Prinsip & Praktik
Ekonomi Syariah
Andini Laila Ernadiani [05]
M. Noval Ramadani [13]
Mareta Sofiah Putri [15]
Nabila Nur Aini [20]
Nada Mumtaz As’ari [21]
Rahma Putri Alena [30]
Masaqah
Arti, Rukun, Syarat, Jenis, Hikmah
Mu'amalah
Pengetian dan Macam – macam
Mudarabah
Pengertian, Macam2, Syarat dan Rukun
Syikrah
Pengetian, Rukun, Syarat, Macam, Hikmah
Pengertian, Hukum, Zakat, Hikmah
Asuransi
Pengertian, Hukum, Tujuan, Asuransi islam
Pegadaian Islam
Pengertian, Syarat, Rukun
Perbankan Islam
Pengertian dan Hukum
Muzaraah & Mukhabarah
01.
Mu’amaamah
Mu’amalah
Tukar-menukar barang atau sesuatu yang memberi manfaat
dengan cara yang ditempuhnya, seperti jual beli, sewa-
menyewa, upah-mengupah, pinjam-meminjam, urusan
bercocok tanam, berserikat, dan usaha lainnya.
Macam-macam Mu'amalah
Jual beli adalah salah satu cara untuk memperoleh barang milik orang lain dengan jalan menukar barang
tersebut dengan uang ataupun dengan barang lagi (barter) sesuai kesepakatan. Hukum jual beli adalah
mubah.
.
..
‫وا‬ٰ‫ب‬ ِّ
‫الر‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬ َ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ُ ‫ه‬
‫اّٰلل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫و‬
(...
٢٧٥
)
Artinya: “... Dan Allah Swt. Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...” (Q.S. Al-Baqarah/2: 275).
1. Jual Beli
Syarat-syarat Jual Beli
Uang dan barang harus:
1. Halal dan suci.
2. Bermanfaat.
3. Keadaan barang dapat diserahterimakan.
4. Keadaan barang diketahui oleh penjual dan
pembeli.
5. Milik sendiri.
Penjual dan pembeli harus:
1. Baligh.
2. Berakal Sehat.
3. AtasAtas kehendak sendiri.
Khiyar adalah bebas memutuskan antara
meneruskan jual-beli atau membatalkannya.
Khiyar diperbolehkan dalam islam.
َّ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِّ
‫ار‬َ‫ي‬ ِّ‫خ‬ْ‫ال‬ِّ‫ب‬ ِّ‫ان‬َ‫ع‬ِّ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬
‫ا‬َ‫ق‬
(
‫البخاري‬ ‫رواه‬
)
Artinya: Dua orang yang berjual beli boleh memilih
akan meneruskan jual beli mereka atau tidak,
selama keduanyaislam belum berpisah dari
tempat. (H.R. Al-Bukhari)
• Khiyar
Macam-macam Khiyar
Majelis
selama penjual dan pembeli
masih berada di tempat
berlangsungnya
transaksi/tawar-menawar.
Syarat
Hak yang dimiliki penjual dan
pembeli untuk meneruskan
atau membatalkan akad jual
beli setelah memberikan syarat
tertentu dalam transaksinya.
Aibi
pembeli boleh mengembalikan
barang yang dibelinya jika
terdapat cacat yang dapat
mengurangi kualitas atau nilai
barang tersebut.
• Menghindari adanya rasa penyesalan
antara penjual dan pembeli.
• Dengan khiar, akad jual beli akan
berlandaskan pada prinsip dasar jual beli
sehingga masing-masing merasa
diuntungkan.
• Menghindari hal-hal yang menjurus
kepada kedengkian, dendam, kemarahan,
pertikalan, dan sebagainya karena merasa
dirugikan dalam jual beli tersebut.
Manfaat Khiyar
Riba adalah tambahan kelebihan harta yang
diisyaratkan agar orang yang berutang membayar
kembali dengan jumlah yang lebih besar dari jumlah
utangnya. Riba hukumnya haram.
.
. .
ٰ‫ب‬ ِّ
‫الر‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬ َ‫ع‬ۡ‫ي‬َ‫ب‬ۡ‫ال‬ ُ ‫ه‬
‫اّٰلل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫و‬
ؕ‫وا‬
. . .
