MUHAMMAD NUR FAIZ
CSS
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Pada tanggal 17 Agustus 1996 World Wide Web Consortium (W3C) menetapkan CSS sebagai bahasa pemrograman standard
dalam pembuatan web. Tujuannya adalah untuk mengurangi pembuatan tag-tag baru oleh Netscape dan Internet Explorer,
karena kedua browser tersebut sedang bersaing mengembangkan tag sendiri untuk mengatur tampilan web.
Tahun1998, dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer CSS 2.
CSS 3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam mendesain website. CSS 3 dapat melakukan
animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna dan animasi 3D. Desainnya yang memudahkan dalam hal
kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru
pada CSS 3 yaitu : Multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS-Math dan CSS Object Model.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Fitur terbaru CSS 3 :
 Animasi, sehingga pembuatan animasi tidak memerlukan program sejenis Adobe Flash dan
Microsoft Silverlight.
 Beberapa efek teks, seperti teks berbayang, kolom koran dan “Word-Wrap”.
 Beberapa efek pada kotak, seperti kotak yang ukurannya dapat diubah-ubah, transformasi 2
dimensi dan 2 dimensi, sudut-sudut yang tumpul dan bayangan.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
CSS adalah bagian dari sebuah website yang khusus dibuat untuk mengatur tampilan.
Dapat mengontrol isi dan tampilan secara terpisah.
Perubahan konten tidak mengharuskan kita melakukan perubahan tampilan, dan sebaliknya.
CSS yaitu aturan untuk mengatur beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih
terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman. CSS seperti halnya styles
pada aplikasi pengolahan kata Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya
subbab, heading, bodytext, footer, images dan style lainnya untuk dapat dipakai bersama-sama
dalam beberapa file
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
CSS memberikan kemudahan dalam perancangan web yang fleksibel.
Satu file CSS (*.css) dapat digunakan untuk banyak halaman. Sehingga perubahan desain untuk
banyak halaman dapat dilakukan hanya melalui modifikasi satu file CSS
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Inline Styles
◦ Penulisan style dilakukan langsung pada tag html
Embedded Styles
◦ Penulisan dilakukan di bagian head, dapat digunakan untuk memformat banyak tag (grup)
Linked External Styles
◦ Penulisan style di file yang berbeda
<link href="my_style_sheet.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Selector
Declaration
◦ Property
◦ Value
Syntax / kalimat CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki: 1 selector, 1 property, 1 value.
Format penulisan kalimat CSS:
selector { property: value }
Selector itu untuk menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat. Property untuk
menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur. Value adalah nilai dari pengaturannya.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Contoh Syntax:
h1 { color: red }
Contoh di atas menunjukkan
• Selector: h1
• Property: color
• Value: red
Kalau diterjemahkan ke kalimat bahasa Indonesia kira-kira begini: Mengatur color dari h1 ke
warna merah (red).
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Pengelompokan Selectors
Anda dapat menulis satu kode CSS untuk berbagai macam selector dengan cara menggunakan
koma. Misalkan anda mau mengatur agar tag h1, h2 dan h3 semua menggunakan warna merah,
maka kode
CSS nya menjadi:
h1,h2,h3 { color: red }
Perhatikan penulisan h1,h2,h3 yang dipisahkan oleh koma.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Penggunaan Banyak Properties
Untuk mengatur lebih dari satu properties gunakan pemisah titik koma ( ; ).
Contoh:
h1,h2,h3 {
color:red;
font-family:arial;
font-size:150%;
}
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
CSS Comment
Kadang kala, ada baiknya anda menuliskan komentar ke dalam kode CSS anda untuk memberi catatan pengingat. Anda
bisa menggunakan syntax pembuka /* dan penutup */ untuk menuliskan komentar. Segala teks yang berada di antara tag
/* dan */ tidak akan dibaca sebagai kode, tapi hanya sebagai catatan untuk diri anda.
/* Tulis komentar anda di sini */
p{
text-align: justify;
/* Tulis komentar anda di sini */
color: blue;
font-family: arial;
}
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Inline CSS
Kode CSS dituliskan langsung ke dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak
memerlukan penulisan selector dalam kode CSS. Cara ini sebaiknya hanya digunakan jika anda
mau memformat suatu elemen satu kali saja.
Contoh:
<P style=”color:blue”>
Isi paragraf.
</p>
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Pada contoh di atas, elemen paragraf <P> di format agar tulisannya menggunakan warna biru.
Elemen paragraf lain, tidak akan menggunakan warna biru, karena format ini hanya berlaku pada
elemen paragraf yang ditentukan kode CSS nya. Penulisan CSS dengan cara ini di mulai dengan
kata style: lalu di ikuti dengan syntax property: value.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Embedded CSS
Anda bisa juga menempelkan kode CSS di antara tag <head> dan </head> atau dapat juga diadalam body
<body>dan</body>. Penulisan CSS dengan cara ini diawali dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag </style>.
