KARYA ILMIAH
Makalah ini Dibuat untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah
BAHASA INDONESIA
Oleh
Kelompok 1:
Annisa Prihandini
Ansyari Lubis
Adrian
Dita Angraini
Dona Paramita
Dwi Adi Sartono
Erna Budiarti
(1141100485)
(11411103110)
(11411100533)
(11411202880)
(11411200424)
(11411100073)
(11411200081)
Dosen Pengampu:
H. Rushan, M.Pd
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM /1-H
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM
R I A U
2014
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang Maha Pengasih dan
Penyayang, yang selalu membimbing hamba-Nya dengan penuh kasih dan cinta. Dialah
sesembahan semua yang berada di langit dan bumi. Dan kepada-Nya-lah semua yang ada
dialam semesta ini akan kembali.
Salawat dan salam (allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad)
disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah
menjadi kajian sejarah yang mengandung contoh dan teladan yang baik bagi umat manusia
hingga akhir zaman.
Kepada tim penulis, penerbit dan semua pihak yang telah memungkinkan terbitnya
makalah ini, kami sampaikan terima kasih. Allah SWT jualah yang akan memberikan
balasannya. Penulis menyadari dalam makalah ini terdapat berbagai kesalahan dan
kekuarangan. Sehubungan dengan hal tersebut, kritik dan saran yang membangun dari
pembaca sangat dihargai demi kesempurnaan pada makalah berikutnya.
Akhirnya, hanya kepada Allah penulis bersyukur atas terselesainya makalah ini seta
menyerahkan diri kepada-Nya dan mohon ampun kepada-Nya atas segala kukurangan dan
kekhilafan yang terdapat didalamnya. Semoga makalah ini bermanfaat dan bisa menambah
wawasan serta pengetahuan pembaca.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Pekanbaru, 20 Nopember 2014
Penulis
DAFTAR ISI
Kata Pengantar................................................................................................................. i
Daftar Isi.......................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1
A. Latar Belakang..................................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah................................................................................................ 1
C. Tujuan Penulisan.................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 2
A. Pengertian Karya Ilmiah....................................................................................... 3
B. Ciri – Ciri Karya Ilmiah....................................................................................... 4
C. Syarat – Syarat Penulisan Karya Ilmiah............................................................... 8
D. Sifat – Sifat Karya Ilmiah..................................................................................... 10
E. Jenis – Jensi Karya Ilmiah.................................................................................... 11
F. Manfaat Karya Ilmiah.......................................................................................... 15
G. Tahapan Penyusunan Karya Ilmiah...................................................................... 16
BAB III KESIMPULAN ............................................................................................... 20
Daftar Pustaka ................................................................................................................. 21
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tulisan adalah suatu karya hasil dari kegiatan seseorang dalam rangka
mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk
diketahui dan dipahami isinya. Lima jenis tulisan yang umum dijumpai dalam keseharian
adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi .
Tulisan dibedakan menjadi 3 jenis yaitu karya tulis non-ilmiah (karya non ilmiah),
semi ilmiah dan ilmiah. Dalam makalah ini akan dipaparkan lebih jelas mengenai Tulisan
ilmiah. Tulisan Ilmiah adalah tulisan yang dibuat berdasarkan cara yang ilmiah, sistematis
dan memiliki ciri-ciri tertentu. Penjelasan mengenai bagaimana ciri tulisan ilmiah, apa saja
jenis tulisan yang termasuk tulisan ilmiah dan bagaimana cara penulisan tulisan ilmiah yang
baik dan benar, akan kami sampaikan didalam makalah ini.
B. RumusanMasalah
Berdasarkan latar belakang yang disampaikan pada paparan di atas, ada beberapa
permasaahan yang bisa diangkat, diantaranya :
1) Apa pengertian tulisan ilmiah?
2) Apakah ciri-ciri dari tulisan ilmiah?
3) Jenis-jenis tulisan/tulisan apa saja yang termasuk kategori tulisan ilmiah?
4) Syarat-syarat apa saja yang memenuhi kriteria tulisan ilmiah?
5) Apa saja unsur yang ada dalam tulisan ilmiah ?
6) Bagaimana cara penyusunan tulisan ilmiah yang baik dan benar?
C. Tujuan Penulisan
Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan di atas, ada
beberapa tujuan yang ingin dicapai.
1) Memahami pengertian tulisan ilmiah.
2) Mengetahui ciri-ciri tulisan ilmiah.
3) Mengetahui jenis-jenis tulisan yang termasuk kategori tulisan ilmiah.
4) Mengetahui syarat-syarat yang terkandung dalam tulisan ilmiah.
5) Mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam tulisan ilmiah.
6) Mengetahui cara penyusunan tulisan ilmiah yang baik dan benar.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Tulisan Ilmiah
Tulisan merupakan karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan mengungkapkan
pemikiran dan menyampaikannya melalui media tulisan kepada orang lain untuk dipahami.
Sedangkan tulisan ilmiah (menurut Brotowidjoyo) adalah tulisan ilmu pengetahuan yang
menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.
Bentuk tulisan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan
disertasi. Sedangkan jenis tulisan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau
simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan
ilmuwan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tulisan ilmiah (scientific paper) adalah
laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah
dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang
dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan, dengan ciri-ciri : disusun menggunakan
bahasa ilmiah, topik yang disajikan berupa fakta, berisi gagasan ilmiah, didasarkan pada hasil
penyelidikan-penyelidikan (fakta-fakta ilmiah), dan topik disajikan secara deskriptif.
Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu
pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Karya tulis
ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah.1 Pembahasan itu dilakukan
berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian,
baik penelitian lapangan, penelitian laboratorium atau pun kajian pustaka. Maka dalam
memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah. Pemikiran
ilmiah adalah pemikiran yang logis dan empiris.2 Logis artinya masuk akal, sedangkan
empiris adalah dibahas secara mendalam dan berdasarkan fakta yang dapat
dipertanggungjawabkan.
1 Totok Juroto dan Bambang Suprijadi, Menulis Artikel & Karya Ilmiah, (Bandung: Rosda,
2014), hal. 12.
2 Ibid., Hal. 13
Suatu karya tulis akan lebih bermakna bila dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain
yang membacanya, serta bila mungkin dapat juga tersebar secara lebih meluas sesuai dengan
sasaran atau target audiencenya. Seseorang (atau lebih) menyusun suatu karya tulis dengan
maksud agar dapat dibaca oleh orang lain baik untuk orang tertentu, golongan masyarakat
tertentu, atau masyarakat luas.
Kualitas suatu karya tulis dapat dilihat dari berbagai aspek. Pertama, tentunya kualitas
karya tulis tersebut ditentukan oleh topik materi tulisan atau pokok bahasannya, dan hal ini
sangat berperan terhadap upaya menarik minat pembaca. Namun, kedua, menarik minat
pembaca saja belumlah memadai bila tidak diiringi bahasan yang ingin diungkapkan oleh
penulis. Untuk memudahkan pemahaman tersebut sehingga tidak menimbulkan berbagai
persepsi dan interpretasi yang saling berbeda, baik oleh berbagai ragam pembaca maupun
oleh berbagai bentuk karya tulis tentunya penulisan tersebut harus dapat memenuhi
persyaratan seperti bentuk format, gaya, maupun sistematika penulisan tertentu yang sudah
baku.
B. Ciri-Ciri Karya Ilmiah
Tidak semua karya tulis yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di
lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut.3
1. Objektif
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan
berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan
atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti - bukti yang bisa
dipertanggungjawabkan. Dengan demikian siapapun dapat mengecek
(memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2. Netral
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari
kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh
karena itu pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk atau
mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3 Dalman, Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014) hal. 12-14.
3. Sistematis
Uraian yang terdapat dalam karya ilmiah dikatakan sistematis apabila
mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas,
dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan
mudah alur uraiannya.
4. Logis
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar
induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data
digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau
hipotesis digunakan pola deduktif.
5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan)
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual,
yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional
(menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang
berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah
seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6. Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata atau
tidak berbelit-belit (to the point).
7. Bahasa yang digunakan adalah bahasa ragam formal
Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa ragam santai.