‫و‬
(
،‫البقرة‬
٣
:
٢٧٥
)
Artinya: Padahal Allah tlh menghalalkan jualBeli &
mengharamkan riba. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 275)
• Riba
Macam-macam Riba
Qordi
Pinjam-meminjam
dengan syarat harus
memberi kelebihan saat
mengembalikannya.
Fadli
pertukaran barang
sejenis yang tidak sama
timbangannya
Nasi'ah
akad jual-beli dengan
penyerahan barang
beberapa waktu
kemudian
Yadi
Akad jual-beli barang
sejenis dan sama
timbangannya
Utang-piutang adalah
menyerahkan harta dan benda
kepada seseorang dengan
catatan akan dikembalikan pada
waktu kemudian. Hukum Utang
piutang pada asalnya diperboleh
kan dalam syariat Islam.
2. Utang Piutang
Yang berpiutang
dan yang
berutang
Rukun Utang-Piutang
1
2
3
Ada harta
atau barang,
Lafadz
kesepakatan
Sewa-menyewa dalam fiqh Islam disebutijarah,
artinya imbalan yang harus diterima oleh
seseorang atas jasa yang diberikannya.
...
ُ‫ج‬ُ‫أ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬‫و‬ُ‫ت‬‫آ‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِّ‫إ‬َ‫ف‬
َّ‫ن‬ُ‫ه‬ َ‫ور‬
..
Artinya: “...kemudian jika mereka menyusukan
(anak-anak) mu maka berikanlah imbalanmya
kepada mereka... “(Q.S. At-Talaq/65: 6)
3. Sewa-memyewa
Syarat dan Rukun Sewa-memyewa
02.
Syikrah
Syikrah
Suatu akad yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih yang
bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan
memperoleh keuntungan.
• Dua belah pihak yang berakad ('aqidani).
• Objek akad yang disebut juga ma‟qud
'alaihi mencakup pekerjaan atau modal.
• Akad atau yang disebut juga dengan
istilah sigat.
Rukun & Syarat Syikrah
Macam-macam Syikrah
Syikrah Inan
Syikrah Abdan
kerja sama antara dua orang atau lebih dalam permodalan untuk melakukan
suatu bisnis atau usaha atas dasar profit and sharing (membagi untung dan
rugi). Syirkah ini disepakati oleh para fukaha tentang kebenarannya.
Ssyirkah antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha yang
hasilnya atau upahnya dibagi dibagi antara mereka sesual dengan perjanjian,
misalnya usaha konveksi dan bangunan.Abu Hanifah dan Maliki
memperbolehkan syirkah ini, sedangkan Syafii melarangnya.
Syikrah Wujuh
Syikrah
Mufawadah
kerja sama antara dua orang atau lebih untuk membeli sesuatu tanpa modal
uang, tetapi hanya berdasarkan kepercayaan parapengusaha dengan per janjian
bagi hasil.Ulama Hanafi dan Hambali memperbolehkan syirkah ini, sedangkan
ulama Syafii dan Maliki melarangnya.
Kerja sama antara dua orang atau lebih melakukan suatu usaha dengan uang
atau jasa dengan syarat sama modalnya, agamanya, mempunyai wewenang
melakukan perbuatan, dan masing-masing berhak bertindak atas nama
syirkah. Para ulama mazhab melarang syirkah ini, kecuali Abu Hanifah yang
memperbolehkannya. .
Macam-macam Syikrah
3.
Mudarabah
Mudarabah
Akad kerja sama usaha antara dua pihak. Pihak
pertama menyediakan semua modal (sahibul mal), dan pihak
lainnya menjadi pengelola atau pengusaha (mudarrib). Hukum
mudarabah adalah jaiz (boleh) selama tidak ada pihak yang
dirugikan.
Mutlaqah
Muqayyadah
Bentuk kerja sama antara pemilik modal dan pengelola yang cakupannya
sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan
daerah bisnis.
Usaha yang akan dijalankan dengan dibatasi oleh jenis usaha, waktu, atau
tempat usaha
Macam-macam Mudarabah
Syarat & Rukun Mudarabah
Hikmah disyariatkannya investasi mudarabah:
• Mudarabah akan menampakkan sifat dan
semangat kebersamaan serta keadilan.
