BANJIR
Cici Diana Iska. D (15611038)
Afifah Zahrunnisa (18611125)
Ghaitsa Zahira. S (18611140)
Galuh Eka Puspita (18611149)
Ami Mulya Pratiwi (18611158)
Indah Dewi. A (18611162)
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
2018
Banjir adalah peristiwa yang terjadi ketika aliran
yang berlebihan merendam daratan. Banjir
disebabkan oleh volume air di suatu badan air
sesperti sungai atau danau yang meluap atau
melimpah dari bendungan sehingga air keluar.
Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir
sebagai peredaman sementara oleh air pada
daratan yang biasanya tidak terendam air.
Pengertian
Banjir
1. Banjir Bandang : adalah banjir besar yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya sesaat
yang yang umumnya dihasilkan dari curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi (jangka waktu)
pendek yang menyebabkan debit sungai naik secara cepat. Banjir jenis ini biasa terjadi di daerah
dengan sungai yang alirannya terhambat oleh sampah
2. Banjir Pantai : disebabkan angin puyuh laut dan gelombang pasang air laut. Banjir ini terjadi karena
air dari laut meresap ke daratan di dekat pantai dan mengalir ke daerah pemukiman. Banjir ini biasanya
terjadi di daerah pemukiman yang dekat dengan pantai.
3. Banjir Luapan Sungai / Banjir Kiriman : berlangsung dalam waktu lama dan sama sekali tidak ada
tanda-tanda gangguan cuaca pada waktu banjir melanda.Jenis banjir ini terjadi setelah proses yang
cukup lama. Datangnya banjir dapat mendadak. Banjir luapan sungai ini kebanyakan bersifat musiman
atau tahunan dan bisa berlangsung selama berhari- hari atau berminggu-minggu tanpa berhenti.
Jenis-jenis Banjir
4. Banjir Hujan Ekstrim : terjadi hanya dalam waktu 6 jam sesudah hujan lebat mulai turun. Biasanya banjir ini
ditandai dengan banyaknya awan yang menggumpal di angkasa serta kilat atau petir yang keras dan disertai
dengan badai tropis atau cuaca dingin. Umumnya banjir ini akibat meluapnya air hujan yang sangat deras,
khususnya bila tanah bantaran sungai rapuh dan tak mampu menahan cukup banyak air
5. Banjir Luapan Sungai / Banjir Kiriman : biasanya berlangsung dalam waktu lama dan sama sekali tidak ada
tanda-tanda gangguan cuaca pada waktu banjir melanda.Jenis banjir ini terjadi setelah proses yang cukup lama.
Datangnya banjir dapat mendadak. Banjir luapan sungai ini kebanyakan bersifat musiman atau tahunan dan
bisa berlangsung selama berhari- hari atau berminggu-minggu tanpa berhenti.
6. Banjir Hujan Ekstrim : biasanya terjadi hanya dalam waktu 6 jam sesudah hujan lebat mulai turun. Biasanya
banjir ini ditandai dengan banyaknya awan yang menggumpal di angkasa serta kilat atau petir yang keras dan
disertai dengan badai tropis atau cuaca dingin. Umumnya banjir ini akibat meluapnya air hujan yang sangat
deras, khususnya bila tanah bantaran sungai rapuh dan tak mampu menahan cukup banyak air
Jenis-jenis Banjir
 Alamiah
Turunnya hujan jatuh
kepermukaan bumi dan tertahan oleh
tumbuh-tumbuhan setelah itu masuk
kepermukaan tanah mengalir
ketempat yang lebih rendah setelah
itu terjadi penguapan dan keluar
kepermukaan daratan. Banjir yang
terjadi secara almiah dapat menjadi
bancana bagi manusia bila banjir itu
mengenai manusia dan menyebabkan
kerugian bagi manusia.
Proses Terjadinya Banjir
Non alamiah
Terjadi akibat ulah manusia seperti : membuang sampah tidak pada
tempatnya yang menyebabkan aliran air tidak lancar sehingga air tersebut
terapung di tempat pembuangannya semakin lama semakin menguap setelah
itu tinggi dan keluar sehingga mengenai daratan dan menyebabkan banjir.