Oleh sebab itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa ragam formal, yaitu bahasa
Indonesia yang baik dan benar.
Sedangkan menurut Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto dalam bukunya
mengungkapkan ciri-ciri tulisan ilmiah adalah sebagai berikut.4
1. Logis, yakni segala ketentuan ataupun informasi yang disajikan memiliki
argumentasi yang dapat diterima oleh akal sehat.
4 Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto. Menulis Artikel & Karya Ilmiah, (Bandung: Rosda,
2014) , hal. 12-13.
2. Sistematis, yakni segala yang dikemukakan disusun berdasarkan urutan yang
berjenjuang dan berkesinambungan.
3. Objektif, yakni segala keterangan atau informasi yang dikemukakan itu menurut apa
adanya dan tidak bersifat fiktif.
4. Tuntas dan menyeluruh, yakni segi-segi masalah yang dikemukakan ditelaah secara
lengkap/menyeluruh.
5. Seksama, yakni berusaha menghindarkan diri dari berbagai kesalahan, betapapun
kecilnya.
6. Jelas, yakni segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud
yang jernih.
7. Kebenarannya dapat diuji.
8. Terbuka, artinya sesuatu yang dikemukakan dapat berubah seandainya muncul
pendapat baru.
9. Berlaku umum, yakni kesimpulan-kesimpulan berlaku semua populasinya.
10. Penyajian memperhatikan santun bahasa dan tata tulis yang sudah baku.
Sebuah karya ilmiah atau karangan ilmiah memiliki ciri-ciri khusus dalam
penulisannya sebagai berikut sebagaimana diungkapkan oleh Hasnah Faizah.5
1. Catatan Pustaka
Dalam penulisan ilmiah, sumber teori yang digunakan perlu dinyatakan.
Catatan tentang sumber teori seperti buku, majalah, jurnal, atau surat kabar disebut
catatan pustaka. Teknik peulisan catatan pustaka lazimnya sebagai berikut.
Jika nama pengarang dimasukkan bersama teks karangan, harus diikuti
penulisan tahun penerbit dan halaman buku yang ditulis setelah nama pengarang.
Tanda titik dua (:), ditulis di antara angka tahun terbit dengan halaman buku.
Menurut Ansyari Lubis (2014 : 20) Teknologi adalah......
Jika dalam teks nama pengarang tidak ditulis, maka catata nama pengarang,
tahun penerbitan dan halaman buku dibuat dalam kurung di bagian akhir teks setelah
titik. Tanda koma (,) diletakkan di antara nama pengarang dengan tahun terbit.
Contoh:
5 Hasnah Faizah, Bahasa Indonesia, (Pekanbaru: Cendikia Insani, 2008) hal. 103-105.
Tidak terdapat perbedaan antara handphone biasa dengan handphone pintar,
semuanya sama selama masih bisa digunakan untuk berkomunikasi, Itu.
(Muhammad Satia Nugroho, 2014 : 200)
2. Catatan Kaki
Catatan kaki ialah catatan-catatan kecil yang berfungsi memberikan
keterangan tambahan terhadap teks yang ditulis. Catatan kaki ditempatkan pada
bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks dengan garis panjang. Penomoran
yang berurutan diberikan kepada setiap catatan kaki. Contoh:
...manusia adalah makhluk monopluralis1 sebagai subjek pendukung pokok
pancasila...
________________
1Monopluralis adalah manusia yang memiliki kodrat berupa susunan kodrat,
sifat kodrat dan kedudukan kodrat.
3. Catatan Kaki Singkat
Catatan kaki singkat merupakan kaidah yang menunjukkan sumber rujukan
selain kaidah pustaka.
Ibid. (singkatan dari ibidium, artinya sma dengan di atas), Digunakan untuk
catatan yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang telah disajikan sebelumnya.
Op.cit (singkatan dari opere citato, artinya dalam buku/karya yang telah
dipakai), digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dinyatakan, tetapi
telah disisipkan catatan kaki dari sumber lain.
Loc.cit (singkatan dari loco citato, artinya tempat yang telah dipakai).
Fungsinya sama dengan op.cit. hanya saja loc.cit digunakan jika sumbernya dari
media seperti internet, jurnal online, berita, majalah online, dan lain sebagainya.
4. Petikan Tak Langsung
Petikan tak langsung merupakan pengungkapan kembali pendapat, gagasan
pokok, ringkasan atau kesimpulan dari sebuah tulisan dengan gaya penulis sendiri.
Teknik menyatakan sumber informasi dalam petikan tak langsung adalah sama
seperti teknik catatan pustaka.
5. Petikan Langsung
Petikan langsung juga ditulis dalam teori asalnya tanpa ada perubahan dan
diberi tempat tersendiri, terpisah dari pada teks. Petikan langsung kadang-kadang
diperlukan untuk mempertahankan keaslian penyataan yang dipakai.
Petikan langsung diberi tanda petik (“ “) padanya dan diikuti oleh catatan
pustaka. Biasanya petikan langsung ditulis rapat (satu spasi) ataupun dikecilkan
ukurannya.
6. Bibliografi
Menulis bibliografi atau daftar pustaka dimaksudkan untuk mengemukakan
semua sumber rujukan dan bacaan yang sama pada buku seperti buku, jurnal,
majalah, atau pun yang belum terbit seperti kertas kerja, tesis, dan disertasi.
C. Jenis-Jenis Tulisan Ilmiah
Ada beberapa jenis tulisan ilmiah. Berdasarkan materi, cara yang dipakai,susunan,
tujuan, serta panjang pendeknya laporan, maka tulisan ilmiah dapatdibedakan sebagai
berikut :
1. Makalah
Merupakan hasil karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya
berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif.Makalah biasanya disusun
untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran
pemecahan terhadap suatu masalah
2. Paper (working paper)
Tulisan ilmiah ini juga biasa disebut reading atau book report (naskah
semester), biasanya paper ditugaskan oleh seorang pengajar (dosen) dalam mata kuliah
tertentu pada saat semester / perkuliahan akan berakhir. Dari segi kuantitasnya, tulisan ini
tidak begitu panjang, bekisar 10-15 halaman.
3. Laporan Penelitian Lapangan (Field Studi)
Merupakan tulisan yang penulisannya menggunakan prosedur formal dan
material. Secara formal harus melalui penelitian lapangan, dengan menggunakan metode
riset. Materi dalam tulisan ilmiah ini mencakup bidang tertentu yang terbatas, sesuai
dengan bidang ilmu yang diteliti. Hasil daritulisan ilmiah ini harus mampu memperkaya
perbendaharaan ilmiah dibidangnya.
4. Buku Pelajaran
Merupakan bahan meteri pelajaran yang dituangkan dalam bentuk buku dan digunakan
sebagai pedoman atau pegangan dalam proses belajar mengajar
5. Modul
Merupakan jenis tulisan ilmiah yang berisikan tentang uraian mata kuliah
tertentu yang didasarkan pada keperluan pertemuan dalam perkuliahan.Adapun garis besar
isi dari modul adalah : Tujuan khusus yang akan dicapai dalam perkuliahan tersebut,
uraian secara rinci pokok bahasan, bahan pengajaran, bahan evaluasi, dan tugas-tugas
yang harus dikerjakan selama perkuliahan tersebut.
6. Diktat
Pada sebuah diktat secara kuantitas lebih panjang dari modul, digunakan
dalam proses belajar mengajar seperti perkuliahan atau sejenisnya dan susunanya juga
terurai menurut tema ataupun bab yang sesuai dengan keperluan.
7. Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana (S1)
sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program studi yang ditempuhnya. Skripsi ditulis
berdasarkan hasil penelitian lapangan dan hasil kajian pustaka.
8. Tesis
Tesis merupakan jenis karya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam
dibandingkan dengan skripsi. Dalam karya ilmiah ini akan diungkapkan pengetahuan baru
yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini membahas pengujian dari satu
hipotesis atau lebih, dan pembuatannya dilakukan oleh mahasiswa pada pendidikan tingkat
pascasarjana, dan tesis iniditulis untuk melengkapi syarat-syarat guna menyelesaikan
pendidikan jenjang S2 atau untuk mencapai gelar Master.