• Mudarabah akan menyatukan modal
dengan skill (keahlian) yang selama ini
senantiasa terpisah dalam sistem
perekonomian konvensional.
• Mudarabah dapat menggairahkan
perekonomian umat Islam.
Hikmah
4.
Musaqah
Musaqah
Kerja sama antara pemilik kebun dan petani. Pemilik kebun
menyerahkan kepada petani agar dipelihara dan hasil
panennya nanti akan dibagi dua menurut persentase yang
ditentukan pada waktu akad.
Hukum musaqah adalah mubah, bahkan sangat
dianjurkan oleh Islam. Hal ini dijelaskan
berdasarkan hadis berikut ini
‫عمر‬ ‫بن‬ ‫عن‬
:
‫أهل‬ ‫عامل‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النبي‬ ‫أن‬
‫زرع‬ ‫أو‬ ‫ثمر‬ ‫منهامن‬ ‫يخرج‬ ‫ما‬ ‫يشطر‬ ‫خيبر‬
(
‫رواه‬
‫والترمذي‬ ‫وابوداود‬ ‫مسلم‬
)
Artinya: Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi saw.
telah mempekerjakan penduduk Khaibar dengan
perjanjian upah sebagian dari tanaman yang
dihasilkan, baik berupa buah buahan maupun
tanaman. (H.R. Muslim, Abu Dawud, dan At-
Tirmidzi)
Hukum Musaqah
Rukun & Syarat Musaqah
Syarat:
● Orang yang menyerahkan kebun itu untuk
digarap harus pemilik sebenarnya.
● Tanaman yang dipelihara harus jelas dan
dapat dilihat secara nyata.
● Pemilik kebun hendaknya dengan tegas
menetapkan lama pengurusan tanaman.
● Persentase pembagian hasil harus jelas
sebelum dimulainya pekerjaan .
● Masing-masing pihak adalah orang yang
berhak untuk membelanjakan harta
● Akad
Rukun:
● Pemilik kebun dan penggarap
● Kebun yang akan digarap
● Bentuk atau jenis garapan/pekerjaannya
● Penetapan hasilnya
● Ijab Kabul
Penyebab Batalnya Musaqah:
• Penggarap tidak mampu
melaksanakan tugas.
• Meninggalnya salah seorang yang
melakukan akad.
Batalnya Musaqah
• Pekerjaan yang manfaatnya kembali kepada
tanaman, dilakukan oleh penggarap. Contoh:
menyirami, membersihkan rumput, dan
mengawinkan bunga.
• Pekerjaan yang manfaatnya kembali kepada
tanah, hal ini dibebankan kepada pemilik.
Contoh: pemagaran, pembuatan parit,
Jenis Pekerjaan
• Terbinanya kehidupan yang saling
memberi manfaat antara pemilik kebun
dan penggarap.
• Mengentaskan kemiskinan
• Meningkatkan hasil usaha
Hikmah Musaqah
5.Muzaraah &
Mukhabarah
Muzaraah
Muzaraah adalah suatu kerja sama usaha di bidang pertanian
antara pemilik sawah dan petani penggarapnya dengan benih
tanaman dari pihak penggarapnya, sedangkan pembagian
hasilnya berdasarkan perjanjian yang disepakati. Hukumnya
mubah (boleh)
Mukhabarah
Mukhabarah adalah suatu perjanjian kerja sama yang dilakukan
oleh pihak pemilik sawah atau ladang dengan pihak petani
penggarap, dengan ketentuan benih tanaman dari pemilik tanah.
hukumnya mubah (boleh) selama tidak ada kecurangan &
kezaliman yg dapat mendatangkan kerugian.
Zakat , Hikmah Muzaraah dan Mukhabarah
Hikmah Muzaraah dan Mukhabarah:
● Pemanfaatan lahan secara maksimal agar
tidak ada persawahan yang sia-sia.
● Merupakan upaya mengentaskan kemiskinan.
● Terbinanya kerja sama yang erat antara yang
kaya dan yang miskin sehingga mampu
menghilangkan kecemburuan sosial dalam
masyarakat.
● Mengurangi pengangguran yang dewasa ini
semakin merajalela di mana-mana.
