Edmund HusserlEdmund Husserl
““Back to Things Themselves”Back to Things Themselves”
Dari Psikologisme ke Logika Murni
PSIKOLOGISME
 The clarification of any concept is made by
determining the psychological origin. Because
arithmetic is primarily a calculation, specifically, a
calculation with cardinal numbers, Husserl is
concerned with the psychological origins of the
operation of calculating cardinal numbers
 The logic origin of arithmetic is restricted to the
symbolic representation of numbers.
 Number concepts (not the number itself) have their
origin in psychological processes made by acts of
collective combination.
antipsikologisme
 Logical laws have absolute validity, while natural
laws have merely probable validity.
 Logical laws are not the cause of mental thinking
 Logical laws do not regulate the psychological
process of thinking as the laws of nature regulate
natural phenomena (or more specifically, as the
psychological laws regulate psychological
processes).
 Logical laws do not depend on the make-up of
human nature
Kesadaran Intensional
Reduksi fenomenologis, eiditic,
transendental
Lebenselt
Tahun-tahun Pembentukan
 Husserl lahir di Prossnitz (Moravia), 8 april 1859.
 Tumbuh dalam keluarga Yahudi, walaupun kel ini
indifferent thd agama.
 Di awal masa hidupnya sebagai murid, oleh kepala
sekolah dia dikenal sebagai murid terburuk
 Selanjutnya dia kuliah di The University of Leipzig
(Jerman) selama dua tahun untuk belajar
matematika, fisika, astronomi dan pengantar
Filsafat.
 Perjumpaanya dengan Thomas Masaryk, murid dari
Franz Brentano, mendorong dia untuk mendalami
filsafat. Ia kemudian mempelajari Descartes,
Empirisist Inggris spt Leibniz dan Berkeley.
• 1878-1881 melanjutkan studi ke Universitas Berlin dengan
pengajar seorang ahli matematika terkenal Kronecker
(teori bilangan) dan Weierstrass (teori analisis)
• Pada masa ini dia menaruh minat pada De Cive (Hobbes),
Mind and Body (A. Bain), Ethica (Spinoza), dan beberapa
karya Schopenhauer.
• 1881 pindah ke Universitas Vienna, dimana ia meraih
doktor dalam bidang matematika, dengan disertasi The
theory of Variations.
• 1883-1884 dalam masa wajib militer dia membaca
Phenomenology of Spirit (Hegel), dan karya-karya
Aristoteles dan Herbert Spencer.
• Minatnya pada filsafat dipengaruhi oleh Franz Brentano.
Husserl mengikuti ceramah-ceramah Brentano tentang
Psikologi deskriptif dan fenomenologis (1884-1885).
• Dalam Perkembangan selanjutnya Brentano
mengembangkan REISME dan Husserl mengembangkan
Idealisme.
PeriodePeriode LogisismeLogisisme
 1887-1901 di Universitas Halle. Mempresentasikan tesis1887-1901 di Universitas Halle. Mempresentasikan tesis
“The Concept of Number.”“The Concept of Number.”
 PublikasiPublikasi Philosophy of ArithmeticPhilosophy of Arithmetic (Psychological and(Psychological and
Logical Investigation), yang dipengaruhi psychologism.Logical Investigation), yang dipengaruhi psychologism.
Husserl menurunkan prinsip-prinsip matematika dariHusserl menurunkan prinsip-prinsip matematika dari
prinsip-prinsip psikologis.prinsip-prinsip psikologis.
 Karya fenomenologis pertama adalahKarya fenomenologis pertama adalah LogicalLogical
InvestigationsInvestigations, diterbitkan 1990-1991 dalam dua volume., diterbitkan 1990-1991 dalam dua volume.
 Vol I: Prolegomena to Pure Logic: beralih ke logisismeVol I: Prolegomena to Pure Logic: beralih ke logisisme
yang kuat dan melawan segala bentuk psikologisme.yang kuat dan melawan segala bentuk psikologisme.
 “I have been through enough torments from lack of
clarity and from doubt that wavers back and
forth….Only one need absorbs me: I must win
clarity, else I cannot live; I cannot bear life unless I
can believe that I shall achieve it;
Kebutuhan akan kejelasan dan kepastian
merupakan suatu elemen penting dalam
perkembangan fenomenologi.
 Vol II:Vol II: teori tentang makna, hal-halteori tentang makna, hal-hal
universal, teori keseluruhan danuniversal, teori keseluruhan dan
bagian-bagian, teori tentang grammerbagian-bagian, teori tentang grammer
murni, amurni, annalisis tentang tindakan-alisis tentang tindakan-
tindakan intensional, dan teori tentangtindakan intensional, dan teori tentang
kategori-kategori.kategori-kategori.
