Dhea Amalia
Panca Budi Mulya
Revina Joanna
Syifa Nadhifah H.
Kota Bukittinggi
• Kota Bukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang
membujur sepanjang pulau Sumatera dan dikelilingi oleh 2
gunung berapi yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi.
• Kota Bukittinggi berada di ketinggian 909-941 mdpl, dan
memiliki hawa sejuk dengan suhu sekitar 16,1-24,9 derajat
celcius.
• Dari total luas wilayah 25,24 km, 82% diperuntukkan menjadi
lahan budidaya dan sisanya hutan lindung.
Peta Kota Bukittinggi
Kota Bukittinggi semula merupakan pasar (pekan) bagi masyarakat Agam Tuo.
Kemudian setelah kedatangan Belanda, kota ini menjadi kubu pertahanan
pada tahun 1825 pada masa Perang Padri di salah satu bukit yang terdapat
dalam kota ini, dikenal sebagai Benteng Fort de Kock, sekaligus menjadi
tempat peristirahatan opsir-opsir Belanda yang berada di wilayah jajahannya.
Kemudian pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, kawasan ini selalu
ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan yang kemudian berkembang
menjadi sebuah Stadsgemeente (kota).
Masa Kedatangan Belanda
Perkembangan penduduk kota Bukittinggi tidak lepas dari
berubahnya Bukittingi menjadi pusat perdagangan di dataran tinggi
Minangkabau, dimulai dengan dibangunya pasar oleh pemerintah
Hindia-Belanda tahun 1890 dengan nama loods, kemudian dikenal
dengan nama Loih Galuang. Perkembangan pasar Loih Galuang yang
sekarang disebut juga Pasar Ateh.
Masa Pendudukan Jepang
Pada masa pendudukan Jepang, Kota Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian
pemerintahan militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan
Thailand, di mana pada kota ini menjadi tempat kedudukan komandan militer ke 25
Kenpeitai, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Hirano Toyoji. Kemudian kota ini
berganti nama dari Stadsgemeente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang
daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari sekitarnya seperti Sianok
Anam Suku, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah. Sekarang
nagari-nagari tersebut masuk ke dalam wilayah Kabupaten Agam.
Pada masa mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Kota Bukitinggi berperan
sebagai kota perjuangan, ketika pada tanggal 19 Desember 1948 kota ini ditunjuk
sebagai Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau
dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Di kemudian hari,
peristiwa ini ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, berdasarkan Keputusan Presiden
Republik Indonesia tanggal 18 Desember 2006.
Selanjutnya Kota Bukittinggi menjadi kota besar berdasarkan Undang-undang Nomor
9 Tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom kota besar dalam lingkungan
daerah Provinsi Sumatera Tengah masa itu, yang meliputi wilayah Provinsi Sumatera
Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau.
Perkembangan Infrastruktur
• Kota Bukittinggi salah satu kota yang mengalami peningkatan
di berbagai bidang, kota ini sedang melakukan percepatan
untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan.
• Tahap pembangunan di Bukittinggi sangat dipikirkan dengan
matang-matang karena dibagi menjadi beberapa bagian
seperti :
 Tahap perencanaan
 Tahap pembangunan dalam proses pengerjaan
 Infrastruktur yang sudah selesai dan dapat digunakan
Pembangunan Dalam Proses Perencanaan
1. Terowongan Malalak
Terowongan ini memilikipanjang kira-kira kurang
lebih 16,8 km. terowongan ini terletak disebelah
utara kota Bukittinggi, terowongan ini
menghubungkan kota Bukittinggi dengan
Pekanbaru.
2. Jembatan Ngarai Sianok
Jembatan ini dibangun untuk mendongkrak sistem
ekonomi dan pariwisata kota Bukittinggi, selain itu
sebagai penunjang kegiatan perdagangan karena
selama ini kota Bukittinggi terkenal dengan pusat
grosir di wilayah Sumatera.
Infrastruktur Dalam Tahap Pembangunan
1. Pusat Kebudayaan
Pembangunan ini sebagai
penunjang peningkatan
kegiatan seni dan kebudayaan,
rencana ini dilaksanakan pada
tahun 2014, selain sebagai
tempat perkumpulan aktivitas
seni, tempat ini juga dapat
digunakan sebagai tempat
evakuasi disaat ada bencana.
Pembangunan Infrsastruktur Yang Telah Selesai
1. Fly Over Aur Kuning
Fly over ini adalah salah satu upaya untuk
mencegah kemacetan di kota Bukittinggi,
jalur ini menuju Payakumbuh-Pekanbaru, fly
over ini memiliki panjang jembatan 675 m,
lebar 10 m, dan tinggi 5 m. Ini termasuk jalur
utama trans Sumatera dan baru diresmikan
pada tahun 2015.
