episiotomy. Faktor- faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka perineum: • Usia • Nutrisi • Mobilisasi dini • Obat-obatan • Perawatan luka perineum • Budaya dan keyakinan Nanas (Ananas comocus) mengandung vitamin A, C dan betakaraton, kalsium, fosfor, magnesium, besi, natrium, kalium, dan enzim bromelin yang bermanfaat untuk memperlancar pencernaan, mempercepat penyembuhan luka.
  • 7.
    Penilaian penyembuhan lukapada daerah luka episiotomi dilihat dari tanda REEDA (redness, edema, echymosis, discharge, and approximate) pada 24 jam pertama postpartum . Skala REEDA Nilai Redness (Kemerahan) Edema (Pembengkakan) Echymosis (Bercak Perdarahan) Dischsrge (Pengeluaran) Aproximate (Penyatuan luka) 0 Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tertutup 1 Kurang dari 0,25cm pada kedua sisi laserasi Pada perineum, <1cm dari laserasi Kurang dari 0,25 cm pada kedua sisi / 0,5cm pada satu sisi Serum Jarak kulit 3mm atau kurang 2 Kurang dari 0,5cm pada kedua sisi laserasi Pada perineum dan / vulva, antara 1-2 cm dari laserasi 0,25-1 cm pada kedua sisi / 0,5-2 cm pada satu sisi Serosanguinus Terdapat jarak antara kulit dan lemak subkutan 3 Lebih dari 0,5cm pada kedua sisi laserasi Pada perineum dan / vulva, >2cm dari laserasi >1cm pada kedua sisi / 2cm pada satu sisi Berdarah, purullent Terdapat jarak antara kulit, lemak subkutan dan fasia
  • 8.
    Kerangka Teori Jus Nanas Farmakologi NonFarmakologis Luka Perineum Kandungan Buah Nanas 1. Vitamin A 2. Vitamin C 3. Betakarotin 4. Kalsium 5. Fosfor 6. Magnesium 7. Besi 8. Natrium 9. Kalium 10. Enzim Bromelin Penyembuhan Luka Perineum
  • 9.
    Kerangka konsep penelitianmerupakan suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap konsep yang lainnya, atau antar variabel yang satu dengan variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti (Notoadmodjo, 2018). Kerangka Konsep Intervensi Posttest Hipotesis Hipotesis adalah jawaban sementara penelitian, patokan duga, atau dalil sementara yang kebenarannya akan dibuktikan dalam penelitian tersebut (Notoatmodjo, 2018). Hipotesis dalam penelitian ini yaitu: Ha : ada pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa Sukaraja Nuban Lampung Timur tahun 2022 Ha : tidak ada pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa Sukaraja Nuban Lampung Timur tahun 2022 Jus Nanas Lama Penyembuhan Luka Perineum Tanpa Intervensi Jus Nanas Lama Penyembuhan Luka Perineum
  • 10.
    Bentuk rancangan iniadalah : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, yaitu penelitian yang datanya berupa angka-angka (score, nilai). Studi yang digunakan adalah studi eksperimen atau percobaan (experimental research). Waktu dan tempat penelitian : Penelitian ini akan dilakukan setelah proposal disetujui di PMB Isnaini Khoirunnisa Desa Sukaraja Nuban Kabupaten Lampung Timur Rancangan penelitian : Desain penelitian ini yaitu quasy experiment dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Penelitian kuasi eksperimen untuk mengungkapkan pengaruh dari intervensi atau perlakuan pada subyek dan mengukur hasil (efek) intervensi. R1 X O1 R2 O2 Keterangan: R1 : Responden kelompok eksperimen R2 : Responden kelompok kontrol X : Perlakuan (Jus Nanas) O1: Posttest kelompok eksperimen O2: Posttest kelompok kontrol
  • 11.