9. Disertasi
Disertasi adalah karya ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat
dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sah dengan analisis yang
terperinci. Dalil yang dikemukakan tersebut harus dipertahankan penulis dari sanggahan-
sanggahan penguji / senat guru besar pada suatu lembaga pendidikan tinggi. Disertasi
berisi suatu temuan penulis yang berupa temuan orisinil. Disertasi ditulis untuk
melengkapi syarat-syarat pendidikan S3 atau mencapai gelar Doktor. Penulis disertasi ini
disebut Promovendus, dan dalam penyelesaian disertasi promovendus dibimbing oleh
seorang atau beberapa orang.
D. Syarat-Syarat Penulisan Karya Ilmiah
Menulis karya ilmiah sekurang-kurangnya memerlukan empat syarat yaitu: pertama,
memiliki motivasi dan disiplin yang tinggi; kedua, memiliki kemampuan mengolah data;
ketiga, memiliki kemampuan berfikir secara urut (logis) dan terpadu (sistematis);
keempat, kemampuan berbahasa yang baik dan benar.6
Menurut Zulfikar dalam Dalman mengungkapkan syarat-syarat penulisan karya
ilmiah adalah sebagai berikut.7
1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiean dan alur pikiran.
2. Keindahan karya tulis ilmmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang
menyanggarnya.
3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi.
4. Karya tulis imliah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang
tersusun mendukung alur pikir yang teratur.
6 Bambang Dwiloka dan Rati Riana,. Teknik Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal.
3-4.
7 Dalman, op.cit., hal.14.
5. Karya tulis ilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam
hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan.
6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi, eksposisi, dekripsi, dan
argumentasi.
Sedangkan menurut Hasnah Faizah, untuk menghasilkan suatu karangan ilmiah harus
dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut.8
1. Komunikatif
Uraian dalam karangan ilmiah harus dapat dipahami pembaca, usahakan pembaca
tidak mengalami kesulitan dalam memahami bacaan tersebut. Untuk itu, pemakaian
kata-kata dan kalimat harus lugas, dan idealnya setiap pembaca mempunya
persamaan pemahaman.
2. Bernalar
Tulisan ilmiah harus sistematis, isi pikira yang dikemukakan harus berurutan
dalam suatu sistem, dan unsur-unsur sistem tersebut harus saling berhubungan satu
dengan lainnya, dan penulisan harus mengikuti metode penulisan yang tepat.
3. Logis
Apa yang dipaparkan dalam tulisan ilmiah (latar belakang, rumusan masalah,
tujuan penulisan, pembahasan, pertanyaan, penyelesaian, dsb.) harus masuk akal,
benar, baik, secara empiris maupun logika.
4. Ekonomis
Setiap kata dan kalimat yang digunakan dalam tulisan ilmiah harus diseleksi
sedemikian rupa sehingga padat dan padu, tidak bertele-tele, harus sefera
menjelaskan inti penulisan. Pernyataan, uraian, pembuktian, dan kesimpulan tidak
berdasarkan luapan perasaan atau karena berbagai pertimbangan terpaksa memakai
bahasa yang bersifat basa-basi. Kata dan kalimat yang digunakan tidak melanggar
kode etik penulisan.
5. Berdasarkan Landasan Teori yang Kuat
8 Hasnah Faizah, op.cit., hal. 101-102.
Untuk memenuhi syarat ini penulis harus lebih banyak membaca dan
membandingkan teori yang satu dengan teori yang lain. Teori yang kuat adalah teori
yang diakui dan dihargai oleh sesama ahli dalam disipli ilmu yang bersangkutan.
6. Relevan dengan Disiplin Ilmu yang Bersangkutan
Dalam hal ini, landasan teori yang digunakan diusahakan teori-teori dalam
perkembangan terakhir, biasanya teori-teori yang dicetuskan dalam jangka lima tahun
terakhir pada saat penulisan.
7. Mempunyai Sumber yang Mutakhir
Penulisan dari suatu karya ilmiah harus dapat dipertanggungjawabkan yang
menyangkut tentang sumber data, buku, acuan, sumber kutipan, dan kejujuran data,
mengindahkan norma sosial, agama, hukum, dan peraturan yang berlaku.
E. Unsur-unsur Tulisan Ilmiah
1. Ragam Bahasa
a. Perbedaan penutur
Tiap-tiap individu mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa. Perbedaan berbahasa
antarindividu disebut idiolek sedangkan perbedaan asal daerah penutur bahasa juga
menyebabkan variasi berbahasa yang disebut dialek.
b. Perbedaan media
Perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa menentukan pula ragam bahasa
yang digunakan, sehingga bahasa lisan berbeda dengan bahasa tulisan.
c. Perbedaan situasi
Situasi pada saat pembicaraan dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap ragam
bahasa yang digunakan, sehingga ragam bahasa pada situasi santai akan berbeda
dengan situasi resmi.
d. Perbedaan bidang
Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang
berbeda pula, misalnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.
2. Ejaan
Ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan
(huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga
aspek yaitu
a. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan
abjad
b. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis
c. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca.
3. Diksi
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan
Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk
mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).
Fungsi dari diksi antara lain :
a Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham
terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis.
b. Untuk mencapai target komunikasi yang efektif.
c. Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal.
d. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi)
sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca.
Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu :
1. Fonem
2. Silabel
3. Konjungsi
4. Hubungan
5. kata benda
6. kata kerja
7. infleksi
8. uterans
4. Kalimat
Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri
sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang
mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud
lisan, kalimat diucapkan dengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan
diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat
dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda
seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis,
harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua
unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang
membedakan frasa dengan kalimat.
5. Alinea dan Pengembangannya
Alinea adalah kumpulan kalimat-kalimat yang memiliki unsur-unsur dibawah ini :
a. Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran
Kalimat utama atau pikiran utama yang menjadi dasar pengembangan sebuah
paragraf. Gagasan atau pikiran utama itu dapat dikembangkan ke dalam
kalimat. Kalimat yang mengandung pikiran utama disebut kalimat utama.
Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, di akhir paragraf maupun
diawal dan diakhir paragraf.
b. Kalimat penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama.
Gasasan penjelas biasanya dinyatakan ke dalam beberapa kalimat. Kalimat
yang mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas.
c. Judul (kepala karangan) memiliki syarat :
Provokatif (menarik)
Berbentuk frase
Relevan (sesuai dengan isi)
Logis
Spesifik
Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok, alinea terbagi dalam beberapa
jenis yaitu sebagai berikut:
Deduktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea
Induktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea
Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea
Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea.
6. Perencanaan Penulisan Karangan Ilmiah
Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus
diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan
mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah :
a. Pemilihan Topik
Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah
penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi
minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca.
b. Pembahasan Topik
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik :
1) menampilkan informasi latar belakang,
2) menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian,
3) memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis,
4) menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu,
5) menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak
memuaskan,
6) membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi).
7) memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.
c. Pemilihan Judul
Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang
akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara
umum, kriteria judul yang baik adalah:
1) Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu
sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual
secara akademik dan secara praktis.
2) Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini
mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian.
Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas
independent variable dan dependent variable-nya.
3) Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema
yang akan diteliti.Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama
bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus
persoalan yang dikaji.
4) Menentukan Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan
tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian
tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal
berikut ini :
a. Menambah struktur pengetahuan.
b. Mengembangkan metode penelitian.
c. Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan
formulasi kebijakan.
d. Mengevaluasi program.
e. Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok.
5) Menentukan Kerangka Karangan (Outline)
Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus
membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah
tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan
merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu
karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari
pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok
tulisan.
6) Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah
i) Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah
ii) Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
iii)Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
7. Kerangka karangan
Kerangka Karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar
dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun
secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk
mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang
dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis
pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan
tulisannya.
8. Kutipan dan Catatan Kaki
Kutipan adalah gagasan, ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses
pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu dapat diambil dari kamus,
ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya.
Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap
lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah.
Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan komentar, serta
menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyususanaan daftar bacaan.
9. Abstrak dan Daftar Pustaka
Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari
suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk
me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau
artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per¬masalahannya. Dari abstrak,
pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan
mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di
awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai
waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami
suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul
dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus
dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang,
metode, dan hasil penelitian.