Zakat Muzaraah dan Mukharabah
Zakat hasil kerja sama ini dibebankan kepada
orang yang menyediakan bibit. Dalam muzaraah
karena benihnya dari penggarap maka zakatnya
dibebankan kepada petani. Sebaliknya, dalam
mukhabarah yang menyediakan bibit adalah
pemilik tanah, maka zakat dibebankan kepada
pemilik tanahnya. Jika benih atau bibit ditanggung
oleh penggarap dan pemilik sawah, zakatnya
diambil dari keduanya sebelum hasil pertanian itu
dibagi.
6. Perbankan
Islam
Bank
Sebuah lembaga keuangan yang bergerak dalam
menghimpun dana masyarakat dan disalurkan kembali dengan
menggunakan sistem bunga. Hakikat dan tujuan bank ialah untuk
membantu masyarakat yang memerlukan.
Konvensional
Syari’ah
Bank konvensional ialah bank yang fungsi utamanya menghimpun dana untuk
disalurkan kepada yang memerlukan, baik perorangan maupun badan usaha.
Penghimpunan dana digunakan untuk mengembangkan usahanya dengan
menggunakan sistem bunga.
Bank Islam atau bank syari’ah ialah bank yang menjalankan operasinya
menurut syariat Islam. Istilah bunga yang ada pada bank konvensional tidak ada
dalam bank Islam.
Pengelompokan Bank
Cara bersih dari riba bank syari'ah
Wadiah
titipan
Mudarabah
kerja sama ekonomi
Murabahah
Jual beli barang dengan
tambahan harta
Qardul hasan
Pinjaman yang baik atau lunak
Musyarakah
persekutuan
Hukum Bank
7.
Asuransi
Asuransi
Perjanjian antara dua pihak atau lebih di mana pihak penanggung
mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan menerima
premi asuransi untuk memberikan penggantian karena kerugian,
kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang yang timbul dari
suatu peristiwa yang tidak pasti.
• Asuransi kerugian, misalnya
asuransi kebakaran.
• Asuransi sejumlah uang, misalnya
asuransi jiwa.
• Asuransi sosial, misalnya Taspen,
Askes, dan Jamsostek
Pengelompokan Asuransi
• Bagi pihak tertanggung, tujuannya agar
terhindar dari risiko kerugian yang lebih
besar yang mungkin terjadi di kemudian hari
akibat suatu musibah yang tidak dapat
dipastikan.
• bagi pihak penanggung, tujuannya adalah
mengumpulkan iuran berupa uang premi
dari para peserta yang digunakan untuk
memberikan santunan (sumbangan) kepada
tertanggung yang terkena musibah.
Tujuan Asuransi
Hukum Asuransi
Hukum Asuransi
Jika asuransi konvensional masi dipandang
haram atau paling tidak meragukan,
hendaknya asuransi yang islami harus
didirikan sehingga kaum muslimin yang
membutuhkan jasa asuransi memilih
asuransi yang sesuai dengan syariat Islam.
Asuransi Islami (Syariat)
8. Pegadaian
Islam
Gadai
Menjadikan barang atau benda berharga sebagai suatu jaminan
utang dan dapat dijadikan alat pembayaran utang tersebut jika
dalam batas waktu yang disepakati tidak mampu mengembalikan
uang yang dipinjamnya. Dasar hukum pegadaian sebagai lembaga
keuangan nonbank adalah mubah (boleh).
Syarat dan Rukun Pegadaian
Rukun:
● Kedua belah pihak yaitu penggadai yang
menggadaikan.
● Barang yang digadaikan sebagai jaminan.
● Barang atau uang yang dipinjamkan.
● Ijab kabul.
Syarat:
● Kedua belah pihak melakukan tindakan
hukum gadai atas kesadaran sendiri dan
dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
● Barang yang digadaikan adalah yang menjadi
milik penuh pihak nasabah gadai, bukan
barang yang masih dalam sengketa atau
dalam penguasaan orang lain.
● Memenuhi ketentuan yang berlaku bagi pihak
penggadai (perusahaan pegadaian).
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik
Thanks!
Does anyone have any questions?

Ekonomi Syariah.pptx

  • 1.
  • 2.
