BERPEGANG TEGUH PADA TAUHID
Wasiat pertama: berpegang teguh dengan tauhid dan waspada terhadap syirik. Allah
swt berfirman:
“ tidak ada paksaaan untuk memasuki agama islam, sesungguhnya telah jelas jalan
yang benar daripadanya jalan yang sesat. Karna itu barang siapa yang ingkar kepada
Thagut dan beriman kepadsa Allah, makasesungguhnya ia telah berpegang kepada
buhul tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah maha mendengar dan
maha mengetahui.
(QS. Al-Baqarah:256)”
Dan Allah swt juga berfirman:
Dan barang siapa yag menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang
berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang
kokoh. Dan hanya keoada Allah lah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman:22)
Syaikhul islam Muhammad Bin Abdul Wahab rahimahullah berkat, “pondasi dan
dasar din islam adalah dua perkara yang besar, yaitu:
Pertama: perintah untuk beribadah kepada Allah semata dan menganjurkan berbuat
seperti itu serta saling mencintai karna hal tersebut, juga mengkafirkan orang yang
meninggalkanya. Allah swt berfirman:
Katakanlah: “ Hai Ahli Kitab, marilah berpegang pada suatu kalimat (ketetapan) yang
tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali
Allahdan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatu apapun dan tidak pula sebagian
kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling
katakanlah kepada mereka: saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang
berserah diri kepada Allah”. (QS. Ali-imran:64):
Allah swt meemrintahkan kepada nabi Muhammad saw untuk menyeru para ahli kitab
agar mereka kembali kepada makna: (la’illaha’ilaullah) yaitu kalimat yang di serukan
oleh Nabi Muhammad saw kepada bangsa arab dan lainya. Dan kalimat yang sama
adalah La’illaha’ilaullah maksudnya tiada yang berhak di sembah dengan sebenarnya
kecuali Allah , maka tidak boleh berdo’a, meminta pertolongan, menyemblih, dan
bernazar atau ibadah yang lainya kecuali di berikan kepada Allah, dan inilah dakwah
para Rasul semoga Allah mencurahkan kesejahteraan kepada mereka.
By: Syofi Shalindri

Berpegang teguh pada tauhid

  • 1.
    BERPEGANG TEGUH PADATAUHID Wasiat pertama: berpegang teguh dengan tauhid dan waspada terhadap syirik. Allah swt berfirman: “ tidak ada paksaaan untuk memasuki agama islam, sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripadanya jalan yang sesat. Karna itu barang siapa yang ingkar kepada Thagut dan beriman kepadsa Allah, makasesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah maha mendengar dan maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah:256)” Dan Allah swt juga berfirman: Dan barang siapa yag menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya keoada Allah lah-lah kesudahan segala urusan. (QS. Luqman:22) Syaikhul islam Muhammad Bin Abdul Wahab rahimahullah berkat, “pondasi dan dasar din islam adalah dua perkara yang besar, yaitu: Pertama: perintah untuk beribadah kepada Allah semata dan menganjurkan berbuat seperti itu serta saling mencintai karna hal tersebut, juga mengkafirkan orang yang meninggalkanya. Allah swt berfirman: Katakanlah: “ Hai Ahli Kitab, marilah berpegang pada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allahdan tidak kita persekutukan dia dengan sesuatu apapun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling katakanlah kepada mereka: saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah”. (QS. Ali-imran:64): Allah swt meemrintahkan kepada nabi Muhammad saw untuk menyeru para ahli kitab agar mereka kembali kepada makna: (la’illaha’ilaullah) yaitu kalimat yang di serukan oleh Nabi Muhammad saw kepada bangsa arab dan lainya. Dan kalimat yang sama
  • 2.
    adalah La’illaha’ilaullah maksudnyatiada yang berhak di sembah dengan sebenarnya kecuali Allah , maka tidak boleh berdo’a, meminta pertolongan, menyemblih, dan bernazar atau ibadah yang lainya kecuali di berikan kepada Allah, dan inilah dakwah para Rasul semoga Allah mencurahkan kesejahteraan kepada mereka. By: Syofi Shalindri