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi
yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka
biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya,
yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui
daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat
kembali pada sumber aslinya.
F. Bentuk dan Susunan Tulisan Ilmiah
Secara umum, sistematika tulisan ilmiah terdiri dari:
a. Judul, berisi judul dan nama penulis, serta lembaga yang menaungi.
b. Abstrak dan kata kunci (pada artikel ilmiah)
c. Pendahuluan, terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan
batasan makalah.
d. Dasar teori
e. Metode penelitian
f. Hasil penelitian
g. Pembahasan (analisa perbandingan terhadap hipotesa/ dasar teori)
h. Kesimpulan dan saran
i. Daftar rujukan
Sampai sekarang format penyajian karya ilmiah belum ada yang baku. Format karya
ilmiah standar LIPI (Lempaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan penulisan skripsi,
thesis ataupun desertasi pada perguruan tinggi tidak sama. Antara satu perguruan tinggi
yang satu dengan perguruan tinggi yang lainnya pun berbeda. Maka dari itu penulisan
karya ilmiah atau tulisan ilmiah harus menyadari terlebih dahulu, untuk siapa tulisan itu
nanti akan diajukan.
Meskipun berbeda dalam format penulisannya, penyajian atau pemaparan suatu karya
tulis ilmiah antara LIPI dengan pergurua tinggi tetap sama, yaitu logis dan empiris. Logis
artinya masuk akal dan empiris artinya dibahas secara mendalam berdasarkan kaidah –
kaidah penulisan.
Contoh sistematika penulisan karya tulis ilmiah atau tulisan ilmiah adalah sebagai
berikut.
i. Halaman judul
ii. Lembaran persetujuan
iii. Abstraksi
iv. Kata Pengantar
v. Daftar Isi
vi. Daftar Tabel
vii. Daftar Gambar
viii. Daftar Lampiran
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah
3. Tujuan Penelitian
4. Manfaat Penelitian
BAB II KERANGKA TEORI
1. Landasan Teori
2. Hipotesis Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
1. Jenis Penelitian
2. Definisi Konsep dan Operasionalisasi Variabel
3. Populasi dan Sampel Penelitian
4. Jenis, Sumber dan Teori Pengumpulan Data
5. Teknik Analisis/Pengujian Hipotesis
BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN
1. Gambaran Umum Objek Penelitian
2. Deskripsi Hasil Penelitian
3. Pengujian Hipotesis
4. Interpelasi Hasil Pengujian Hipotesis
BAB V PENUTUP
1. Kesimpulan
2. Saran
ix. Daftar Pustaka
x. Lampiran-lampiran
BAB III
PENUTUP
B. Kesimpulan
Dari penjelasan kami tentang tulisan ilmiah yang mencakup ciri, bentuk, bahasa, serta
kiat pembuatan tulisan ilmiah, ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik, diantaranya
sebagai berikut.
1. Tulisan ilmiah adalah suatu tulisan hasil dari kegiatan ilmiah yang berisikan fakta-fakta
ilmiah dan ditulis secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah dan kaidah
penulisan yang berlaku.
2. Tulisan ilmiah memiliki ciri-ciri objektif, tidak ditujukan untuk mengejar keuntungan
pribadi, cermat, tepat dan benar, sistematis, empiris, tidak emotif, tidak persuasif, tidak
melebih-lebihkan sesuatu, dan ditulis berdasarkan fakta-fakta ilmiah.
3. Dalam tulisan ilmiah, ragam bahasa yang digunakan memiliki ciri-ciri : cermat, kata
dibentuk secara sempurna, memiliki struktur lengkap, padu (kohesif dan koheren), jelas,
rapi, lugas, padat, konsisten, objektif, cendekia, dan formal.
4. Langkah pokok membuat tulisan ilmiah adalah mementukan topik/gagasan,
mengumpulkan bahan, menyusun kerangka karangan, membuat hipotesa, melakukan
pengujian hipotesa, menganalisa data, dan menarik kesimpuan.
C. Saran
Sebagai mahasiswa, menulis merupakan hal yang tidak bisa untuk tidak dilakukan.
Membuat tulisan ilmiah merupakan hal biasa yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai tugas
langganan mata kuliahnya. Namun, hingga kini masih banyak mahasiswa yang kurang kreatif
dalam menulis. Tulisan ilmiah yang dibuat hanya sebatas untuk memenuhi tugas dari dosen.
Sedangkan untuk kepentingan berbagi (share) , mahasiswa kurang terinisiasi. Karena itulah,
kami menyarankan kepada teman-teman mahasiswa lainnya, agar lebih kreatif lagi dalam
menulis, dan baiknya tulisan tersebut di publikasikan agar dapat diambil manfaatnya oleh
khalayak. Contohnya adalah dengan membuat blog, dan membagikan tulisan-tulisan tersebut
melalui blog yang dimiliki.
DAFTAR PUSTAKA
Dalman. 2014. Menulis Karya Ilmiah.. Jakarta: Rajawali Pers.
Djuroto, Totok dan Bambang Suprijadi. 2014. Menulis Artikel dan Karya Ilmiah. Bandung:
Remaja Rosda Karya.
Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Rineka
Cipta
Faizah, Hasnah. 2008. Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Cendikia Insani.

Karya ilmiah

  • 1.
    KARYA ILMIAH Makalah iniDibuat untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah BAHASA INDONESIA Oleh Kelompok 1: Annisa Prihandini Ansyari Lubis Adrian Dita Angraini Dona Paramita Dwi Adi Sartono Erna Budiarti (1141100485) (11411103110) (11411100533) (11411202880) (11411200424) (11411100073) (11411200081) Dosen Pengampu: H. Rushan, M.Pd JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM /1-H FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM R I A U 2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Assalamualaikum Wr.Wb. Alhamdulillah, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang selalu membimbing hamba-Nya dengan penuh kasih dan cinta. Dialah sesembahan semua yang berada di langit dan bumi. Dan kepada-Nya-lah semua yang ada dialam semesta ini akan kembali. Salawat dan salam (allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala Ali Muhammad) disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya yang telah menjadi kajian sejarah yang mengandung contoh dan teladan yang baik bagi umat manusia hingga akhir zaman. Kepada tim penulis, penerbit dan semua pihak yang telah memungkinkan terbitnya makalah ini, kami sampaikan terima kasih. Allah SWT jualah yang akan memberikan balasannya. Penulis menyadari dalam makalah ini terdapat berbagai kesalahan dan kekuarangan. Sehubungan dengan hal tersebut, kritik dan saran yang membangun dari pembaca sangat dihargai demi kesempurnaan pada makalah berikutnya. Akhirnya, hanya kepada Allah penulis bersyukur atas terselesainya makalah ini seta menyerahkan diri kepada-Nya dan mohon ampun kepada-Nya atas segala kukurangan dan kekhilafan yang terdapat didalamnya. Semoga makalah ini bermanfaat dan bisa menambah wawasan serta pengetahuan pembaca. Wassalamualaikum Wr. Wb. Pekanbaru, 20 Nopember 2014 Penulis
  • 3.
    DAFTAR ISI Kata Pengantar.................................................................................................................i Daftar Isi.......................................................................................................................... ii BAB I PENDAHULUAN............................................................................................... 1 A. Latar Belakang..................................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah................................................................................................ 1 C. Tujuan Penulisan.................................................................................................. 1 BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................... 2 A. Pengertian Karya Ilmiah....................................................................................... 3 B. Ciri – Ciri Karya Ilmiah....................................................................................... 4 C. Syarat – Syarat Penulisan Karya Ilmiah............................................................... 8 D. Sifat – Sifat Karya Ilmiah..................................................................................... 10 E. Jenis – Jensi Karya Ilmiah.................................................................................... 11 F. Manfaat Karya Ilmiah.......................................................................................... 15 G. Tahapan Penyusunan Karya Ilmiah...................................................................... 16 BAB III KESIMPULAN ............................................................................................... 20 Daftar Pustaka ................................................................................................................. 21
  • 4.
    BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Tulisan adalah suatu karya hasil dari kegiatan seseorang dalam rangka mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk diketahui dan dipahami isinya. Lima jenis tulisan yang umum dijumpai dalam keseharian adalah narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi . Tulisan dibedakan menjadi 3 jenis yaitu karya tulis non-ilmiah (karya non ilmiah), semi ilmiah dan ilmiah. Dalam makalah ini akan dipaparkan lebih jelas mengenai Tulisan ilmiah. Tulisan Ilmiah adalah tulisan yang dibuat berdasarkan cara yang ilmiah, sistematis dan memiliki ciri-ciri tertentu. Penjelasan mengenai bagaimana ciri tulisan ilmiah, apa saja jenis tulisan yang termasuk tulisan ilmiah dan bagaimana cara penulisan tulisan ilmiah yang baik dan benar, akan kami sampaikan didalam makalah ini. B. RumusanMasalah Berdasarkan latar belakang yang disampaikan pada paparan di atas, ada beberapa permasaahan yang bisa diangkat, diantaranya : 1) Apa pengertian tulisan ilmiah? 2) Apakah ciri-ciri dari tulisan ilmiah? 3) Jenis-jenis tulisan/tulisan apa saja yang termasuk kategori tulisan ilmiah? 4) Syarat-syarat apa saja yang memenuhi kriteria tulisan ilmiah? 5) Apa saja unsur yang ada dalam tulisan ilmiah ? 6) Bagaimana cara penyusunan tulisan ilmiah yang baik dan benar? C. Tujuan Penulisan Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang disampaikan di atas, ada beberapa tujuan yang ingin dicapai. 1) Memahami pengertian tulisan ilmiah. 2) Mengetahui ciri-ciri tulisan ilmiah. 3) Mengetahui jenis-jenis tulisan yang termasuk kategori tulisan ilmiah. 4) Mengetahui syarat-syarat yang terkandung dalam tulisan ilmiah. 5) Mengetahui unsur-unsur yang terkandung dalam tulisan ilmiah.
  • 5.
    6) Mengetahui carapenyusunan tulisan ilmiah yang baik dan benar.
  • 6.
    BAB II PEMBAHASAN A. PengertianTulisan Ilmiah Tulisan merupakan karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan mengungkapkan pemikiran dan menyampaikannya melalui media tulisan kepada orang lain untuk dipahami. Sedangkan tulisan ilmiah (menurut Brotowidjoyo) adalah tulisan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar. Bentuk tulisan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Sedangkan jenis tulisan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tulisan ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan, dengan ciri-ciri : disusun menggunakan bahasa ilmiah, topik yang disajikan berupa fakta, berisi gagasan ilmiah, didasarkan pada hasil penyelidikan-penyelidikan (fakta-fakta ilmiah), dan topik disajikan secara deskriptif. Karya ilmiah merupakan karya tulis yang isinya berusaha memaparkan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti. Karya tulis ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah.1 Pembahasan itu dilakukan berdasarkan penyelidikan, pengamatan, pengumpulan data yang didapat dari suatu penelitian, baik penelitian lapangan, penelitian laboratorium atau pun kajian pustaka. Maka dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah. Pemikiran ilmiah adalah pemikiran yang logis dan empiris.2 Logis artinya masuk akal, sedangkan empiris adalah dibahas secara mendalam dan berdasarkan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. 1 Totok Juroto dan Bambang Suprijadi, Menulis Artikel & Karya Ilmiah, (Bandung: Rosda, 2014), hal. 12. 2 Ibid., Hal. 13
  • 7.
    Suatu karya tulisakan lebih bermakna bila dapat dibaca dan dipahami oleh orang lain yang membacanya, serta bila mungkin dapat juga tersebar secara lebih meluas sesuai dengan sasaran atau target audiencenya. Seseorang (atau lebih) menyusun suatu karya tulis dengan maksud agar dapat dibaca oleh orang lain baik untuk orang tertentu, golongan masyarakat tertentu, atau masyarakat luas. Kualitas suatu karya tulis dapat dilihat dari berbagai aspek. Pertama, tentunya kualitas karya tulis tersebut ditentukan oleh topik materi tulisan atau pokok bahasannya, dan hal ini sangat berperan terhadap upaya menarik minat pembaca. Namun, kedua, menarik minat pembaca saja belumlah memadai bila tidak diiringi bahasan yang ingin diungkapkan oleh penulis. Untuk memudahkan pemahaman tersebut sehingga tidak menimbulkan berbagai persepsi dan interpretasi yang saling berbeda, baik oleh berbagai ragam pembaca maupun oleh berbagai bentuk karya tulis tentunya penulisan tersebut harus dapat memenuhi persyaratan seperti bentuk format, gaya, maupun sistematika penulisan tertentu yang sudah baku. B. Ciri-Ciri Karya Ilmiah Tidak semua karya tulis yang ditulis secara sistematis dan berdasarkan fakta di lapangan adalah sebuah karya ilmiah sebab karya ilmiah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.3 1. Objektif Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti - bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian siapapun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya. 2. Netral Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan. 3 Dalman, Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Rajawali Pers, 2014) hal. 12-14.
  • 8.
    3. Sistematis Uraian yangterdapat dalam karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya. 4. Logis Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif. 5. Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan) Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan. 6. Tidak Pleonastis Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata atau tidak berbelit-belit (to the point). 7. Bahasa yang digunakan adalah bahasa ragam formal Dalam menulis karya ilmiah tidak boleh menggunakan bahasa ragam santai. Oleh sebab itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa ragam formal, yaitu bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sedangkan menurut Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto dalam bukunya mengungkapkan ciri-ciri tulisan ilmiah adalah sebagai berikut.4 1. Logis, yakni segala ketentuan ataupun informasi yang disajikan memiliki argumentasi yang dapat diterima oleh akal sehat. 4 Madyo Ekosusilo dan Bambang Triyanto. Menulis Artikel & Karya Ilmiah, (Bandung: Rosda, 2014) , hal. 12-13.
  • 9.
    2. Sistematis, yaknisegala yang dikemukakan disusun berdasarkan urutan yang berjenjuang dan berkesinambungan. 3. Objektif, yakni segala keterangan atau informasi yang dikemukakan itu menurut apa adanya dan tidak bersifat fiktif. 4. Tuntas dan menyeluruh, yakni segi-segi masalah yang dikemukakan ditelaah secara lengkap/menyeluruh. 5. Seksama, yakni berusaha menghindarkan diri dari berbagai kesalahan, betapapun kecilnya. 6. Jelas, yakni segala keterangan yang dikemukakan dapat mengungkapkan maksud yang jernih. 7. Kebenarannya dapat diuji. 8. Terbuka, artinya sesuatu yang dikemukakan dapat berubah seandainya muncul pendapat baru. 9. Berlaku umum, yakni kesimpulan-kesimpulan berlaku semua populasinya. 10. Penyajian memperhatikan santun bahasa dan tata tulis yang sudah baku. Sebuah karya ilmiah atau karangan ilmiah memiliki ciri-ciri khusus dalam penulisannya sebagai berikut sebagaimana diungkapkan oleh Hasnah Faizah.5 1. Catatan Pustaka Dalam penulisan ilmiah, sumber teori yang digunakan perlu dinyatakan. Catatan tentang sumber teori seperti buku, majalah, jurnal, atau surat kabar disebut catatan pustaka. Teknik peulisan catatan pustaka lazimnya sebagai berikut. Jika nama pengarang dimasukkan bersama teks karangan, harus diikuti penulisan tahun penerbit dan halaman buku yang ditulis setelah nama pengarang. Tanda titik dua (:), ditulis di antara angka tahun terbit dengan halaman buku. Menurut Ansyari Lubis (2014 : 20) Teknologi adalah...... Jika dalam teks nama pengarang tidak ditulis, maka catata nama pengarang, tahun penerbitan dan halaman buku dibuat dalam kurung di bagian akhir teks setelah titik. Tanda koma (,) diletakkan di antara nama pengarang dengan tahun terbit. Contoh: 5 Hasnah Faizah, Bahasa Indonesia, (Pekanbaru: Cendikia Insani, 2008) hal. 103-105.
  • 10.
