Dokumen tersebut membahas berbagai konsep ekonomi Syariah seperti muamalah, jual beli, utang piutang, sewa menyewa, syirkah, mudharabah, musaqah, muzaraah dan mukhabarah beserta pengertian, hukum, rukun dan manfaatnya."
Pengertian, Hukum, Zakat,Hikmah
Asuransi
Pengertian, Hukum, Tujuan, Asuransi islam
Pegadaian Islam
Pengertian, Syarat, Rukun
Perbankan Islam
Pengertian dan Hukum
Muzaraah & Mukhabarah
Mu’amalah
Tukar-menukar barang atausesuatu yang memberi manfaat
dengan cara yang ditempuhnya, seperti jual beli, sewa-
menyewa, upah-mengupah, pinjam-meminjam, urusan
bercocok tanam, berserikat, dan usaha lainnya.
7.
Macam-macam Mu'amalah
Jual beliadalah salah satu cara untuk memperoleh barang milik orang lain dengan jalan menukar barang
tersebut dengan uang ataupun dengan barang lagi (barter) sesuai kesepakatan. Hukum jual beli adalah
mubah.
.
..
واٰب ِّ
الر َمَّرَح َو َعْيَبْال ُ ه
اّٰلل َّلَحَا َو
(...
٢٧٥
)
Artinya: “... Dan Allah Swt. Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba...” (Q.S. Al-Baqarah/2: 275).
1. Jual Beli
8.
Syarat-syarat Jual Beli
Uangdan barang harus:
1. Halal dan suci.
2. Bermanfaat.
3. Keadaan barang dapat diserahterimakan.
4. Keadaan barang diketahui oleh penjual dan
pembeli.
5. Milik sendiri.
Penjual dan pembeli harus:
1. Baligh.
2. Berakal Sehat.
3. AtasAtas kehendak sendiri.
9.
Khiyar adalah bebasmemutuskan antara
meneruskan jual-beli atau membatalkannya.
Khiyar diperbolehkan dalam islam.
َّرَفَتَي ْمَل اَم ِّ
ارَي ِّخْالِّب ِّانَعِّيَبْال
اَق
(
البخاري رواه
)
Artinya: Dua orang yang berjual beli boleh memilih
akan meneruskan jual beli mereka atau tidak,
selama keduanyaislam belum berpisah dari
tempat. (H.R. Al-Bukhari)
• Khiyar
10.
Macam-macam Khiyar
Majelis
selama penjualdan pembeli
masih berada di tempat
berlangsungnya
transaksi/tawar-menawar.
Syarat
Hak yang dimiliki penjual dan
pembeli untuk meneruskan
atau membatalkan akad jual
beli setelah memberikan syarat
tertentu dalam transaksinya.
Aibi
pembeli boleh mengembalikan
barang yang dibelinya jika
terdapat cacat yang dapat
mengurangi kualitas atau nilai
barang tersebut.
11.
• Menghindari adanyarasa penyesalan
antara penjual dan pembeli.
• Dengan khiar, akad jual beli akan
berlandaskan pada prinsip dasar jual beli
sehingga masing-masing merasa
diuntungkan.
• Menghindari hal-hal yang menjurus
kepada kedengkian, dendam, kemarahan,
pertikalan, dan sebagainya karena merasa
dirugikan dalam jual beli tersebut.
Manfaat Khiyar
12.
Riba adalah tambahankelebihan harta yang
diisyaratkan agar orang yang berutang membayar
kembali dengan jumlah yang lebih besar dari jumlah
utangnya. Riba hukumnya haram.
.
. .
ٰب ِّ
الر َمَّرَح َو َعۡيَبۡال ُ ه
اّٰلل َّلَحَا َو
ؕوا
. . .
و
(
،البقرة
٣
:
٢٧٥
)
Artinya: Padahal Allah tlh menghalalkan jualBeli &
mengharamkan riba. (Q.S. Al-Baqarah, 2: 275)
• Riba
13.