    Andini Laila Ernadiani[05] M. Noval Ramadani [13] Mareta Sofiah Putri [15] Nabila Nur Aini [20] Nada Mumtaz As’ari [21] Rahma Putri Alena [30]
  • 3.
    Masaqah Arti, Rukun, Syarat,Jenis, Hikmah Mu'amalah Pengetian dan Macam – macam Mudarabah Pengertian, Macam2, Syarat dan Rukun Syikrah Pengetian, Rukun, Syarat, Macam, Hikmah
  • 4.
    Pengertian, Hukum, Zakat,Hikmah Asuransi Pengertian, Hukum, Tujuan, Asuransi islam Pegadaian Islam Pengertian, Syarat, Rukun Perbankan Islam Pengertian dan Hukum Muzaraah & Mukhabarah
  • 5.
  • 6.
    Mu’amalah Tukar-menukar barang atausesuatu yang memberi manfaat dengan cara yang ditempuhnya, seperti jual beli, sewa- menyewa, upah-mengupah, pinjam-meminjam, urusan bercocok tanam, berserikat, dan usaha lainnya.
  • 7.
    Macam-macam Mu'amalah Jual beliadalah salah satu cara untuk memperoleh barang milik orang lain dengan jalan menukar barang tersebut dengan uang ataupun dengan barang lagi (barter) sesuai kesepakatan. Hukum jual beli adalah mubah. . .. ‫وا‬ٰ‫ب‬ ِّ ‫الر‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬ َ‫ع‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ُ ‫ه‬ ‫اّٰلل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫و‬ (... ٢٧٥ ) Artinya: “... Dan Allah Swt. Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...” (Q.S. Al-Baqarah/2: 275). 1. Jual Beli
  • 8.
    Syarat-syarat Jual Beli Uangdan barang harus: 1. Halal dan suci. 2. Bermanfaat. 3. Keadaan barang dapat diserahterimakan. 4. Keadaan barang diketahui oleh penjual dan pembeli. 5. Milik sendiri. Penjual dan pembeli harus: 1. Baligh. 2. Berakal Sehat. 3. AtasAtas kehendak sendiri.
  • 9.
    Khiyar adalah bebasmemutuskan antara meneruskan jual-beli atau membatalkannya. Khiyar diperbolehkan dalam islam. َّ‫ر‬َ‫ف‬َ‫ت‬َ‫ي‬ ْ‫م‬َ‫ل‬ ‫ا‬َ‫م‬ ِّ ‫ار‬َ‫ي‬ ِّ‫خ‬ْ‫ال‬ِّ‫ب‬ ِّ‫ان‬َ‫ع‬ِّ‫ي‬َ‫ب‬ْ‫ال‬ ‫ا‬َ‫ق‬ ( ‫البخاري‬ ‫رواه‬ ) Artinya: Dua orang yang berjual beli boleh memilih akan meneruskan jual beli mereka atau tidak, selama keduanyaislam belum berpisah dari tempat. (H.R. Al-Bukhari) • Khiyar
  • 10.
    Macam-macam Khiyar Majelis selama penjualdan pembeli masih berada di tempat berlangsungnya transaksi/tawar-menawar. Syarat Hak yang dimiliki penjual dan pembeli untuk meneruskan atau membatalkan akad jual beli setelah memberikan syarat tertentu dalam transaksinya. Aibi pembeli boleh mengembalikan barang yang dibelinya jika terdapat cacat yang dapat mengurangi kualitas atau nilai barang tersebut.
  • 11.
    • Menghindari adanyarasa penyesalan antara penjual dan pembeli. • Dengan khiar, akad jual beli akan berlandaskan pada prinsip dasar jual beli sehingga masing-masing merasa diuntungkan. • Menghindari hal-hal yang menjurus kepada kedengkian, dendam, kemarahan, pertikalan, dan sebagainya karena merasa dirugikan dalam jual beli tersebut. Manfaat Khiyar
  • 12.
    Riba adalah tambahankelebihan harta yang diisyaratkan agar orang yang berutang membayar kembali dengan jumlah yang lebih besar dari jumlah utangnya. Riba hukumnya haram. . . . ٰ‫ب‬ ِّ ‫الر‬ َ‫م‬َّ‫ر‬َ‫ح‬ َ‫و‬ َ‫ع‬ۡ‫ي‬َ‫ب‬ۡ‫ال‬ ُ ‫ه‬ ‫اّٰلل‬ َّ‫ل‬َ‫ح‬َ‫ا‬ َ‫و‬ ؕ‫وا‬ . . . ‫و‬ ( ،‫البقرة‬ ٣ : ٢٧٥ ) Artinya: Padahal Allah tlh menghalalkan jualBeli & mengharamkan riba. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 275) • Riba
  • 13.