Ide Fenomenologi
Motto: Back to things themselves.
1. Semboyan tersebut awalnya mengindikasikan
suatu proses kembali ke apa yang objektif (logis,
etis) sebagai suatu objek kesadaran (objek
intensional)
2. Suatu reaksi terhadap empirisisme Hume dan
idealisme transendental dari Immanuel Kant.
3. Suatu reaksi melawan skeptisisme dan relativisme,
yang menolak ide tentang objektivitas universal.
Tujuan utama filsafat Husserl untuk membangun
pengetahuan universal dan radikal berlawanan
dengan skeptisisme yang berkembang yang
memanifestasikan positifisme scientis dan anak-
anak filosofisnya.
• Bagi Husserl filsafat merupakan sebuah science
yang berangkat dari dasar yang tertinggi. Filsafat
adalah science yang radikal karena ia merupakan
science dari akar-akar seluruh pengetahuan kita.
• Untuk mencapai science semacam itu Husserl
menggunakan metode Fenomenologi- yang
merupakan analisis segala sesuatu ya
disodorkan kepada pengetahuan kita. Apa yang
disodorkan (terberikan) kepada kita adalah
fenomena (phainomenon).
• Fenomenologi adalah science tentang fenomena.
• Metode ini bersifat deskriptif: phenomenology is
the description of what is given to our knowledge.
PhenomenologyPhenomenology
The method for the description andThe method for the description and
analysis of consciousness and what isanalysis of consciousness and what is
given to consciousness, through whichgiven to consciousness, through which
philosophy becomes a strict sciencephilosophy becomes a strict science
 Menghindari konstruksi-konstruksi metafisik.
 Fenomenologi tidak menaruh minat pada
fakta-fakta tunggal, tetapi lebih menaruh minat
pada essensi, ide-ide dan yang universal.
 Metode fenomenologi membuat sintesis
antara empirisisme (berdasar observasi) dan
rasionalisme (berdasar akal budi dan sistem
konsep) untuk melukiskan struktur-struktur
pengalaman eksperiantial.
 Husserl memahami fenomenologi dalam dua
cara: (a) fenomenologi sebagai metode
filosofis (Logical Investigation; (b)
fenomenologi sebagai sistem filsafat (Idea).
Perkembangan Filsafat Husserl
Psychologism
Logical essentialism
Transcendental idealism
A phenomenology of life-world

Edhusserl

  • 1.
    Edmund HusserlEdmund Husserl ““Backto Things Themselves”Back to Things Themselves”
  • 2.
    Dari Psikologisme keLogika Murni PSIKOLOGISME  The clarification of any concept is made by determining the psychological origin. Because arithmetic is primarily a calculation, specifically, a calculation with cardinal numbers, Husserl is concerned with the psychological origins of the operation of calculating cardinal numbers  The logic origin of arithmetic is restricted to the symbolic representation of numbers.  Number concepts (not the number itself) have their origin in psychological processes made by acts of collective combination.
  • 3.
    antipsikologisme  Logical lawshave absolute validity, while natural laws have merely probable validity.  Logical laws are not the cause of mental thinking  Logical laws do not regulate the psychological process of thinking as the laws of nature regulate natural phenomena (or more specifically, as the psychological laws regulate psychological processes).  Logical laws do not depend on the make-up of human nature
  • 4.
    Kesadaran Intensional Reduksi fenomenologis,eiditic, transendental Lebenselt
  • 5.
    Tahun-tahun Pembentukan  Husserllahir di Prossnitz (Moravia), 8 april 1859.  Tumbuh dalam keluarga Yahudi, walaupun kel ini indifferent thd agama.  Di awal masa hidupnya sebagai murid, oleh kepala sekolah dia dikenal sebagai murid terburuk  Selanjutnya dia kuliah di The University of Leipzig (Jerman) selama dua tahun untuk belajar matematika, fisika, astronomi dan pengantar Filsafat.  Perjumpaanya dengan Thomas Masaryk, murid dari Franz Brentano, mendorong dia untuk mendalami filsafat. Ia kemudian mempelajari Descartes, Empirisist Inggris spt Leibniz dan Berkeley.
  • 6.
    • 1878-1881 melanjutkanstudi ke Universitas Berlin dengan pengajar seorang ahli matematika terkenal Kronecker (teori bilangan) dan Weierstrass (teori analisis) • Pada masa ini dia menaruh minat pada De Cive (Hobbes), Mind and Body (A. Bain), Ethica (Spinoza), dan beberapa karya Schopenhauer. • 1881 pindah ke Universitas Vienna, dimana ia meraih doktor dalam bidang matematika, dengan disertasi The theory of Variations. • 1883-1884 dalam masa wajib militer dia membaca Phenomenology of Spirit (Hegel), dan karya-karya Aristoteles dan Herbert Spencer. • Minatnya pada filsafat dipengaruhi oleh Franz Brentano. Husserl mengikuti ceramah-ceramah Brentano tentang Psikologi deskriptif dan fenomenologis (1884-1885). • Dalam Perkembangan selanjutnya Brentano mengembangkan REISME dan Husserl mengembangkan Idealisme.