Macam-macam Riba
Qordi
Pinjam-meminjam
dengan syaratharus
memberi kelebihan saat
mengembalikannya.
Fadli
pertukaran barang
sejenis yang tidak sama
timbangannya
Nasi'ah
akad jual-beli dengan
penyerahan barang
beberapa waktu
kemudian
Yadi
Akad jual-beli barang
sejenis dan sama
timbangannya
14.
Utang-piutang adalah
menyerahkan hartadan benda
kepada seseorang dengan
catatan akan dikembalikan pada
waktu kemudian. Hukum Utang
piutang pada asalnya diperboleh
kan dalam syariat Islam.
2. Utang Piutang
Sewa-menyewa dalam fiqhIslam disebutijarah,
artinya imbalan yang harus diterima oleh
seseorang atas jasa yang diberikannya.
...
ُجُأ َّنُهوُتآَف ْمُكَل َنْعَض ْرَأ ْنِّإَف
َّنُه َور
..
Artinya: “...kemudian jika mereka menyusukan
(anak-anak) mu maka berikanlah imbalanmya
kepada mereka... “(Q.S. At-Talaq/65: 6)
3. Sewa-memyewa
Syikrah
Suatu akad yangdilakukan oleh dua pihak atau lebih yang
bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan
memperoleh keuntungan.
20.
• Dua belahpihak yang berakad ('aqidani).
• Objek akad yang disebut juga ma‟qud
'alaihi mencakup pekerjaan atau modal.
• Akad atau yang disebut juga dengan
istilah sigat.
Rukun & Syarat Syikrah
21.
Macam-macam Syikrah
Syikrah Inan
SyikrahAbdan
kerja sama antara dua orang atau lebih dalam permodalan untuk melakukan
suatu bisnis atau usaha atas dasar profit and sharing (membagi untung dan
rugi). Syirkah ini disepakati oleh para fukaha tentang kebenarannya.
Ssyirkah antara dua orang atau lebih untuk melakukan suatu usaha yang
hasilnya atau upahnya dibagi dibagi antara mereka sesual dengan perjanjian,
misalnya usaha konveksi dan bangunan.Abu Hanifah dan Maliki
memperbolehkan syirkah ini, sedangkan Syafii melarangnya.
22.
Syikrah Wujuh
Syikrah
Mufawadah
kerja samaantara dua orang atau lebih untuk membeli sesuatu tanpa modal
uang, tetapi hanya berdasarkan kepercayaan parapengusaha dengan per janjian
bagi hasil.Ulama Hanafi dan Hambali memperbolehkan syirkah ini, sedangkan
ulama Syafii dan Maliki melarangnya.
Kerja sama antara dua orang atau lebih melakukan suatu usaha dengan uang
atau jasa dengan syarat sama modalnya, agamanya, mempunyai wewenang
melakukan perbuatan, dan masing-masing berhak bertindak atas nama
syirkah. Para ulama mazhab melarang syirkah ini, kecuali Abu Hanifah yang
memperbolehkannya. .
Macam-macam Syikrah
Mudarabah
Akad kerja samausaha antara dua pihak. Pihak
pertama menyediakan semua modal (sahibul mal), dan pihak
lainnya menjadi pengelola atau pengusaha (mudarrib). Hukum
mudarabah adalah jaiz (boleh) selama tidak ada pihak yang
dirugikan.
25.
Mutlaqah
Muqayyadah
Bentuk kerja samaantara pemilik modal dan pengelola yang cakupannya
sangat luas dan tidak dibatasi oleh spesifikasi jenis usaha, waktu, dan
daerah bisnis.
Usaha yang akan dijalankan dengan dibatasi oleh jenis usaha, waktu, atau
tempat usaha
Macam-macam Mudarabah
Hikmah disyariatkannya investasimudarabah:
• Mudarabah akan menampakkan sifat dan
semangat kebersamaan serta keadilan.