Perkembangan Ekonomi
• Perkembangan ekonomi Bukittinggi masih berada di sektor
perdagangan khususnya pasar, oleh karena itu pemerinta
mendirikan banyak pasar baru untuk mendongkrak
perekonomian baru.
• Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan beras
sebanyak 1,6 juta kg kepada masyarakat miskin di kota
Bukittinggi.
• Selain itu pemerintah membuka pelatihan seperti menjahit dll
untuk menambah produktivitas pasar tekstil di kota
Bukittinggi karena kota ini memiliki pusat grosir yang besar.
Perkembangan Sumber Daya Manusia
• Pemerintah memberikan pengarahan dan melakukan
penyuluhan untuk memupuk para masyarakatnya
untuk menjadi SDM yang berkualitas dengan cara
memberikan kewajiban kepada siswa SLTA untuk sadar
akan perubahan dan aktif dalam bidang pariwisata,
karena selain perdangangan Bukittinggi juga
mengandalkan sektor pariwisata contohnya jam
gadang yang menjadi daya tarik kota Bukittinggi.
• Selain itu masyarakat juga diajarkan sadar akan rasa
memiliki satu sama lain sehingga menimbulkan
persatuan yang menimbulkan kemajuan.
Perkembangan Kesehatan
Kota Bukittinggi telah memiliki pelayanan kesehatan yang baik, kota dengan
luas relatif kecil ini telah memiliki 5 rumah sakit, yaitu 3 milik pemerintah
dan 2 milik swasta. Selain itu, juga didukung oleh 5 puskesmas, 6
puskesmas keliling, dan 15 puskesmas pembantu. Salah satu yang utama
adalah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar semula dibangun
oleh Pemerintah Belanda untuk kepentingan Militernya, ini merupakan
rumah sakit umum milik pemerintah. Rumah Sakit Stroke Nasional yang
terdapat di kota ini, merupakan rumah sakit milik pemerintah dengan
pelayanan khusus penyakit stroke. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit
khusus pengobatan stroke pertama di Indonesia dan ketiga di dunia. Selain
itu terdapat juga Rumah Sakit Islam Ibnu Sina, sebuah rumah sakit swasta.
• Program BPJS dilaksanakan sejak awal Januari 2014 yang
bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal dibidang
kesehatan padamasyarakat.
• Pada tahun ini sudah lebih dari setengah penduduk
Bukittinggi yang memiliki BPJS.
• Pada tahun 2019 pemerintah kota Bukittinggi menargetkan
100% penduduknya memiliki jaminan kesehatan.
65 ribu warga
Bukittinggi
terdaftar
dalam BPJS
Pemkot Bukittinggi Jamin Layanan Kesehatan
Petugas Kebersihan
• Pemkot Bukittinggi melakukan memberikan pelayanan
kesehatan kepada petugas kebesihan setempat dengan
melakukan pemeriksaan satu kali setiap tiga bulan.
• Pemerintah Bukittinggi juga menjamin seluruh kesehatan
para petugas kebersihan karena menurutnya petugas
kebersihan adalah orang yang paling depan untuk
membantu menata dan membersihkan kota Bukittinggi.
Bidang Pendidikan
Sejak zaman kolonialis Belanda, kota ini telah menjadi pusat
pendidikan di Pulau Sumatera. Dimulai sejak tahun 1872, dengan
berdirinya Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers (sekolah
guru untuk guru-guru bumiputra) atau dikenal juga dengan nama
sekolah radja, yang selanjutnya berkembang menjadi volksschool
atau sekolah rakyat.
Kemudian pada tahun 1912 muncul Hollandsch
Inlandsche School (HIS), yang dilanjutkan dengan
berdirinya Sekolah Pamong Opleiding School voor
Inlandsch Ambtenaren (OSVIA) tahun 1918. Pada tahun
1926 juga telah berdiri MULO di Kota Bukittinggi.
MULO
Pada masa awal kemerdekaan di kota ini pernah berdiri sekolah Polwan dan Kadet serta
sekolah Pamong Praja yang pertama di Indonesia. Fakultas Kedokteran Universitas
Andalas dan FKIP Universitas Andalas (sekarang Universitas Negeri Padang) juga
pertama kali didirikan di kota ini sebelum dipindahkan ke Kota Padang.
Dan saat ini perkembang pendidikan di Kota Bukittinggi didukung dengan semakin
banyaknya sarana pendidikan mulai dari tingkat anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Terima Kasih

Bukittinggi

  • 1.
    Dhea Amalia Panca BudiMulya Revina Joanna Syifa Nadhifah H.
  • 2.
