pengertian
Sebagaimana sabda nabiMuhammad SAW. yang artinya:
“Hai pemuda-pemuda barang siapa yang mampu diantara
kamu serta berkeinginan hendak kawin, hendaklah dia
kawin.
Karena sesungguhnya perkawinan itu akan memejamkan
matanya terhadapat orang yang tidak halal dilaihatnya. Dan
akan memeliharakannya dari godaan syhwat. Dan barang
siapa yang tidak mampu kawin hendaklah dia puasa, karena
dengan puasa, hawa nafsunya terhadap perempuan akan
berkurang. ”
Kata nikah berasal dari bahasa Arab yang di dalam bahasa
Indonesia disebut perkawinan. Nikah menurut istilah syariat
Islam adalah akad yang mengahalalkan pergaulan antara
laki-laki dan perempuan yang tidak ada hubungan mahram
sehingga dengan akad tersebut terjadi hak dan kewajiban
antara kedua insan itu.
6.
hukum nikah
A.
Sunnah, bagiorang yang
berkehendak dan
baginya mempunyai
biaya sehingga dapat
memberikan nafkah
isterinya.
B.
Wajib, bagi orang yang
mampu melaksanakan
pernikahan dan kalau
tidak menikah ia
akan terjerumus dalam
perzinaan
C.
Makruh, bagi orang yang tidak
mampu untuk melaksanakan
pernikahan karena tidak
mampu memberi belanja kepada
isterinya atau karena
kemungkinan lain.
7.
hukum nikah
d.
Haram, bagiorang yang ingin menikahi
seseorang dengan niat untuk menyakiti
isterinya atau menyia-nyiakan isterinya,
atau tidak mampu memberi nafkah
jasmani
maupun rohani.
e.
Mubah, bagi orang yang tidak
terdesak oleh hal-hal yang
mengahruskan segera nikah
atau yang mengharamkannya.
8.
tujuan nikah
C.
Menjaga kehormatan
danharkat martabat
manusia.
A.
Untuk membina rumah tangga
yang serasi, dan penuh dengan
limpahan kasih sayang.
B.
Memperoleh keturunan yang
soleh, yang sah dari hasil
perkawinan itu.
9.
rukun dan syaratnikah
3. Wali
Syarat-syaratnya, yaitu:
a. Islam.
b. Baligh (dewasa)
c. Berakal sehat.
d. Adil (tidak fasik)
e. Laki-laki.
f. Mempunyai hak untuk menjadi wali.
1. Calon Suami
Syarat-syaratnya, yaitu:
b. Islam.
c. Tidak di paksa.
d. Bukan mahram calon isteri.
e. Tidak sedang melaksanakn ibadah haji atau umrah.
2. Calon Isteri
Syarat-syaratnya, yaitu:
a. Islam.
b. Bukan mahram calon suami.
c. Tidak sedang melakan ibadah haji atau umrah..
Nabi SAW. telah memberikan petunjuk sifat-sifat perempuan
yang baik, antara lain:
a. Wanita yang beragama dan menjalankannya.
b. Wanita yang keturunannya orang yang mempunyai
keturunan yang baik.
c. Wanita yang mash perawan.
10.
rukun dan syaratnikah
6. Mahar
Mahar atau maskawin ialah pemberian dari seorang laki-
laki kepada seorang
perempuan baik berupa uang atau benda-benda yang
berharga yang di sebabkan karena
pernikahan diantara keduanya.
4. Dua orang saksi.
Syarat-syaratnya, yaitu:
a. Islam.
b. Baligh (dewasa)
c. Berakal sehat.
d. Adil (tidak fasik)
e. Laki-laki.
f. Mengerti maksud akad nikah.
5. Ijab Dan Qabul
ijab adalah perkataan dari wali pihak wali perempuan.
Sedangkan qabul adalah jawaban
laki-laki dalam menerima ucapan wali perempuan. Syarat-
syarat ijab dan qabul adalah:
a. dengan kata nikah atau tazwij atau terjemahan.
b. Ada persesuaian antara ijab dan qabul .
c. Berturt-turt, artinya ijab dan qabul itu tidak terselang
waktu yang lama.
d. Tidak memakai syarat yang dapat mengahalangi
kelangsungan pernikahan.