Contoh:
<head>
<style type="text/css" media=screen>
p {color:blue;}
</style>
</head>
Dalam contoh di atas semua elemen <P> dalam halaman web tersebut akan diformat menggunakan
font berwarna biru.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Class dan ID Selector
Pada contoh-contoh di pelajaran sebelumnya, anda melihat penggunaan tag HTML sebagai
selector. Misalkan anda membuat kode CSS untuk tag <h1>. Sekarang bagaimana jika anda ingin
memformat tag <h1> dengan warna / property berbeda? Misalkan, anda ingin tag <h1> di kolom
kiri berwarna biru sementara tag <h1> di kolom tengah berwarna hitam. Untuk kasus seperti ini,
anda bisa menggunakan Class selector dan ID selector.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Class Selector
Class selector adalah penggabungan beberapa properties yang digunakan lebih dari satu kali.
Cara penulisan Class Selector:
.nama-class {property:value;}
Untuk menempelkan class ke dalam tag HTML:
taghtml.nama-class {Property:value;}
Perhatikan tanda titik di setiap awal nama Class. Jika anda ingin menggunakan class selector di
luar kode HTML anda menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Contoh:
Penulisan kode CSS:
.tengah {text-align:center;}
p.tengah {color:red;}
h1.kiri {color:blue;}
h1.tengah {color:black;}
Pemakaian kode CSS
<div class=tengah>
<p>Teks tengah akan berwarna merah.</p>
<h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1>
</div>
<h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Hasil:
Teks tengah akan berwarna merah.
Tag H1 tengah akan berwarna hitam
Tag H1 kiri akan berwarna biru
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
ID Selector
ID Selector mirip dengan Class selector. Untuk membedakannya, gunakanlah ID selector untuk
memformat bagian yang hanya muncul satu kali dalam satu halaman web, misalnya untuk
memformat bagian menu / sidebar. Cara penulisan ID Selector:
#nama-ID {property:value;}
Cascading Style Sheets 3 (CSS3)
Untuk menempelkan ID selector ke dalam tag HTML:
taghtml#nama-ID {Property:value;}
Perhatikan tanda # di setiap awal nama ID. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar
kode HTML anda menggunakan tag <div id=nama-ID> dan di akhiri dengan tag </div>.
CSS Pseudo-class
Pseudo-class adalah sebuah selector dalam CSS yang berfungsi untuk memberikan efek pada
bagian HTML yang tidak bisa diakses dengan selector biasa. Berikut ini merupakan pseudo-class
yang umum digunakan.
● :link : menambahkan style pada link yang belum pernah di kunjungi atau klik.
● :hover : menambahkan style pada elemen pada saat mouse berada di atasnya.
● :active : menambahkan style pada elemen yang sedang aktif.
● :visited : menambahkan style pada link yang sudah pernah di kunjungi.
CSS Pseudo-class
Contoh :
selector:pseudo-class {
property: value;
}
elemen <a> sebagai link source video atau audio, sekarang kita akan memodifikasi style link tersebut dengan
menambahkan baris kode dibawah ini ke dalam file .css. Kemudian, perhatikan perubahan sebelum dan ketika
mouse Anda berada pada link tersebut.
...
a:hover {
color: green;
}
...
CSS Refference
Syntax css dibawah ini baru sebagian kecil dari syntax css yang ada. Silahkan untuk yang lainnya
diexplore sendiri :
CSS Refference
Syntax css dibawah ini baru sebagian kecil dari syntax css yang ada. Silahkan untuk yang lainnya
diexplore sendiri :
Latihan
Lakukan penulisan CSS secara external bernama style.css. Gunakan minimal properti-properti
CSS berikut ke dalam web Anda.
- Background: background-color or background-image
- Text dan Font: text-align, text-decoration, line-height, font-size, font-weight, font-style
- Box Model: margin, border, padding, width
- Position dan Display: position, float, display
- Navigation dan List: list-style
Selain properti CSS tersebut, cobalah transisi dan animasi CSS sederhana.
Komponen penilaian:
1. 50pts - Kelengkapan properti CSS sesuai deskripsi latihan.
2. 30pts - Kerapihan, penamaan selector yang tidak redundant
3. 10pts - Animasi dan Transisi
4. 10pts - Kreativitas design

chap CSS.pptx

  • 1.
