CROSS BREEDING
IKAN MAS KOKI MATA NORMAL DAN
MAS KOKI MATA TELESKOP
By :
Laelatun Nadifah
Hendri Eko
Eko Priwandari
Jasri
.
LATAR BELAKANG
Budidaya perikanan merupakan suatu kegiatan yang sangat
menguntungkan dalam sektor perekonomian. Salah satu ikan
yang dapat di budidayakan adalah jenis ikan mas koki.
Ikan mas koki adalah ikan hias yang paling familiar. Jumlah
permintaan ikan hias jenis ini sangat banyak. Di Jakarta
Misalnya, pedagang ikan hias disana bisa menjual 30-40 ekor
ikan di tokonya dalam hitungan hari.
Crossbreeding adalah program breeding yang mencoba untuk
menemukan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk
menghasilkan superioritas pertumbuhan terhadap keturunan
sehingga keturunan akan menampakkan hybrid vigour. Program
crossbreeding umunya melibatkan strain-strain yang berbeda
dalam satu spesies (intraspecific hybridization), namun spesies-
spesies ikan yang berbeda juga dapat dihibridisasikan
(interspecific hybridization). Hibridisasi diantara spesies ikan
Tilapia yang berbeda bertujuan untuk menghasilkan hibrid-hibrid
ikan yang semuanya jantan dan memiliki pertumbuhan relatif
lebih tinggi dari parentnya.
Ikan hias Mas Koki Hasil Cross Breeding selain
berasal dari hasil mutasi selama bertahun-tahun,
ras-ras mas koki juga dapat dihasilkan dengan
mengawinsilangkan jenis-jenis individu yang
berbeda ras (cross creeding). Teori dalam
mengawinsilangkannya tentu saja mengikuti aturan
hukum genetika “Mendel”. Hasil keturunan ikan
mas koki hasil cross breeding ini akan mempunyai
sifat gabungan dari kedua induknya.
Menurut hukum genetika Mendel, induk-induk mas
koki yang mempunyai sifat dominan akan menurun
pada generasi mas koki pertama. Sifat, tingkah
laku, dan bentuk anak-anak mas koki akan hampir
menyerupai sifat, tingkah laku, dan bentuk induk
yang dominan.
TUJUAN
 Mengetahui dan dapat mengaplikasikan program
breeding guna meningkatkan produktifitas
 Melakukan kegiatan/mengaplikasikan seleksi ikan
atau pemuliaan ikan secara baik dan benar serta
mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang
diharapan
 Meningkatkan mutu ikan agar memiliki nilai jual
yang tinggi serta sebagai perbaikan keturunan
secara crossbreeding
Setiap ras mas koki mempunyai kekuatan (dominasi)
gen yang berbeda, karena itu hasil yang akan
diperoleh pada keturunan kedua (F2) tidak akan
selalu berbanding 3 dan 1. Karena hasil
persilangan antara crusian carp dengan mas koki
mata teleskop, pada perkawinan antar keturunan
F2 menghasilkan anak-anak mas koki bermata
normal dan bermata teleskop dengan perbandingan
15 : 1. Sedikitnya jumlah anak mas koki mata
teleskop disebabkan karena pada crusian carp
terdapat faktor penghambat timbulnya sifat mata
teleskop.
 Ikan koki dalam ilmu taksonomi hewan masih satu
kerabat dengan ikan mas (Cyprinis carpio L).
Menurut Bachtiar (2005) Sistematika ikan koki
berdasarkan ilmu taksonomi dijelaskan sebagai
berikut :
 Kelas : Actinopterygii
 Ordo : Cypriniformes
 Subordo : Cyprinoidea
 Famili : Cyprinidae
 Genus : Carassius
 Spesies : Carassius auratus
PEMBAHASAN
Hasil kawin silang mas koki bermata normal dengan
mas koki mata teleskop yang murni akan
menghasilkan keturunan pertama yang semuanya
bermata normal. Hasil ini menunjukkan, bahwa gen
(pembawa keturunan) mata normal lebih dominan
dibanding gen mata teleskop. Jika antar-sesama
turunan (inbreeding) pertama (F1) dikawinkan
kembali, akan dihasilkan anak-anak ikan mas koki
bermata normal dan bermata teleskop dengan
perbandingan jumlahmasing-masing tiga bagian
untuk mata normal, dan sebagian untuk mata
teleskop.
Adanya faktor penghambat itu dapat dijelaskan
sebagai berikut.
Pada contoh silangan pertama di atas, yaitu antara
mas koki mata normal dengan mas koki mata
teleskop diperoleh genotipe (individu yang
mempunyai pembawa sifat/gen) masing-masing AA
untuk mata normal dan aa untuk mata teleskop.
Gen A lebih dominan daripada a, maka turunan F1
akan mempunyai genotipe Aa. Karena
mengandung gen A, mas koki F1 ini bermata
normal.
Mas koki F2 akan memiliki genotipe AA (mata
normal), Aa (mata normal) dan aa (mata teleskop).
Masing-masing genotipe yang muncul mempunyai
perbandingan jumlah 1 bagian untuk AA, 3 bagian
untuk Aa, dan sebagian untuk aa.