11.
rukun dan syaratnikah
7. Sunnah Dalam Akad Nikah
a. Khotbah nikah
b. Do’a untuk kedua mempelai.
c. Walimah.
8. Hak Dan Kewajiban Suami Isteri
a. Kewajiban suami
1. Suami wajib membayar mahar.
2. Suami wajib memberi nafkah
3. Suami wajib menggauli isteri dengan penuh kasih sayang.
4. Memimpin dan membimbing seluruh keluarga kejalan
yang benar.
b. Kewajiban isteri.
1. Isteri wajib taat dan patuh kepada suami.
2. Isteri harus menjaga dirinya, kehormatannya dan rumah
tangganya.
3. Mempergunakan nafkah yang di berikan oleh suami
dengan sebaik-baiknya
4. Isteri berkuasa untuk meningkatkan kesejahteraan rumah
tangga.
c. Kewajiban bersama suami isteri.
1. Memelihara anak-anak dengan penuh kasih sayang
dan tanggung jawab.
2. Berbuat baik kepada semua famili, baik dari keluarga
suami maupun keluarga isteri
dan kerabat yang lain.
d. Hikmah pernikahan.
1. Pernikahan dapat menentramkan jiwa.
2. Pernikahan dapat menghindarkan seseorang dari
perbuatan maksiat.
3. Mempermudah dalam pengumpulan harta.
pengertian
Kata talak berasaldari bahasa Arab artinya menurut bahasa
melepaskan ikatan. Adapun talak menurut istilah syariat Islam ialah
melepaskan atau membatalkan ikatan pernikahan dengan lafadz
tertentu yang mengandung arti menceraikan. Talak merupakan jalan
keluar terakhir dalam suatu ikatan pernikahan antara suami isteri jika
mereka tidak terdapat lagi kecocokan dalam membina rumah tangg
14.
hukum
Kata talak berasaldari bahasa Arab artinya menurut
bahasa melepaskan ikatan. Adapun talak menurut istilah
syariat Islam ialah melepaskan atau membatalkan ikatan
pernikahan dengan lafadz tertentu yang mengandung
arti menceraikan. Talak merupakan jalan keluar terakhir
dalam suatu ikatan pernikahan antara suami isteri jika
mereka tidak terdapat lagi kecocokan dalam membina
rumah tangg
15.
khulu’
Khulu’ adalah talakyang di katuhkan suami karena
mengabulkan permintaan isterinya
dengan cara membayar tebusan dari pihak isteri kepada
suami setelah terjadi khlu’.
Antara suami dan isteri berlaku ketentuan-ketentuan
sebagai berikut:
a. Suami boleh menjatuhkan talak kepada isteri, ketika
isterinya dalam keadaan haid atau dalam keadaan suci
setelah di campuri.
b. Suami tidak dapat merujuk isterinya pada masa iddah
dan juga tidak bisa menambah
talak. Jika antara suami dan isteri ingin bersatu kembali
harus dengan akad baru
16.
Pasakh
pasakh adalah terjadinyatalak yang di jatuhkan oleh hakim atas pengaduan isteri atau
suami. Perceraian dalam bentuk pasakh ini dapat terjadi karena beberapa hal sebagai
berikut:
a. Terdapat suatu aib atau cact pada salah satu pihak.
b. Suami tidak dapat memberi nafkah kepada isterinya.
c. Suami tidak sanggup membayar mahar yang telah disebutkan pada saat akad nikah.
d. Terjadi penganiayaan yang berat oleh suami kepada isterinya.
e. Suami merasa tertipu karena keadaan isteri tidak sesuai dengan janji yang telah di
sepakati.
f. Suami mengumpulkan dua orang isteri yang saling bersaudara.
g. Suami berlaku murtad.
h. Suami hilang atau pergi dan tidak jelas tempatnya atau tidak jelas hidup atau matinya
17.
