1. Bidikan media kontemporer Barat yang diproduksi dengan motivasi yang 
kering dengan nilai perbaikan tetapi kayah dengan nilai pengrusakan tatanan 
masyarakat yang natural. Pencitraan masyarakat capital telah mengusai tradisi 
film rakyat jelata menggantikan dengan media yang bernuansa fantastik 
kemudian menyerang dunia ketiga(Dunia Islam). Hasil penelitian Cogent 
kecendrungan berita kotor lebih banyak . 
2. Tanda kecelakaan besar akan menerpa bangunan ilmu dakwah jika presentasi 
Dakwah lisan lebih besar dibanding Dakwah bi Al-Qalam dan bi Al-Hal. Karena 
model dakwah bi al-lisan akan ditelan dan dihapus oleh waktu semntara buku, 
film, lebih bertahan dapat dibaca ulang. 
3. Sementara serangan media kontemporer gempuran lisan dan tulisan. 
4. Karakter komputer grafis sebagai alat produksi media dakwah seperti film, 
radio, televisi, surat kabar, lagu, sinetron Islami, majalah, Internet, buku, 
SMS(Short Message Service), semua ini memiliki kelebihan dan kekurangan 
tersendiri dalam menyebarkan informasi 
5. Pertanyaannya adalah seberapa besar Da’i dan Muballigh di Indonesia yang 
telah menggunakan media film sebagai instrumen dakwah. 
6. Tony berkesimpulan bahwa ceramah lisan masih menduduki retin tertinggi, 
sementara dakwah bentuk aksi buku, film, esay, majalah dan cerita bergambar 
belum banyak menjadi pilihan Da’i dan Muballigh. Serta banyak karya ceramah 
film dari Timur tengah menguasai pasar (Industri Dakwah) di Indonesia dalam 
bentuk buku, CD, majalah, film. 
7. Minimnya SDM Dai dan Muballigh di bidang ICT sebagai media mutakhir
1. Apa Efektifitas komputer grafis 
dalam mendesain Film sebagai 
media dakwah? 
2. Bagaimana proses desain film lewat 
komputer grafis dalam mendesain 
Film sebagai media dakwah? 
3. Mengapa memilih komputer grafis 
dalam mendesain Film sebagai 
media dakwah?
1. Kekayaan fasilitas teknologi komputer grafis memiliki banyak perspektif, 
citarasa dalam melakukan produksi film dakwah. Film bisa efektif jika substansi 
informasi yang disampaikan memiliki unsur pendidikan, menghibur, 
menyenangkan serta dapat merubah pada prilaku mad’u menjadi lebih baik. 
2. Proses produksi film lewat teknologi komputer grafis sebagai media dakwah 
dengan langkah-langkah sebagai berikut: 
 Menggali ide dakwah dari Al-Quran dan Sunnah serta pemilihan tema dakwah yang 
akan didesain lewat teknologi komputer grafis. 
 Pemilihan seorang visualizer dakwah bidang perfilman perlu memahami naluri dasar 
manusia: seperti manusia senang melihat yang indah, suara merdu, kecerdasan, 
akhlaq mulia, jujur, adil, yang dapat membuat orang empati. 
 Menentukan segmen pasar dari film itu, apakah untuk kalangan remaja, orang tua atau 
anak. 
 Pemilihan kamera profesional audio visual serta pemilihan software editing video. 
Serta Pilihan software yang digunakan dalam mengedit film seperti Adobe premier 
profesional versi 7dan 8, 3 D max, corelDraw, Adobe photoshop dan software original. 
 Serta teknik menggunakan cahaya, Pencahayaan dalam pengambilan gambar sangat 
menentukan gambar itu baik atau buruk. 
3. Pemilihan komputer grafis dalam mendesain film sebagai media dakwah 
karena film termasuk multimedia yang memiliki suara, gambar, teks, bahasa, 
musik, gradasi warna, dinamis, lebih realiastis, tingkat penyerapan infromasi 
lebih mudah dan akurat, dapat di ulang-ulang.