  • 7.
    PeriodePeriode LogisismeLogisisme  1887-1901di Universitas Halle. Mempresentasikan tesis1887-1901 di Universitas Halle. Mempresentasikan tesis “The Concept of Number.”“The Concept of Number.”  PublikasiPublikasi Philosophy of ArithmeticPhilosophy of Arithmetic (Psychological and(Psychological and Logical Investigation), yang dipengaruhi psychologism.Logical Investigation), yang dipengaruhi psychologism. Husserl menurunkan prinsip-prinsip matematika dariHusserl menurunkan prinsip-prinsip matematika dari prinsip-prinsip psikologis.prinsip-prinsip psikologis.  Karya fenomenologis pertama adalahKarya fenomenologis pertama adalah LogicalLogical InvestigationsInvestigations, diterbitkan 1990-1991 dalam dua volume., diterbitkan 1990-1991 dalam dua volume.  Vol I: Prolegomena to Pure Logic: beralih ke logisismeVol I: Prolegomena to Pure Logic: beralih ke logisisme yang kuat dan melawan segala bentuk psikologisme.yang kuat dan melawan segala bentuk psikologisme.
  • 8.
     “I havebeen through enough torments from lack of clarity and from doubt that wavers back and forth….Only one need absorbs me: I must win clarity, else I cannot live; I cannot bear life unless I can believe that I shall achieve it; Kebutuhan akan kejelasan dan kepastian merupakan suatu elemen penting dalam perkembangan fenomenologi.
  • 9.
     Vol II:VolII: teori tentang makna, hal-halteori tentang makna, hal-hal universal, teori keseluruhan danuniversal, teori keseluruhan dan bagian-bagian, teori tentang grammerbagian-bagian, teori tentang grammer murni, amurni, annalisis tentang tindakan-alisis tentang tindakan- tindakan intensional, dan teori tentangtindakan intensional, dan teori tentang kategori-kategori.kategori-kategori.
  • 10.
    Ide Fenomenologi Motto: Backto things themselves. 1. Semboyan tersebut awalnya mengindikasikan suatu proses kembali ke apa yang objektif (logis, etis) sebagai suatu objek kesadaran (objek intensional) 2. Suatu reaksi terhadap empirisisme Hume dan idealisme transendental dari Immanuel Kant. 3. Suatu reaksi melawan skeptisisme dan relativisme, yang menolak ide tentang objektivitas universal. Tujuan utama filsafat Husserl untuk membangun pengetahuan universal dan radikal berlawanan dengan skeptisisme yang berkembang yang memanifestasikan positifisme scientis dan anak- anak filosofisnya.
  • 11.
    • Bagi Husserlfilsafat merupakan sebuah science yang berangkat dari dasar yang tertinggi. Filsafat adalah science yang radikal karena ia merupakan science dari akar-akar seluruh pengetahuan kita. • Untuk mencapai science semacam itu Husserl menggunakan metode Fenomenologi- yang merupakan analisis segala sesuatu ya disodorkan kepada pengetahuan kita. Apa yang disodorkan (terberikan) kepada kita adalah fenomena (phainomenon). • Fenomenologi adalah science tentang fenomena. • Metode ini bersifat deskriptif: phenomenology is the description of what is given to our knowledge.
  • 12.
    PhenomenologyPhenomenology The method forthe description andThe method for the description and analysis of consciousness and what isanalysis of consciousness and what is given to consciousness, through whichgiven to consciousness, through which philosophy becomes a strict sciencephilosophy becomes a strict science
  • 13.
     Menghindari konstruksi-konstruksimetafisik.  Fenomenologi tidak menaruh minat pada fakta-fakta tunggal, tetapi lebih menaruh minat pada essensi, ide-ide dan yang universal.  Metode fenomenologi membuat sintesis antara empirisisme (berdasar observasi) dan rasionalisme (berdasar akal budi dan sistem konsep) untuk melukiskan struktur-struktur pengalaman eksperiantial.  Husserl memahami fenomenologi dalam dua cara: (a) fenomenologi sebagai metode filosofis (Logical Investigation; (b) fenomenologi sebagai sistem filsafat (Idea).
  • 14.
    Perkembangan Filsafat Husserl Psychologism Logicalessentialism Transcendental idealism A phenomenology of life-world