Bilangan Talak
Bilangan talakada tiga macam, yaitu: Talak Satu,
talak dua, dan talak tiga. Talak satu dan talak dua di
sebut dengan talak pas’i, yaitu talak yang terjadi
antara suami dan isteri dan boleh rujuk ketika
dalam masa iddah. A
18.
Bilangan Talak
Talak tigameliputi tiga cara, sebagai berikut:
a. Suami menjatuhkan talak sebanyak tiga kali pada waktu yang berbeda-
beda.
b. Seorang suami menthlaq isterinya dengan talak satu, setelah habis masa
iddahnya isteri
itu di nikahi kembali lagi, kemudian di talak lagi.
c. Talak tiga dengan cara suami mengatakan talak kepada isterinya dengan
talak tiga pada
sati waktu.
Kalimat yang di pakai dalam talak ada dua macam, yaitu:
a. Sharih (terang) yaitu kalimat yang tidak di ragukan lagi bahasa yang
dimaksud adalah
memutuskan ikatan perkawinan.
b. Kinayah (sindiran) yaitu kalimat yang masih ragu-ragu boleh dikaitkan
untuk
perceraian nikh atau yang lainnya. Kalimat sindiran ini tergantung pada
niatnya, artinya
kalau tidak di niatkan untuk perceraian mak tidaklah jatuh talak
19.
iddah
Iddah menurut bahasaartunya jumlah atau sejumlah.
iddah menurut syari’at Islam ialah masa menunggu bagi
seorang wanita karena ditalak atau ditinggal mati oleh
suaminya, agar dapat diketahui kaandungannya ataukah
kosong atau berisi.
20.
Iddah terdiri daribeberapa macam
a. Iddah tiga kali suci atau tiga quru’.
b. Iddah tiga bulan, yaitu bagi wanita yang di talak
oleh suami dalam keadaan hidup dan
isteri sudah tidak mempunyai darah haid.
c. Idaah sampai melahirkan anak, berlaku bagi
wanita yang di ceraikan atau di tinggal
mati suaminya dalam keadaan hamil.
d. Iddah selama empat bulan sepuluh hari, yaitu
iddah yang berlaku bagi wanita yang di tinggal
mati suaminya dalam keadaan tidak hamil.
Suami yang telah mentalak isterinya dan isterinya masih
dalam masa iddah maka bagi
suami mempunyai kewajiban terhadap isterinya, sebagai
berikut:
1. Suami wajib memberi nafkah berupa sandang, pangan
dan papan.
2. Suami wajib memberi nafkah tempat tinggal bagi mantan
isterinya yang di talak ba’in,
apabila isteri ini tidak hamil.
3. Suami wajib memberi nafkah berupa sandang, pangan,
papan bagi mantan isterinya
yang di talak ba’in apabila isterinya itu hamil sampai ia
melahirkan anak.
21.
hikmah iddah
Adapun hikmahiddah antara lain, yaitu:
1. Untuk mengetahui apakah isteri yang di cerai itu hamil atau tidak
dengan mantan
suaminya.
2. Untuk menentukan keturunan jika isteri yang di talak itu dalam
keadaan hamil.
3. Untuk memberikan kesempatan kepada kedua belah pihak suami
dan isteri yang di
talak hidup jika keduanya menghendaki berumah tangga lagi
Suatu ikatan perkawinanakan menjadi putus antara lain di sebabkan karena
perceraian.dalam hukum Islam perceraian terjadi karena Khulu’, zhihar, ila’,
dan li’an.
Khulu’ adalah perceraian yang di sertai sejumlah harta sebagai ‘iwadh yang
diberikan oleh isteri kepada suami untuk menebus diri agar terlepas dari
ikatan perkawinan.
Dewasa ini sering terjadi seorang wanita sengaja membayar suaminya agar
mau bercerai. Hal ini terjadi lantaran mengejar cita-cita duniawi semata
tanpa memikirkan urusan
akhiratnya.
24.
Zhihar atau zhuhrunyang berarti punggung dalam bahasa Arab. Dalam
kaitannya
dengan suami isteri, shihar adalah ucapan suami kepada isterinya yang
berisi
menyerupakan punggung isteri dengan punggung ibu dari suami.