    Macam-macam Riba Qordi Pinjam-meminjam dengan syaratharus memberi kelebihan saat mengembalikannya. Fadli pertukaran barang sejenis yang tidak sama timbangannya Nasi'ah akad jual-beli dengan penyerahan barang beberapa waktu kemudian Yadi Akad jual-beli barang sejenis dan sama timbangannya
  • 14.
    Utang-piutang adalah menyerahkan hartadan benda kepada seseorang dengan catatan akan dikembalikan pada waktu kemudian. Hukum Utang piutang pada asalnya diperboleh kan dalam syariat Islam. 2. Utang Piutang
  • 15.
    Yang berpiutang dan yang berutang RukunUtang-Piutang 1 2 3 Ada harta atau barang, Lafadz kesepakatan
  • 16.
    Sewa-menyewa dalam fiqhIslam disebutijarah, artinya imbalan yang harus diterima oleh seseorang atas jasa yang diberikannya. ... ُ‫ج‬ُ‫أ‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬‫و‬ُ‫ت‬‫آ‬َ‫ف‬ ْ‫م‬ُ‫ك‬َ‫ل‬ َ‫ن‬ْ‫ع‬َ‫ض‬ ْ‫ر‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬ِّ‫إ‬َ‫ف‬ َّ‫ن‬ُ‫ه‬ َ‫ور‬ .. Artinya: “...kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak) mu maka berikanlah imbalanmya kepada mereka... “(Q.S. At-Talaq/65: 6) 3. Sewa-memyewa
  • 17.
    Syarat dan RukunSewa-memyewa
  • 18.
  • 19.
    Syikrah Suatu akad yangdilakukan oleh dua pihak atau lebih yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan.
  • 20.
    • Dua belahpihak yang berakad ('aqidani). • Objek akad yang disebut juga ma‟qud 'alaihi mencakup pekerjaan atau modal. • Akad atau yang disebut juga dengan istilah sigat. Rukun & Syarat Syikrah
  • 21.
    Macam-macam Syikrah Syikrah Inan SyikrahAbdan kerja sama antara dua orang atau lebih dalam permodalan untuk melakukan suatu bisnis atau usaha atas dasar profit and sharing (membagi untung dan rugi). Syirkah ini disepakati oleh para fukaha tentang kebenarannya. Ssyirkah antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha yang hasilnya atau upahnya dibagi dibagi antara mereka sesual dengan perjanjian, misalnya usaha konveksi dan bangunan.Abu Hanifah dan Maliki memperbolehkan syirkah ini, sedangkan Syafii melarangnya.
  • 22.
    Syikrah Wujuh Syikrah Mufawadah kerja samaantara dua orang atau lebih untuk membeli sesuatu tanpa modal uang, tetapi hanya berdasarkan kepercayaan parapengusaha dengan per janjian bagi hasil.Ulama Hanafi dan Hambali memperbolehkan syirkah ini, sedangkan ulama Syafii dan Maliki melarangnya. Kerja sama antara dua orang atau lebih melakukan suatu usaha dengan uang atau jasa dengan syarat sama modalnya, agamanya, mempunyai wewenang melakukan perbuatan, dan masing-masing berhak bertindak atas nama syirkah. Para ulama mazhab melarang syirkah ini, kecuali Abu Hanifah yang memperbolehkannya. . Macam-macam Syikrah
  • 23.
  • 24.
    Mudarabah Akad kerja samausaha antara dua pihak. Pihak pertama menyediakan semua modal (sahibul mal), dan pihak lainnya menjadi pengelola atau pengusaha (mudarrib). Hukum mudarabah adalah jaiz (boleh) selama tidak ada pihak yang dirugikan.
  • 25.