Dakwah kontemporer

Dakwah kontemporer

  • 3.
    1. Bidikan mediakontemporer Barat yang diproduksi dengan motivasi yang kering dengan nilai perbaikan tetapi kayah dengan nilai pengrusakan tatanan masyarakat yang natural. Pencitraan masyarakat capital telah mengusai tradisi film rakyat jelata menggantikan dengan media yang bernuansa fantastik kemudian menyerang dunia ketiga(Dunia Islam). Hasil penelitian Cogent kecendrungan berita kotor lebih banyak . 2. Tanda kecelakaan besar akan menerpa bangunan ilmu dakwah jika presentasi Dakwah lisan lebih besar dibanding Dakwah bi Al-Qalam dan bi Al-Hal. Karena model dakwah bi al-lisan akan ditelan dan dihapus oleh waktu semntara buku, film, lebih bertahan dapat dibaca ulang. 3. Sementara serangan media kontemporer gempuran lisan dan tulisan. 4. Karakter komputer grafis sebagai alat produksi media dakwah seperti film, radio, televisi, surat kabar, lagu, sinetron Islami, majalah, Internet, buku, SMS(Short Message Service), semua ini memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri dalam menyebarkan informasi 5. Pertanyaannya adalah seberapa besar Da’i dan Muballigh di Indonesia yang telah menggunakan media film sebagai instrumen dakwah. 6. Tony berkesimpulan bahwa ceramah lisan masih menduduki retin tertinggi, sementara dakwah bentuk aksi buku, film, esay, majalah dan cerita bergambar belum banyak menjadi pilihan Da’i dan Muballigh. Serta banyak karya ceramah film dari Timur tengah menguasai pasar (Industri Dakwah) di Indonesia dalam bentuk buku, CD, majalah, film. 7. Minimnya SDM Dai dan Muballigh di bidang ICT sebagai media mutakhir
  • 4.
    1. Apa Efektifitaskomputer grafis dalam mendesain Film sebagai media dakwah? 2. Bagaimana proses desain film lewat komputer grafis dalam mendesain Film sebagai media dakwah? 3. Mengapa memilih komputer grafis dalam mendesain Film sebagai media dakwah?
  • 5.
    1. Kekayaan fasilitasteknologi komputer grafis memiliki banyak perspektif, citarasa dalam melakukan produksi film dakwah. Film bisa efektif jika substansi informasi yang disampaikan memiliki unsur pendidikan, menghibur, menyenangkan serta dapat merubah pada prilaku mad’u menjadi lebih baik. 2. Proses produksi film lewat teknologi komputer grafis sebagai media dakwah dengan langkah-langkah sebagai berikut:  Menggali ide dakwah dari Al-Quran dan Sunnah serta pemilihan tema dakwah yang akan didesain lewat teknologi komputer grafis.  Pemilihan seorang visualizer dakwah bidang perfilman perlu memahami naluri dasar manusia: seperti manusia senang melihat yang indah, suara merdu, kecerdasan, akhlaq mulia, jujur, adil, yang dapat membuat orang empati.  Menentukan segmen pasar dari film itu, apakah untuk kalangan remaja, orang tua atau anak.  Pemilihan kamera profesional audio visual serta pemilihan software editing video. Serta Pilihan software yang digunakan dalam mengedit film seperti Adobe premier profesional versi 7dan 8, 3 D max, corelDraw, Adobe photoshop dan software original.  Serta teknik menggunakan cahaya, Pencahayaan dalam pengambilan gambar sangat menentukan gambar itu baik atau buruk. 3. Pemilihan komputer grafis dalam mendesain film sebagai media dakwah karena film termasuk multimedia yang memiliki suara, gambar, teks, bahasa, musik, gradasi warna, dinamis, lebih realiastis, tingkat penyerapan infromasi lebih mudah dan akurat, dapat di ulang-ulang.