Cross breeding ikan mas koki normal dan teleskop

Cross breeding ikan mas koki normal dan teleskop

  • 1.
    CROSS BREEDING IKAN MASKOKI MATA NORMAL DAN MAS KOKI MATA TELESKOP By : Laelatun Nadifah Hendri Eko Eko Priwandari Jasri .
  • 2.
    LATAR BELAKANG Budidaya perikananmerupakan suatu kegiatan yang sangat menguntungkan dalam sektor perekonomian. Salah satu ikan yang dapat di budidayakan adalah jenis ikan mas koki. Ikan mas koki adalah ikan hias yang paling familiar. Jumlah permintaan ikan hias jenis ini sangat banyak. Di Jakarta Misalnya, pedagang ikan hias disana bisa menjual 30-40 ekor ikan di tokonya dalam hitungan hari. Crossbreeding adalah program breeding yang mencoba untuk menemukan kombinasi antara populasi yang berbeda untuk menghasilkan superioritas pertumbuhan terhadap keturunan sehingga keturunan akan menampakkan hybrid vigour. Program crossbreeding umunya melibatkan strain-strain yang berbeda dalam satu spesies (intraspecific hybridization), namun spesies- spesies ikan yang berbeda juga dapat dihibridisasikan (interspecific hybridization). Hibridisasi diantara spesies ikan Tilapia yang berbeda bertujuan untuk menghasilkan hibrid-hibrid ikan yang semuanya jantan dan memiliki pertumbuhan relatif lebih tinggi dari parentnya.
  • 3.
    Ikan hias MasKoki Hasil Cross Breeding selain berasal dari hasil mutasi selama bertahun-tahun, ras-ras mas koki juga dapat dihasilkan dengan mengawinsilangkan jenis-jenis individu yang berbeda ras (cross creeding). Teori dalam mengawinsilangkannya tentu saja mengikuti aturan hukum genetika “Mendel”. Hasil keturunan ikan mas koki hasil cross breeding ini akan mempunyai sifat gabungan dari kedua induknya. Menurut hukum genetika Mendel, induk-induk mas koki yang mempunyai sifat dominan akan menurun pada generasi mas koki pertama. Sifat, tingkah laku, dan bentuk anak-anak mas koki akan hampir menyerupai sifat, tingkah laku, dan bentuk induk yang dominan.
  • 4.
    TUJUAN  Mengetahui dandapat mengaplikasikan program breeding guna meningkatkan produktifitas  Melakukan kegiatan/mengaplikasikan seleksi ikan atau pemuliaan ikan secara baik dan benar serta mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapan  Meningkatkan mutu ikan agar memiliki nilai jual yang tinggi serta sebagai perbaikan keturunan secara crossbreeding
  • 5.
    Setiap ras maskoki mempunyai kekuatan (dominasi) gen yang berbeda, karena itu hasil yang akan diperoleh pada keturunan kedua (F2) tidak akan selalu berbanding 3 dan 1. Karena hasil persilangan antara crusian carp dengan mas koki mata teleskop, pada perkawinan antar keturunan F2 menghasilkan anak-anak mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan 15 : 1. Sedikitnya jumlah anak mas koki mata teleskop disebabkan karena pada crusian carp terdapat faktor penghambat timbulnya sifat mata teleskop.
  • 6.
     Ikan kokidalam ilmu taksonomi hewan masih satu kerabat dengan ikan mas (Cyprinis carpio L). Menurut Bachtiar (2005) Sistematika ikan koki berdasarkan ilmu taksonomi dijelaskan sebagai berikut :  Kelas : Actinopterygii  Ordo : Cypriniformes  Subordo : Cyprinoidea  Famili : Cyprinidae  Genus : Carassius  Spesies : Carassius auratus
  • 7.
    PEMBAHASAN Hasil kawin silangmas koki bermata normal dengan mas koki mata teleskop yang murni akan menghasilkan keturunan pertama yang semuanya bermata normal. Hasil ini menunjukkan, bahwa gen (pembawa keturunan) mata normal lebih dominan dibanding gen mata teleskop. Jika antar-sesama turunan (inbreeding) pertama (F1) dikawinkan kembali, akan dihasilkan anak-anak ikan mas koki bermata normal dan bermata teleskop dengan perbandingan jumlahmasing-masing tiga bagian untuk mata normal, dan sebagian untuk mata teleskop.
  • 8.
    Adanya faktor penghambatitu dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada contoh silangan pertama di atas, yaitu antara mas koki mata normal dengan mas koki mata teleskop diperoleh genotipe (individu yang mempunyai pembawa sifat/gen) masing-masing AA untuk mata normal dan aa untuk mata teleskop. Gen A lebih dominan daripada a, maka turunan F1 akan mempunyai genotipe Aa. Karena mengandung gen A, mas koki F1 ini bermata normal. Mas koki F2 akan memiliki genotipe AA (mata normal), Aa (mata normal) dan aa (mata teleskop). Masing-masing genotipe yang muncul mempunyai perbandingan jumlah 1 bagian untuk AA, 3 bagian untuk Aa, dan sebagian untuk aa.