    Mutlaqah Muqayyadah Bentuk kerja samaantara pemilik modal dan pengelola yang cakupannya sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan daerah bisnis. Usaha yang akan dijalankan dengan dibatasi oleh jenis usaha, waktu, atau tempat usaha Macam-macam Mudarabah
  • 26.
    Syarat & RukunMudarabah
  • 27.
    Hikmah disyariatkannya investasimudarabah: • Mudarabah akan menampakkan sifat dan semangat kebersamaan serta keadilan. • Mudarabah akan menyatukan modal dengan skill (keahlian) yang selama ini senantiasa terpisah dalam sistem perekonomian konvensional. • Mudarabah dapat menggairahkan perekonomian umat Islam. Hikmah
  • 28.
  • 29.
    Musaqah Kerja sama antarapemilik kebun dan petani. Pemilik kebun menyerahkan kepada petani agar dipelihara dan hasil panennya nanti akan dibagi dua menurut persentase yang ditentukan pada waktu akad.
  • 30.
    Hukum musaqah adalahmubah, bahkan sangat dianjurkan oleh Islam. Hal ini dijelaskan berdasarkan hadis berikut ini ‫عمر‬ ‫بن‬ ‫عن‬ : ‫أهل‬ ‫عامل‬ ‫وسلم‬ ‫عليه‬ ‫هللا‬ ‫صلى‬ ‫النبي‬ ‫أن‬ ‫زرع‬ ‫أو‬ ‫ثمر‬ ‫منهامن‬ ‫يخرج‬ ‫ما‬ ‫يشطر‬ ‫خيبر‬ ( ‫رواه‬ ‫والترمذي‬ ‫وابوداود‬ ‫مسلم‬ ) Artinya: Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi saw. telah mempekerjakan penduduk Khaibar dengan perjanjian upah sebagian dari tanaman yang dihasilkan, baik berupa buah buahan maupun tanaman. (H.R. Muslim, Abu Dawud, dan At- Tirmidzi) Hukum Musaqah
  • 31.
    Rukun & SyaratMusaqah Syarat: ● Orang yang menyerahkan kebun itu untuk digarap harus pemilik sebenarnya. ● Tanaman yang dipelihara harus jelas dan dapat dilihat secara nyata. ● Pemilik kebun hendaknya dengan tegas menetapkan lama pengurusan tanaman. ● Persentase pembagian hasil harus jelas sebelum dimulainya pekerjaan . ● Masing-masing pihak adalah orang yang berhak untuk membelanjakan harta ● Akad Rukun: ● Pemilik kebun dan penggarap ● Kebun yang akan digarap ● Bentuk atau jenis garapan/pekerjaannya ● Penetapan hasilnya ● Ijab Kabul
  • 32.
    Penyebab Batalnya Musaqah: •Penggarap tidak mampu melaksanakan tugas. • Meninggalnya salah seorang yang melakukan akad. Batalnya Musaqah
  • 33.
    • Pekerjaan yangmanfaatnya kembali kepada tanaman, dilakukan oleh penggarap. Contoh: menyirami, membersihkan rumput, dan mengawinkan bunga. • Pekerjaan yang manfaatnya kembali kepada tanah, hal ini dibebankan kepada pemilik. Contoh: pemagaran, pembuatan parit, Jenis Pekerjaan
  • 34.
    • Terbinanya kehidupanyang saling memberi manfaat antara pemilik kebun dan penggarap. • Mengentaskan kemiskinan • Meningkatkan hasil usaha Hikmah Musaqah
  • 35.
  • 36.
    Muzaraah Muzaraah adalah suatukerja sama usaha di bidang pertanian antara pemilik sawah dan petani penggarapnya dengan benih tanaman dari pihak penggarapnya, sedangkan pembagian hasilnya berdasarkan perjanjian yang disepakati. Hukumnya mubah (boleh)
  • 37.
    Mukhabarah Mukhabarah adalah suatuperjanjian kerja sama yang dilakukan oleh pihak pemilik sawah atau ladang dengan pihak petani penggarap, dengan ketentuan benih tanaman dari pemilik tanah. hukumnya mubah (boleh) selama tidak ada kecurangan & kezaliman yg dapat mendatangkan kerugian.
  • 38.