    Tidak terdapat perbedaanantara handphone biasa dengan handphone pintar, semuanya sama selama masih bisa digunakan untuk berkomunikasi, Itu. (Muhammad Satia Nugroho, 2014 : 200) 2. Catatan Kaki Catatan kaki ialah catatan-catatan kecil yang berfungsi memberikan keterangan tambahan terhadap teks yang ditulis. Catatan kaki ditempatkan pada bagian bawah halaman dan dipisahkan dari teks dengan garis panjang. Penomoran yang berurutan diberikan kepada setiap catatan kaki. Contoh: ...manusia adalah makhluk monopluralis1 sebagai subjek pendukung pokok pancasila... ________________ 1Monopluralis adalah manusia yang memiliki kodrat berupa susunan kodrat, sifat kodrat dan kedudukan kodrat. 3. Catatan Kaki Singkat Catatan kaki singkat merupakan kaidah yang menunjukkan sumber rujukan selain kaidah pustaka. Ibid. (singkatan dari ibidium, artinya sma dengan di atas), Digunakan untuk catatan yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang telah disajikan sebelumnya. Op.cit (singkatan dari opere citato, artinya dalam buku/karya yang telah dipakai), digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dinyatakan, tetapi telah disisipkan catatan kaki dari sumber lain. Loc.cit (singkatan dari loco citato, artinya tempat yang telah dipakai). Fungsinya sama dengan op.cit. hanya saja loc.cit digunakan jika sumbernya dari media seperti internet, jurnal online, berita, majalah online, dan lain sebagainya. 4. Petikan Tak Langsung
  • 11.
    Petikan tak langsungmerupakan pengungkapan kembali pendapat, gagasan pokok, ringkasan atau kesimpulan dari sebuah tulisan dengan gaya penulis sendiri. Teknik menyatakan sumber informasi dalam petikan tak langsung adalah sama seperti teknik catatan pustaka. 5. Petikan Langsung Petikan langsung juga ditulis dalam teori asalnya tanpa ada perubahan dan diberi tempat tersendiri, terpisah dari pada teks. Petikan langsung kadang-kadang diperlukan untuk mempertahankan keaslian penyataan yang dipakai. Petikan langsung diberi tanda petik (“ “) padanya dan diikuti oleh catatan pustaka. Biasanya petikan langsung ditulis rapat (satu spasi) ataupun dikecilkan ukurannya. 6. Bibliografi Menulis bibliografi atau daftar pustaka dimaksudkan untuk mengemukakan semua sumber rujukan dan bacaan yang sama pada buku seperti buku, jurnal, majalah, atau pun yang belum terbit seperti kertas kerja, tesis, dan disertasi. C. Jenis-Jenis Tulisan Ilmiah Ada beberapa jenis tulisan ilmiah. Berdasarkan materi, cara yang dipakai,susunan, tujuan, serta panjang pendeknya laporan, maka tulisan ilmiah dapatdibedakan sebagai berikut : 1. Makalah Merupakan hasil karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris objektif.Makalah biasanya disusun untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu atau untuk memberikan saran pemecahan terhadap suatu masalah 2. Paper (working paper) Tulisan ilmiah ini juga biasa disebut reading atau book report (naskah semester), biasanya paper ditugaskan oleh seorang pengajar (dosen) dalam mata kuliah
  • 12.
    tertentu pada saatsemester / perkuliahan akan berakhir. Dari segi kuantitasnya, tulisan ini tidak begitu panjang, bekisar 10-15 halaman. 3. Laporan Penelitian Lapangan (Field Studi) Merupakan tulisan yang penulisannya menggunakan prosedur formal dan material. Secara formal harus melalui penelitian lapangan, dengan menggunakan metode riset. Materi dalam tulisan ilmiah ini mencakup bidang tertentu yang terbatas, sesuai dengan bidang ilmu yang diteliti. Hasil daritulisan ilmiah ini harus mampu memperkaya perbendaharaan ilmiah dibidangnya. 4. Buku Pelajaran Merupakan bahan meteri pelajaran yang dituangkan dalam bentuk buku dan digunakan sebagai pedoman atau pegangan dalam proses belajar mengajar 5. Modul Merupakan jenis tulisan ilmiah yang berisikan tentang uraian mata kuliah tertentu yang didasarkan pada keperluan pertemuan dalam perkuliahan.Adapun garis besar isi dari modul adalah : Tujuan khusus yang akan dicapai dalam perkuliahan tersebut, uraian secara rinci pokok bahasan, bahan pengajaran, bahan evaluasi, dan tugas-tugas yang harus dikerjakan selama perkuliahan tersebut. 6. Diktat Pada sebuah diktat secara kuantitas lebih panjang dari modul, digunakan dalam proses belajar mengajar seperti perkuliahan atau sejenisnya dan susunanya juga terurai menurut tema ataupun bab yang sesuai dengan keperluan. 7. Skripsi Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa program sarjana (S1) sebagai persyaratan untuk menyelesaikan program studi yang ditempuhnya. Skripsi ditulis berdasarkan hasil penelitian lapangan dan hasil kajian pustaka. 8. Tesis
  • 13.
    Tesis merupakan jeniskarya ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dibandingkan dengan skripsi. Dalam karya ilmiah ini akan diungkapkan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini membahas pengujian dari satu hipotesis atau lebih, dan pembuatannya dilakukan oleh mahasiswa pada pendidikan tingkat pascasarjana, dan tesis iniditulis untuk melengkapi syarat-syarat guna menyelesaikan pendidikan jenjang S2 atau untuk mencapai gelar Master. 9. Disertasi Disertasi adalah karya ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sah dengan analisis yang terperinci. Dalil yang dikemukakan tersebut harus dipertahankan penulis dari sanggahan- sanggahan penguji / senat guru besar pada suatu lembaga pendidikan tinggi. Disertasi berisi suatu temuan penulis yang berupa temuan orisinil. Disertasi ditulis untuk melengkapi syarat-syarat pendidikan S3 atau mencapai gelar Doktor. Penulis disertasi ini disebut Promovendus, dan dalam penyelesaian disertasi promovendus dibimbing oleh seorang atau beberapa orang. D. Syarat-Syarat Penulisan Karya Ilmiah Menulis karya ilmiah sekurang-kurangnya memerlukan empat syarat yaitu: pertama, memiliki motivasi dan disiplin yang tinggi; kedua, memiliki kemampuan mengolah data; ketiga, memiliki kemampuan berfikir secara urut (logis) dan terpadu (sistematis); keempat, kemampuan berbahasa yang baik dan benar.6 Menurut Zulfikar dalam Dalman mengungkapkan syarat-syarat penulisan karya ilmiah adalah sebagai berikut.7 1. Karya tulis ilmiah memuat gagasan ilmiah lewat pikiean dan alur pikiran. 2. Keindahan karya tulis ilmmiah terletak pada bangun pikir dengan unsur-unsur yang menyanggarnya. 3. Alur pikir dituangkan dalam sistematika dan notasi. 4. Karya tulis imliah terdiri dari unsur-unsur: kata, angka, tabel, dan gambar, yang tersusun mendukung alur pikir yang teratur. 6 Bambang Dwiloka dan Rati Riana,. Teknik Menulis Karya Ilmiah, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal. 3-4. 7 Dalman, op.cit., hal.14.
  • 14.
    5. Karya tulisilmiah harus mampu mengekspresikan asas-asas yang terkandung dalam hakikat ilmu dengan mengindahkan kaidah-kaidah kebahasaan. 6. Karya tulis ilmiah terdiri dari serangkaian narasi, eksposisi, dekripsi, dan argumentasi. Sedangkan menurut Hasnah Faizah, untuk menghasilkan suatu karangan ilmiah harus dipenuhi beberapa syarat sebagai berikut.8 1. Komunikatif Uraian dalam karangan ilmiah harus dapat dipahami pembaca, usahakan pembaca tidak mengalami kesulitan dalam memahami bacaan tersebut. Untuk itu, pemakaian kata-kata dan kalimat harus lugas, dan idealnya setiap pembaca mempunya persamaan pemahaman. 2. Bernalar Tulisan ilmiah harus sistematis, isi pikira yang dikemukakan harus berurutan dalam suatu sistem, dan unsur-unsur sistem tersebut harus saling berhubungan satu dengan lainnya, dan penulisan harus mengikuti metode penulisan yang tepat. 3. Logis Apa yang dipaparkan dalam tulisan ilmiah (latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, pembahasan, pertanyaan, penyelesaian, dsb.) harus masuk akal, benar, baik, secara empiris maupun logika. 4. Ekonomis Setiap kata dan kalimat yang digunakan dalam tulisan ilmiah harus diseleksi sedemikian rupa sehingga padat dan padu, tidak bertele-tele, harus sefera menjelaskan inti penulisan. Pernyataan, uraian, pembuktian, dan kesimpulan tidak berdasarkan luapan perasaan atau karena berbagai pertimbangan terpaksa memakai bahasa yang bersifat basa-basi. Kata dan kalimat yang digunakan tidak melanggar kode etik penulisan. 5. Berdasarkan Landasan Teori yang Kuat 8 Hasnah Faizah, op.cit., hal. 101-102.