Illa’ artinya simpah, yaitu sumpah suami yang menyebut asma Allah untuk
tidak mendekati isterinya itu. Dan di sini Allah membeikan waktu selama
empat bulan. Jika dalam waktu itu tidak ada perubahan antara keduanya
maka suami boleh menjatuhkan talak.
pengertian
Rujuk menurut bahasaartinya kembali. Adapun menurut syariat Islam
ialah kembalinya mantan suami kepada mantan isterinya yang telah di
talaknya dengan talak raj’I untuk kumpul kembali pada masa iddah
tanpa tanpa mengadakan akad nikah yang baru. Hukum asal daripada
Rujukadalah mubah (boleh). Hal ini di dasarkan pada firman Allah
SWTsurat Al-Baqarah ayat 228: Artinya: “dan suami-suaminya yang
berhak meRujuknya dalam masa menanti itu jika mereka (para suami)
itu mengehendaki Islah”
27.
hukum
a. Mubah, halini sesuai dengan hukum asalnya.
b. Sunnah apabila rujuk dimaksudkan untuk memperbaiki
hubungan kekeluargaan yang telah retak.
c. Makruh apabila rujuk ini akan membawa mudharat dan
talak lebih bermanfaat.
d. Haram, apabila dengan rujuk akan membawa isteri
teraniaya.
28.
rukun
1. Isteri dengansyarat-syarat sebagai berikut:
a. Isteri telah di campuri oleh mantan suami sebab bila
belum di campuri tidak ada iddah dengan demikian tidak
boleh Rujuk.
b. Isteri di dalam keadaan talak raj’I, sebab dalam keadaan
talak bain baik berupa fasakh, khulu’ atau talak tiga itu tidak
boleh
2. Suami dengan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Baligh (dewasa).
b. Berakal (tidak dalam keadaan gila atau m.abuk)
c. Dengan kemauan sendiri (tidak di paksa)
29.
rukun
3. Sighat (ucapan)
Caramerujuk yang di lakukan oleh suami ada dua macam,
yaitu: dengan sharih (jelas)
dan dengan cara kinaya (sindiran). Pada waktu suami
mengucapkan Rujuk sebaiknya ada
dua orang saksi yang adil (tidak fasik).
30.
hikmah
a. Rujuk dapatmengekalkan pernikahan dengan
cara sederhana tanpa melalui akad nikah baru,
setelah terjadi perceraian antara suami dan isteri.
b. Rujuk merupakan sarana untuk menyatukan
kembali hubungan antara suami isteri dengan cara
ringan dari segi biaya, waktu, maupun tenaga atau
pikiran.
31.
hikmah
Nikah adalah salahsatu pokok hidup yang utama dalam pergaulan atau masyarakat yang
sempurna, bukan saja perkawinan itu satu jalan yang sangat mulia untuk mengatur
kehidupan rumah tangga dan keturunan, tetapi perkawinan itu dapat di pandang sebagai
satu jalan menuju pintu perkenalan antara satu umat dengan yang lain. Selain dari pada
itu, dengan perkawinan seseorang akan terpelihara dari kebinasaan hawa nafsu.Talak
menurut istilah syariat Islam ialah melepaskan atau membatalkan ikatan pernikahan
dengan lafadz tertentu yang mengandung arti menceraikan. Talak merupakan jalan keluar
terakhir dalam suatu ikatan pernikahan antara suami isteri jika mereka tidak terdapat lagi
kecocokan dalam membina rumah tangga.Suatu ikatan perkawinan akan menjadi putus
antara lain di sebabkan karena
perceraian.dalam hukum Islam perceraian terjadi karena Khulu’, zhihar, ila’, dan li’an.
Rujuk menurut bahasa artinya kembali. Adapun menurut syariat Islam ialah kembalinya
mantan suami kepada mantan isterinya yang telah di talaknya dengan talak raj’I untuk
kumpul kembali pada masa iddah tanpa tanpa mengadakan akad nikah yang baru.
Hukum asal daripada Rujuk adalah mubah (boleh)