Proses Terjadinya Banjir
Faktor Pengontrol Banjir
Bendungan
Banyak bendungan besar memiliki
waduk pengendalian banjir yang mana
ketinggian waduk harus dijaga agar selalu
di bawah tingkat tertentu sebelum musim
hujan dimulai agar dapat menyediakan
ruang untuk nantinya diisi aliran banjir.
Pertahanan Sungai
Seperti pembuatan tanggul, waduk,
dan bendungan yang digunakan untuk
mencegah sungai meluap. Ketika
pertahanan ini gagal, langkah-langkah
darurat seperti karung pasir atau tabung
karet portabel digunakan.
Pertahanan Pantai
Banjir pantai telah ditangani di
Eropa dan Amerika dengan
pertahanan pesisir, seperti
pembuatan dinding laut dan tanggul
laut.
Faktor Pengontrol Banjir
Intensitas hujan tinggi
Akibat hujan lebat, sungai menjadi meluap selain itu minimnya
daerah resapan air membuat air akan semakin tidak tertampung dan
terjadi banjir.
Sampah yang memenuhi sungai
Sampah yang menumpuk membuat aliran sungai terganggu
sehingga saat hujan deras air akan meluap ke pemukiman warga
Kerusakan lahan
Seperti yang terjadi di beberapa wilayah, banyak kejadian banjir
dan tanah longsor karena ulah perusakan lahan untuk penambangan liar.
Tanah yang seharusnya jadi penahan air menjadi tergerus dan
menyebabkan banjir.
Faktor Pemicu Banjir
 Penebangan hutan
Hutan sangat berperan sebagai daerah
resapan air sehingga akan mengurangi banjir
karena hutan akan menyimpan air hujan
kemudian mengalirkan kepada manusia melalui
bentuk air tanah. Bila hutan terus ditebangi
secara liar akan menimbulkan banjir bagi
kawasan daerah tersebut.
 Pembangunan Pemukiman di bantaran
sungai
Rumah-rumah di bantaran yang pasti
menjadi penyumbang sampah terbesar yang
menjadi penghambat dan pendangkalan.
Faktor Pemicu Banjir
Dampak primer
Kerusakan fisik : Mampu merusak berbagai jenis struktur
Dampak sekunder
a. Persediaan air : Kontaminasi air. Air minum bersih mulai
langka.
b. Penyakit : Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit
bawaan air.
c. Pertanian dan persediaan makanan :Kelangkaan hasil
tani disebabkan oleh kegagalan panen
d. Transportasi : Jalur transportasi hancur, sulit
mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang
membutuhkan.
Dampak Banjir
Dampak tersier/jangka panjang
Ekonomi : Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah
wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan
yang mendorong kenaikan harga, dll.
Dampak Banjir
Persebaran Keruangan Banjir
Ciri-ciri daerah rawan banjir :
1. Daerah memiliki topografi khusus :
daerah cekungan, ketinggiannya
berada di bawah ketinggian tanah
normal.
2. Kawasan banjir alami : daerah
penampungan air yang dangkal
seperti daerah sungai.
3. Daerah aliran sungai : DAS rusak dan
dalam kondisi kritis
4. Daerah curah hujan tinggi
5. Daerah sistem drainase yang buruk
6. Kawasan tepi pantai : mengakibatkan
banjir rob
Persebaran Keruangan Banjir
7. Kawasan muara sungai : rusak pada
kawasan muara dan berpengaruh juga
dengan aliran sungai
8. Daerah perbukitan gundul : vegetasi
berkurang sehingga tidak ada yang
menahan air hujan
9. Kawasan sekitar gunung berapi :
mengakibatkan banjir lahar dingin
Persebaran Keruangan Banjir
Peta Persebaran Kawasan Rawan Banjir
Jurnal
Rosyidie, Arief (2013). Banjir: Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan:
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
Jurnal ini membahas tentang fenomena banjir, penyebab, dampak, dan
mitigasi dengan ilustrasi kasus banjir di beberapa daerah, khususnya
wilayah Bandung
Bagi Indonesia, khususnya propinsi Jawa Barat, banjir
merupakan bencana yang paling sering terjadi, terutama pada
saat musim hujan. Banyak petani di pantura yang hanya bisa
pasrah menyaksikan lahan pertanian dan perikanannya hancur
diterjang banjir. Ketinggian air ada yang mencapai lebih dari
satu meter. Banjir tidak hanya menggenangi daerah perdesaan
tetapi juga kawasan perkotaan.