• Mudarabah akan menyatukan modal
dengan skill (keahlian) yang selama ini
senantiasa terpisah dalam sistem
perekonomian konvensional.
• Mudarabah dapat menggairahkan
perekonomian umat Islam.
Hikmah
Musaqah
Kerja sama antarapemilik kebun dan petani. Pemilik kebun
menyerahkan kepada petani agar dipelihara dan hasil
panennya nanti akan dibagi dua menurut persentase yang
ditentukan pada waktu akad.
30.
Hukum musaqah adalahmubah, bahkan sangat
dianjurkan oleh Islam. Hal ini dijelaskan
berdasarkan hadis berikut ini
عمر بن عن
:
أهل عامل وسلم عليه هللا صلى النبي أن
زرع أو ثمر منهامن يخرج ما يشطر خيبر
(
رواه
والترمذي وابوداود مسلم
)
Artinya: Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Nabi saw.
telah mempekerjakan penduduk Khaibar dengan
perjanjian upah sebagian dari tanaman yang
dihasilkan, baik berupa buah buahan maupun
tanaman. (H.R. Muslim, Abu Dawud, dan At-
Tirmidzi)
Hukum Musaqah
31.
Rukun & SyaratMusaqah
Syarat:
● Orang yang menyerahkan kebun itu untuk
digarap harus pemilik sebenarnya.
● Tanaman yang dipelihara harus jelas dan
dapat dilihat secara nyata.
● Pemilik kebun hendaknya dengan tegas
menetapkan lama pengurusan tanaman.
● Persentase pembagian hasil harus jelas
sebelum dimulainya pekerjaan .
● Masing-masing pihak adalah orang yang
berhak untuk membelanjakan harta
● Akad
Rukun:
● Pemilik kebun dan penggarap
● Kebun yang akan digarap
● Bentuk atau jenis garapan/pekerjaannya
● Penetapan hasilnya
● Ijab Kabul
32.
Penyebab Batalnya Musaqah:
•Penggarap tidak mampu
melaksanakan tugas.
• Meninggalnya salah seorang yang
melakukan akad.
Batalnya Musaqah
33.
• Pekerjaan yangmanfaatnya kembali kepada
tanaman, dilakukan oleh penggarap. Contoh:
menyirami, membersihkan rumput, dan
mengawinkan bunga.
• Pekerjaan yang manfaatnya kembali kepada
tanah, hal ini dibebankan kepada pemilik.
Contoh: pemagaran, pembuatan parit,
Jenis Pekerjaan
34.
• Terbinanya kehidupanyang saling
memberi manfaat antara pemilik kebun
dan penggarap.
• Mengentaskan kemiskinan
• Meningkatkan hasil usaha
Hikmah Musaqah
Muzaraah
Muzaraah adalah suatukerja sama usaha di bidang pertanian
antara pemilik sawah dan petani penggarapnya dengan benih
tanaman dari pihak penggarapnya, sedangkan pembagian
hasilnya berdasarkan perjanjian yang disepakati. Hukumnya
mubah (boleh)
37.
Mukhabarah
Mukhabarah adalah suatuperjanjian kerja sama yang dilakukan
oleh pihak pemilik sawah atau ladang dengan pihak petani
penggarap, dengan ketentuan benih tanaman dari pemilik tanah.
hukumnya mubah (boleh) selama tidak ada kecurangan &
kezaliman yg dapat mendatangkan kerugian.
38.
Zakat , HikmahMuzaraah dan Mukhabarah
Hikmah Muzaraah dan Mukhabarah:
● Pemanfaatan lahan secara maksimal agar
tidak ada persawahan yang sia-sia.
● Merupakan upaya mengentaskan kemiskinan.
● Terbinanya kerja sama yang erat antara yang
kaya dan yang miskin sehingga mampu
menghilangkan kecemburuan sosial dalam
masyarakat.
● Mengurangi pengangguran yang dewasa ini
semakin merajalela di mana-mana.