    Zakat , HikmahMuzaraah dan Mukhabarah Hikmah Muzaraah dan Mukhabarah: ● Pemanfaatan lahan secara maksimal agar tidak ada persawahan yang sia-sia. ● Merupakan upaya mengentaskan kemiskinan. ● Terbinanya kerja sama yang erat antara yang kaya dan yang miskin sehingga mampu menghilangkan kecemburuan sosial dalam masyarakat. ● Mengurangi pengangguran yang dewasa ini semakin merajalela di mana-mana. Zakat Muzaraah dan Mukharabah Zakat hasil kerja sama ini dibebankan kepada orang yang menyediakan bibit. Dalam muzaraah karena benihnya dari penggarap maka zakatnya dibebankan kepada petani. Sebaliknya, dalam mukhabarah yang menyediakan bibit adalah pemilik tanah, maka zakat dibebankan kepada pemilik tanahnya. Jika benih atau bibit ditanggung oleh penggarap dan pemilik sawah, zakatnya diambil dari keduanya sebelum hasil pertanian itu dibagi.
  • 39.
  • 40.
    Bank Sebuah lembaga keuanganyang bergerak dalam menghimpun dana masyarakat dan disalurkan kembali dengan menggunakan sistem bunga. Hakikat dan tujuan bank ialah untuk membantu masyarakat yang memerlukan.
  • 41.
    Konvensional Syari’ah Bank konvensional ialahbank yang fungsi utamanya menghimpun dana untuk disalurkan kepada yang memerlukan, baik perorangan maupun badan usaha. Penghimpunan dana digunakan untuk mengembangkan usahanya dengan menggunakan sistem bunga. Bank Islam atau bank syari’ah ialah bank yang menjalankan operasinya menurut syariat Islam. Istilah bunga yang ada pada bank konvensional tidak ada dalam bank Islam. Pengelompokan Bank
  • 42.
    Cara bersih daririba bank syari'ah Wadiah titipan Mudarabah kerja sama ekonomi Murabahah Jual beli barang dengan tambahan harta Qardul hasan Pinjaman yang baik atau lunak Musyarakah persekutuan
  • 43.
  • 44.
  • 45.
    Asuransi Perjanjian antara duapihak atau lebih di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian karena kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti.
  • 46.
    • Asuransi kerugian,misalnya asuransi kebakaran. • Asuransi sejumlah uang, misalnya asuransi jiwa. • Asuransi sosial, misalnya Taspen, Askes, dan Jamsostek Pengelompokan Asuransi
  • 47.
    • Bagi pihaktertanggung, tujuannya agar terhindar dari risiko kerugian yang lebih besar yang mungkin terjadi di kemudian hari akibat suatu musibah yang tidak dapat dipastikan. • bagi pihak penanggung, tujuannya adalah mengumpulkan iuran berupa uang premi dari para peserta yang digunakan untuk memberikan santunan (sumbangan) kepada tertanggung yang terkena musibah. Tujuan Asuransi
  • 48.
  • 49.
  • 50.
    Jika asuransi konvensionalmasi dipandang haram atau paling tidak meragukan, hendaknya asuransi yang islami harus didirikan sehingga kaum muslimin yang membutuhkan jasa asuransi memilih asuransi yang sesuai dengan syariat Islam. Asuransi Islami (Syariat)
  • 51.
  • 52.
    Gadai Menjadikan barang ataubenda berharga sebagai suatu jaminan utang dan dapat dijadikan alat pembayaran utang tersebut jika dalam batas waktu yang disepakati tidak mampu mengembalikan uang yang dipinjamnya. Dasar hukum pegadaian sebagai lembaga keuangan nonbank adalah mubah (boleh).
  • 53.
    Syarat dan RukunPegadaian Rukun: ● Kedua belah pihak yaitu penggadai yang menggadaikan. ● Barang yang digadaikan sebagai jaminan. ● Barang atau uang yang dipinjamkan. ● Ijab kabul. Syarat: ● Kedua belah pihak melakukan tindakan hukum gadai atas kesadaran sendiri dan dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. ● Barang yang digadaikan adalah yang menjadi milik penuh pihak nasabah gadai, bukan barang yang masih dalam sengketa atau dalam penguasaan orang lain. ● Memenuhi ketentuan yang berlaku bagi pihak penggadai (perusahaan pegadaian).
  • 54.
    CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik Thanks! Does anyone have any questions?