  • 15.
    Untuk memenuhi syaratini penulis harus lebih banyak membaca dan membandingkan teori yang satu dengan teori yang lain. Teori yang kuat adalah teori yang diakui dan dihargai oleh sesama ahli dalam disipli ilmu yang bersangkutan. 6. Relevan dengan Disiplin Ilmu yang Bersangkutan Dalam hal ini, landasan teori yang digunakan diusahakan teori-teori dalam perkembangan terakhir, biasanya teori-teori yang dicetuskan dalam jangka lima tahun terakhir pada saat penulisan. 7. Mempunyai Sumber yang Mutakhir Penulisan dari suatu karya ilmiah harus dapat dipertanggungjawabkan yang menyangkut tentang sumber data, buku, acuan, sumber kutipan, dan kejujuran data, mengindahkan norma sosial, agama, hukum, dan peraturan yang berlaku. E. Unsur-unsur Tulisan Ilmiah 1. Ragam Bahasa a. Perbedaan penutur Tiap-tiap individu mempunyai gaya tersendiri dalam berbahasa. Perbedaan berbahasa antarindividu disebut idiolek sedangkan perbedaan asal daerah penutur bahasa juga menyebabkan variasi berbahasa yang disebut dialek. b. Perbedaan media Perbedaan media yang digunakan dalam berbahasa menentukan pula ragam bahasa yang digunakan, sehingga bahasa lisan berbeda dengan bahasa tulisan. c. Perbedaan situasi Situasi pada saat pembicaraan dilakukan akan sangat berpengaruh terhadap ragam bahasa yang digunakan, sehingga ragam bahasa pada situasi santai akan berbeda dengan situasi resmi. d. Perbedaan bidang Ragam bahasa yang digunakan pada bidang yang berbeda mempunyai ciri yang berbeda pula, misalnya bahasa jurnalistik berbeda dengan ragam bahasa sastra.
  • 16.
    2. Ejaan Ejaan adalahpenggambaran bunyi bahasa (kata, kalimat, dsb) dengan kaidah tulisan (huruf) yang distandardisasikan dan mempunyai makna. Ejaan biasanya memiliki tiga aspek yaitu a. aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan penyusunan abjad b. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis c. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. 3. Diksi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pusat bahasa Departemen Pendidikan Indonesia adalah pilihan kata yg tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan). Fungsi dari diksi antara lain : a Membuat pembaca atau pendengar mengerti secara benar dan tidak salah paham terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara atau penulis. b. Untuk mencapai target komunikasi yang efektif. c. Melambangkan gagasan yang di ekspresikan secara verbal. d. Membentuk gaya ekspresi gagasan yang tepat (sangat resmi, resmi, tidak resmi) sehingga menyenangkan pendengar atau pembaca. Diksi terdiri dari delapan elemen yaitu : 1. Fonem 2. Silabel 3. Konjungsi 4. Hubungan 5. kata benda 6. kata kerja 7. infleksi 8. uterans 4. Kalimat Kalimat adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. Dalam wujud
  • 17.
    lisan, kalimat diucapkandengan suara naik turun, dan keras lembut, disela jeda, dan diakhiri dengan intonasi akhir. Sedangkan dalam wujud tulisan berhuruf latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. (.), tanda tanya (?) dan tanda seru (!). Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P). Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat. 5. Alinea dan Pengembangannya Alinea adalah kumpulan kalimat-kalimat yang memiliki unsur-unsur dibawah ini : a. Topik/ tema/ gagasan utama/ gagasan inti/ pokok pikiran Kalimat utama atau pikiran utama yang menjadi dasar pengembangan sebuah paragraf. Gagasan atau pikiran utama itu dapat dikembangkan ke dalam kalimat. Kalimat yang mengandung pikiran utama disebut kalimat utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, di akhir paragraf maupun diawal dan diakhir paragraf. b. Kalimat penjelas gagasan yang fungsinya menjelaskan gagasan utama. Gasasan penjelas biasanya dinyatakan ke dalam beberapa kalimat. Kalimat yang mengandung gagasan penjelas disebut kalimat penjelas. c. Judul (kepala karangan) memiliki syarat : Provokatif (menarik) Berbentuk frase Relevan (sesuai dengan isi) Logis Spesifik Berdasarkan penempatan inti gagasan atau ide pokok, alinea terbagi dalam beberapa jenis yaitu sebagai berikut: Deduktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada awal alinea Induktif: kalimat utama atau ide pokok diletakkan pada akhir alinea Variatif: kalimat utama diletakkan pada awal dan diulang pada akhir alinea Deskriptif atau naratif: kalimat utama termuat dalam seluruh alinea.
  • 18.
    6. Perencanaan PenulisanKarangan Ilmiah Dalam menyusun sebuah karangan ilmiah terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan sebelum membuat sebuah karangan ilmiah. Berikut ini adalah pembahasan mengenai faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah karangan ilmiah : a. Pemilihan Topik Pemilihan topik yang tepat, akan menunjukan tingkat cakupan dari sebuah penelitian yang akan dibahas. Topik yang diangkat biasanya, akan mempengaruhi minat pembaca apakah karangan ilmiah ini menarik atau tidak untuk dibaca. b. Pembahasan Topik Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat pembahasan topik : 1) menampilkan informasi latar belakang, 2) menampilkan ringkasan hasil/temuan penelitian, 3) memberikan komentar apakah hasil penelitian sesuai dengan hipotesis, 4) menghubungkan dengan hasil penelitian terdahulu, 5) menjelaskan hasil yang diperoleh, terutama jika hasil tersebut tidak memuaskan, 6) membuat generalisasi dari hasil yang diperoleh (implikasi). 7) memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. c. Pemilihan Judul Bagi pembaca judul akan dianggap mewakili bobot sebuah hasil penelitian yang akan ditulis, bahkan merupakan gambaran mutu tulisan yang akan ditulis. Secara umum, kriteria judul yang baik adalah: 1) Topik yang diteliti mengandung masalah yang tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit. Lebih baik kalau topik yang diajukan lebih spesifik, menarik, dan aktual secara akademik dan secara praktis. 2) Belum banyak diteliti orang lain. Kalaupun sudah ada penelitian lain, studi ini mengambil sisi lain, sisi tertentu, yang selama ini tidak memperoleh perhatian. Diungkapkan dalam kalimat yang simpel, tetapi mampu menunjukkan dengan jelas independent variable dan dependent variable-nya. 3) Judul harus dapat menunjukkan problematik yang terkandung di dalam tema yang akan diteliti.Sebaiknya judul dibuat dengan kalimat ganda. Kalimat pertama bersifat umum yang kemudian diikuti dengan ungkapan yang menunjukkan fokus persoalan yang dikaji.
  • 19.
