Bonsai: Persyaratan, jenis tanaman, dan media tanam
Siapa yang tidak mengenal tanaman bonsai? Tanaman yang berbasis pengerdilan
seluruh bagian dari tumbuhan ini tercipta melalui tangan-tangan terampil, yang
menggabungkan antara seni keindahan dan anatomi tanaman. Apa persyaratan, jenis
tanaman, dan media tanam yang bisa digunakan untuk menghasilkan tanaman bonsai?
Ilmu bonsai sebenarnya berasal dari China, tetapi justru berkembang pesat dan
dipopularkan warga Jepang ke seluruh dunia. Dalam bahasa Jepang, bonsai secara
harfiah berarti tanaman dalam pot. Itu sebabnya, tanaman bonsai harus ditanam di
dalam pot.
PERSYARATAN TANAMAN BONSAI
Hanya saja, tidak semua tanaman dalam pot bisa disebut sebagai bonsai. Sebab ada
tiga persyaratan mendasar yang wajib dipenuhi agar tanaman dapat disebut bonsai,
yaitu ukuran, bentuk, dan umur. Yuk, kita bedah satu persatu:
a. Ukuran bonsai
Bonsai harus memiliki ukuran kecil, atau kerdil, dengan tinggi 5 – 150 cm tergantung
jenis tanaman yang digunakan. Tanaman bonsai setinggi 150 meter tetap disebut
kerdil, apabila di alam liar dapat tumbuh setinggi belasan atau bahkan puluhan meter,
misalnya beringin atau asam jawa.
Tetapi tanaman setinggi 30 cm di dalam pot tidak bisa disebut kerdil / bonsai, kalau
pertumbuhan di alam liar hanya bisa mencapai ketinggian maksimal 100 – 150 cm,
seperti soka atau tanaman semak lainnya.
Untuk memenuhi kriteria ukuran tersebut, tanaman harus melalui proses pengerdilan,
antara lain melalui teknik pemotongan ujung batang / pucuk, ditanam pada media
terbatas (misalnya pot kecil), pemangkasan akar secara berkala, terus-menerus
membuang tunas yang baru tumbuh (bud nipping), dan diletakkan pada tempat yang
mendapat cahaya matahari secara penuh.
b. Bentuk bonsai
Bentuk bonsai harus indah, namun tetap wajar (alami), dan mengacu pada bentuk
tanaman sejenis yang tumbuh di alam liar. Pada umumnya. tajuk bonsai berbentuk
segitiga asimetris. Antara batang, cabang, dan ranting yerlihat ada keseimbangan
pertumbuhan sehingga enak dipandang.
Berkaitan dengan bentuknya, ada 5 gaya dasar yang dikenal para penggemar tanaman
bonsai, yaitu:
ď‚§ tegak lurus (chokkan)
ď‚§ tegak berliku (tachiki)
ď‚§ miring (shakan)
ď‚§ setengah menggantung (hankengai)
ď‚§ menggantung (kengai)
Bonsai memiliki sisi depan dan belakang. Sisi depan harus memperlihatkan keindahan
semua bagian tanaman bonsai, mulai dari akar, batang, dahan, ranting dan daun. Ini
perlu diperhatikan agar bonsai tidak ditempatkan membelakangi orang yang
melihatnya.
Bonsai yang baik bukan hanya miniatur pohon dengan dedaunan yang rimbun,
melainkan harus bisa memperlihatkan susunan batang, cabang, ranting, dan subranting
secara jelas, dengan penyebaran yang teratur, indah, alami, dan harmonis.
Untuk menyempurnakan bentuk bonsai, diperlukan berbagai perlakuan (training) yang
terdiri atas :
ď‚§ pengawatan (wiring)
ď‚§ pemangkasan bagian batang, cabang, dan ranting yang tidak
diperlukan (prunning)
ď‚§ membuang tunas dan daun baru yang tidak diperlukan agar tetap rapi (trimming)
ď‚§ penyempurnaan bentuk pohon (koreksi)
Karena bonsai adalah makhluk hidup juga, maka tanaman kerdil ini sering dianggap
sebagai karya seni yang belum selesai. Karena itu, bonsai akan terus
memerlukan training sepanjang hidupnya.