Salah satu kawasan yang sering mengalami banjir
adalah Cieunteung. Kampung ini biasanya paling parah terkena
dampak banjir. Setiap tahun ratusan penduduk harus
meninggalkan tempat tinggalnya mengungsi ke tempat lain
karena rumah tempat tinggal mereka tergenang banjir.
Bencana Banjir
Salah satu penyebab terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten
Bandung dan Sumedang adalah penurunan alih fungsi lahan DAS Citarum.
Pada saat ini kondisi hutan di hulu DAS Citarum sudah sangat kritis akibat
perambahan hutan atau illegal logging, yang dilakukan oleh masyarakat
untuk kemudian ditanami tanaman hortikultura seperti sayuran. Akibatnya,
pada waktu turun hujan maka hutan sudah tidak mampu untuk menyimpan
air. Air hujan akan langsung mengalir sebagai aliran permukaan dan terjadi
banjir.
Penyebab Terjadinya Banjir: Perubahan Guna Lahan
Di Bandung Selatan anak
sekolah terpaksa belajar di rumah atau
tempat pengungsian karena sekolahnya
terendam banjir. Di SD Negeri
Mekarsari, misalnya, dari 377 murid
maka lebih dari 90 persen merupakan
warga RW 20 Kampung Cieunteung
yang selama ini selalu menjadi
langganan banjir. Banjir memaksa
mereka untuk mengungsi. Banyak murid
SD yang selama banjir tidak bisa
bersekolah
Dampak Banjir
Pengelolaan Banjir
Cieunteung, misalnya, untuk mengatasi banjir yang secara
rutin merendam wilayah tersebut maka pemerintah kabupaten
Bandung berencana membuat kolam retensi yang berfungsi
untuk menampung air banjir. Pembangunan kolam retensi ini
memerlukan lahan sehingga harus merelokasi penduduk. Hal ini
tidak sepenuhnya disetujui penduduk karena mereka harus
pindah. Selain pembangunan kolam retensi juga dilakukan upaya
lain seperti pengerukan sungai untuk normalisasi sungai,
pembuatan tanggul penahan banjir, dll
TERIMA KASIH

Bencana Banjir

  • 1.
    BANJIR Cici Diana Iska.D (15611038) Afifah Zahrunnisa (18611125) Ghaitsa Zahira. S (18611140) Galuh Eka Puspita (18611149) Ami Mulya Pratiwi (18611158) Indah Dewi. A (18611162) UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA 2018
  • 2.
    Banjir adalah peristiwayang terjadi ketika aliran yang berlebihan merendam daratan. Banjir disebabkan oleh volume air di suatu badan air sesperti sungai atau danau yang meluap atau melimpah dari bendungan sehingga air keluar. Pengarahan banjir Uni Eropa mengartikan banjir sebagai peredaman sementara oleh air pada daratan yang biasanya tidak terendam air. Pengertian Banjir
  • 3.
    1. Banjir Bandang: adalah banjir besar yang terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung hanya sesaat yang yang umumnya dihasilkan dari curah hujan berintensitas tinggi dengan durasi (jangka waktu) pendek yang menyebabkan debit sungai naik secara cepat. Banjir jenis ini biasa terjadi di daerah dengan sungai yang alirannya terhambat oleh sampah 2. Banjir Pantai : disebabkan angin puyuh laut dan gelombang pasang air laut. Banjir ini terjadi karena air dari laut meresap ke daratan di dekat pantai dan mengalir ke daerah pemukiman. Banjir ini biasanya terjadi di daerah pemukiman yang dekat dengan pantai. 3. Banjir Luapan Sungai / Banjir Kiriman : berlangsung dalam waktu lama dan sama sekali tidak ada tanda-tanda gangguan cuaca pada waktu banjir melanda.Jenis banjir ini terjadi setelah proses yang cukup lama. Datangnya banjir dapat mendadak. Banjir luapan sungai ini kebanyakan bersifat musiman atau tahunan dan bisa berlangsung selama berhari- hari atau berminggu-minggu tanpa berhenti. Jenis-jenis Banjir
  • 4.