    Kota Bukittinggi • KotaBukittinggi terletak pada rangkaian Bukit Barisan yang membujur sepanjang pulau Sumatera dan dikelilingi oleh 2 gunung berapi yaitu Gunung Singgalang dan Gunung Marapi. • Kota Bukittinggi berada di ketinggian 909-941 mdpl, dan memiliki hawa sejuk dengan suhu sekitar 16,1-24,9 derajat celcius. • Dari total luas wilayah 25,24 km, 82% diperuntukkan menjadi lahan budidaya dan sisanya hutan lindung.
  • 3.
  • 4.
    Kota Bukittinggi semulamerupakan pasar (pekan) bagi masyarakat Agam Tuo. Kemudian setelah kedatangan Belanda, kota ini menjadi kubu pertahanan pada tahun 1825 pada masa Perang Padri di salah satu bukit yang terdapat dalam kota ini, dikenal sebagai Benteng Fort de Kock, sekaligus menjadi tempat peristirahatan opsir-opsir Belanda yang berada di wilayah jajahannya. Kemudian pada masa pemerintahan Hindia-Belanda, kawasan ini selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan yang kemudian berkembang menjadi sebuah Stadsgemeente (kota). Masa Kedatangan Belanda
  • 5.
    Perkembangan penduduk kotaBukittinggi tidak lepas dari berubahnya Bukittingi menjadi pusat perdagangan di dataran tinggi Minangkabau, dimulai dengan dibangunya pasar oleh pemerintah Hindia-Belanda tahun 1890 dengan nama loods, kemudian dikenal dengan nama Loih Galuang. Perkembangan pasar Loih Galuang yang sekarang disebut juga Pasar Ateh.
  • 6.
    Masa Pendudukan Jepang Padamasa pendudukan Jepang, Kota Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintahan militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand, di mana pada kota ini menjadi tempat kedudukan komandan militer ke 25 Kenpeitai, di bawah pimpinan Mayor Jenderal Hirano Toyoji. Kemudian kota ini berganti nama dari Stadsgemeente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari sekitarnya seperti Sianok Anam Suku, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah. Sekarang nagari-nagari tersebut masuk ke dalam wilayah Kabupaten Agam.
  • 7.
    Pada masa mempertahankankemerdekaan Indonesia, Kota Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan, ketika pada tanggal 19 Desember 1948 kota ini ditunjuk sebagai Ibu Kota Negara Indonesia setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda atau dikenal dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Di kemudian hari, peristiwa ini ditetapkan sebagai Hari Bela Negara, berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia tanggal 18 Desember 2006. Selanjutnya Kota Bukittinggi menjadi kota besar berdasarkan Undang-undang Nomor 9 Tahun 1956 tentang pembentukan daerah otonom kota besar dalam lingkungan daerah Provinsi Sumatera Tengah masa itu, yang meliputi wilayah Provinsi Sumatera Barat, Jambi, Riau, dan Kepulauan Riau.
  • 8.
    Perkembangan Infrastruktur • KotaBukittinggi salah satu kota yang mengalami peningkatan di berbagai bidang, kota ini sedang melakukan percepatan untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan. • Tahap pembangunan di Bukittinggi sangat dipikirkan dengan matang-matang karena dibagi menjadi beberapa bagian seperti :  Tahap perencanaan  Tahap pembangunan dalam proses pengerjaan  Infrastruktur yang sudah selesai dan dapat digunakan
  • 9.
    Pembangunan Dalam ProsesPerencanaan 1. Terowongan Malalak Terowongan ini memilikipanjang kira-kira kurang lebih 16,8 km. terowongan ini terletak disebelah utara kota Bukittinggi, terowongan ini menghubungkan kota Bukittinggi dengan Pekanbaru. 2. Jembatan Ngarai Sianok Jembatan ini dibangun untuk mendongkrak sistem ekonomi dan pariwisata kota Bukittinggi, selain itu sebagai penunjang kegiatan perdagangan karena selama ini kota Bukittinggi terkenal dengan pusat grosir di wilayah Sumatera.
  • 10.
    Infrastruktur Dalam TahapPembangunan 1. Pusat Kebudayaan Pembangunan ini sebagai penunjang peningkatan kegiatan seni dan kebudayaan, rencana ini dilaksanakan pada tahun 2014, selain sebagai tempat perkumpulan aktivitas seni, tempat ini juga dapat digunakan sebagai tempat evakuasi disaat ada bencana.
  • 11.
    Pembangunan Infrsastruktur YangTelah Selesai 1. Fly Over Aur Kuning Fly over ini adalah salah satu upaya untuk mencegah kemacetan di kota Bukittinggi, jalur ini menuju Payakumbuh-Pekanbaru, fly over ini memiliki panjang jembatan 675 m, lebar 10 m, dan tinggi 5 m. Ini termasuk jalur utama trans Sumatera dan baru diresmikan pada tahun 2015.