c. Umur bonsai
Umur bonsai harus tua atau tampak tua. Bisa saja umurnya cuma belasan tahun, tetapi
bisa nampak berumur ratusan tahun. Hal ini ini dimungkinkan melalui teknik
penuaan (ageing). Teknik penuaan ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, antara lain
:
ď‚§ memaksa dahan dan ranting tumbuh mendatar atau agak menurun
ď‚§ akar-akar pada pangkal batang ditonjolkan agar nampak menjalar di permukaan
tanah
ď‚§ mematikan sebagian batang/cabang (jin)
ď‚§ membuat lubang / rongga pada batang (uro) agar nampak seperti pohon tua,
yang sebagian batang / cabang sudah mati dan lapuk karena usia.
Semua kegiatan pada pengerdilan, training, dan penuaan ini harus dilakukan dengan
cara yang benar agar bonsai tidak rusak atau bahkan mati akibat human errors.
Pengerdilan, training, dan penuaan memerlukan waktu lama. Hasil yang diharapkan
pun belum bisa terlihat dalam waktu 2-3 bulan. Jadi diperlukan kesabaran dan
ketekunan tersendiri, serta rasa seni, agar tercipta bonsai yang benar-benar bonsai.
Memelihara banyak bonsai jauh lebih baik daripada memelihara 1-2 bonsai, karena bisa
mengurangi rasa bosan selama menunggu hasil yang diharapkan.
JENIS TANAMAN YANG BISA DIBONSAI
Syarat-syarat di atas lebih bersifat mendasar. Apabila ingin membentuk bonsai dengan
nilai tambah, maka ada beberapa syarat tambahan pula :
MEDIA TANAM DAN POT
Secara umum, media tanam bonsai adalah campuran pasir, tanah, dan humus dengan
perbandingan sama (1 : 1 : 1). Untuk tanaman tertentu yang memerlukan komposisi
berbeda bisa disesuaikan. Contoh, untuk jenis cemara (Juniperus sp), memerlukan 3
bagian pasir dan 2 bagian humus.
Pot merupakan bagian penting dari bonsai, sehingga harus ada kesesuaian antara
ukuran, bentuk, dan warna pot dengan tanaman yang dibonsai.
ď‚§ Untuk bonsai bergaya tegak lurus dan tegak berliku, lebih cocok menggunakan
pot dangkal berbentuk bulat atau persegi panjang.
ď‚§ Untuk bonsai bergaya miring, cocok menggunakan pot dangkal berbentuk
persegi panjang atau oval. Jika menggunakan pot dangkal, tingginya setara
dengan diameter pangkal batang bonsai.
ď‚§ Untuk bonsai bergaya setengah menggantung dan menggantung, cocok
menggunakan pot tinggi berbentuk bulat atau persegi.
PERAWATAN TANAMAN BONSAI
Seperti tanaman pada umumnya, bonsai memerlukan perawatan rutin, baik
penyiraman, penyiangan gulma, pemupukan, pergantian media tanam, dan pergantian
pot.
Mengingat media tanam terbatas, maka unsur hara untuk bonsai harus dipenuhi melalui
pemberian pupuk. Jika menggunakan pupuk anorganik, sebaiknya memakai pupuk
lengkap berbentuk tablet(slow release) seperti Dekaform, agar terhindar dari kelebihan
dosis yang bisa berakibat kematian bonsai. Bisa juga menggunakan pupuk daun seperti
Gandasil dengan dosis setengah dari anjuran pada kemasannya.
Apabila media sudah mengeras, akar banyak melingkar di sepanjang pinggir pot dan
pertumbuhan bonsai melambat, maka diperlukan pergantian media tanam. Ini bisa
dilakukan bersamaan dengan pemangkasan akar.
Setiap pemangkasan akar harus diimbangi dengan pemangkasan daun agar
penyerapan air oleh akar bisa berimbang, dengan penguapan air lewat daun.
Dengan perawatan yang benar dan teratur serta training yang berkesinambungan,
maka Anda akan menghasilkan bonsai yang baik dan bernilai tinggi. Bonsai akan
berumur panjang, bahkan bisa lebih panjang dari umur pemiliknya
Sumber asal : http://www.agrobisnisindonesia.com/2013/11/17/bonsai-persyaratan-
jenis-tanaman-dan-media-tanam/

Bonsai

  • 1.