    4. Banjir HujanEkstrim : terjadi hanya dalam waktu 6 jam sesudah hujan lebat mulai turun. Biasanya banjir ini ditandai dengan banyaknya awan yang menggumpal di angkasa serta kilat atau petir yang keras dan disertai dengan badai tropis atau cuaca dingin. Umumnya banjir ini akibat meluapnya air hujan yang sangat deras, khususnya bila tanah bantaran sungai rapuh dan tak mampu menahan cukup banyak air 5. Banjir Luapan Sungai / Banjir Kiriman : biasanya berlangsung dalam waktu lama dan sama sekali tidak ada tanda-tanda gangguan cuaca pada waktu banjir melanda.Jenis banjir ini terjadi setelah proses yang cukup lama. Datangnya banjir dapat mendadak. Banjir luapan sungai ini kebanyakan bersifat musiman atau tahunan dan bisa berlangsung selama berhari- hari atau berminggu-minggu tanpa berhenti. 6. Banjir Hujan Ekstrim : biasanya terjadi hanya dalam waktu 6 jam sesudah hujan lebat mulai turun. Biasanya banjir ini ditandai dengan banyaknya awan yang menggumpal di angkasa serta kilat atau petir yang keras dan disertai dengan badai tropis atau cuaca dingin. Umumnya banjir ini akibat meluapnya air hujan yang sangat deras, khususnya bila tanah bantaran sungai rapuh dan tak mampu menahan cukup banyak air Jenis-jenis Banjir
  • 5.
     Alamiah Turunnya hujanjatuh kepermukaan bumi dan tertahan oleh tumbuh-tumbuhan setelah itu masuk kepermukaan tanah mengalir ketempat yang lebih rendah setelah itu terjadi penguapan dan keluar kepermukaan daratan. Banjir yang terjadi secara almiah dapat menjadi bancana bagi manusia bila banjir itu mengenai manusia dan menyebabkan kerugian bagi manusia. Proses Terjadinya Banjir
  • 6.
    Non alamiah Terjadi akibatulah manusia seperti : membuang sampah tidak pada tempatnya yang menyebabkan aliran air tidak lancar sehingga air tersebut terapung di tempat pembuangannya semakin lama semakin menguap setelah itu tinggi dan keluar sehingga mengenai daratan dan menyebabkan banjir. Proses Terjadinya Banjir
  • 7.
    Faktor Pengontrol Banjir Bendungan Banyakbendungan besar memiliki waduk pengendalian banjir yang mana ketinggian waduk harus dijaga agar selalu di bawah tingkat tertentu sebelum musim hujan dimulai agar dapat menyediakan ruang untuk nantinya diisi aliran banjir. Pertahanan Sungai Seperti pembuatan tanggul, waduk, dan bendungan yang digunakan untuk mencegah sungai meluap. Ketika pertahanan ini gagal, langkah-langkah darurat seperti karung pasir atau tabung karet portabel digunakan.
  • 8.
    Pertahanan Pantai Banjir pantaitelah ditangani di Eropa dan Amerika dengan pertahanan pesisir, seperti pembuatan dinding laut dan tanggul laut. Faktor Pengontrol Banjir
  • 9.
    Intensitas hujan tinggi Akibathujan lebat, sungai menjadi meluap selain itu minimnya daerah resapan air membuat air akan semakin tidak tertampung dan terjadi banjir. Sampah yang memenuhi sungai Sampah yang menumpuk membuat aliran sungai terganggu sehingga saat hujan deras air akan meluap ke pemukiman warga Kerusakan lahan Seperti yang terjadi di beberapa wilayah, banyak kejadian banjir dan tanah longsor karena ulah perusakan lahan untuk penambangan liar. Tanah yang seharusnya jadi penahan air menjadi tergerus dan menyebabkan banjir. Faktor Pemicu Banjir
  • 10.
     Penebangan hutan Hutansangat berperan sebagai daerah resapan air sehingga akan mengurangi banjir karena hutan akan menyimpan air hujan kemudian mengalirkan kepada manusia melalui bentuk air tanah. Bila hutan terus ditebangi secara liar akan menimbulkan banjir bagi kawasan daerah tersebut.  Pembangunan Pemukiman di bantaran sungai Rumah-rumah di bantaran yang pasti menjadi penyumbang sampah terbesar yang menjadi penghambat dan pendangkalan. Faktor Pemicu Banjir
  • 11.