  • 2.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Pada tanggal 17 Agustus 1996 World Wide Web Consortium (W3C) menetapkan CSS sebagai bahasa pemrograman standard dalam pembuatan web. Tujuannya adalah untuk mengurangi pembuatan tag-tag baru oleh Netscape dan Internet Explorer, karena kedua browser tersebut sedang bersaing mengembangkan tag sendiri untuk mengatur tampilan web. Tahun1998, dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan terhadap format dokumen agar bisa ditampilkan di printer CSS 2. CSS 3 adalah versi terbaru dari CSS yang mampu melakukan banyak hal dalam mendesain website. CSS 3 dapat melakukan animasi pada halaman website, diantaranya animasi warna dan animasi 3D. Desainnya yang memudahkan dalam hal kompatibilitas websitenya pada smartphone dengan dukungan fitur baru yakni media query. Selain itu, banyak fitur baru pada CSS 3 yaitu : Multiple background, border-radius, drop-shadow, border-image, CSS-Math dan CSS Object Model.
  • 3.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Fitur terbaru CSS 3 :  Animasi, sehingga pembuatan animasi tidak memerlukan program sejenis Adobe Flash dan Microsoft Silverlight.  Beberapa efek teks, seperti teks berbayang, kolom koran dan “Word-Wrap”.  Beberapa efek pada kotak, seperti kotak yang ukurannya dapat diubah-ubah, transformasi 2 dimensi dan 2 dimensi, sudut-sudut yang tumpul dan bayangan.
  • 4.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) CSS adalah bagian dari sebuah website yang khusus dibuat untuk mengatur tampilan. Dapat mengontrol isi dan tampilan secara terpisah. Perubahan konten tidak mengharuskan kita melakukan perubahan tampilan, dan sebaliknya. CSS yaitu aturan untuk mengatur beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. CSS bukan merupakan bahasa pemograman. CSS seperti halnya styles pada aplikasi pengolahan kata Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya subbab, heading, bodytext, footer, images dan style lainnya untuk dapat dipakai bersama-sama dalam beberapa file
  • 5.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) CSS memberikan kemudahan dalam perancangan web yang fleksibel. Satu file CSS (*.css) dapat digunakan untuk banyak halaman. Sehingga perubahan desain untuk banyak halaman dapat dilakukan hanya melalui modifikasi satu file CSS
  • 6.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Inline Styles ◦ Penulisan style dilakukan langsung pada tag html Embedded Styles ◦ Penulisan dilakukan di bagian head, dapat digunakan untuk memformat banyak tag (grup) Linked External Styles ◦ Penulisan style di file yang berbeda <link href="my_style_sheet.css" rel="stylesheet" type="text/css" />
  • 7.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Selector Declaration ◦ Property ◦ Value Syntax / kalimat CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki: 1 selector, 1 property, 1 value. Format penulisan kalimat CSS: selector { property: value } Selector itu untuk menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat. Property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur. Value adalah nilai dari pengaturannya.
  • 8.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Contoh Syntax: h1 { color: red } Contoh di atas menunjukkan • Selector: h1 • Property: color • Value: red Kalau diterjemahkan ke kalimat bahasa Indonesia kira-kira begini: Mengatur color dari h1 ke warna merah (red).
  • 9.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Pengelompokan Selectors Anda dapat menulis satu kode CSS untuk berbagai macam selector dengan cara menggunakan koma. Misalkan anda mau mengatur agar tag h1, h2 dan h3 semua menggunakan warna merah, maka kode CSS nya menjadi: h1,h2,h3 { color: red } Perhatikan penulisan h1,h2,h3 yang dipisahkan oleh koma.
  • 10.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Penggunaan Banyak Properties Untuk mengatur lebih dari satu properties gunakan pemisah titik koma ( ; ). Contoh: h1,h2,h3 { color:red; font-family:arial; font-size:150%; }
  • 11.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) CSS Comment Kadang kala, ada baiknya anda menuliskan komentar ke dalam kode CSS anda untuk memberi catatan pengingat. Anda bisa menggunakan syntax pembuka /* dan penutup */ untuk menuliskan komentar. Segala teks yang berada di antara tag /* dan */ tidak akan dibaca sebagai kode, tapi hanya sebagai catatan untuk diri anda. /* Tulis komentar anda di sini */ p{ text-align: justify; /* Tulis komentar anda di sini */ color: blue; font-family: arial; }
  • 12.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Inline CSS Kode CSS dituliskan langsung ke dalam tag HTML yang ingin di format. Penulisan cara ini tidak memerlukan penulisan selector dalam kode CSS. Cara ini sebaiknya hanya digunakan jika anda mau memformat suatu elemen satu kali saja. Contoh: <P style=”color:blue”> Isi paragraf. </p>
  • 13.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Pada contoh di atas, elemen paragraf <P> di format agar tulisannya menggunakan warna biru. Elemen paragraf lain, tidak akan menggunakan warna biru, karena format ini hanya berlaku pada elemen paragraf yang ditentukan kode CSS nya. Penulisan CSS dengan cara ini di mulai dengan kata style: lalu di ikuti dengan syntax property: value.