    4) Menentukan TujuanPenelitian. Tujuan penelitian adalah suatu pernyataan tentang informasi apa saja yang akan dicari dan perlu didalami melalui penelitian tersebut. Pada hakikatnya tujuan penelitian mencakup beberapa atau salah datu hal berikut ini : a. Menambah struktur pengetahuan. b. Mengembangkan metode penelitian. c. Menghasilkan informasi untuk perencanaan, pengambilan keputusan, dan formulasi kebijakan. d. Mengevaluasi program. e. Meramalkan perilaku individu ataupun kelompok. 5) Menentukan Kerangka Karangan (Outline) Di dalam bahasa Indonesia untuk membuat suatu penulisan ilmiah harus membuat Outline (Kerangka karangan) dimaksudkan agar penulisan ilmiah tersebut terarah dan sesuai dengan yang diharapkan karena kerangka karangan merupakan suatu rencana kerja yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan atau tulisan yang akan ditulis atau dibahas,susunan sistematis dari pikiran-pikiran utama dan pikiran-pikiran penjelas yang akan menjadi pokok tulisan. 6) Langkah-langkah Penulisan Karya Ilmiah i) Pemilihan Topik/Masalah Untuk Karya Ilmiah ii) Mengindentifikasi Pembaca Karya Ilmiah iii)Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah 7. Kerangka karangan Kerangka Karangan adalah rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan ditulis, dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan teratur. Kerangka karangan dibuat untuk mempermudah penulisan agar tetap terarah dan tidak keluar dari topik atau tema yang dituju. Pembuatan kerangka karangan ini sangat penting, terutama bagi penulis pemula, agar tulisan tidak kaku dan penulis tidak bingung dalam melanjutkan tulisannya. 8. Kutipan dan Catatan Kaki
  • 20.
    Kutipan adalah gagasan,ide, pendapat yang diambil dari berbagai sumber. Proses pengambilan gagasan itu disebut mengutip. Gagasan itu dapat diambil dari kamus, ensiklopedi, artikel, laporan, buku, majalah, internet, dan lain sebagainya. Catatan kaki adalah daftar keterangan khusus yang ditulis di bagian bawah setiap lembaran akhir bab sebuah karangan ilmiah. Catatan kaki berfungsi untuk memberikan keterangan dan komentar, serta menjelaskan mengenai sumber kutipan atau pedoman penyususanaan daftar bacaan. 9. Abstrak dan Daftar Pustaka Abstrak adalah bagian ringkas suatu uraian yang merupakan gagasan utama dari suatu pembahasan yang akan diuraikan. Abstrak digunakan sebagai “jembatan” untuk me¬mahami uraian yang akan disajikan dalam suatu karangan (biasanya laporan atau artikel ilmiah) terutama untuk memahami ide-ide per¬masalahannya. Dari abstrak, pembaca dapat mengetahui jalan pikiran penulis laporan/artikel ilmiah tersebut dan mengetahui gambaran umum tulisan secara lengkap. Biasanya abstrak ditempatkan di awal suatu laporan/artikel ilmiah dengan tujuan agar pembaca yang mempunyai waktu relatif sedikit cukup hanya dengan membaca abstraknya untuk memahami suatu karya ilmiah secara umum. Dalam artikel ilmiah, abstrak ditulis setelah judul dan nama pengarang yang diketik satu spasi. Untuk itulah, penulisan abstrak harus dapat mewakili isi karangan ilmiah secara keseluruhan, mulai dari latar belakang, metode, dan hasil penelitian. Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan (contohnya: thesis). Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya. F. Bentuk dan Susunan Tulisan Ilmiah Secara umum, sistematika tulisan ilmiah terdiri dari: a. Judul, berisi judul dan nama penulis, serta lembaga yang menaungi. b. Abstrak dan kata kunci (pada artikel ilmiah)
  • 21.
    c. Pendahuluan, terdiriatas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan batasan makalah. d. Dasar teori e. Metode penelitian f. Hasil penelitian g. Pembahasan (analisa perbandingan terhadap hipotesa/ dasar teori) h. Kesimpulan dan saran i. Daftar rujukan Sampai sekarang format penyajian karya ilmiah belum ada yang baku. Format karya ilmiah standar LIPI (Lempaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dengan penulisan skripsi, thesis ataupun desertasi pada perguruan tinggi tidak sama. Antara satu perguruan tinggi yang satu dengan perguruan tinggi yang lainnya pun berbeda. Maka dari itu penulisan karya ilmiah atau tulisan ilmiah harus menyadari terlebih dahulu, untuk siapa tulisan itu nanti akan diajukan. Meskipun berbeda dalam format penulisannya, penyajian atau pemaparan suatu karya tulis ilmiah antara LIPI dengan pergurua tinggi tetap sama, yaitu logis dan empiris. Logis artinya masuk akal dan empiris artinya dibahas secara mendalam berdasarkan kaidah – kaidah penulisan. Contoh sistematika penulisan karya tulis ilmiah atau tulisan ilmiah adalah sebagai berikut. i. Halaman judul ii. Lembaran persetujuan iii. Abstraksi iv. Kata Pengantar v. Daftar Isi vi. Daftar Tabel vii. Daftar Gambar viii. Daftar Lampiran BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Penelitian 4. Manfaat Penelitian
  • 22.
    BAB II KERANGKATEORI 1. Landasan Teori 2. Hipotesis Penelitian BAB III METODE PENELITIAN 1. Jenis Penelitian 2. Definisi Konsep dan Operasionalisasi Variabel 3. Populasi dan Sampel Penelitian 4. Jenis, Sumber dan Teori Pengumpulan Data 5. Teknik Analisis/Pengujian Hipotesis BAB IV PEMBAHASAN PENELITIAN 1. Gambaran Umum Objek Penelitian 2. Deskripsi Hasil Penelitian 3. Pengujian Hipotesis 4. Interpelasi Hasil Pengujian Hipotesis BAB V PENUTUP 1. Kesimpulan 2. Saran ix. Daftar Pustaka x. Lampiran-lampiran
  • 23.
    BAB III PENUTUP B. Kesimpulan Daripenjelasan kami tentang tulisan ilmiah yang mencakup ciri, bentuk, bahasa, serta kiat pembuatan tulisan ilmiah, ada beberapa kesimpulan yang dapat ditarik, diantaranya sebagai berikut. 1. Tulisan ilmiah adalah suatu tulisan hasil dari kegiatan ilmiah yang berisikan fakta-fakta ilmiah dan ditulis secara sistematis dengan menggunakan metode ilmiah dan kaidah penulisan yang berlaku. 2. Tulisan ilmiah memiliki ciri-ciri objektif, tidak ditujukan untuk mengejar keuntungan pribadi, cermat, tepat dan benar, sistematis, empiris, tidak emotif, tidak persuasif, tidak melebih-lebihkan sesuatu, dan ditulis berdasarkan fakta-fakta ilmiah. 3. Dalam tulisan ilmiah, ragam bahasa yang digunakan memiliki ciri-ciri : cermat, kata dibentuk secara sempurna, memiliki struktur lengkap, padu (kohesif dan koheren), jelas, rapi, lugas, padat, konsisten, objektif, cendekia, dan formal. 4. Langkah pokok membuat tulisan ilmiah adalah mementukan topik/gagasan, mengumpulkan bahan, menyusun kerangka karangan, membuat hipotesa, melakukan pengujian hipotesa, menganalisa data, dan menarik kesimpuan. C. Saran Sebagai mahasiswa, menulis merupakan hal yang tidak bisa untuk tidak dilakukan. Membuat tulisan ilmiah merupakan hal biasa yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai tugas langganan mata kuliahnya. Namun, hingga kini masih banyak mahasiswa yang kurang kreatif dalam menulis. Tulisan ilmiah yang dibuat hanya sebatas untuk memenuhi tugas dari dosen. Sedangkan untuk kepentingan berbagi (share) , mahasiswa kurang terinisiasi. Karena itulah, kami menyarankan kepada teman-teman mahasiswa lainnya, agar lebih kreatif lagi dalam menulis, dan baiknya tulisan tersebut di publikasikan agar dapat diambil manfaatnya oleh khalayak. Contohnya adalah dengan membuat blog, dan membagikan tulisan-tulisan tersebut melalui blog yang dimiliki.
  • 24.
    DAFTAR PUSTAKA Dalman. 2014.Menulis Karya Ilmiah.. Jakarta: Rajawali Pers. Djuroto, Totok dan Bambang Suprijadi. 2014. Menulis Artikel dan Karya Ilmiah. Bandung: Remaja Rosda Karya. Dwiloka, Bambang dan Rati Riana. 2005. Teknik Menulis Karya Ilmiah. Jakarta: Rineka Cipta Faizah, Hasnah. 2008. Bahasa Indonesia. Pekanbaru: Cendikia Insani.