    Dampak primer Kerusakan fisik: Mampu merusak berbagai jenis struktur Dampak sekunder a. Persediaan air : Kontaminasi air. Air minum bersih mulai langka. b. Penyakit : Kondisi tidak higienis. Penyebaran penyakit bawaan air. c. Pertanian dan persediaan makanan :Kelangkaan hasil tani disebabkan oleh kegagalan panen d. Transportasi : Jalur transportasi hancur, sulit mengirimkan bantuan darurat kepada orang-orang yang membutuhkan. Dampak Banjir
  • 12.
    Dampak tersier/jangka panjang Ekonomi: Kesulitan ekonomi karena penurunan jumlah wisatawan, biaya pembangunan kembali, kelangkaan makanan yang mendorong kenaikan harga, dll. Dampak Banjir
  • 13.
    Persebaran Keruangan Banjir Ciri-ciridaerah rawan banjir : 1. Daerah memiliki topografi khusus : daerah cekungan, ketinggiannya berada di bawah ketinggian tanah normal. 2. Kawasan banjir alami : daerah penampungan air yang dangkal seperti daerah sungai.
  • 14.
    3. Daerah aliransungai : DAS rusak dan dalam kondisi kritis 4. Daerah curah hujan tinggi 5. Daerah sistem drainase yang buruk 6. Kawasan tepi pantai : mengakibatkan banjir rob Persebaran Keruangan Banjir
  • 15.
    7. Kawasan muarasungai : rusak pada kawasan muara dan berpengaruh juga dengan aliran sungai 8. Daerah perbukitan gundul : vegetasi berkurang sehingga tidak ada yang menahan air hujan 9. Kawasan sekitar gunung berapi : mengakibatkan banjir lahar dingin Persebaran Keruangan Banjir
  • 16.
  • 17.
    Jurnal Rosyidie, Arief (2013).Banjir: Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Jurnal ini membahas tentang fenomena banjir, penyebab, dampak, dan mitigasi dengan ilustrasi kasus banjir di beberapa daerah, khususnya wilayah Bandung
  • 18.
    Bagi Indonesia, khususnyapropinsi Jawa Barat, banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi, terutama pada saat musim hujan. Banyak petani di pantura yang hanya bisa pasrah menyaksikan lahan pertanian dan perikanannya hancur diterjang banjir. Ketinggian air ada yang mencapai lebih dari satu meter. Banjir tidak hanya menggenangi daerah perdesaan tetapi juga kawasan perkotaan. Salah satu kawasan yang sering mengalami banjir adalah Cieunteung. Kampung ini biasanya paling parah terkena dampak banjir. Setiap tahun ratusan penduduk harus meninggalkan tempat tinggalnya mengungsi ke tempat lain karena rumah tempat tinggal mereka tergenang banjir. Bencana Banjir
  • 19.
    Salah satu penyebabterjadinya banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Bandung dan Sumedang adalah penurunan alih fungsi lahan DAS Citarum. Pada saat ini kondisi hutan di hulu DAS Citarum sudah sangat kritis akibat perambahan hutan atau illegal logging, yang dilakukan oleh masyarakat untuk kemudian ditanami tanaman hortikultura seperti sayuran. Akibatnya, pada waktu turun hujan maka hutan sudah tidak mampu untuk menyimpan air. Air hujan akan langsung mengalir sebagai aliran permukaan dan terjadi banjir. Penyebab Terjadinya Banjir: Perubahan Guna Lahan
  • 20.
    Di Bandung Selatananak sekolah terpaksa belajar di rumah atau tempat pengungsian karena sekolahnya terendam banjir. Di SD Negeri Mekarsari, misalnya, dari 377 murid maka lebih dari 90 persen merupakan warga RW 20 Kampung Cieunteung yang selama ini selalu menjadi langganan banjir. Banjir memaksa mereka untuk mengungsi. Banyak murid SD yang selama banjir tidak bisa bersekolah Dampak Banjir
  • 21.
    Pengelolaan Banjir Cieunteung, misalnya,untuk mengatasi banjir yang secara rutin merendam wilayah tersebut maka pemerintah kabupaten Bandung berencana membuat kolam retensi yang berfungsi untuk menampung air banjir. Pembangunan kolam retensi ini memerlukan lahan sehingga harus merelokasi penduduk. Hal ini tidak sepenuhnya disetujui penduduk karena mereka harus pindah. Selain pembangunan kolam retensi juga dilakukan upaya lain seperti pengerukan sungai untuk normalisasi sungai, pembuatan tanggul penahan banjir, dll
  • 23.