  • 12.
    Perkembangan Ekonomi • Perkembanganekonomi Bukittinggi masih berada di sektor perdagangan khususnya pasar, oleh karena itu pemerinta mendirikan banyak pasar baru untuk mendongkrak perekonomian baru. • Selain itu pemerintah juga memberikan bantuan beras sebanyak 1,6 juta kg kepada masyarakat miskin di kota Bukittinggi. • Selain itu pemerintah membuka pelatihan seperti menjahit dll untuk menambah produktivitas pasar tekstil di kota Bukittinggi karena kota ini memiliki pusat grosir yang besar.
  • 13.
    Perkembangan Sumber DayaManusia • Pemerintah memberikan pengarahan dan melakukan penyuluhan untuk memupuk para masyarakatnya untuk menjadi SDM yang berkualitas dengan cara memberikan kewajiban kepada siswa SLTA untuk sadar akan perubahan dan aktif dalam bidang pariwisata, karena selain perdangangan Bukittinggi juga mengandalkan sektor pariwisata contohnya jam gadang yang menjadi daya tarik kota Bukittinggi. • Selain itu masyarakat juga diajarkan sadar akan rasa memiliki satu sama lain sehingga menimbulkan persatuan yang menimbulkan kemajuan.
  • 14.
    Perkembangan Kesehatan Kota Bukittinggitelah memiliki pelayanan kesehatan yang baik, kota dengan luas relatif kecil ini telah memiliki 5 rumah sakit, yaitu 3 milik pemerintah dan 2 milik swasta. Selain itu, juga didukung oleh 5 puskesmas, 6 puskesmas keliling, dan 15 puskesmas pembantu. Salah satu yang utama adalah Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Achmad Mochtar semula dibangun oleh Pemerintah Belanda untuk kepentingan Militernya, ini merupakan rumah sakit umum milik pemerintah. Rumah Sakit Stroke Nasional yang terdapat di kota ini, merupakan rumah sakit milik pemerintah dengan pelayanan khusus penyakit stroke. Rumah sakit ini merupakan rumah sakit khusus pengobatan stroke pertama di Indonesia dan ketiga di dunia. Selain itu terdapat juga Rumah Sakit Islam Ibnu Sina, sebuah rumah sakit swasta.
  • 15.
    • Program BPJSdilaksanakan sejak awal Januari 2014 yang bertujuan untuk memberikan pelayanan maksimal dibidang kesehatan padamasyarakat. • Pada tahun ini sudah lebih dari setengah penduduk Bukittinggi yang memiliki BPJS. • Pada tahun 2019 pemerintah kota Bukittinggi menargetkan 100% penduduknya memiliki jaminan kesehatan. 65 ribu warga Bukittinggi terdaftar dalam BPJS
  • 16.
    Pemkot Bukittinggi JaminLayanan Kesehatan Petugas Kebersihan • Pemkot Bukittinggi melakukan memberikan pelayanan kesehatan kepada petugas kebesihan setempat dengan melakukan pemeriksaan satu kali setiap tiga bulan. • Pemerintah Bukittinggi juga menjamin seluruh kesehatan para petugas kebersihan karena menurutnya petugas kebersihan adalah orang yang paling depan untuk membantu menata dan membersihkan kota Bukittinggi.
  • 17.
    Bidang Pendidikan Sejak zamankolonialis Belanda, kota ini telah menjadi pusat pendidikan di Pulau Sumatera. Dimulai sejak tahun 1872, dengan berdirinya Kweekschool voor Inlandsche Onderwijzers (sekolah guru untuk guru-guru bumiputra) atau dikenal juga dengan nama sekolah radja, yang selanjutnya berkembang menjadi volksschool atau sekolah rakyat.
  • 18.
    Kemudian pada tahun1912 muncul Hollandsch Inlandsche School (HIS), yang dilanjutkan dengan berdirinya Sekolah Pamong Opleiding School voor Inlandsch Ambtenaren (OSVIA) tahun 1918. Pada tahun 1926 juga telah berdiri MULO di Kota Bukittinggi. MULO
  • 19.
    Pada masa awalkemerdekaan di kota ini pernah berdiri sekolah Polwan dan Kadet serta sekolah Pamong Praja yang pertama di Indonesia. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan FKIP Universitas Andalas (sekarang Universitas Negeri Padang) juga pertama kali didirikan di kota ini sebelum dipindahkan ke Kota Padang. Dan saat ini perkembang pendidikan di Kota Bukittinggi didukung dengan semakin banyaknya sarana pendidikan mulai dari tingkat anak usia dini hingga perguruan tinggi.
  • 20.