    Populasi Populasi penelitianadalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2018). Populasi dalam penelitian ini diambil dari tafsiran jumlah ibu bersalin di PMB Isnaini Khoirunnisa pada bulan Januari-Februari 2020 dengan jumlah 34 orang. Sampel Sampel merupakan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi penelitian (Notoatmodjo, 2018). Rumus menentukan sampel pada penelitian eksperimen (Federer, 1963). Besar sampel dari penelitian ini : berjumlah 32 orang yang terdiri dari 16 orang sebagai anggota kelompok eksperimen dan 16 orang sebagai kelompok kontrol. Rumus ∶ (t − 1)(r − 1) ≥ 15 Cara Pengambilan Sampel Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling, yaitu pengambilan sampel yang di dasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang di buat oleh peneliti sendiri berdasarkan ciri atau sifat-sifat yang sudah di ketahui sebelumnya, dengan tujuan terpilihnya responden yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan oleh peneliti (Notoatmodjo, 2018). Kriteria sampel dalam penelitian ini : kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Variabel Penelitian 1. Variabel independen (variabel bebas) Variabel independen adalah variable yang merupakan sebab perubahan timbulnya variabel dependen.Variabel dalam penelitian ini adalah berupa jus nanas. 2. Variabel dependen (variabel terkait) Variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi dan menjadi akibat dari variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah penyembuhan luka perineum.
  • 12.
    Variabel Definisi Operasional Cara Ukur Alat Ukur HasilUkur Skala Ukur Independen Jus nanas Memberikan minuman jus nanas 150 ml sebanyak 2 kali sehari selama 7 hari berturut-turut untuk mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu post partum Observasi Lembar Ceklist 1. Intervensi 2. Kontrol Nominal Dependen Penyembuhan Luka Perineum Penyembuhan luka jalan lahir dilihat dari lama penyembuhan luka, dengan kriteria luka. kering, menutup dan tidak ada tanda-tanda infeksi seperti nyeri, edema, kemerahan, terdapat Pus dan demam Skala REEDA Lembar observa si - Hari sembuh luka perineum dilihat dari hasil skor skala REEDA Rasio Definisi operasional adalah uraian tentang batasan ruang lingkup variabel yang diteliti (Notoatmodjo, 2018). Alat Ukur Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar ceklist dan skala REEDA. Lembar ceklist digunakan untuk mengobservasi responden dalam mengkonsumsi jus nanas. Sedangkan skala REEDA untuk mengobservasi derajat penyembuhan luka perineum.
  • 13.
    Pengumpulan Data 1. Penelitimelakukan pendekatan dengan PMB 2. Peneliti mengajukan surat izin penelitian ke Universitas Malahayati 3. Peneliti melakukan pendekatan kepada responden yang memenuhi kriteria 4. Peneliti melakukan pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi 5. Pada kelompok intervensi peneliti memberikan minuman jus nanas 6. Pada kelompok control peneliti melakukan perawatan standar kepada ibu yang mengalami luka perineum 7. Peneliti melakukan pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi pada ibu nifas yang sudah diberikan minuman jus nanas dan dilakukan perawatan standar. Pengelolaan Data 1. Pengecekan data (Editing data) 2. Pemberian kode (coding) 3. Pemprosesan data (Processing) 4. Pembersihan data (cleaning data) 5. Tabuling data
  • 14.
    1. Analisa Univariat Analisaunivariat dalam penelitian ini dimaksudkan untuk mendapatkan rata-rata lama penyembuhan luka perineum. 2. Analisa Bivariat Analisa bivariat digunakan untuk mengetahui pengaruh jus nanas terhadap lama penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Pada penelitian ini, uji normalitas dilakukan menggunakan shapiro wilk dengan kriteria hasil jika p-value >  0,05 maka data dinyatakan berdistribusi normal dan analisa data dilanjutkan dengan statistik parametrik independent sample t-test. Sedangkan jika p-value <  0,05 maka data dinyatakan tidak berdistribusi normal dan analisa data dilanjutkan dengan statistik non parametrik (Mann whitney). Analisa dilakukan dengan menggunakan program komputer, keputusan uji statistik menggunakan derajat kemaknaan 95% dan tingkat kesalahan (α) = 5%, dengan kriteria hasil: Jika p value ≤ nilai α (0,05), maka Ho ditolak (ada perbedaan). Jika p value > nilai α (0,05), Ho gagal ditolak (tidak ada perbedaan).