    Bonsai: Persyaratan, jenistanaman, dan media tanam Siapa yang tidak mengenal tanaman bonsai? Tanaman yang berbasis pengerdilan seluruh bagian dari tumbuhan ini tercipta melalui tangan-tangan terampil, yang menggabungkan antara seni keindahan dan anatomi tanaman. Apa persyaratan, jenis tanaman, dan media tanam yang bisa digunakan untuk menghasilkan tanaman bonsai? Ilmu bonsai sebenarnya berasal dari China, tetapi justru berkembang pesat dan dipopularkan warga Jepang ke seluruh dunia. Dalam bahasa Jepang, bonsai secara harfiah berarti tanaman dalam pot. Itu sebabnya, tanaman bonsai harus ditanam di dalam pot. PERSYARATAN TANAMAN BONSAI Hanya saja, tidak semua tanaman dalam pot bisa disebut sebagai bonsai. Sebab ada tiga persyaratan mendasar yang wajib dipenuhi agar tanaman dapat disebut bonsai, yaitu ukuran, bentuk, dan umur. Yuk, kita bedah satu persatu: a. Ukuran bonsai Bonsai harus memiliki ukuran kecil, atau kerdil, dengan tinggi 5 – 150 cm tergantung jenis tanaman yang digunakan. Tanaman bonsai setinggi 150 meter tetap disebut kerdil, apabila di alam liar dapat tumbuh setinggi belasan atau bahkan puluhan meter, misalnya beringin atau asam jawa. Tetapi tanaman setinggi 30 cm di dalam pot tidak bisa disebut kerdil / bonsai, kalau pertumbuhan di alam liar hanya bisa mencapai ketinggian maksimal 100 – 150 cm, seperti soka atau tanaman semak lainnya. Untuk memenuhi kriteria ukuran tersebut, tanaman harus melalui proses pengerdilan, antara lain melalui teknik pemotongan ujung batang / pucuk, ditanam pada media terbatas (misalnya pot kecil), pemangkasan akar secara berkala, terus-menerus membuang tunas yang baru tumbuh (bud nipping), dan diletakkan pada tempat yang mendapat cahaya matahari secara penuh. b. Bentuk bonsai Bentuk bonsai harus indah, namun tetap wajar (alami), dan mengacu pada bentuk tanaman sejenis yang tumbuh di alam liar. Pada umumnya. tajuk bonsai berbentuk segitiga asimetris. Antara batang, cabang, dan ranting yerlihat ada keseimbangan pertumbuhan sehingga enak dipandang. Berkaitan dengan bentuknya, ada 5 gaya dasar yang dikenal para penggemar tanaman bonsai, yaitu:
  • 2.
    ď‚§ tegak lurus(chokkan) ď‚§ tegak berliku (tachiki) ď‚§ miring (shakan) ď‚§ setengah menggantung (hankengai) ď‚§ menggantung (kengai) Bonsai memiliki sisi depan dan belakang. Sisi depan harus memperlihatkan keindahan semua bagian tanaman bonsai, mulai dari akar, batang, dahan, ranting dan daun. Ini perlu diperhatikan agar bonsai tidak ditempatkan membelakangi orang yang melihatnya. Bonsai yang baik bukan hanya miniatur pohon dengan dedaunan yang rimbun, melainkan harus bisa memperlihatkan susunan batang, cabang, ranting, dan subranting secara jelas, dengan penyebaran yang teratur, indah, alami, dan harmonis. Untuk menyempurnakan bentuk bonsai, diperlukan berbagai perlakuan (training) yang terdiri atas : ď‚§ pengawatan (wiring) ď‚§ pemangkasan bagian batang, cabang, dan ranting yang tidak diperlukan (prunning) ď‚§ membuang tunas dan daun baru yang tidak diperlukan agar tetap rapi (trimming) ď‚§ penyempurnaan bentuk pohon (koreksi) Karena bonsai adalah makhluk hidup juga, maka tanaman kerdil ini sering dianggap sebagai karya seni yang belum selesai. Karena itu, bonsai akan terus memerlukan training sepanjang hidupnya. c. Umur bonsai Umur bonsai harus tua atau tampak tua. Bisa saja umurnya cuma belasan tahun, tetapi bisa nampak berumur ratusan tahun. Hal ini ini dimungkinkan melalui teknik penuaan (ageing). Teknik penuaan ini bisa dilakukan melalui berbagai cara, antara lain : ď‚§ memaksa dahan dan ranting tumbuh mendatar atau agak menurun ď‚§ akar-akar pada pangkal batang ditonjolkan agar nampak menjalar di permukaan tanah ď‚§ mematikan sebagian batang/cabang (jin) ď‚§ membuat lubang / rongga pada batang (uro) agar nampak seperti pohon tua, yang sebagian batang / cabang sudah mati dan lapuk karena usia. Semua kegiatan pada pengerdilan, training, dan penuaan ini harus dilakukan dengan cara yang benar agar bonsai tidak rusak atau bahkan mati akibat human errors. Pengerdilan, training, dan penuaan memerlukan waktu lama. Hasil yang diharapkan pun belum bisa terlihat dalam waktu 2-3 bulan. Jadi diperlukan kesabaran dan
  • 3.