Zakat Muzaraah dan Mukharabah
Zakat hasil kerja sama ini dibebankan kepada
orang yang menyediakan bibit. Dalam muzaraah
karena benihnya dari penggarap maka zakatnya
dibebankan kepada petani. Sebaliknya, dalam
mukhabarah yang menyediakan bibit adalah
pemilik tanah, maka zakat dibebankan kepada
pemilik tanahnya. Jika benih atau bibit ditanggung
oleh penggarap dan pemilik sawah, zakatnya
diambil dari keduanya sebelum hasil pertanian itu
dibagi.
Bank
Sebuah lembaga keuanganyang bergerak dalam
menghimpun dana masyarakat dan disalurkan kembali dengan
menggunakan sistem bunga. Hakikat dan tujuan bank ialah untuk
membantu masyarakat yang memerlukan.
41.
Konvensional
Syari’ah
Bank konvensional ialahbank yang fungsi utamanya menghimpun dana untuk
disalurkan kepada yang memerlukan, baik perorangan maupun badan usaha.
Penghimpunan dana digunakan untuk mengembangkan usahanya dengan
menggunakan sistem bunga.
Bank Islam atau bank syari’ah ialah bank yang menjalankan operasinya
menurut syariat Islam. Istilah bunga yang ada pada bank konvensional tidak ada
dalam bank Islam.
Pengelompokan Bank
42.
Cara bersih daririba bank syari'ah
Wadiah
titipan
Mudarabah
kerja sama ekonomi
Murabahah
Jual beli barang dengan
tambahan harta
Qardul hasan
Pinjaman yang baik atau lunak
Musyarakah
persekutuan
Asuransi
Perjanjian antara duapihak atau lebih di mana pihak penanggung
mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan menerima
premi asuransi untuk memberikan penggantian karena kerugian,
kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang yang timbul dari
suatu peristiwa yang tidak pasti.
46.
• Asuransi kerugian,misalnya
asuransi kebakaran.
• Asuransi sejumlah uang, misalnya
asuransi jiwa.
• Asuransi sosial, misalnya Taspen,
Askes, dan Jamsostek
Pengelompokan Asuransi
47.
• Bagi pihaktertanggung, tujuannya agar
terhindar dari risiko kerugian yang lebih
besar yang mungkin terjadi di kemudian hari
akibat suatu musibah yang tidak dapat
dipastikan.
• bagi pihak penanggung, tujuannya adalah
mengumpulkan iuran berupa uang premi
dari para peserta yang digunakan untuk
memberikan santunan (sumbangan) kepada
tertanggung yang terkena musibah.
Tujuan Asuransi
Jika asuransi konvensionalmasi dipandang
haram atau paling tidak meragukan,
hendaknya asuransi yang islami harus
didirikan sehingga kaum muslimin yang
membutuhkan jasa asuransi memilih
asuransi yang sesuai dengan syariat Islam.
Asuransi Islami (Syariat)
Gadai
Menjadikan barang ataubenda berharga sebagai suatu jaminan
utang dan dapat dijadikan alat pembayaran utang tersebut jika
dalam batas waktu yang disepakati tidak mampu mengembalikan
uang yang dipinjamnya. Dasar hukum pegadaian sebagai lembaga
keuangan nonbank adalah mubah (boleh).
53.
Syarat dan RukunPegadaian
Rukun:
● Kedua belah pihak yaitu penggadai yang
menggadaikan.
● Barang yang digadaikan sebagai jaminan.
● Barang atau uang yang dipinjamkan.
● Ijab kabul.
Syarat:
● Kedua belah pihak melakukan tindakan
hukum gadai atas kesadaran sendiri dan
dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.
● Barang yang digadaikan adalah yang menjadi
milik penuh pihak nasabah gadai, bukan
barang yang masih dalam sengketa atau
dalam penguasaan orang lain.
● Memenuhi ketentuan yang berlaku bagi pihak
penggadai (perusahaan pegadaian).
54.
CREDITS: This presentationtemplate was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by Freepik
Thanks!
Does anyone have any questions?