BHINNEKA TUNGGAL IKA artinya BERBEDA-BEDA TETAPI TETAP SATU JUA, Sebuah
     semboyan yang di gunakan untuk bangsa yang besar yang merdeka
                 pada 17 Agustus 1945 yaitu Indonesia.
Di dunia ini, kita mendapati begitu banyak keragaman: suku, agama, bangsa, bahasa, etnis,
kebudayaan, status sosial, dll. Khususnya di Indonesia, secara dasar negara, meskipun
terdiri dari beragam budaya, agama, dll, bangsa ini mengaku bahwa semuanya itu satu
yaitu bangsa Indonesia (Bhinneka Tunggal Ika).

Menurut      Alkitab    berkaitan    dengan      keragaman     dan    kesatuan     sejati.
Kita dapat melihat pula pada Kitab Kejadian, digambarkan adanya keragaman. Allah sendiri
di dalam penciptaan menciptakan keberagaman itu: “Berfirmanlah Allah: "Hendaklah
tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis
pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan
di bumi." Dan jadilah demikian.” (Kej. 1:11), “Maka Allah menciptakan binatang-binatang
laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air,
dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” (Kej.
1:21; bdk. ay. 24), dan terakhir tentunya Allah menciptakan manusia itu laki-laki dan
perempuan. Kesemuanya itu membuktikan bahwa keberagaman itu adalah ide Allah
sendiri. Bahkan perintah Allah sendiri kepada manusia pertama di Kejadian 1:28
menunjukkan bahwa Allah menyukai keberagaman, “Beranakcuculah dan bertambah
banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan
burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
Selain dari pada itu, kita dapat melihat Kitab
Lukas 10:25-37 dan Kisah Para Rasul 15:1-18
disana digambarkan perwujudan menghargai
pluralism dan menjalankan toleransi.

Dalam hal ini, merajut Pluralitas, menjadi
kekuatan bangsa Indonesia”,untuk mewujudkan
persatuan dan kesatuan bangsa dan rakyat
Indonesia dimanapun mereka berada di tanah air
INDONESIA.

Pluralism dapat berjalan dengan adanya toleransi.

Bhineka

  • 7.
    BHINNEKA TUNGGAL IKAartinya BERBEDA-BEDA TETAPI TETAP SATU JUA, Sebuah semboyan yang di gunakan untuk bangsa yang besar yang merdeka pada 17 Agustus 1945 yaitu Indonesia.
  • 8.
    Di dunia ini,kita mendapati begitu banyak keragaman: suku, agama, bangsa, bahasa, etnis, kebudayaan, status sosial, dll. Khususnya di Indonesia, secara dasar negara, meskipun terdiri dari beragam budaya, agama, dll, bangsa ini mengaku bahwa semuanya itu satu yaitu bangsa Indonesia (Bhinneka Tunggal Ika). Menurut Alkitab berkaitan dengan keragaman dan kesatuan sejati. Kita dapat melihat pula pada Kitab Kejadian, digambarkan adanya keragaman. Allah sendiri di dalam penciptaan menciptakan keberagaman itu: “Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian.” (Kej. 1:11), “Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” (Kej. 1:21; bdk. ay. 24), dan terakhir tentunya Allah menciptakan manusia itu laki-laki dan perempuan. Kesemuanya itu membuktikan bahwa keberagaman itu adalah ide Allah sendiri. Bahkan perintah Allah sendiri kepada manusia pertama di Kejadian 1:28 menunjukkan bahwa Allah menyukai keberagaman, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”
  • 9.
    Selain dari padaitu, kita dapat melihat Kitab Lukas 10:25-37 dan Kisah Para Rasul 15:1-18 disana digambarkan perwujudan menghargai pluralism dan menjalankan toleransi. Dalam hal ini, merajut Pluralitas, menjadi kekuatan bangsa Indonesia”,untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa dan rakyat Indonesia dimanapun mereka berada di tanah air INDONESIA. Pluralism dapat berjalan dengan adanya toleransi.