    ketekunan tersendiri, sertarasa seni, agar tercipta bonsai yang benar-benar bonsai. Memelihara banyak bonsai jauh lebih baik daripada memelihara 1-2 bonsai, karena bisa mengurangi rasa bosan selama menunggu hasil yang diharapkan. JENIS TANAMAN YANG BISA DIBONSAI Syarat-syarat di atas lebih bersifat mendasar. Apabila ingin membentuk bonsai dengan nilai tambah, maka ada beberapa syarat tambahan pula : MEDIA TANAM DAN POT Secara umum, media tanam bonsai adalah campuran pasir, tanah, dan humus dengan perbandingan sama (1 : 1 : 1). Untuk tanaman tertentu yang memerlukan komposisi berbeda bisa disesuaikan. Contoh, untuk jenis cemara (Juniperus sp), memerlukan 3 bagian pasir dan 2 bagian humus. Pot merupakan bagian penting dari bonsai, sehingga harus ada kesesuaian antara ukuran, bentuk, dan warna pot dengan tanaman yang dibonsai. ď‚§ Untuk bonsai bergaya tegak lurus dan tegak berliku, lebih cocok menggunakan pot dangkal berbentuk bulat atau persegi panjang. ď‚§ Untuk bonsai bergaya miring, cocok menggunakan pot dangkal berbentuk persegi panjang atau oval. Jika menggunakan pot dangkal, tingginya setara dengan diameter pangkal batang bonsai. ď‚§ Untuk bonsai bergaya setengah menggantung dan menggantung, cocok menggunakan pot tinggi berbentuk bulat atau persegi. PERAWATAN TANAMAN BONSAI Seperti tanaman pada umumnya, bonsai memerlukan perawatan rutin, baik penyiraman, penyiangan gulma, pemupukan, pergantian media tanam, dan pergantian pot. Mengingat media tanam terbatas, maka unsur hara untuk bonsai harus dipenuhi melalui pemberian pupuk. Jika menggunakan pupuk anorganik, sebaiknya memakai pupuk lengkap berbentuk tablet(slow release) seperti Dekaform, agar terhindar dari kelebihan dosis yang bisa berakibat kematian bonsai. Bisa juga menggunakan pupuk daun seperti Gandasil dengan dosis setengah dari anjuran pada kemasannya. Apabila media sudah mengeras, akar banyak melingkar di sepanjang pinggir pot dan pertumbuhan bonsai melambat, maka diperlukan pergantian media tanam. Ini bisa dilakukan bersamaan dengan pemangkasan akar. Setiap pemangkasan akar harus diimbangi dengan pemangkasan daun agar penyerapan air oleh akar bisa berimbang, dengan penguapan air lewat daun.
  • 4.
    Dengan perawatan yangbenar dan teratur serta training yang berkesinambungan, maka Anda akan menghasilkan bonsai yang baik dan bernilai tinggi. Bonsai akan berumur panjang, bahkan bisa lebih panjang dari umur pemiliknya Sumber asal : http://www.agrobisnisindonesia.com/2013/11/17/bonsai-persyaratan- jenis-tanaman-dan-media-tanam/