  • 14.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Embedded CSS Anda bisa juga menempelkan kode CSS di antara tag <head> dan </head> atau dapat juga diadalam body <body>dan</body>. Penulisan CSS dengan cara ini diawali dengan tag <style> dan diakhiri dengan tag </style>. Contoh: <head> <style type="text/css" media=screen> p {color:blue;} </style> </head> Dalam contoh di atas semua elemen <P> dalam halaman web tersebut akan diformat menggunakan font berwarna biru.
  • 15.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Class dan ID Selector Pada contoh-contoh di pelajaran sebelumnya, anda melihat penggunaan tag HTML sebagai selector. Misalkan anda membuat kode CSS untuk tag <h1>. Sekarang bagaimana jika anda ingin memformat tag <h1> dengan warna / property berbeda? Misalkan, anda ingin tag <h1> di kolom kiri berwarna biru sementara tag <h1> di kolom tengah berwarna hitam. Untuk kasus seperti ini, anda bisa menggunakan Class selector dan ID selector.
  • 16.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Class Selector Class selector adalah penggabungan beberapa properties yang digunakan lebih dari satu kali. Cara penulisan Class Selector: .nama-class {property:value;} Untuk menempelkan class ke dalam tag HTML: taghtml.nama-class {Property:value;} Perhatikan tanda titik di setiap awal nama Class. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div class=nama-class> dan di akhiri dengan tag </div>.
  • 17.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Contoh: Penulisan kode CSS: .tengah {text-align:center;} p.tengah {color:red;} h1.kiri {color:blue;} h1.tengah {color:black;} Pemakaian kode CSS <div class=tengah> <p>Teks tengah akan berwarna merah.</p> <h1 > Tag H1 tengah akan berwarna hitam</h1> </div> <h1 class=kiri>Tag H1 kiri akan berwarna biru</h1>
  • 18.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Hasil: Teks tengah akan berwarna merah. Tag H1 tengah akan berwarna hitam Tag H1 kiri akan berwarna biru
  • 19.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) ID Selector ID Selector mirip dengan Class selector. Untuk membedakannya, gunakanlah ID selector untuk memformat bagian yang hanya muncul satu kali dalam satu halaman web, misalnya untuk memformat bagian menu / sidebar. Cara penulisan ID Selector: #nama-ID {property:value;}
  • 20.
    Cascading Style Sheets3 (CSS3) Untuk menempelkan ID selector ke dalam tag HTML: taghtml#nama-ID {Property:value;} Perhatikan tanda # di setiap awal nama ID. Jika anda ingin menggunakan class selector di luar kode HTML anda menggunakan tag <div id=nama-ID> dan di akhiri dengan tag </div>.
  • 21.
    CSS Pseudo-class Pseudo-class adalahsebuah selector dalam CSS yang berfungsi untuk memberikan efek pada bagian HTML yang tidak bisa diakses dengan selector biasa. Berikut ini merupakan pseudo-class yang umum digunakan. ● :link : menambahkan style pada link yang belum pernah di kunjungi atau klik. ● :hover : menambahkan style pada elemen pada saat mouse berada di atasnya. ● :active : menambahkan style pada elemen yang sedang aktif. ● :visited : menambahkan style pada link yang sudah pernah di kunjungi.
  • 22.
    CSS Pseudo-class Contoh : selector:pseudo-class{ property: value; } elemen <a> sebagai link source video atau audio, sekarang kita akan memodifikasi style link tersebut dengan menambahkan baris kode dibawah ini ke dalam file .css. Kemudian, perhatikan perubahan sebelum dan ketika mouse Anda berada pada link tersebut. ... a:hover { color: green; } ...
  • 23.
    CSS Refference Syntax cssdibawah ini baru sebagian kecil dari syntax css yang ada. Silahkan untuk yang lainnya diexplore sendiri :
  • 24.
    CSS Refference Syntax cssdibawah ini baru sebagian kecil dari syntax css yang ada. Silahkan untuk yang lainnya diexplore sendiri :
  • 25.
    Latihan Lakukan penulisan CSSsecara external bernama style.css. Gunakan minimal properti-properti CSS berikut ke dalam web Anda. - Background: background-color or background-image - Text dan Font: text-align, text-decoration, line-height, font-size, font-weight, font-style - Box Model: margin, border, padding, width - Position dan Display: position, float, display - Navigation dan List: list-style Selain properti CSS tersebut, cobalah transisi dan animasi CSS sederhana.
  • 26.
    Komponen penilaian: 1. 50pts- Kelengkapan properti CSS sesuai deskripsi latihan. 2. 30pts - Kerapihan, penamaan selector yang tidak redundant 3. 10pts - Animasi dan Transisi 4. 10pts - Kreativitas design